cover
Contact Name
Sutrisno
Contact Email
sutrisnojr@upgris.ac.id
Phone
+62248455461
Journal Mail Official
jp3@upgris.ac.id
Editorial Address
LPP Universitas PGRI Semarang Jalan Lingga II Nomor 8, Karangtempel, Kec. Semarang Timur, Kota Semarang, Jawa Tengah 50232
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JP3 (Jurnal Pendidikan dan Profesi Pendidik)
ISSN : 24773387     EISSN : 25976516     DOI : https://doi.org/10.26877
Core Subject : Education, Social,
Lingkup bidang pendidikan antara lain meliputi pendidikan di jenjang PAUD, TK, SD, SMP, SMA, sampai Perguruan Tinggi. JP3 (Jurnal Pendidikan dan Profesi Pendidik) memuat hasil penelitian, pengkajian dan pengembangan pendidikan dan profesi pendidik. Penelitian, pengkajian, dan pengembangan pendidikan dan profesi pendidik dapat dilakukan dalam lingkup pendidikan dasar sampai dengan pendidikan tinggi. Terbit dua kali setahun bulan Mei dan November, bertujuan untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang pendidikan.
Articles 31 Documents
DINAMIKA REORIENTASI KARIER MAHASISWA PENDIDIKAN ADMINISTRASI PERKANTORAN DALAM KONTEKS TRANSFORMASI DUNIA KERJA Anggita Banowati; Muhamad Nukha Murtadlo
JP3 (Jurnal Pendidikan dan Profesi Pendidik) Vol. 12 No. 1 (2026): JP3 (Jurnal Pendidikan dan Profesi Pendidik)
Publisher : Lembaga Pengembangan Profesi Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jp3.v12i1.557

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengeksplorasi dinamika reorientasi karier pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Administrasi Perkantoran Universitas Negeri Semarang angkatan 2022. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis penelitian fenomenologi, melibatkan lima partisipan yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Proses pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, serta studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan pendekatan Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Hasil analisis menunjukkan adanya tiga tema utama, yaitu: (1) reorientasi karier mahasiswa Pendidikan Administrasi Perkantoran, yang meliputi perubahan arah karier mahasiswa, pencarian kesesuaian diri dengan pilihan karier, serta pengaruh signifikan pengalaman PPL sebagai titik balik pilihan profesi; (2) pertimbangan antara minat pribadi dan realitas dunia kerja, yang ditandai oleh faktor finansial sebagai penentu keputusan, peran lingkungan sosial dan keluarga, serta dinamika ketidakpastian dan kecemasan karier pascakelulusan; dan (3) strategi adaptasi karier dan pemaknaan kerja, yang mencakup strategi adaptasi terhadap dunia kerja melalui pengembangan diri serta pemaknaan pekerjaan sebagai sarana aktualisasi diri. Dapat disimpulkan bahwa reorientasi karier mahasiswa merupakan proses dinamis yang dipengaruhi oleh interaksi antara faktor internal, faktor eksternal, dan pengalaman praktis dalam membentuk pilihan karier.
PENGARUH SARANA KERJA DAN KOMPETENSI GURU TERHADAP EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN ADMINISTRASI PERKANTORAN Julia Nafatika Sari; Agung Kuswantoro
JP3 (Jurnal Pendidikan dan Profesi Pendidik) Vol. 12 No. 1 (2026): JP3 (Jurnal Pendidikan dan Profesi Pendidik)
Publisher : Lembaga Pengembangan Profesi Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jp3.v12i1.587

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sarana kerja dan kompetensi guru terhadap efektivitas pembelajaran Administrasi Perkantoran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XII, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling sehingga diperoleh sampel sebanyak 52 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan skala Likert. Uji instrumen yang digunakan meliputi uji validitas dan uji reliabilitas. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda dengan bantuan program IBM SPSS Statistics, yang meliputi uji asumsi klasik, uji t, uji F, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) sarana kerja berpengaruh signifikan terhadap efektivitas pembelajaran dengan nilai signifikansi sebesar 0,021 < 0,05; (2) kompetensi guru berpengaruh signifikan terhadap efektivitas pembelajaran dengan nilai signifikansi sebesar 0,005 < 0,05; dan (3) sarana kerja dan kompetensi guru secara simultan berpengaruh signifikan terhadap efektivitas pembelajaran dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,631 menunjukkan bahwa sarana kerja dan kompetensi guru memberikan kontribusi sebesar 63,1% terhadap efektivitas pembelajaran, sedangkan sisanya sebesar 36,9% dipengaruhi oleh variabel lain di luar penelitian. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa sarana kerja dan kompetensi guru berperan penting dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran Administrasi Perkantoran.
PROFIL BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS VIII DITINJAU DARI KEMAMPUAN MATEMATIS Shelly Carolina; Siti Dian Anugrah; Sugiharto Sugiharto
JP3 (Jurnal Pendidikan dan Profesi Pendidik) Vol. 12 No. 1 (2026): JP3 (Jurnal Pendidikan dan Profesi Pendidik)
Publisher : Lembaga Pengembangan Profesi Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jp3.v12i1.595

