cover
Contact Name
Fahrullah
Contact Email
bnjakys@gmail.com
Phone
+6285250916350
Journal Mail Official
bnjakys@gmail.com
Editorial Address
https://bnj.akys.ac.id/BNJ/about/editorialTeam
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Borneo Nursing Journal
ISSN : 26855054     EISSN : 26548453     DOI : https://doi.org/10.61878/bnj.
Core Subject : Health, Science,
Borneo Nursing Journal (BNJ) adalah jurnal yang diterbitkan dua kali dalam satu tahun oleh Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yarsi Pontianak. Adapun ruang lingkup/topik dalam BNJ adalah bidang Keperawatan. Dalam setiap edisinya, BNJ menerbitkan minimal 5 naskah hasil penelitian dan satu artikel editorial notes. Penulis yang dapat mengirimkan artikel ke BNJ tidak dibatasi hanya pada tenaga pengajar Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda saja, tetapi penulis yang berasal dari perguruan tinggi lain pun dapat mengirimkan manuskrip. Setiap manuskrip yang masuk akan di-review oleh reviewer yang memiliki berbagai macam latar belakang keilmuan yang relevan dengan topik manuskrip.
Articles 1,420 Documents
Edukasi Dengan Media Booklet Meningkatkan Pengetahuan Remaja Tentang keputihan Nova Maulida Azzahra; Rosi Kurnia Sugiharti; Herlina Simanjuntak; Yulianti
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1548

Abstract

Keputihan merupakan salah satu masalah kesehatan reproduksi yang sering dialami oleh remaja putri. Kurangnya pengetahuan mengenai keputihan dapat meningkatkan risiko terjadinya keputihan patologis akibat perilaku yang tidak tepat dalam menjaga kebersihan organ reproduksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi dengan media booklet terhadap peningkatan pengetahuan remaja tentang keputihan di SMP Negeri 5 Cikarang Timur Tahun 2026. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain One Group Pretest-Posttest. Sampel penelitian berjumlah 77 siswi kelas VIII yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang terdiri dari 20 pertanyaan yang telah dinyatakan valid dan reliabel. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon SignedRank Test karena data tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan remaja setelah diberikan edukasi menggunakan media booklet dengan nilai signifikansi p = 0,000 (p<0,05). Disimpulkan bahwa edukasi menggunakan media booklet efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja tentang keputihan sehingga dapat dimanfaatkan sebagai media pendidikan kesehatan reproduksi di lingkungan sekolah.
Terapi Murottal Menurunkan Tingkat Kecemasan Pada Pasien Kanker Payudara Mamnu'ah; Novita Widya Cahyani Rahmadani; Sutejo
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1549

Abstract

Kanker payudara merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi pada wanita. Pasien yang menjalani kemoterapi sering mengalami kecemasan yang dapat mempengaruhi kualitas hidup dan kepatuhan kemoterapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi murottal terhadap tingkat kecemasan pada pasien kankerpayudara yang menjalani kemoterapi. Penelitian ini menggunakan desain pre-eskperimen dengan pendekatan pretest-posttest tanpa kelompok kontrol. Sampel berjumlah 35 responden yang diambil dengan teknik accidental sampling. Instrumen yang digunakan Generalized Anxiety Disorder-7 (GAD-7). Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Sebelum diintervensi, sebagian responden berada pada kategori normal (65,7%), kecemasan ringan (22,9%), dan sedang (11,4%). Setelah dilakukan intervensi mayoritasresponden berada pada kategori normal (94,3%), dankecemasan ringan (5,7%). Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p=0,002 (p < 0,05). Terapi murottal berpengaruh signifikan terhadap penurunan tingkat kecemasan pada pasien kanker payudara. Kata kunci : Terapi murottal, kecemasan, kanker payudara,kemoterapi
Hubungan Hambatan Temporal Dan Geografis Dengan Response Time Pada Kegawatdaruratan Air Di Daerah Lahan Basah Septia Chlaudia Levina; Meilitha Carolina; Efri Dulie
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1550

