cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JURNAL TEKNIK MESIN
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 703 Documents
ANALISIS PERFORMA AERODINAMIKA PADA PESAWAT TERBANG AMFIBI SHORT TAKE-OFF LANDING BERMESIN GANDA Bobby Ezra Maulana Sadikin; Eflita Yohana; Mohammad Tauviqirrahman
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 12, No 3 (2024): VOLUME 12, NOMOR 3, JULI 2024
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transportasi udara sangat penting untuk mengakses pulau-pulau kecil yang terpisah dari 5 pulau besar di Indonesia. Pesawat terbang merupakan moda transportasi utama di Indonesia karena merupakan cara paling efisien untuk menghubungkan ribuan pulau di negara ini. Pesawat regional amfibi merupakan jenis pesawat yang melayani rute penerbangan pendek hingga menengah dengan kemampuannya untuk lepas landas dan mendarat di air. Hal ini merupakan keunggulan pesawat amfibi dibandingkan dengan pesawat terbang biasa yang memerlukan bandara untuk beroperasi, terlebih dengan kondisi geografis Indonesia yang berupa kepulauan. Salah satu aspek penting dalam aerodinamika pesawat amfibi adalah sudut stall. Sudut stall adalah sudut serang maksimum di mana sayap pesawat dapat menghasilkan lift sebelum aliran udara di atas sayap menjadi turbulen dan mengakibatkan kehilangan lift secara drastis. Memahami dan mengoptimalkan sudut stall sangat penting untuk memastikan keamanan dan kinerja pesawat, terutama selama fase kritis seperti lepas landas dan pendaratan. Metode pengujian pesawat amfibi di terowongan angin menawarkan sejumlah keuntungan signifikan dibandingkan dengan metode lainnya seperti simulasi komputer atau uji coba lapangan. Salah satu keunggulan utamanya adalah kemampuan untuk menciptakan kondisi lingkungan yang sangat terkendali dan dapat direproduksi, memungkinkan analisis yang akurat terhadap berbagai aspek aerodinamika pesawat. Melalui penelitain ini dapat diketahui bahwa stall angle pada pesawat cenderung lebih kecil pada kecepatan tinggi dan lebih besar pada kecepatan rendah. Feomena tersebut disebabkan oleh karena Pada kecepatan tinggi, pesawat membutuhkan sudut serang yang lebih kecil untuk mempertahankan lift, sementara pada kecepatan rendah, pesawat memerlukan sudut serang yang lebih besar untuk menghasilkan lift yang cukup dan mencegah stall yang dibuktikan melalui penurunan stall angle dari sudut 16.36° pada kecepatan 45 m/s menjadi 15,87° pada kecepatan 55 m/s.
ANALISA KEHANDALAN PADA PIPING INTAKE DI PERUSAHAAN PENYEDIAAN AIR MINUM DENGAN PENDEKATAN RELIABILITY BLOCK DIAGRAM DAN REMAINING LIFE TIME Faza Aghnat Samsul; Gunawan Dwi Haryadi; Yusuf Umardani
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 12, No 3 (2024): VOLUME 12, NOMOR 3, JULI 2024
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah Satu perusahaan air minum di Kota Cilacap merupakan perusahan yang   melayani kebutuhan air minum di Kota Cilacap. Dalam dunia industri pengolahan air sangat banyak sekali terjadinya proses korosi yang disebabkan oleh fenomena alam dan faktor lingkungan sehingga menyebabkan timbulnya korosi, oleh karena itu, dibutuhkan peneltian terhadap assessment Piping intake. Pada penelitian ini akan dilakukan assessment terhadap kondisi visual, sisa umur pakai piping intake mengetahui jenis korosi, dan analisis laju korosi yang terjadi di piping intake serta mengetahui relibiality dari komponen piping intake dengan menggunakan pendekatan relibiality block diagram. Pengambilan data yang digunakan adalah ketebalan piping intake yang telah beroperasi selama 2 tahun dengan mengambil 12 titik yang sudah ditentukan dengan alat ultrasonic thickness measurement. Hasil dari analisis pengurangan ketebalan awal dan actual didapatkannya nilai laju korosi sebesar 0,485 mm/tahun dan sisa umur pakai 10 tahun. Kehandalan komponen yang paling kritis yaitu elbow No 1 45˚ dengan nilai kehandalan 89,5%