Abstract

Kemampuan matematis dan berpikir kritis merupakan aspek utama dalam pembelajaran, terutama dalam pembelajaran matematika.  Profil berpikir kritis siswa kelas VIII di SMP Negeri 2 Palangka Raya, ditinjau dari kemampuan matematis siswa, menjadi fokus penelitian ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek dalam penelitian ini terdiri dari 3 subjek, yaitu subjek KMT, subjek KMS, dan subjek KMR. Ditemukan bahwa 1) subjek KMT memenuhi semua indikator berpikir kritis; 2) subjek KMS memenuhi indikator berpikir kritis : interpretasi, analisis, evaluasi, dan inferensi; umumnya, subjek KMS belum optimal pada aspek evaluasi dan perlu penguatan pada aspek regulasi diri; dan 3) subjek KMR hanya memenuhi indikator berpikir kritis: interpretasi. 
HUBUNGAN ANTARA SELF-EFFICACY DENGAN ACADEMIC BURNOUT SISWA SMP Fibrina Maulida Eka Sari; Dini Rakhmawati; Desi Maulia
JP3 (Jurnal Pendidikan dan Profesi Pendidik) Vol. 12 No. 1 (2026): JP3 (Jurnal Pendidikan dan Profesi Pendidik)
Publisher : Lembaga Pengembangan Profesi Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jp3.v12i1.614

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya gejala academic burnout pada peserta didik, seperti kelelahan belajar, sikap sinis, dan penurunan motivasi. Burnout diduga berkaitan dengan rendahnya self-efficacy, yaitu keyakinan peserta didik terhadap kemampuan dirinya dalam menghadapi tuntutan akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self-efficacy dan academic burnout pada peserta didik kelas VIII SMP Negeri 29 Semarang pada tahun ajaran 2024/2025. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional ex post facto. Sampel penelitian berjumlah 156 peserta didik yang dipilih menggunakan rumus Slovin. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala self-efficacy dan skala academic burnout, kemudian dianalisis menggunakan korelasi Product Moment Pearson. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara self-efficacy dan academic burnout, yang berarti semakin tinggi self-efficacy, semakin rendah burnout peserta didik. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan self-efficacy dalam layanan bimbingan dan konseling untuk mencegah burnout akademik.
HUBUNGAN EFIKASI DIRI DENGAN KEMATANGAN EMOSI SISWA SMA Pipit Nur Khoiriyah; Arri Handayani; Agus Setiawan
JP3 (Jurnal Pendidikan dan Profesi Pendidik) Vol. 12 No. 1 (2026): JP3 (Jurnal Pendidikan dan Profesi Pendidik)
Publisher : Lembaga Pengembangan Profesi Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jp3.v12i1.635

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara efikasi diri dan kematangan emosi siswa SMA. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis korelasional. Sampel penelitian dipilih menggunakan teknik cluster random sampling. Dari 167 siswa yang terpilih, data lengkap yang dianalisis berjumlah 117 siswa. Data dikumpulkan menggunakan skala efikasi diri dan skala kematangan emosi. Skala efikasi diri terdiri atas 19 item valid dengan reliabilitas 0,832, sedangkan skala kematangan emosi terdiri atas 28 item valid dengan reliabilitas 0,907. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif, uji prasyarat, dan uji korelasi Pearson product-moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara efikasi diri dan kematangan emosi dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,577 dan signifikansi 0,000. Hubungan tersebut berada dalam kategori sedang. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi efikasi diri siswa, semakin tinggi pula kematangan emosinya. Hasil penelitian ini dapat menjadi dasar bagi guru bimbingan dan konseling dalam mengembangkan layanan pribadi-sosial yang berfokus pada penguatan keyakinan diri dan pengelolaan emosi siswa.
HUBUNGAN ANTARA MINAT MEMBACA CERITA ANAK DENGAN KEMAMPUAN MENULIS CERITA PENDEK PADA SISWA KELAS V SDN SIDOMULYO 2 DEMAK Dina Munawaroh; Lina Putriyanti; Asep Ardiyanto
JP3 (Jurnal Pendidikan dan Profesi Pendidik) Vol. 12 No. 1 (2026): JP3 (Jurnal Pendidikan dan Profesi Pendidik)
Publisher : Lembaga Pengembangan Profesi Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jp3.v12i1.641

