cover
Contact Name
Fahrullah
Contact Email
bnjakys@gmail.com
Phone
+6285250916350
Journal Mail Official
bnjakys@gmail.com
Editorial Address
https://bnj.akys.ac.id/BNJ/about/editorialTeam
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Borneo Nursing Journal
ISSN : 26855054     EISSN : 26548453     DOI : https://doi.org/10.61878/bnj.
Core Subject : Health, Science,
Borneo Nursing Journal (BNJ) adalah jurnal yang diterbitkan dua kali dalam satu tahun oleh Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yarsi Pontianak. Adapun ruang lingkup/topik dalam BNJ adalah bidang Keperawatan. Dalam setiap edisinya, BNJ menerbitkan minimal 5 naskah hasil penelitian dan satu artikel editorial notes. Penulis yang dapat mengirimkan artikel ke BNJ tidak dibatasi hanya pada tenaga pengajar Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda saja, tetapi penulis yang berasal dari perguruan tinggi lain pun dapat mengirimkan manuskrip. Setiap manuskrip yang masuk akan di-review oleh reviewer yang memiliki berbagai macam latar belakang keilmuan yang relevan dengan topik manuskrip.
Articles 1,420 Documents
Penerapan Foot Massage Berbasis Meridian Terhadap Penurunan Nyeri Lutut Pada Lansia Dengan Osteoartritis: Studi Kasus Di Griya Lansia Garut Ericha Marcelline; Witdiawati; Nina Sumarni
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1472

Abstract

Osteoartritis merupakan penyakit sendi degeneratif yang sering terjadi pada lansia dan menjadi salah satu penyebab utama nyeri kronis yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari serta menurunkan kualitas hidup. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk membantu mengurangi nyeri adalah terapi pijat meridian. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan hasil penerapan terapi pijat meridian terhadap penurunan intensitas nyeri pada lansia dengan osteoartritis. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus pada seorang lansia dengan osteoartritis yang mengalami nyeri kronis. Intervensi berupa terapi pijat meridian diberikan sebanyak lima kali intervensi foot massage selama periode 25 Februari hingga 2 Maret 2025. Setiap sesi berlangsung selama 15–30 menit. Intensitas nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) sebelum dan sesudah intervensi. Hasil evaluasi menunjukkan adanya penurunan intensitas nyeri setelah pemberian terapi pijat meridian pada setiap pertemuan. Pada intervensi foot massage pertama, skala nyeri menurun dari 7/10 menjadi 6/10. Pada intervensi kedua dan ketiga, nyeri menurun hingga skala 5/10 setelah intervensi. Pada intervensi keempat, nyeri berkurang dari 6/10 menjadi 5/10, sedangkan pada intervensi terakhir nyeri menurun dari 6/10 menjadi 4/10. Selain itu, klien melaporkan merasa lebih rileks dan nyaman setelah terapi serta mampu melakukan teknik pijat meridian secara mandiri setelah diberikan edukasi. Kesimpulan penelitian ini yaitu terapi pijat meridian menunjukkan hasil positif dalam menurunkan intensitas nyeri pada lansia dengan osteoartritis. Intervensi ini berpotensi menjadi alternatif terapi nonfarmakologis yang mudah diterapkan untuk membantu pengelolaan nyeri pada lansia.
Pengaruh Edukasi Pre-Anestesi Menggunakan Video Terhadap Tingkat Kecemasan Dan Kepuasan Pasien Dengan Anestesi Spinal Di Ruang Instalasi Bedah Sentral (IBS) RSUD Bayu Asih Purwakarta Gemma Galgani Meisya Putri; Tri Wahyuni Ismoyowati; Suanda Saputra; Retno Anggraeni Puspita Sari
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1475

