cover
Contact Name
Syarifah Asyura
Contact Email
dppm@uui.ac.id
Phone
+6282367548500
Journal Mail Official
dppm@uui.ac.id
Editorial Address
Jln. Alue Naga. Kec. Syiah Kuala, Desa Tibang, Banda Aceh
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bidang Kesehatan
ISSN : 30314062     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat bidang Kesehatan (JPKMK)Â merupakan kumpulan tulisan ilmiah yang fokus pada kegiatan kontribusi dan pelayanan kepada masyarakat dalam konteks kesehatan. Jurnal ini bertujuan untuk mendokumentasikan, menganalisis, dan menyebarkan informasi terkait upaya pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh para profesional kesehatan, peneliti, dan praktisi lainnya.
Articles 218 Documents
EDUKASI KESEHATAN TENTANG PREMENSTRUAL SYNDROME PADA REMAJA PUTRI DI MAN 5 ACEH BESAR Asmaul Husna; Faradilla Safitri
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 4, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah kesehatan reproduksi di Indonesia perlu mendapat perhatian yang cukup karena masalah kesehatan reproduksi juga masalah kesehatan  yang akan berdampak pada kesehatan  lainnya.  Masalah kesehatan reproduksi salah satunya termasuk pada kaum remaja.  Masa remaja merupakan suatu fase  perkembangan yang dinamis dalam  kehidupan seorang individu.  Remaja  termasuk dalam kelompok penduduk  yang  perlu  mendapat perhatian  terhadap kesehatan reproduksi.  Remaja perlu mengenal tubuh dan organ reproduksi, perubahan fisik  dan psikologis, agar dapat melindungi diri dari resiko yang mengancam kesehatan dan keselamatan fungsi organ reproduksinya (Aryani, 2017). Remaja dikenal sebagai individu yang memiliki tahap perkembangan fisik (muncul tanda-tanda seksual) dan perubahan psikologi. Pada remaja putri, salah satu perkembangan fisik yang akan terjadi adalah proses menstruasi sebagai tanda telah berfungsinya ovarium. Menstruasi terjadi karena sel telur yang tidak dibuahi oleh sperma sehingga menyebabkan meluruhnya sel-sel endometrium dalam rahim. Kata kunci : Pengetahun pada remaja putri tentang premenstrual syndromeReproductive health problems in Indonesia need sufficient attention because reproductive health problems are also health problems that will have an impact on other health. One of the reproductive health problems, including adolescents. Adolescence is a dynamic phase of development in the life of an individual. Adolescents are included in the population group that needs attention to reproductive health. Adolescents need to know the body and reproductive organs, physical and psychological changes, in order to protect themselves from risks that threaten the health and safety of their reproductive organ functions (Aryani, 2017). Adolescents are known as individuals who have stages of physical development (sexual signs appear) and psychological changes. In adolescent girls, one of the physical developments that will occur is the menstrual process as a sign that the ovaries are functioning. Menstruation occurs when the egg is not fertilized by the sperm, causing the endometrial cells to shed in the uterus.Keywords: Knowledge of adolescent girls about premenstrual syndrome
EDUKASI DAN PENDAMPINGAN DALAM PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING PADA BALITA DI DESA TIBANG Alfitri Wahyuni; Raudhatun Nuzul ZA; Eva Rosdiana
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 6, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan dan pertumbuhan optimal balita sangat dipengaruhi oleh asupan nutrisi yang cukup dan seimbang. Salah satu aspek penting dalam pemenuhan gizi balita adalah pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) yang tepat. Namun, masih banyak orang tua yang kurang memahami pentingnya MP-ASI yang sesuai dengan kebutuhan anak, baik dari segi komposisi gizi maupun cara pemberiannya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan pendampingan kepada orang tua balita di Desa Tibang mengenai pentingnya MP-ASI yang sehat, bergizi, dan aman. Metode yang digunakan adalah penyuluhan, demonstrasi pembuatan MP-ASI, serta pendampingan langsung kepada orang tua dalam praktik pemberian MP-ASI. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan orang tua dalam menyiapkan MP-ASI yang sesuai dengan kebutuhan gizi balita. Diharapkan kegiatan ini dapat berkontribusi dalam menurunkan angka malnutrisi dan meningkatkan kesehatan balita di Desa Tibang. 
