cover
Contact Name
Fahrullah
Contact Email
bnjakys@gmail.com
Phone
+6285250916350
Journal Mail Official
bnjakys@gmail.com
Editorial Address
https://bnj.akys.ac.id/BNJ/about/editorialTeam
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Borneo Nursing Journal
ISSN : 26855054     EISSN : 26548453     DOI : https://doi.org/10.61878/bnj.
Core Subject : Health, Science,
Borneo Nursing Journal (BNJ) adalah jurnal yang diterbitkan dua kali dalam satu tahun oleh Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yarsi Pontianak. Adapun ruang lingkup/topik dalam BNJ adalah bidang Keperawatan. Dalam setiap edisinya, BNJ menerbitkan minimal 5 naskah hasil penelitian dan satu artikel editorial notes. Penulis yang dapat mengirimkan artikel ke BNJ tidak dibatasi hanya pada tenaga pengajar Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda saja, tetapi penulis yang berasal dari perguruan tinggi lain pun dapat mengirimkan manuskrip. Setiap manuskrip yang masuk akan di-review oleh reviewer yang memiliki berbagai macam latar belakang keilmuan yang relevan dengan topik manuskrip.
Articles 1,420 Documents
Pengaruh Media Video Edukasi Terhadap Kepatuhan Konsumsi Tablet Fe Pada Remaja Putri Yohana Suhariyati Desthyahanita; Ika Kania Fatdo Wardani; Ida Widaningsih; Neneng Julianti
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1434

Abstract

Masalah anemia di kalangan remaja putri Indonesia hingga kini masih menjadi perhatian kesehatan publik yangsignifikan. Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, lebih dari separuh (51,4%) remaja putritercatat belum meminum Tablet Fe. Walaupun program distribusi Tablet Fe sudah diterapkan di tingkat nasional,tingkat kedisiplinan remaja putri dalam meminum tablet Fe sesuai anjuran masih terbilang sangat rendah.Minimnya pengetahuan serta keterbatasan media edukasi kesehatan yang interaktif bagi remaja menjadi salahsatu faktor utama yang melatarbelakangi rendahnya tingkat kepatuhan tersebut. Berdasarkan studi pendahuluandi SMAN 1 Kedung Waringin, ditemukan bahwa angka ketidakpatuhan masyarakat atau siswa mencapai 90%.Kondisi ini mengindikasikan perlunya intervensi promosi kesehatan yang lebih inovatif, salah satunya melaluipemanfaatan media video edukasi. Penelitian ini dirancang untuk menguji sejauh mana efektivitas penggunaanmedia video edukasi dalam meningkatkan kepatuhan remaja putri di SMAN 1 Kedung Waringin Tahun 2026saat mengonsumsi Tablet Fe. Metode yang diterapkan adalah kuantitatif dengan desain eksperimen pre-test andpost-test group. Subjek penelitian ini mencakup remaja putri di SMAN 1 Kedung Waringin, dengan evaluasitingkat kepatuhan yang diukur sebelum (pre-test) dan sesudah (post-test) pemberian intervensi berupa videoedukasi. Berdasarkan analisis bivariat menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test, media video edukasi terbuktiefektif secara signifikan (; ) dalam meningkatkan kedisiplinan konsumsi Tablet Fe. Hasil menegaskan adanyaperbedaan bermakna pada tingkat kepatuhan siswi antara sebelum dan setelah pemutaran video. Dengandemikian, media video edukasi sangat direkomendasikan untuk dimanfaatkan oleh pihak sekolah dan tenagakesehatan dalam mengoptimalkan program promosi kesehatan remaja.
Pengaruh Pemberian Jus Sirsak terhadap Penurunan Intensitas Nyeri pada Lansia di Desa Kampung Jawa Lama Kecamatan Banda Sakti Kota Lhokseumawe Linda Andriani; Rohana; Meilisa Silviana; Zuheri; Cut Linar
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1734