Abstract

Latar Belakang: Response time merupakan indikator penting dalam pelayanan kegawatdaruratan karena berhubungan dengan keberhasilan penanganan korban. Pada daerah lahan basah, hambatan temporal dan geografis dapat memperlambat pertolongan pada kegawatdaruratan air. Penelitian terdahulu menunjukkan bahwa keterlambatan respons dipengaruhi oleh jarak, akses jalan, transportasi, kondisi lingkungan, dan waktu kejadian, tetapi penelitian khusus yang menghubungkan hambatan temporal dan geografis dengan response time pada kegawatdaruratan air di daerah lahan basah belum ada. Tujuan: Mengetahui hubungan hambatantemporal dan geografis dengan response time pada kegawatdaruratan air di daerah lahan basah. Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan kuantitatif dengan pendekatan korelasional dan metode cross-sectional yang dilakukan pada masyarakat di Kelurahan Sabaru, Kota Palangka Raya. Sampel sebanyak 40 responden dipilih menggunakan purposive sampling. Data dianalisis menggunakan SPSS versi 32 dengan uji korelasi Spearman’s rho.Hasil: Sebagian besar responden mengalami hambatan temporal kategori tinggi (63%), hambatan geografis kategori tinggi (60%), dan response time kategori lambat (57,5%). Tidak terdapat hubungan signifikan antara hambatan temporal dan response time (p = 0,780; r = 0,046). Nilai r positif menunjukkan hubungan searah, yaitu semakin tinggi hambatan temporal, response time cenderung meningkat, meskipun sangat lemah. Hambatan geografis juga tidak berhubungan signifikan dengan response time (p = 0,802; r = -0,041). Nilai r negatif menunjukkan hubungan berlawanan, yaitu semakin tinggi hambatan geografis, response time cenderung menurun, dengan hubungan sangat lemah. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara hambatan temporal dan geografis dengan response time pada kegawatdaruratan air di daerah lahan basah.
Efektifitas Edukasi Video Terhadap Keterampilan Pertolongan Pertama Jatuh Lanjut Usia Pada Kelompok: Pre Eksperimental Winda Agustina Wulandari; Meilitha Carolina; Efri Dulie
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1551

Abstract

Latar Belakang: Kejadian jatuh merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering dialami lansia dan dapat menyebabkan cedera, kecacatan, penurunan kualitas hidup, hingga kematian. Rendahnya keterampilan lansia dalam memberikan pertolongan pertama menunjukkan perlunya edukasi yang efektif. Penelitian terdahulu menunjukkan bahwa edukasi dan pelatihan dapat meningkatkan kemampuan penanganan jatuh pada lansia, namun penggunaan video untuk meningkatkan keterampilan pertolongan pertama masih terbatas. Video penting digunakan karena memadukan gambar, suara, dan demonstrasi sehingga memudahkan lansia memahami dan mengingat langkah pertolongan pertama secara tepat. Tujuan: Mengetahui efektivitas edukasi berbasis video terhadap keterampilan pertolongan pertama lansia jatuh pada Kelompok Lansia. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 63 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner keterampilan pertolongan pertama lansia jatuh. Analisis data dilakukan secara bivariat menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Sebelum diberikan edukasi berbasis video, responden memiliki keterampilan dengan kategori kurang sebanyak 57 responden (90,5%). Setelah diberikan edukasi, responden memiliki keterampilan kategori baik sebanyak 44 responden (69,8%). Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Testmenunjukkan p<0,05), hal ini menunjukan peningkatan keterampilan yang signifikan setelah pemberian edukasi berbasis video. Kesimpulan: Edukasi berbasis video efektif meningkatkan keterampilan pertolongan pertama pada lansia yang mengalami jatuh sehingga dapat dimanfaatkan sebagai media edukasi kesehatan untuk meningkatkan kemampuan lansia melakukan penanganan awal kejadian jatuh pada lingkungan komunitas.
Pengaruh Mutu Pelayanan Rawat Jalan Terhadap Kepuasan Pasien BPJS Kesehatan Di Puskesmas Tandengan Arlini Wulandari Nender; Jilly Toar; Prycilia Pingkan Mamuaja; Anita C.C. Tengker; Christian Bertom Pajung; Yuliana Sattu
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1552

Abstract

Mutu pelayanan kesehatan merupakan faktor penting dalam memenuhi kebutuhan danmeningkatkan kepuasan pasien. Puskesmas sebagai fasilitas kesehatan tingkat pertamamemiliki peran penting dalam memberikan pelayanan rawat jalan bagi peserta BPJS.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh mutu pelayanan rawat jalan berdasarkanlima dimensi SERVQUAL, yaitu bukti fisik (tangible), keandalan (reliability), daya tanggap(responsiveness), jaminan (assurance), dan empati (empathy) terhadap kepuasan pasien BPJSKesehatan di Puskesmas Tandengan. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatifdengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret 2026 denganmelibatkan 50 responden peserta BPJS Kesehatan yang mendapatkan pelayanan rawat jalan diPuskesmas Tandengan. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner. Analisis datameliputi analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan regresi linear sederhana.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden menyatakan puas terhadappelayanan yang diberikan, yaitu sebanyak 25 responden (50,0%), cukup puas sebanyak 14responden (28,0%), sangat puas sebanyak 7 responden (14,0%), dan tidak puas sebanyak 4responden (8,0%). Hasil uji regresi linear sederhana menunjukkan nilai R sebesar 0,904 dan RSquare sebesar 0,817, yang berarti mutu pelayanan rawat jalan memberikan kontribusi sebesar81,7% terhadap kepuasan pasien BPJS Kesehatan. Hasil uji F diperoleh nilai F hitung sebesar214,109 dengan nilai signifikansi 0,000, sedangkan hasil uji t diperoleh nilai t hitung sebesar14,632 dengan nilai signifikansi 0,000 (p &lt; 0,05). Terdapat pengaruh positif dan signifikanantara mutu pelayanan rawat jalan terhadap kepuasan pasien BPJS Kesehatan di PuskesmasTandengan.
Hubungan Kepatuhan Terapi Dan Kenyamanan Pasien CA Mammae Terhadap Proses Radioterapi Di RS Kanker Dharmais Burlian Mughnie; Lolita Anggreni; Rory Agustria
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1553

