cover
Contact Name
Firdaus
Contact Email
firdaus@unsiq.ac.id
Phone
+6282220833323
Journal Mail Official
firdaus@unsiq.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Kalibeber, Km3, Mojotengah, Wonosobo
Location
Kab. wonosobo,
Jawa tengah
INDONESIA
SPEKTRA: Jurnal Kajian Pendidikan Sains
ISSN : 24429910     EISSN : 2548642X     DOI : https://doi.org/10.32699/spektra.v11i2
Core Subject :
The SPEKTRA: Jurnal Kajian Pendidikan Sains is dedicated to all science practitioners about studies and research of science. Various topics that can be accepted in this journal are: Science Education, Science learning media, Evaluation of science learning, Science learning model, Applied science, Science-AlQuran
Arjuna Subject : -
Articles 90 Documents
POTENTIAL DRIVER FOR ACCELERATING ADIABATIC DYNAMICS IN COMPLEX WAVE FUNCTIONS Nurhasanah; Setiawan; D Hamdan
SPEKTRA: Jurnal Kajian Pendidikan Sains Vol. 9 No. 2 (2023): SPEKTRA: Jurnal Kajian Pendidikan Sains
Publisher : Physics Education Study Program, Faculty of Education and Teacher Training, UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/g4wfrs26

Abstract

This research is a theoretical study that investigates the literature reviewing the adiabatic acceleration methods of quantum particle dynamics through the application of the fast forward method. This method was initially developed by Masuda and Nakamura in 2010. In this approach, the acceleration scheme is generated through the modification of the Hamiltonian by including regularization terms in the original Hamiltonian. In this study, the fast forward method is applied to a harmonic oscillator system. The fast forward method is first employed to obtain the adiabatic phase. In the subsequent step, through a review of the system's states, a driving potential is identified that ensures the harmonic oscillator system can transition from the initial state to the final state in a short period of time while preserving the system's energy. This research employs adiabatic parameters that are of a general nature, allowing for the use of freely selectable parameters.
PENINGKATAN KEMAMPUAN HIGHER ORDER THINKING SKILL PESERTA DIDIK MELALUI PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING PADA MATERI GERAK MELINGKAR DI KELAS X SMA NEGERI 12 PEKANBARU Juli Pratiwi; Zulhelmi Pratiwi; Naila Fauza
SPEKTRA: Jurnal Kajian Pendidikan Sains Vol. 9 No. 2 (2023): SPEKTRA: Jurnal Kajian Pendidikan Sains
Publisher : Physics Education Study Program, Faculty of Education and Teacher Training, UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/c35ab426

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan higher orderthinking skill peserta didik kelas X melalui penerapan model problembased learning. Desain yang digunakan yaitu quasi eksperimen,penelitian ini menggunakan Posttest Only Nonequvalen ControlGroup Design. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelasX SMAN 12 Pekanbaru tahun ajaran 2022/2023 dengan sampelberjumlah 72 orang yang terdiri dari kelas X MIPA-1 sebagai kelaseksperimen yang berjumlah 36 orang dan kelas X MIPA-4 sebagaikelas kontrol yang berjumlah 36 orang. Instrumen pengumpulan databerupa tes HOTS materi gerak melingkar yang terdiri dari 13 soalpilihan ganda. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisisdeskriptif melalui nilai rata-rata kemampuan higher order thinkingskill siswa dan analisis inferensial melalui uji normalitas, ujihomogenitas dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwanilai rata-rata kemampuan higher order thinking skill peserta didikpada kelas eksperimen (model problem based learning) lebih baikdaripada kelas kontrol dan terdapat perbedaan signifikan kemampuanhigher order thinking skill peserta didik antara kelas eksperimen yangmenerapkan model problem based learning dengan kelas kontrol yangmenerapkan pembelajaran konvensional Oleh karena itu, model PBL(Problemt Based Learning) dapat dijadikan sebagai salah satualternatif yang dapat diterapkan dalam proses pembelajaran fisikadisekolah guna meningkatkan higher order thinking skill siswa.
MEDIA ULAR TANGGA DAN LITERASI: ANALISIS PENGARUH MATERI MITIGASI BENCANA BANJIR PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Kiki Septaria
SPEKTRA: Jurnal Kajian Pendidikan Sains Vol. 9 No. 1 (2023): SPEKTRA: Jurnal Kajian Pendidikan Sains
Publisher : Physics Education Study Program, Faculty of Education and Teacher Training, UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/q1vs9w73