EDUKASI KONSUMSI JUS JAMBU MERAH TERHADAP PENINGKATAN KADAR HAEMOGLOBIN PADA IBU HAMIL DI DESA KUTAPASIR ACEH TENGGARA Eva Nurseptiana; Uci Lestari
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 4, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ibu hamil Trimester III adalah wanita yang sedang mengandung janin di dalam rahim dan usia kehamilan 28-40 minggu dihitung dari hari pertama haid terakhir wanita tersebut. Masa kehamilan terutama trimester III merupakan masa kritis dimana kebutuhan akan zat gizi meningkat. Jika zat besi dalam darah kurang maka kadar hemoglobin akan menurun yang mengakibatkan gangguan dan pertumbuhan janin. Menurut World Health Oragnization Anemia adalah salah satu kondisi dimana sel darah merah berkurang sehingga kapasitas pengangkutan oksigen tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan fisiologis tubuh. Penyebab paling umum anemia secara global dikarenakan kekurangan zat besi. Pencegahan kekurangan zat besi tersebut dapat dilakukan dengan cara mengonsumsi tablet fe sebanyak 90 tablet selama kehamilan, jika tidak dikonsumsi maka akan dikhawatirkan ibu akan mengalami anemia (Profil Kesehatan Indonesia 2015, 2015). Ibu hamil dikatakan anemia jika hemoglobin kurang dari 11gr/dl. Sebagian dari ibu hamil yang mengalami anemia sebesar 41,8% disebabkan oleh kekurangan zat besi (Profil Kesehatan Indonesia 2015, 2015). Zat besi dapat ditemukan pada buah, sayuran, biji-bijian dan daging pada makanan sehari-hari yang mengandung vitamin C dan B12 yang dapat membantu penyerapan zat besi. Buah jambu merah adalah salah satu terapi non farmakologi yang menawarkan manfaat kesehatan yang besar bagi penderita anemia, karena kandungan vitamin C pada jambu merah setara dengan 6 kali kandungan vitamin C pada jeruk, 10 kali kandungan vitamin C pada papaya, 17 kali kandungan vitamin C pada jambu air dan 30 kali kandungan vitamin C pada pisang.  Kandungan vitamin C pada jambu merah mencapai puncaknya saat menjelang matang, kandungan vitamin C per 100gr buah jambu merah matang adalah 150,50 mg, matang optimal sebanyak 130,13 mg dan lewat matang sebanyak 132,24 mg. Selain itu, tanaman jambu merah mudah ditemukan dan lebih ekonomis, sehingga hal tersebut menjadi salah satu alasan pemilihan bahan menjadi produk untuk intervensi.Kata Kunci: Jambu Merah, Hemoglobin, ibu HamilThird trimester pregnant women are women who are carrying a fetus in the uterus and gestational age of 28-40 weeks is calculated from the first day of the woman's last menstruation. The period of pregnancy, especially the third trimester, is a critical period when the need for nutrients increases. If iron in the blood is lacking, the hemoglobin level will decrease resulting in disruption and fetal growth. According to the World Health Organization Anemia is a condition in which red blood cells are reduced so that their oxygen carrying capacity is insufficient to meet the body's physiological needs. The most common cause of anemia globally is iron deficiency. Prevention of iron deficiency can be done by consuming as many as 90 tablets of Fe during pregnancy, if not consumed, it is feared that the mother will experience anemia (Ministry of Health RI 2015). Pregnant women are said to be anemic if their hemoglobin is less than 11gr/dl. 41.8% of pregnant women who experience anemia are caused by iron deficiency (Ministry of Health RI 2015). Iron can be found in fruits, vegetables, whole grains and meat in everyday foods that contain vitamins C and B12 which can help iron absorption. Guava fruit is one of the non-pharmacological therapies that offers great health benefits for people with anemia, because the vitamin C content in red guava is equivalent to 6 times the vitamin C content in oranges, 10 times the vitamin C content in papaya, 17 times the vitamin C content in guava water and 30 times the content of vitamin C in bananas. The content of vitamin C in red guava reaches its peak just before ripening, the content of vitamin C per 100 grams of ripe red guava is 150.50 mg, optimally ripe is 130.13 mg and overripe is 132.24 mg. In addition, guava plants are easy to find and more economical, so that is one of the reasons for selecting ingredients to be products for intervention.Keywords: Guava, Hemoglobin, Pregnant women
