cover
Contact Name
Syarifah Asyura
Contact Email
dppm@uui.ac.id
Phone
+6282367548500
Journal Mail Official
dppm@uui.ac.id
Editorial Address
Jln. Alue Naga. Kec. Syiah Kuala, Desa Tibang, Banda Aceh
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bidang Kesehatan
ISSN : 30314062     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat bidang Kesehatan (JPKMK)Â merupakan kumpulan tulisan ilmiah yang fokus pada kegiatan kontribusi dan pelayanan kepada masyarakat dalam konteks kesehatan. Jurnal ini bertujuan untuk mendokumentasikan, menganalisis, dan menyebarkan informasi terkait upaya pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh para profesional kesehatan, peneliti, dan praktisi lainnya.
Articles 218 Documents
PENERAPAN PROGRAM EDUKASI KESEHATAN TENTANG CEGAH DIABETES (CERDIK) DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN PRILAKU SEHAT DI DAYAH MODERN DARUL ULUM BANDA ACEH Kesumawati Kesumawati; Syarifah Asyura; Nanda Fitriana; Ismiati Ismiati; Ella Frisella; Eva Susanna; Fitriliana Fitriliana; Murnia Suri; Siti Samaniyah
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 7, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan sekelompok kelainan heterogen yang ditandai oleh kenaikan kadar glukosa dalam darah atau hiperglikemia. pada pasien DM, Sel-sel dalam tubuh berhenti berespon terhadap insulin atau pankreas berhenti memproduksi insulin, hal ini mengakibatkan hiperglikemia sehingga dalam waktu tertentu dapat menyebabkan komplikasi metabolik akut, selain itu dalam jangka panjang hiperglikemia menyebabkan komplikasi neuropatik. Diabetes sendiri memiliki 3 tipe yakni diabetes melitus tipe 1 yang mana terjadi ketika pankreas tidak dapat membuat cukup insulin untuk tubuh. Biasanya muncul npada usia anak-anak atau remaja, dan dapat didiagnosa pada pria maupun wanita. Kemudian diabetes melitus tipe 2 dimana umumnya 90-95% penderita berada pada usia di atas 40 tahun. Meskipun pankreas masih dapat membuat insulin, namun kualitasnya buruk dan tidak berfungsi dengan baik sehungga meningkatkan gula darah. Pasiennya tidak perlu suntikan insulin tapi harus mengkonsumsi obat oral atau tablet. Selanjutnya diabetes gestational dimana disebabkan perkembangan hormon pada wanita hamil yang menyebabkan resistensi insulin.Kata kunci : Diabetes Melitus, Cerdik, Obesitas, Hiperglikemia
AKSI CEGAH STUNTING MENUJU GENERASI EMAS DESA TUALANG LAMA KECAMATAN DELENG PORKHKISEN KABUPATEN ACEH TENGGARA 2023 Uci Lestari; Eva Nurseptiana
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 5, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kekurangan energi pada seseorang merupakan indikasi kekurangan zat gizi lain, apabila kondisi ini dibiarkan dalam jangka waktu lama maka akan mengakibatkan penurunan berat badan atau keadaan gizi kurang sehingga mengakibatkan terhambatnya proses pertumbuhan tinggi badan. Kekurangan protein menyebabkan retardasi pertumbuhan dan kematangan tulang karena protein adalah zat gizi yang essensial dalam pertumbuhan. Meskipun asupan energi cukup, apabila asupan protein kurang maka akan menghambat pertumbuhan pada balita, kemudian bila kekurangan zat besi dapat menyebabkan gangguan pada sistem kekebalan tubuh (Damayanti et al., 2016). Dampak buruk yang dapat ditimbulkan oleh masalah gizi pada balita dalam jangka pendek adalah terganggunya perkembangan otak, kecerdasan, gangguan pertumbuhan fisik, dan gangguan metabolisme dalam tubuh. Sedangkan dalam jangka panjang akibat buruk yang dapat ditimbulkan adalah menurunnya kemampuan kognitif dan prestasi belajar, menurunnya kekebalan tubuh sehingga mudah sakit, dan risiko tinggi untuk munculnya penyakit diabetes, kegemukan, penyakit jantung dan pembuluh darah, kanker, stroke, dan disabilitas pada usia tua, serta kualitas kerja yang tidak kompetitif