cover
Contact Name
Fahrullah
Contact Email
bnjakys@gmail.com
Phone
+6285250916350
Journal Mail Official
bnjakys@gmail.com
Editorial Address
https://bnj.akys.ac.id/BNJ/about/editorialTeam
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Borneo Nursing Journal
ISSN : 26855054     EISSN : 26548453     DOI : https://doi.org/10.61878/bnj.
Core Subject : Health, Science,
Borneo Nursing Journal (BNJ) adalah jurnal yang diterbitkan dua kali dalam satu tahun oleh Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yarsi Pontianak. Adapun ruang lingkup/topik dalam BNJ adalah bidang Keperawatan. Dalam setiap edisinya, BNJ menerbitkan minimal 5 naskah hasil penelitian dan satu artikel editorial notes. Penulis yang dapat mengirimkan artikel ke BNJ tidak dibatasi hanya pada tenaga pengajar Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda saja, tetapi penulis yang berasal dari perguruan tinggi lain pun dapat mengirimkan manuskrip. Setiap manuskrip yang masuk akan di-review oleh reviewer yang memiliki berbagai macam latar belakang keilmuan yang relevan dengan topik manuskrip.
Articles 1,420 Documents
Hubungan Asupan Protein Dengan Kadar Glukosa Darah Puasa Pada Penyandang Diabetes Melitus Tipe 2 Junsi Mariani; Agil Dhiemitra Aulia Dewi; Nor Eka Noviani
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1021

Abstract

Diabetes melitus merupakan masalah kesehatan yang prevalensinya terus meningkat. Prevalensidiabetes di Daerah Istimewa Yogyakarta berdasarkan SKI 2023 sebesar 3,6%, sedangkan diKabupaten Sleman pada tahun 2024 tercatat sebanyak 17.214 kasus, dengan Puskesmas Kalasanmemiliki 1.477 kasus (8,58%) sehingga menjadi salah satu wilayah dengan jumlah kasus diabetesmelitus yang tinggi. Pengaturan asupan protein merupakan salah satu bagian dari terapi gizi medisyang berperan dalam membantu pengendalian kadar glukosa darah. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui hubungan antara asupan protein dengan kadar glukosa darah puasa pada penyandangdiabetes melitus tipe 2 usia ≥45-69 tahun di wilayah kerja Puskesmas Kalasan. Penelitian inimerupakan penelitian kuantitatif dengan metode observasional analitik menggunakan desain cross-sectional. Penelitian dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Kalasan, Sleman, Yogyakarta padabulan Juni 2026. Sampel penelitian berjumlah 47 responden yang dipilih menggunakan teknikpurposive sampling. Data asupan protein diperoleh melalui wawancara food recall 3x24 jam padahari yang tidak berturut-turut dan dianalisis menggunakan perangkat lunak NutriSurvey, sedangkankadar glukosa darah puasa diukur menggunakan glukometer digital setelah responden menjalanipuasa minimal 8 jam. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan ujikorelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan rerata asupan protein sebesar 43,34±12,23 g/hari,sedangkan rerata kadar glukosa darah puasa sebesar 137,60±34,44 mg/dL. Hasil uji Spearmanmenunjukkan nilai r=-0,290 dengan p-value=0,037 (p<0,05), yang berarti terdapat hubungan yangbermakna dengan arah hubungan negatif dan kekuatan korelasi lemah antara asupan protein dankadar glukosa darah puasa pada penyandang diabetes melitus tipe 2. Semakin tinggi asupanprotein, kadar glukosa darah puasa cenderung semakin rendah. Namun, pada penyandang diabetesmelitus gangguan fungsi ginjal, asupan protein harus disesuaikan.
Pengembangan Sistem Retensi Arsip Rekam Medis Elektronik Di Klinik Pratama Sinta Sirenta St. Navilatuzzahroh; Edy Susena
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1024

