cover
Contact Name
Fahrullah
Contact Email
bnjakys@gmail.com
Phone
+6285250916350
Journal Mail Official
bnjakys@gmail.com
Editorial Address
https://bnj.akys.ac.id/BNJ/about/editorialTeam
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Borneo Nursing Journal
ISSN : 26855054     EISSN : 26548453     DOI : https://doi.org/10.61878/bnj.
Core Subject : Health, Science,
Borneo Nursing Journal (BNJ) adalah jurnal yang diterbitkan dua kali dalam satu tahun oleh Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yarsi Pontianak. Adapun ruang lingkup/topik dalam BNJ adalah bidang Keperawatan. Dalam setiap edisinya, BNJ menerbitkan minimal 5 naskah hasil penelitian dan satu artikel editorial notes. Penulis yang dapat mengirimkan artikel ke BNJ tidak dibatasi hanya pada tenaga pengajar Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda saja, tetapi penulis yang berasal dari perguruan tinggi lain pun dapat mengirimkan manuskrip. Setiap manuskrip yang masuk akan di-review oleh reviewer yang memiliki berbagai macam latar belakang keilmuan yang relevan dengan topik manuskrip.
Articles 1,420 Documents
Edukasi Media Leaflet Terhadap Pengetahuan Wanita Usia Subur Mengenai Alat Kontrasepsi Dalam Rahim Nendah Siti Nirmala; Ida Widaningsih; Ika Kania Fatdo Wardani; Rosi Kurnia Sugiharti
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1531

Abstract

Abstrak Salah satu faktor yang berkaitan dengan pemilihan kontrasepsi pada wanita usia reproduksi adalah informasi; meskipun alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR/IUD) terbukti efektif sebagai metode kontrasepsi jangka panjang, tingkat penggunaannya masih tergolong rendah. Pada tahun 2026, para peneliti di RT 01 RW 01 melakukan penelitian untuk mengetahui sejauh mana peningkatan pengetahuan wanita mengenai AKDR setelah menerima informasi melalui media leaflet. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif one-group pretest-posttest. Melalui metode pengambilan sampel komprehensif, seluruh 45 wanita menikah usia subur yang terdaftar di posyandu tersebut dilibatkan dalam penelitian. Tingkat pengetahuan diukur menggunakan kuesioner AKDR yang valid dan terdiri dari 15 butir pertanyaan, sedangkan intervensi yang diberikan berupa penyuluhan kesehatan menggunakan leaflet. Analisis data dilakukan menggunakan uji Shapiro-Wilk dan Paired Sample T-Test. Nilai signifikansi untuk skor pre-test dan post-test masing-masing adalah 0,466 dan 0,367, yang menunjukkan bahwa data tersebut berdistribusi normal. Analisis berpasangan menunjukkan adanya perubahan tingkat pengetahuan yang signifikan secara statistik antara sebelum dan sesudah intervensi (t = -42,532; df = 44; p = 0,000). Sebagian besar responden memperoleh tingkat pengetahuan yang memadai berkat penyuluhan tersebut. Edukasi menggunakan leaflet terbukti meningkatkan pemahaman wanita mengenai AKDR. Namun, hasil penelitian ini perlu disikapi dengan hati-hati mengingat tidak adanya kelompok kontrol dan keterbatasan lingkup penelitian
Pengaruh Permainan Flash Card Terhadap Perilaku Genital Hygiene Dalam Pencegahan Pruritus Vulvae Pada Remaja Putri Natasya Ayu Fitriah; Herlina Simanjuntak; Ismah Khaerunisa; Rohani Siregar
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1533

