cover
Contact Name
Syarifah Asyura
Contact Email
dppm@uui.ac.id
Phone
+6282367548500
Journal Mail Official
dppm@uui.ac.id
Editorial Address
Jln. Alue Naga. Kec. Syiah Kuala, Desa Tibang, Banda Aceh
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bidang Kesehatan
ISSN : 30314062     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat bidang Kesehatan (JPKMK)Â merupakan kumpulan tulisan ilmiah yang fokus pada kegiatan kontribusi dan pelayanan kepada masyarakat dalam konteks kesehatan. Jurnal ini bertujuan untuk mendokumentasikan, menganalisis, dan menyebarkan informasi terkait upaya pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh para profesional kesehatan, peneliti, dan praktisi lainnya.
Articles 218 Documents
Simulasi Inisiasi Menyusu Dini (IMD) di Wilayah Kerja Puskesmas Bandar Baru Kecamatan Sibolangit tahun 2020 Julia Mahdalena Siahaan; Masriati Panjaitan
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 2, No 1 (2020): VOL. 2 NO. 1, APRIL 2020
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakInisiasi Menyusu Dini merupakan pemberian Air Susu Ibu (ASI) kepada bayi dalam satu jam pertama setelah lahir, dimana bayi diletakkan di dada ibu dan membiarkan bayi sampai menemukan puting susu ibunya. Inisiasi Menyusui Dini (IMD) berperan dalam pencapaian tujuan Millenium Development Goals (MDGs) yaitu  membantu mengurangi angka kematian anak dengan target menurunkan angka kematian sebanyak 2/3 dari tahun 1990 sampai tahun 2015 (Roesli, 2014).Pada saat pre tes mayoritas mendapatkan nilai rendah tentang IMD ada 28 orang atau 76% dan setelah pelaksanaan simulasi mayoritas responden mendapatkan nilai tinggi sejumlah 21 orang atau 57% dan dari hasil uji statistik nilai p 0,020 yang berarti ada hubungan yang signifikan antara nilai sebelum dilaksanakan pelatihan dengan sesudah dilaksanakan pelatihan. Kata Kunci : Simulasi, IMD, Ibu Hamil
PROMOSI KESEHATAN TENTANG PENCEGAHAN PENULARAN HIV/AIDS PADA REMAJA DI MAN RUKOH BANDA ACEH Ulfa Husna Dhirah; Eva Rosdiana
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 5, No 2 (2023): OKTOBER 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) belakangan ini telah menjadi masalah global yang melanda dunia karena dalam waktu relatif cepat terjadi peningkatan jumlah penderita yang melanda di berbagai negara. Di samping itu belum diketemukannya obat/vaksin yang efektif terhadap AIDS, telah menyebabkan timbulnya keresahan dan keprihatinan di seluruh dunia. Salah satu upaya untuk menanggulangi kasus HIV/AIDS pada remaja yang bisa dilakukan adalah melalui promosi kesehatan di sekolah- sekolah untuk meningkatkan pengetahuan siswa-siswi). Upaya promosi kesehatan yang telah dilaksanakan untuk mencegah penularan HIV/AIDS pada remaja menggunakan media poster. Metode promosi kesehatan yang digunakan yaitu penyuluhan dikelas. Materi yang disampaikan yaitu cara penularan, cara pencegahan, pengobatan dan peluang kesembuhan serta mitos-mitos tentang HIV/AIDS yang beredar di masyarakat.Kata Kunci : Promosi Kesehatan, HIV-AIDSAIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) has recently become a global problem that has hit the world because in a relatively short time there has been an increase in the number of sufferers in various countries. In addition, the absence of an effective drug/vaccine against AIDS has caused anxiety and concern throughout the world. One effort to overcome HIV/AIDS cases in adolescents that can be done is through health promotion in schools to increase students' knowledge. Health promotion efforts that have been implemented to prevent the transmission of HIV/AIDS to adolescents use poster media. The health promotion method used is classroom counseling. The material presented includes methods of transmission, prevention methods, treatment and opportunities for recovery as well as myths about HIV/AIDS circulating in society.Keywords: Health Promotion, HIV-AIDS
