cover
Contact Name
LPPM UWGM Samarinda
Contact Email
lppm@uwgm.ac.id
Phone
+6282189998560
Journal Mail Official
abdimasmahakam@uwgm.ac.id
Editorial Address
Jl. Wahid Hasyim No.28, Sempaja Sel., Kec. Samarinda Utara, Kota Samarinda, Kalimantan Timur 75243
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Jurnal Abdimas Mahakam
ISSN : -     EISSN : 25495755     DOI : https://doi.org/10.24903/jam.v10i01.3671
Core Subject : Education,
Universitas Widya Gama Mahakam publishes the journal Abdimas Mahakam twice a year, in January and July. The online version of the journal carries the ISSN 2549-5755 . Researchers from around the world who are interested in all aspects of community participation are represented here. English and Bahasa Indonesia versions of the article are both available
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 306 Documents
Pelatihan dan Pemanfaatan Sosial Media sebagai Sarana Penunjang Pemasaran Produk UMKM Warga Desa Dandang, Kecamatan Cisauk, Kabupaten Tangerang Banten Tita Puspitasari; Rusyda Maulida; Asep Erlan Maulana
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 7 No. 01 (2023): Abdimas Mahakam
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jam.v7i01.1676

Abstract

Perkembangan internet telah membawa dampak perubahan yang sangat signifikan disegala segi kehidupan. Internet dapat membantu aktivitas manusia menjadi lebih mudah, efektif dan efisien baik dari segi waktu dan hal lainnya. Salah satu produk aplikasi internet adalah sosial media. Sosial media sudah menjadi kebutuhan dalam penunjang aktivitas manusia saat ini, tidak hanya sebagai gaya hidup, sektor pendidian dan bahkan dunia usaha sudah sangat akrab dan hampir semua bidang usaha menggunakan bantuan sosial media dalam mengembangkan dan memasarkan produknya sehingga dapat dinikmati oleh khalayak ramai tak terbatas. Banyak jenis sosial media yang digunakan sesuai kebutuhan dari masing-masing pelaku usaha baik itu makro ataupun mikro, karena saat ini dengan adanya sosial media orang lebih mudah berbelanja dimana saja kapan saja tanpa terhalang oleh jarak. Hal ini yang sangat mendasari kami Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) tergerak untuk menjadikan masyarakat para pelaku ekonomi kreatif seperti warga Desa Dandang yang sebagian besar adalah penggrajin tusuk sate dapat merasakan manfaat dari sosial media terutama dalam pengembangan usaha dan pemasaran produknya agar dapat dikenal oleh masyarakat luas sehingga bisa meningkatkan penghasilan dan kesejahteraan warga. Harapan kami setelah adanya kegiatan PkM ini yaitu “Pelatihan dan Pemanfaatan Sosial Media sebagai Sarana Penunjang Pemasaran Produk UMKM”, warga desa dapat menerapkan pengetahuannya dalam aktivitas sehari-hari. Baik dalam mencari sumber informasi tentang kualitas produk lain yang serupa sehingga dapat meningkatkan kualitas produksinya. Dan juga warga desa dapat menggunakan sosial media dengan maksimal agar dapat menunjang pemasaran produk lebih maksimal karena mudah diakses oleh khalayak ramai. Sehingga semakin banyak yang menggunakan produk UMKM warga Desa Dandang akan berpengaruh pada peningkatan kesejahteraan warga.
Peningkatan Kapasitas Usaha Cappi Cicipi produk Elat Sapi sebagai makanan khas daerah Kalimantan Timur Adisthy Shabrina Nurqamarani; Ari Juliana; Nurlaeli Nurlaeli; Agus Prasetyo; Yeni Santi
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 7 No. 01 (2023): Abdimas Mahakam
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jam.v7i01.1846

