cover
Contact Name
Syarifah Asyura
Contact Email
dppm@uui.ac.id
Phone
+6282367548500
Journal Mail Official
dppm@uui.ac.id
Editorial Address
Jln. Alue Naga. Kec. Syiah Kuala, Desa Tibang, Banda Aceh
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bidang Kesehatan
ISSN : 30314062     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat bidang Kesehatan (JPKMK)Â merupakan kumpulan tulisan ilmiah yang fokus pada kegiatan kontribusi dan pelayanan kepada masyarakat dalam konteks kesehatan. Jurnal ini bertujuan untuk mendokumentasikan, menganalisis, dan menyebarkan informasi terkait upaya pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh para profesional kesehatan, peneliti, dan praktisi lainnya.
Articles 218 Documents
PENYULUHAN PENCEGAHAN ANEMIA DAN PEMERIKSAAN HB PADA IBU HAMIL DI DESA MATANG SAGOE KECAMATAN PEUSANGAN KABUPATEN BIREUEN Herrywati Tambunan; Nuraina Nuraina; Purnama Setiabudi; Noratul Ikhram; Munawwarah Munawwarah
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 5, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia merupakan suatu keadaan yang ditandai dengan berkurangnya hemoglobin dalam tubuh. Hemoglobin adalah suatu metaloprotein yaitu protein yang mengandung zat besi di dalam sel darah merah yang berfungsi sebagai pengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh. Anemia pada masa kehamilan memberikan dampak pada kehamilan, persalinan dan nifas yaitu keguguran, partus prematurus, inersia uterus, partus lama, atonia uteri, syok, afribinogenemia, infeksi intrapartum dan dalam nifas, dan payah jantung. Anemia yang terjadi pada ibu hamil berkontribusi dalam meningkatkan angka kesakitan dan kematian ibu dan janin yang dikandungnya. Anemia pada ibu hamil dapat menjadi penyebab perdarahan post partum dan menjadi penyebab kematian tidak langsung pada ibu. Prevalensi anemia pada wanita hamil di Indonesia berkisar 20-80%, tetapi pada umumnya banyak penelitian yang menunjukkan lebih besar yaitu 50%. Di wilayah Indonesia bagian barat tergolong tinggi, Aceh 56,6%. Untuk memperkecil risiko terjadinya anemia pada ibu hamil tersebut diperlukan pencegahan dan dukungan serta dilakukan oleh semua pihak baik ibu hamil itu sendiri, keluarga, petugas kesehatan dan masyarakat. Upaya pencegahan yang dapat dilakukan adalah meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang pentingnya asupan gizi yang cukup untuk perkembangan bayinya, melakukan pemeriksaan kehamilan minimal 4 kali selama hamil, mengkonsumsi zat besi bagi ibu hamil minimal 90 tablet selama kehamilan, melakukan pemeriksaan Hb ibu hamil pada trimester I dan III. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini yaitu meningkatkan pengetahuan, pemahaman, sikap dan perilaku masyarakat khususnya ibu hamil tentang pencegahan anemia. Hasil dari kegiatan setelah dilakukan kegiatan penyuluhan pengetahuan masyarakat khususnya ibu hamil tentang anemia dan cara pencegahan anemia mengalami peningkatan.Kata Kunci: Pencegahan Anemia, Pemeriksaan Hb, Ibu hamilAnemia is a condition characterized by reduced hemoglobin in the body. Hemoglobin is a metalloprotein, namely a protein containing iron in red blood cells that functions as a carrier of oxygen from the lungs throughout the body. Anemia during pregnancy has an impact on pregnancy, labor and childbirth, namely miscarriage, premature parturition, uterine inertia, prolonged