yang berakibat pada rendahnya produktivitas ekonomi (Swathma et al., 2016). Dalam upaya mencapai target penurunan prevalensi stunting maka Kementerian Kesehatan akan memfokuskan peningkatan gizi masyarakat yang telah tercantum pada Rencana Strategis (Renstra) Kemenkes tahun 2020-2024 dengan mengoptimalkan peran posyandu sebagai struktur terkecil dan terdepan dimana posyandu bisa menjangkau masyarakat secara langsung seperti dengan pemberian makanan tambahan kepada balita berupa telur ataupun susu (Kemenkes, 2019). Asupan gizi seimbang pada masa balita terutama selama belum menginjak usia 2 tahun adalah sangat penting, karena bayi masi bisa mengejar ketertinggalan pertumbuhan dan perkembangannya yaitu pertumbuhan tinggi badan dan berat badannya, tentunya dengan pemberian makanan yang tepat, ASI, MPASI yang sesuai dengan tahapan pertumbuhannya. Kurangnya asupan makanan yang memadai berpeluang mengakibatkan terjadinya stunting. Asupan gizi secara langsung dipengaruhi oleh pola makan. Pola makan yang baik akan menjamin asupan gizi yang adekuat dan selanjutnya mempengaruhi status gizi yang baik pula.Kata Kunci: Stunting, Generasi EmasLack of energy in a person is an indication of lack of other nutrients, if this condition is left for a long time it will result in weight loss or malnutrition resulting in inhibition of the process of height growth. Protein deficiency causes growth retardation and bone maturity because protein is an essential nutrient in growth. Although energy intake is sufficient, if protein intake is less it will inhibit growth in toddlers, then if iron deficiency can cause disorders of the immune system (Damayanti et al., 2016). The adverse effects that can be caused by nutritional problems in toddlers in the short term are disruption of brain development, intelligence, impaired physical growth, and metabolic disorders in the body. While in the long run the adverse consequences that can be caused are decreased cognitive abilities and learning achievement, decreased immunity so that it is easy to get sick, and a high risk for the emergence of diabetes, obesity, heart and blood vessel disease, cancer, stroke, and disability in old age, as well as uncompetitive work quality which results in low economic productivity (Swathma et al., 2016). In an effort to achieve the target of reducing stunting prevalence, the Ministry of Health will focus on improving community nutrition as stated in the Ministry of Health's Strategic Plan (Renstra) for 2020-2024 by optimizing the role of posyandu as the smallest and leading structure where posyandu can reach the community directly, such as by providing additional food to toddlers in the form of eggs or milk (Ministry of Health, 2019). Balanced nutritional intake during toddlerhood, especially as long as it has not stepped on the age of 2 years is very important, because babies can still catch up with their growth and development, namely the growth of height and weight, of course with proper feeding, breast milk, complementary foods in accordance with the stages of growth. Lack of adequate food intake has the opportunity to lead to stunting. Nutritional intake is directly influenced by diet. A good diet will ensure adequate nutritional intake and further affect good nutritional status as well.Keywords: stunting, golden generation
EDUKASI KESEHATAN TENTANG BAHAYA MEROKOK PADA REMAJA DI SMAN 1 BAITUSSALAM Eva Rosdiana; Alfitri Wahyuni; Mira Abdullah; Febri Yusnanda; Ratna Willis; Ismail Ismail