Abstract

Pruritus vulvae merupakan salah satu gangguan kesehatan reproduksi yang sering dialami remaja putri akibat kurangnya perilaku genital hygiene, terutama selama menstruasi. Perilaku genital hygiene yang tidak tepat dapat meningkatkan risiko iritasi, infeksi, dan gangguan pada organ reproduksi. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan perilaku tersebut adalah melalui pendidikan kesehatan menggunakan media flash card yang bersifat visual, interaktif, dan menarik bagi remaja. Mengetahui pengaruh permainan flash card terhadap perilaku genital hygiene dalam mencegah pruritus vulvae pada remaja putri di SMP Negeri 5 Cikarang Timur Tahun 2026. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain Quasi Experimental menggunakan pendekatan One Group Pretest–Posttest Design. Populasi penelitian berjumlah 146 siswi kelas VII dan VIII yang telah mengalami menstruasi. Sampel sebanyak 107 responden dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner perilaku genital hygiene. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank Test. Sebelum diberikan intervensi, sebanyak 88 responden (82,24%) memiliki perilaku genital hygiene kategori baik, 9 responden (8,41%) kategori cukup, dan 10 responden (9,35%) kategori kurang. Setelah diberikan permainan flash card, jumlah responden dengan kategori baik meningkat menjadi 101 responden (94,39%), kategori cukup menjadi 6 responden (5,61%), dan tidak terdapat lagi responden dengan kategori kurang. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai Z = -4,971 dengan p-value = 0,000 (p<0,05), sehingga terdapat pengaruh yang signifikan permainan flash card terhadap perilaku genital hygiene. Permainan flash card berpengaruh signifikan terhadap peningkatan perilaku genital hygiene dalam mencegah pruritus vulvae pada remaja putri di SMP Negeri 5 Cikarang Timur Tahun 2026. Media flash card dapat dijadikan salah satu alternatif media pendidikan kesehatan reproduksi di sekolah untuk meningkatkan perilaku genital hygiene pada remaja putri secara berkelanjutan.
Efektivitas Edukasi Media Leaflet Terhadap Pengetahuan Wanita Usia Subur Tentang CA Serviks Tahun 2026 Alfi Syahril Laili; Ida Wiidaningsih; Ika Kania Fatdo Waridani; Rosi Kurnia Sugiharti
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1536

Abstract

Kanker serviks masih menjadi salah satu masalah kesehatan reproduksi yang membutuhkan perhatianmelalui upaya promotif dan preventif, terutama pada Wanita Usia Subur (WUS). Pemahaman yangterbatas mengenai faktor risiko, pencegahan, dan deteksi dini dapat menghambat kesadaran WUSuntuk melakukan pemeriksaan. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh edukasi dengan medialeaflet terhadap pengetahuan WUS tentang kanker serviks di Majelis Ta’lim Al-Muhajirin Cikarang.Penelitian menggunakan desain pra-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest.Sebanyak 47 WUS aktif menjadi responden melalui total sampling. Tingkat pengetahuan diukurmenggunakan kuesioner yang terdiri atas 20 pertanyaan sebelum dan sesudah edukasi. Analisis datadilakukan dengan uji Shapiro-Wilk dan Wilcoxon Signed Ranks Test. Sebelum edukasi, 22 responden(46,8%) memiliki pengetahuan cukup, 18 (38,3%) kurang, dan 7 (14,9%) baik. Sesudah edukasi,jumlah responden dengan pengetahuan baik meningkat menjadi 39 orang (83,0%), sedangkan 8responden (17,0%) berada pada kategori cukup dan tidak ditemukan lagi responden denganpengetahuan kurang. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan peningkatan skor pada 45 responden, 2mengalami penurunan, dan tidak ada skor tetap, dengan nilai p = 0,000. Temuan tersebutmenunjukkan bahwa edukasi melalui leaflet memberikan perubahan yang bermakna terhadappengetahuan WUS mengenai kanker serviks. Leaflet dapat dimanfaatkan sebagai media pendukungdalam kegiatan promosi kesehatan reproduksi berbasis komunitas.
Efektivitas Edukasi Gizi Terhadap Peningkatan Pengetahuan Dan Sikap Remaja Putri Tentang Pencegahanobesitas Di Puskesmas Limboto Puspita Hunowu; Fatmah Zakaria; Yuliandry Yunus
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1539

