cover
Contact Name
Syarifah Asyura
Contact Email
dppm@uui.ac.id
Phone
+6282367548500
Journal Mail Official
dppm@uui.ac.id
Editorial Address
Jln. Alue Naga. Kec. Syiah Kuala, Desa Tibang, Banda Aceh
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bidang Kesehatan
ISSN : 30314062     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat bidang Kesehatan (JPKMK)Â merupakan kumpulan tulisan ilmiah yang fokus pada kegiatan kontribusi dan pelayanan kepada masyarakat dalam konteks kesehatan. Jurnal ini bertujuan untuk mendokumentasikan, menganalisis, dan menyebarkan informasi terkait upaya pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh para profesional kesehatan, peneliti, dan praktisi lainnya.
Articles 249 Documents
EDUKASI PENCEGAHAN ANEMIA PADA REMAJA SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN STATUS GIZI DAN MEMPERSIAPKAN GENERASI SEHAT DI SMP NEGERI 1 LHOKNGA ACEH BESAR Faradilla Safitri; Fauziah Andika; Ismail Ismail; Rahmat Akbar; Nazla Putri; Siska Sarina Mintia
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 8, No 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia merupakan salah satu masalah gizi yang masih sering terjadi pada remaja putri dan dapat memberikan dampak terhadap kesehatan, konsentrasi belajar, serta produktivitas di masa depan. Remaja putri merupakan kelompok yang rentan mengalami anemia karena mengalami pertumbuhan yang pesat dan kehilangan darah saat menstruasi sehingga kebutuhan zat besi meningkat. Kurangnya pengetahuan mengenai anemia dan cara pencegahannya menjadi salah satu faktor yang menyebabkan tingginya kejadian anemia pada remaja. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja putri mengenai pencegahan anemia melalui kegiatan edukasi kesehatan. Metode yang digunakan berupa penyuluhan kesehatan menggunakan media presentasi, diskusi interaktif, dan pembagian brosur. Kegiatan ini dilaksanakan pada siswi SMP Negeri 1 Lhoknga Aceh Besar dengan jumlah peserta sebanyak 36 orang. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta sangat antusias mengikuti kegiatan edukasi dan terjadi peningkatan pemahaman mengenai pengertian anemia, penyebab, dampak, serta cara pencegahannya. Edukasi kesehatan mengenai anemia diharapkan dapat meningkatkan kesadaran remaja putri untuk menjaga pola makan yang sehat dan mengonsumsi tablet tambah darah sehingga dapat meningkatkan status gizi dan mempersiapkan generasi yang lebih sehat di masa mendatang.
PEMANFAATAN LIMBAH RUMAH TANGGA MENJADI PRODUK BERNILAI JUAL SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN EKONOMI MASYARAKAT Pardi Pardi; Herawati Herawati; Siti Adila; Atdril Atdril
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 8, No 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan limbah rumah tangga menjadi isu penting yang berdampak pada lingkungan dan kesehatan masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran serta keterampilan masyarakat dalam mengolah limbah menjadi produk bernilai jual. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan pembuatan produk dari limbah, seperti kerajinan plastik dan kompos organik. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta, serta terbentuknya produk yang memiliki nilai ekonomi. Program ini diharapkan dapat berkontribusi dalam mengurangi limbah serta meningkatkan pendapatan masyarakat. Kata Kunci: Limbah, Produk Bernilai Jual, Pengabdian Masyarakat, Ekonomi Kreatif. Abstract Household waste is a significant issue that impacts the environment and public health. This community service activity aims to enhance community awareness and skills in processing waste into marketable products. The implementation methods include socialization, training, and mentoring in creating products from waste, such as plastic crafts and organic compost. The results indicate an increase in participants' knowledge and skills, as well as the creation of economically valuable products. This program is expected to contribute to waste reduction and community income improvement. Keywords: Waste, Marketable Products, Community Service, Creative Economy.