KAMPUNG SEHAT DAN AMAN: INTEGRASI PHBS DAN K3 DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI MASYARAKAT DESA BULOH KAB. ACEH BARAT Yolanda Oktaria; Redha Rahmi; Siti Nurmala Dewi; Susy Sriwahyuni
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 7, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Desa Buloh, Kabupaten Aceh Barat. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan praktis, dan pendampingan implementasi di rumah tangga maupun lingkungan kerja masyarakat desa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat tentang PHBS dan K3 sebesar 75%, serta perubahan perilaku dalam penggunaan alat pelindung diri sederhana, kebiasaan mencuci tangan, dan pengelolaan limbah rumah tangga. Program ini diharapkan dapat menjadi model Kampung Sehat dan Aman di wilayah pedesaan. Pengabdian kepada masyarakat dengan judul “Kampung Sehat dan Aman: Integrasi PHBS dan K3 dalam Kehidupan Sehari-Hari Masyarakat Desa Buloh Kabupaten Aceh Barat” Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan praktik masyarakat Desa Buloh dalam mengintegrasikan PHBS dan K3 dalam kehidupan sehari-hari. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan praktik (cuci tangan, penggunaan APD sederhana, pengelolaan limbah rumah tangga), simulasi pertolongan pertama, serta pendampingan perilaku selama satu bulan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat sebesar 75% berdasarkan hasil pre-test dan post-test, serta perubahan perilaku positif seperti kebiasaan mencuci tangan sebelum makan, penggunaan sarung tangan dan sepatu bot saat bekerja di ladang, serta pengelolaan sampah rumah tangga. Kesimpulannya, program ini mampu mendorong masyarakat untuk hidup lebih sehat dan aman melalui integrasi PHBS dan K3. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat desa dalam mewujudkan Kampung Sehat dan Aman yang dapat direplikasi di daerah lain.
PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG PENGETAHUAN MENGENAI VAGINAL DISCHARGE PADA REMAJA PUTRI DI SMA NEGERI 01 DARUL KAMAL ACEH BESAR Raudhatun Nuzul ZA; Rahmayani .
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 2, No 2 (2020): OKTOBER 2020
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In Indonesia, about 90% of women have the potential to experience vaginal discharge because Indonesia is a tropical area so that the fungus is easy to develop which results in many cases of vaginal discharge. Symptoms of vaginal discharge are also experienced by unmarried women or girls aged 15-24 years, which is around 31.8%. This shows that adolescents are more at risk of developing vaginal discharge. In 2002 as many as 50% of Indonesian women had experienced vaginal discharge, then in 2003 it increased to 60% and in 2004 it increased again to almost 70% of Indonesian women who had experienced vaginal discharge at least once in their life. Adolescence is the most complex phase of development with all its problems. The most important phase for adolescents is puberty, where for young women is marked by the maturity of the reproductive organs. Leucorrhoea (leukorrhea, white discharge, or fluoralbus) is a symptom in the form of discharge from the genital organs that is not in the form of blood. This discharge is a physiological condition from the female genital tract. The entire surface of the female genital tract can discharge in the form of a saturated mucus, colorless and odorless.
