cover
Contact Name
Carles Frengki Nainggolan
Contact Email
carles@stt-star.ac.id
Phone
+6282386204071
Journal Mail Official
carles@stt-star.ac.id
Editorial Address
Jl. Usahamaju, RT. 04/ RW.05, Kel. Bencah Lesung, Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru, Riau, 28285
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Jurnal Lampo
Published by STT ARASTAMAR RIAU
ISSN : -     EISSN : 3063489X     DOI : http://dx.doi.org/xx.xxxxxx
LAMPO: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen, merupakan wadah publikasi hasil penelitian bidang Teologi dan Pendidikan Agama Kristen yang diterbitkan oleh SEKOLAH TINGGI TEOLOGI STAR RIAU dengan nomor e-ISSN: 3063-489X, dan diperuntukkan bagi para dosen dan peneliti di lingkungan SEKOLAH TINGGI TEOLOGI STAR RIAU dan institusi lainnya. Jurnal Lampo menggunakan sistem double blind review yang terbit dua kali dalam setahun, yaitu bulan Januari dan Juli.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 20 Documents
TEOLOGI DOSA DAN PENGAMPUNAN: RELASI ANTARA KEJATUHAN MANUSIA DAN PENEBUSAN Yeskiel Sabloit; Setiaman Larosa; Yusuf Inggabouw
LAMPO: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 2 No. 1 (2025): Juli 2025
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI STAR RIAU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63832/0jbf7079

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengkaji hubungan teologis antara dosa manusia dan pengampunan ilahi dalam kerangka kejatuhan manusia dan karya penebusan Allah melalui Yesus Kristus. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-interpretatif serta studi pustaka terhadap Alkitab dan pemikiran teolog-teolog klasik seperti Agustinus, Martin Luther, John Calvin, dan Karl Barth. Hasil kajian menunjukkan bahwa dalam teologi Kristen, dosa tidak hanya merupakan pelanggaran moral, tetapi kondisi eksistensial yang menjauhkan manusia dari Allah dan merusak hubungan dengan sesama serta ciptaan. Namun, dosa tidak berdiri sendiri; pengampunan dan pemulihan relasi dengan Allah dimungkinkan melalui karya penebusan Kristus di salib. Kebaruan dari penelitian ini terletak pada penekanan terhadap urgensi pemahaman yang utuh dan kontekstual mengenai dosa dan pengampunan, khususnya di tengah kecenderungan zaman modern yang merelatifkan dosa. Implikasi dari kajian ini adalah perlunya pembaruan spiritualitas dan etika Kristen yang berakar pada anugerah Allah, guna menuntun umat beriman hidup dalam kekudusan dan mempertahankan iman yang teguh di tengah tantangan zaman.
Keraguan Vs Keyakinan: Menemukan Keselamatan Dari Tuhan Dalam Eksplorasi Keluaran 14:13-14 Hasahatan Hutahaean; Febrianto Sutomo Rompis; Jefri Feoh
LAMPO: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 2 No. 1 (2025): Juli 2025
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI STAR RIAU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63832/mg4r2e98

Abstract

Keraguan dan keyakinan merupakan dua aspek yang sering muncul dalam perjalanan iman seseorang. Hal ini bisa saja akibat berabgai faktor. Melihat kesenjangan ini sebenarnya telah ada beberapa pandangan yang terkait langsung dengan iman dan keselamatan. Misalnya kaum Calvinis dan Luteran yang tidak begitu berbeda. Namun sangat berbeda dengan pandangan kaum Armenian. Penelitian ini mengeksplorasi dinamika antara keraguan dan keyakinan dalam konteks keselamatan melalui studi teks Keluaran 14:13-14. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dan pendekatan eksegesis, artikel ini bertujuan untuk memahami bagaimana transisi dari keraguan menuju keyakinan berperan dalam menemukan keselamatan dari Tuhan Yesus. Analisis teks dilakukan dengan memperhatikan konteks historis, makna kata kunci dalam bahasa asli, dan aplikasinya dalam kehidupan beriman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keraguan, meskipun tampak negatif, dapat menjadi titik awal dalam perjalanan iman seseorang menuju keyakinan yang lebih dalam. Keyakinan yang ditunjukkan Musa menjadi model respons iman yang membawa kepada pengalaman nyata akan keselamatan ilahi, di mana Tuhan sendiri bertindak sebagai pemberi keselamatan sedangkan manusia diminta untuk merespons dengan iman dan ketaatan.
Analisis Bentuk Kiastik Mazmur 23 Dalam Hubungan Pencipta Dan Ciptaan Yanes Loraya; Suleman; Aska Aprilano Pattinaja
LAMPO: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 2 No. 1 (2025): Juli 2025
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI STAR RIAU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63832/ayh6pd32