Abstract

Pelaksanaan retensi rekam medis merupakan salah satu tahapan penting dalam pengelolaan rekammedis untuk menjamin efisiensi penyimpanan dan ketersediaan informasi sesuai dengan ketentuanyang berlaku. Berdasarkan studi pendahuluan di Klinik X, belum tersedia sistem yang terintegrasiuntuk mendukung proses retensi rekam medis sehingga identifikasi masa retensi, pemantauan statusrekam medis, dan penyusunan laporan masih dilakukan secara sederhana. Kondisi tersebutmenunjukkan perlunya pengembangan sistem informasi yang mampu membantu pengelolaan retensirekam medis secara lebih efektif. Penelitian ini bertujuan mengembangkan SIRENTA (SistemInformasi Retensi Rekam Medis Berbasis Web) sebagai pendukung pelaksanaan retensi rekam medisdi Klinik X. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan modelpengembangan Prototype. Objek penelitian adalah proses pelaksanaan retensi rekam medis danpengembangan Sistem Informasi Retensi Rekam Medis Berbasis Web (SIRENTA), sedangkan subjekpenelitian meliputi kepala klinik dan petugas administrasi yang bertanggung jawab terhadappengelolaan dokumen rekam medis di Klinik X. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi,wawancara, dan dokumentasi. Sistem dikembangkan menggunakan PHP dan MySQL, kemudian diujimenggunakan Black Box Testing untuk memastikan seluruh fungsi sistem berjalan sesuai kebutuhan.Hasil penelitian menghasilkan aplikasi SIRENTA berbasis web yang memiliki fitur login, pengelolaandata pasien, identifikasi otomatis status rekam medis aktif dan inaktif berdasarkan tanggal kunjunganterakhir, pengelolaan data pemusnahan, serta penyajian laporan retensi. Hasil pengujian menunjukkanbahwa seluruh fitur sistem berfungsi dengan baik sesuai kebutuhan pengguna sehingga dapatmendukung proses retensi rekam medis secara lebih efektif dan terstruktur.
Pengaruh Edukasi Kesehatan Menggunakan Media Booklet Terhadap Peningkatan Pengetahuan Ibu Hamil Trimester I Tentang Imunisasi Tetanus Toxoid (TT) Di Puskesmas Sukaraya Tahun 2026 Alifa Zulfa Amany; Yulianti; Musmundiroh; Hajar Nur Fathur Rohmah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1132

Abstract

Imunisasi Tetanus Toxoid (TT) merupakan intervensi kesehatan yang paling efektif dalam mencegah kematian ibu dan bayi akibat tetanus maternal maupun tetanus neonatorum. Pengetahuan ibu hamil mengenai manfaat, jadwal pemberian, serta keamanan dan efek samping imunisasi TT menjadi faktor penentu keberhasilan pencapaian cakupan imunisasi yang lengkap. Media booklet menyajikan informasi secara sistematis, berbahasa sederhana, dan dilengkapi ilustrasi, sehingga dapat dibaca berulang kali oleh ibu hamil. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh edukasi kesehatan menggunakan media booklet terhadap peningkatan pengetahuan ibu hamil trimester I tentang imunisasi TT di Puskesmas Sukaraya Kabupaten Bekasi tahun 2026. Penelitian kuantitatif dengan desain kuasi-eksperimen rancangan one group pretest–posttest. Sampel berjumlah 30 ibu hamil trimester I diambil dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur sebelum dan sesudah intervensi, dianalisis dengan uji Wilcoxon Signed Rank Test (α = 0,05). Hasil menunjukkan sebelum edukasi, 20 responden (66,7%) berpengetahuan kurang, 9 (30,0%)cukup, dan 1 (3,3%) baik. Setelah edukasi, 26 responden (86,7%) berpengetahuan baik, 3 (10,0%) cukup, dan 1 (3,3%) kurang. Rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 0,37 menjadi 1,83. Hasil uji statistik memperoleh nilai p = 0,000 (p < 0,05). Disimpulkan terdapat pengaruh signifikan media booklet terhadap peningkatan pengetahuan ibu hamil. Media booklet terbukti efektif dan direkomendasikan kepada tenaga kesehatan sebagai sarana penyuluhan yang praktis dan mudah dipahami.
Efektivitas Buah Kurma Dan Buah Pepaya Terhadap Kadar Hemoglobin Pada Remaja Putri Yang Mengalami Anemia Di SMPN 2 Alalak Gina Amanda Dewita Br. Gultom; Novita Dewi Iswandari; Rabia Wahdah; Laurensia Yunita
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1137

