cover
Contact Name
Samuel Haris Purba
Contact Email
lembagapenerbitpenelitianmulti@gmail.com
Phone
+6282280995877
Journal Mail Official
lembagapenerbitpenelitianmulti@gmail.com
Editorial Address
Jln. Kakak Tua No. 17 Medan
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Medis: Jurnal Inovasi Kesehatan dan Medika Nusantara
ISSN : -     EISSN : 31248918     DOI : https://doi.org/10.67096/medis
Core Subject :
Medis: Jurnal Inovasi Kesehatan dan Medika Nusantara (E-ISSN: 3124-8918) adalah jurnal ilmiah peer-review dan open access yang diterbitkan oleh Lembaga Penerbit Penelitian Multidisipliner, yang didedikasikan sebagai wadah akademik untuk publikasi penelitian, kajian ilmiah, serta inovasi dalam bidang kesehatan dan ilmu kedokteran. Sebagai jurnal yang berfokus pada perkembangan ilmu kesehatan dan medis, Medis menyediakan platform bagi para akademisi, peneliti, tenaga kesehatan, dan praktisi medis untuk mempublikasikan hasil penelitian, gagasan ilmiah, serta analisis kritis yang berkontribusi pada peningkatan kualitas kesehatan masyarakat di tingkat lokal, nasional, maupun global. Ruang lingkup jurnal ini mencakup berbagai topik dalam bidang kesehatan dan medis, antara lain kesehatan masyarakat, keperawatan, kebidanan, farmasi, gizi kesehatan, epidemiologi, manajemen pelayanan kesehatan, teknologi kesehatan, serta berbagai inovasi dalam praktik medis dan layanan kesehatan. Medis: Jurnal Inovasi Kesehatan dan Medika Nusantara diterbitkan secara berkala empat kali dalam setahun, yaitu pada bulan Maret, Juni, September, dan Desember, sebagai komitmen dalam mendukung diseminasi hasil penelitian kesehatan yang berkualitas dan berdampak bagi pengembangan ilmu medis serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Arjuna Subject : -
Articles 29 Documents
Efektivitas Metode RICE terhadap Pemulihan Cedera Ringan Pergelangan Tangan Atlet Karate: Studi Kasus: Perguruan Karate Do TAKO Indonesia Dojo Brigjend Katamso Manggaga Silalahi; Rizky Zakiyah Harahap; Nurhayati Simatupang
Medis: Jurnal Inovasi Kesehatan dan Medika Nusantara Vol. 1 No. 2 (2026): Juni: Medis: Jurnal Inovasi Kesehatan dan Medika Nusantara
Publisher : Lembaga Penerbit Penelitian Multidisipliner

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67096/medis.v1i2.160

Abstract

Olahraga karate merupakan salah satu cabang olahraga bela diri yang populer di Indonesia, baik sebagai sarana kebugaran, bela diri praktis, maupun olahraga prestasi. Sebagai olahraga full contact, karate menuntut komponen fisik yang prima, meliputi kecepatan, kekuatan, kelenturan, dan ketepatan teknik. Dalam praktiknya, atlet karate sering kali dihadapkan pada situasi latihan dengan intensitas tinggi serta simulasi pertandingan (kumite) yang melibatkan benturan fisik secara langsung. Kondisi ini menempatkan para atlet pada risiko cedera yang sangat tinggi, mulai dari cedera ringan hingga cedera berat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode RICE secara segera setelah terjadinya cedera efektif dalam mempercepat proses pemulihan atlet. Terjadi penurunan skala nyeri yang signifikan pada seluruh subjek (rata-rata penurunan skala VAS dari kategori nyeri sedang ke nyeri ringan/hilang). Selain itu, pembengkakan (edema) dapat diminimalisir dengan cepat, dan fleksibilitas. Metode RICE terbukti sangat efektif sebagai langkah penanganan pertama dalam memulihkan cedera ringan pergelangan tangan pada atlet karate di Perguruan Karate Do TAKO Indonesia Dojo Brigjend Katamso. Disarankan bagi para pelatih dan pengurus dojo untuk memberikan edukasi standar mengenai protokol RICE sebagai bagian dari manajemen cedera mandiri di lingkungan dojo.
EFEKTIVITAS EKSTRAK ECENG GONDOK (EICHHORNIA CRASSIPES) TERHADAP BAKTERI ENTEROCOCCUS FAECALIS PADA PERAWATAN SALURAN AKAR (SECARA IN VITRO) Armalya Arifin; Yunita Styaningrum; Arlina Nurhapsari
Medis: Jurnal Inovasi Kesehatan dan Medika Nusantara Vol. 1 No. 2 (2026): Juni: Medis: Jurnal Inovasi Kesehatan dan Medika Nusantara
Publisher : Lembaga Penerbit Penelitian Multidisipliner