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menganalisis bentuk kiastik yang muncul dalam sturuktur Mazmur 23, sebagai salah satu ciri khas puisi Ibrani. Penelitian struktur puisi ini jarang dilakukan oleh penelitian sebelumnya, karena hanya terfokus kepada tema pastoral dan metafora. Berdasarkan metode hermeneutik sub genre sastra hikmat, maka penelitian ini menemukan, ada 4 peranan Pencipta dalam relasi dengan ciptaan, yakni: pertama, Tuhan Yang Memelihara Dan Menjamin Kehidupan; kedua, Tuhan Yang Membimbing Menuju Ketenangan dan Kelimpahan; ketiga, Tuhan Yang Menuntun Dan Menyediakan; keempat, Tuhan Yang Menyertai Dalam Lembah Kekelaman. Riset ini dapat diimplementasikan dalam perkembangan studi biblika khususnya sastra hikmat dan pembelajaran bagi orang percaya dalam membangun relasi antara pencipta dan ciptaan.
Dari Tenda ke Teknologi: Telaah Hermeneutik Kisah Para Rasul 18:2-4 dalam Rancang Misi Era Society 5.0 Ardin Sitompul; Ashar Mapule
LAMPO: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 2 No. 1 (2025): Juli 2025
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI STAR RIAU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63832/t8ww6293

Abstract

Penelitin ini memberikan dasar teologis bagi kolaborasi antara misi penginjilan dan teknologi serta mendorong gereja dan pelayan misi agar mampu merancang strategi pelayanan yang relevan dengan era Society 5.0. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan hermeneutika umum. Hasil penelitian menunjukan terdapat tiga aspek utama signifikansi dari analisis Kisah Para Rasul 18:2-4 bagi misi di era Society 5.0 yaitu: penguatan jaringan sosial dalam pelayanan, integrasi antara pekerjaan dan pelayanan, serta fleksibilitas dalam menjangkau berbagai audiens. Penelitian ini menunjukan bahwa Kisah Para Rasul 18:2–4 mengilustrasikan bagaimana aktivitas profesional Paulus sebagai pembuat tenda tidak hanya menjadi sarana pemeliharaan diri, tetapi juga medium strategis untuk membangun relasi dan memberitakan Injil. Dalam dunia yang semakin terhubung secara digital dan cepat berubah, menuntut gereja untuk lebih fleksibel dan kreatif dalam menjangkau jiwa-jiwa melalui berbagai saluran yang ada. Kesempatan untuk menggabungkan pekerjaan dan pelayanan, serta membangun hubungan yang kuat dalam jaringan sosial, membuka ruang bagi misi penginjilan di era Society 5.0 untuk berperan aktif dalam misi Tuhan di tengah masyarakat yang dinamis ini.
Kompetensi Profesionalisme Guru PAK dalam meningkatkan Hasil Belajar di Kelas X SMTK Pekanbaru Carles F Nainggolan
LAMPO: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 2 No. 1 (2025): Juli 2025
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI STAR RIAU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63832/c1p83s69

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh Kompetensi Profesional Guru Pendidikan Agama Kristen Terhadap Hasil Belajar Pendidikan Agama Kristen Siswa Kelas X SMTK Pekanbaru. Populasi penelitian ini ialah siswa kelas X SMTK Pekanbaru yang berjumlah 16 siswa. Penelitian ini berupa Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Tulisan ini bertujuan, yang pertama menguraikan kompetensi profesional dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas X SMTK Pekanbaru. Kedua, mendeskripsikan kompetensi profesional dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas X SMTK Pekanbaru. Ketiga, memaparkan hasil penerapan kompetensi profesional dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas X SMTK Pekanbaru. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas yang terdiri atas dua siklus. Setiap siklus terdiri dari empat langkah kegiatan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Penelitian ini dilaksanakan di kelas X SMTK Pekanbaru tahun pelajaran 2020/2021. Data penelitian ini dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi dan hasil tes belajar siswa.
Integrasi Etika Bisnis dan Kajian Hermeneutik Kisah Para Rasul 18:1-17 sebagai Upaya Membangun Gerakan Gereja Berbisnis Claodia Mangintiku; Vanny Nancy Suoth
LAMPO: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 2 No. 2 (2026): Januari 2026
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI STAR RIAU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63832/2kvvwt03