UPAYA PENCEGAHAN KARIES GIGI ANAK SEKOLAH MELALUI FISSURE SEALANT SEBAGAI SALAH SATU PROGRAM UKGS (SCHOOL BASED DENTAL PROGRAM) DI KECAMATAN BAITURRAHMAN KOTA BANDA ACEH Wirza Wirza; Henny Febriani; Ratna Wilis; Finaul Asyura
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 6, No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu strategi dalam upaya penanggulangan resiko terjadinya karies gigi pada masyarakat adalah penerapan upaya preventif melalui fissure sealent sebagai salah satu program UKGS (School-Based Dental Program). Upaya ini diharapkan dapat membantu dalam pemecahan dan penanganan awal terhadap resiko terjadinya karies pada anak usia sekolah di masyarakat. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal pada 15 orang, ternyata 12 orang  (80%) menderita karies gigi. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan derajat kesehatan gigi dan mulut dengan memberikan penyuluhan pelayanan promotif dan preventif kesehatan gigi dan mulut (fissure sealent) yang di lakukan pada upaya kesehatan berbasis anak usia sekolah di masyarakat. Peningkatkan pengetahuan, sikap dan praktik mengenai kesehatan gigi yang terkait dengan faktor risiko karies. Kegiatan ini juga dapat dijadikan upaya puskesmas dan sekolah dalam melaksanakan kegiatan UKGMD dan pelaksana program UKGS dalam kegiatan promosi kesehatan gigi di masyarakat. Penerapan pencegahan melalui fissure sealeant kesehatan gigi pada masyarakat dapat menyadarkan anak-anak tentang faktor risiko karies serta upaya pencegahan sejak dini resiko terjadinya karies. Pengabdian masyarakat ini dilakukan secara terpadu di sekolah SDN 22 Neusu Jaya wilayah Kecamatan Baiturrahman kota Banda Aceh. Sasaran pada kegiatan pengabdian ini adalah adalah masyarakat khususnya anak usia sekolah dasar yang berusia 6-8 tahun yang memiliki gigi molar satu yang baru erupsi sebagai subjek yang dilakukan intervensi di Kecamatan Baiturrahman kota Banda Aceh. Berdasarkan hasil evaluasi akhir yang dilakukan menunjukkan bahwa pencegahan yang dilakukan melalui fissure sealent sebagai salah satu program UKGS Berbasis Sekolah sangat efektif dilakukan untuk mencegah terjadinya karies pada gigi molar satuKata kunci : Fissure Sealent, Resiko Karies dan Kesehatan GigiOne strategy in efforts to overcome the risk of dental caries in the community is the implementation of preventive efforts through fissure sealants as one of the UKGS (School-Based Dental Program) programs. It is hoped that this effort can help in solving and early treatment of the risk of caries in school-aged children in the community. Based on the results of initial examinations on 15 people, it turned out that 12 people (80%) suffered from dental caries. This activity aims to improve the level of dental and oral health by providing promotional and preventive services on dental and oral health (fissure sealants) which are carried out in health efforts based on school-aged children in the community. Increasing knowledge, attitudes and practices regarding dental health related to caries risk factors. This activity can also be used as an effort by community health centers and schools to carry out UKGMD activities and implement UKGS programs in dental health promotion activities in the community. Implementing prevention through dental health fissure sealant in the community can make children aware of the risk factors for caries and efforts to prevent the risk of caries from an early age. This community service is carried out in an integrated manner at the SDN 22 Neusu Jaya school in the Baiturrahman District, Banda Aceh City. The target of this service activity is the community, especially elementary school age children aged 6-8 years who have newly erupted first molars as subjects for intervention in Baiturrahman District, Banda Aceh City. Based on the results of the final evaluation carried out, it shows that prevention carried out through fissure sealant as one of the School Based UKGS programs is very effective in preventing caries in first molar teeth.Keywords: Fissure Sealent, caries risk and dental health
MENINGKATKAN PENGETAHUAN ANAK USIA SEKOLAH TENTANG JAJANAN SEHAT DI DESA BILUY KABUPATEN ACEH BESAR TAHUN 2022 Saudah Saudah; Putri Kurniawati; Reni Suwastika Lova
