cover
Contact Name
M. Ihsan Ramadhani
Contact Email
batuahjurnal@gmail.com
Phone
+6285348933335
Journal Mail Official
batuahjurnal@gmail.com
Editorial Address
Jl. HKSN Komp. Kebun Kelapa RT. 8 No. 12, Kelurahan Kuin Utara Kecamatan Banjarmasin Utara Kota Banjarmasin Provinsi Kalimantan Selatan Kode Pos 70127
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Cangkal : Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
ISSN : -     EISSN : 31237088     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Cangkal : Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora (e-ISSN: 3123-7088) merupakan jurnal ilmiah yang mempublikasikan hasil penelitian, kajian teoritis, dan pemikiran kritis dalam bidang ilmu sosial dan humaniora. Nama “Cangkal” berasal dari bahasa Banjar yang bermakna rajin, kuat, dan kokoh, yang mencerminkan semangat ketekunan dan keteguhan intelektual dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Jurnal ini mencakup berbagai disiplin keilmuan, antara lain pendidikan, sosiologi, ekonomi, manajemen, akuntansi, administrasi publik dan bisnis, ilmu politik dan hubungan internasional, antropologi, ilmu komunikasi, psikologi sosial dan pendidikan, hukum dan kebijakan publik, sejarah, filsafat, kajian budaya, pembangunan sosial ekonomi, kewirausahaan, studi digital dan media, serta kajian masyarakat dan kearifan lokal, serta bidang lain yang relevan dalam rumpun ilmu sosial dan humaniora. Setiap naskah yang diterima diseleksi melalui proses penelaahan sejawat (peer-review) untuk menjamin mutu akademik dan kontribusi keilmuan. Jurnal ini terbit dua kali setahun (Mei–Oktober dan November–April), bersifat akses terbuka (open access), dan dikelola oleh Yayasan Pendidikan Literasi Borneo (Nomor AHU-0031523.AH.01.04.Tahun 2025).
Articles 108 Documents
MAHUMBAL WARISAN KULINER TRADISIONAL SUKU DAYAK MERATUS LOKSADO BERBASIS KEAFIFAN LOKAL DAN PEMANFAATAN SUMBER DAYA ALAM KABUPATEN HULU SUNGAI SELATAN Muhammad Ferry Fauzan; Dewi Rukmini Sulistiawati; Rahmani
Cangkal : Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora Vol. 2 No. 1 (2026): Mei - Oktober 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Literasi Borneo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mahumbal merupakan salah satu kuliner tradisional masyarakat Dayak Meratus di Kecamatan Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan. Keunikan Mahumbal terletak pada penggunaan ruas bambu sebagai media memasak yang dipadukan dengan bahan pangan, daun, dan rempah yang tersedia di lingkungan sekitar. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan Mahumbal sebagai kuliner tradisional sekaligus mengkaji nilai budaya, sosial, ekologis, dan potensinya sebagai bagian dari upaya pelestarian warisan budaya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan perspektif antropologi budaya dan etnografi melalui studi pustaka terhadap buku, jurnal ilmiah, dokumen pemerintah, serta artikel yang berkaitan dengan Dayak Meratus dan kuliner tradisional. Hasil kajian menunjukkan bahwa Mahumbal tidak hanya berfungsi sebagai pemenuhan kebutuhan pangan, tetapi juga merepresentasikan pengetahuan lokal mengenai pemilihan bahan, pemanfaatan bambu, penggunaan daun dan rempah, serta teknik pengolahan dengan panas api. Praktik tersebut memperlihatkan hubungan erat antara manusia, pangan, dan lingkungan Pegunungan Meratus. Mahumbal juga memiliki nilai kebersamaan, gotong royong, penghormatan terhadap alam, serta pewarisan pengetahuan antargenerasi. Dalam perkembangannya, Mahumbal mengalami adaptasi dan mulai diperkenalkan melalui kegiatan festival budaya. Oleh karena itu, pelestarian Mahumbal perlu dilakukan melalui dokumentasi, pendidikan budaya, penguatan peran masyarakat, dan pengembangan wisata gastronomi yang tetap menghargai pengetahuan lokal.