Abstract

Sebagai sarana untuk membangun gerakan bisnis gereja yang etis, kontekstual, dan berorientasi pada iman, Penelitian ini mengkaji integrasi etika bisnis dan studi hermeneutika Kis. 18:1-17. Dalam bagian ini, Paulus digambarkan bekerja sebagai pembuat tenda bersama Priskila, istrinya, dan Akwila, suami Priskila, yang menyoroti hubungan harmonis antara pelayanan rohani dan aktivitas ekonomi. Lingkungan sosial, ekonomi, politik, dan budaya Korintus pada masa Paulus, termasuk dinamika komunitas Yahudi, struktur perdagangan, dan status tenaga kerja manual dalam masyarakat Romawi, dianalisis dalam studi ini menggunakan kritik sosiologis. Tinjauan pustaka dalam studi ini mengungkapkan bahwa aktivitas ekonomi Paulus, Priskila, dan Akwila mencontohkan nilai-nilai etika bisnis, seperti keadilan, tanggung jawab sosial, integritas, dan independensi. Integrasi kedua studi ini mendukung gagasan bahwa gereja-gereja modern mampu meluncurkan inisiatif komersial yang tidak hanya berfokus pada ekonomi tetapi juga pada pengembangan pemberdayaan jemaat dan kesaksian iman. Akibatnya, gereja dapat menggunakan model kegiatan ekonomi yang adil, komprehensif, dan dapat diterapkan dalam lingkungan sosial saat ini, dan model ini dapat didasarkan pada nilai-nilai etika bisnis alkitabiah.
Jejak Liturgis Awal dalam Surat 1 Petrus: Doxologi dan Identitas Jemaat sebagai Basis Teologi Ibadah Binsar Pandapotan Silalahi
LAMPO: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 2 No. 2 (2026): Januari 2026
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI STAR RIAU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63832/5nz28s63

Abstract

Surat 1 Petrus menampilkan dimensi liturgis yang penting bagi pembentukan identitas dan ketahanan iman jemaat mula-mula yang hidup dalam konteks penderitaan dan marginalisasi. Kajian akademis terhadap surat ini umumnya menitikberatkan pada dimensi soteriologis, etis, dan misiologis, sedangkan peran liturgi dalam membentuk kehidupan jemaat belum banyak dieksplorasi secara mendalam. Penelitian ini mengarahkan fokus pada elemen-elemen liturgis yang menonjol, yaitu doxologi (1 Ptr. 1:3; 4:11; 5:11), formula pengakuan iman (1 Ptr. 3:18-22), dan metafora ”rumah rohani” (1 Ptr. 2:5), yang mengungkap fungsi ibadah dalam dinamika komunitas. Melalui metode kualitatif berbasis studi kepustakaan dengan penggalian historis-gramatikal dan analisis literer terhadap teks Yunani NA28, penelitian ini menemukan bahwa bahasa liturgis dalam 1 Petrus berfungsi sebagai sarana formasi iman yang bersifat performatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa liturgi meneguhkan identitas jemaat sebagai umat pilihan Allah, menanamkan pola etis yang berakar pada penderitaan Kristus, serta memperkuat iman dengan mengarahkan mereka pada pengharapan eskatologis. Berdasarkan hal tersebut, liturgi dalam 1 Petrus dapat dipahami sebagai medium integral yang menyatukan dimensi teologis, etis, dan pastoral, sekaligus menjadi instrumen strategis bagi pemeliharaan jemaat mula-mula.
TABOT BENGKULU: KAJIAN TEOLOGI KONTEKSTUAL DALAM BINGKAI AKULTURASI BUDAYA Iman Kristina Halawa; Juliusman Halawa; Junius Ediman Laia
LAMPO: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 2 No. 2 (2026): Januari 2026
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI STAR RIAU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63832/rn4nkp26