Abstract

Anemia pada remaja putri dapat menurunkan daya tahan tubuh, konsentrasi belajar, kebugaran, danproduktivitas. Prevelensi anemia tahun 2025 pada remaja putri sebesar 22,14% di Kalimantan Selatan, 15,83% diKabupaten Barito Kuala, dan 42,42% di SMPN 2 Alalak. Kadar hemoglobin dapat ditingkatkan denganmengonsumsi makanan bergizi yang kaya zat besi dan vitamin C, seperti buah kurma dan buah pepaya.Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas konsumsi buah kurma dan buah pepaya terhadap kenaikan kadarhemoglobin pada remaja putri di SMPN 2 Alalak. Penelitian ini menggunakan quasi-eksperimental denganrancangan two group pretest-posttest. Sampel berjumlah 20 remaja putri yang dibagi menjadi dua kelompok,yaitu 10 responden kelompok buah kurma varietas Sukkari dan 10 responden kelompok buah pepaya varietasCalifornia. Intervensi diberikan selama 10 hari berturut-turut. Analisis data menggunakan uji paired t-test danindependent t-test. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata kadar hemoglobin pada kelompok buah kurma dari10,730 g/dL menjadi 11,080 g/dL, sedangkan pada kelompok buah pepaya dari 10,760 g/dL menjadi 11,220g/dL. Hasil uji statistik menunjukkan kedua intervensi meningkatkan kadar hemoglobin dengan nilai p=0,001,namun tidak terdapat perbedaan efektivitas antara buah kurma dengan buah pepaya (p=0,705). Sehingga,konsumsi buah kurma dan buah pepaya efektif membantu meningkatkan kadar hemoglobin pada remaja putri diSMPN 2 Alalak. Sekolah disarankan mendukung pencegahan anemia melalui edukasi dan pola makan sehat.
Pengaruh Edukasi Media Video Terhadap Pengetahuan Tanda Bahaya Ibu Hamil Dalam Menghadapi Persalinan Di Puskesmas Pekauman Elvinna Svarta Octavia; Istiqamah; Meldawati; Sismeri Dona
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1166

Abstract

Kehamilan dan persalinan dapat berkembang menjadi kondisi patologis apabila terjadi komplikasi dan tidakditangani dengan tepat. Keterlambatan mengenali tanda bahaya kehamilan dapat meningkatkan risiko komplikasipada ibu dan janin. Studi pendahuluan di Puskesmas Pekauman Banjarmasin menunjukkan bahwa 7 dari 10 ibuhamil memiliki pemahaman yang belum lengkap mengenai tanda bahaya kehamilan. Penelitian bertujuanmengetahui pengaruh edukasi berbasis video terhadap pengetahuan mengenai tanda bahaya kehamilan dalampersiapan persalinan. Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain pra-eksperimen One Group Pretest–Posttesttanpa kelompok kontrol. Sampel minimal 15 responden dipilih dengan teknik accidental sampling. Datadianalisis menggunakan Wilcoxon Signed-Rank Test untuk mengetahui perbedaan pengetahuan sebelum dansesudah intervensi. Hasil menunjukkan sebagian besar responden berusia 20–35 tahun (86,6%), berpendidikanmenengah (53,3%), dan tidak bekerja (93%). Sebelum intervensi, sebagian besar responden memilikipengetahuan kurang (93,3%), sedangkan setelah edukasi video seluruh responden memiliki pengetahuan baik(100%). Hasil uji Wilcoxon menunjukkan peningkatan pengetahuan pada seluruh responden, dengan nilai Z = -3,436 dan p = 0,001 (α < 0,05), yang menunjukkan adanya pengaruh signifikan edukasi berbasis video terhadappengetahuan ibu hamil mengenai tanda bahaya kehamilan. Penelitian ini menunjukkan edukasi berbasis videoefektif meningkatkan pengetahuan ibu hamil mengenai tanda bahaya kehamilan dan dapat digunakan sebagaimetode edukasi dalam pelayanan kesehatan maternal.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Dismenore Primer Pada Remaja Putri Kelas XI Di SMKN 1 Rengasdengklok Tahun 2026 Salma Syahidah; Neneng Julianti; Rohani Siregar; Ida Widaningsih
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1227

