cover
Contact Name
Fahrullah
Contact Email
bnjakys@gmail.com
Phone
+6285250916350
Journal Mail Official
bnjakys@gmail.com
Editorial Address
https://bnj.akys.ac.id/BNJ/about/editorialTeam
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Borneo Nursing Journal
ISSN : 26855054     EISSN : 26548453     DOI : https://doi.org/10.61878/bnj.
Core Subject : Health, Science,
Borneo Nursing Journal (BNJ) adalah jurnal yang diterbitkan dua kali dalam satu tahun oleh Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yarsi Pontianak. Adapun ruang lingkup/topik dalam BNJ adalah bidang Keperawatan. Dalam setiap edisinya, BNJ menerbitkan minimal 5 naskah hasil penelitian dan satu artikel editorial notes. Penulis yang dapat mengirimkan artikel ke BNJ tidak dibatasi hanya pada tenaga pengajar Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda saja, tetapi penulis yang berasal dari perguruan tinggi lain pun dapat mengirimkan manuskrip. Setiap manuskrip yang masuk akan di-review oleh reviewer yang memiliki berbagai macam latar belakang keilmuan yang relevan dengan topik manuskrip.
Articles 1,420 Documents
Hubungan Peran Perawat Sebagai Edukator Dengan Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien TB Paru Di UPTD Puskesmas Kayon Kota Palangka Raya Michella Gladisa; Karmitasari Yamra Katimenta; Ismawiranti
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1561

Abstract

Tuberkulosis (TB) paru merupakan penyakit infeksi yang memerlukan pengobatanjangka panjang sehingga kepatuhan minum obat menjadi faktor penting dalam keberhasilan terapi.Tingginya angka putus berobat pada pasien TB Paru masih menjadi masalah yang dipengaruhi olehrendahnya pengetahuan pasien mengenai pengobatan serta belum optimalnya peran perawat sebagaiedukator dalam memberikan pendidikan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuihubungan peran perawat sebagai edukator dengan kepatuhan minum obat pada pasien TB Paru diUPTD Puskesmas Kayon Kota Palangka Raya.Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional analitik danpendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 35 pasien TB Paru yang dipilihmenggunakan teknik total sampling. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman (Spearman'srho).Hasil: Hasil penelitian menjawab ketiga tujuan khusus penelitian, yaitu: peran perawat sebagaiedukator sebagian besar berada pada kategori baik sebanyak 22 responden (62,9%) dan kategoricukup sebanyak 13 responden (37,1%); kepatuhan minum obat sebagian besar berada pada kategorikurang sebanyak 23 responden (65,7%) dan kategori cukup sebanyak 12 responden (34,3%); sertahasil uji korelasi Spearman's rho diperoleh nilai r = -0,120 dengan p = 0,493 (a = 0,05) sehingga tidakterdapat hubungan yang signifikan antara peran perawat sebagai edukator dengan kepatuhan minumobat pada pasien TB Paru di UPTD Puskesmas Kayon Kota Palangka Raya.Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara peran perawat sebagai edukator dengankepatuhan minum obat pada pasien TB Paru di UPTD Puskesmas Kayon Kota Palangka. Kepatuhanminum obat diduga lebih dipengaruhi oleh faktor lain seperti pengetahuan, sikap, motivasi, dukungankeluarga, dan kondisi sosial-ekonomi pasien, sehingga diperlukan penguatan edukasi berkelanjutan,peningkatan pengawasan minum obat, serta dukungan lingkungan untuk meningkatkan kepatuhanpengobatan pasien TB Paru.
Pengaruh Latihan Yoga Pranayama Terhadap Kadar Mean Platelet Volume (MPV) Pada Remaja Putri Dengan Dismenore Primer Latifah; Desta Ayu Cahya Rosyida; Solichatin
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1562

