cover
Contact Name
Fahrullah
Contact Email
bnjakys@gmail.com
Phone
+6285250916350
Journal Mail Official
bnjakys@gmail.com
Editorial Address
https://bnj.akys.ac.id/BNJ/about/editorialTeam
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Borneo Nursing Journal
ISSN : 26855054     EISSN : 26548453     DOI : https://doi.org/10.61878/bnj.
Core Subject : Health, Science,
Borneo Nursing Journal (BNJ) adalah jurnal yang diterbitkan dua kali dalam satu tahun oleh Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yarsi Pontianak. Adapun ruang lingkup/topik dalam BNJ adalah bidang Keperawatan. Dalam setiap edisinya, BNJ menerbitkan minimal 5 naskah hasil penelitian dan satu artikel editorial notes. Penulis yang dapat mengirimkan artikel ke BNJ tidak dibatasi hanya pada tenaga pengajar Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda saja, tetapi penulis yang berasal dari perguruan tinggi lain pun dapat mengirimkan manuskrip. Setiap manuskrip yang masuk akan di-review oleh reviewer yang memiliki berbagai macam latar belakang keilmuan yang relevan dengan topik manuskrip.
Articles 1,420 Documents
Pengaruh Tingkat Pengetahuan Guru Terhadap Kebersihan Gigi Dan Mulut Pada Anak Tunagrahita (Studi Kasus Di SLB BC-Optimal Surabaya) Wahyu Ningsi Mony; Bambang Hadi Sugito; Rohistul Laily; Imam Sarwo Edi
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1451

Abstract

Kesehatan gigi dan mulut pada anak tunagrahita masih menjadi permasalahan karena keterbatasan kognitif danmotorik dapat menghambat kemampuan melakukan perawatan gigi secara mandiri. Guru memiliki peran pentingdalam memberikan edukasi dan pendampingan, tetapi pengetahuan guru belum tentu berbanding lurus dengankondisi kebersihan gigi dan mulut anak. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh tingkat pengetahuanguru terhadap kebersihan gigi dan mulut anak tunagrahita di SLB BC-Optimal Surabaya. Penelitianmenggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi sekaligus sampelpenelitian berjumlah 19 guru yang dipilih menggunakan total sampling. Pengetahuan guru diukur menggunakankuesioner, sedangkan kebersihan gigi dan mulut anak diukur menggunakan Oral Hygiene Index Simplified (OHI-S). Analisis data menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkanbahwa 73,69% guru memiliki pengetahuan dalam kategori baik, sedangkan kebersihan gigi dan mulut anaksebagian besar berada pada kategori buruk (57,9%). Hasil uji statistik memperoleh p-value 0,646 (>0,05),sehingga tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara tingkat pengetahuan guru dan kebersihan gigi dan mulutanak tunagrahita. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan pengetahuan guru perlu disertai praktikpendampingan, pembiasaan, pengawasan, serta keterlibatan orang tua dan tenaga kesehatan untuk mendukungpemeliharaan kesehatan gigi dan mulut anak tunagrahita.
Hubungan Kehilangan Gigi Dengan Motivasi Menggunakan Gigi Tiruan Pada Lansia (Studi Di Posyandu Kelurahan Tambakrejo Surabaya) Aini Rahmawidya; Silvia Prasetyowati; Sri Hidayati; Ratih Larasati
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1453

