cover
Contact Name
Syahid
Contact Email
syahid.lppm@gmail.com
Phone
+628561525053
Journal Mail Official
sosioekons.ips@gmail.com
Editorial Address
LRPM Universitas Indraprasta PGRI Jl. Nangka No. 58 C Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Sosio e-kons
ISSN : 20852266     EISSN : 25025449     DOI : https://doi.org/10.30998/sosioekons
Core Subject :
Sosio e-kons (ISSN 2502-5449 for the electronic version and ISSN 2086-2266 for the print version) first published on 29/01/2012 is a double-blind peer-reviewed scientific open access journal. The journal is dedicated to publishing articles concerned with research, Social sciences, Economics, economic education. The journal is published by Universitas Indraprasta PGRI.
Arjuna Subject : -
Articles 42 Documents
Transformasi Digital UMKM dan Ekonomi Kreatif dalam Menciptakan Pekerjaan Inklusif Sugeng Lubar Prastowo; Dona Fitria; Kalyca Shafhah Suci Alunis
Sosio e-Kons Vol. 18 No. 2 (2026): Sosio e-Kons
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/sosioekons.v18i2.4136

Abstract

Digital transformation has emerged as a key strategy for enhancing the competitiveness of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs). However, its relationship with the creation of inclusive employment through the creative economy remains underexplored, particularly in the context of urban Indonesia. This study aims to examine the role of MSME digital transformation and the creative economy in fostering inclusive job creation in Tangerang City. A qualitative research approach was employed, with data collected through in-depth interviews and document analysis involving MSME owners, local government officials, academics, and supporting institutions. The data were analyzed using thematic analysis techniques. The findings reveal that digital transformation expands market access, improves business efficiency, and creates new employment opportunities. Nevertheless, its implementation continues to face significant challenges, including limited digital literacy, restricted access to financing, and entrepreneurial mindsets that are not yet fully adaptive to technological and market changes. The study concludes that successful MSME digital transformation requires the integration of creative economy initiatives, active youth engagement, and collaborative governance involving government, business actors, academia, communities, and the media. These findings contribute to the development of more inclusive, innovative, and sustainable local economic policies.      
Efektivitas Digital Nudging pada Aplikasi M-Banking dalam Mendorong Perilaku Hemat Silvy Windha Mediaswari; Abdul Gani Laraga; Mohamad Rinaldi Djakaria; Ansar Sahabi; Rahman Erama
Sosio e-Kons Vol. 18 No. 2 (2026): Sosio e-Kons
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/sosioekons.v18i2.4177

Abstract

Perkembangan layanan mobile banking telah memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam melakukan transaksi keuangan secara cepat, praktis, dan real-time. Namun, kemudahan tersebut juga berpotensi mendorong perilaku konsumtif karena pengguna dapat melakukan transaksi secara instan tanpa pertimbangan yang matang. Dalam konteks ini, digital nudging menjadi pendekatan penting untuk mengarahkan perilaku pengguna melalui fitur aplikasi seperti notifikasi, pengingat, goal setting, framing, dan gamification tanpa membatasi kebebasan memilih. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas digital nudging pada aplikasi m-banking dalam mendorong perilaku hemat pengguna. Data dalam penelitian ini dikumpulkan melalui survei dan dianalisis menggunakan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian berjumlah 100 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria pengguna m-banking, pernah bertransaksi dalam tiga bulan terakhir, dan berusia 17–35 tahun. Data dianalisis menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, statistik deskriptif, dan regresi linear sederhana dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh item instrumen valid dan reliabel, dengan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,924 untuk variabel Digital Nudging dan 0,944 untuk variabel Perilaku Hemat. Hasil deskriptif menunjukkan Digital Nudging berada pada kategori tinggi dengan mean 4,18, sedangkan Perilaku Hemat berada pada kategori tinggi dengan mean 4,00. Hasil regresi menunjukkan bahwa Digital Nudging berpengaruh positif dan signifikan terhadap Perilaku Hemat dengan koefisien regresi 1,131, signifikansi 0,000, dan nilai R Square 0,721. Dengan demikian, digital nudging pada aplikasi m-banking terbukti efektif dalam mendorong perilaku hemat pengguna.
Peramalan Penerimaan Pajak Daerah Menggunakan ARIMA, LSTM, dan XGBoost: Studi Kasus Kabupaten Bantul Brian Rizadhani Latuconsina; Achmad Nizar Hidayanto
Sosio e-Kons Vol. 18 No. 2 (2026): Sosio e-Kons
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/sosioekons.v18i2.4200