Abstract

Kanker payudara merupakan salah satu jenis kanker yang paling banyak dialami perempuan danmemerlukan penatalaksanaan yang komprehensif, salah satunya melalui radioterapi. Keberhasilanradioterapi dipengaruhi oleh kepatuhan pasien dalam menjalani seluruh rangkaian terapi sertakenyamanan pasien selama proses penyinaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkatkepatuhan terapi, tingkat kenyamanan pasien, serta hubungan antara kepatuhan terapi dengankenyamanan pasien Ca mammae yang menjalani radioterapi di RS Kanker Dharmais. Penelitian inimenggunakan metode kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional terhadap 30 pasien Camammae yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakankuesioner kepatuhan terapi dan kuesioner kenyamanan pasien, kemudian dianalisis secara univariatdan bivariat menggunakan Fisher&#39;s Exact Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkatkepatuhan terapi pasien Ca mammae berada pada kategori patuh sekali, dengan skor yang palingsering diperoleh yaitu 37 sebanyak 8 responden (26,7%). Tingkat kenyamanan pasien selamamenjalani radioterapi berada pada kategori sangat nyaman, dengan skor yang paling sering diperolehyaitu 36 sebanyak 8 responden (26,7%). Hasil Fisher&#39;s Exact Test menunjukkan nilai p = 1,000 (p &gt;0,05), sehingga tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kepatuhan terapi dengan kenyamananpasien. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa tingkat kepatuhan terapi pasien Camammae di RS Kanker Dharmais berada pada kategori patuh sekali, tingkat kenyamanan pasienberada pada kategori sangat nyaman, serta tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kepatuhanterapi dengan kenyamanan pasien selama menjalani radioterapi.
Hubungan Spiritual Well-Being Dengan Tingkat Stres Dan Kadar Gula Darah Sewaktu Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Di RSUD Koja Eka Putri Yuliyanti; Nia Rosaliany; Yarwin Yari
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1554

Abstract

Latar Belakang: Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan salah satu penyakit yang kerap terjadi pada balita dan masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan, termasuk di wilayah kerja UPTD Puskesmas Kayon, Kota Palangka Raya. Salah satu faktor yang diduga berhubungan dengan kejadian ISPA adalah pengetahuan ibu mengenai ASI eksklusif. Pengetahuan tersebut berpotensi memengaruhi praktik pemberian ASI kepada bayi. ASI eksklusif mengandung berbagai zat gizi dan komponen imunologis yang berperan penting dalam mendukung sistem kekebalan tubuh balita, sehingga mampu memberikan perlindungan dari berbagai penyakit infeksi, termasuk ISPA. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu tentang ASI eksklusif dengan kejadian ISPA pada balita di wilayah kerja UPTD Puskesmas Kayon Kota Palangka Raya. Metode: Metode penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 97 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner pengetahuan ASI eksklusif dan kejadian ISPA. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil: Penelitian ini menunjukan hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p-value = 0,001 (p < 0,05), sehingga H₀ ditolak dan H₁ diterima. Hal ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu tentang ASI eksklusif dengan kejadian ISPA pada balita di wilayah kerja UPTD Puskesmas Kayon Kota Palangka Raya. Kesimpulan: Dalam penelitian ini terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu tentang ASI eksklusif dengan kejadian ISPA pada balita di wilayah kerja UPTD Puskesmas Kayon Kota Palangka Raya. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam pengembangan ilmu kesehatan masyarakat, menjadi masukan bagi UPTD Puskesmas Kayon Kota Palangka Raya untuk meningkatkan edukasi dan promosi mengenai ASI eksklusif, serta meningkatkan pengetahuan masyarakat sebagai upaya pencegahan ISPA pada balita.
Hubungan Tingkat Stres dengan Kualitas Tidur Caregiver Informal yang Merawat Anak Berkebutuhan Khusus di Panti Asuhan Bhakti Luhur Malang Patricia Putri
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1558