REMAJA CERDAS TANPA DRAMA: EDUKASI KESEHATAN REPRODUKSI, MENTAL, DAN GIZI SEIMBANG DI SMA NEGERI 1 SUKA MAKMUR Fitriyanti Fitriyanti; Rouzatun Nisa; Raudhatun Nuzul ZA
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 8, No 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The adolescent period constitutes a critical and multidimensional developmental stage, characterized by simultaneous transformations across biological, psychological, and social domains, necessitating structured and evidence-based health education responses. This community service program was designed to enhance the knowledge, attitudes, and health literacy of grade XI students at SMA Negeri 1 Suka Makmur across three principal domains: reproductive health, mental health, and balanced nutrition, through the implementation of an integrated, evidence-based educational intervention. The program employed a Participatory Learning and Action (PLA) methodology, integrating multimedia-based interactive lectures, Focus Group Discussions (FGD), case simulations, and structured educational games. The program was conducted over two days in March 2026, involving 120 student participants. Program effectiveness was assessed using validated pre-test and post-test questionnaire instruments. Data analysis revealed statistically significant improvements in mean knowledge scores across all domains: reproductive health increased from 58.4 to 82.1 (delta 40.6%), mental health from 55.7 to 79.8 (delta 43.3%), and balanced nutrition from 61.2 to 83.6 (delta 36.6%). Furthermore, 91.7% of participants reported high levels of satisfaction with the overall program. These findings consistently demonstrate that integrated and participatory health education interventions constitute an effective strategy for holistically improving adolescent health literacy. Accordingly, replication and institutionalization of similar programs within school settings are strongly recommended as a component of national health education policy. Keywords: Adolescent Reproductive Health, Mental Health, Balanced Nutrition, Health Education, Senior High School
PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI PADA REMAJA SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN PERILAKU BERESIKO DI SMAN 11 KOTA BANDA ACEH Nuzulul Rahmi; Asmaul Husna; Hidayatul Makwa; Santina Fitri
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 8, No 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Remaja merupakan kelompok usia yang rentan terhadap berbagai permasalahan kesehatan reproduksi akibat rendahnya akses informasi dan edukasi yang memadai. Di Indonesia, khususnya di Banda Aceh, tingkat pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi masih tergolong rendah dan berpotensi meningkatkan perilaku berisiko seperti kehamilan tidak diinginkan dan infeksi menular seksual. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja mengenai kesehatan reproduksi melalui penyuluhan di lingkungan sekolah. Metode yang digunakan adalah pendidikan kesehatan dalam bentuk penyuluhan kepada 88 siswa kelas III SMAN 11 Kota Banda Aceh pada tanggal 20 Desember 2025. Kegiatan dilakukan selama 90 menit dengan metode ceramah, diskusi, tanya jawab, serta evaluasi melalui kuis. Media yang digunakan meliputi laptop, infocus, powerpoint, dan brosur. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mengikuti penyuluhan dengan antusias, aktif dalam sesi diskusi, serta mampu menjawab pertanyaan pada tahap evaluasi, yang menunjukkan adanya peningkatan pemahaman terhadap materi yang diberikan. Penyuluhan kesehatan reproduksi terbukti efektif sebagai upaya preventif dalam meningkatkan pengetahuan dan membentuk sikap positif remaja. Oleh karena itu, kegiatan serupa perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk mendukung terbentuknya generasi muda yang sehat dan berperilaku bertanggung jawab terhadap kesehatan reproduksi.