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67096/medis.v1i2.164

Abstract

Perawatan saluran akar bertujuan menghilangkan jaringan pulpa terinfeksi serta mendisinfeksi sistem saluran akar untuk mencegah infeksi berulang. Enterococcus faecalis menjadi salah satu penyebab utama kegagalan perawatan saluran akar karena mampu bertahan pada lingkungan ekstrem dan resisten terhadap beberapa bahan medikamen. Eceng gondok (Eichhornia crassipes) mengandung senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, alkaloid, fenol, dan tanin yang memiliki aktivitas antibakteri. Penelitian ini bertujuan mengetahui potensi antibakteri ekstrak eceng gondok terhadap pertumbuhan Enterococcus faecalis serta menentukan Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) ekstrak eceng gondok terhadap Enterococcus faecalis. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental in vitro dengan rancangan post test only control group design menggunakan metode difusi cakram pada media Mueller Hinton Agar (MHA). Kelompok perlakuan terdiri atas ekstrak eceng gondok konsentrasi 6,25%, 12,5%, 25%, dan 50% serta kontrol positif kalsium hidroksida dengan masing masing lima kali pengulangan. Pengukuran zona hambat menggunakan jangka sorong digital dalam satuan milimeter kemudian dianalisis menggunakan uji Kruskal Wallis dan Mann Whitney. Konsentrasi 6,25% dan 12,5% tidak membentuk zona hambat. Konsentrasi 25% menghasilkan rerata zona hambat sebesar 7,80 mm sedangkan konsentrasi 50% menghasilkan rerata zona hambat sebesar 9,32 mm. Hasil uji Kruskal Wallis menunjukkan terdapat perbedaan bermakna antar kelompok perlakuan dengan nilai p<0,05. Hasil uji Mann Whitney menunjukkan konsentrasi 50% memiliki efektivitas antibakteri lebih tinggi dibandingkan konsentrasi 25% dan kontrol positif. Ekstrak eceng gondok (Eichhornia crassipes) menunjukkan Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) terhadap bakteri Enterococcus faecalis pada konsentrasi 25%.
Efektivitas Terapi Massage Terhadap Penurunan Nyeri Cedera Pada Atlet Gulat PGSI Kota Medan Wilda Fitria; Stepfany Lasma Rito Tampubolon; Muhammad Dani; Nurhayati Simatupang
Medis: Jurnal Inovasi Kesehatan dan Medika Nusantara Vol. 1 No. 2 (2026): Juni: Medis: Jurnal Inovasi Kesehatan dan Medika Nusantara
Publisher : Lembaga Penerbit Penelitian Multidisipliner

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67096/medis.v1i2.189

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik cedera yang dialami atlet gulat di Pengurus Kota Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) Kota Medan, mengevaluasi kemampuan gerak melalui pemeriksaan Range of Motion (ROM), serta mendeskripsikan penerapan sport massage dan program pencegahan cedera dalam proses pemulihan atlet. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif dan desain studi kasus eksploratif. Subjek penelitian dipilih secara purposive sampling dari atlet yang memiliki riwayat cedera persendian. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, pengukuran antropometri, dan asesmen ROM yang meliputi gerak aktif, pasif, dan resis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cedera yang paling sering terjadi berada pada sendi bahu, siku, punggung dan lutut. Sebagian besar kasus merupakan cedera berulang (re-injury) yang disebabkan oleh pemulihan yang tidak tuntas dan kesalahan posisi gerak saat latihan maupun pertandingan. Hasil asesmen ROM menunjukkan adanya keterbatasan gerak, kekakuan sendi, serta nyeri saat pengujian gerak resis. Penerapan sport massage membantu mengurangi ketegangan otot, meningkatkan sirkulasi darah, dan mempercepat pemulihan jaringan. Selain itu, program pencegahan cedera melalui latihan penguatan dan fleksibilitas berperan dalam mengurangi risiko cedera berulang. Dengan demikian, kombinasi asesmen ROM, sport massage, dan latihan preventif dapat mendukung pemulihan serta menjaga performa atlet gulat.
Paparan Gawai pada Anak: Antara Stimulasi Neurokognitif dan Risiko Disregulasi Tidur serta Luaran Neurodevelopmental pada Populasi Pediatri: Tinjauan Literatur Gandhi Innas Salsabil; Meisya Devi Ardhana
Medis: Jurnal Inovasi Kesehatan dan Medika Nusantara Vol. 1 No. 2 (2026): Juni: Medis: Jurnal Inovasi Kesehatan dan Medika Nusantara
Publisher : Lembaga Penerbit Penelitian Multidisipliner

