cover
Contact Name
Syarifah Asyura
Contact Email
dppm@uui.ac.id
Phone
+6282367548500
Journal Mail Official
dppm@uui.ac.id
Editorial Address
Jln. Alue Naga. Kec. Syiah Kuala, Desa Tibang, Banda Aceh
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bidang Kesehatan
ISSN : 30314062     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat bidang Kesehatan (JPKMK)Â merupakan kumpulan tulisan ilmiah yang fokus pada kegiatan kontribusi dan pelayanan kepada masyarakat dalam konteks kesehatan. Jurnal ini bertujuan untuk mendokumentasikan, menganalisis, dan menyebarkan informasi terkait upaya pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh para profesional kesehatan, peneliti, dan praktisi lainnya.
Articles 218 Documents
PENGABDIAN MASYARAKAT TENTANG PENGENDALIAN KECELAKAAN DAN BENCANA PADA PEKERJA BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH (BPBD) KOTA BANDA ACEH TAHUN 2025. Rahmat Akbar; Finaul Asyura; Novita Novita; Faradilla Safitri; Fitria Fitria
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 7, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan pekerja dalam pengendalian kecelakaan kerja dan bencana pada pekerja Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banda Aceh. Pekerja BPBD memiliki risiko tinggi terhadap kecelakaan kerja dan paparan bahaya akibat aktivitas penanggulangan bencana yang kompleks dan dinamis. Metode pelaksanaan pengabdian meliputi penyuluhan, diskusi interaktif, simulasi, serta evaluasi pemahaman peserta terkait identifikasi bahaya, penilaian risiko, penggunaan alat pelindung diri (APD), dan prosedur keselamatan kerja dalam situasi darurat dan bencana. Kegiatan ini dilaksanakan pada tahun 2025 dengan melibatkan pekerja BPBD Kota Banda Aceh sebagai sasaran utama. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai pengendalian kecelakaan dan kesiapsiagaan bencana, serta meningkatnya kesadaran akan pentingnya penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dalam setiap aktivitas penanggulangan bencana. Diharapkan kegiatan pengabdian ini dapat berkontribusi dalam menurunkan angka kecelakaan kerja serta meningkatkan kesiapsiagaan dan keselamatan pekerja BPBD dalam menjalankan tugasnya. Kata Kunci: Pengabdian masyarakat, Pengendalian kecelakaan, bencana, keselamatan kerja, BPBD.
PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG PENTINGNYA KUNJUNGAN ANTENATAL CARE (ANC) SESUAI STANDAR SELAMA PANDEMI COVID 19 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS IE ALANG KABUPATEN ACEH BESAR Nuzulul Rahmi; Faradilla Safitri; Asmaul Husna; Fauziah Andika
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 3, No 2 (2021): OKTOBER 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakCovid-19 dapat memberikan dampak negatif bagi Kesehatan ibu hamil dalam menjalani kehamilannya dan mempengaruhi kunjungan Antenatal Care (ANC). Cakupan K1 Kabupaten Aceh Besar Tahun 2020 mengalami penurunan akibat dari pandemi Covid-19 sebesar 67,5% dan cakupan K4 sebesar 60% dengan kata lain tidak mencapai target nasional yaitu sebesar 76%. Salah satu Puskesmas yang cakupannya masih rendah yaitu dibawah 85% adalah Puskesmas Ie Alang Kabupaten Aceh Besar. Berdasarkan data yang diperoleh di Puskemas Ie Alang Kabupaten Aceh Besar, tahun 2019 sasaran ibu hamil yaitu 62 orang, untuk cakupan K1 sebesar 92% dan cakupan K4 sebesar 51%. Sasaran ibu hamil tahun 2020 adalah 68 orang, untuk cakupan K1 sebesar 92% dan cakupan K4 sebesar 58% (Profil Kesehatan Puskesmas Ie Alang, 2020). Tujuan pendidikan kesehatan ini adalah peserta mengetahui pentingnya kunjungan ANC selama kehamilan. Pelaksanaan kegiatan penyuluhan ini dilakukan 19 Juni 2021 di Wilayah Kerja Puskesmas Ie Alang. Peserta yang diikutkan dalam kegiatan ini adalah ibu hamil yang berada di wilayah kerja Puskesmas Ie Alang Kabupaten Aceh Besar yang bersedia hadir saat dilakukan penyuluhan yaitu 44 orang. Kegiatan pendidikan kesehatan ini melibatkan peran aktif mahasiswa Prodi D-III dan D-IV Kebidanan Universitas Ubudiyah Indonesia. Kata kunci : ANC, Ibu hamil, pendidikan kesehatan 