PERAN BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM MENINGKATKAN LITERASI DIGITAL SISWA Aulia Elma Rabbika
Cangkal : Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora Vol. 2 No. 1 (2026): Mei - Oktober 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Literasi Borneo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Bimbingan dan Konseling dalam meningkatkan literasi digital siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one-group pretest-posttest. Subjek penelitian berjumlah 30 siswa. Data dikumpulkan melalui angket literasi digital sebelum dan sesudah pemberian layanan Bimbingan dan Konseling. Layanan diberikan melalui bimbingan klasikal dan bimbingan kelompok dengan materi mengenai penggunaan teknologi secara produktif, evaluasi informasi, etika digital, cyberbullying, serta keamanan dan privasi digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor literasi digital siswa meningkat dari 62,47 pada pretest menjadi 80,13 pada posttest. Hasil uji paired sample t-test menunjukkan nilai signifikansi 0,000 < 0,05, sehingga terdapat peningkatan literasi digital yang signifikan setelah diberikan layanan Bimbingan dan Konseling. Dengan demikian, layanan Bimbingan dan Konseling dapat menjadi salah satu upaya dalam meningkatkan kemampuan siswa menggunakan teknologi secara kritis, aman, etis, dan bertanggung jawab.
PENERAPAN METODE KERJA KELOMPOK PADA MATA PELAJARAN PENDIDIDIKAN AGAMA HINDU DAN BUDI PEKERTI DALAM MEMBENTUK KARAKTER DISIPLIN SISWA DI KELAS V SEKOLAH DASAR NO 5 PELAGA Ni Luh Wayan Kurniawati; I Nyoman Subagia; Ida Ayu Gde Wulandari
Cangkal : Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora Vol. 2 No. 1 (2026): Mei - Oktober 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Literasi Borneo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan metode kerja kelompok pada mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti dalam membentuk karakter disiplin siswa kelas V SD No. 5 Pelaga. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan melibatkan guru Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti serta siswa kelas V sebagai sumber informasi. Analisis data dilakukan secara induktif melalui proses pengumpulan, reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diperiksa melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil peneliti\an menunjukkan bahwa penerapan metode kerja kelompok memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan karakter disiplin melalui pembagian tugas, pengelolaan waktu, kepatuhan terhadap aturan, tanggung jawab, dan penyelesaian tugas secara bersama. Kegiatan kelompok juga mendorong siswa lebih aktif berinteraksi, bekerja sama, dan bertanggung jawab terhadap keberhasilan kelompok. Dalam perspektif Pendidikan Agama Hindu, pembentukan karakter tersebut memiliki keterkaitan dengan nilai Tri Kaya Parisudha dan Tat Twam Asi. Dengan demikian, metode kerja kelompok dapat menjadi strategi pembelajaran yang mendukung pembentukan karakter disiplin siswa.