PSIKOEDUKASI DUKUNGAN PSIKOLOGIS AWAL DI PESANTREN BABUL MAGHFIRAH Melda Sofia; Kamarullah Kamarullah; Herawati Herawati; Kurnia Rahmayanti; Pardi Pardi; Syarifah Asyura; Ismiati Ismiati; Cut Nursadrina; Nanda Fitriana; Abdul Mukti
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 7, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Dukungan Psikologis awal merupakan salah satu bentuk intervensi yang dilakukan seseorang yang digunakan untuk menangani situasi krisis dan bencana. Dukungan psikologis awal sangat membantu pelajar khususnya siswa di pesantren babulmaghfirah yang sudah mengalami musibah kebakaran. Efek bencana tersebut membawa dampak buruk bagi siswa sehingga mengalami trauma, cemas, panik, takut dan kondisi kesehatan memburuk. Dengan pemaparan psikoedukasi dukungan psikologis awal kepada siswa dapat mengubah pikiran dan kondisi kesehatan mental semakin baik.  
SCREENING KESEHATAN BERUPA PENGECEKAN TEKANAN DARAH, KOLESTEROL, ASAM URAT DAN GLUKOSA PADA PETUGAS DI WILAYATUL HISBAH DAN SATPOL PP ACEH Chairanisa Anwar; Soraya Lestari; Mutiawati Mutiawati
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 5, No 2 (2023): OKTOBER 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit tidak menular (PTM) adalah penyebab utama pada 71% kematian di dunia. Penyakit ini juga disebut dengan noncommunicable disease, yang penanganannya lebih sulit dibandingkan dengan penyakit menular. Hal ini disebabkan karena PTM lebih sulit didiagnosa, membutuhkan waktu yang panjang sampai menimbulkan gejala dan etiologi yang sering tidak jelas. Pemeriksaan kesehatan secara rutin dapat mencegah munculnya gejala suatu penyakit. Pemeriksaan kesehatan dapat dilakukan di laboratorium milik pemerintah maupun swasta, atau pemeriksaan secara gratis yang dilakukan oleh institusi pendidikan kesehatan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Pemeriksaan dapat berupa tekanan darah, kolesterol, asam urat dan glukosa darah. Berdasarkan latar belakang terebut maka peneliti tertarik untuk melakukan pengabdian masyarakat berupa screening kesehatan berupa pengecekan tekanan darah, kolesterol, asam urat dan glukosa darah pada petugas Satpol PP Provinsi Aceh. Pengabmas ini dilakukan pada hari Jumat, 11 Agustus 2023 di Kantor WH dan Satpol PP Aceh dengan 50 orang personel yang dilakukan pengecekan tekanan darah, kolesterol, asam urat dan glukosa darah. Kata Kunci : screening kesehatan, personel WH dan Satpol PPNon-communicable diseases (NCDs) are the main cause of 71% of deaths in the world. This disease is also called a noncommunicable disease, which is more difficult to treat than an infectious disease. This is because PTM is more difficult to diagnose, it takes a long time to cause symptoms and the etiology is often unclear. Regular health checks can prevent symptoms of disease from appearing. Health examinations can be carried out in government or private laboratories, or free examinations carried out by health education institutions through community service activities. Examinations can include blood pressure, cholesterol, uric acid and blood glucose. Based on this background, researchers are interested in carrying out community service in the form of health screening in the form of checking blood pressure, cholesterol, uric acid and blood glucose on Aceh Province Satpol PP officers. This community service was carried out on Friday, August 11 2023 at the WH Office and Aceh Satpol PP with 50 personnel who checked blood pressure, cholesterol, uric acid and blood glucose. Keywords: health screening, WH personnel and Satpol PP