Abstract

Nyeri merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering dialami oleh lansia dan dapat mengganggu rasa nyaman, aktivitas sehari-hari, serta kualitas hidup. Salah satu upaya nonfarmakologis yang dapat digunakan sebagai terapi komplementer dalam membantu menurunkan intensitas nyeri adalah pemanfaatan jus sirsak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian jus sirsak terhadap penurunan intensitas nyeri pada lansia di Desa Kampung Jawa Lama Kecamatan Banda Sakti Kota Lhokseumawe. Penelitian ini menggunakan desain quasi experiment dengan pendekatan one group pretest–posttest. Sampel penelitian berjumlah 42 lansia yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Pengukuran intensitas nyeri dilakukan sebelum dan sesudah pemberian intervensi jus sirsak. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik Paired Sample T-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum pemberian jus sirsak sebagian besar responden mengalami nyeri sedang sebanyak 25 orang (59,5%), dengan nilai rata-rata skor nyeri sebesar 5,90. Setelah pemberian jus sirsak, sebagian besar responden mengalami nyeri ringan sebanyak 23 orang (54,8%), dengan nilai rata-rata skor nyeri menurun menjadi 3,38. Terjadi penurunan rata-rata skor nyeri sebesar 2,52 poin setelah diberikan intervensi. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p-value = 0,000 (p < 0,05), sehingga terdapat pengaruh yang signifikan pemberian jus sirsak terhadap penurunan intensitas nyeri pada lansia. Kesimpulan penelitian ini adalah pemberian jus sirsak berpengaruh signifikan terhadap penurunan intensitas nyeri pada lansia di Desa Kampung Jawa Lama Kecamatan Banda Sakti Kota Lhokseumawe.
Evaluasi Multidimensional Kualitas Hidup Pasien Kanker Payudara Pascaradioterapi Menggunakan Instrumen EORTC QLQ-BR23 Di Instalasi Radioterapi Alifia Permata Sari; Dea Ryangga; Ramli; I Putu Eka Juliantara
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1757

Abstract

Kanker payudara dan pengobatannya dapat memengaruhi kondisi fisik,psikologis, dan sosial pasien sehingga evaluasi kualitas hidup diperlukan secaramultidimensional. EORTC QLQ-BR23 merupakan instrumen khusus kanker payudarayang digunakan untuk menilai berbagai aspek fungsional dan gejala yang berkaitan denganpenyakit maupun pengobatannya. Selain kualitas hidup, karakteristik klinis dansosiodemografis serta status performa pasien dapat memberikan informasi tambahanmengenai kondisi pasien pascaradioterapi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kualitashidup multidimensional pasien kanker payudara pascaradioterapi menggunakan instrumenEORTC QLQ-BR23 serta menilai konsistensi internal dan reliabilitas test-retest instrumen.Hasil: Karakteristik responden menunjukkan bahwa sebagian besar memiliki tingkatpendidikan SMA (41%), berada pada stadium IV (37%) dan stadium III (34%), sertamemiliki status performa ECOG 1 (55%). Hasil pengujian konsistensi internalmenunjukkan nilai Cronbach&#39;s Alpha sebesar 0,753 pada domain body image, 0,892 padasexual functioning, 0,717 pada systemic therapy side effects, 0,758 pada breast symptoms,dan 0,643 pada arm symptoms. Hasil uji test-retest menunjukkan nilai ICC pada interval 1jam berkisar 0,840–0,963, sedangkan pada interval 30 hari berkisar 0,346–0,517.Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari 100 pasien kanker payudara pascaradioterapi yangdipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Pengumpulan data dilakukanmenggunakan EORTC QLQ-BR23 versi Bahasa Indonesia. Analisis kualitas hidupdilakukan berdasarkan domain fungsional dan gejala. Reliabilitas instrumen dinilaimenggunakan Cronbach&#39;s Alpha untuk konsistensi internal dan Intraclass CorrelationCoefficient (ICC) untuk reliabilitas test-retest pada interval 1 jam dan 30 hari. Karakteristikklinis dan sosiodemografis pasien, termasuk stadium kanker, tingkat pendidikan, dan statusperforma ECOG, dianalisis secara deskriptif.Kesimpulan: EORTC QLQ-BR23 menunjukkan konsistensi internal yang bervariasiantar-domain. Reliabilitas test-retest pada interval 1 jam lebih tinggi dibandingkan interval30 hari. Karakteristik stadium kanker, tingkat pendidikan, dan status performa ECOGmemberikan gambaran tambahan mengenai kondisi pasien kanker payudarapascaradioterapi.
Analisis Pemanfaatan Sistem Antrean Pada Pasien Rawat Jalan Di Puskesmas Poopo Kecamatan Ranoyapo Kabupaten Minahasa Selatan Meigita Esteria Kawulur; Ellen Bernadet Lomboan; Vera Diane Tombokan; Fenjte Langitan; Anita Tengker; Bukroanah Amir Makkau
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1767