Abstract

UMKM berperan penting untuk pemulihan ekonomi mengingat besarnya kontribusinya terhadap sektor tenaga kerja. Mitra abdimas kami merupakan UMKM dari Samarinda, Kalimantan Timur dengan merek usaha Cappi Cicipi. Cappi Cicipi merupakan salah satu UMKM yang bergerak dibidang kuliner yang sudah berdiri sejak tahun 2020 dan mulai aktif di pertengahan 2021.Produk usaha Cappi Cicipi adalah Kue Elat Sapi dan Martabak Surban. Kue elat sapi adalah jajanan kue khas Samarinda. Produk Cappi Cicipi yang pertama kali menginovasi kue tersebut agar banyak peminat pelanggan dari daerah samarinda, wisatawan atau dari luar daerah untuk membeli dan mencicipi produk Cappi Cicipi dengan berinovasi melalui penawaran elat sapi dengan varian rasa yang berbeda. Produk tersebut juga bisa dijadikan oleh-oleh bagi pendatang atau wisatawan yang berkunjung di Kota Samarinda. Bagaimanapun, keterbatasan terkait pengelolaan bisnis terutama pemasaran perizinan usaha seringkali menghambat kemajuan UMKM untuk berinovasi. Permasalahan yang dihadapi oleh mitra diantaranya keterbatasan pemahaman tentang strategi digital marketing serta terkait prosedur perizinan sertifikat halal. Tujuan program ini adalah untuk mengembangkan kapasitas usaha mitra agar dapat mengembangkan bisnisnya, melalui pelatihan manajemen pemasaran dengan focus pada segmenting, positioning, dan targeting (STP) strategi dan digital marketing serta pelatihan seputar perizinan usaha. Program pengabdian masyarakat ini diharapkan mampu memfasilitasi perkembangan usaha mitra untuk kemudian mampu memberikan multiplier effect bagi usaha sejenis dan usaha lain yang terkait (bermitra) dengannya dan diharapkan program pengabdian masyarakat ini turut berkontribusi terhadap peningkatan produk local penunjang pariwisata Kaltim.
Upaya Peningkatan Asi Ekslusif dengan Relaktasi melalui Media Booklet di Kelurahan Dasan Cermen Kecamatan Sandubaya Intan Gumilang; Syajaratuddur Faiqah; Fitra Arsy Nur Cory'ah
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 7 No. 01 (2023): Abdimas Mahakam
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jam.v7i01.1856

Abstract

Di Indonesia cakupan ASI eksklusif pada tahun 2021 adalah 69,7%, berdasarkan data dinas kesehatan Provinsi NTB menyampaikan bahwa cakupan pemberian ASI Eksklusif pada bayi di Provinsi NTB tahun 2021 sebesar 85,4 %. Jika dibandingkan tahun 2020, capaian ASI Eksklusif tahun ini hampir sama dengan tahun sebelumnya yaitu sebesar 85,4 %. Rentang persentase capaian ASI Eksklusif antar kabupaten/kota cukup lebar. Capaian cakupan terendah terdapat di Kota Mataram sebesar 51,5 %. Angka tersebut belum memenuhi target cakupan ASI eksklusif yaitu sebesar 80%. Angka tersebut belum memenuhi target cakupan ASI eksklusif yaitu sebesar 80%. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu yang tidak memberikan ASI Eksklusif. Adanya perubahan pengetahuan dan sikap maka diharapkan mampu merubah perilaku ibu untuk relaktasi kembali, jangka panjang memberikan media edukasi booklet ini mampu meningkatkan cakupan ASI eksklusif di wilayah kerja Kota Mataram.Pengadian Kepada masyarakat ini dilakukan dengan tahap yaitu pre test kemudian memberikan edukasi berupa booklet kepada responden selanjutnya dilakukan post test untuk mengukur pengetahuan dan sikap responden. Sebagai tindak lanjut dari pegabiadn kepada masyarakt ini diharapkan dapat dilakukan intervensi sesuai dengan modul booklet yang sudah disusun maupun diseminasi hasil dari pengembangan program kepada masyarakat maupun pemegang kebijakan.
Pelatihan Pembuatan Studio Mini dan Teknik Digital Foto Produk Kampung Akrilik Berbasis Android Sri Restu Ningsih Sri; Ade Irma Suryani; Rahmadini Darwas; Rahimullaily; M. Tasnim
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 7 No. 01 (2023): Abdimas Mahakam
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jam.v7i01.1868