PROBLEMATIKA PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA PELAKU DENGAN DISABILITAS MENTAL DALAM PERSPEKTIF PASAL 39 UNDANG-UNDANG NOMOR 1 TAHUN 2023 TENTANG KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM PIDANA Sri Herlina; Lutfi Yusup Rahmathoni; Ahmad Rizqi
Cangkal : Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora Vol. 2 No. 1 (2026): Mei - Oktober 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Literasi Borneo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Nasional melalui Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 memperkenalkan paradigma baru mengenai pertanggungjawaban pidana penyandang disabilitas mental melalui Pasal 38 dan Pasal 39. Pasal 39 menegaskan bahwa pelaku yang mengalami disabilitas mental dalam keadaan kekambuhan akut disertai gambaran psikotik dan/atau disabilitas intelektual derajat sedang atau berat tidak dapat dijatuhi pidana, melainkan hanya dikenai tindakan. Meskipun memberikan perlindungan terhadap hak penyandang disabilitas, ketentuan ini masih menimbulkan persoalan normatif yang berpotensi menciptakan ketidakpastian hukum. Penelitian hukum normatif ini menggunakan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan kasus dengan analisis kualitatif-preskriptif. Hasil penelitian menunjukkan adanya kekaburan norma pada frasa "kekambuhan akut", "gambaran psikotik", dan "derajat sedang atau berat" yang belum memiliki parameter hukum yang jelas, sehingga penilaiannya bergantung pada keterangan ahli tanpa standar pembuktian yang seragam. Selain itu, hubungan Pasal 38 dan Pasal 39 berpotensi menimbulkan tumpang tindih norma dan disparitas putusan hakim. Oleh karena itu, diperlukan peraturan pelaksana yang mengatur pedoman teknis dan indikator diagnostik yang terstandarisasi guna menjamin kepastian hukum serta perlindungan hukum bagi penyandang disabilitas mental.
EVALUASI KETERBUKAAN INFORMASI PUBLIK BADAN PUBLIK DI KALIMANTAN SELATAN TAHUN 2025 Decky Lihu
Cangkal : Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora Vol. 2 No. 1 (2026): Mei - Oktober 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Literasi Borneo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat keterbukaan informasi publik pada badan publik di Provinsi Kalimantan Selatan tahun 2025. Penelitian mencakup tiga kategori badan publik, yaitu pemerintah kabupaten/kota, organisasi perangkat daerah Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, serta instansi vertikal yang berkedudukan di Kalimantan Selatan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan memanfaatkan data hasil Monitoring dan Evaluasi keterbukaan informasi publik tahun 2025 melalui instrumen Self Assessment Questionnaire. Indikator penilaian meliputi informasi wajib berkala, informasi yang tersedia setiap saat, pengembangan website, informasi pengadaan barang dan jasa, serta aspek kelembagaan. Hasil penelitian menunjukkan adanya variasi tingkat keterbukaan informasi publik antar kategori badan publik. Pemerintah kabupaten/kota sebagian besar berada pada kualifikasi Menuju Informatif dan Informatif, sementara organisasi perangkat daerah Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menunjukkan sebaran kualifikasi yang lebih beragam dengan dominasi kategori Kurang Informatif. Sebaliknya, instansi vertikal relatif menunjukkan kinerja yang lebih baik dengan mayoritas berada pada kualifikasi Informatif. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan tata kelola informasi publik dan komunikasi kelembagaan sebagai upaya strategis untuk meningkatkan keterbukaan informasi publik di tingkat daerah serta memperkaya kajian komunikasi pemerintahan berbasis evaluasi kebijakan informasi publik.
STRATEGI KOMUNIKASI ORGANISASI KOMISI INFORMASI PROVINSI KALIMANTAN SELATAN DALAM MEWUJUDKAN KETERBUKAAN INFORMASI PUBLIK Decky Lihu
Cangkal : Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora Vol. 2 No. 1 (2026): Mei - Oktober 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Literasi Borneo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterbukaan informasi publik merupakan prasyarat penting bagi terwujudnya tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel. Namun, efektivitas keterbukaan informasi tidak hanya ditentukan oleh regulasi, melainkan juga oleh kualitas layanan informasi publik yang diselenggarakan oleh lembaga publik. Penelitian ini menganalisis strategi komunikasi internal dan eksternal Komisi Informasi Provinsi Kalimantan Selatan serta implikasinya terhadap persepsi publik mengenai keterbukaan informasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi praktik komunikasi organisasi, analisis dokumen dan media digital, serta survei persepsi publik. Analisis data dilakukan menggunakan analisis tematik dengan teknik triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi internal Komisi Informasi Provinsi Kalimantan Selatan telah berfungsi secara operasional, namun belum didukung oleh standar operasional prosedur dan sistem dokumentasi yang terstruktur. Sementara itu, komunikasi eksternal telah memanfaatkan media digital dan kegiatan sosialisasi, tetapi masih cenderung bersifat satu arah sehingga partisipasi publik belum optimal. Temuan ini menegaskan bahwa efektivitas keterbukaan informasi publik dalam praktik governance kelembagaan dipengaruhi oleh kualitas layanan informasi publik yang dialogis, terstruktur, dan responsif.