KEGIATAN SKRINING GIZI MELALUI PENGUKURAN ANTROPOMETRI PADA ANAK USIA DINI DI TPA ISLAM BUSTAN ASSOFA BANDA ACEH Chairanisa Anwar; Finaul Asyura; Said Ashlan; Taufik Hidayat
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 8, No 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Masalah gizi pada anak usia dini masih menjadi isu penting dalam kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk di Banda Aceh. Anak usia dini merupakan kelompok rentan karena berada pada masa pertumbuhan yang pesat, sehingga memerlukan pemantauan status gizi secara berkala. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk melakukan skrining gizi melalui pengukuran antropometri serta meningkatkan kesadaran guru dan orang tua mengenai pentingnya pemantauan status gizi anak. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan partisipatif, dengan sasaran seluruh anak usia dini di TPA Islam Bustan Assofa Banda Aceh yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui pengukuran antropometri meliputi berat badan, tinggi badan, dan lingkar lengan atas, serta didukung oleh observasi dan wawancara. Data kemudian dianalisis secara deskriptif berdasarkan indeks antropometri sesuai standar. Hasil kegiatan menunjukkan adanya variasi status gizi pada anak, baik dalam kategori normal maupun berisiko mengalami masalah gizi. Pengukuran antropometri terbukti efektif dalam mendeteksi kondisi seperti underweight, stunting, dan wasting secara dini. Selain itu, kegiatan ini juga meningkatkan pengetahuan dan kesadaran guru serta orang tua terkait pentingnya gizi seimbang dan pemantauan pertumbuhan anak. Faktor yang mempengaruhi status gizi meliputi pola makan, kebiasaan konsumsi, serta kurangnya pemantauan pertumbuhan. Kesimpulannya, skrining gizi melalui pengukuran antropometri merupakan metode yang efektif dalam deteksi dini masalah gizi pada anak usia dini. Kegiatan ini juga berkontribusi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat dan dapat menjadi dasar intervensi kesehatan. Oleh karena itu, skrining gizi secara rutin sangat dianjurkan sebagai upaya promotif dan preventif. Kata kunci: skrining gizi, antropometri, anak usia dini, status gizi, pengabdian masyarakat. Abstract Nutritional problems among early childhood children remain an important public health issue in Indonesia, including in Banda Aceh. Early childhood is a vulnerable group due to rapid growth and development, requiring regular monitoring of nutritional status. This community service activity aims to conduct nutritional screening through anthropometric measurements and to increase the awareness of teachers and parents regarding the importance of monitoring children’s nutritional status. The method used was descriptive with a participatory approach, targeting all early childhood children at TPA Islam Bustan Assofa Banda Aceh, selected using a total sampling technique. Data were collected through anthropometric measurements including body weight, height, and mid-upper arm circumference, supported by observation and interviews. The data were then analyzed descriptively based on standard anthropometric indices. The results showed variations in children’s nutritional status, ranging from normal to those at risk of nutritional problems. Anthropometric measurements proved effective in early detection of conditions such as underweight, stunting, and wasting. In addition, this activity improved the knowledge and awareness of teachers and parents regarding the importance of balanced nutrition and growth monitoring. Factors influencing nutritional status included dietary patterns, consumption habits, and lack of regular growth monitoring. In conclusion, nutritional screening through anthropometric measurement is an effective method for early detection of nutritional problems in early childhood. This activity also contributes to increasing community awareness and can serve as a basis for health interventions. Therefore, routine nutritional screening is highly recommended as a promotive and preventive effort. Keywords: nutritional screening, anthropometry, early childhood, nutritional status, community service.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PEMBUATAN REPELAN HERBAL BUNGA KECOMBRANG UNTUK PENCEGAHAN DEMAM BERDARAH DENGUE DI DESA LAM GAPANG ACEH BESAR Siti Samaniyah; Finaul Asyura; Syarifah Asyura; Chairanisa Anwar; Fitria Fitria