SOSIALISASI DAN EDUKASI MANFAAT TEMPE SEBAGAI PANGAN FUNGSIONAL UNTUK MENCEGAH ANEMIA GIZI PADA REMAJA PUTRI DI SMK NEGERI 3 BANDA ACEH Pardi Pardi; Herawati Herawati; Junaidi Junaidi; Muhammad Salman Alfarisi; Lena Hati; Periskila Dina Kali Kulla
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 6, No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia gizi, merupakan salah satu masalah kesehatan yang umum terjadi pada remaja putri di Indonesia terutama di usia sekolah. Anemia pada remaja putri dapat berdampak negatif terhadap kesehatan, produktivitas, serta perkembangan kognitif dan fisik mereka. Salah satu penyebab utama anemia pada remaja adalah asupan zat besi yang tidak mencukupi dari pola makan sehari-hari. Tempe, sebagai salah satu pangan tradisional Indonesia, memiliki potensi besar sebagai makanan fungsional yang dapat membantu mencegah anemia. Oleh karena itu, pengabdian masyarakat berupa sosialisasi dan edukasi mengenai manfaat tempe sebagai pangan fungsional untuk mencegah anemia sangat penting untuk dilakukan. Program ini ditujukan kepada remaja putri di SMK Negeri 3 Banda Aceh, mengingat pentingnya meningkatkan kesadaran akan gizi pada kelompok usia ini. Adapun metode pelaksanaan kegiatan sosialisasi ini mengikuti teknis pelaksanaan tindakan yang terdiri dari 4 tahapan, yang terdiri dari tahap: persiapan atau perencanaan, pelaksanaan sosialisasi, evaluasi dan refleksi. Hasil pelaksanaan sosialisasi di SMK Negeri 3 Banda Aceh ini menunjukkan (1) adanya peningkatan kesadaran dan pemahaman remaja putri di SMK Negeri 3 Banda Aceh yang lebih baik tentang pentingnya asupan zat besi dan cara mencegah anemia gizi dengan konsumsi makanan bergizi terutama tempe; (2) adanya peningkatan konsumsi tempe di kalangan siswa dan menjadikan tempe sebagai bagian dari pola makan sehari-hari, baik di rumah maupun di sekolah guna mencegah anemia; (3) adanya perubahan perilaku positif dan pola makan remaja yang lebih sadar akan pentingnya memilih makanan sehat dan bergizi; dan (4) terjadinya penurunan angka anemia dengan peningkatan asupan zat besi dan gizi dari tempe di kalangan remaja putri SMK Negeri 3 Banda Aceh.Kata Kunci: Sosialisasi, Anemia Gizi, Tempe Pangan Tradisional Indonesia, dan Remaja Putri.Nutritional anemia is a health problem that commonly occurs in young women in Indonesia, especially at school age. Anemia in adolescent girls can have a negative impact on their health, productivity, and cognitive and physical development. One of the main causes of anemia in teenagers is insufficient iron intake from daily diet. Tempe, as one of Indonesia's traditional foods, has great potential as a functional food that can help prevent anemia. Therefore, community service in the form of outreach and education regarding the benefits of tempeh as a functional food to prevent anemia is very important to do. This program is aimed at young women at SMK Negeri 3 Banda Aceh, considering the importance of increasing awareness of nutrition in this age group. The method for implementing this socialization activity follows the technical implementation of the action which consists of 4 stages, consisting of: preparation or planning, implementation of socialization, evaluation and reflection. The results of the outreach at SMK Negeri 3 Banda Aceh show (1) an increase in awareness and better understanding of young women at SMK Negeri 3 Banda Aceh about the importance of iron intake and how to prevent nutritional anemia by consuming nutritious foods, especially tempeh; (2) there is an increase in tempeh consumption among students and making tempeh a part of their daily diet, both at home and at school to prevent anemia; (3) there is a change in positive behavior and eating patterns of teenagers who are more aware of the importance of choosing healthy and nutritious food; and (4) a decrease in anemia rates with increased intake of iron and nutrients from tempeh among young women at SMK Negeri 3 Banda Aceh.Keywords: Socialization, nutritional anemia, traditional Indonesian food tempe, and young women.