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas edukasi gizi terhadap peningkatan pengetahuan dansikap remaja putri tentang pencegahan obesitas di Puskesmas Limboto. Penelitian ini menggunakan desainpre-eksperimental dengan rancangan One Group Pretest-Posttest Design. Pengukuran dilakukan sebelumdan sesudah pemberian edukasi gizi untuk mengetahui perubahan pengetahuan dan sikap responden.Instrumen penelitian menggunakan kuesioner pengetahuan dan sikap tentang pencegahan obesitas. Analisisdata dilakukan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Subjek penelitian adalah 31 remaja putriyang berada di wilayah kerja Puskesmas Limboto. Sampel dipilih menggunakan teknik purposive samplingsesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan. Sebelum diberikan edukasi gizi, sebagianbesar responden memiliki pengetahuan kurang sebanyak 24 responden (77,4%) dan pengetahuan baiksebanyak 7 responden (22,6%). Setelah diberikan edukasi, seluruh responden (100%) memilikipengetahuan baik. Pada variabel sikap, sebelum edukasi terdapat 10 responden (32,3%) dengan sikapnegatif dan 21 responden (67,7%) dengan sikap positif, sedangkan setelah edukasi seluruh responden(100%) memiliki sikap positif. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan nilai p-value sebesar0,000 (p&lt;0,05) pada variabel pengetahuan dan sikap, sehingga edukasi gizi terbukti efektif dalammeningkatkan pengetahuan dan sikap remaja putri tentang pencegahan obesitas di Puskesmas Limboto.
Penerapan Continuity Of Care Pada Ibu Primigravida Dengan Kecemasan Menghadapi Persalinan Melalui Teknik Hypnobirthing Di Puskesmas Margoyoso I Fitriana Ardiansah; Nor Aisyah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1541

Abstract

Perawatan berkelanjutan adalah layanan kebidanan yang diberikan secara terus-menerus mulai dari kehamilan, persalinan, masa pascapersalinan, perawatan bayi baru lahir, hingga perencanaan keluarga. Perawatan kebidanan untuk Ibu S, seorang wanita berusia 25 tahun dengan nomor registrasi G1P0A0, dilakukan di Puskesmas Margoyoso I untuk memantau kondisi ibu dan janin serta memungkinkan deteksi dini kemungkinan komplikasi. Selama trimester ketiga, ibu mengalami kecemasan tentang persalinan karena ini adalah kehamilan pertamanya. Perawatan yang diberikan meliputi pemeriksaan antenatal, edukasi tentang tanda-tanda bahaya selama kehamilan, pemenuhan nutrisi, persiapan persalinan, dan teknik relaksasi hipnobirthing untuk mengurangi kecemasan. Persalinan berlangsung secara fisiologis dengan dukungan psikologis, teknik relaksasi pernapasan dalam, dan pijat tekanan balik untuk membantu mengurangi nyeri persalinan. Bayi lahir secara spontan dalam kondisi baik. Selama masa pascapersalinan, dilakukan pemantauan kontraksi uterus, perdarahan, kondisi luka perineum, mobilisasi dini, serta konseling tentang menyusui dan perawatan bayi baru lahir. Dukungan menyusui membantu meningkatkan produksi ASI dan meningkatkan kesiapan ibu untuk memberikan ASI eksklusif.
Hubungan Pengetahuan Dengan Perilaku Pencegahan Diabetes Melitus Di UPTD Puskesmas Panarung Kota Palangka Raya Septi Marlina; Melisa Frisilia; Merry Delyka
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1542