Abstract

Kehilangan gigi merupakan salah satu permasalahan kesehatan yang banyak dialami lansia dan dapatmemengaruhi fungsi pengunyahan, berbicara, serta kualitas hidup. Penggunaan gigi tiruan menjadisalah satu alternatif untuk menggantikan gigi yang hilang, tetapi keputusan penggunaannya dapatdipengaruhi oleh motivasi individu. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan kehilangan gigidengan motivasi menggunakan gigi tiruan pada lansia di Posyandu Garuda Lansia RW 10 TambakrejoSurabaya. Penelitian menggunakan metode survei analitik dengan rancangan cross-sectional. Populasipenelitian berjumlah 55 lansia dan seluruhnya dijadikan sampel melalui teknik total sampling. Datakehilangan gigi diperoleh melalui pemeriksaan rongga mulut, sedangkan motivasi penggunaan gigitiruan diukur menggunakan kuesioner. Analisis hubungan dilakukan menggunakan uji korelasiSpearman’s rho dengan tingkat kemaknaan α=0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 34responden (61,9%) mengalami kehilangan lebih dari 10 gigi, sedangkan motivasi penggunaan gigitiruan paling banyak berada pada kategori kuat, yaitu 27 responden (49,0%). Hasil analisismenunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara kehilangan gigi dengan motivasimenggunakan gigi tiruan (p=0,003; r=-0,397), dengan arah hubungan negatif dan kekuatan korelasilemah. Temuan ini menunjukkan bahwa kehilangan gigi berhubungan dengan motivasi penggunaangigi tiruan, tetapi bukan merupakan satu-satunya faktor yang menentukan motivasi lansia. Upayapeningkatan pemanfaatan gigi tiruan perlu mempertimbangkan faktor individu, dukungan sosial,kondisi ekonomi, dan akses pelayanan kesehatan.
Pengaruh Senam Aerobik Terhadap Ankle Brachial Indeks Dan Kadar Gula Darah Pada Penderita Gula Darah Tinggi Di Posyandu Lansia Cemani Jose luis Ximenes da Silva; Fakhrudin Nasrul Sani; Adi Irawan AM
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1457

Abstract

Diabetes Melitus penyakit kronis yang dapat berisikomenimbulkan komplikasi berupa hiperglikemia dan gangguan perfusi periferdengan jumlah penderita sebesar 11,7% di Indonesia. Salah satu intervensinonfarmakologis yang dapat dilakukan untuk membantu mengendalikan kadargula darah dan meningkatkan sirkulasi perifer adalah senam aerobik.Tujuan :Mengetahui pengaruh senam aerobik terhadap efektivitas perfusi perifer dan kadargula darah pada penderita Diabetes Melitus di Kelurahan Cemani. Metode :Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan onegroup pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 30 responden yang dipilihmenggunakan teknik purposive sampling. Intervensi berupa senam aerobikdilakukan selama 3 minggu dengan frekuensi 3 kali per minggu. Pengukurankadar gula darah sewaktu menggunakan glukometer dan perfusi perifer diukurmenggunakan Ankle Brachial Index (ABI). Analisis data menggunakan uji Pairedt-test. Hasil: Rata-rata kadar gula darah sewaktu menurun dari 262,10 mg/dLmenjadi 150,30 mg/dL setelah intervensi. Rata-rata nilai ABI meningkat dari 0,80menjadi 1,096. Hasil uji Paired t-test menunjukkan terdapat pengaruh yangsignifikan senam aerobik terhadap penurunan kadar gula darah dan peningkatanefektivitas perfusi perifer dengan nilai p = 0,000 (p < 0,05). Kesimpulan: Senamaerobik berpengaruh signifikan terhadap penurunan kadar gula darah sewaktu danpeningkatan ankle brachial indeks pada penderita Diabetes Melitus. Senamaerobik dapat direkomendasikan sebagai intervensi keperawatan nonfarmakologisyang aman, mudah dilakukan, dan efektif dalam membantu pengendalian diabetesserta mencegah komplikasi vaskular.
Pengaruh Hospital Tour IBS Dengan Video Terhadap Kecemasan Pasien Nahda Aulia Tsani; Endiyono Endiyono
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1459