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI EDUKASI KESEHATAN TENTANG PENTINGNYA IMUNISASI LENGKAP ANAK DI GAMPONG PUNGE JURONG Fauziah Andika; Nuzulul Rahmi; Kalvin Ariston Zai; Tara Noviani; Qirva Atin Amini; Yelfi Monita
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 7, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Imunisasi dan vaksinasi merupakan bagian integral dari sistem kesehatan global dalam upaya menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat penyakit menular. Berdasarkan data World Health Organization (WHO), imunisasi mencegah sekitar 3,5 hingga 5 juta kematian setiap tahunnya yang disebabkan oleh penyakit seperti difteri, tetanus, pertusis, influenza, dan campak. Berdasarkan data posyandu desa tahun 2023, dari 237 anak balita yang terdaftar, sekitar 31 anak belum mendapatkan imunisasi dasar lengkap, dan 9 anak tidak pernah diimunisasi sejak lahir. Angka ini menunjukkan adanya kebutuhan mendesak akan intervensi edukatif dan promotif dalam bentuk penyuluhan langsung kepada masyarakat. Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan pada Tanggal 27 Juni 2025, di aula kantor Keuchik Gampong Punge Jurong. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat menunjukkan adanya perubahan positif yang cukup besar dalam tingkat pengetahuan dan kesadaran warga Gampong Punge Jurong mengenai pentingnya imunisasi lengkap bagi anak Kata Kunci : Imunisasi lengkap, Pengetahuan, Promotif
PENYULUHAN PEMUTUSAN MATA RANTAI PENULARAN CORONA PADA IBU YANG MEMILIKI BAYI DAN BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LAMPISANG KABUPATEN ACEH BESAR Nuzulul Rahmi; Asmaul Husna; Leni Erlinda
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 2, No 2 (2020): OKTOBER 2020
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakCOVID-19  merupakan  penyakit  menular yang  disebabkan  oleh sindrom  pernapasan  akut coronavirus  2 (severe  acute  respiratory  syndrome coronavirus   2 atau   SARS-CoV-2).   Virus   ini merupakan keluarga besar Coronavirus yang dapat menyerang   hewan.   Ketika   menyerang   manusia, Coronavirus    biasanya    menyebabkan    penyakit infeksi saluran   pernafasan,   seperti   flu,   MERS (Middle  East  Respiratory  Syndrome),  dan  SARS (Severe  Acute  Respiratory  Syndrome). Virus Corona atau Covid-19 melanda banyak negara di dunia termasuk Indonesia. Wabah Covid-19 tidak hanya merupakan masalah nasional dalam suatu negara, tapi sudah merupakan masalah global. Covid-19 berawal muncul dari daerah Wuhan Cina dan penyebaran Covid -19 yang begitu cepat dan mematikan,, penularannya melalui kontak fisik ditularkan melalui mulut, mata dan hidung. Covid-19 berdampak kepada kehidupan sosial dan melemahnya ekonomi masyarakat serta berdampak terhadap pelayanan publik sehingga dirasa perlu untuk memberikan penyuluhan kepada masyarakat tentang bagaimana pemutusan mata rantai penyakit ini di masyarakat. Kata kunci : penyuluhan kesehatan, covid-19, corona
PENYULUHAN SADARI PADA REMAJA PUTRI DI MADRASAH ALIYAH DAYAH RUHUL ISLAM ANAK BANGSA KABUPATEN ACEH BESAR Nuzulul Rahmi; Fauziah Andika; Periskila Dina Kali Kulla; Cut Deli; Eva Nadilla; Fadia Aisya; Rika Novita