Abstract

Kecemasan preoperatif merupakan respons emosional yang sering dialami pasien sebelum menjalanitindakan anestesi spinal. Kurangnya pemahaman mengenai prosedur anestesi dapat meningkatkankecemasan dan menurunkan kepuasan pasien terhadap pelayanan. Edukasi berbasis video menjadisalah satu strategi untuk meningkatkan pemahaman pasien sebelum tindakan anestesi. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi pre-anestesi menggunakan media video terhadaptingkat kecemasan dan kepuasan pasien dengan anestesi spinal di Ruang Instalasi Bedah Sentral (IBS)RSUD Bayu Asih Purwakarta. Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental denganpendekatan one group pretest-posttest. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien yangmenjalani anestesi spinal di IBS RSUD Bayu Asih Purwakarta pada periode 2 Desember 2025 sampai23 Desember 2025. Sampel penelitian berjumlah 70 responden yang dipilih menggunakan teknikconsecutive sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Tingkat kecemasan diukur menggunakankuesioner skala kecemasan, sedangkan kepuasan pasien diukur menggunakan kuesioner kepuasanpasien yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Pengukuran dilakukan sebelum dan sesudahpemberian edukasi video. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dengantingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan signifikan tingkatkecemasan setelah diberikan edukasi video (p < 0,001) serta peningkatan signifikan tingkat kepuasanpasien (p = 0,001). Edukasi pre-anestesi menggunakan media video berpengaruh signifikan terhadappenurunan kecemasan dan peningkatan kepuasan pasien dengan anestesi spinal.
Identifikasi Faktor Internal Dan Eksternal Terhadap Pengetahuan Pasien Tentang Perawatan Luka Post Operasi Di Poliklinik Bedah RSUD KH. Mansyur Risdiana; Ahmad Syahlani; Muhammad Riduansyah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1476

Abstract

Pengetahuan pasien mengenai perawatan luka post operasi sangat pentinguntuk mempercepat penyembuhan luka dan mencegah komplikasi, terutama infeksi. Tingkatpengetahuan dipengaruhi oleh faktor internal (usia, jenis kelamin, pendidikan) dan faktoreksternal (pekerjaan, pengalaman, serta sumber informasi).Tujuan Penelitian : Mengidentifikasi faktor internal dan faktor eksternal terhadap pengetahuanpasien tentang perawatan luka post operasi di Poliklinik Bedah RSUD KH. Mansyur.Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatancross-sectional. Sampel berjumlah 30 responden yang dipilih menggunakan teknik purposivesampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner karakteristik responden dan pengetahuanperawatan luka, kemudian dianalisis secara univariat dalam bentuk distribusi frekuensi danpersentase.Hasil : Sebagian besar responden berusia 55–65 tahun (33,3%), berjenis kelamin laki-laki(53,3%), berpendidikan SD (36,7%), bekerja dan tidak bekerja masing-masing 50,0%, memilikipengalaman merawat luka (53,3%), serta memperoleh sumber informasi dari tenaga kesehatan(66,7%). Tingkat pengetahuan responden didominasi kategori baik sebanyak 23 orang (76,7%),sedangkan kategori sedang sebanyak 7 orang (23,3%).Kesimpulan : Mayoritas pasien post operasi di Poliklinik Bedah RSUD KH. Mansyur memilikipengetahuan yang baik tentang perawatan luka. Tenaga kesehatan sebagai sumber informasi danpengalaman merawat luka menjadi faktor yang dominan dalam mendukung pengetahuan pasien.
Penerapan Madu Steril Sebagai Balutan Komplementer Pada Perawatan Ulkus Kaki Diabetik Di Ruang High Care Unit RSUD Prof. Dr. Margono Seokarjo Purwokerto Diah Ayu Rahmawati; Suci Khasanah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1504