Abstract

Tingginya volume kunjungan pasien rawat jalan di Puskesmas Poopo menuntut terselenggaranya alurpelayanan yang efektif dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan sertakendala pelaksanaan sistem antrean dan mendeskripsikan pengalaman pasien rawat jalan dalammengakses pelayanan kesehatan di Puskesmas Poopo, Kecamatan Ranoyapo, Kabupaten MinahasaSelatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan 8 informan.Pengumpulan data dilakukan menggunakan pedoman wawancara, lembar observasi, dan dokumentasi.Teknik analisis data menerapkan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan sistem antrean digital melalui aplikasi Mobile JKNbelum berjalan optimal akibat keterbatasan literasi teknologi, ketiadaan gawai pintar (khususnya padakelompok pasien lansia), ketidakstabilan jaringan internet, serta minimnya kegiatan sosialisasi.Kesimpulan penelitian yaitu keterbatasan adopsi ini berdampak pada perbedaan pengalamanpelayanan, di mana pendaftar Mobile JKN menikmati alur pelayanan yang lebih cepat dan efisien,sementara pasien antrean manual masih menghadapi waktu tunggu yang relatif lama. Disarankan bagipihak Puskesmas untuk meningkatkan fasilitas penunjang antrean di puskesmas, penguatan edukasidan pendampingan pendaftaran antrean oleh petugas kesehatan, serta peningkatan kepatuhan pasiendalam mengikuti alur pelayanan.
Perbedaan Pengaruh Continuous Running Dan Skipping Terhadap Peningkatan Vo₂ Max Pada Pemain Sepak Bola Okthamia Salsabila; Tyas Sari Ratna Ningrum; Lailatuz Zaidah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.899

Abstract

Kemampuan daya tahan aerobik yang optimal sangat diperlukan olehpemain sepak bola untuk mempertahankan performa selama latihan maupun pertandingan.Kapasitas aerobik yang kurang baik dapat menyebabkan kelelahan lebih cepat sehinggamenurunkan efektivitas permainan. Continuous running dan skipping merupakan metodelatihan aerobik yang sering digunakan untuk meningkatkan kapasitas kardiorespirasi yangtercermin melalui nilai VO₂Max. Tujuan: Mengetahui pengaruh Continuous running danskipping terhadap peningkatan VO₂ Max serta mengetahui perbedaan pengaruh kedualatihan tersebut pada pemain sepak bola usia 13–15 tahun di Sekolah Sepak BolaKridhaning Karsa Ksatria (KKK). Metode: Penelitian ini menggunakan metode quasiexperimental dengan rancangan pre-test and post-test two group design. Sampel penelitianberjumlah 18 pemain sepak bola yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompokContinuous running (n=9) dan kelompok skipping (n=9). Intervensi diberikan selama 4minggu dengan frekuensi latihan 3 kali per minggu. Pengukuran VO₂ Max dilakukanmenggunakan Cooper Test 12 menit sebelum dan sesudah perlakuan. Analisis datamenggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank Test dan Mann–Whitney U Test. Hasil: Hasil ujiWilcoxon Signed-Rank Test menunjukkan bahwa latihan Continuous running berpengaruhsignifikan terhadap peningkatan VO₂ Max pada pemain sepak bola (p=0,007). Latihanskipping juga berpengaruh signifikan terhadap peningkatan VO₂ Max pada pemain sepakbola (p=0,007). Hasil uji Mann-Whitney U Test menunjukkan terdapat perbedaan pengaruhyang signifikan antara latihan Continuous running dan skipping terhadap peningkatan VO₂Max (p=0,008). Kelompok Continuous running menunjukkan peningkatan VO₂ Max yanglebih besar dibandingkan kelompok skipping. Kesimpulan: Continuous running dan skippingsama-sama efektif meningkatkan VO₂ Max pada pemain sepak bola. Namun, Continuousrunning lebih efektif dibandingkan skipping dalam meningkatkan VO₂ Max pada pemainsepak bola usia 13–14 tahun di Sekolah Sepak Bola Kridhaning Karsa Ksatria (KKK).
Hubungan Somatotipe Dan Status Gizi Dengan Performa Atlet UKM Taekwondo Universitas ’Aisyiyah Yogyakarta Zulvida Hasna Saputri; Kurnia Mar'atus Solichah; Dittasari Putriana
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.938