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 7, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku merokok pada remaja merupakan masalah kesehatan masyarakat yang semakin mengkhawatirkan. Aktivitas yang dahulu identik dengan orang dewasa kini telah merambah ke kalangan pelajar, bahkan pada usia sekolah dasar. Data global menunjukkan sekitar 38 juta remaja berusia 13–15 tahun merupakan perokok aktif, dengan tren peningkatan dari tahun ke tahun (Wijayanti & Ronoatmodjo, 2025). Di Indonesia, prevalensi perokok remaja mencapai lebih dari 20% dan menempatkan negara ini sebagai peringkat ketiga tertinggi di dunia (Fauziah et al., 2020; Vivy Maharani et al., 2021). Sebagian besar remaja mulai merokok pada usia sangat muda, yaitu 12–15 tahun (Rahayuwati & Castillo, 2020), yang meningkatkan risiko penyakit kronis di usia dewasa (Winelis, 2021). Melihat tingginya angka tersebut, diperlukan upaya promotif dan preventif melalui edukasi kesehatan tentang bahaya merokok. Kegiatan edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa mengenai dampak negatif merokok terhadap kesehatan fisik, mental, dan masa depan mereka. Dengan pelaksanaan edukasi di SMA Negeri 1 Baitussalam Kabupaten Besar, diharapkan siswa mampu memahami risiko merokok serta menumbuhkan sikap menolak terhadap perilaku merokok sejak dini. Tujuan pelaksanaan pengabdian ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman yang lebih luas kepada para siswa-siswi tentang merokok dan dampak negative yang dapat muncul akibat merokok sehingga siswa/i SMAN 1 Baitussalam terhindar dari perilaku merokok. Pelaksanaan pengabdian dilakukan dengan cara memberikan edukasi kesehatan secara langsung ke pada siswa-siswi SMAN 1 Baitussalam pada tanggal 22 Februari 2025. Jumlah siswa yang mengikuti kegiatan ini adalah sebanyak 30 siswa/i. Hasil pelaksanaan kegiatan terlihat bahwa siswa/i menjadi paham tentang bahaya merokok dan dampaknya bagi kesehatan. Hal ini terlihat dari hasil nilai pretes dan postes yaitu 78% remaja mengetahui tentang bahaya merokok saat pretes dan meningkat menjadi 98% pada saat dilakukan postest. Kesimpulan dari pelaksanaan pengabdian ini siswa/i terlihat antusias mendengarkan edukasi kesehatan yang disampaikan, dan mereka yang sudah terlanjur merokok menyatakan menyesal sudah mengenal rokok dan akan berusaha untuk berhenti merokok. Kata Kunci : Bahaya Merokok, Edukasi Kesehatan, Remaja
SOSIALISASI PENGGUNAAN OBAT YANG BENAR (DAGUSIBU) DAN TANYA 5 O DI LAPANGAN BLANG PADANG BANDA ACEH Rulia Meilina; Nurdian islami; Fhasnia Fhasnia; Ayu nadia; Cut Hizqiya Al zuhra; Marniati Marniati
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 1, No 2 (2019): VOL, 1, NO. 2, OKTOBER 2019
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Angka kesakitan semakin hari semakin meningkat, salah satu penyebabnya adalah karena kesalahan penggunaan obat. Masyarakat  saat  ini  sudah  mulai  terbiasa  dengan  penggunaan  berbagai  jenis obat-obatan  dengan  tujuan  menyembuhkan  penyakit, akan tetapi, masyarakat masih mengkomsumsi obat dengan cara tidak benar. Salah satu cara pengelolaan obat yang baik dan benar adalah dengan menerapkan program DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang) dan Tanya 5 O. Masyarakat harus bersikap cerdas saat memperoleh obat. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan pengunjung Lapangan Blang Padang kota Banda aceh dapat mengetahui dan menggunakan obat dengan benar.  Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pemberian informasi tentang DAGUSIBU dan Tanya 5 O kepada penggunjung/peserta dengan media yang digunakan adalag brosur yang diharapkan dapat meningkatkan pemahaman peserta atas informasi yang disampaikan. Acara kegiatan sosialisasi ini berjalan lancar dan peseta antusias dalam mendengarkan informasi yang disampaikan serta aktif bertanya terkait dengan materi yang disampaikan. Sosialisasi ini mendukung program GeMa CerMat  yaitu gerakan Tanya obat yang mengajak masyarakat agar berperan aktif dalam mencari informasi terkait obat yang digunakan. Kata Kunci : DAGUSIBU, Tanya 5 O, Obat.  
