cover
Contact Name
Jufri
Contact Email
jufriwabula1987@gmail.com
Phone
+6285145001684
Journal Mail Official
jufriwabula1987@gmail.com
Editorial Address
Jl. Betoambari, Nomor 36, Kota Bau-Bau, Sulawesi Tenggara 93717.
Location
Kota bau bau,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Riset Masyarakat Madani
ISSN : 30318149     EISSN : 30318130     DOI : https://doi.org/10.35326/pemadani.v8i4.
Permadani: Jurnal Pengabdian Riset Masyarakat Madani meliputi hasil-hasil pengabdian dan kgiatan masyarakat Ilmiah, artikel ulasan ilmiah yang bersifat kebaharuan, dan terkini. Permadani: Jurnal Pengabdian Riset Masyarakat Madani menerima manuskrip atau naskah artikel dalam bidang riset pengabidan yang diterapan dan hilirisasi hasil kegiatan ilmiah berbasis komunitas kedalam format pengabdian masyarakat yang mencakup bidang keilmuan yang relevan.
Articles 34 Documents
Penguatan Pendidikan Karakter Siswa melalui Program Edukasi Berbasis Sekolah di SDN 2 Buton Tarno; Juharmin Suruambo; La Ode Fajrul Islam Sabti; Muhamad Ridwan; Maudin
Permadani: Jurnal Pengabdian Riset Masyarakat Madani Vol. 3 No. 2 (2025): OKTOBER, Permadani: Jurnal Pengabdian Riset Masyarakat Madani
Publisher : Lambaga Jurnal dan Publikasi Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/permadani.v3i2.8057

Abstract

Penguatan pendidikan karakter merupakan salah satu tantangan utama dalam dunia pendidikan dasar, terutama di tengah perubahan sosial dan perkembangan budaya digital yang semakin kompleks. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat pendidikan karakter siswa melalui program edukasi berbasis sekolah di SDN 2 Buton. Pendekatan yang digunakan adalah edukatif-partisipatif dengan melibatkan guru, siswa, dan lingkungan sekolah sebagai satu kesatuan ekosistem pembelajaran. Program dilaksanakan melalui tahapan analisis kebutuhan, perancangan kegiatan, implementasi pembelajaran berbasis nilai, serta evaluasi dan refleksi bersama. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pendekatan berbasis sekolah mampu meningkatkan kesadaran dan keterlibatan siswa dalam menerapkan nilai-nilai karakter seperti disiplin, tanggung jawab, kerja sama, dan kepedulian sosial. Selain itu, terjadi peningkatan pemahaman guru terhadap pentingnya integrasi pendidikan karakter dalam proses pembelajaran dan budaya sekolah. Program ini juga mendorong terbentuknya iklim sekolah yang lebih kondusif dan partisipatif dalam mendukung pembentukan karakter siswa. Kegiatan pengabdian ini memberikan kontribusi nyata dalam penguatan pendidikan karakter yang kontekstual dan berkelanjutan. Model yang dihasilkan berpotensi direplikasi pada satuan pendidikan lain dengan karakteristik serupa, serta menjadi rujukan dalam pengembangan program pendidikan karakter berbasis sekolah di tingkat pendidikan dasar.
Pembinaan Spiritual dan Karakter Islami Siswa Sekolah Dasar melalui Pembiasaan Shalat Dhuha Berjamaah di SDN 21 Buton Basri; La Jusu; Abdul Rahim; La Ode Sahrin Djalia; Jufri
Permadani: Jurnal Pengabdian Riset Masyarakat Madani Vol. 3 No. 2 (2025): OKTOBER, Permadani: Jurnal Pengabdian Riset Masyarakat Madani
Publisher : Lambaga Jurnal dan Publikasi Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/permadani.v3i2.8060