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Diabetes Melitus merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan global dengan prevalensi yang terus meningkat setiap tahunnya. Berdasarkan data tahun 2024 tercatat 560 kasus dan meningkat pada tahun 2025 menjadi 772 kasus diabetes melitus di UPTD Puskesmas Panarung Kota Palangka Raya. Jika tidak dicegah dan ditangani sejak dini, penyakit ini berpotensi menimbulkan berbagai komplikasi serius. Pengetahuan merupakan faktor predisposisi yang sangat berperan dalam pembentukan perilaku pencegahan Diabetes Melitus pada masyarakat. Tujuan: Mengetahui hubungan antara pengetahuan dengan perilaku pencegahan Diabetes Melitus pada pengunjung UPTD Puskesmas Panarung Kota Palangka Raya. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pengunjung UPTD Puskesmas Panarung dengan jumlah sampel sebanyak 99 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan analisis data menggunakan uji Chi Square. Hasil: Hasil uji Chi Square didapatkan ( p = 0,000 < α = 0,05). Hal itu berarti ada hubungan pengetahuan pengunjung dengan perilaku pencegahan diabetes melitus di UPTD Puskesmas Panarung Kota Palangka Raya. Kesimpulan : Pengunjung yang memiliki pengetahuan baik tentang Diabetes Melitus cenderung telah menerapkan sebagian besar perilaku pencegahan Diabetes Melitus seperti mengatur pola makan sehat, rutin melakukan aktivitas fisik, dan memeriksakan kadar gula darah secara berkala. Oleh karena itu, upaya meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait Diabetes Melitus melalui promosi kesehatan harus semakin ditingkatkan, agar pengunjung mendapatkan pemahaman lebih mendalam dan pengetahuan yang lebih luas tentang pencegahan Diabetes Melitus sehingga mampu menerapkan perilaku pencegahan secara tepat dan konsisten dalam kehidupan sehari-hari. Kata Kunci: Diabetes Melitus, Pengetahuan, Perilaku Pencegahan, Pengunjung Abstract Background : Diabetes Mellitus is one of the non-communicable diseases that has become a global health problem, with a prevalence that continues to increase every year. Based on data from 2024, there were 560 cases and this increased to 772 cases in 2025 at UPTD Puskesmas Panarung, Palangka Raya. If not prevented and managed early, this disease has the potential to cause various serious complications. Knowledge is a predisposing factor that plays a significant role in shaping Diabetes Mellitus prevention behavior in the community. Objective : To determine the correlation between knowledge and Diabetes Mellitus prevention behavior among visitors of UPTD Puskesmas Panarung, Palangka Raya. Method : This research used an analytic quantitative design with a cross-sectional approach. The population consisted of all visitors at UPTD Puskesmas Panarung, with a sample of 99 respondents selected using accidental sampling technique. The data were collected using a questionnaire and analyzed using the Chi-Square test. Results : The Chi-Square test results obtained (p = 0.000 < α = 0.05), meaning there was a significant correlation between visitors' knowledge and Diabetes Mellitus prevention behavior at UPTD Puskesmas Panarung, Palangka Raya City. Conclusion : Visitors with good knowledge of Diabetes Mellitus tend to have implemented most Diabetes Mellitus prevention behaviors, such as maintaining a healthy diet, engaging in regular physical activity, and periodically checking blood sugar levels. Therefore, efforts to improve community knowledge regarding Diabetes Mellitus through health promotion must be further enhanced, so that visitors gain a deeper understanding and broader knowledge about Diabetes Mellitus prevention, enabling them to apply prevention behaviors appropriately and consistently in daily life. Keywords : Diabetes Melitus, Knowledge, Prevention Behavior,Visitors
Hubungan Stres Akademik Dengan Perilaku “Emotional Eating” Pada Siswa SMA Muhammadiyah 4 Yogyakarta Laeli Nur Janah; Nor Eka Noviani; Agil Dhiemitra Aulia Dewi
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1543