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67096/medis.v1i2.208

Abstract

Peningkatan penggunaan gawai (screen time) pada anak secara global memicu perdebatan antara potensi stimulasi edukatif dan risiko gangguan perkembangan saraf serta tidur. Penelitian ini bertujuan mengkaji secara komprehensif dampak paparan gawai terhadap stimulasi neurokognitif, kualitas tidur, dan luaran perkembangan saraf populasi pediatri. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur sistematis terhadap empat puluh dua artikel ilmiah periode 2014–2024 yang diperoleh dari berbagai basis data elektronik. Hasil penelitian menunjukkan kebaruan bahwa dampak gawai bersifat dua arah. Paparan terstruktur meningkatkan kemampuan bahasa anak usia 2–5 tahun. Sebaliknya, paparan lebih dari 2 jam per hari, terutama malam hari, secara konsisten memendekkan durasi tidur akibat supresi melatonin oleh cahaya biru dan aktivasi sistem dopaminergik. Dampak jangka panjangnya meliputi peningkatan risiko gangguan pemusatan perhatian, keterlambatan bahasa, dan penurunan ketebalan korteks prefrontal. Simpulan penelitian menegaskan bahwa luaran gawai sangat bergantung pada jenis konten, durasi, usia, dan konteks penggunaan. Pendekatan berbasis bukti disarankan melalui pembatasan durasi sesuai panduan kesehatan, penerapan waktu bebas gawai sebelum tidur, serta optimalisasi peran aktif orang tua dalam mendampingi anak.
PENGARUH PROMOSI KESEHATAN TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN ORANG TUA TERKAIT DETEKSI DINI AMBLIOPIA DI RS JEC MENTENG TAHUN 2025 Dela Ayu Maharani; Stella Sancka; Lannasari
Medis: Jurnal Inovasi Kesehatan dan Medika Nusantara Vol. 1 No. 2 (2026): Juni: Medis: Jurnal Inovasi Kesehatan dan Medika Nusantara
Publisher : Lembaga Penerbit Penelitian Multidisipliner

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67096/medis.v1i2.217

Abstract

Ambliopia merupakan gangguan perkembangan penglihatan pada anak yang ditandai dengan penurunan ketajaman visual tanpa kelainan struktural dan tidak dapat dikoreksi secara optimal dengan alat bantu optik. Kondisi ini dapat menyebabkan gangguan penglihatan permanen apabila tidak dideteksi sejak dini. Deteksi dini sangat bergantung pada pengetahuan orang tua yang masih tergolong rendah, sehingga perawat memiliki peran penting dalam memberikan promosi kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh promosi kesehatan terhadap tingkat pengetahuan orang tua mengenai deteksi dini ambliopia di Jakarta Eye Center Menteng tahun 2025. Metode penelitian menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan one group pre-test dan post-test. Sampel berjumlah 30 responden yang dipilih dengan teknik total sampling. Edukasi kesehatan diberikan oleh perawat, dan tingkat pengetahuan diukur menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah intervensi. Data dianalisis menggunakan uji Paired t-test. Hasil yang didapatkan yaitu nilai rata-rata pengetahuan sebelum intervensi adalah 57,33 dan meningkat menjadi 91,00 setelah promosi kesehatan, dengan selisih rerata 33,667. Sebanyak 97% responden berada dalam kategori pengetahuan baik setelah intervensi. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat perbedaan bermakna antara sebelum dan sesudah promosi kesehatan. Dengan demikian promosi kesehatan berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan orang tua mengenai deteksi dini ambliopia dan dapat menjadi strategi efektif dalam mencegah keterlambatan diagnosis pada anak.
PENGARUH LATIHAN MENGGUNAKAN HAND PADDLE TERHADAP PENINGKATAN KECEPATAN RENANG GAYA BEBAS 50 METER PADA ATLET Nurhayati Simatupang; Kayla Nurhajizah; Humul Hasanah Br Sagala; Aprialdi Samosir; Yolanda Grezia Purba; Wahyu Evan Sinambela
Medis: Jurnal Inovasi Kesehatan dan Medika Nusantara Vol. 1 No. 2 (2026): Juni: Medis: Jurnal Inovasi Kesehatan dan Medika Nusantara
Publisher : Lembaga Penerbit Penelitian Multidisipliner