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh peran penting minat membaca dalam mendukung kemampuan menulis cerita pendek pada siswa sekolah dasar. Minat membaca yang rendah dapat menghambat siswa dalam menembus ide, menyusun alur cerita, serta menggunakan bahasa secara tepat dan efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara minat membaca cerita anak dan kemampuan menulis cerita pendek pada siswa kelas V SDN Sidomulyo 2 Demak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Seluruh siswa kelas V yang berjumlah 35 orang dijadikan sebagai subjek penelitian. Pengumpulan data dilakukan melalui angket untuk mengukur minat membaca dan tes menulis untuk menilai kemampuan menulis cerita pendek. Analisis data meliputi uji normalitas, uji linearitas, dan uji korelasi Pearson Product-Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat membaca siswa berada pada kategori tinggi dengan rata-rata 77,43, sedangkan kemampuan menulis cerita pendek berada pada kategori baik dengan rata-rata 80,23. Hasil uji korelasi menunjukkan adanya hubungan yang sangat kuat, positif, dan signifikan antara kedua variabel dengan koefisien korelasi sebesar 0,994 dan nilai signifikansi 0,000 (<0,05). Dengan demikian, semakin tinggi minat membaca cerita anak, semakin baik pula kemampuan menulis cerita pendek siswa. Oleh karena itu, kegiatan literasi yang dilakukan secara berkelanjutan di sekolah sangat diperlukan untuk meningkatkan minat membaca sekaligus mengembangkan keterampilan menulis siswa.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA MELALUI PENDEKATAN DEEP LEARNING DI KELAS IV SD NEGERI SAMPANG 1 DEMAK Luki Bahari; Ryky Mandar Sary; Kartinah Kartinah; Filia Prima Artharina; Maskanatul Fiqiyah; Fajar Cahyadi
JP3 (Jurnal Pendidikan dan Profesi Pendidik) Vol. 12 No. 1 (2026): JP3 (Jurnal Pendidikan dan Profesi Pendidik)
Publisher : Lembaga Pengembangan Profesi Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jp3.v12i1.642

Abstract

Pembelajaran matematika di sekolah dasar sering kali berfokus pada prosedur rutin dan pencapaian jawaban yang benar, sehingga memberikan ruang yang terbatas bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan penalaran dan berpikir reflektif. Akibatnya, banyak siswa memiliki pemahaman konseptual yang kurang mendalam dan partisipasi yang rendah dalam membangun makna pembelajaran. Penelitian ini mengkaji penerapan pendekatan deep learning dalam pembelajaran matematika kelas IV di SD Negeri Sampang 1. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan guru dan siswa, serta analisis dokumentasi. Analisis data dilakukan secara tematik melalui tahap reduksi data, pengodean, kategorisasi, dan interpretasi tema. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik deep learning mampu mengubah interaksi pembelajaran di kelas melalui tiga tahap yang saling berkaitan, yaitu penyesuaian, keterlibatan dialogis dan internalisasi reflektif. Praktik tersebut mendorong kesadaran metakognitif dan memperkuat hubungan yang bermakna antara konsep matematika dan pengalaman sehari-hari siswa. Serta menciptakan suasana emosional yang mendukung proses belajar. Meski terdapat kendala berupa keterbatasan waktu dan perbedaan kemampuan siswa, guru menerapkan strategi adaptif seperti aktivitas berdiferensiasi dan kerja kelompok homogen untuk mempertahankan pembelajaran yang kontekstual dan reflektif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan deep learning dapat diterapkan dalam pembelajaran matematika kelas IV untuk menciptakan pembelajaran yang lebih aktif, reflektif dan bermakna.
EFEKTIVITAS MODEL COMPLEX INSTRUCTION BERBANTUAN MEDIA ZEP QUIZ DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA MPLB Marsya Azzurri Irawan; Arif Wahyu Wirawan
JP3 (Jurnal Pendidikan dan Profesi Pendidik) Vol. 12 No. 1 (2026): JP3 (Jurnal Pendidikan dan Profesi Pendidik)
Publisher : Lembaga Pengembangan Profesi Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jp3.v12i1.646