Abstract

Ulkus kaki diabetik merupakan salah satu komplikasi diabetes melitus yang membutuhkan perawatan komprehensif karena proses penyembuhannya dapat terhambat oleh neuropati perifer, gangguan vaskular, infeksi, dan kontrol glikemik yang tidak optimal. Madu steril atau medical-grade honey berpotensi digunakan sebagai balutan komplementer karena memiliki aktivitas antibakteri, antiinflamasi, antioksidan, serta mampu mempertahankan kelembapan luka. Studi ini bertujuan menggambarkan penerapan madu steril sebagai balutan komplementer dalam asuhan keperawatan pada pasien dengan ulkus kaki diabetik serta perubahan klinis luka selama periode observasi. Studi ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan studi kasus dan proses keperawatan pada seorang laki-laki berusia 59 tahun dengan diabetes melitus dan ulkus kaki diabetik pasca debridement yang dirawat di Ruang High Care Unit RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto pada 2–5 Februari 2026. Data dikumpulkan melalui wawancara, pemeriksaan fisik, observasi luka, telaah rekam medis, dan evaluasi harian. Perawatan dilakukan menggunakan teknik aseptik dengan membersihkan luka menggunakan NaCl 0,9%, kemudian mengaplikasikan madu steril dan menutup luka menggunakan kasa steril, kasa gulung, serta perban elastis. Evaluasi meliputi jaringan nekrotik, jaringan granulasi, eksudat, bau luka, tanda infeksi, dan nyeri. Hasil menunjukkan perbaikan klinis berupa berkurangnya jaringan nekrotik, meningkatnya jaringan granulasi, menurunnya eksudat dan bau luka, serta penurunan nyeri dari NRS 6 menjadi 3. Selama observasi tidak ditemukan tanda infeksi baru. Penerapan madu steril dapat dipertimbangkan sebagai terapi komplementer dalam perawatan ulkus kaki diabetik apabila dilakukan secara aseptik dan dikombinasikan dengan standar perawatan luka komprehensif. Studi kasus tunggal dengan periode observasi terbatas menyebabkan hasil belum dapat digeneralisasikan.
Efektivitas Teknik Marmet Dan Pijatan Oksitosin Untuk Peningkatan Produksi Asi Di Puskesmas Kombos Kota Manado Nurfadila Kemhay; Endang Puji Ati; Risna Ayu Rahmadani
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1683

Abstract

 Latar Belakang : Air Susu Ibu (ASI) merupakan sumber nutrisi penting bagi bayi, terutama selama enam bulan pertama kehidupan. Rendahnya produksi ASI menjadi salah satu kendala dalam keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas teknik Marmet dan pijatan oksitosin terhadap peningkatan produksi ASI pada ibu menyusui di Puskesmas Kombos Kota Manado. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experiment dan rancangan two group pretest-posttest. Sampel berjumlah 36 responden yang dibagi menjadi kelompok teknik marmet sebanyak 18 responden dan kelompok pijatan oksitosin sebanyak 18 responden. Produksi ASI diukur sebelum dan sesudah intervensi menggunakan lembar observasi dan alat ukur volume ASI. Analisis data menggunakan Independent Sample T-Test. Hasil menunjukkan seluruh responden kelompok marmet mencapai produksi ASI >30 ml setelah intervensi, sedangkan pada kelompok oksitosin sebanyak 15 responden (83,3%) mencapai >30 ml. Rerata peningkatan produksi ASI kelompok marmet sebesar 18,72 ml dan kelompok oksitosin sebesar 12,50 ml. Hasil uji menunjukkan p = 0,001 (p < 0,05). Kesimpulannya, teknik marmet lebih efektif dibandingkan pijatan oksitosin dalam meningkatkan produksi ASI.   Kata kunci: ASI, Teknik Marmet, Pijat Oksitiosin, Produksi ASI, Ibu Menyusui
Pengaruh Pernikahan Dini Terhadap Kesehatan Mental Ibu Dengan Anak Balita Risiko Stunting Di Desa Buyat Bersatu Irma Sima Yuniar; Hindun A. Rahim; Winarsi Mokoagow; Ike C.A Chabibah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1694