Abstract

Performa atlet taekwondo dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya kapasitas aerobik (VO 2 maks) yangdiduga berkaitan dengan karakteristik somatotipe dan status gizi atlet. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuihubungan somatotipe dan status gizi terhadap performa pada atlet UKM taekwondo Universitas ‘AisyiyahYogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain observasional analitik menggunakanpendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 31 atlet yang dipilih menggunakan teknik purposivesampling. Performa diukur menggunakan multistage fitness test (MFT) yang dikonversi menjadi nilai VO 2 maks,status gizi dihitung berdasarkan indeks massa tubuh (IMT), sedangkan somatotipe dihitung menggunakanformula Heath-Carter. Data dianalisis dengan uji normalitas shapiro – wilk (p &gt; 0,05) dan uji hubunganmenggunakan uji korelasi pearson serta spearman rank dengan (p &lt; 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwarata rata performa atlet adalah 41,6 ± 8,5 mL/kgBB/menit dengan mayoritas performa atlet masuk kategori baik(45,2%), skor endomorf 5,1 ± 0,88, mesomorf 2,3 ± 1,51, ektomorf 2,2 ± 1,53 dengan mayoritas somatotipeektomorfik endomorf (45,2%) dan status gizi 21,8 ± 3,47 kg/m 2 dengan mayoritas IMT normal (74,2%). Hasilanalisis bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara komponen endomorf (r = -0,2856;p = 0,1194), mesomorf (r = 0,0614 ; p = 0,7430), ektomorf (r = -0,0171 ; p = 0,9272), maupun status gizi (r =0,1130 ; p = 0,5449) dengan VO 2 maks. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa somatotipe dan status gizi tidakmemiliki hubungan secara signifikan dengan performa atlet.
Faktor Yang Memengaruhi Kepatuhan Berobat Pasien Hipertensi Di Puskesmas Bua Tallulolo Toraja Utara Nehemia Pipi; Deviana Pratiwi Munthe; Agustinus Robin Butarbutar
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.954

Abstract

x
Pengaruh Teknik Massage Counterpressure Terhadap Penurunan Nyeri Kala I Fase Aktif Pada Ibu Bersalin Di RSIA Sitti Khadijah Kota Gorontalo Nurjia Pambi; Harismayanti; Ani Retni
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.972

Abstract

Nyeri persalinan paling dominan dirasakan adalah pada kala I yang dapat berdampak [ada persalinan lama,kelelahan, hingga trauma psikologis seperti postpartum blues. Salah satu metode non-farmakologi untukmeredakan nyeri tersebut adalah teknik massage counterpressure. Penelitian ini bertujuan untukmenganalisis pengaruh teknik massage counterpressure terhadap penurunan intensitas nyeri kala I faseaktif. Penelitian ini menggunakan desain quasi-experiment dengan rancangan pre-test dan post-test withcontrol group. Populasi penelitian adalah ibu bersalin di ruang VK RSIA Sitti Khadijah pada bulan Juni-Agustus 2025 sebanyak 80 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik accidental samplingsehingga diperoleh 30 responden yang dibagi menjadi kelompok intervensi (15 orang) dan kelompokkontrol (15 orang). Analisis data dilakukan dengan uji statistik parametrik paired t-test. Hasil penelitianmenunjukkan kelompok intervensi mengalami penurunan rata-rata nyeri dari 5,60 (nyeri sedang) menjadi2,73 (nyeri ringan) dengan p-value 0,000 (&lt; 0,05). Sebaliknya, kelompok kontrol mengalami peningkatannyeri dari 6,00 menjadi 6,60 (p-value 0,067), yang menunjukkan tidak adanya penurunan nyeri tanpaintervensi. Teknik massage counterpressure secara signifikan efektif dalam menurunkan intensitas nyerikala I fase aktif pada ibu bersalin di RSIA Sitti Khadijah Kota Gorontalo. Disarankan bagi tenagakesehatan khususnya bidan dan perawat untuk mengoptimalkan penerapan teknik ini sebagai intervensimandiri untuk meningkatkan kenyamanan ibu selama proses persalinan.
Perbedaan Kombinasi Maternity Pillow Dual Wedge Dan Yoga Prenatal Dengan Prenatal Yoga Terhadap Tingkat Nyeri Punggung Bawah Primigravid Mir'atul Maulidha; Setiawandari; Anik Latifah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1401