Abstract

Masa remaja merupakan fase yang rentan terhadap tekanan sekolah. Kondisi inisering memicu emosi negatif yang berdampak pada pola makan, salah satunya perilaku emotionaleating, kebiasaan makan makanan manis atau berkalori tinggi saat stres. Jika dibiarkan, fenomenaini berisiko memicu masalah gizi. Penelitian dilakukan di Sekolah Menengah AtasMuhammadiyah 4 Yogyakarta karena memiliki beban kurikulum yang padat. Tujuan:Menganalisis hubungan antara stres akademik dengan perilaku emotional eating pada siswa remajadi Sekolah Menengah Atas Muhammadiyah 4 Yogyakarta. Metode: Penelitian kuantitatif analitikobservasional (cross-sectional) melibatkan 71 sampel dari total 227 siswa (15–18 tahun) yangdipilih dari teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan Educational Stress Scalefor Adolescent (ESSA) dan Emotional Eater Questionnaire (EEQ), lalu dianalisis menggunakanuji Fisher’s Exact Test. Hasil: Mayoritas siswa mengalami stres akademik sedang (77,46%),diikuti tinggi (19,72%) dan rendah (2,82%) akibat beban tugas serta kekhawatiran nilai. Perilakuemotional eating didominasi kategori sedang-tinggi (57,74%), rendah (36,62%), dan tinggi(5,63%). Uji statistik membuktikan adanya hubungan signifikan (p = 0,003) antara tingkat stresakademik dan peningkatan perilaku emotional eating sebagai mekanisme koping maladaptif.Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan antara stres akademik dan perilaku emotional eatingpada siswa SMA Muhammadiyah 4 Yogyakarta, sehingga sekolah diharapkan mengoptimalkanprogram pencegahan stres dan edukasi gizi.
Edukasi Sadari Efektif Meningkatkan Tingkat Pengetahuan Deteksi Dini Kanker Payudara Pada Perempuan Usia Di Atas 30 Tahun Suci Ramadhoani; Esitra Herfanda; Ellyda Rizki Wijihati
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1544

Abstract

Pada perempuan yang berusia lebih dari 30 tahun, perubahan pada jaringan payudara menjadi semakin rumitkarena pengaruh hormon, faktor-faktor reproduksi, dan pola hidup. Hal ini berakibat pada meningkatnya risikoperempuan di kelompok usia tersebut terhadap masalah payudara, termasuk di antaranya kanker payudara. Salahsatu metode deteksi dini yang dapat dilakukan oleh wanita sendiri adalah pemeriksaan payudara sendiri(SADARI). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh edukasi sadari terhadap kemampuandeteksi dini kanker payudara pada perempuan. Penelitian ini menerapkan metode eksperimen dengan pendekatankuasi eksperimen menggunakan desain one group pretest–posttest. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruhperempuan usia &gt;30 tahun yang berdomisili di Desa Sumbermulyo, Kecamatan Bambanglipuro, KabupatenBantul, yang memenuhi kriteria penelitian. Total sampel dalam penelitian ini berjumlah 35 orang. Metodepengambilan sampel yang diterapkan adalah Total Sampling. Intrumen penelitian ini menggunakan booklet dankuesioner pengetahuan. Analisis bivariat menggunakan uji Wilcoxon karena data berdistribusi tidak normal.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai asymp. Sig (2-tailed) 0,025 &lt; 0,05 yang berarti ada pengaruhedukasi pemeriksaan SADARI terhadap tingkat pengetahuan perempuan. Hasil Mean Rank pre-test dan post-testadalah 3,00. Disarankan agar edukasi SADARI dilakukan secara rutin dan berkelanjutan oleh tenaga kesehatanmelalui kegiatan penyuluhan di masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan serta kemampuan perempuandalam melakukan deteksi dini kanker payudara.
Pengaruh Modifikasi Brain Gym Ritmik Terhadap Fungsi Kognitif Dan Kualitas Hidup Pada Lansia Di Panti Sosial Tresna Werdha Surakarta Ratih Ayu Wulan Januri; Musta'in; Kresna Agung Yudhianto
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1545