DETEKSI DINI TUMBUH KEMBANG ANAK MENGGUNAKAN TES DENVER II DI PAUD Al BINA KOTA BANDA ACEH TAHUN 2022 Eva Rosdiana; Sinda Nurul Israh; Syarfina Rezeki
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 4, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa kanak-kanak merupakan masa dimana tejadinya pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat. Normalnya pada masa ini anak-anak terus mengalami pertumbuhan dan perkembangan sesuai dengan bertambahnya usia. Namun pada beberapa kasus terdapat banyak anak-anak yang tidak mengalami pertumbuhan dan perkembangan sebagaimana mestinya. Untuk itu orang tua perlu melakukan pemeriksaan atau screening terhadap pertumbuhan setiap anaknya. Salah satu screening yang dapat dilakukan untuk mengetahui apakah perkembangan anak normal atau tidak adalah menggunakan Denver Developmental Screening Test (DDST). Dalam perkembangannya, DDST mengalami beberapa kali revisi. Revisi terakhir adalah Denver II yang merupakan hasil revisi dan standardisasi dari DDST dan DDSTR (Revised Denver Developmental Screening Test). Perbedaan Denver II dengan pendahulunya terletak pada item-item test, bentuk, interpretasi, dan rujukan. Tujuan pengabdian masyarakat yang dilakukan ini adalah untuk melakukan deteksi dini perkembangan anak dengan menggunakan DDST. Pelaksanaan kegiatan dilakukan pada tanggal 07 Juni 2022. Sasaran nya adalah anak-anak usia 1-6 tahun di Paud Albina yang berjumlah 25 orang. Kegiatan ini melibatkan mahasiswa prodi S-1 Ilmu Gizi. Pelaksanaan kegiatan berjalan lancar dan telah diperoleh hasil dari pemeriksaan DDST yang menunjukkan seluruh anak mengalami perkembangan sesuai dengan usianya. Kata Kunci : Perkembangan Anak, DDSTChildhood is a time of rapid growth and development. Normally at this time children continue to experience growth and development according to age. But in some cases there are many children who do not experience growth and development as seen. For that parents need to do an examination or screening of the growth of each child. One of the screenings that can be done to find out whether a child's development is normal or not is to use the Denver Developmental Screening Test (DDST). In its development, DDST underwent several revisions. The last revision is Denver II which is the result of revision and standardization of DDST and DDSTR (Revised Denver Developmental Screening Test). The difference between Denver II and its predecessor lies in the test items, form, interpretation, and reference. The purpose of this community service is to carry out early detection of child development using DDST. The activity was carried out on June 7, 2022. The target was 25 children aged 1-6 years in Paud Albina who returned. This activity involves students of the Undergraduate Nutrition Science study program. The implementation of the activity went smoothly and the results of the DDST examination showed that all children had developed according to their age.Keywords: Child Development, DDST 
PENDAMPINGAN MAHASISWA KEBIDANAN DALAM SKRINING SDIDTK PADA ANAK USIA 0-6 TAHUN DI PAUD-TK ASH SHAFIYAH KABUPATEN BIREUEN Agustina Agustina; Sri Raudhati; Siti Saleha; Zulfa Hanum; Nurhidayati Nurhidayati
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 5, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemantauan tumbuh kembang anak merupakan salah satu kegiatan utama program perbaikan gizi, yang menitikberatkan pada upaya pencegahan dan peningkatan keadaan gizi anak. Stimulasi, Deteksi, Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK) perlu dilakukan agar tidak terjadi keterlambatan dalam  penanganan masalah tumbuh kembang anak. Berdasarkan data yang diperoleh pada PAUD-TK Ash Shafiyah, pelaksanaan skrining tumbuh kembang anak sudah dilakukan secara rutin. Beberapa anak diantaranya mengalami permasalahan tumbuh kembang seperti hiperaktivitas, gangguan autisme, speech delay (keterlambatan berbicara), dan stunting. Metode yang digunakan dalam kegiatan skrining SDIDTK meliputi pengukuran berat badan dan tinggi badan, lingkar kepala, pengukuran status gizi, pemantauan perkembangan motorik halus dan kasar, berbicara dan berbahasa, sosial kemandirian, TDL, TDD, mental emosional, autis, dan hiperaktif. Pemeriksaan dilakukan selama kurang lebih 30 menit, jika ditemukan gangguan maka hasil pemeriksaan akan langsung disampaikan pada guru, untuk selanjutnya diteruskan pada orangtua anak masing-masing, yang selanjutnya ditindaklanjuti oleh dokter atau pihak puskesmas. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini adalah 80% anak balita dan prasekolah perkembangannya sesuai, dan 20% anak perkembangannya meragukan.Kata Kunci: Pendampingan, SDIDTK, Balita, PrasekolahMonitoring child growth and development is one of the main activities of the nutrition improvement program, which focuses on efforts to prevent and improve children's nutritional status. Stimulation, Detection, Early Intervention for Growth and Development (SDIDTK) needs to be done so that there is no delay in handling child development problems. Based on the data obtained at the Ash Shafiyah PAUD-TK, screening for child growth and development has been carried out routinely. Some of these children experience growth and development problems such as hyperactivity, autism disorders, speech delays, and stunting. The methods used in SDIDTK screening activities include measuring body weight and height, head circumference, measuring nutritional status, monitoring fine and gross motor development, speech and language, social independence, TDL, TDD, mental emotional, autism, and hyperactivity. The examination is carried out for approximately 30 minutes, if disturbances are found, the results of the examination will be immediately conveyed to the teacher, to then be forwarded to the parents of each child, which will then be followed up by the doctor or the puskesmas. The results obtained from this activity are 80% of toddlers and preschoolers whose development is appropriate, and 20% of children whose development is doubtful. Keywords: Assistance, SDIDTK, Toddlers, Preschools 
PEMANFAATAN KIMIA BAHAN ALAM DALAM EDUKASI DAN PELATIHAN PEMBUATAN PRODUK HERBAL RAMAH LINGKUNGAN BAGI MASYARAKAT Syarifah Yanti Astryna; Nurhayati Nurhayati
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 7, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPemanfaatan kimia bahan alam merupakan salah satu strategi penting dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat untuk mengolah potensi sumber daya lokal menjadi produk yang bermanfaat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan di Kabupaten Aceh Besar dengan tujuan memberikan edukasi dan pelatihan pembuatan produk herbal ramah lingkungan berbasis tanaman lokal. Metode pelaksanaan terdiri atas penyuluhan, pelatihan praktik, dan evaluasi. Produk yang dihasilkan meliputi sabun cair herbal berbahan daun sirih, minuman herbal berbahan jahe dan serai, serta hand sanitizer alami berbasis lidah buaya dan jeruk nipis. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta sebesar 70% setelah mengikuti penyuluhan. Peserta juga mampu menghasilkan produk herbal sederhana dengan kualitas baik dan layak untuk dikembangkan. Kegiatan ini tidak hanya berdampak pada peningkatan literasi sains masyarakat, tetapi juga membuka peluang wirausaha kecil berbasis bahan alam lokal. Dengan demikian, pengabdian ini diharapkan dapat berkontribusi pada peningkatan kesehatan, kemandirian ekonomi, dan kelestarian lingkungan masyarakat Aceh Besar. 
PROMOSI KESEHATAN TENTANG FLOUR ALBUS SERTA PENANGANANNYA DI SMA NEGERI 8 BANDA ACEH Ulfa Husna Dhirah; Chairanisa Anwar
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 2, No 1 (2020): VOL. 2 NO. 1, APRIL 2020
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractKeputihan (flour albus) merupakan gejala yang sangat sering dialami oleh sebagian besar wanita. Keputihan seringkali tidak ditangani dengan serius oleh para wanita. Padahal, keputihan bisa jadi indikasi adanya penyakit. Hampir semua perempuan pernah mengalami keputihan. Pada umumnya, orang menganggap keputihan pada wanita sebagai hal yang normal. Pendapat ini tidak sepenuhnya benar, karena ada berbagai sebab yang dapat mengakibatkan keputihan. Keputihan yang normal (fisiologis) memang merupakan hal yang wajar. Namun, keputihan yang tidak normal (patologis) dapat menjadi petunjuk adanya penyakit yang harus diobati. Sebagian besar remaja memiliki pengetahuan yang kurang tentang keputihan. Pemberian pendidikan kesehatan pada remaja merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap serta perilaku yang baik mengenai pencegahan keputihan patologisKeywords : Promosi Kesehatan, Flour Albus
Edukasi dan Upaya Pencegahan Kekerasan Seksual Pada Remaja di Desa Kajhu Kecamatan Baitussalam Aceh Besar Hendri Hendri; Farhan Suha Muyasar