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 4, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada saat ini masih banyak masyarakat yang tidak peduli terhadap apa yang mereka makan, baik dewasa maupun anak-anak. Bagi masyarakat, hal terpenting dari makanan adalah rasa yang enak, porsi yang banyak, dan harga yang pas. Masyarakat khususnya anak-anak cenderung membeli makanan tanpa memperhatikan kebersihannya. Sehingga sering terjadi mereka menjadi korban dari jajanan yang tidak sehat. Hal ini terjadi karena minimnya pengetahuan tentang bagaimana mengenali jajanan yang aman. Jajanan anak sekolah yang kurang terjamin kesehatannya dapat menyebabkan keracunan, gangguan pencernaan, dan jika berlangsung lama akan menyebabkan status gizi yang buruk. Berdasarkan survei Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Indonesia tahun 2014, masih banyak ditemukan jajanan sekolah yang tidak memenuhi syarat kesehatan. Hal ini tentunya sangat memprihatinkan, sebab makanan bukan hanya sekedar untuk memenuhi kebutuhan nutrisi pada tubuh, melainkan kandungan gizi yang baik dari segi kuantitas maupun kualitas diperlukan agar tumbuh kembang anak dapat optimal. Metode yang digunakan adalah penyuluhan yang diadakan di Meunasah Desa Biluy kecamatan Darul Kamal Kabupaten Aceh Besar. Hasil dari kegiatan ini didapatkan adanya peningkatan rata-rata nilai pengetahuan sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan kesehatan. Hasil pengabdian kepada masyarakat ini diharapkan dapat menghasilkan siswa siswi yang memiliki pengetahuan tentang jajanan yang sehat. Hasil pengabdian ini diharapkan akan menjadi modal dasar dalam pembentukan perilaku hidup bersih dan sehat di tatanan sekolah, sehingga terwujud generasi yang sehat dan kuat.Kata kunci: Jajanan Sehat, Penyuluhan Kesehatan, Siswa SDAt this time there are still many people who do not care about what they eat, both adults and children. For people, the most important thing about food is good taste, large portions, and the right price. People, especially children, tend to buy food without paying attention to cleanliness. So they often become victims of unhealthy snacks. This happens because of the lack of knowledge about how to recognize safe snacks. Snacks of school children whose health is not guaranteed can cause poisoning, indigestion, and if it lasts for a long time will cause poor nutritional status. Based on the 2014 Indonesian Food and Drug Supervisory Agency (BPOM) survey, there are still many school snacks that do not meet health requirements. This is of course very concerning, because food is not just to meet the nutritional needs of the body, but good nutritional content in terms of quantity and quality is needed so that children's growth and development can be optimal. The method used was counseling which was held in Meunasah, Biluy Village, Darul Kamal District, Aceh Besar District. The results of this activity showed an increase in the average value of knowledge before and after health counseling was carried out. The results of this community service are expected to produce students who have knowledge about healthy snacks. The results of this service are expected to be the basic capital in the formation of clean and healthy living behavior in school settings, so that a healthy and strong generation is realized.Keywords: Healthy Snacks, Health Counseling, Elementary School Students
EDUKASI TEKNIK MENYUSUI YANG BAIK DAN BENAR PADA IBU PRIMIPARA DI RUMAH SAKIT SWASTA X KOTA BANDA ACEH Naura Azkia
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 6, No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegagalan dalam menyusui sering kali disebabkan karena kesalahan dalam memposisikan dan melekatkan bayi. Masalah menyusui yang sering ditemui dan dikeluhkan oleh ibu primipara harus diatasi, maka untuk mengatasi hal tersebut diperlukan adanya pendidikan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas edukasi dan pendampingan dalam meningkatkan praktik Teknik menyusui yang baik dan benar. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan teknik wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa edukasi dan pendampingan yang berkelanjutan dapat meningkatkan pemahaman ibu primipara mengenai pentingnya ASI eksklusif dan strategi yang dapat diterapkan melalui Teknik menyusui. Dengan adanya program edukasi dan pendampingan, terjadi peningkatan proporsi ibu primipara yang berhasil memberikan ASI eksklusif. Oleh karena itu, dukungan tenaga kesehatan dan keluarga yang mendukung ibu menyusui sangat diperlukan untuk keberhasilan program ASI eksklusif. 