Abstract

Dismenore primer merupakan nyeri menstruasi tanpa adanya kelainan organik yang sering dialami oleh remaja putri dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Kondisi ini berhubungan dengan peningkatan proses inflamasi yang salah satunya dapat tercermin melalui peningkatan kadar Mean Platelet Volume (MPV) sebagai indikator aktivasi trombosit. Salah satu terapi komplementer nonfarmakologis yang berpotensi membantu menurunkan respons inflamasi adalah latihan Yoga Pranayama melalui mekanisme relaksasi yang mampu mengurangi stres dan meningkatkan keseimbangan sistem saraf otonom. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh latihan Yoga Pranayama terhadap kadar Mean Platelet Volume (MPV) pada remaja putri dengan dismenore primer. Penelitian menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one-group pretest-posttest design. Populasi penelitian berjumlah 43 siswi dengan sampel sebanyak 31 siswi yang dipilih menggunakan teknik cluster sampling. Pengukuran kadar Mean Platelet Volume (MPV) dilakukan sebelum dan sesudah pemberian latihan Yoga Pranayama, kemudian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan antara kadar Mean Platelet Volume (MPV) sebelum dan sesudah intervensi dengan nilai Z = -6,847 dan p-value = 0,000 (p < 0,05). Sebelum intervensi sebagian besar responden berada pada kategori tinggi, sedangkan setelah intervensi sebagian besar berada pada kategori normal. Disimpulkan bahwa latihan Yoga Pranayama berpengaruh signifikan terhadap penurunan kadar Mean Platelet Volume (MPV) pada remaja putri dengan dismenore primer. Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai salah satu dasar bagi bidan dalam mengembangkan terapi komplementer nonfarmakologis melalui edukasi dan pendampingan latihan Yoga Pranayama pada pelayanan kesehatan remaja untuk membantu mengurangi respons inflamasi dan keluhan dismenore primer
Hubungan Usia Ibu Hamil Dengan Kejadian Emesis Gravidarum Di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Pahandut Palangka Raya Helda Restiana Karnisa; Ayu Puspita; Zia Abdul Aziz
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1569

Abstract

Emesis Gravidarum merupakan keluhan umum pada ibu hamil yang ditandai dengan mual dan muntah, terutama pada trimester pertama kehamilan. Kondisi ini dapat memengaruhi status gizi, aktivitas sehari-hari, serta kualitas hidup ibu hamil. Berbagai faktor diduga berperan dalam terjadinya Emesis Gravidarum, salah satunya adalah usia ibu. Usia reproduksi sehat (20-35 tahun) merupakan kelompok usia dengan angka kehamilan tertinggi, namun belum dapat dipastikan apakah usia ibu berhubungan secara langsung dengan kejadian Emesis Gravidarum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan usia ibu hamil dengan kejadian Emesis Gravidarum di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Pahandut Palangka Raya Tahun 2026. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang tercatat di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Pahandut Palangka Raya Tahun 2026. Sampel penelitian berjumlah 44 orang yang diambil menggunakan menggunakan purposive sampling. Data diperoleh dari data sekunder berupa buku register Antenatal Care (ANC). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara usia ibu hamil dengan kejadian Emesis Gravidarum (p-value <0,05). Hasil penelitian tentang hubungan usia ibu hamil dengan kejadian Emesis Gravidarum di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Pahandut Palangka Raya Tahun 2026 menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara usia ibu hamil dengan kejadian Emesis Gravidarum. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p-value <0,05, yang berarti terdapat hubungan antara usia ibu hamil dengan kejadian Emesis Gravidarum. Kata kunci: usia ibu hamil, Emesis Gravidarum, kehamilan.Daftar Pustaka : 35 (2019-2025)
Hubungan Kebiasaan Menggosok Gigi Dan Mengkonsumsi Makanan Kariogenik Dengan Kejadian Karies gigi Pada Anak Di SDN Tigaraksa IV Kabupaten Tangerang Shinta Ernawati; AYG Wibisono; Ida Faridah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1571