Abstract

Media pembelajaran tentang mitigasi bencana sangatlah terbatas dikembangkan oleh guru. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji kevalidan media pembelajaran pada desain ular tangga materi mitigasi bencana banjir di sekolah menengah pertama pada pembelajara IPA. Penelitian ini menggunakan model pengembangan ADDIE dengan menggunakan dua kelas yaitu kelas uji coba pertama dan kelas uji kedua (implementasi akhir), Pada kelas pertama (uji coba) digunakan untuk mengetahui respon dari siswa dan mendapatkan perbaikan dalam penggunaan media, sedangkan kelas kedua untuk mengetahui implementasi akhir dari media pembelajaran yang dikembangkan dan mengetahui literasi siswa setelah menggunakan media. Sampel penelitian ini adalah 25 siswa pada kelas uji coba pertama dan 58 siswa pada kelas implementasi akhir. Kuesioner validasi dan tes literasi digunakan untuk mengumpulkan data, yang kemudian dianalisis menggunakan uji statistik dan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media ular tangga yang dikembangkan sangat valid (90 %) dari empat validator ahli, instrumen soal literasi valid (r-hitung > r tabel), dan hasil uji sampel berpasangan menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap literasi bencana banjir siswa (sig. 2 tailed 0.05). Desain media ular tangga dapat diaplikasikan dan dimanfaatkan dengan baik pada berbagai subjek mitigasi bencana banjir. Perlu kajian lebih lanjut untuk mengetahui hubungan antara literasi mitigasi bencana siswa dengan semangat belajar mitigasi bencana, untuk mengetahui minat siswa dalam mengenali potensi bencana di lingkungan sekitarnya.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF CANVA PADA PEMBELAJARAN IPA BERBASIS STEM UNTUK MENINGKATKAN KOLABORASI SISWA MI/SD Latifah; Retno Triwoelandari; Fahmi Irfani
SPEKTRA: Jurnal Kajian Pendidikan Sains Vol. 9 No. 1 (2023): SPEKTRA: Jurnal Kajian Pendidikan Sains
Publisher : Physics Education Study Program, Faculty of Education and Teacher Training, UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/sna04p57

Abstract

Kolaborasi merupakan kemampuan yang penting dikembangkan di sekolah, namun pada kenyataaan tidak sesuai dengan harapan. Kemampuan kolaborasi siswa di MI Riyadul Mukhlisin cenderung rendah berdasarkan hasil observasi yan dilakukan oleh peneliti. Penggunaan media oleh guru kurang bervariasi, model pembelajaran yang menoton dan tidak ada materi kegiatan yang dapat membantu siswa mengembangkan kemampuan berkolaborasi. Akibatnya siswa menjadi bosan, dan kemampuan bekerja sama tidak meningkat selama proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan mengembangkan sebuah media yang mampu menarik minat siswa dan terdapat materi kegiatan yang dapat mampu meningkatkan keterampilan dalam berkerja sama. Metode pada penelitian ini adala RnD (Research and Development) yang dipadukan dengan model pengembangan ASSURE. Lembar wawancara, lembar observasi dan lembar angket merupakan instrumen pada penelitian ini. Terdapat tahapan uji coba berupa uji coba pada individu, uji coba pada kelompok kecil dan uji coba pada kelompok besar. Kemampuan siswa dalam berkolaborasi dapat ditingkatkan memallui penggunaan bahan ajar nteraktif, Hal ini didasarkan pada perbandingan rata-rata pretest dan posttest pada uji coba kelompok besar degan hasil peningkatan pada kelas eksperimen sebesar 16,94 persen.
PENGEMBANGAN ALAT PERAGA SISTEM PEREDARAN DARAH OTOMATIS MENGGUNAKAN DINAMO DALAM PEMBELAJARAN IPA SEKOLAH DASAR Ratna Dewi Puspita; Pamungkas Stiya Mulyani; Sri Jumini
SPEKTRA: Jurnal Kajian Pendidikan Sains Vol. 9 No. 1 (2023): SPEKTRA: Jurnal Kajian Pendidikan Sains
Publisher : Physics Education Study Program, Faculty of Education and Teacher Training, UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/fjaee575