Abstract

Kecemasan sering terjadi secara signifikan berdampak pada pasien yang akan menjalani tindakan bedah dikenal sebagai kecemasan preoperasi. Kecemasan pada pasien preoperasi yang tidak ditangani dapat menyebabkan dampak fisiologis, kecemasan dapat memicu pelepasan hormon strees seperti epinefrin yang dapat meningkatkan tekanan darah, denyut nadi, serta frekuensi respirasi sehingga memengaruhi hemodinamik pasien. Dari beberapa penelitian terdahulu bahwasannya dengan menggunakan video edukasi dapat menurunkan kecemasan pasien, maka peneliti melakukan penelitian pengaruh pemberian terapi video menurunkan kecemasan pada pasien preoperasi pada pasien di Rumah Sakit Islam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian terapi melalui video terhadap penurunan kecemasan preoperasi pada pasien Rumah Sakit Islam Purwokerto. Metode Penelitian: Rancangan penelitian yang digunakan yakni pre eksperimental design, menggunakan one group pretest-posttest design. Penelitian ini dilakukan dengan mengkaji hubungan video hospital tour dengan tingkat kecemasan pasien. Penelitian ini dilakukan di bangsal Rumah Sakit Islam Purwokerto, dengan waktu pelaksanaan bulan Mei sampai dengan Juni 2026. Populasi dalam penelitian ini mencakup seluruh pasien yang akan melakukan operasi baik dengan anestesi general maupun regional pada pasien dewasa di Rumah Sakit Islam Purwokerto. Jumlah sampel dengan menggunakan Rumus Lemeshow sebanyak 38 responden. Hasil Penelitian: rata-rata perbedaan kecemasan sebelum dan sesudah diberikan intervensi sebesar 9.211. Hasil estimasi interval diyakini bahwa 95% nilai tingkat kecemasan sebelum dan sesudah perlakuan berada pada rentang 8,188 sampai 10,233. Hasil uji korelasi didapatkan pada kategori kuat (0,630). Nilai t hitung adalah 18,24 lebih besar dari t tabel (2,026) sehingga terdapat perbedaan yang signifikan antara pre dan post pemberian edukasi. Hasil uji paired t test menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,0001, berarti nilai signifikansi < α (0,05). Kesimpulan: hospital tour berpengaruh terhadap penurunan tingkat kecemasan pasien preoperasi.
Hubungan Lama Puasa Dan Jenis Anestesi Dengan Kejadian Post Operative Nausea And Vomiting (PONV) Pada Pasca Operasi Di RST Wijayakusuma Purwokerto Lailatul Zahro; Endiyono
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1460

Abstract

Latar Belakang: Mual dan muntah pasca operasi atau postoperative nausea and vomiting (PONV) merupakan salah satu komplikasi yang paling sering terjadi dalam 24 jam pertama setelah tindakan pembedahan anestesi. PONV dapat menimbulkan berbagai masalah yang berpotensi membahayakan pasien. Ditemukan sebagian pasien di RST Wijayakusuma Purwokerto mengalami puasa lebih dari 8 jam akibat jadwal operasi mundur dan 6 jam karena jadwal operasi dimajukan. Tujuan: untuk mengetahui hubungan antara lama puasa dan jenis anestesi dengan kejadian PONV pasca opersi di RST Wijayakusuma Purwokerto. Metode Penelitian: Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, dengan desain korelasi dengan pendekatan cross sectional. Hasil Penelitian: nilai ρ-value lama puasa dengan kejadian PONV = 0,0001 (<0,05) dan koefisien korelasi r = 0,878, nilai ρ-value jenis anestesi dengan kejadian PONV = 0,0001 (<0,05) dan koefisien korelasi r = 0,794. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara lama puasa dan jenis anestesi dengan kejadian PONV pada pasien pascaoperasi di RST Wijayakusuma Purwokerto.
Analisis Deskriptif Penggunaan Aplikasi Mobile JKN Dalam Mengurangi Antrian Di Wilayah Kerja Puskesmas Pangian Kabupaten Bolaang Mongondow Studi Kualitatif Tirawani Agansi; Fredrik A. Makadada; Christian Bertom Pajung; Vera Tombokan; Prycilia Pingkan Mamuaja; Yuliana Sattu
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1462