Abstract

Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat dan dapat berkaitan dengan kondisi keluarga serta kesehatan mental ibu. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pernikahan dini terhadap kesehatan mental ibu dengan anak balita risiko stunting di Desa Buyat Bersatu. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif analitik dengan desain cross-sectional. Responden berjumlah 42 ibu yang menikah pada usia kurang dari 19 tahun dan memiliki anak balita, terdiri atas 24 ibu dengan anak balita stunting dan 18 ibu dengan anak balita tidak stunting. Pengukuran kesehatan mental menggunakan Depression Anxiety Stress Scale-21 (DASS-21). Analisis univariat disajikan dalam frekuensi dan persentase, sedangkan analisis bivariat menggunakan Fisher's Exact Test dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil menunjukkan bahwa kategori kesehatan mental dominan adalah stres sebanyak 28 responden (66,7%), diikuti kecemasan 7 responden (16,7%), depresi 5 responden (11,9%), dan normal 2 responden (4,8%). Pada kelompok ibu dengan anak stunting, stres ditemukan pada 22 responden (91,7%), sedangkan pada kelompok tidak stunting ditemukan pada 6 responden (33,3%). Uji Fisher's Exact Test menunjukkan p = 0,000 (p < 0,05). Dengan demikian, terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara status stunting anak dan kesehatan mental dominan ibu yang menikah dini. Temuan ini menunjukkan pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental ibu dalam upaya pencegahan dan penanggulangan stunting. Kata kunci: Pernikahan Dini, Kesehatan Mental Ibu, Stunting, DASS-21, Stres
Hubungan Sikap Ibu Dengan Pemberdayaan Ibu Hamil Dalam Melakukan Deteksi Dini Kecemasan Pada Kehamilan Dipuskesmas Kombos Kota Manado Rasnun Ruslan; Adhe Lisna G. Sasiwi; Irne Wida Desiyanti; Nelawati Radjamuda
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1696

Abstract

Kecemasan pada ibu Hamil merupakan salah satu masalah psikologis yang dapat terjadi selama kehamilan dan berpengaruh terhadap Kesehatan ibu dan janin. Pemberdayaan ibu hamil diperlukan untuk menigkatkan kemampuan dalam megenali dan melakukan deteksi dini kecemasan, sedangkan sikap ibu merupakan salah satu factor yang dapat memengaruhi pemberdayaan tersebut. Tujuan dari penelitian ini Adalah untuk mengetahui bagaimana presepsi ibutantang kemampuang mereka untuk mendeteksi kecemasan selama kehamilan sejak dini di Puskesmas Kmobos Kota Manado. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan jumlah sampel 73 responden yang dipilih menggunakan Teknik accidental sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner sikap dan pemberdayaan ibu hamil. Analisi data menggunakan uji Chi-Square dengan nilai p-value = 0,000 (p < 0,005). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara sikap ibu dengan pemberdayaan ibu hamil dalam melakukan deteksi dini kecemasan pada kehamilan. Semakin positif sikap ibu hamil, semakin tinggi pula Tingkat pemberdayaannya dalam melakukan deteksi dini kecemasan selama kehamilan. Kata kunci : sikap ibu, pemberdayaan ibu hamil, deteksi dini kecemasan
Perbandingan Konsumsi Tablet Fe Dan Puding Daun Katuk Terhadap Peningkatan Hemoglobin Pada Remaja Putri Di Universitas Muhammadiyah Manado Intan Yulia Lestari; Ike F.A Chabibah; Sri Atikah; Desiska Tumatar
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1704

Abstract

Latar Belakang: Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi pada remaja putri dan dapat memengaruhi kebugaran, konsentrasi, serta prestasi akademik. Tablet Fe merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kadar Hemoglobin, namun puding daun katuk dapat menjadi alternatif pangan yang berpotensi membantu meningkatkan kadar Hemoglobin. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan konsumsi tablet Fe dan puding daun katuk terhadap peningkatan kadar Hemoglobin pada remaja putri. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen dengan rancangan two group pretest-posttest. Jumlah sampel sebanyak 30 responden yang dibagi menjadi kelompok tablet Fe dan kelompok puding daun katuk, masing-masing 15 responden. Kelompok tablet Fe diberikan 60 mg/hari, sedangkan kelompok puding daun katuk diberikan 100 gram/hari selama 7 hari. Kadar Hemoglobin diukur sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank dan Mann-Whitney U. Hasil:Terdapat peningkatan kadar Hemoglobin yang signifikan pada kedua kelompok (p=0,001). Rata-rata peningkatan kadar Hemoglobin pada kelompok tablet Fe sebesar 1,87 g/dL, sedangkan kelompok puding daun katuk sebesar 0,87 g/dL. Hasil uji Mann-Whitney U menunjukkan terdapat perbedaan peningkatan kadar Hemoglobin yang signifikan antara kedua kelompok (U=0,000; p<0,001). Kesimpulan: Konsumsi tablet Fe dan puding daun katuk sama-sama dapat meningkatkan kadar Hemoglobin, namun tablet Fe lebih efektif dibandingkan puding daun katuk. Kata kunci: anemia, Hemoglobin, puding daun katuk, remaja putri, tablet Fe
Faktor Penghambat Pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini Di Puskesmas Ranomuut Kota Pratiwi Nisa Setia Sari; Nelawati Radjamuda; Endang Puji Ati; Irne Wida Desiyanti; Risna Ayu Rahmadani
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1729