Abstract

Alat peraga sangat penting untuk membantu menyampaikan atau mengembangkan konsep-konsep abstrak untuk dipahami anak-anak .Penelitian ini merupakan pengembangan dari alat peraga sistem peredaran yang manula manual di kembangkan menggunakan dinamo. Sehingga siswa dapat menggunakan alat peraga dengan mudah serta mudah di pahami aliran darah pada alat perga tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana validitasnya pengembangan alat peraga sistem peredaran darah manusia otomatis menggunakan dinamo dalam pembelajaran IPA; Metode untuk mencapai tujuan tersebut adalah penelitian dan pengembangan (R&D) menurut model Borg and Gall. Tahapan penelitian ini terdiri dari: 1) mengumpulkan informasi, 2) merancang, 3) mengembangkan bentuk produk asli, 4) melakukan uji coba terbatas, 5) meninjau ulang, 6) melakukan uji coba lapangan, 7) uji coba. Pakar media, pakar konten, dan profesional industri memvalidasi perangkat pembelajaran yang dikembangkan. Hasil validasi produk oleh ketiga praktisi rata-rata berkategori sangat baik, baik dari segi materi pelajaran, unsur-unsur media yang baik serta sebagai pengguna, produk ini dapat diterapkan pada materi pembelajaran sistem peredaran darah manusia.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN POE BERBANTUKAN PHET SIMULATION UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP PESERTA DIDIK KELAS VIII PADA MATERI GETARAN, GELOMBANG, DAN BUNYI Yogi Nurmansyah Agustiawan; Yyennita; M. Nor
SPEKTRA: Jurnal Kajian Pendidikan Sains Vol. 9 No. 1 (2023): SPEKTRA: Jurnal Kajian Pendidikan Sains
Publisher : Physics Education Study Program, Faculty of Education and Teacher Training, UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/3wxyqs49

Abstract

Pemahaman konsep merupakan salah satu produk ilmiah dalam pembelajaran IPA. Pemahaman konsep biasa didefinisikan sebagai kemampuan suatu individu dalam memahami suatu konsep tertentu. Pemahaman siswa tidak terbentuk kecuali dia dapat menjelaskan kembali materi, memberikan contoh tambahan, mengkategorikan informasi, dan menarik kesimpulan dengan kata-katanya sendiri. apa yang telah mereka pelajari di kelas mereka. Harus ada perubahan dalam cara guru memanfaatkan media digital di kelas sehingga anak-anak tidak hanya lebih terlibat dan termotivasi untuk belajar, tetapi juga lebih mampu memahami ide-ide kunci dan mengakses sumber daya yang mereka butuhkan untuk berhasil. Jika seorang guru ingin membantu siswanya mengatasi tantangan yang mereka hadapi di sekolah, mereka harus terbuka untuk mencoba pendekatan baru dalam belajar dan mengajar, termasuk menggunakan permainan. Untuk membangkitkan rasa ingin tahu siswa dan menjaga perhatiannya, guru saat ini perlu menguasai terobosan teknologi terkini dan mahir dalam program yang sesuai. Pendekatan pembelajaran POE (Predict-Observe-Explain) merupakan salah satu pendekatan yang mendorong partisipasi siswa dengan menekankan kualitas sains, seperti kemampuan membangun pengetahuan melalui demonstrasi ilmiah. Melalui paradigma POE, siswa mampu mengembangkan pengetahuan konseptual mereka sendiri dengan menegosiasikan dan mendamaikan informasi yang ada dan yang baru.
21st CENTURY DIGITAL SKILLS: COMMUNICATION, COLLABORATION, CREATIVITY, CRITICAL THINKING IN PRE-SERVICE PHYSICS TEACHER Firdaus; Ahmad Khoiri; Nugroho Prasetya Adi; Muhammad Najib Al Adib; Eli Trisnowati; Mila Ariyani
SPEKTRA: Jurnal Kajian Pendidikan Sains Vol. 9 No. 1 (2023): SPEKTRA: Jurnal Kajian Pendidikan Sains
Publisher : Physics Education Study Program, Faculty of Education and Teacher Training, UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/bggr6t78