Abstract

Pembinaan spiritual dan karakter Islami merupakan aspek fundamental dalam membentuk kepribadian siswa sekolah dasar yang beriman, berakhlak mulia, dan berdisiplin. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat karakter Islami siswa melalui pembiasaan shalat dhuha berjamaah di SDN 21 Buton. Program ini dilaksanakan dengan pendekatan edukatif dan partisipatif yang melibatkan guru, siswa, serta pihak sekolah sebagai satu kesatuan ekosistem pendidikan. Metode pelaksanaan meliputi tahap analisis kebutuhan, perancangan program pembiasaan, pelaksanaan shalat dhuha berjamaah secara rutin, serta monitoring dan evaluasi terhadap perubahan perilaku siswa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kesadaran spiritual, kedisiplinan, dan tanggung jawab siswa dalam menjalankan aktivitas pembelajaran maupun kehidupan sehari-hari. Pembiasaan shalat dhuha tidak hanya memperkuat aspek religiusitas siswa, tetapi juga membentuk sikap positif seperti ketertiban, kebersamaan, dan ketenangan emosional. Selain itu, keterlibatan aktif guru sebagai teladan berperan penting dalam menumbuhkan budaya religius yang berkelanjutan di lingkungan sekolah. Kegiatan pengabdian ini berkontribusi pada penguatan pendidikan karakter berbasis nilai-nilai Islam dan menunjukkan bahwa pembiasaan ibadah dapat menjadi strategi efektif dalam membangun karakter siswa sekolah dasar. Program ini berpotensi direplikasi pada satuan pendidikan lain dengan karakteristik serupa sebagai upaya penguatan pendidikan karakter secara berkelanjutan.
Penguatan Literasi Generasi Muda melalui Gerakan Sosial Edukatif di Desa Lasori Kecamatan Mawasangka Timur Muhammad Yusnan; Irman Matje; Acoci; Rusli; Madi; Sulasri; Abdul Kahar Syarifuddin; Risman Iye
Permadani: Jurnal Pengabdian Riset Masyarakat Madani Vol. 3 No. 2 (2025): OKTOBER, Permadani: Jurnal Pengabdian Riset Masyarakat Madani
Publisher : Lambaga Jurnal dan Publikasi Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/permadani.v3i2.8061

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat literasi generasi muda melalui pendekatan gerakan sosial edukatif di Desa Lasori, Kecamatan Mawasangka Timur. Latar belakang kegiatan ini didasarkan pada rendahnya budaya literasi dan terbatasnya ruang belajar nonformal yang mendorong partisipasi aktif generasi muda dalam pengembangan kapasitas diri dan sosial. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dengan melibatkan masyarakat, khususnya pemuda dan tokoh lokal, melalui tahapan analisis kebutuhan, perancangan program, implementasi kegiatan literasi, serta monitoring dan evaluasi. Kegiatan literasi dikembangkan dalam bentuk diskusi tematik, pembacaan reflektif, dan aktivitas kolaboratif yang kontekstual dengan kehidupan sosial masyarakat. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan kesadaran literasi, partisipasi sosial, serta terbentuknya ruang belajar berbasis komunitas yang berkelanjutan. Program ini juga berkontribusi pada penguatan modal sosial, peningkatan interaksi sosial yang positif, dan tumbuhnya kesadaran kolektif akan pentingnya literasi sebagai fondasi pembangunan masyarakat. Secara keseluruhan, pengabdian ini membuktikan bahwa pendekatan gerakan sosial edukatif efektif dalam membangun literasi yang inklusif dan berkelanjutan, serta berpotensi direplikasi pada konteks masyarakat pedesaan dengan karakteristik serupa.
Strengthening Community Legal Literacy on Land Boundaries and Land Rights in Saragi Village L.M. Ricard Zeldi Putra; Samsul; Wa Ode Novita Ayu Muthmainna; Jufri; Alimato
Permadani: Jurnal Pengabdian Riset Masyarakat Madani Vol. 3 No. 2 (2025): OKTOBER, Permadani: Jurnal Pengabdian Riset Masyarakat Madani
Publisher : Lambaga Jurnal dan Publikasi Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This community service article reports the implementation and outcomes of a program entitled “Strengthening Community Legal Literacy on Land Boundaries and Land Rights in Saragi Subdistrict.” The program was developed in response to recurring community challenges related to unclear land boundaries, weak documentation, and limited understanding of land rights and administrative procedures, which may escalate into prolonged disputes and social tension. The main objective was to improve residents’ legal literacy and practical capacity to prevent and manage land boundary issues in an orderly and peaceful manner. The program employed a participatory educational approach consisting of three phases: preparation, core implementation, and evaluation with follow-up. During the preparation phase, coordination with the subdistrict office, neighborhood leaders (RT/RW), and community figures was conducted to map common problems and tailor the content to local needs. The core implementation involved three main activities: (1) legal socialization and education on land boundaries, land rights, ownership evidence, and precautionary principles in transactions and inheritance; (2) practical boundary clarification training, including simulations of boundary marker placement, simple boundary sketch mapping, photo documentation, and drafting written boundary agreements (minutes) acknowledged by local authorities; and (3) a consultation clinic with light mediation support to guide residents in resolving boundary issues through structured deliberation before resorting to formal legal channels. Evaluation results indicated increased participant understanding of key land-law concepts, improved awareness of the importance of documentation and witnesses, and stronger readiness to apply preventive practices. The program also produced practical outputs, including document templates (boundary minutes and land-document checklists) and a recommended local contact point for ongoing guidance. Overall, the program demonstrates that integrating education, hands-on practice, and consultative support can strengthen community legal literacy, reduce dispute risks, and promote social harmony in land-related matters.

Page 4 of 4 | Total Record : 34