Abstract

Latar belakang : Inisiasi Menyusu Dini (IMD) merupakan intervensi penting dalam pelayanan kesehatan ibu dan bayi baru lahir karena memberikan kesempatan kepada bayi melakukan kontak kulit ke kulit dan mulai menyusu secara alami pada satu jam pertama setelah lahir. Meskipun memiliki berbagai manfaat, pelaksanaan IMD di wilayah kerja Puskesmas Ranomuut Kota Manado masih belum optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor penghambat pelaksanaan IMD berdasarkan pendekatan Social Ecological Model (SEM). Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Informan berjumlah tujuh orang yang terdiri dari kepala puskesmas, dua bidan, dua ibu nifas, seorang suami, dan seorang anggota keluarga. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam menggunakan pedoman semi terstruktur, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor individu meliputi keterbatasan pengetahuan dan pemahaman mengenai IMD serta kondisi psikologis berupa kelelahan, keraguan, kecemasan, dan kekhawatiran terhadap keamanan bayi. Faktor interpersonal meliputi keterbatasan pengetahuan dan dukungan suami serta keluarga, pengaruh kepercayaan dan kebiasaan keluarga, serta komunikasi dan pendampingan tenaga kesehatan yang belum optimal. Faktor organisasi berkaitan dengan keterbatasan media edukasi khusus IMD dan sumber daya manusia pada situasi persalinan tertentu, meskipun fasilitas dasar tersedia. Faktor kebijakan menunjukkan bahwa SOP dan program edukasi melalui ANC serta kelas ibu hamil telah tersedia, tetapi masih terdapat kesenjangan antara kebijakan formal dan implementasi teknis. Faktor interpersonal menjadi hambatan paling dominan. Pelaksanaan IMD memerlukan penguatan edukasi, dukungan keluarga, pendampingan tenaga kesehatan, sumber daya, dan monitoring penerapan SOP secara berkelanjutan.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Melalui Media Tiktok Terhadap Peningkatan Pengetahuan Dan Motivasi Pencegahan Anemia Pada Siswi Kelas X Di SMAN 7 Samarinda Lindri Olvia Pasila; Dian Ardyanti; Desie Rahmawati; Hilda
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1013

Abstract

Anemia merupakan kondisi rendahnya kadar hemoglobin dalam darah. Rendahnya pengetahuan dan motivasidalam pencegahan anemia meningkatkan risiko terjadinya anemia. Media sosial TikTok berpotensi dimanfaatkansebagai media pendidikan kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan dan motivasi pencegahan anemia.Mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan melalui media TikTok terhadap peningkatan pengetahuan danmotivasi pencegahan anemia pada siswi kelas X SMAN 7 Samarinda. Penelitian ini merupakan penelitiankuantitatif dengan desain pre-experimental, menggunakan rancangan one group pretest-posttest design. Sampelberjumlah 97 siswi kelas X yang dipilih menggunakan simple random sampling. Data dikumpulkanmenggunakan kuesioner pengetahuan dan motivasi sebelum dan sesudah intervensi video edukasi melalui mediaTikTok selama tujuh hari, kemudian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa jumlah responden dengan tingkat pengetahuan kategori baik meningkat dari 90 responden(92,8%) pada pretest menjadi 97 responden (100%) pada posttest. Jumlah responden dengan motivasi kategorikuat juga meningkat dari 50 responden (51,5%) menjadi 63 responden (64,9%). Hasil uji Wilcoxon Signed RankTest menunjukkan terdapat pengaruh pendidikan kesehatan melalui media TikTok terhadap peningkatanpengetahuan (p = 0,014) dan motivasi pencegahan anemia (p = 0,024). Pendidikan kesehatan melalui mediaTikTok berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan dan motivasi pencegahan anemia pada siswi kelas XSMAN 7 Samarinda sehingga dapat dimanfaatkan sebagai media pendidikan kesehatan bagi remaja putri.