Abstract

The problem that occurred in Acrylic Village was the craftsman's lack of knowledge about how to make a mini studio and tricks for making product photos using digital techniques. The aim of this PKM is to hold training on making mini studios and making product photos using digital techniques in Android applications. The activity implementation method includes four stages, namely: program planning, implementation, observation and evaluation. Evaluation of this activity is carried out after the activity takes place. Based on the results of the questionnaire filled out by the respondents, it was found that 87% of the members of the craftsmen did not know about mini studios and techniques for making product photos using the digital photoroom technique, and 13% stated that they already knew about this technique. For responses regarding the material presented by the resource persons it was useful for business development or adding insight, namely 89% stated it was very useful and 11% stated it was useful. The participants' responses regarding the way the resource person delivered the material, namely 73% stated it was very clear and 27% stated it was clear.
Inovasi Teknologi Nutrient Film Technique Guna Menyokong Kedaulatan Pangan di Desa Bentuas Asiah Wati; Ladia Juhi
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 7 No. 01 (2023): Abdimas Mahakam
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jam.v7i01.1900

Abstract

Kebutuhan inovasi teknologi semakin kuat seiring dengan kondisi perkembangan masyarakat dengan serangkaian masalah yang dihadapi seperti masalah pertumbuhan populasi yang semakin meningkat yang diiringi dengan meningkatnya kebutuhan pangan, lahan dan air. Seiring perkembangan masyarakat terutama pertumbuhan populasi yang semakin meningkat yang diikuti dengan kebutuhan pangan, lahan dan air maka sektor pertanian perlu berinovasi. Salah satu inovasi dari sektor pertanian yaitu sistem hidroponik. Sistem hiroponik merupakan sistem pertanian yang menggunakan media selain tanah. Sistem hidroponik mempunyai beberapa jenis, salah satunya yaitu Nutrient Film Technique merupakan sistem hidroponik yang memerlukan tangki penampung sebagai tempat pencampuran nutrisi dengan air yang dialirkan ke akar tanaman, pemberian nutrisi harus dengan takaran yang tepat yang terdiri dari pencampuran pupuk dengan air. Inovasi Teknologi Nutrient Film Technique merupakan inovasi yang dapat diupayakan guna menyongsong kedaulatan pangan. Kondisi kedaulatan pangan dapat di ukur pada berbagai level mulai dari level individu, rumah tangga, komunitas, wilayah dan nasional. Maka perlu dilakukan bimbingan teknis Inovasi Teknologi Nutrient Film Technique Guna Menyokong Kedaulatan Pangan Di Desa Bentuas. Tujuan bimbingan teknis agar masyarakat mampu berinovasi dalam budidaya tanaman guna menyokong kedaulatan pangan
Sosialisasi Penggunaan Sistim Informasi Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (Sim-pelmas) Sri Yolandari; La Sudarman; Hilda Sulistia Alam; Wa Ode Sitti Budiaty; Abel Haryanto; Wa Ode Nurul Mutia
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 8 No. 01 (2024): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dan pengabdian merupakan dwidharma yang harus dijalankan oleh setiap dosen selain melaksanakan kegiatan pengajaran. Di Politeknik Baubau, untuk mendukung kegiatan penelitian dan pengabdian dosen maka pihak institusi melakukan seleksi penelitian dan pengabdian dosen pendanaan internal. Selama beberapa semester sebelumnya proses seleksi proposal penelitian dan pengabdian dosen pendanaan internal menggunakan cara yang masih manual dimana semua proses pengajuan, proses review baik eksetenal maupun internal menggunakan e-mail sehingga rekam jejak proses pengajuan proposal penelitian dan pengabdian tidak memiliki proses tersistematis. Hal itulah yang mendasari pihak PPPM Politeknik Baubau untuk melakukan sosialisasi penggunaan sistim informasi penelitian dan pengabdian masyarakat (Sim-pelmas) kepada dosen lingkup Politeknik Baubau. Kegiatan sosialisasi sim-pelmas diikuti sebanyak 38 orang dosen lingkup Politeknik Baubau, yang diselenggarakan selama satu hari pada 12 November 2022. Hasil dari kegiatan ini diharapakan dosen mampu mengoperkasikan aplikasi sim-pelamas dalam mengajukan proposal penelitian dan pengabdian pendanaan internal. Selain itu, dengan adanya aplikasi sim-pelmas ini rekam jejak proses pengajuan proposal tersimpan dan tercatat dengan baik pada aplikasi sim-pelmas.
Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Kader Posyandu Melalui Pelatihan Antropometri Untuk Deteksi Dini Balita Stunting di Desa Jatisura, Indramayu Nur Intania Sofianita; Iin Fatmawati; Sintha Fransiske Simanungkalit; Ikha Deviyanti Puspita; M. Ikhsan Amar
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 7 No. 01 (2023): Abdimas Mahakam
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jam.v7i01.1914