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan aplikasi Mobile JKN dalam mendukung sistem antrianpelayanan kesehatan serta kendala yang dihadapi dalam penerapannya di Puskesmas Pangian. Penelitian inimenggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dandokumentasi terhadap tujuh informan yang terdiri atas Kepala Puskesmas, Dokter, dua Staf Loket Pendaftaran,dan tiga masyarakat peserta BPJS Kesehatan. Analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan aplikasi Mobile JKN di Puskesmas Pangian belum optimalkarena fitur antrian online belum diterapkan. Aplikasi Mobile JKN masih dimanfaatkan untuk melihat kartuBPJS digital, mengecek status kepesertaan, dan memperoleh informasi pelayanan kesehatan. Akibatnya, prosespendaftaran pasien masih dilakukan secara manual sehingga penggunaan Mobile JKN belum mendukungpengurangan antrian pelayanan. Kendala yang ditemukan meliputi belum diterapkannya sistem antrian online,rendahnya pemahaman masyarakat terhadap penggunaan aplikasi, keterbatasan kemampuan penggunaanteknologi digital, serta kendala jaringan internet. Disimpulkan bahwa penggunaan aplikasi Mobile JKN diPuskesmas Pangian belum optimal dalam mendukung sistem antrian pelayanan kesehatan. Oleh karena itu,diperlukan peningkatan kesiapan sistem pelayanan dan sosialisasi agar pemanfaatan Mobile JKN dapat berjalanlebih efektif.
Karakteristik Penderita Anemia Pada Gagal Ginjal Kronis Nur Syazliana; Ismarwati; Rosmita Anggraeni
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1463

Abstract

Gagal ginjal kronis (GGK) adalah suatu kondisi yang ditandai dengan penurunan fungsi ginjal yang progresif dari waktu ke waktu, sering menyebabkan komplikasi seperti anemia. Anemia pada pasien GGK dapat secara signifikan mempengaruhi kualitas hidup dan meningkatkan morbiditas dan mortalitas. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan karakteristik anemia pada pasien GGK yang menjalani hemodialisis di RSU PKU Muhammadiyah Bantul. Penelitian observasional deskriptif ini menggunakan pendekatan cross-sectional, data sekunder dari catatan medis 325 pasien GGK dari Januari hingga Desember 2025. Sampel dari 77 pasien dipilih menggunakan pengambilan sampel berturut-turut, dengan data yang dikumpulkan pada usia, jenis kelamin, penyakit penyerta, lama menjalani hemodialisis, dan kadar hemoglobin. Penelitian ini sudah mendapatkan ethical clearance No.2351/KEP.UNISA/IV/2026. Temuan mengungkapkan bahwa mayoritas pasien GGK anemia berada pada kelompok usia lanjut usia 56-65 tahun (48%), wanita 53,2%, dan menderita diabetes mellitus sebagai penyakit penyerta yang paling umum 36,3%, proporsi pasien telah menjalani hemodialisis selama ≤12 bulan dan ≥24 bulan masing-masing 38,9%, dan sebagian besar mengalami anemia berat hemoglobin <8,0 g/dL (53,2%). Kesimpulannya, anemia pada pasien GGK dipengaruhi oleh berbagai faktor termasuk usia, jenis kelamin, penyakit penyerta, lama menjalani hemodialisis, dan kadar hemoglobin dengan anemia berat.
Hubungan Teman Sebaya Dengan Kesehatan Mental Pada Remaja Di Wilayah Kerja Puskesmas Limboto Nur Raihana Alamri; Pipin Yunus; Nur Uyuun I. Biahimo
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1465

Abstract

Teman sebaya dapat dianalogikan sebagai lingkungan sosial perdana, di mana seseorang remajaberlatih untuk berinteraksi dan menunjukkan rasa hormat kepada individu lain yang bukan berasal darilingkungan rumahnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan teman sebaya dengankesehatan mental pada remaja di Wilayah Kerja Puskesmas Limboto. Metode penelitian menggunakanmetode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 74 respondenyang dipilih menggunakan teknik Simple Random Sampling. Pengumpulan data dilakukanmenggunakan kuesioner Peer Relationship Scale dan kuesioner Strenght Difficulties Questionnaire(SDQ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa teman sebaya kategori sedang sebanyak 34 responden(45,9%) dan kategori tinggi sebanyak 40 responden (54,1%). Kesehatan mental kategori normalterdapat 3 responden (4,1%), kategori borderline terdapat 13 responden (17,6%), dan kategoriabnormal sebanyak 58 responden (78,4%). Hasil bivariat menggunakan uji Spearman Rankmenunjukkan nilai p-value = 0,002 (p &lt; 0,05) yang berarti terdapat hubungan signifikan antara temansebaya dengan kesehatan mental pada remaja di Wilayah Kerja Puskesmas Limboto.
Hubungan Adiksi Penggunaan Media Sosial Dengan Masalah Psikososial Pada Remaja Di SMK Kesehatan Ananda Agustin; Dian Fitria; Tri Setianingsih
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1466