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 6, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kanker payudara menjadi salah satu jenis kanker yang berada pada urutan pertama di Asia maupun di Indonesia. Kasus kanker baru di dunia mencapai angka 20 juta kasus, dengan jumlah kematian sebesar 9,7 juta kasus. Dari angka ini, kanker paru memiliki kasus terbanyak (12,4%), diikuti kanker payudara (11,6%), kanker kolorektal (9,6%), kanker prostat (7,3%), dan kanker perut (4,9%). Penderita kanker payudara memulai pengobatan pada stadium lanjut. Kanker payudara bisa diatasi jika penderita mulai mendeteksi dan mengobatinya sejak dini. Upaya dini untuk melakukan skrining kanker payudara adalah dengan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). Tujuan penyuluhan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran para remaja putri agar mendeteksi secara dini kanker payudara melalui SADARI. Pelaksanaan kegiatan penyuluhan ini dilakukan 17 November 2023 di Madrasah Aliyah Dayah Ruhul Islam Anak Bangsa Kabuapten Aceh Besar dengan peserta siswi kelas III yang hadir pada hari kegiatan penyuluhan. Kegiatan pendidikan kesehatan ini melibatkan peran aktif mahasiswa Prodi D-III dan S1 Kebidanan Universitas Ubudiyah Indonesia. Setelah dilakukan pendidikan kesehatan dan praktik melakukan SADARI, remaja putri telah dapat melakukan sadari untuk medeteksi dini kanker payudara, dan akan melakukan sadari secara rutin seminggu setelah menstruasi.Kata kunci : Penyuluhan Kesehatan, Kanker Payudara, SADARI Breast cancer is one type of cancer that is in first place in Asia and Indonesia. New cancer cases in the world reached 20 million cases, with a death toll of 9.7 million cases. Of this figure, lung cancer has the most cases (12.4%), followed by breast cancer (11.6%), colorectal cancer (9.6%), prostate cancer (7.3%), and stomach cancer (4, 9%). Breast cancer also occupies the top 5 positions for causes of cancer death. Breast cancer sufferers start treatment at an advanced stage. Breast cancer can be overcome if sufferers start detecting and treating it early. An early effort to screen for breast cancer is with the BSE program or breast self-examination. The aim of this outreach is to increase knowledge and awareness among young women regarding breast cancer which can be detected early through breast self-examination (BSE). This outreach activity was carried out on November 17 2023 at MAS Ruhul Islam Anak Bangsa, Aceh Besar Regency with class III female students attending on the day of the outreach activity. This health education activity involves the active role of D-III and Bachelor of Midwifery Study Program students at Ubudiyah University, Indonesia. After health education and practice of awareness, young women are able to carry out awareness to detect breast cancer early, and will carry out awareness regularly a week after menstruation.Keywords: Health Education, Breast Cancer, BSE
PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG PENTINGNYA PEMBERIAN MP-ASI PADA BAYI 6-12 BULAN DI GAMPONG KAMPONG PUKAT KABUPATEN PIDIE Asmaul Husna; Fauziah Andika; Faradilla Safitri; Nuzulul Rahmi
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 4, No 1 (2022): APRIL 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurut World Health Organization (WHO)/United Nations Children’s Fund (UNICEF 2013), lebih dari 50 % kematian anak balita terkait dengan keadaan kurang gizi, dan dua pertiga diantara kematian tersebut terkait dengan praktik pemberian makan yang kurang tepat pada bayi dan anak, seperti tidak dilakukan inisiasi menyusui dini dalam satu jam pertama setelah lahir dan pemberian MP-ASI yang terlalu cepat atau terlambat diberikan. Keadaan ini akan membuat daya tahan tubuh lemah, sering sakit dan gagal tumbuh.(Rivani, 2013). Di Indonesia tahun 2013 hanya 27,5% ibu yang memberikan ASI esklusif danMakanan Pendamping ASI, padahal Kementrian Kesehatan Indonesia sendiri mentargetkan pada tahun 2014 cakupan pemberian ASI dan MP-ASI sebesar 80% (BERITA SATU.com, 2013). Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit di Jawa Timur masih sangat tinggi dari tahun 2011-2012, salah satunya penyakit diare yang kuat dugaan 70% kejadian tersebut dikarenakan kurangnya pengetahuan dan perilaku ibu dalam memperhatikan keamanan serta kebersihan pengolahan makanan pendamping ASI (Siswono, 2012).Kata kunci : Pentingnya Pemberian MP-ASI Pada Bayi 6-12 Bulan According to the World Health Organization (WHO)/United Nations Children's Fund (UNICEF 2013), more than 50% of deaths of children under five are related to malnutrition, and two-thirds of these deaths are related to inappropriate feeding practices for infants and children, such as early initiation of breastfeeding within the first hour after birth and complementary feeding is not carried out too early or too late. This situation will make the immune system weak, often sick and fail to grow (Rivani, 2013). In Indonesia in 2013 only 27.5% of mothers gave exclusive breastfeeding and complementary foods, even though the Indonesian Ministry of Health itself targets that in 2014 the coverage of breastfeeding and complementary feeding is 80% (BERITA SATU.com, 2013). Extraordinary events (KLB) of disease in East Java are still very high from 2011-2012, one of which is diarrhea, which is strongly suspected of 70% of the incidence due to a lack of knowledge and behavior of mothers in paying attention to the safety and cleanliness of processing complementary foods for breast milk (Siswono, 2012).Keywords: The Importance of Complementary Feeding for Babies 6-12 Months
SOSIALISASI 1000 HPK (HARI PERTAMA KEHIDUPAN) CEGAH STUNTING DI DESA PAYA KEUREULEH KECAMATAN LEMBAH SEULAWAH KABUPATEN ACEH BESAR Ulfa Husna Dhirah; Rulia Meilina; Sahbainur Rezeki
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 4, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Indonesia, kasus stunting masih menjadi masalah kesehatan dengan jumlah yang cukup banyak. Hal ini disebabkan oleh kekurangan gizi kronis dengan manifestasi kegagalan pertumbuhan (growth faltering) yang dimulai sejak masa kehamilan hingga anak berusia 2 tahun. Kondisi gagal tumbuh pada anak balita sehingga anak terlalu pendek untuk usianya disebut stunting. Stunting yang dialami anak dapat disebabkan karena tidak mendapat perhatian khusus pada periode 1000 hari pertama kehidupan yang menjadi penentu tingkat pertumbuhan fisik, kecerdasan, dan produktifitas seseorang dimasa depan. Pada masa tersebut nutrisi yang diterima bayi saat didalam kandungan dan menerima ASI mempunyai dampak jangka panjang terhadap kehidupan saat dewasa. Sosialisasi ini merupakan salah satu upaya untuk untuk mencegah agar terhindar dari terjadinya stunting pada anak-anak dan status gizi yang kurang.Keywords : Sosialisasi, 1000 HPK, StuntingIn Indonesia, stunting cases are still a health problem with a large number. This is caused by chronic malnutrition with manifestations of growth failure (growth faltering) which starts from the time of pregnancy until the child is 2 years old. The condition of failure to thrive in children under five so that children are too short for their age is called stunting. Stunting experienced by children can be caused by not receiving special attention in the first 1000 days of life which determines the level of physical growth, intelligence and productivity of a person in the future. During this period, the nutrition that the baby receives while in the womb and receiving breast milk has a long-term impact on life as an adult. This socialization is one of the efforts to prevent stunting in children and poor nutritional status.Keywords : Socialization, 1000 HPK, Stunting