Abstract

Efforts to improve nutritional status for the development of human resources quality begin as early as possible, through 1000 HPK activities, starting from the fetal life to 2 years of age. One of the activities that support early detection of stunting under-fives is measurement and weighing which is carried out every month by health cadres at Posyandu. The purpose of implementing training for Posyandu cadres was to increase the knowledge and skills of Posyandu cadres in anthropometric measurements, and to minimize mis-weighing, measurement errors that make the data invalid and cannot be reported. The implementation method is by providing anthropometric training 1 time, filling out questionnaires before and after the training, by giving measurement tutorial for 120 minutes, and direct monitoring is carried out 1 month after the training. The result of this showed that there was increments of knowledge and measuring skills by Posyandu cadres (P value:0,006). Suggestions for the Posyandu cadres should have training and workshop for maintaining their skill, to be able to carry out anthropometric training regularly every year.
Edukasi Seribu Hari Pertama Kehidupan dan Peningkatan Kapasitas Ibu Rumah Tangga sebagai Pencegahan Stunting Nunuk Nugrohowati; Adi Sukrisno; Niniek Hardini; Via Rifkia; Yosha Putri Wahyuni
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 7 No. 01 (2023): Abdimas Mahakam
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jam.v7i01.1917

Abstract

Latar Belakang. Kegagalan pertumbuhan pada periode emas Seribu Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK) dapat memberi dampak gangguan pertumbuhan fisik pada balita. Salah satu penanganan masalah gizi pada 1000 HPK dengan meningkatkan kapasitas Ibu Rumah Tangga dalam memperkuat ketahanan pangan rumah tangga dengan memanfaatkan Potensi Lokal. Tujuan. Memberikan edukasi tentang 1000 HPK dan Peningkatan Kapasitas Ibu hamil dan ibu balita Berbasis Pemanfaatan Potensi Lokal untuk pencegahan Stunting di Desa Pabeanudik Kabupaten Indramayu. Metode Yang digunakan. Abdimas dilaksanakan di desa Pabeanudik Kabupaten Indramayu tahun 2022, potensi lokal yang digunakan adalah Ikan Bandeng dan Rumput laut. Responden 32 orang ibu hamil, ibu balita serta kader dari 14 Posyandu. Sosialisasi pada kunjungan pertama bersama kader Posyandu dan staf desa Pabeanudik. Pemberian edukasi 1000 HPK dan pelatihan pemanfaatan potensi lokal dilakukan pada kunjungan kedua, instrumen kuesioner untuk melihat gambaran pengetahuan, sikap dan perilaku responden, kuesioner pre-test dan post-test untuk melihat perubahan pengetahuan tentang 1000 HPK dan potensi lokal rumput laut dan ikan bandeng. Pada kunjungan ketiga diadakan evaluasi Penyuluhan sebagai model pemberdayaan masyarakat dalam bidang Kesehatan. Hasil dan Kesimpulan. Hasil kuisioner menunjukkan pengetahuan baik ibu (100%), sikap ibu baik (93,75%) dan perilaku ibu baik (93,75%) terhadap masalah gizi. Terdapat rata2 peningkatan skor 0,07 tentang 1000 HPK; pada kuesioner ikan bandeng terjadi penurunan skor 0,12 dan peningkatan skor 0,48 untuk rumput laut. Pada evaluasi semua responden menjawab kuesioner input, proses dan output hampir mendekati tolok ukurnya (92,3%) dan tidak ada kesenjangan. Responden mempunyai pengetahuan baik, mempunyai sikap baik untuk menjadi perilaku baik terhadap masalah gizi. Terjadi peningkatan pengetahuan tentang seribu hari pertama kehidupan pada kader, ibu hamil dan ibu balita. Adanya peningkatan kemampuan masyarakat dalam pengolahan ikan bandeng dan rumput laut untuk diterapkan dalam kehidupan sehari hari. Dengan dukungan input internal dan eksternal serta proses pemberdayaan yang baik, masyarakat desa Pabeanudik mempunyai keberdayaan dalam mengidentifikasi masalah kesehatan lokal di daerahnya dan memecahkan masalah kesehatan lokal, yang menjamin tujuan perkembangan keberlangsungan (SDG’s).
Peningkatan Standarisasi Kualitas Pupuk dan Ubi Berbasis Sistem Cerdas Aviv Yuniar Rahman; Chauliah Fatma Putri; Adya Hermawati
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 7 No. 01 (2023): Abdimas Mahakam
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jam.v7i01.1919