labor, uterine atony, shock, afribinogenemia, intrapartum and puerperal infections, and heart failure. Anemia that occurs in pregnant women contributes to increasing morbidity and mortality rates for mothers and their fetuses. Anemia in pregnant women can be a cause of postpartum hemorrhage and an indirect cause of death in the mother. The prevalence of anemia in pregnant women in Indonesia ranges from 20-80%, but in general many studies show it is higher, namely 50%. In the western part of Indonesia it is classified as high, Aceh 56.6%. To minimize the risk of anemia in pregnant women, prevention and support are needed and this is carried out by all parties, both the pregnant woman herself, her family, health workers and the community. Prevention efforts that can be done are increasing pregnant women's knowledge about the importance of adequate nutritional intake for the development of their babies, carrying out prenatal checks at least 4 times during pregnancy, consuming iron for pregnant women at least 90 tablets during pregnancy, carrying out Hb checks for pregnant women in the first trimester and III. The purpose of this community service is to increase knowledge, understanding, attitudes and behavior of the community, especially pregnant women, regarding anemia prevention. The results of the activities after conducting community knowledge outreach activities, especially pregnant women about anemia and how to prevent anemia have increased.Keywords: Prevention of Anemia, Hb Examination, Pregnant Women
PENINGKATAN PENGETAHUAN IBU HAMIL MELALUI PELATIHAN DETEKSI DINI TANDA BAHAYA KEHAMILAN DI PUSKESMAS GANG BUNTU, MEDAN TIMUR Novi Susanti; Fery Arjuna Sembiring; Siti Aisyah
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 7, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kehamilan merupakan periode yang memerlukan pemantauan kesehatan yang intensif untuk mencegah terjadinya komplikasi yang dapat membahayakan ibu dan janin. Salah satu langkah penting dalam upaya menurunkan risiko komplikasi adalah kemampuan ibu hamil untuk mengenali tanda bahaya kehamilan secara dini. Namun, berdasarkan kondisi di Puskesmas Gang Buntu, Medan Timur, masih banyak ibu hamil yang memiliki pengetahuan terbatas mengenai tanda bahaya seperti perdarahan, sakit kepala hebat, gerak janin berkurang, edema ekstrem, hingga kejang. Keterbatasan informasi ini berpotensi meningkatkan risiko keterlambatan penanganan medis. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil melalui pelatihan deteksi dini tanda bahaya kehamilan. Pelatihan dilakukan melalui penyuluhan, diskusi interaktif, demonstrasi, serta evaluasi berupa pretest dan posttest. Kegiatan diikuti oleh ibu hamil yang berada di wilayah kerja Puskesmas Gang Buntu. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan, terlihat dari perbedaan nilai sebelum dan sesudah pelatihan. Peserta juga menunjukkan pemahaman yang lebih baik mengenai jenis tanda bahaya, cara mengenali gejala awal, dan langkah yang harus dilakukan ketika tanda tersebut muncul. Pelatihan ini terbukti efektif dalam meningkatkan kesiapsiagaan ibu hamil dan mendukung upaya pencegahan komplikasi kehamilan. Kegiatan ini direkomendasikan untuk dilakukan secara berkala sebagai strategi penguatan edukasi kesehatan maternal di tingkat puskesmas. Kata Kunci: Tanda Bahaya Kehamilan, Ibu Hamil, Pelatihan.