KESENJANGAN KETERBUKAAN INFORMASI PADA OPD PEMERINTAH PROVINSI: ANALISIS MIXED METHODS BERBASIS MONEV 2025 Decky Lihu
Cangkal : Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora Vol. 2 No. 1 (2026): Mei - Oktober 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Literasi Borneo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis kesenjangan keterbukaan informasi publik pada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Provinsi serta menjelaskan faktor komunikasi organisasi yang memengaruhi capaian tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain explanatory sequential, yang mengintegrasikan data kuantitatif hasil Monitoring dan Evaluasi Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2025 dengan temuan kualitatif mengenai praktik komunikasi organisasi pada OPD. Data kuantitatif dianalisis secara deskriptif dan komparatif berdasarkan indikator penyediaan informasi berkala, penyediaan informasi setiap saat, dan pengelolaan website badan publik. Data kualitatif diperoleh melalui wawancara mendalam dengan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) serta pengelola website atau informasi pada OPD, kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelemahan utama keterbukaan informasi pada OPD terdapat pada pengelolaan website dan penyediaan informasi setiap saat. Temuan kualitatif menunjukkan bahwa ketidakkonsistenan penerapan standar operasional prosedur, beban kerja dan keterbatasan kapasitas PPID, minimnya dukungan pimpinan, serta budaya organisasi yang masih berorientasi administratif menjadi faktor yang memengaruhi kondisi tersebut. Integrasi kedua jenis temuan menegaskan bahwa peningkatan keterbukaan informasi publik tidak cukup dilakukan melalui regulasi, tetapi memerlukan penguatan komunikasi organisasi, kepemimpinan, kapasitas pengelola informasi, dan budaya transparansi.
KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENGIMPLEMENTASIKAN KOMUNITAS BELAJAR DI SMAN 1 KINTAP TANAH LAUT Achmad Fauzi; Saidah Tunnoor; Risma Nadia
Cangkal : Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora Vol. 2 No. 1 (2026): Mei - Oktober 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Literasi Borneo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Mengimplementasikan Disiplin Positif pada SMA Negeri 1 Kintap Tanah Laut, adapun langkah langkah yang dilakukan oleh kepala sekolah adalah: (Pertama) Menjadi Teladan, dan menerapkan Pendidikan Karakter. Kepala sekolah menunjukkan sikap yang konsisten, adil, dan empatik dalam setiap interaksi di sekolah. (Kedua) Menerapkan Restitusi bagi semua siswa, kepala sekolah menerapkan Pendekatan Restitusi, yaitu pendekatan dalam penegakan disiplin yang bertujuan untuk mengembalikan keadaan ke arah yang benar melalui kesadaran dan tanggung jawab pribadi siswa, bukan melalui hukuman. (Ketiga), Menggerakkan seluruh Komunitas sekolah, Kepala sekolah menjalin komunikasi yang baik dengan orang tua untuk mendukung disiplin positif. di sekolah. (Keempat). Membentuk iklim budaya yang kondusif, dan meningkatkan Lingkungan Sekolah yang Aman dan Nyaman. (Kelima), Kepala sekolah menerapkan aturan yang jelas dan adil. Aturan sekolah atau tata tertib akan terasa sulit jika orang dan lingkungan yang ada disekitarnya tidak memberikan dukungan, Keenam) Kepala sekolah melaksanakan refleksi dan evaluasi secara berkala untuk mengetahui progres dalam pelaksanaan kegitan disiplin positif.

Page 11 of 11 | Total Record : 108