Abstract

Indonesia memiliki hasil pangan yang berlimpah dalam hasil olahannya. Salah satunya yaitu ubi jalar. Sumber karbohidrat dari ubi jalar banyak di manfaatkan sebagai bahan pangan di berbagai industri. Namun, dalam proses pemilihan ubi jalar masih menggunakan proses manual. Oleh karena itu membutuhkan tenaga yang banyak dalam proses pemilihan ubi jalar. Tidak hanya itu, dalam pengiriman ke berbagai mitra tidak memiliki standarisasi dalam mengirim yang di minta oleh industri. Sehingga banyak ubi jalar yang terbuang karena busuk ataupun mentah karena tidak dapat di olah. Berdasarkan dalam masalah tersebut, pengabdian ini bertujuan untuk memberi peningkatan sumber daya manusia. Tujuan kedua yaitu membuat sistem deteksi kualitas pupuk ubi jalar dan sistem deteksi ubi jalar berbasis sistem cerdas. Karena banyak di tempat tersebut masih minimnya pengetahuan dan keterampilan dalam memproduksi ubi jalar. Kemudian dalam segi peralatan juga dapat membuat alat deteksi kualitas pupuk yang dapat meningkatkan standarisasi dari pupuk ubi. Sehingga nantinya jika kualitas bagus jumlah produksi akan meningkat dengan adanya pupuk yang berkualitas. Pada Ubi jalar juga dapat membuat alat deteksi kualitas ubi yang nantinya dapat meningkatkan kualitas ubi dengan menghasilkan ubi dari berbagai grade untuk pengiriman ke industri. Hasil dalam pengabdian ini diketahui pengetahuan kualitas dan standarisasi kualitas pupuk terjadi peningkatan dari 60% menjadi 92%, untuk pengetahuan kualitas dan standarisasi kualitas ubi jalar mengalami peningkatan dari yang semula 67% menjadi 97% sedangkan pengetahuan dibidang sumber daya manusia juga mengalami peningkatan dengan yang sebelumnya melakukan pekerjaan tidak terstruktur, kini para pekerja sudah mulai melakukan pekerjaan sesuai dengan SOP dalam pekerjaan masing-masing.
Meningkatkan Minat Belajar Bahasa Inggris bagi Anak-Anak melalui Pendampingan di Rumah Belajar Desa Kertaungaran Muhammad Aprianto Budie Nugroho; Vina Agustiana; Erwin Oktoma; Yayan Suryana; Sheila Agustine; Arya Lingar Bunaya
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 7 No. 01 (2023): Abdimas Mahakam
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jam.v7i01.1928

Abstract

Program pengabdian yang berupa pendampingan bagi si anak-anak dalam belajar bahasa Inggris dilakukan bertujuan untuk membantu para siswa dalam belajar bahasa Inggris selama belajar dari rumah selama pandemic Covid-19. Pendampingan ini dilakukan melihat kesulitan-kesulitan para siswa dalam belajar bahasa Inggris dan kesulitan orang tua dalam membimbing belajar bahasa Inggris, sehingga hal tersebut menurunkan minat belajar dan kemampuan para siswa dalam Bahasa Inggris. Karena masalah tersebut program pengabdian ini disambut dengan baik diantara orang tua yang tinggal di Perum Griya Nyansa Lestari, terdapat 6 siswa yang tergabung dalam program pengabdian ini, jumlah peserta anak-anak dalam program ini dibatasi dikarenakan protocol covid-19 yang membatasi jumlah peserta. Para anak-anak yang terlibat dalam program pengabdian terlihat antusias dalam belajar bahasa Inggris dalam program ini, hal tersebut bisa dilihat dari kehadiran mereka selama pembelajaran. Program ini akan berlanjut selama para siswa membutuhkan selama masa belajar dirumah. Kata kunci: Pengabdian, pendampingan, minat belajar, bahasa Inggris.