WASPADA PENYAKIT DIFTERI CEGAH DENGAN IMUNISASI LANJUTAN PENTABIO PADA BALITA USIA 0-18 BULAN Ulfa Husna Dhirah; Soraya Lestari; Marniati Marniati
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 1, No 2 (2019): VOL, 1, NO. 2, OKTOBER 2019
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakDifteri masih menjadi masalah di dunia, South-East Asia Region (SEARO) merupakan wilayah pembagian WHO dengan insiden difteri terbanyak di dunia setiap tahunnya. Indonesia menempati urutan kedua insiden difteri terbanyak dibanding negara anggota SEARO lainnya. Untuk mencegah angka kejadian difteri, pemerintah menargetkan pencapaian cakupan imunisasi dasar (DPT) dan lanjutan. Imunisasi lanjutan pentabio dalam sistem kesehatan nasional merupakan salah satu bentuk intervensi kesehatan yang sangat efektif dalam upaya menurunkan angka kematian bayi dan balita.. Setelah mendapatkan imunisasi dasar, anak akan mendapatkan imunisasi lanjutan atau ulang, imunisasi ulangan diberikan untuk mempertahankan tingkat kekebalan di atas ambang perlindungan atau untuk memperpanjang masa perlindungan.Keywords : Difteri, Imunisasi Lanjutan Pentabio
SOSIALISASI PENGARUH PENGGUNAAN GADGET TERHADAP TUMBUH KEMBANG ANAK TINGKAT SEKOLAH DASAR Uswatun Hasanah; Tamara Dwi Rizkyna Setya
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 4, No 1 (2022): APRIL 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi yang sangat populer ini adalah gadget. Gadget sendiri adalah istilah dalam bahasa inggris yang diartikan sebagai alat elektronik berupa handphone, laptop, pc dan lain sebagainya. Pada umumnya anak-anak menggunakan gadget untuk bermain game, menonton animasi, bermain internet dan sebagai media pembelajaran. Penggunaan gadget yang berlebihan bisa membawa dampak yang cukup besar bagi tumbuh kembang anak. metode yang digunakan adalah metode ceramah plus, dimana ada pemaparan materi dan solusi kemudian dilakukan tanya jawab terhadap siswa/siswi kelas 6 SDIT Nurul Qur’anKata kunci: Gadget, Game, Animasi
PEMBERDAYAAN KELOMPOK TANI DAN POSYANDU MELALUI DIVERSIFIKASI HERBAL TRADISIONAL MAKJUN UNTUK PENANGANAN PASCA-MELAHIRKAN Mutiawati Mutiawati; Fauziah Andika; Periskila Dina Kali Kulla; Zumaidar Zumaidar; Saudah Saudah
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 7, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Program Mahasiswa Berdampak di Desa Blang Tingkeum, Kabupaten Aceh Besar, bertujuan untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan ekonomi masyarakat melalui diversifikasi tanaman herbal tradisional menjadi produk inovatif Teh Herbal Makjun. Desa yang berada di wilayah dataran tinggi dengan tanah pertanian subur ini memiliki potensi besar dalam budidaya tanaman herbal seperti kunyit (Curcuma longa) dan jahe (Zingiber officinale), namun belum dikelola secara optimal dan bernilai tambah ekonomi. Permasalahan utama mitra meliputi rendahnya kuantitas produksi herbal organik, lemahnya manajemen usaha dan pemasaran, kurangnya pemahaman pelestarian Makjun sebagai warisan budaya Aceh, serta belum terstrukturnya tata kelola usaha herbal. Program ini melibatkan dua mitra sasaran, yaitu kelompok tani “Indatu Agro Tani” dan kelompok Posyandu, yang didampingi secara komprehensif dari hulu hingga hilir melalui pendekatan kolaboratif berbasis riset. Intervensi pada kelompok tani difokuskan pada aspek produksi, manajemen, dan pemasaran, meliputi pelatihan budidaya, penyediaan bibit unggul, penyusunan business plan, penguatan kelembagaan, strategi branding, digital marketing, hingga fasilitasi legalitas usaha (BPOM dan PIRT). Sementara itu, pada kelompok Posyandu, kegiatan diarahkan pada penguatan aspek sosial kemasyarakatan dan manajemen usaha, termasuk pelatihan kesehatan berbasis tanaman obat lokal, produksi herbal Makjun, kampanye edukasi, serta penguatan administrasi dan kepemimpinan organisasi. Metode pelaksanaan menggunakan Project Based Learning (PjBL) dan kolaborasi interdisipliner, dengan tahapan sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi berkelanjutan. Luaran program mencakup karya audio-visual, publikasi media massa, poster edukasi, serta peningkatan keberdayaan mitra dalam aspek produksi, manajemen, pemasaran, dan sosial kemasyarakatan. Program ini diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah ekonomi produk herbal lokal, memperkuat pelestarian Makjun sebagai kearifan lokal Aceh, serta mendorong kemandirian dan keberlanjutan usaha masyarakat Desa Blang Tingkeum.
PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG ANEMIA PADA IBU HAMIL DI PUSTU DESA LAM HASAN PEUKAN BADA ACEH BESAR Asmaul Husna; Faradilla Safitri; Leni Erlinda
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 3, No 1 (2021): APRIL 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia pada kehamilan merupakan salah satu faktor dari kehamilan risiko tinggi. Anemia pada kehamilan merupakan penyebab potensial morbiditas dan mortalitas ibu dan anak yang memberi pengaruh kurang baik bagi ibu, baik dalam kehamilan, persalinan dan masa nifas, Selain itu juga berpengaruh kurang baik bagi hasil konsepsi, seperti kematian janin, kematian neonatal, prematuritas, cacat bawaan, kurang cadangan zat besi dan BBLR (Prawirohardjo, 2010). Anemia defisiensi zat besi lebih cenderung berlangsung di negara yang sedang berkembang dari pada negara yang sudah maju, 36% atau sekitar 1.400 juta menderita anemia dari perkiraan populasi 3.800 juta orang, sedangkan prevalensinya dengan negara maju sekitar 8 % atau kira-kira 100 juta orang dari perkiraan populasi 1.200 juta orang. Sedangkan di Indonesia prevalensinya pada kehamilan masih tinggi yaitu sekitar 40,1 % (Kemenkes, 2019). Kata kunci : Anemia Pada Ibu Hamil 
OPTIMALISASI LAYANAN KESEHATAN REPRODUKSI UNTUK PASANGAN USIA SUBUR MELALUI PENDEKATAN PARTISIPATIF DI DESA IE MASEN ULEE KAREENG KOTA BANDA ACEH Fauziah Andika; Faradilla Safitri; Marniati Marniati; Rulia Meilina
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 6, No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasangan usia subur (PUS) dimana pasangan yang harus dapat menjaga kesehatan reproduksi. Pada kondisi normal, pasangan usia subur mudah memperoleh keturunan sehingga memerlukan atau membutuhkan pengaturan kesuburan, perawatan kehamilan dan pengetahuan bersalin yang aman. Beberapa faktor penghambat yang sering ditemukan di antaranya adalah kurangnya pemahaman masyarakat terhadap layanan kesehatan reproduksi, kendala ekonomi, serta minimnya keterlibatan masyarakat dalam program kesehatan yang ada. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari minggu tanggal 15 September 2024 dengan jumlah peserta 30 orang pasangan usia subur. Hasil dari kegiatan ini adalah bahwa peningkatan akses dan kualitas layanan kesehatan reproduksi sangat penting untuk mendukung kesejahteraan pasangan usia subur di desa tersebut Dengan menerapkan pendekatan partisipatif, masyarakat dilibatkan secara aktif dalam perencanaan dan pelaksanaan program, tenaga medis, Ini meningkatkan komunikasi antara masyarakat dan penyedia layanan kesehatan serta membuat lingkungan yang lebih mendukung bagi pasangan usia subur untuk mendapatkan layanan yang mereka butuhkan. Kata Kunci : Layanan Kesehatan reproduksi, Pasangan Usia SuburCouples of childbearing age (PUS) are couples who must be able to maintain reproductive health. Under normal conditions, couples of childbearing age are easy to obtain offspring so they need or require fertility regulation, pregnancy care and safe childbirth knowledge. Some inhibiting factors that are often found include the lack of public understanding of reproductive health services, economic constraints, and the lack of community involvement in existing health programs. This activity was carried out on Sunday, September 15, 2024 with 30 participants of couples of childbearing age. The result of this activity is that improving access and quality of reproductive health services is very important to support the welfare of couples of childbearing age in the village By applying a participatory approach, the community is actively involved in the planning and implementation of the program, medical personnel, It improves communication between the community and health service providers and makes a more supportive environment for couples of childbearing age to get the services they need.Keywords: Reproductive Health Services, Couples of Childbearing Age