PENGARUH PERSENTASE KANDUNGAN BIOMASSA SAWDUST PADA CO-FIRING BATU BARA TERHADAP TEMPERATUR GAS BUANG BOILER Muhammad Aditya Nugraha; Muchammad Muchammad; M.S.K. Tony Suryo Utomo
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 13, No 1 (2025): VOLUME 13, NOMOR 1, JANUARI 2025
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai negara dengan jumlah penduduk yang besar, kebutuhan energi di Indonesia terus meningkat seiring dengan pertumbuhan ekonomi. Batu bara masih menjadi sumber energi utama dalam sektor pembangkitan listrik. Namun, ketergantungan terhadap batu bara harus dikurangi mengingat dampak negatifnya terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat akibat emisi karbon dan polusi udara. Salah satu inovasi untuk mengurangi konsumsi batu bara adalah penerapan metode co-firing biomassa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan biomassa sawdust pada pembakaran co-firing terhadap temperatur gas buang boiler. Studi ini dilakukan menggunakan pendekatan Computational Fluid Dynamics (CFD) dengan perangkat lunak Ansys Fluent untuk mensimulasikan berbagai variasi persentase co-firing sawdust dan dampaknya terhadap karakteristik pembakaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan persentase sawdust dalam proses co-firing menyebabkan penurunan temperatur rata-rata gas buang di sisi outlet boiler. Hal ini disebabkan oleh turunnya total nilai kalor dari campuran bahan bakar co-firing seiring dengan meningkatnya kandungan sawdust. Selain itu, hal ini terjadi karena kandungan volatile matter pada sawdust yang lebih tinggi dibandingkan dengan batu bara sehingga sawdust lebih reaktif dan terbakar lebih cepat dan tidak bisa menaikkan temperatur pembakaran setinggi batu bara ketika dibakar. Hasil penelitian ini memberikan wawasan penting mengenai performa termal pada proses co-firing biomassa dalam boiler berbahan bakar batu bara. Dengan memahami pengaruh sawdust terhadap temperatur gas buang, penelitian ini berkontribusi pada optimasi strategi co-firing untuk mendukung produksi energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.
ANALISIS TORSI YANG DIHASILKAN OLEH TURBIN GORLOV MENGGUNAKAN CFD UNTUK PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA AIR Mohamad Rizky Bagaskhara; Joga Dharma Setiawan; Syaiful Syaiful
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 12, No 1 (2024): VOLUME 12, NOMOR 1, JANUARI 2024
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi ini berisikan penelitian turbin Gorlov dengan simulasi menggunakan metode Computational Fluid Dynamic. Turbin Gorlov merupakan turbin dengan sumbu vertikal seperti turbin Savonius dan Darrieus. Turbin Gorlov memiliki kelebihan dapat digunakan pada perairan seperti laut atau sungai karena turbin ini dapat menerima aliran dari segala arah serta dapat memanfaatkan aliran fluida dengan kecepatan rendah. Penelitian ini dilakukan untuk mencari tahu pengaruh variasi TSR dengan torsi yang dihasilkan turbin Gorlov. Dengan hasil simulasi dan analisisnya, diharapkan studi ini dapat menjadi referensi untuk penelitian turbin Gorlov lainnya. Penelitian ini melakukan simulasi dengan dua bentuk geometri turbin, yaitu Turbin A dan Turbin B. Kedua geometri tersebut memiliki 3 blade airfoil berjenis NACA 4412. Pada simulasi CFD, metode yang digunakan untuk memutar turbin menggunakan MRF (Motion Reference Frame) dari ANSYS Fluent 2020 R1. Metode MRF dipilih karena metode ini dapat menetapkan kecepatan sudut/kecepatan putar turbin secara konstan. Data luaran dari simulasi ini adalah torsi yang dihasilkan dengan total 10 variasi TSR, terbagi menjadi 4 variasi TSR pada Turbin A dan 6 variasi TSR pada Turbin B. Hasil analisis Turbin A adalah peningkatan torsi berbanding lurus dengan peningkatan TSR. Sedangkan pada Turbin B mengalami peningkatan Torsi hingga TSR 1, namun mengalami penurunan pada TSR tinggi.