SOSIALISASI TENTANG PENCEGAHAN STUNTING DENGAN POLA ASUH, POLA MAKAN DAN SANITASI DI DESA LAMJAMEE KECAMATAN JAYA BARU KABUPATEN ACEH BESAR Raudhatun Nuzul ZA; Alfitri Wahyuni; Ratna Willis; Ismail Ismail
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 6, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada tahun 2022, angka stunting di Kota Banda Aceh mencapai 25,1%, namun pada tahun 2023 angka tersebut berhasil turun menjadi 21,7%. Penurunan sebesar 3,4% ini mencerminkan komitmen kuat dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, lembaga kesehatan, dan masyarakat, dalam mengatasi masalah stunting yang telah lama menjadi perhatian serius. Diketahui setelah melakukan survey awal di desa Lamjamee kecamatan jayabaru kota Banda Aceh melalui wawancara pada Kader didapatkan bahwa Masyarakat kurang mengetahui cara mengolah makanan dengan penuh gizi seimbang dan memberikan asuhan yang benar dan tepat pada balita yang stunting. Tujuan penyuluhan ini untuk memberikan edukasi dan informasi kepada masyarakat mengenai pencegahan stunting dari pola asuh, pola makan dan sanitasi gampong lamjamee kecamatan jayabaru kota banda aceh tahun 2024. Metode dalam kegiatan ini mengunnakan metode ceramah dengan alat bantu audiovisual, kegiatan yang dilakukan meliputi tiga tahap yaitu tahap perencanaa, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi. Penyuluhan ini dilakukan pada tanggal 25 Januari 2024 kepada ibu-ibu yang memiliki balita yang berjumlah 50 orang.Kata Kunci:  Sosialisasi, Pencegahan Stunting, Pola Asuh, Pola Makan, SanitasiIn 2022, the stunting rate in Banda Aceh City reached 25.1%, but by 2023 the rate had dropped to 21.7%. This 3.4% decrease reflects the strong commitment of various parties, including local governments, health institutions, and communities, in overcoming the problem of stunting, which has long been a serious concern. It was known after conducting an initial survey in Lamjamee village, Jayabaru sub-district, Banda Aceh city through interviews with cadres that the community did not know how to process food with balanced nutrition and provide correct and appropriate care for stunted toddlers. The purpose of this counseling is to provide education and information to the community about preventing stunting from parenting, diet and sanitation in Lamjamee village, Jayabaru sub-district, Banda Aceh city in 2024. The method in this activity uses the lecture method with audiovisual aids, the activities carried out include three stages, namely the planning stage, the implementation stage, and the evaluation stage. This counseling was conducted on January 25, 2024 to mothers who have toddlers totaling 50 people.Keywords: Socialization, Stunting Prevention, Parenting, Diet, Sanitation
PENINGKATAN PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG PENGGUNAAN OBAT YANG BAIK DAN BENAR MELALUI KEGIATAN SOSIALISASI BERBASIS EDUKASI KESEHATAN DI DESA BATUMBULAN KECAMATAN BABUSSALAM KABUPATEN ACEH TENGGARA Elliya Siswanti
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 7, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan obat yang tidak tepat masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang dapat menimbulkan efek samping dan kegagalan terapi. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan diDesa Batumbulan, Kecamatan Babussalam, Kabupaten Aceh Tenggara dengan tujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang penggunaan obat yang baik dan benar melalui sosialisasi berbasis edukasi kesehatan. Metode yang digunakan berupa penyuluhan interaktif dengan media Sosialisasi,presentasi, diskusi, serta sesi tanya jawab berbasis edukasi kesehatan efektif dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terkait penggunaan obat yang rasional dan aman.