Abstract

Background: Informal caregivers who care for children with special needs (CSN) face physical and psychological caregiving burdens that may contribute to stress and reduced sleep quality. Objective: To analyze the relationship between stress levels and sleep quality among informal caregivers caring for children with special needs at Bhakti Luhur Orphanage, Malang. Methods: This study used a quantitative cross-sectional design. The population consisted of 167 informal caregivers, with a sample of 119 respondents determined using the Slovin formula and stratified random sampling technique. Stress levels were measured using the Perceived Stress Scale (PSS-10), while sleep quality was measured using the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Data were analyzed using the Spearman Rho correlation test. Results: Analysis of 119 respondents showed a correlation coefficient (r) of 0.458 with a p-value of 0.000 (p<0.05), indicating a significant relationship between stress levels and sleep quality. Conclusion: Stress levels are associated with the sleep quality of informal caregivers caring for children with special needs. Prolonged caregiving burdens, 24-hour caregiving, managing challenging behaviors, and limited rest time may contribute to stress and sleep disturbances. Discussion: The higher the stress level, the greater the likelihood that caregivers experience poor sleep quality. Stress management and improving sleep quality are necessary to maintain caregivers' well-being and optimize their role in providing care for children with special needs.
Hubungan Tingkat Stres Dengan Indeks Massa Tubuh Mahasiswa Asrama Kalimantan Timur Di Yogyakarta Agus Nur Cahyati; Dittasari Putriana; Ibtidau Niamilah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1559

Abstract

Nutritional status among university students remains a common problem, with both undernutrition and overnutrition. Body Mass Index (BMI) is an indicator used to assess a person's nutritional status based on the ratio of weight to height. Stress levels are suspected to be a factor influencing nutritional status through changes in diet and lifestyle, especially among students living in dormitories. This study aims to determine the relationship between stress levels and Body Mass Index (BMI) among students in East Kalimantan dormitories in Yogyakarta. This study is a quantitative study with an observational analytical design using a cross-sectional approach. The study was conducted at the East Kalimantan Dormitory in Yogyakarta in May 2026, involving 34 students who selected using a purposive sampling technique. Stress level data was obtained using the Perceived Stress Scale (PSS-10) questionnaire, while BMI data was obtained through weight and height measurements, and BMI calculation. Data were analyzed using the Spearman Rank correlation test with a p-value <0.05. The results showed that the average stress score of respondents was 23.5, and the majority of respondents had very severe stress (85.29%). The average BMI of respondents was 21.66 kg/m², and more than half of respondents had normal nutritional status (58.82%). There was no significant relationship between stress levels and BMI among students at the East Kalimantan Dormitory in Yogyakarta (r = 0.2262 and p = 0.1982)
Efektivitas Rendam Kaki Air Hangat Kombinasi Jahe Merah Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Lansia Penderita Hipertensi Di Balai Pelayanan Sosial Tresna Werdha Abiyoso Sleman Angelina Ryan Paraswati; Witriyani; Agung Widiastuti
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1560

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang sering ditemukan pada lansia dan dapat meningkatkan risiko komplikasi kardiovaskular. Terapi nonfarmakologis berupa rendam kaki air hangat kombinasi jahe merah dapat digunakan sebagai terapi pendamping untuk membantu mengontrol tekanan darah. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas penerapan rendam kaki air hangat kombinasi jahe merah terhadap penurunan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi di Balai Pelayanan Sosial Tresna Werdha Abiyoso Sleman. Penelitian menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan one group pretest-posttest pada dua lansia penderita hipertensi. Intervensi dilakukan selama tiga hari berturut-turut dengan merendam kedua kaki dalam air hangat suhu 38–40°C yang dikombinasikan dengan 20 gram jahe merah selama 15 menit setiap hari. Tekanan darah diukur sebelum dan sesudah intervensi menggunakan tensimeter digital dan dianalisis secara deskriptif. Hasil menunjukkan penurunan tekanan darah pada kedua responden. Pada Ny. R, tekanan darah menurun dari 160/110 mmHg menjadi 138/87 mmHg, dengan penurunan sistolik 22 mmHg dan diastolik 23 mmHg. Pada Ny. K, tekanan darah menurun dari 151/73 mmHg menjadi 136/68 mmHg, dengan penurunan sistolik 15 mmHg dan diastolik 5 mmHg. Kedua responden juga menunjukkan toleransi terapi yang baik dan kondisi lebih rileks. Penerapan rendam kaki air hangat kombinasi jahe merah dapat digunakan sebagai intervensi keperawatan nonfarmakologis pendamping yang sederhana dan mudah diterapkan untuk membantu mengontrol tekanan darah pada lansia hipertensi.