Abstract

Tradisi Tabot di Bengkulu berakar dari peringatan tragedi Karbala, namun melalui proses akulturasi dengan budaya lokal, ia bertransformasi menjadi identitas religio-kultural masyarakat setempat. Artikel ini bertujuan menganalisis Tabot sebagai ekspresi teologi kontekstual, yaitu wujud iman yang menafsirkan nilai-nilai universal Islam pengorbanan, keadilan, dan solidaritas dalam bingkai budaya lokal Bengkulu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode hermeneutik untuk menafsirkan simbol-simbol religius Tabot, serta triangulasi literatur untuk menjaga validitas interpretasi lintas disiplin (teologi, antropologi, dan budaya). Hasil kajian menunjukkan bahwa Tabot tidak hanya berfungsi sebagai ritual keagamaan, tetapi juga sebagai media penguatan identitas budaya, sarana pendidikan nilai moral, dan ruang dialog antaragama. Dari perspektif teologi Kristen, Tabot memiliki resonansi dengan pengorbanan Kristus, sehingga membuka peluang refleksi lintas iman dan teologi pluralisme. Kebaruan penelitian ini terletak pada pembacaan Tabot sebagai bentuk teologi kontekstual lintas agama yang berimplikasi pada pengembangan pendidikan agama, pelestarian budaya lokal, dan penguatan dialog antarumat beragama di Indonesia. studi ini juga dapat memperkaya literatur teologi kontekstual di Indonesia melalui pendekatan hermeneutik simbolik
Kajian Sosio-Historis, Eksegetis, Hermeneutik Metafora Anak-Anak Panah di Tangan Pahlawan Mazmur 127:4 Andris Kiamani
LAMPO: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 2 No. 2 (2026): Januari 2026
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI STAR RIAU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63832/1865an03

Abstract

Mazmur 127:4 menghadirkan metafora unik tentang anak sebagai “anak-anak panah di tangan pahlawan,” sebuah gambaran yang kaya makna secara literal, historis, dan teologis. Meskipun konsep ini sering dipahami secara sederhana, sebagai penegasan berkat keturunan oleh para peneliti sebelumnya, namun kajian mendalam menunjukkan bahwa metafora tersebut mencerminkan struktur sosial Israel kuno, nilai keluarga, serta pemahaman teologis mengenai warisan, misi, dan tanggung jawab orangtua. Oleh sebab itu penelitian ini bertujuan mengungkap makna mendalam metafora Mazmur 127:4, untuk menghadirkan pemahaman komprehensif dan relevan bagi konteks pembacaan masa kini. Penelitian ini memadukan tiga metode utama yaitu sosio-historis, untuk memahami konteks budaya, sosial, dan politik Israel kuno, kemudian analisis eksegetis terhadap teks Ibrani yang berfungsi mengungkap hubungan metafora antara pahlawan dan anak, serta hermeneutik-teologis untuk memahami makna metafora tersebut secara utuh. Dengan demikian hasil penelitian ini menunjukkan bahwa panah melambangkan anak sebagai entitas yang harus dibentuk, diarahkan, dan diperlengkapi dengan visi, sedangkan pahlawan melambangkan orangtua yang terlatih, berhikmat, dan bertanggung jawab dalam mempersiapkan generasi penerus. Temuan ini memberikan kontribusi signifikan bagi teologi keluarga, menunjukan bahwa pendidikan anak bukan sekadar tugas biologis, tetapi mandat ilahi yang melibatkan pembentukan karakter, arah hidup, dan kesetiaan kepada Allah.
Ilusi Keilahian: Analisis Kritis Gagasan Homo Deus Melalui Lensa Imago Dei Dalam Kejadian 1:26-27 Agus Arda Setiawan Telaumbanua; Triani Pasaribu
LAMPO: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 2 No. 2 (2026): Januari 2026
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI STAR RIAU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63832/59at2z83

Abstract

Perkembangan teknologi, khususnya dalam bidang kecerdasan buatan (AI), bioteknologi, dan rekayasa genetika, telah membawa manusia pada ambisi untuk melampaui keterbatasan biologisnya. Yuval Noah Harari, dalam konsep Homo Deus, menggambarkan visi manusia masa depan yang berupaya mencapai keabadian dan status keilahian melalui teknologi. Oleh Sebab itu, penelitian ini bertujuan menyajikan analisa kristis terhadap pandangan ini melalui konsep Kristen tentang Imago Dei dalam Kejadian 1:26-27, yang menegaskan bahwa manusia diciptakan secara unik oleh Allah, memiliki martabat sebagai citra-Nya, namun tetap terbatas sebagai ciptaan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka untuk menganalisis konsep Homo Deus menurut Harari dan membandingkannya dengan pemahaman Alkitab tentang hakikat manusia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Homo Deus mencerminkan ambisi manusia untuk menjadi seperti Allah melalui teknologi, sementara Imago Dei menekankan relasi manusia dengan Pencipta dan tanggung jawabnya sebagai wakil Allah di bumi. Thesis Statment penelitian mengarah pada pentingnya mempertahankan pemahaman Alkitab tentang manusia di tengah perkembangan teknologi, sehingga kemajuan sains tidak mengabaikan nilai-nilai spiritual dan batasan etis yang ditetapkan oleh Allah

Page 2 of 2 | Total Record : 20