ANALISIS PENGARUH VARIASI KOMPOSISI PLASTICIZER DAN PERLAKUAN KIMIA TERHADAP SERAT PADA KOMPOSIT BERPENGUAT SERAT RAMI DENGAN MATRIKS GONDORUKEM Reyhan Alif Indryansyach; Sulardjaka Sulardjaka; Norman Iskandar
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 12, No 3 (2024): VOLUME 12, NOMOR 3, JULI 2024
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Upaya dalam mendukung keberlanjutan dan memenuhi permintaan bahan ramah lingkungan dan terjangkau di masa depan, penelitian ini dilakukan dengan tujuan menginvestigasi kekuatan tarik dan kekuatan impak komposit polimer dengan serat rami guna menciptakan material yang dapat diperbaharui. Fabrikasi komposit dilakukan menggunakan metode hand lay-up dan compression molding, dengan variasi fraksi massa serat 15%wt, 20%wt,25%wt, dan 30% serta tambahan unsur plasticizer 10% dan 25% pada matriks. Selain itu, serat yang digunakan sebagai penguat komposit menjalani perlakuan alkalisasi 5% NaOH dan asetilasi 2% (CH3CO)2O untuk mengevaluasi pengaruhnya terhadap kekuatan tarik dan kekuatan impak. Pengujian dilakukan sesuai dengan ASTM D3039 dan ASTM E23-18 untuk mendapatkan data kekuatan tarik dan kekuatan impak komposit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposit dengan kandungan serat 15%wt dengan treatment 5% NaOH  dan 2% (CH3CO)2O memiliki kekuatan tarik dengan rata-rata 15,70 MPa dan 14,30 MPa. Kekuatan impak kandungan serat 20%wt dengan treatment 5% NaOH dan 2% (CH3CO)2O yaitu 0,096 J/mm2 dan 0,094 J/mm2. Perlakuan pada serat memberikan dampak positif pada kekuatan tarik dan impak. Penemuan ini berkontribusi pada pengembangan komposit kualitas terbaik yang berkelanjutan dan berpotensi digunakan dalam berbagai aplikasi industri.
RANCANG BANGUN SWERVE WHEEL UNTUK AUTONOMOUS MOBILE ROBOT Gabriel Julio Armando Siagian; Munadi Munadi; Joga Dharma Setiawan
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 12, No 3 (2024): VOLUME 12, NOMOR 3, JULI 2024
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Swerve wheel merupakan salah satu inovasi dalam teknologi roda yang memungkinkan pergerakan robot mobile dengan fleksibilitas dan manuverabilitas tinggi. Setiap swerve wheel dapat bergerak secara independen dalam hal kecepatan dan arah, memberikan kemampuan bagi robot untuk bergerak dengan cara yang tidak mungkin dicapai oleh sistem roda konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji sistem swerve wheel pada robot mobile yang ditujukan untuk aplikasi pergudangan, khususnya Automated Guided Vehicles (AGV), guna meningkatkan kemampuan navigasi dan mobilitas di lingkungan gudang. Pengujian dilakukan dalam berbagai skenario di lingkungan darat yang menyerupai kondisi gudang sebenarnya. Hasil pengujian menunjukkan bahwa robot mobile yang dilengkapi dengan swerve wheel memiliki kemampuan manuver yang jauh lebih baik dibandingkan dengan robot yang menggunakan sistem roda tradisional. Robot mampu melakukan pergerakan kompleks seperti berbelok dengan radius yang sangat kecil, bergerak secara diagonal, dan berputar di tempat dengan efisiensi tinggi. Kemampuan ini memungkinkan robot untuk beroperasi dengan efektif di lorong-lorong sempit dan area dengan banyak rintangan. Dengan swerve wheel, robot dapat dengan mudah mengubah arah tanpa kehilangan stabilitas atau kecepatan, sehingga cocok untuk aplikasi pergudangan yang membutuhkan ketepatan tinggi dalam navigasi dan penanganan barang. Penelitian ini membuka peluang baru dalam pengembangan robot mobile yang lebih cerdas, adaptif, dan efisien, memberikan kontribusi signifikan terhadap kemajuan teknologi robotika di sektor pergudangan.