Abstract

Dismenore primer merupakan nyeri perut saat haid. Gejaladismenore yaitu rasa kram perut bagian bawah sampai punggung. Di Indonesiakejadian dismenore primer sebesar 60-70%. Tujuan: Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian dismenore primer pada remaja putrikelas XI di SMKN 1 Rengasdengklok Kabupaten Karawang tahun 2026. Metode:Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kuantitatif dengan desaincross sectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu 233 remaja putri kelas XI.Sampel dalam penelitian ini menggunakan rumus slovin dengan hasil 147 remajaputri kelas XI. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini yaitu menggunakanteknik stratified random sampling dan random sampling. Dengan menggunakankriteria inklusi dan eksklusi. Intrumen penelitian yang digunakan yaitu kuesioner.Analisis data pada penelitian ini yaitu univariat dan bivariat dengan menggunakanuji statistik chi-square. Hasil: menunjukkan variabel yang berhubungan dengandengan kejadian dismenore primer pada remaja putri kelas XI di SMKN 1Rengasdengklok adalah usia menarche (p=0,002), faktor genetik (p=0,023), dantingkat stress (p=0,000). Simpulan: Dari 3 variabel yang diteliti hasilnya adahubungannya dengan dismenore primer pada remaja putri kelas XI di SMKN 1Rengasdengklok. Saran: Diharapkan remaja putri kelas XI di SMKN 1Rengasdengklok yang mengalami dismenore diharapkan dapat melakukan upayapenanganan yang tepat serta menerapkan pola hidup sehat dan mengelola stresdengan baik agar keluhan dismenore tidak mengganggu aktivitas sehari-harimaupun proses belajar.
Penerapan Head Up 300 Terhadap Stabilitasi Hemodinamik Pada Pasien Intracerebral Hemorrhage Rahmawati; Muhammad Riduansyah; M.Sobirin Mohtar
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1299

Abstract

Intracerebral Hemorrhage (ICH) merupakan salah satu jenis stroke hemoragikyang terjadi akibat perdarahan pada parenkim otak sehingga dapat meningkatkan tekananintrakranial, menurunkan perfusi serebral, serta menyebabkan gangguan hemodinamik.Ketidakstabilan hemodinamik dapat memperburuk kerusakan otak sekunder dan meningkatkanmorbiditas maupun mortalitas.Tujuan: Mengetahui penerapan terapi posisi Head Up 30° terhadap stabilisasi hemodinamikpada pasien Intracerebral Hemorrhage (ICH).Metode: Penelitian menggunakan desain pra-eksperimental dengan pendekatan One GroupPretest-Posttest Design. Sampel berjumlah 20 pasien ICH yang dirawat di Stroke Center danAlexandri 3 RSUD dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin pada Juli 2026. Teknik pengambilansampel menggunakan total sampling. Intervensi berupa posisi Head Up 30° dan pengukurantekanan darah, MAP, SpO₂, RR, dan HR sebelum dan sesudah intervensi. Analisismenggunakan Wilcoxon Signed Rank Test dengan α=0,05.Hasil: Terdapat perbedaan bermakna pada tekanan darah sistolik (p=0,000), MAP (p=0,001), danSpO₂ (p=0,006). Tidak terdapat perbedaan bermakna pada tekanan darah diastolik (p=0,064),RR (p=0,848), dan HR (p=0,849). Rerata sistolik menurun dari 157,85 menjadi 147,10 mmHg,MAP dari 115,95 menjadi 108,70 mmHg, sedangkan SpO₂ meningkat dari 96,30% menjadi97,45%.Kesimpulan: Penerapan terapi posisi Head Up 30° berpengaruh terhadap stabilisasi beberapaparameter hemodinamik pasien ICH, terutama tekanan darah sistolik, MAP, dan SpO₂.Intervensi ini dapat digunakan sebagai salah satu tindakan keperawatan nonfarmakologispendukung dalam perawatan pasien ICH.
Pengalaman Psikososial dan Budaya Ibu dalam Pemberian ASI Eksklusif di Posyandu Betet Cibinong Kabupaten Bogor: Studi Fenomenologi Rintan Priyatna; Siti Sholihat
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1339