EDUKASI PEMBERIAN ASI EKSLUSIF PADA IBU YANG MEMILIKI BAYI USIA 0-6 BULAN DI MASA PANDEMI COVID-19 DI DESA PAYA MEUNENG KECAMATAN PEUSANGAN KABUPATEN BIREUEN TAHUN 2021 Nurhidayati Nurhidayati; Siti Saleha; Zulfa Hanum; Agustina Agustina
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 3, No 2 (2021): OKTOBER 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Latar Belakang : WHO mendorong kelanjutan menyusui selama pandemi tanpa memisahkan ibu dari bayinya, sambil tetap memperhatikan langkah pengendalian penularan yang tepat. WHO kembali memaparkan data berupa angka pemberian ASI eksklusif secara global, walaupun telah ada peningkatan, namun angka ini tidak meningkat cukup signifikan, yaitu sekitar 44% bayi usia 0-6 bulan di seluruh dunia yang mendapatkan ASI eksklusif selama periode 2015-2020 dari 50% target pemberian ASI eksklusif menurut WHO. Data Riskesdas yang diambil tahun 2017 sebesar 61,33%, dan pada tahun 2018 mengalami penurunan yang signifikan yaitu sebesar 37,3%. Jika dibandingkan dengan target yang ditetapkan oleh Kemenkes RI yaitu 80% maka, capaian ASI eksklusif di tingkat Indonesia masih belum memenuhi target. Masih rendahnya pemberian ASI eksklusif akan berdampak pada kualitas dan daya hidup generasi penerus. Tujuan umum pengabdian ini untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang edukasi pemberian ASI Ekslusif pada ibu yang memiliki bayi berusia 0-6 bulan di masa pandemi. Maka dari itu kami memberikan edukasi tentang pemberian ASI Ekslusif pada ibu yang mempunyai bayi usia 0-6 bulan di masa pandemi Covid-19 secara door to door. Hasil dari Pelaksanaan Kegiatan Pengabdian Masyarakat dosen Program Diploma III Kebidanan Universitas Almuslim  yaitu: didapati dari 6 orang ibu yang mempunyai bayi usia 0-6 bulan adalah mampu mengulang informasi yang telah kami berikan dengan seksama dan berjanji akan mengikuti saran dari kami dimana pemberian ASI Ekslusif sangat bermanfaat untuk bayi dan juga untuk ibu  sendiri. Kata Kunci : Edukasi, ASI Ekslusif, Pandemi Covid 19 , Desa Paya Meuneng 
EDUKASI KESEHATAN PADA REMAJA TENTANG MENJAGA KESEHATAN REPRODUKSI Raudhatun Nuzul ZA; Rizky Swastika Renjani; Rahmayani Rahmayani
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 6, No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa remaja merupakan salah satu masa terjadinya perkembangan paling pesat dalam perjalanan hidup manusia. Proses pematangan secara biologis umumnya mendahului kematangan psikososial pada remaja. Kesehatan Reproduksi remaja merupakan suatu hal yang sangat perlu mendapat perhatian penuh dan serius oleh semua khalayak. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan edukasi pada para remaja terkait pemahaman tentang menjaga Kesehatan reproduksi yang baik dan benar. Kegiatan pengabdian ini berupa penyuluhan tentang Edukasi Menjaga kesehatan reproduksi pada masa remaja. Sasaran adalah Mahasiswa Prodi Kesehatan yang berjumlah 50 orang. Tempat dialksanakannya kegiatan ini di Aula Plennary Hall UUI. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 21 Desember 2024. Hasil dari kegiatan ini para peserta berperan aktif dalam memberikan pertanyaan dan mampu menjawab pertanyaan yang diberikan mengenai seputaran materiyang disampaikan. Dengan pemberian edukasi ini sangat diharapkan agar para remaja dapat menerapkan dalam prilaku sehari-hari agar terhindar dari penyakit dan infeksi yang akan terjadi di masa mendatangKata Kunci:  Edukasi, Remaja, Kesehatan ReproduksiAdolescence is one of the periods of most rapid development in the course of human life. The process of biological maturation generally precedes psychosocial maturity in adolescents. Adolescent reproductive health is something that really needs full and serious attention from all audiences. The aim of this activity is to increase education among teenagers regarding understanding about maintaining good and correct reproductive health. This service activity takes the form of counseling regarding education on maintaining reproductive health during adolescence. The target is 50 Health Study Program students. The place where this activity was carried out was in the UUI Plenary Hall. This activity was carried out on December 21 2024. As a result of this activity, the participants played an active role in asking questions and were able to answer questions given regarding the material presented. By providing this education, it is hoped that teenagers can apply it in their daily behavior to avoid diseases and infections that will occur in the future.Keywords: Education, Adolescents, Reproductive Health