Abstract

Pendahuluan: Kesehatan gigi dan mulut memiliki peranan penting bagi kesehatan serta kualitas hidup anak, termasuk dalam hal berbicara, mengunyah, dan berinteraksi. Karies gigi adalah kondisi yang mempengaruhi jaringan gigi dan dimulai dengan kerusakan pada permukaan gigi. Kebiasaan menggosok gigi adalah salah satu aspek penting dalam perkembangan masalah gigi. Makanan yang dapat menyebabkan kerusakan gigi adalah makanan manis yang berpotensi memicu karies gigi. Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan kebiasaan menggosok gigi dan mengkonsumsi makanan kariogenik dengan kejadian karies gigi pada anak di SDN Tigaraksa IV Kabupaten Tangerang. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah Total sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa-siswi kelas 4 dan 5 di SDN Tigaraksa IV Kabupaten Tangerang dengan jumlah 160 responden. Hasil Penelitian: Penelitian menunjukkan bahwa 81 responden (50,6%) memiliki kebiasaan menggosok gigi kurang baik, mengkonsumsi makanan kariogenik tinggi sebesar (50,6%), dan 81 responden (50,6%) mengalami karies gigi. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara kebiasaan menggosok gigi dengan kejadian karies nilai p-value 0,000, serta mengkonsumsi makanan kariogenik dengan kejadian karies nilai p-value 0,000. Kesimpulan: Kebiasaan menggosok gigi yang kurang baik dan tingginya konsumsi makanan kariogenik meningkatkan risiko terjadinya karies gigi. Pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut dengan cara menggosok gigi secara benar dan mengurangi makanan kariogenik agar tidak terjadinya karies.
Analisis Biaya Sisa Makanan Biasa Dan Lunak Pada Pasien Rawat Inap Di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta Amadhea Humaira; Agil Dhiemitra Aulia Dewi; Dittasari Putriana
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1573

Abstract

Sisa makanan pasien rawat inap merupakan salah satu indikator mutu pelayanan gizi rumahsakit dengan standar pelayanan minimal (≤20%). Sisa makanan di RS PKU sebelumnya sebesar 25,1%. Sisamakanan tinggi menyebabkan kerugian dalampenyelenggaraan makanan, namun penelitian mengenaiperbandingan biaya sisa makanan bentuk makanan biasa dan lunak masih terbatas dan belum pernah dilakukandi RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Tujuan: Menganalisis perbedaan biaya sisa makanan biasa dan bentuklunak di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Metode: Observasional analitik dengan desain cross sectionalyang melibatkan 78 responden, terdiri atas 39 pasien diet biasa dan 39 pasien diet lunak di ruang perawatan kelasIII, responden dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Sisa makanan diukur menggunakan metodevisual comstock dan dikonversi menjadi biaya berdasarkan standar biaya makan rumah sakit, kemudiandianalisis menggunakan uji Mann-Whitney. Hasil: Sisa makanan biasa sebesar 18% dan sisa makanan lunaksebesar 30%. Estimasi biaya sisa makanan pada kelompok makanan lunak mencapai Rp15.278 per orang per hariatau Rp5.576.601 per orang per tahun, sedangkan pada kelompok makanan biasa sebesar Rp8.997 per orang perhari atau Rp3.283.755 per orang per tahun. Analisis statistik terdapat perbedaan yang signifikan pada biaya sisamakanan antara pasien dengan bentuk makanan biasa (nasi) dan bentuk makanan lunak (bubur) di RS PKUMuhammadiyah Yogyakarta (p=0,0431).
Peran Kepala Ruangan Dalam Manajemen Keperawatan Dan Tingkat Kepuasan Pasien Di Instalasi Rawat Inap Interna RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe Kota Gorontalo Imelda Putri Hurudji; Sabirin B. Syukur; Nur Uyuun I. Biahimo
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1574