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 5, No 2 (2023): OKTOBER 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kasus kekerasan seksual saat ini sedang mengalami peningkatan pesat. Kekerasan seksual ini kerap kali menimbulkan korban yang dianggap sebagai oknum-oknum yang lemah seperti perempuan dan anak–anak yang masih di bawah umur.  Hadirnya kekerasan seksual ini tentunya menjadi sebuah permasalahan yang cukup besar yang mana hal ini akan menimbulkan dampak yang negatif kepada korban. Tujuan kegiatan ini yaitu untuk meningkatkan kesadaran dan penguatan upaya pencegahan serta penanganan kekerasan seksual di lingkungan remaja dan sekolah. Metode kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan Participatory Action Research (PAR). Aksi dilaksanakan dengan model ceramah, diskusi dan disertai game. Adapun materi yang disampaikan oleh kami berisikan tentang materi pengertian kekerasan seksual, pentingnya edukasi seksual, bentuk-bentuk dari kekerasan seksual, macam-macam kekerasan seksual, dampak dari kekerasan seksual dan hukum yang mengatur & melindungi korban tindak pidana dalam kekerasan seksual.  Kasus kekerasan seksual terjadi peningkatan dari tahun ke tahun dan remaja menjadi kelompok rentan yang menjadi korban. kasus pelecehan seksual ini bisa terjadi karena adanya pemain kekuasaan (Quid Pro Quo). Penting untuk pihak sekolah membuat kebijakan untuk mencegah dan menangani kekerasan seksual.  Para remaja juga mesti tahu apa yang dilakukan ketika mendapat kekerasan seksual. Selain itu perlu membuat gerakan upaya apa saja yang bisa mereka lakukan untuk melawan kasus kekerasan di lingkungan sekolah. Hasil kegiatan ini memperlihatkan adanya peningkatan pengetahuan, afektif dan psikomotor terkait pencegahan dan penanganan kekerasan seksual. Kata Kunci    : edukasi, pencegahan, kekerasan seksual, remaja
UPAYA OPTIMALISASI PRODUKSI ASI MELALUI PENYULUHAN POLA MAKAN IBU MENYUSUI Cut Oktaviyana; Syarifah Masthura; Dewi Sartika; Fauziah Fauziah
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 7, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The inability to produce an adequate supply of breast milk is frequently the primary factor leading to the premature cessation of exclusive breastfeeding. A lack of maternal understanding regarding healthy dietary patterns and the consumption of galactagogues (lactation-enhancing foods) poses a significant risk. Health education serves as a cognitive approach to improve maternal knowledge of nutrition during the lactation period. This study aims to enhance the knowledge of breastfeeding mothers concerning dietary habits as an effort to optimize breast milk production. This research employed a quantitative method with a pre-experimental "one-group pre-posttest design," conducted at the Krueng Barona Jaya Public Health Center (Puskesmas). The population consisted of 15 breastfeeding mothers, selected using a total sampling technique. Data were analyzed using univariate and bivariate analysis. The findings revealed that prior to the intervention, most respondents (67%) possessed a low level of knowledge. Following the health education session, the maternal knowledge level increased significantly, with 100% of participants falling into the high category. A T-test was performed to compare knowledge levels before and after the intervention, yielding a significant value of. This indicates a statistically significant difference in knowledge levels following health education. Health education should be consistently implemented by healthcare providers to enhance the knowledge of breastfeeding mothers, thereby supporting the practice of breastfeeding until the child reaches two years of age.
SOSIALISASI KESIAPSIAGAAN PENCEGAHAN COVID 19 DI DESA MESJID KEUMANGAN KECAMATAN MUTIARA KABUPATEN PIDIE Ulfa Husna Dhirah; Sarini Vita Dewi; Soraya Lestari
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 3, No 1 (2021): APRIL 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Virus Corona adalah sebuah keluarga virus yang ditemukan pada manusia dan hewan. Sebagian virusnya dapat mengingeksi manusia serta menyebabkan berbagai penyakit, mulai dari penyakit umum seperti flu, hingga penyakit-penyakit yang lebih fatal. Seringkali virus ini menyebar antara manusia ke manusia melalui tetesan cairan dari mulut dan hidung saat orang yang terinfeksi sedang batuk atau bersin, mirip dengan cara penularan penyakit flu. Tetes cairan dari mulut dan hidung pasien tersebut bisa jatuh dan tertinggal pada mulut dan hidung orang lain yang berada di dekatnya, bahkan dihisap dan terserap ke dalam paru-paru orang tersebut melalui hidungnya. Untuk itu diperlukan sosialisasi kesiapsiagaan pencegahan Covid 19 ini dengan mengajarkan cara cuci tangan yang benar, etika batuk dan bersin, konsumsi makanan yang sehat dan bergizi, istirahat yang cukup dan mengelola stress untuk meningkatkan kekebalan tubuh dalam melawan penyebaran infeksi termasuk Virus Corona.Keywords : Covid 19 

Page 5 of 22 | Total Record : 218