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67096/medis.v1i2.234

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan membuktikan secara empiris besarnya pengaruh program latihan menggunakan hand paddle terhadap peningkatan kecepatan renang gaya bebas jarak 50 meter pada atlet. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu (quasi experiment) dengan desain One-Group Pretest-Posttest Design. Penelitian dilaksanakan di Kolam Renang Universitas Negeri Medan selama 10 minggu (10 pertemuan), melibatkan 15 orang mahasiswa olahraga sebagai subjek penelitian yang dipilih secara purposif. Instrumen yang digunakan adalah tes kecepatan renang gaya bebas 50 meter dengan stopwatch berstandar. Teknik analisis data menggunakan uji Paired Sample T-Test berbantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata waktu tempuh pre-test sebesar 30,96 detik dan post-test sebesar 29,99 detik, dengan selisih rata-rata 0,97 detik. Nilai t hitung sebesar 6,65 dengan Sig. (2-tailed) = 0,000 < 0,05, sehingga H₀ ditolak dan H₁ diterima. Disimpulkan bahwa latihan menggunakan hand paddle berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kecepatan renang gaya bebas 50 meter pada atlet. Temuan ini mendukung penerapan resistance training berbasis alat bantu sebagai strategi latihan yang efektif dalam cabang olahraga renang.
PENGARUH LATIHAN SQUAT JUMP DAN PLYOMETRIC JUMP TERHADAP POWER TUNGKAI ATLET TAEKWONDO KATEGORI CADET CLUB WEST TAEKWONDO CENTER SEMARANG TAHUN 2025 Sahdam Purnomo Sakti; Dhias Fajar Widya Permana
Medis: Jurnal Inovasi Kesehatan dan Medika Nusantara Vol. 1 No. 2 (2026): Juni: Medis: Jurnal Inovasi Kesehatan dan Medika Nusantara
Publisher : Lembaga Penerbit Penelitian Multidisipliner

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67096/medis.v1i2.237

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh latihan squat jump dan plyometric jump terhadap peningkatan power tungkai atlet taekwondo kategori cadet. Power tungkai merupakan komponen fisik penting yang mendukung efektivitas tendangan dalam pertandingan taekwondo. Metode penelitian menggunakan pendekatan eksperimen dengan desain pretest-posttest. Sampel penelitian terdiri dari atlet kategori cadet Club West Taekwondo Center Semarang yang dibagi ke dalam kelompok perlakuan. Instrumen yang digunakan adalah vertical jump test untuk mengukur power tungkai sebelum dan sesudah program latihan. Analisis data dilakukan melalui uji normalitas, homogenitas, dan uji hipotesis pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa latihan squat jump dan plyometric jump memberikan pengaruh signifikan terhadap peningkatan power tungkai. Nilai signifikansi sebesar 0,014 (p<0,05) menunjukkan adanya perbedaan peningkatan hasil antar kelompok perlakuan. Kombinasi kedua latihan memberikan peningkatan yang lebih optimal dibandingkan latihan tunggal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa squat jump dan plyometric jump dapat direkomendasikan sebagai metode latihan untuk meningkatkan kemampuan eksplosif power tungkai atlet taekwondo usia cadet yang berjumlah 15.
PENGARUH SENAM LANSIA BERBASIS KURSI TERHADAP KEKUATAN OTOT TUNGKAI PADA LANSIA DI PANTI JOMPO HISOSU BINJAI Christian Bio Parulian Damanik; Sri Yanta Ginting; Cesar Jasa Sianipar; Jepin Ardin Laoly; Nurhayati Simatupang
Medis: Jurnal Inovasi Kesehatan dan Medika Nusantara Vol. 1 No. 2 (2026): Juni: Medis: Jurnal Inovasi Kesehatan dan Medika Nusantara
Publisher : Lembaga Penerbit Penelitian Multidisipliner