PERANCANGAN TUNGKU PELEBURAN ZINC PADA PROSES HOT-DIP GALVANIZING Fikri Rinaldi; Yusuf Umardani; Muchammad Muchammad
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 12, No 4 (2024): VOLUME 12, NOMOR 4, OKTOBER 2024
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Baja dan besi cor adalah salah satu dari beberapa jenis material yang banyak digunakan di industri manufaktur, otomotif, dan konstruksi. Sifatnya yang kuat yang mampu menahan beban yang besar yang ditumpukan padanya. Sayangnya, material ini dapat terserang korosi dengan mudahnya dalam aplikasi pemakaiannya. Salah satu metode pencegahan korosi pada baja adalah menggunakan teknik pelapisan hot-dip galvanizing, yakni mencelupkan baja ke dalam cairan zinc yang disertai reaksi kimia antara zinc dan baja pada permukaannya. Dalam paraktik hot-dip galvanizing ini, salah satu komponen penting yang digunakan adalah tungku peleburan atau ketel atau wadah zinc cairnya. Penelitian ini bertujuan merancang tungku peleburan zinc yang dilengkapi dengan burner sebagai sumber panasnya. Perancangan didasarkan pada perhitungan kalor yang dibutuhkan beserta matriks pemilihan untuk menentukan bentuk tungku dan burner. Berdasarkan konsep desain bentuk cawang dan jenis burner, dipilih konsep 2 dengan cawang berbentuk kotak, yang selanjutnya akan menjadi dasar perancangan bentuk dan ukuran tungku. Kemudian pada burner dipilih konsep 3, dengan panas keluar dari burner secara horizontal menggunakan nosel. Berdasarkan pengujian analisis efisiensi peleburan, didapatkan nilai efisiensi peleburan zinc sebesar 15,6 %.
ANALISIS PENGARUH OFFSET TERHADAP DISTRIBUSI KEKERASAN HASIL PENGELASAN ONE STEP DOUBLE SIDE FRICTION STIR WELDING PADA MATERIAL AA6061 – T6 DENGAN GEOMETRI PIN PERSEGI Michellin Pandhinata; Sulardjaka Sulardjaka; Norman Iskandar
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 14, No 1 (2026): VOLUME 14, NOMOR 1, JANUARI 2026
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelasan Friction Stir Welding (FSW) terus berkembang melalui berbagai inovasi untuk meningkatkan kualitas sambungan, salah satunya melalui metode One Step Double Side Friction Stir Welding (ODFSW). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi longitudinal offset terhadap karakteristik distribusi kekerasan pada sambungan aluminium AA6061-T6 menggunakan geometri pin persegi. Variasi offset yang digunakan dalam penelitian ini adalah 2 mm dan 4 mm. Pengujian difokuskan pada pengamatan makrografi untuk memastikan kualitas sambungan serta pengujian mikro-kekerasan Vickers untuk mengevaluasi sifat mekanis di berbagai zona las. Hasil pengamatan makrografi menunjukkan bahwa penggunaan pin persegi pada kedua variasi offset menghasilkan sambungan yang bebas dari cacat internal seperti tunnel defect atau porositas. Hasil pengujian kekerasan menunjukkan profil yang khas pada sambungan FSW aluminium seri 6xxx, di mana terjadi penurunan kekerasan yang signifikan pada daerah Heat-Affected Zone (HAZ) dengan nilai terendah mencapai rentang 46 – 48 VHN akibat fenomena precipitate coarsening. Pada pusat adukan (Stir Zone), nilai kekerasan mengalami pemulihan hingga mencapai rentang 70 – 72 VHN. Spesimen dengan offset 4 mm tetap memiliki nilai kekerasan yang kompetitif di zona aduk meskipun menerima masukan panas yang lebih rendah, hal ini disebabkan oleh peningkatan laju regangan yang menghasilkan struktur mikro yang lebih stabil. Secara keseluruhan, variasi longitudinal offset berpengaruh terhadap distribusi panas dan laju regangan yang secara langsung menentukan profil kekerasan akhir pada sambungan ODFSW AA6061-T6.