Abstract

Information and Communication Technology (ICT) development impacts the need for skills in daily life, education, or work. Everyone needs the 4C skills associated with digital skills. Based on the literature review results, there is not much information about the concept of 4C digital skills. So this research will examine what aspects are needed in 4C digital skills. Another objective of this research is to analyze the 4C digital skills of a pre-service physics teacher. This research uses a literature review and survey methods. The subjects in this study were students of the UNSIQ Physics Education Study Program in the 2022/2023 academic year. There are two collection techniques, namely, literature study and questionnaires. Data from the questionnaire will be analyzed by calculating the percentage of each aspect and then determining the categories divided into five, namely very high, high, medium, low, and very low. The findings in this study are that the 4C skills in a digital context can be divided into 4 (four) aspects: critical thinking digital skills, creative digital skills, collaboration digital skills, communication digital skills. These skills are super skills individuals need to succeed in work and education. The results of a survey by the Department of Physics Education, UNSIQ, found creative digital skills as the lowest aspect with a value of 57.35% (low category). In comparison, collaboration digital skills became the highest aspect with a value of 72.20% (high category). Another aspect, namely critical thinking digital skills (61.66%) and communication digital skills (69.24%), are in the medium category.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN ARTICULATE STORYLINE 3 TERHADAP PEMBELAJARAN TEMATIK SISWA KELAS V DI SDN KAPUK 08 PETANG Fiki Nurani; Aslam Aslam
SPEKTRA: Jurnal Kajian Pendidikan Sains Vol. 9 No. 1 (2023): SPEKTRA: Jurnal Kajian Pendidikan Sains
Publisher : Physics Education Study Program, Faculty of Education and Teacher Training, UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/2e40v295

Abstract

Tema 5 “Ekosistem” sebagai materi pengembangan media pembelajaran tematik, penelitian ini bertujuan untuk membuat produk media pembelajaran Articulate Storyline 3 untuk pembelajaran tematik. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas X X SDN Kapuk 08 Petang. Pendekatan model pengembangan ADDIE digunakan dalam metode penelitian ini, yang berisi lima langkah dalam proses penelitian: 1) Analisis (Analysis), 2) Desain (Design), 3) Pengembangan (Development), dan 4) Implementasi. (Implementation), dan 5) Evaluasi (Evaluation). Untuk mengetahui kelayakan dari media ini, dilakukan uji validitas oleh beberapaXvalidator yaitu ahli media, ahli materi, dan pakar pendidikan. Reaksi siswa terhadap materi pembelajaran Articulate Storyline 3 menunjukkan kegunaan media ini. Media ini terbukti valid karena, terbukti melalui beberapa validator yang menghasilkan rata-rata angka persentase mencapai 88,77%. Kemudian media terbukti valid, berdasarkan hasil lembar instrument respon peserta didik dengan hasil rata-rata angka persentase mencapai 86,60%.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA KELAS X SMA NEGERI 4 SOPPENG Ditya Zul Asmi; Sidin Ali; Khaeruddin; Ihsanulfu’ad Suwandi
SPEKTRA: Jurnal Kajian Pendidikan Sains Vol. 9 No. 1 (2023): SPEKTRA: Jurnal Kajian Pendidikan Sains
Publisher : Physics Education Study Program, Faculty of Education and Teacher Training, UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/895r4q84