Abstract

Penurunan fungsi kognitif merupakan masalah kesehatan serius pada lansia yang dapat menurunkan kemandirian dan kualitas hidup. Data menunjukkan 10,34% lansia di Provinsi Jawa Tengah mengalami hambatan mengingat dan berkonsentrasi, sehingga stimulasi kognitif menjadi salah satu upaya penting yang perlu terus dikembangkan bagi lansia di Panti Sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh modifikasi Brain Gym ritmik terhadap fungsi kognitif dan kualitas hidup lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Surakarta. Penelitian menggunakan desain Quasi-Eksperimental dengan rancangan One Group Pre Test Post Test. Sampel berjumlah 30 lansia dipilih menggunakan tekhnik purposive sampling dengan kriteria inklusi dan eksklusi tertentu. Fungsi kognitif diukur menggunakan instrumen Mini-Mental Examination (MMSE), sedangkan kualitas hidup diukur menggunakan kuisioner WHOQOL-OLD. Intervensi diberikan selama Sembilan sesi dalam tiga minggu. Analisa data dilakukan melalui uji normalitas Shapiro-Wilk yang menunjukkan data berdistribusi normal, dilanjutkan dengan uji parametrik Paired Sample T-Test. Penelitian ini menunjukkan peningkatan kognitif dan kualitas hidup lansia setelah diberikan intervensi. Rata-rata skor fungsi kognitif meningkat dari 21,80 menjadi 25,50 (p=0,001). dan rata-rata skor kualitas hidup meningkat 57,50 menajadi 63,83 (p=0,001). Nilai signifikansi p<0,05 pada kedua variabel membuktikan bahwa peningkatan tersebut bermakna secara statistic, modifikasi Brain Gym ritmik yang mengintegrasikan elemen musik, meja, dan kertas terbukti efektif menstimulasi fungsi kognitif sekaligus meningkatkan interkasi sosial dan kesejahteraan emosional lansia. Modifikasi Brain Gym ritmik berpengaruh signifikan terhadap fungsi kognitif dan kualitas hidup lansia. Intervensi ini dapat diimplementasikan sebagai program stimulasi kognitif nonfarmakologis yang aman, mudah, dan menyenangkan di Panti Sosial guna meningkatkan kemandirian serta kesejahteraan lansia secara berkelanjutan. Kata Kunci : Brain Gym Ritmik, Fungsi Kognitif; Kualitas Hidup, Lansia.
Determinan Penyebab Kejadian Diare Pada Balita Farida Azahra; Rosi Kurnia Sugiharti; Herlina Simanjuntak; Yulianti
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1546

Abstract

Diare masih menjadi salah satu penyebab kesakitan pada balita dan dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain pengetahuan ibu, personal hygiene, sanitasi lingkungan, dan status gizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian diare pada balita di Klinik Salsabila Husada Tahun 2026. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel berjumlah 98 responden yang dipilih dari populasi 130 balita menggunakan teknik purposive sampling. Data primer diperoleh melalui kuesioner dan data sekunder melalui buku KIA. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α=0,05. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu (p<0,001), personal hygiene (p<0,001), dan sanitasi lingkungan (p<0,001) dengan kejadian diare pada balita. Sementara itu, status gizi tidak berhubungan secarasignifikan dengan kejadian diare (p=0,873; OR=0,841; 95% CI=0,348–2,034). Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan ibu, personal hygiene, dan sanitasi lingkungan merupakan faktor yang berhubungan dengan kejadian diare pada balita, sedangkan status gizi tidak menunjukkan hubungan yangbermakna. Upaya pencegahan perlu diarahkan pada peningkatan edukasi ibu, penerapan PHBS, serta perbaikan sanitasi lingkungan.