PENTINGNYA TABLET TAMBAH DARAH (FE) PADA IBU HAMIL DAN ASI EKSLUSIF PADA BAYI BARU LAHIR DI DESA TUMBO BARO KECAMATAN KUTA MALAKA KABUPATEN ACEH BESAR Roza Aryani; Evi Kurniawati
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 4, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan zat besi selama hamil yaitu rata-rata 800 mg - 1040 mg. Untuk itu pemberian suplemen Fe disesuaikan dengan usia kehamilan atau kebutuhan zat besi tiap semester, yaitu sebagai berikut : Trimester I : kebutuhan zat besi + 1 mg/hari, (kehilangan basal 0,8 mg/hari) ditambah 30-40 mg untuk kebutuhan janin dan sel darah merah. Trimester II: kebutuhan zat besi + 5 mg/hari, (kehilangan basal 0,8 mg/hari) ditambah kebutuhan sel darah merah 300 mg dan conceptus 115 mg. Trimester III : kebutuhan zat besi 5 mg/hari,) ditambah kebutuhan sel darah merah 150 mg dan conceptus 223 mg. Anemia memberikan kontribusi hingga 20 persen terhadap semua kematian pada kehamilan. Salah satu penyebab tingginya prevalensi anemia adalah rendahnya asupan zat besi. Salah satu sumber asupan zat besi berasal dari tablet tambah darah (TTD), namun kepatuhan mengonsumsinya masih sangat rendah. ASI sangat baik dikonsumsi bayi selama 0-6 bulan. ASI mengandung protein, lemak, vitamin, mineral, air dan enzim yang sangat dibutuhkan oleh bayi sehingga dapat mengurangi berbagai jenis risiko kekurangan gizi. Selain ASI juga mengandung semua jenis asam lemak yang penting bagi pertumbuhan otak, mata dan pembuluh darah. ASI mengandung zat besi yang dapat mencegah anemia dan mengandung antibodi yang sangat baik untuk kesehatan bayi.Kata kunci: ASI Ekslusif, Tablet Tambah Darah, Ibu HamilThe need for iron during pregnancy is an average of 800 mg - 1040 mg. For this reason, the provision of Fe supplements is adjusted to gestational age or iron needs each semester, as follows: Trimester I: iron needs + 1 mg/day, (basal loss 0.8 mg/day) plus 30-40 mg for fetal needs and red blood cells. Second trimester: iron needs + 5 mg / day, (basal loss 0.8 mg / day) plus the need for red blood cells 300 mg and 115 mg conceptus. Third trimester: the need for iron 5 mg / day,) plus the need for red blood cells 150 mg and 223 mg conceptus Anemia contributes up to 20 percent of all deaths in pregnancy. One of the causes of the high prevalence of anemia is low iron intake. One source of iron intake comes from blood-added tablets (TTD), but adherence to consuming them is still very low. Breast milk is very good for babies for 0-6 months. Breast milk contains proteins, fats, vitamins, minerals, water and enzymes that are needed by babies so that they can reduce the risk of various types of malnutrition. In addition to breast milk also contains all kinds of fatty acids that are important for the growth of the brain, eyes and blood vessels. Breast milk contains iron which can prevent anemia and contains antibodies that are very good for baby's health.Keywords: Exlusif Breastfeeding, Blood Supplement Tablets, Pregnant Women 
STUDI KASUS PROSES ASUHAN GIZI TERSTANDAR (PAGT) PADA ANAK BALITA STUNTING DI UPTD PUSKESMAS KECAMATAN INGIN JAYA ACEH BESAR Ulfa Husna Dhirah; Asmaul Husna; Faradilla Safitri