Abstract

Penelitian dengan metode True Experiment ini menggunakan rancangan faktorial 2×2. Bertujuan menganalisis skor motivasi belajar fisika dan Keterampilan Proses Sains disingkat KPS. Sampel penelitian sebanyak 45 siswa dari dua kelas X MIA 2 (PjBL) dan X MIA 1 (pembelajaran langsung). Siswa diberi model PjBL memiliki rerata skor 9,64 dan model pembelajaran langsung 6,32. Motivasi rendah PjBL yaitu 9,91, pembelajaran langsung 4,18, mengartikan KPS motivasi rendah mendapatkan rerata PjBL lebih tinggi. Di materi momentum dan impuls KPS PjBL dengan nilai ujian x = 9,64 lebih meningkat dari pembelajaran langsung dengan nilai x = 6,32. Analisis ANOVA hipotesis 1 Fhitung = 121,07 dan Ftabel = 4,20 (Fhitung > Ftabel) menjelaskan H0 ditolak H1 diterima. Motivasi tinggi hipotesis 2 Fhitung = 14.94 dan Ftabel = 4.20 bahwa H0 ditolak H1 diterima. Skor KPS motivasi tinggi X MIA 2 dengan PjBL 9.72, adapun X MIA 1 pembelajaran langsung 8.36. Motivasi rendah hipotesis 3, Fhitung = 4.46 dan Ftabel = 4.20, H0 ditolak H1 diterima. KPS motivasi rendah kelas X MIA 2 PjBL 9.91, kelas X MIA 1 pembelajaran langsung 4.18. Interaksi sumber varian model pembelajaran dan motivasi belajar, hipotesis 4 menunjukkan Fhitung = 5.38 dan Ftabel = 4.20, H0 ditolak H1 diterima. Model PjBL memberikan kontribusi signifikan terhadap pembelajaran siswa motivasi rendah. Ranah pelaksanaan pembelajaran, para siswa motivasi rendah mengkonstruksi pengalaman baru kepemikirannya sendiri akhirnya lebih teringat. Sehingga kita mendapat pengetahuan terkait pengaruh model PjBL dan model pembelajaran langsung terkait motivasi belajar siswa terhadap KPS di kelas X SMA Negeri 4 Soppeng.
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN KIT IPA MELALUI PENDEKATAN SAINTIFIK PADA MATERI PENGUKURAN DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA KELAS VII SMP Amirah Luthfiah Putri; Fakhruddin. Z; Muhammad Sahal
SPEKTRA: Jurnal Kajian Pendidikan Sains Vol. 9 No. 1 (2023): SPEKTRA: Jurnal Kajian Pendidikan Sains
Publisher : Physics Education Study Program, Faculty of Education and Teacher Training, UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/aq56rk76

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merinci bagaimana metode ilmiah digunakan dalam Ilmu KIT untuk lebih menjelaskan bagaimana membantu siswa memahami ide-ide kunci. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen semu dengan posttest only control group. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 1 Bagan Sinembah Raya Tahun Pelajaran 2022/2023, dan peneliti mengambil dari dua kelas untuk mengumpulkan sampelnya sebanyak 43 peserta: kelas VII-1 sebagai kelompok kontrol, dengan jumlah 21 peserta, sedangkan kelas VII-2 sebagai kelompok eksperimen dengan jumlah peserta 22 orang. Instrumen pengumpulan data berupa tes pemahaman pengukuran materi yang terdiri dari 21 soal pilihan ganda yang awalnya divalidasi menggunakan SPSS kemudian dinilai reliabilitasnya dengan KR 21. Analisis deskriptif dilakukan dengan menghitung skor rata-rata pada serangkaian pertanyaan yang dirancang untuk mengukur pengetahuan konseptual siswa; analisis inferensial dilakukan dengan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis; dan perangkat lunak SPSS 23 digunakan untuk semua analisis. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata pemahaman konsep siswa kelas eksperimen (KIT IPA) lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol, dan terdapat perbedaan yang cukup besar antara kelas eksperimen dan kelas eksperimen yang menggunakan KIT IPA, hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran lebih berhasil dengan penggunaan media pembelajaran berupa KIT IPA.