KEGIATAN PREVENTIF MELALUI PEMERIKSAAN UMUM DAN EDUKASI KESEHATAN SECARA DINI PADA MASYARAKAT DI DESA COT MANCANG ACEH BESAR Nanda Desreza; Riyan Mulfianda; Iis Ariska; Risti Damayanti
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 4, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Istilah kesehatan pada dasarnya berasal dari kata sehat yang artinya terbebas dari segala gangguan atau pun penyakit baik penyakit fisik maupun psikis. Jika diartikan dari kata dasarnya, maka kesehatan merupakan kondisi atau pun keadaan yang menggambarkan tubuh yang terbebas dari segala penyakit atau pun gangguan fisik atau pun psikis. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat desa cot mancang serta mengedukasi supaya masyarakat mengetahui tentang pentingnya melakukan pemeriksaan kesehatan secara teratur. Metode yang digunakan adalah observasi, pengukuran, edukasi. Setelah dilakukan pemeriksaan kesehatan di dapatkan sebanyak 10 orang mengalami Hipertensi, 12 orang dengan masalah Asam urat,serta 5 orang dengan glukosa darah tinggi,dan sisanya memiliki resiko terkena penyakit hipertensi, Asam urat, dan Diabetes Melitus. Dengan adanya kegiatan pemeriksaan kesehatan ini di harapkan dapat memicu kesadaran masyarakat desa cot mancang untuk lebih peduli terhadap kesehatan dengan melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin dan menjaga pola makan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini semoga menjadi wadah yang baik bagi masyarakat desa cot mancang terutama bagi penderita penyakit kronis untuk memotivikasi diri menjaga kondisi kesehatan agar lebih terkontrol.Kata kunci : Pemeriksaan kesehatan, Asam Urat, Diabetes Melitus,HipertensiThe term health basically comes from the word healthy which means free from all disturbances or diseases, both physical and psychological. If interpreted from the basic word, then health is a condition or condition that describes the body that is free from all diseases or physical or psychological disorders. regular health checks. The method used is Observe, measurement and education. After a health check, it was found that 10 participants had hypertension, 12 people had gout problems, and 5 people with high blood glucose, and the rest had a risk of developing hypertension, gout, and Diabetes Melitus. With the existence of this health check, it is hoped that it can trigger the awareness of the Cot Mancang village community to be more concerned about health by conducting regular health checks and maintaining a healthy diet. Hopefully this community service activity will become a good forum for the community of the village of Cot Mancang, especially for people with chronic diseases to motivate themselves to maintain health conditions so that they are more controlled.Keywords: health check, gout,diabetes melitus, hipertensi
STRATEGI PENCEGAHAN DAN PENANGANAN STUNTING MELALUI PELATIHAN KADER POSYANDU DESA PUCUK LEMBANG Ihsan Murdani; Fikri Faidul Jihad; Muhammad Iqbal Fahlevi; Fakhrurradhi Luthfi; Dian Fera; Yolanda Oktaria; Jun Musnadi Is; Firman Husada; Muttaqin HM; Siti Nurmala Dewi; Redha Rahmi
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 7, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gampong Pucuk Lembang berawal dari satu kelompok pendatang yang berasal dari Pasie Lembang, Kecamatan Kluet Selatan sekarang. Mereka semuanya suku Aceh dan yang disebut sebagai pemimpin kelompok tersebut adalah Raja Ali. Penduduk desa pucuk lembang adalah petani, dengan jumlah KK sebanyak 312 KK dan 4 dusun. Jumlah penduduk desa desa pucuk lembang sebanyak 1.198jiwa, dengan jumlah laki-laki sebanyak 644 orang dan perempuan sebanyak 554 orang. Pemerintahan desa pucuk lembang saat ini dipimpin oleh Bapak Kridami sebagai kepala desa (Keuchik) yang dilantik pada tahun 2019.metode pengabdian adalah menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk mengidentifikasi masalah, mengevaluasi penyebab, dan merancang strategi penanganan stunting di Desa Pucuk Lembang. Hasil Pengabdian sosialisasi dan pelatihan kader Posyandu di Desa Pucuk Lembang telah mencapai hasil yang signifikan. Sebanyak 80% kader Posyandu yang mengikuti pelatihan menunjukkan peningkatan kemampuan dalam mengidentifikasi dan mengatasi stunting. Mereka juga berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya gizi seimbang dan pola hidup sehat.