PELAKSANAAN VAKSINASI AWAL BAGI MASYARAKAT ACEH SEBAGAI UPAYA PENANGGULANGAN PANDEMI COVID 19 Marniati Marniati; Herawati Herawati; Masthura Sianipar; Yusra Meiduri
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 4, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Himbauan vaksinasi yang diserukan pemerintah bagi masyarakat sebagai upaya penanggulangan Covid 19 dihadapkan dengan berbagai dilema pemberlakuan kebijakan ini. Dimana gencarnya seruan kelompok yang menolak vaksin Covid-19 hampir di setiap media massa dan media sosial. Hal yang sangat disayangkan dengan fenomena kelompok anti vaksin ini justru didominasi dari kalangan masyarakat yang berpendidikan tinggi (hampir 40 persen), sehingga berdampak pada persepsi negatif masyarakat yang menyurutkan kesediaan untuk menerima vaksin. Oleh karena itu, peran kampus dalam menyadarkan kekeliruan pandangan masyarakat ini menjadi suatu keniscayaan yang tidak dapat dipungkiri untuk segera disahuti oleh Universitas Ubudiyah Indonesia. Kegiatan vaksinasi ini dibuka pada Pukul 08.00 WIB; kehadiran peserta disambut oleh panitia untuk selanjutnya diarahkan ke meja registrasi guna verifikasi data diri dan kemudian diminta untuk mengisi data diri dan riwayat kesehatan pada formulir yang diberikan serta pengambilan nomor antri. Setelah peserta mengantongi nomor antri dan selesai mengisi formulir akan diarahkan menuju meja pengecekan tekanan darah. Tekanan darah yang melampui 180 tidak dilanjutkan proses penyuntikan vaksinasi. Namun untuk tekanan darah normal akan dilanjutkan dengan konsultasi.scanning kesehatan untuk menentukan kelayakan vaksinasi. Jika dinilai layak dengan tidak adanya riwayat penyakit kronis, maka peserta akan diarahkan panitia ke ruang penyuntikan vaksin. Prosedur akhir yang dilakukan peserta setelah penyuntikan vaksin adalah menuju meja administrasi untuk memperoleh bukti cetak telah melakukan vaksinasi untuk kebutuhan masing-masing peserta, di antaranya: untuk syarat perjalanan keluar kota serta keperluan lainnya. Untuk selanjutnya peserta diperbolehkan pulang atau melakukan foto di area yang telah disediakan oleh panitia. Setelah pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat disimpulkan bahwa: (1) Kegiatan vaksinasi memperoleh respon positif dari masyarakat Aceh, (2) Kesadaran masyarakat Aceh tentang urgensi vaksinasi dalam penanggulangan Covid 10 tampak meningkat dengan sikap antusiasme menginformasikan kepada keluarga dan kerabat akan, serta tidak terpengaruh isu negative tentang vaksinasi, dan (3) Peserta vaksinasi meminta pelaksanaan vaksinasi tahap 2 dilaksanakan dalam waktu dekat.Kata Kunci: Vaksinasi, Penanggulangan Bencana, dan Covid 19.AbstractThe government calls for vaccinations for the community as an effort to deal with Covid 19. They are faced with various dilemmas in implementing this policy. Where are the incessant calls of groups that reject the Covid-19 vaccine in almost every mass media and social media. It is very unfortunate that the phenomenon of the anti-vaccine group is actually dominated by highly educated people (almost 40 percent), so that it has an impact on negative public perceptions which discourages willingness to accept vaccines. Therefore, the role of the campus in making people aware of the erroneous views of this society is a necessity that cannot be denied by the University of Ubudiyah Indonesia. This vaccination activity opens at 08.00 WIB; the presence of participants was welcomed by the committee to be directed to the registration desk to verify personal data and then asked to fill in personal data and medical history on the form provided and take a queue number. After the participant has pocketed the queue number and finished filling out the form, they will be directed to the blood pressure checking table. Blood pressure that exceeds 180 is not followed by the vaccination injection process. However, for normal blood pressure, it will be continued with a consultation. health scanning to determine the feasibility of vaccination. If deemed fit with no history of chronic disease, the participant will be directed by the committee to the vaccine injection room. The final procedure carried out by participants after injecting the vaccine is to go to the administration desk to obtain printed evidence that they have vaccinated for the needs of each participant, including: for out of town travel requirements and other needs. Henceforth participants are allowed to go home or take photos in the area provided by the committee. After the implementation of this community service activity, it can be concluded that: (1) Vaccination activities received a positive response from the people of Aceh, (2) Acehnese people's awareness of the urgency of vaccination in tackling Covid 10 appears to have increased with enthusiasm in informing family and relatives of, and not being affected negative issues regarding vaccination, and (3) Vaccination participants request that phase 2 of vaccination be carried out in the near future.Keywords: Vaccination, Disaster Management, and Covid 19.