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 8, No 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit berbasis lingkungan yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Kabupaten Aceh Besar. Tingginya populasi nyamuk Aedes aegypti sebagai vektor utama DBD memerlukan upaya pencegahan yang efektif, aman, dan ramah lingkungan. Salah satu alternatif yang dapat dikembangkan adalah penggunaan repelan herbal berbahan alami, seperti bunga kecombrang (Etlingera elatior) yang diketahui memiliki kandungan metabolit sekunder berpotensi sebagai penolak nyamuk. Tim dosen Ilmu Kesehatan dan mahasiswa Universitas Ubudiyah Indonesia melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Lam Gapang, Aceh Besar melalui program pemberdayaan masyarakat dalam pembuatan repelan herbal bunga kecombrang. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat mengenai pemanfaatan tanaman lokal sebagai upaya pencegahan DBD serta mendorong perilaku hidup sehat berbasis kearifan lokal. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan kesehatan, demonstrasi pembuatan repelan herbal, pelatihan praktik langsung, dan evaluasi pemahaman peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai bahaya DBD dan manfaat bunga kecombrang sebagai bahan alami penolak nyamuk. Selain itu, masyarakat mampu mempraktikkan secara mandiri proses pembuatan repelan herbal sederhana yang aman digunakan di lingkungan rumah tangga. Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung upaya pencegahan DBD secara berkelanjutan serta meningkatkan pemanfaatan sumber daya alam lokal yang bernilai kesehatan dan ekonomis bagi masyarakat Desa Lam Gapang. Kata kunci: pemberdayaan masyarakat, repelan herbal, bunga kecombrang, Demam Berdarah Dengue, pencegahan DBD. Abstract Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is one of the environmental-based diseases that remains a public health problem in Aceh Besar Regency. The high population of Aedes aegypti mosquitoes as the primary vector of DHF requires prevention efforts that are effective, safe, and environmentally friendly. One alternative that can be developed is the use of herbal repellents made from natural ingredients, such as torch ginger (Etlingera elatior), which is known to contain secondary metabolites with potential mosquito-repellent activity. A team of lecturers conducted a community service program in Lam Gapang Village, Aceh Besar through a community empowerment initiative focused on the production of herbal torch ginger repellent. This activity aimed to improve community knowledge and skills regarding the utilization of local plants as an effort to prevent DHF and to promote healthy living behaviors based on local wisdom. The implementation methods included health education, demonstrations of herbal repellent preparation, hands-on practical training, and evaluation of participants’ understanding. The results of the activity showed an increase in community knowledge regarding the dangers of DHF and the benefits of torch ginger as a natural mosquito repellent. In addition, community members were able to independently practice the process of making simple herbal repellents that are safe for household use. This activity is expected to support sustainable DHF prevention efforts and enhance the utilization of local natural resources with health and economic value for the people of Lam Gapang Village. Keywords: community empowerment, herbal repellent, torch ginger, Dengue Hemorrhagic Fever, DHF prevention
PENINGKATAN KESADARAN MAHASISWA DALAM PEMILIHAN DAN PENGOLAHAN PANGAN LOKAL Ismiati Ismiati; Ibrahim Ibrahim; Syarifah Asyura; Nanda Fitriana; Kesumawati Kesumawati; Rouzatun Nisa; Rossi Aulia Pratiwi; Ersa Rahayu; Irhamna Irhamna; Melia Riska; Najwa Magfirah Melala
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 8, No 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pangan olahan lokal memiliki peran penting dalam mendukung pemenuhan gizi masyarakat, namun kesadaran mahasiswa dalam memilih dan mengolah pangan lokal yang aman dan bergizi masih perlu ditingkatkan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran mahasiswa S1 Gizi mengenai pemilihan serta pengolahan pangan olahan lokal melalui pemanfaatan tempe sebagai sumber protein nabati. Metode yang digunakan adalah pendekatan edukatif partisipatif yang meliputi pre-test, kuliah interaktif, demonstrasi praktik pengolahan tempe secara higienis, post-test, serta evaluasi dan refleksi. Kegiatan dilaksanakan selama dua minggu dengan melibatkan mahasiswa aktif semester 4–6 yang dipilih secara purposive. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebelum intervensi, sekitar 65% mahasiswa memiliki pengetahuan yang terbatas terkait kandungan gizi kedelai, pemilihan bahan baku yang baik, dan proses fermentasi tempe yang higienis. Setelah mengikuti program, terjadi peningkatan pengetahuan dan praktik mahasiswa, di mana sekitar 85% peserta menunjukkan perubahan positif dalam pemilihan dan pengolahan pangan lokal yang lebih aman dan bergizi. Mahasiswa juga memahami pentingnya tempe sebagai sumber protein nabati berkualitas yang mendukung pola makan gizi seimbang. Program ini terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran mahasiswa terhadap pemanfaatan pangan lokal serta mendorong penerapan perilaku konsumsi pangan yang lebih sehat.
PENGUATAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) PADA MASYARAKAT TERDAMPAK BANJIR DI GAMPONG BLANG PIDIE JAYA Asmaul Husna; Nuzulul Rahmi; Ratna Willis
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 8, No 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) menjadi pendekatan strategis dalam upaya promotif dan preventif untuk menjaga kesehatan masyarakat. PHBS tidak hanya berkaitan dengan kebiasaan individu, tetapi juga mencerminkan kondisi sosial, budaya, dan lingkungan masyarakat. Program PHBS yang dikembangkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menekankan pentingnya perubahan perilaku melalui edukasi, pemberdayaan masyarakat, serta dukungan lingkungan yang sehat (Kemenkes RI, 2024). Bencana banjir merupakan salah satu ancaman utama dalam konteks bencana hidrometeorologi di Indonesia yang terus mengalami peningkatan frekuensi dan intensitas dalam beberapa tahun terakhir. Fenomena ini tidak terlepas dari dampak perubahan iklim global, urbanisasi yang tidak terkontrol, serta degradasi lingkungan seperti deforestasi dan alih fungsi lahan. Laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana menunjukkan bahwa banjir menjadi bencana paling dominan di Indonesia dengan persentase kejadian tertinggi dibandingkan jenis bencana lainnya (BNPB, 2025). Kata kunci : Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat
PENINGKATAN PENGETAHUAN PENDERITA DIABETES MELITUS MELALUI EDUKASI KESEHATAN DI LAPANGAN BENTENG MEDAN Elliya Siswanti; Syafriadi Syafriadi
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 8, No 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang membutuhkan pengelolaan dan pemahaman yang baik untuk mencegah terjadinya komplikasi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan pengunjung mengenai diabetes melitus melalui edukasi kesehatan di Lapangan Benteng Medan. Edukasi dilakukan dengan metode ceramah, diskusi interaktif, dan pembagian leaflet kesehatan kepada pengunjung yang datang ke lokasi kegiatan. Penilaian dilakukan menggunakan pretest dan posttest sederhana. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai gejala diabetes, faktor risiko, pola hidup sehat, serta pentingnya pengontrolan kadar gula darah secara rutin. Edukasi kesehatan di ruang publik efektif meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan dan pengelolaan diabetes melitus.
EDUKASI PENCEGAHAN KARIES GIGI MELALUI PENGENDALIAN KONSUMSI MAKANAN KARIOGENIK PADA SISWA SDN MESJID LHEU KABUPATEN ACEH BESAR Nurdin Nurdin; Ainun Mardiah; Amiruddin Amiruddin
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 8, No 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karies gigi merupakan salah satu masalah kesehatan gigi dan mulut yang banyak terjadi pada anak usia sekolah. Konsumsi makanan kariogenik seperti permen, cokelat, kue manis, minuman bersoda, dan makanan lengket dapat meningkatkan risiko karies gigi apabila tidak diimbangi dengan perilaku menjaga kebersihan gigi dan mulut yang baik. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa mengenai dampak makanan kariogenik terhadap kesehatan gigi serta pentingnya menjaga kebersihan gigi dan mulut. Kegiatan dilaksanakan pada siswa kelas VI SDN Mesjid Lheu Kabupaten Aceh Besar melalui penyuluhan kesehatan, diskusi interaktif, demonstrasi menyikat gigi yang benar, dan pembagian media edukasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa tentang makanan kariogenik, pencegahan karies gigi, dan pentingnya perilaku hidup sehat untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut sejak dini. Selain itu, siswa menunjukkan antusiasme yang tinggi selama kegiatan berlangsung dan aktif berpartisipasi dalam sesi tanya jawab. Diharapkan kegiatan ini dapat membentuk kebiasaan hidup sehat serta meningkatkan kesadaran siswa dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut secara berkelanjutan. Kata Kunci: Karies gigi, makanan kariogenik, edukasi kesehatan, siswa sekolah dasar.