Abstract

Kombinasi penggunaan Maternity Pillow Dual Wedge dan Prenatal Yoga dapat diaplikasikan sebagai salah satu alternatif tata laksana nonfarmakologis untuk mengatasi gangguan tersebut. Perubahan fisiologis serta biomekanik pada tubuh ibu hamil trimester III kerap memicu keluhan umum berupa nyeri punggung bawah. Kondisi ini berpotensi menghambat rutinitas harian sekaligus mendegradasi kualitas hidup ibu jika dibiarkan tanpa penanganan yang adekuat. Perbedaan efektivitas antara intervensi kombinasi Maternity Pillow Dual Wedge dan Prenatal Yoga dengan intervensi Prenatal Yoga mandiri terhadap derajat nyeri punggung bawah primigravida trimester III menjadi fokus utama yang dianalisis dalam penelitian ini. Lokasi penelitian bertempat di Klinik Afiyah, Gedangan, Sidoarjo. Metode eksperimen semu (quasi experimental) diterapkan melalui pendekatan Two Group Pretest-Posttest Design. Melalui teknik total sampling, diperoleh sampel sebanyak 30 responden yang kemudian didistribusikan ke dalam dua kelompok, yakni kelompok intervensi (gabungan Maternity Pillow Dual Wedge dan Prenatal Yoga, n=15) serta kelompok kontrol (Prenatal Yoga, n=15). Instrumen Numeric Rating Scale (NRS) digunakan untuk mengukur skala nyeri, sementara analisis data sekunder memanfaatkan uji statistik Wilcoxon dan Mann-Whitney. Penurunan nyeri yang signifikan terkonfirmasi pada kedua kelompok berdasarkan hasil uji Wilcoxon (p=0,000). Pada kelompok intervensi, rerata skor NRS mengalami reduksi dari angka 7,60 menjadi 1,40, sedangkan pada kelompok kontrol penurunan tercatat dari skala 7,20 ke angka 3,73. Selanjutnya, hasil uji Mann-Whitney membuktikan adanya perbedaan efektivitas yang signifikan secara statistik di antara kedua kelompok tersebut (p=0,000). Dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan gabungan Maternity Pillow Dual Wedge dan Prenatal Yoga memiliki efisiensi yang lebih tinggi dalam mereduksi keluhan nyeri punggung bawah ketimbang penerapan Prenatal Yoga saja. Oleh karena itu, modalitas ini layak dianjurkan sebagai opsi intervensi kebidanan komplementer bagi populasi primigravida pada fase trimester III. Kata Kunci: Maternity Pillow Dual Wedge; Prenatal Yoga; Nyeri Punggung Bawah; Primigravida; Trimester III
Studi Potensi Interaksi Obat Pada Pasien Stroke Hemoragik Di Rumah Sakit Islam Cempaka Putih Syari Fatul Hayanis; Widya Handayani
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1403

Abstract

Stroke hemoragik merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas yang memerlukan terapimultidrug akibat adanya penyakit penyerta sehingga meningkatkan risiko terjadinya potensi interaksi obat.Interaksi obat dapat menurunkan efektivitas terapi, meningkatkan risiko efek samping, serta memengaruhikeselamatan pasien. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi potensi interaksi obat serta menganalisis hubunganjumlah obat dan komorbid dengan potensi interaksi obat pada pasien stroke hemoragik di Rumah Sakit IslamCempaka Putih Jakarta Pusat. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain deskriptif analitikmenggunakan pendekatan retrospektif. Sampel penelitian terdiri atas 145 pasien stroke hemoragik rawat jalanperiode Januari–Desember 2025 yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data diperoleh dari rekammedis pasien, sedangkan identifikasi potensi interaksi obat dilakukan menggunakan Drugs.com DrugInteractions Checker. Analisis univariat digunakan untuk menggambarkan karakteristik pasien dan profilinteraksi obat, sedangkan hubungan jumlah obat serta komorbid dengan potensi interaksi obat dianalisismenggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 123 pasien (84,8%) memiliki potensiinteraksi obat dengan total 383 kejadian interaksi. Tingkat interaksi didominasi kategori moderate sebanyak 298kejadian (77,8%), diikuti minor 58 kejadian (15,1%) dan major 27 kejadian (7,1%). Berdasarkan mekanismenya,interaksi farmakodinamik merupakan jenis yang paling banyak ditemukan (75,2%). Hasil uji Chi-squaremenunjukkan terdapat hubungan bermakna antara jumlah obat dengan potensi interaksi obat (p&lt;0,05),sedangkan komorbid tidak menunjukkan hubungan bermakna (p&gt;0,05). Disimpulkan bahwa potensi interaksiobat pada pasien stroke hemoragik tergolong tinggi dan didominasi interaksi farmakodinamik dengan tingkatkeparahan moderate. Oleh karena itu, skrining interaksi obat dan pemantauan terapi oleh apoteker perludioptimalkan untuk meningkatkan keamanan, efektivitas, dan rasionalitas penggunaan obat pada pasien strokehemoragik.