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67096/medis.v1i2.255

Abstract

Penurunan kekuatan otot tungkai pada lansia dapat membatasi mobilitas, keseimbangan, dan kemandirian dalam aktivitas sehari-hari. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh senam lansia berbasis kursi terhadap kekuatan otot tungkai pada lansia di Panti Jompo HISOSU Binjai. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain praeksperimen one-group pretest-posttest. Sampel berjumlah 20 lansia yang mengikuti program latihan selama 12 pertemuan. Kekuatan otot tungkai diukur menggunakan 30-Second Chair Stand Test. Data dianalisis secara deskriptif, diuji normalitas dengan Shapiro–Wilk, dan diuji menggunakan paired-sample t-test. Rata-rata skor meningkat dari 8,45 pada pretest menjadi 10,55 pada posttest, dengan selisih 2,10 poin. Hasil uji menunjukkan p<0,001 sehingga terdapat perbedaan yang signifikan sebelum dan sesudah intervensi. Senam lansia berbasis kursi efektif meningkatkan kekuatan otot tungkai dan dapat diterapkan sebagai latihan sederhana di panti jompo.
Pengaruh Latihan Peregangan Duduk terhadap Fleksibilitas Otot Tungkai pada Lansia di Panti Jompo Karya Kasih Medan Arsenal Immanuel Sinambela; Erwin Sihotang; Pranata Gurusinga; Frendy Syaputra Siboro; Nurhayati Simatupang
Medis: Jurnal Inovasi Kesehatan dan Medika Nusantara Vol. 1 No. 2 (2026): Juni: Medis: Jurnal Inovasi Kesehatan dan Medika Nusantara
Publisher : Lembaga Penerbit Penelitian Multidisipliner

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67096/medis.v1i2.258

Abstract

Penurunan fleksibilitas otot tungkai pada lansia dapat membatasi mobilitas dan kemandirian dalam aktivitas sehari-hari. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh latihan peregangan duduk terhadap fleksibilitas otot tungkai pada lansia di Panti Jompo Karya Kasih Medan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain praeksperimen one-group pretest-posttest. Sampel simulasi berjumlah 24 lansia yang mengikuti latihan selama 12 pertemuan. Fleksibilitas diukur menggunakan Chair Sit-and-Reach Test dan dianalisis dengan paired-sample t-test. Rata-rata skor meningkat dari −1,71 ± 3,54 cm pada pretest menjadi 0,46 ± 3,84 cm pada posttest, dengan peningkatan rata-rata 2,17 cm. Hasil uji menunjukkan t(23) = 6,84 dan p < 0,001. Latihan peregangan duduk berpotensi meningkatkan fleksibilitas otot tungkai serta dapat diterapkan sebagai aktivitas fisik sederhana bagi lansia di panti jompo.
PENGARUH PROGRAM SENAM LANSIA TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI DI DESA BANDAR SELAMAT Al Farezi Manik; M. Dandi Ardiansyah Butar-Butar; Muhammad Dani; Fadiyah Khairani; Nabila Sabrina Azri; Nabila Trianafasa
Medis: Jurnal Inovasi Kesehatan dan Medika Nusantara Vol. 1 No. 2 (2026): Juni: Medis: Jurnal Inovasi Kesehatan dan Medika Nusantara
Publisher : Lembaga Penerbit Penelitian Multidisipliner

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67096/medis.v1i2.262

Abstract

Hipertensi pada lansia membutuhkan pengendalian melalui pendekatan farmakologis dan nonfarmakologis, salah satunya aktivitas fisik teratur. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh program senam lansia terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi di Desa Bandar Selamat. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain praeksperimen one-group pretest-posttest. Sampel berjumlah 25 lansia penderita hipertensi yang mengikuti program senam lansia selama 12 pertemuan. Tekanan darah sistolik dan diastolik diukur sebelum dan sesudah intervensi, kemudian dianalisis menggunakan uji Shapiro-Wilk dan paired sample t-test. Hasil menunjukkan rata-rata tekanan darah sistolik menurun dari 156,36 mmHg menjadi 144,60 mmHg, sedangkan tekanan darah diastolik menurun dari 95,32 mmHg menjadi 87,64 mmHg. Hasil uji statistik memperoleh p<0,001 pada tekanan darah sistolik dan diastolik. Program senam lansia berpengaruh signifikan terhadap penurunan tekanan darah dan dapat diterapkan sebagai intervensi nonfarmakologis sederhana bagi penderita hipertensi di masyarakat. Temuan ini memperkuat peran aktivitas fisik teratur dalam pengendalian hipertensi lansia secara praktis, dan berkelanjutan di masyarakat setempat.

Page 2 of 3 | Total Record : 29