Abstract

Latar Belakang: Meskipun manfaat ASI eksklusif telah dibuktikan secara ilmiah, keberhasilan pemberian ASI masih dipengaruhi oleh berbagai faktor psikologis, sosial, dan budaya yang dialami ibu selama proses menyusui. Pemahaman mengenai pengalaman ibu diperlukan sebagai dasar penyusunan intervensi yang lebih komprehensif. Tujuan: Mengeksplorasi pengalaman psikososial dan budaya ibu dalam pemberian ASI eksklusif di Posyandu Betet Cibinong Kabupaten Bogor. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi deskriptif. Sebanyak 17 ibu yang sedang atau pernah memberikan ASI eksklusif dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Triangulasi dilakukan kepada suami dan kader Posyandu. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan dianalisis menggunakan metode Colaizzi. Hasil: Analisis menghasilkan enam tema utama yaitu pengalaman awal ibu dalam memberikan ASI eksklusif, dinamika psikologis selama menyusui, dukungan sosial sebagai faktor keberhasilan, pengaruh budaya terhadap praktik menyusui, hambatan dan strategi mempertahankan ASI eksklusif, serta persepsi ibu mengenai manfaat ASI eksklusif. Dukungan suami, keluarga, kader, dan tenaga kesehatan meningkatkan keyakinan ibu dalam menyusui, sedangkan mitos budaya dan kurangnya dukungan menjadi hambatan yang memengaruhi keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Kesimpulan: Keberhasilan pemberian ASI eksklusif tidak hanya dipengaruhi oleh kondisi biologis ibu, tetapi juga dipengaruhi oleh aspek psikologis, dukungan sosial, dan budaya. Pendekatan pelayanan kesehatan yang melibatkan keluarga dan mempertimbangkan budaya lokal diperlukan untuk meningkatkan keberhasilan pemberian ASI eksklusif.
Penggunaan Alat Imobilisasi pada Radioterapi Eksterna Karsinoma Nasofaring dengan Pembesaran Kelenjar Getah Bening Leher di Instalasi Radioterapi RSUD Dr. Moewardi Brigita Cindy Meilani; Nyoman Indah Sukmasari; Dwi Sugeng Supriyadi
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1381

Abstract

Karsinoma Nasofaring (KNF) merupakan keganasan pada epitel mukosa nasofaring. Radioterapi yang menjadi modalitas utama pengobatan KNF, memerlukan alat imobilisasi untuk menjaga stabilitas pasien selama penyinaran. Menurut Bao et al. (2021) dan Tang et al. (2021), alat imobilisasi pada radioterapi KNF meliputi masker termoplastik Head Neck, styrofoam-bag, carbon-fiber baseplate dan head-support. Namun terdapat perbedaan di Instalasi Radioterapi RSUD Dr. Moewardi, yaitu penggunaan masker termoplastik abdomen dikombinasikan dengan hip-fix, Footrest, dan head-support yang dipasang terbalik. Penelitian ini bertujuan mengetahui metode peletakan alat imobilisasi, alasan penggunaan Hip Fix dan masker abdomen, serta perannya dalam menunjang ketepatan terapi pada pasien KNF dengan pembesaran kelenjar getah bening leher. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Pengambilan data pada bulan Maret 2026 melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Responden terdiri dari dokter spesialis onkologi radiasi, radiografer CT Simulator, radiografer penyinaran dan fisikawan medis di Instalasi Radioterapi RSUD Dr. Moewardi. Pasien karsinoma nasofaring dengan pembesaran kelenjar getah bening leher menggunakan masker termoplastik abdomen yang dikombinasikan dengan Hip Fix, Head Support yang diletakkan terbalik, dan Footrest sebagai penanda batas bawah. Penggunaan masker Head Neck standar tidak memungkinkan karena ukuran massa kelenjar getah bening yang besar berpotensi menimbulkan luka kompresi. Pada verifikasi menunjukkan pergeseran kurang dari 3 mm pada setiap fraksi penyinaran. Kombinasi Hip Fix, masker termoplastik abdomen, Head Support terbalik, dan Footrest merupakan alternatif imobilisasi pada pasien KNF dengan pembesaran kelenjar getah bening leher yang mampu menjaga kenyamanan pasien serta akurasi dan presisi penyinaran radioterapi eksternal.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Dermatitis pada Anak di Wilayah Kerja Puskesmas Limboto Cinderawati Lijali; Fadli Syamsuddin; Rini Asnawati
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1392

Abstract

Dermatitis merupakan salah satu penyakit kulit yang sering terjadi pada anak dan ditandai dengan peradangan pada kulit yang dapat menimbulkan keluhan gatal, kemerahan, serta gangguan kenyamanan. Kejadian dermatitis pada anak dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya Personal Hygiene dan sanitasi lingkungan. Methods: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 60 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Results: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara Personal Hygiene dengan kejadian dermatitis pada anak dengan nilai P-value = 0,006,sanitasi lingkungan dengan nilai P-value = 0,003 dengan kejadian dermatitis pada anak. Discussion: Personal Hygiene dan sanitasi lingkungan merupakan faktor yang berhubungan dengan kejadian dermatitis pada anak, sehingga upaya promotif dan preventif terkait kebersihan diri dan sanitasi lingkungan perlu ditingkatkan untuk menurunkan risiko dermatitis pada anak.