Abstract

Penelitian ini didasarkan pada rendahnya tingkat pemahaman konsep siswa pada mata pelajaran Dasar Program MPLB akibat penerapan pembelajaran konvensional yang berpusat pada guru serta kurangnya pemanfaatan media interaktif dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pendekatan deep learning melalui model Complex Instruction dengan media ZEP Quiz terhadap pemahaman konsep siswa. Metode yang digunakan yaitu pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-experimental tipe non-equivalent control group design. Sampel penelitian terdiri atas siswa kelas X MPLB 1 dan X MPLB 2 di SMK Negeri 2 Semarang. Pengumpulan data dilakukan melalui tes pre-test dan post-test, lalu dianalisis menggunakan uji Wilcoxon, uji Mann-Whitney U, dan N-Gain dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan nilai N-Gain pada kelas eksperimen mencapai 73% dengan kategori cukup efektif. Selain itu, hasil uji Independent Sample T-Test memperoleh nilai signifikansi 0,000 < 0,05 yang menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara kedua kelas. Model Complex Instruction berbantuan media ZEP Quiz ini efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep siswa.
PENGEMBANGAN MEDIA STORY CARD BERBASIS CERITA RAKYAT UNTUK MENDUKUNG PENGUATAN SIKAP SOSIAL PESERTA DIDIK KELAS VII MTS RIYADLUS SHOLIHIN AL-ISLAMY GUNUNGPATI SEMARANG Wiqoyatulum Ummah; Khoirul Anwar
JP3 (Jurnal Pendidikan dan Profesi Pendidik) Vol. 12 No. 1 (2026): JP3 (Jurnal Pendidikan dan Profesi Pendidik)
Publisher : Lembaga Pengembangan Profesi Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jp3.v12i1.654

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji pengembangan media Story Card berbasis cerita rakyat dengan model Cooperative Learning dalam mendukung penguatan sikap sosial peserta didik melalui tahap uji validasi oleh ahli media, ahli materi, dan ahli praktisi. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ASSURE dari Smaldino & Lowther yang terdiri dari 6 tahapan: (1) menganalisis karakteristik peserta didik, (2) menetapkan standar pembelajaran, (3) memilih media, metode, dan materi, (4) menggunakan media, metode, dan materi, (5) melibatkan peserta didik dalam pembelajaran, (6) evaluasi dan revisi. Hasil observasi awal menunjukkan perlunya pengembangan media Story Card  berbasis cerita rakyat pada materi sejarah lokal untuk mendukung penguatan sikap sosial dalam pembelajaran IPS secara optimal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media Story Card berbasis cerita rakyat memperoleh kategori “Sangat Valid” berdasarkan hasil validasi ahli media sebesar 85%, ahli materi sebesar 86,88%, dan ahli praktisi sebesar 87,5%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa media Story Card memenuhi aspek tampilan visual, penyajian media, keterbacaan, dan kesesuaian materi sehingga layak digunakan dalam pembelajaran IPS. Dengan demikian, media Story Card  berbasis cerita rakyat layak digunakan sebagai media pembelajaran untuk mendukung penguatan sikap sosial peserta didik kelas VII MTs Riyadlus Sholihin Al-Islamy Gunungpati Semarang.
PENGEMBANGAN MEDIA INTERAKTIF BERBASIS ARTICULATE STORYLINE SEBAGAI DIGITAL SCAFFOLDING UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR IPS SISWA DI SMP NEGERI 6 SEMARANG Annahdhiyah Saputri; Khoirul Anwar
JP3 (Jurnal Pendidikan dan Profesi Pendidik) Vol. 12 No. 1 (2026): JP3 (Jurnal Pendidikan dan Profesi Pendidik)
Publisher : Lembaga Pengembangan Profesi Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jp3.v12i1.655

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan dan mengetahui tingkat validasi media interaktif berbasis Articulate Storyline yang telah dikembangkan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Research and Development (R&D) dengan model ASSURE.  Model ASSURE terdiri atas 6 tahapan, namun dalam penelitian ini dibatasi hingga tahap validasi ahli. Untuk mengukur tingkat kevalidan produk digunakan lembar angket validasi ahli yang terdiri dari 2 orang ahli materi, ahli media, dan ahli praktisi. Hasil keseluruhan penelitian memperoleh nilai 89,38% dengan kategori sangat valid. Temuan ini mengindikasikan bahwa media interaktif berbasis Articulate Storyline telah memenuhi standar kelayakan baik dari aspek substansi materi maupun aspek teknis penyajian. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa produk yang dihasilkan layak digunakan sebagai media pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) bagi siswa kelas VII SMP. Keberadaan media ini diharapkan mampu meningkatkan  minat belajar siswa melalui penyajian materi yang lebih interaktif, menarik, dan sesuai dengan karakteristik peserta didik.

Page 2 of 4 | Total Record : 31