Abstract

Peran kepala ruangan merupakan kemampuan kepala ruangan dalam melaksanakan fungsi manajemenkeperawatan melalui kepemimpinan, motivasi, komunikasi, pendelegasian, pelatihan, dan supervisi, sedangkankepuasan pasien adalah tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan keperawatan berdasarkan dimensi tangibles,reliability, responsiveness, assurance, dan empathy. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan peran kepalaruangan dalam manajemen keperawatan dan tingkat kepuasan pasien di ruang rawat inap RSUD Prof. Dr. H.Aloei Saboe Kota Gorontalo. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian terdiri atas 30 perawat dan 83 pasien yang dipilih menggunakan teknik purposivesampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner, kemudian dianalisis secara univariat dalambentuk distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran kepala ruangan beradapada kategori sangat baik sebanyak 27 responden (90,0%) dan kategori baik sebanyak 3 responden (10,0%).Tingkat kepuasan pasien berada pada kategori puas sebanyak 62 responden (74,7%) dan kategori sangat puassebanyak 21 responden (25,3%). Disimpulkan bahwa pelaksanaan fungsi manajemen keperawatan oleh kepalaruangan yang optimal mendukung terselenggaranya pelayanan keperawatan yang berkualitas sehinggaberkontribusi terhadap tingginya tingkat kepuasan pasien di ruang rawat inap.
Hubungan Dukungan Keluarga dan Pengetahuan Ibu Hamil dengan Perilaku Pencegahan Preeklampsia Rifa Masruri; Erika; Misrawati
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1577

Abstract

Preeklampsia merupakan salah satu komplikasi kehamilan yang berkontribusi terhadap tingginya angka morbiditas dan mortalitas ibu maupun janin. Faktor dukungan keluarga dan tingkat pengetahuan dinilai berperan sangat penting dalam memengaruhi perilaku pencegahan pada ibu hamil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dan pengetahuan ibu hamil dengan perilaku pencegahan preeklampsia di wilayah kerja Puskesmas Payung Sekaki Kota Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 58 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dukungan keluarga, pengetahuan ibu hamil tentang preeklampsia dan perilaku pencegahan preeklampsia yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data yang digunakan meliputi analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan uji chi-square. Analisis univariat menunjukkan mayoritas responden usia 20-35 tahun (84,5%), usia kehamilan trimester III (51,7%), paritas multigravida (55,2%), pendidikan SMA/sederajat (56,9%), dan tidak bekerja (62,1%). Mayoritas responden memiliki dukungan keluarga yang baik (81,0%), dan pengetahuan yang baik (77,6%). Sementara itu, perilaku pencegahan preeklampsia menunjukkan persentase yang sama antara kategori baik (50,0%) dan kurang (50,0%). Hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara dukungan keluarga dengan perilaku pencegahan preeklampsia dengan p-value (0,019) < α (0,05), dan terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu hamil dengan perilaku pencegahan dengan p-value (0,028) < α (0,05). Dukungan keluarga dan pengetahuan ibu hamil berhubungan secara signifikan dengan perilaku pencegahan preeklampsia. Pihak pelayanan kesehatan diharapkan dapat mengoptimalkan edukasi serta keterlibatan keluarga dalam upaya pencegahan. Kata kunci: Dukungan Keluarga, Pencegahan Preeklampsia, Pengetahuan
Hubungan Pengetahuan Tentang Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) Dengan Pencegahan Kejadian ISPA Di UPTD Puskesmas Kayon Kota Palangka Raya Nia Wahyuni; Mariaty A. Sangkai; Anggreni Ade Putri
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1579

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) masih menjadi salah satu masalahkesehatan masyarakat dengan angka kejadian yang tinggi. Salah satu faktor yang berperan dalampencegahan ISPA adalah pengetahuan masyarakat mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat(PHBS).Tujuan: Mengetahui hubungan pengetahuan tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)dengan pencegahan kejadian ISPA di UPTD Puskesmas Kayon Kota Palangka Raya.Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain observasional analitikmelalui pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh pasien yang berkunjung keUPTD Puskesmas Kayon pada Sampel berjumlah 77 responden yang dipilih menggunakan teknikaccidental sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner pengetahuan tentangperilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dan data rekam medis kejadian ISPA. Analisis datadilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-SquareHasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia 17–50 tahun(44,2%). Sebagian besar responden memiliki pengetahuan tentang perilaku hidup bersih dan sehat(PHBS) dalam kategori baik, dan mayoritas melakukan pencegahan ISPA dengan baik. Hasilanalisis bivariat menggunakan uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikanantara pengetahuan tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dengan pencegahan kejadianISPA di UPTD Puskesmas Kayon Kota Palangka Raya (p &lt; 0,05)Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan tentang Perilaku HidupBersih dan Sehat (PHBS) dengan pencegahan kejadian ISPA di UPTD Puskesmas Kayon KotaPalangka Raya.UPTD Puskesmas Kayon diharapkan dapat meningkatkan kegiatan promosikesehatan dan edukasi mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) secara berkelanjutanmelalui penyuluhan, media informasi, dan pemberdayaan masyarakat. untuk meningkatkanpengetahuan serta menerapkan PHBS dalam kehidupan sehari-hari sebagai upaya pencegahan ISPA
Hubungan Antara Hipotensi Akibat Anestesi Spinal Dengan Kejadian Post Operative Nausea And Vomiting (PONV) Di Ruang Recovery Room Rumah Sakit Pinna Bekasi Kamiludin; Deni Alamsyah; Muhamad Arief Fadli; Neng Imas Susanti
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1581