UJI KERJA AUTONOMOUS SURFACE VEHICLE (ASV) DENGAN NAVIGASI AHRS KALMAN FILTER UNTUK BENTHIC SURVEY Amilga Fariz Sunarko; Joga Dharma Setiyana; Toni Prahasto
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 12, No 1 (2024): VOLUME 12, NOMOR 1, JANUARI 2024
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Luas lautan Indonesia, mencakup 70% wilayahnya dengan 17.000 pulau, menyimpan 37% spesies ikan dan 76% terumbu karang global. Monitoring rutin dasar perairan penting, namun metode konvensional mahal dan rumit. Autonomous Surface Vehicle (ASV) menjadi alternatif, memungkinkan survei benthic secara otonom. Studi ini menguji operasionalitas ASV, membandingkannya dengan metode konvensional. ASV menunjukkan konsumsi daya 78,21 W pada kecepatan 1 m/s, dapat berlayar 8,1 km dalam 135 menit dengan baterai 222 Wh. Akurasi AHRS Kalman Filter mencapai 19 cm hingga 1,34 meter dengan rata-rata 50,3 cm, terkoneksi dengan 10-17 satelit. Data ASV digunakan untuk anotasi luas area, koordinat, dan kedalaman video, menggantikan metode UPT Transect. ASV membuktikan potensinya sebagai alat survei efisien dan inovatif untuk menjaga ekosistem laut Indonesia.
ANALISIS PENGARUH PENAMBAHAN PENGHALANG DI DALAM HUMIDIFIER TERHADAP ALIRAN FLUIDA BERBASIS ANSYS FLUENT Muhammad Surya Taris Zulwaqar; Eflita Yohana; Mohammad Tauviqirrahman
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 13, No 2 (2025): VOLUME 13, NOMOR 2, APRIL 2025
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Humidifier merupakan alat yang digunakan untuk menambah kelembapan udara di suatu ruangan atau sistem. Penambahan membrane pada humidifier dapat menambah efisiensi pengupan dan meminimalkan kondensasi massa uap air. Penelitian ini menganalisis penambahan penghalang pada saluran udara basah untuk mengertahui pengaruh fraksi H2O, temperatur, dan kelembapan relatif pada sisi udara kering dengan menggunakan metode simulasi Ansys Fluent. Penggunaan metode simulasi dipilih karena dapat memperlihatkan fenomena di dalam humidifier. Metode SIMPLE digunakan karena dapat mehasilkan perhitungan yang baik pada aliran turbulen. Terdapat variasi luas pada penghalang dan variasi kecepatan masuk pada sisi udara basah. Hasil analisis menunjukan bahwa dengfan penambahan penghalang pada kecepatan 0 – 2,5 m/s dapat meningkatkan fraksi massa H2O pada sisi udara kering, namun di beberapa variasi pada kecepatan 1 m/s dapat menurunkan fraksi massa H2O pada sisi udara kering. Selain itu penambahan penghalang dapat mempengaruhi temperatur pada kecepatan 1 – 1,5 temperatur rata-rata naik 0,3 % namun pada kecepatan 1,5 – 2,5 m/s temperatur cenderung mendatar setelah itu temperatur naik 0,4 % di setiap variasi geometri. Sedangkan pada variasi R memiliki kelembapan relatif yang paling tinggi yaitu dengan nilai 58,59 %.

Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 14, No 2 (2026): VOLUME 14, NOMOR 2, APRIL 2026 Vol 14, No 1 (2026): VOLUME 14, NOMOR 1, JANUARI 2026 Vol 13, No 2 (2025): VOLUME 13, NOMOR 2, APRIL 2025 Vol 13, No 1 (2025): VOLUME 13, NOMOR 1, JANUARI 2025 Vol 12, No 4 (2024): VOLUME 12, NOMOR 4, OKTOBER 2024 Vol 12, No 3 (2024): VOLUME 12, NOMOR 3, JULI 2024 Vol 12, No 2 (2024): VOLUME 12, NOMOR 2, APRIL 2024 Vol 12, No 1 (2024): VOLUME 12, NOMOR 1, JANUARI 2024 Vol 11, No 4 (2023): VOLUME 11, NOMOR 4, OKTOBER 2023 Vol 11, No 3 (2023): VOLUME 11, NOMOR 3, JULI 2023 Vol 11, No 2 (2023): VOLUME 11, NOMOR 2, APRIL 2023 Vol 11, No 1 (2023): VOLUME 11, NOMOR 1, JANUARI 2023 Vol 10, No 4 (2022): VOLUME 10, NOMOR 4, OKTOBER 2022 Vol 10, No 3 (2022): VOLUME 10, NOMOR 3, JULI 2022 Vol 10, No 2 (2022): VOLUME 10, NOMOR 2, APRIL 2022 Vol 10, No 1 (2022): VOLUME 10, NOMOR 1, JANUARI 2022 Vol 9, No 4 (2021): VOLUME 9, NOMOR 4, OKTOBER 2021 Vol 9, No 3 (2021): VOLUME 9, NOMOR 3, JULI 2021 Vol 9, No 2 (2021): VOLUME 9, NOMOR 2, APRIL 2021 Vol 9, No 1 (2021): VOLUME 9, NOMOR 1, JANUARI 2021 Vol 5, No 2 (2017): VOLUME 5, NOMOR 2, April 2017 Vol 5, No 1 (2017): VOLUME 5, NOMOR 1, JANUARI 2017 Vol 4, No 3 (2016): VOLUME 4, NOMOR 3, JULI 2016 Vol 4, No 2 (2016): VOLUME 4, NOMOR 2, APRIL 2016 Vol 4, No 1 (2016): VOLUME 4, NOMOR 1, JANUARI 2016 Vol 3, No 4 (2015): VOLUME 3, NOMOR 4, OKTOBER 2015 Vol 3, No 3 (2015): VOLUME 3, NOMOR 3, JULI 2015 Vol 3, No 2 (2015): VOLUME 3, NOMOR 2, APRIL 2015 Vol 3, No 1 (2015): VOLUME 3, NOMOR 1, JANUARI 2015 Vol 2, No 4 (2014): VOLUME 2, NOMOR 4, OKTOBER 2014 Vol 2, No 3 (2014): VOLUME 2, NOMOR 3, JULI 2014 Vol 2, No 2 (2014): VOLUME 2, NOMOR 2, APRIL 2014 Vol 2, No 1 (2014): VOLUME 2, NOMOR 1, JANUARI 2014 Vol 1, No 4 (2013): VOLUME 1, NOMOR 4, OKTOBER 2013 Vol 1, No 3 (2013): VOLUME 1, NOMOR 3, JULI 2013 Vol 1, No 2 (2013): VOLUME 1, NOMOR 2, APRIL 2013 Vol 1, No 1 (2013): VOLUME 1, NOMOR 1, JANUARI 2013 More Issue