Abstract

Masa remaja merupakan fase transisi yang rentan terhadap ketidakstabilan emosional. Penggunaan media sosial yang berlebihan pada remaja sering kali memicu adiksi yang berdampak negatif pada kesehatan psikososial mereka, seperti meningkatnya kecemasan dan penurunan interaksi sosial nyata. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara adiksi penggunaan media sosial dengan masalah psikososial (tingkat kecemasan dan interaksi sosial) pada remaja di SMK Kesehatan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah siswa kelas X dan XI di SMK Kesehatan Fahd Islamic School. Sebanyak 130 responden diambil sebagai sampel menggunakan teknik pengumpulan data melalui instrumen kuesioner Social Media Addiction Scale-Student Form (SMAS-SF), General Anxiety Disorder-7 (GAD-7), dan Social Connectedness Scale-Revised (SCS-R). Data kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berada pada tingkat adiksi media sosial kategori sedang (84,6%) dan mengalami kecemasan tingkat sedang (70,8%). Terdapat 34,6% responden yang terindikasi mengalami penurunan interaksi sosial. Hasil analisis bivariat membuktikan adanya korelasi positif yang signifikan antara adiksi media sosial dengan kecemasan (p < 0,001; r = 0,642), serta korelasi yang signifikan terhadap penurunan interaksi sosial (r = 0,418). Kesimpulan : Semakin tinggi tingkat adiksi media sosial, semakin tinggi kecemasan dan penurunan interaksi sosial pada remaja. Remaja diharapkan dapat lebih membatasi intensitas screen time guna menjaga stabilitas kesehatan mental dan hubungan sosialnya.
Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Siswa Tentang Gizi Seimbang Dengan Status Gizi Di SD Muhammadiyah Mertosanan Bantul Elin Mey Supadmiatin; Silvi Lailatul Mahfida; Ibtidau Niamilah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1470

Abstract

Nutritional problems among elementary school children remain a significant public health concern because they can adversely affectchildren's growth, development, health, and learning capacity. Knowledge and attitudes toward balanced nutrition are important factors that may influence children's dietary behaviors and nutritional status. The studu aims to determine the relationship between students' knowledge and attitudes toward balanced nutrition and their nutritional status at SD Muhammadiyah Mertosanan, Bantul.This quantitative study employed a cross-sectional design. The study sample consisted of all fourth- and fifth-grade students at Muhammadiyah Mertosanan Elementary School, Bantul, totaling 43 participants. Total sampling was used to recruit respondents. Data on knowledge and attitudes were collected using a structured questionnaire, while nutritional status was assessed using the BMI-for-age indicator based on WHO standards. Data were analyzed using Fisher's exact test with a 95% confidence level. The result showed that of the 43 fourth- and fifth-grade students, 62.5% of those with good knowledge had normal nutritional status, 88.9% of those with moderate knowledge had normal nutritional status, and 41.2% of those with poor knowledge were classified as overweight. Regarding attitudes, 92.3% of students with positive attitudes had normal nutritional status, 76.5% of those withmoderate attitudes had normal nutritional status, and 69.2% of those with poor attitudes were overweight. Statistical analysis revealed significant associations between knowledge of balanced nutrition and nutritional status (p < 0.05), as well as between attitudes toward balanced nutrition and nutritional status (p < 0.05). In conclusion, knowledge and positive attitudes toward balanced nutrition are significantly associated with better nutritional status among elementary school students.