Abstract

Hipotensi merupakan komplikasi yang sering terjadi akibat anestesi spinal dan dapat memicu PostOperative Nausea and Vomiting (PONV) melalui hipoperfusi pada Chemoreceptor Trigger Zone(CTZ). PONV merupakan komplikasi pasca operasi yang dapat memperlambat pemulihan danmeningkatkan ketidaknyamanan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antarahipotensi akibat anestesi spinal dengan kejadian PONV di ruang Recovery Room Rumah Sakit PinnaBekasi. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross sectional.Sampel berjumlah 31 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkanmelalui observasi tekanan darah dan kejadian PONV dalam 24 jam pasca operasi, kemudian dianalisismenggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antarahipotensi akibat anestesi spinal dengan kejadian PONV p-value = 0.002 (p &lt; 0,05). Disimpulkanbahwa pasien yang mengalami hipotensi memiliki risiko lebih tinggi mengalami PONV. Diperlukandeteksi dini dan penatalaksanaan hipotensi secara optimal untuk menurunkan risiko PONV danmeningkatkan kualitas pelayanan pasca operasi.
Case Report : Kehamilan Risiko Tinggi Pada Ibu Dengan Masalah Kekurangan Energi Kronik Miftah Anggari Astiti; Astika Nur Hanifah; Nurwening Tyas Wisnu
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1582

Abstract

KEK merupakan masalah gizi pada ibu hamil yang perlu mendapat perhatian karena dapatmeningkatkan risiko komplikasi seperti perdarahan, kelainan bawaan, BBLR, dan stunting apabilatidak segera ditangani. Mendeskripsikan asuhan kebidanan kehamilan risiko tinggi pada ibu hamildengan masalah KEK melalui penerapan manajemen asuhan kebidanan berbasis SOAP. Metode yangdigunakan adalah case report dengan pendekatan SOAP. Subjek studi kasus ini adalah Ny. F yangberusia 40 tahun G5P40004 UK 39–40 minggu dengan kehamilan risiko tinggi dan masalah KEK.Asuhan dilakukan sebanyak 3x kunjungan pada tanggal 10, 13, dan 16 Februari 2026 di rumah Ny. F,Desa “T”, Kabupaten “M”, melalui pengkajian data subjektif dan objektif, analisa data,penatalaksanaan, evaluasi, serta studi dokumentasi. Hasil studi dokumentasi didapatkan LILA awalkehamilan 21 cm dan IMT awal kehamilan 18,3 kg/m² yang menunjukkan KEK. Hasil pengkajianmenunjukkan ibu mengeluh pusing, dengan BB pada kunjungan pertama adalah 53,2 kg dan LILA 24cm. Setelah diberikan penatalaksanaan berupa edukasi nutrisi, pemantauan BB, evaluasi pola makan,pada kunjungan ke-3 didapatkan pengukuran BB yaitu 53,7 kg dan LILA 24,2 cm, terdapat perbaikanstatus gizi pada ibu. Ibu juga telah menentukan rencana persalinan. Asuhan kebidanan secaramenyeluruh dapat membantu memperbaiki status gizi ibu hamil dengan KEK serta mencegahkomplikasi kehamilan. Bidan perlu meningkatkan edukasi gizi, pemantauan status gizi, danketerlibatan keluarga dalam pemenuhan nutrisi ibu hamil.Kata Kunci: Kekurangan Energi Kronik, Grandemultigravida.