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 5, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balita yang diakibatkan kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untukrak usianya. Kekurangan gizi terjadi sejak bayi dalam kandungan, akan tetapi baru terlihat ketika bayi sudah berusia dua tahun. Stunting disebabkan oleh tidak mendapat perhatian khusus pada periode 1000 hari pertama kehidupan yang menjadi penentu tingkat pertumbuhan fisik, kecerdasan, dan produktifitas seseorang dimasa depan. Kegiatan pembinaan yang di lakukan yaitu memberikan penyuluhan kesehatan tentang bagaimana studi kasus Proses Asuhan Gizi Terstandar (PAGT) Di Puskesmas Kecamatan Ingin Jaya Aceh Besar. Metode pelaksanaan mulai dari persiapan, pelaksanaan, evaluasi semua sudah terlaksana sesuai rencana. Hasil yang dicapai, publikasi artikel pada jurnal pengabdian masyarakat, tersedianya media KIE ( poster dan boklet efektif /mudah dipahami dan diterapkan). Dilaksanakan pemeriksaan kesehatan ke Posyandu, dari peserta penyuluhan yang terdiri dari warga Desa setempat dan sekitarnya, sudah mampu menerima penjelasan dan mengaplikasikan pada keluarga tentunya, dan khususnya untuk warga yang memiliki bayi dan balita serta anak yang gizinya belum sesuai dengan standar normal. Keywords : PAGT, StuntingStunting is a condition of failure to thrive in children under five caused by chronic malnutrition so that children are too short for their age. Malnutrition occurs since the baby is in the womb, but only appears when the baby is two years old. Stunting is caused by not receiving special attention during the first 1000 days of life which determines a person's level of physical growth, intelligence and productivity in the future. The coaching activities carried out were providing health education on how to study the case study of the Standardized Nutrition Care Process (PAGT) at the Puskesmas, Want Jaya District, Aceh Besar. The implementation method, starting from preparation, implementation, evaluation, has all been carried out according to plan. The results achieved, publication of articles in community service journals, availability of IEC media (effective posters and booklets/easy to understand and apply). Health checks were carried out at the Posyandu, from counseling participants consisting of local and surrounding villagers, who were able to receive explanations and apply them to families, of course, and especially for residents who have babies and toddlers and children whose nutrition is not up to normal standards.Keywords: PAGT, Stunting
EDUKASI KESEHATAN TENTANG KENALI FAKTOR RISIKO HIV/AIDS DAN PENCEGAHANNYA Faradilla Safitri; Nuzulul Rahmi; Rahmat Akbar; Miranda Miranda
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 7, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPengabdian kepada masyarakat merupakan bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat, termasuk dalam bidang kesehatan. Salah satu isu kesehatan yang masih menjadi perhatian serius adalah HIV/AIDS, yang terus menunjukkan tren peningkatan kasus, terutama di kalangan remaja. Minimnya pengetahuan dan kesadaran remaja tentang faktor risiko dan cara penularan HIV/AIDS menjadi latar belakang dilaksanakannya kegiatan ini. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di MAN 2 Aceh Besar dengan tujuan untuk memberikan edukasi kesehatan tentang pentingnya mengenali faktor risiko HIV/AIDS serta langkah-langkah pencegahannya sejak dini. Metode pelaksanaan mencakup ceramah edukatif, diskusi interaktif, pemutaran video edukasi sebagai media informasi tambahan. Sasaran kegiatan adalah siswa-siswi tingkat SMA yang berada pada masa perkembangan penting dalam membentuk perilaku hidup sehat. Hasil evaluasi pre-test dan post-test menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta mengenai HIV/AIDS. Kegiatan ini diharapkan dapat membentuk kesadaran kolektif dan menjadi langkah awal dalam pencegahan penyebaran HIV/AIDS di lingkungan sekolah dan masyarakat sekitar.   

Page 2 of 22 | Total Record : 218