PENYULUHAN KESEHATAN TERHADAP DAMPAK PENCEMARAN UDARA DI TPA KOTA BINJAI Fahmi Syahpreza Tarigan; Marniati Marniati; Herawati Herawati
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 7, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakLatar Belakang : Sosialisasi tentang kesehatan untuk mencegah penyakit akibat pencemaran udara gas metan dan ammonia di TPA Mencirim Kota Binjai dilakukan kepada petugas satgas di TPA Mencirim Kota Binjai tentang dampak dan akibat dari paparan gas metan dan ammonia akibat pencemaran udara dari proses penguraian sampah yang ada di TPA. Tujuan Kegiatan : Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada pekerja di TPA terhadap akibat yang ditimbulkan dari penghirupan gas metan dan ammonia dalam jangka panjang. Hasil Kegiatan : dalam sosialisasi ini telah tercapai target dalam rangka meningkatkan dan memberikan pengetahuan kepada para pekerja cara pencegahan dan dampak dari gas metan dalam jangka panjang maupun jangka pendek.
EDUKASI KESEHATAN TENTANG CARA MENGATASI OBESITAS PADA REMAJA DI SMAS BABUL MAGFIRAH DI LAM ALU CUT KECAMATAN KUTA BARO KABUPATEN ACEH BESAR Asmaul Husna; Ratna Willis; Fauziah Andika
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 5, No 2 (2023): OKTOBER 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Riset yang dilakukan oleh Riset Kesehatan Dasar pada tahun 2013 menunjukkan prevelensi untuk obesitas di usia remaja yaitu usia 16 –18 tahun sebesar 1.6% dan di tahun 2018 meningkat menjadi 4%. Negara Indonesia bahkan menempati urutan ke dua setelah Singapura dengan jumlah sebesar 12% remaja mengalami obesitas5.Obesitas ini terjadi karena ketidakseimbangan energi antara kalori yang dikonsumsi dengan kalori yang digunakan oleh tubuh. Ketidakseimbangan ini dapat terjadi karena peningkatan asupan makanan berenergi dengan kandungan lemak yang tinggi dan penurunan aktivitas fisik. Berkurangnya aktivitas fisik yang dilakukan juga berbanding lurus dengan semakin majunya teknologi mengingat di jaman sekarang anak-anak usia remaja lebih mengutamakan screentime dengan menonton TV atau bermasin game dengan gadged, sehingga lebih meningkatkan pola konsumsi makanan dibandingkan dengan aktivitas fisiknya6. Penyuluhan dilakukan dengan topik “Edukasi Kesehatan Tentang Cara Mengatasi Obesitas Pada Remaja Di SMAS Babul Magfirah Di Lam Alu Cut Kecamatan Kuta Baro Kabupaten Aceh Besar. Kegiatan Pengabdian kepada masyarakat ini mengambil lokasi di Di SMAS Babul Magfirah Di Lam Alu Cut Kecamatan Kuta Baro Kabupaten Aceh Besar. Dengan 40 Siswi. Waktu peaksanaan 1 hari pada tanggal 05 September 2023.Kata kunci : Edukasi Kesehatan Tentang Cara Mengatasi Obesitas Pada RemajaResearch conducted by Basic Health Research in 2013 showed that the prevalence of obesity in adolescents, namely ages 16-18, was 1.6% and in 2018 it increased to 4%. Indonesia even ranks second after Singapore with 12% of teenagers experiencing obesity. This obesity occurs due to an energy imbalance between the calories consumed and the calories used by the body. This imbalance can occur due to increased intake of energy foods with high fat content and decreased physical activity. The reduction in physical activity carried out is also directly proportional to the increasingly advanced technology considering that nowadays teenage children prioritize screen time by watching TV or playing games with gadgets, thus increasing their food consumption patterns compared to their physical activity6. The counseling was carried out with the topic "Health Education on How to Overcome Obesity in Adolescents at Babul Magfirah High School in Lam Alu Cut, Kuta Baro District, Aceh Besar Regency. This community service activity took place at SMAS Babul Magfirah in Lam Alu Cut, Kuta Baro District, Aceh Besar Regency. With 40 female students. Peak time is 1 day on 05 September 2023.Keywords: Health Education about How to Treat Obesity in Adolescents   

Page 3 of 22 | Total Record : 218