Abstract

Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bantul yang bersumber dari pajak hotel, restoran, dan parkir telah dipungut secara elektronik melalui perangkat tapping box. Namun, data transaksi yang telah terkumpul selama bertahun-tahun belum dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung peramalan penerimaan daerah. Hasil wawancara dengan Badan Pengelolaan Keuangan, Pendapatan, dan Aset Daerah (BPKPAD) Kabupaten Bantul menunjukkan bahwa proses estimasi penerimaan selama ini masih dilakukan berdasarkan intuisi dan analisis tren sederhana menggunakan aplikasi spreadsheet. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi model peramalan yang paling akurat untuk penerimaan pajak hotel, restoran, dan parkir dengan membandingkan metode ARIMA dan SARIMA sebagai pendekatan statistik, Long Short-Term Memory (LSTM) sebagai pendekatan deep learning, serta XGBoost sebagai pendekatan machine learning berdasarkan kerangka kerja CRISP-DM. Data yang digunakan terdiri atas sekitar 4,8 juta transaksi tapping box periode 2020–2025 yang diolah menjadi data deret waktu dan dievaluasi menggunakan metode rolling-origin backtest dengan indikator Root Mean Square Error (RMSE) dan Mean Absolute Percentage Error (MAPE). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat satu model yang secara konsisten memberikan akurasi terbaik pada seluruh sektor dan horizon peramalan. XGBoost menghasilkan akurasi tertinggi pada sektor restoran dengan nilai MAPE terendah sebesar 1,86%, sedangkan ARIMA(1,1,1) menjadi model terbaik pada sektor parkir dengan nilai MAPE berkisar antara 7% hingga 9%. Pada sektor hotel yang memiliki tingkat volatilitas tinggi, model Seasonal Naïve memberikan hasil terbaik dengan nilai MAPE antara 10% hingga 14%. Temuan ini menunjukkan bahwa pemilihan model peramalan harus disesuaikan dengan karakteristik masing-masing sektor serta menegaskan pentingnya kualitas data tapping box dalam mendukung perencanaan penerimaan daerah yang lebih akurat dan berbasis data.
The Utilization Of QRIS As A Digital Innovation For Enhancing MSME Sales: A Phenomenological Study Inggrit Masita Ramadani; Lucyani Meldawati; Muhammad Ilham Pakawaru; Rudy Usman
Sosio e-Kons Vol. 18 No. 2 (2026): Sosio e-Kons
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/sosioekons.v18i2.4205

Abstract

The rapid growth of digital payment systems has transformed transaction practices within Micro, Small, and Medium Enterprises. As a national digital payment standard, the Quick Response Code Indonesian Standard offers a cashless payment solution that supports business operations and commercial performance. Despite its increasing adoption, the experiences and perceived benefits among small business owners remain diverse. This study aims to explore the lived experiences of food stall entrepreneurs at the Faculty of Economics and Business, Tadulako University, in utilizing the Quick Response Code Indonesian Standard as a digital innovation to improve business sales. A qualitative research design with a descriptive phenomenological approach was employed. Data were collected through in-depth interviews, direct observations, and documentation involving business owners who had actively used the payment system for an extended period. The findings reveal that the digital payment system enhances transaction efficiency, accelerates customer service, broadens consumer access, and contributes to sales growth. In addition, it facilitates more organized transaction records and supports better financial management. Although internet connectivity remains a major challenge, participants demonstrated adaptive strategies to overcome operational disruptions. This study contributes to a deeper understanding of digital transformation among small businesses and highlights the practical value of digital payment innovation in a university canteen setting.
Strategi Panti Kasih Ibu Aisyiyah Dalam Penerapan Disiplin Sosial Pada Anak Asuh Ida Agus Setiawati; Rany Claudia
Sosio e-Kons Vol. 18 No. 2 (2026): Sosio e-Kons
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/sosioekons.v18i2.4215

Abstract

Tidak semua anak beruntung hidup dalam kehangatan kasih sayang orangtua dan keluarga kandungnya, banyak juga anak yang diabaikan, dititipkan pada keluarga lain (nenek, bibi dll) bahkan ditelantarkan sehingga hidup dijalanan atau dibuang oleh keluarganya. Sehingga pengasuhannya dialihkan kepada  Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA). Di dalam panti anak diatur oleh nilai-nilai, kewajiban dan syarat-syarat yang harus dipatuhi oleh semua penghuninya. Anak akan diatur mulai dari pagi hari saat bangun tidur hingga akan tidur lagi dimalam hari. Sehingga dibutuhkan strategi dalam menerapkan kedisiplinan sosial di lingkungan panti agar semua anak bisa mematuhi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi pengurus panti dalam menerapkan kedisiplinan sosial pada anak asuh. Metode yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Pemilihan informan dengan purposive sampling yang terdiri dari 1 pengasuh, 3 kakak asuh dan 3 anak asuh. Dari hasil penelitian yang dilakukan diperoleh  bahwa Panti Kasih Ibu Asiyiyah menerapkan kedisipinan sosial dengan 4 cara yaitu melalui pembiasaan, role modelling atau teladan, pengawasan atau kontrol dan penyadaran kewajiban. Penerapan kedisiplinan ini menghadapi berbagai hambatan dikarenakan perbedaan karakter anak dampak dari pola asuh keluarga dirumah yang tidak dibiasakan dengan peraturan dan pembatasan, adanya trauma pada anak dan pengaruh lingkungan.   
Peramalan Permintaan Melon sebagai Dasar Penyusunan Rencana Produksi pada Smart Screen House Sukoati Farm Mutia Ainur Rahmalia; Taufik Setyadi; Fatchur Rozci
Sosio e-Kons Vol. 18 No. 2 (2026): Sosio e-Kons
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/sosioekons.v18i2.4354

Abstract

Ketidaksesuaian antara volume produksi dan permintaan pasar merupakan permasalahan utama yang dihadapi Smart Screen House Sukoati Farm sepanjang tahun 2025, ditandai dengan kondisi kelebihan pasokan pada semester pertama dan kekurangan pasokan pada semester kedua. Kondisi ini mengindikasikan bahwa perencanaan produksi masih bertumpu pada perkiraan manual yang rentan terhadap kesalahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola permintaan melon premium serta menentukan metode peramalan kuantitatif dengan tingkat akurasi tertinggi sebagai dasar penyusunan rencana produksi. Data yang digunakan adalah data runtunawaktu volume permintaan melon bulanan periode Januari hingga Desember 2025. Penelitian ini menerapkan dua metode peramalan runtun waktu (time series), yaitu moving average (n=3) dan exponential smoothing (α=0,1 dan α=0,5). Tingkat akurasi peramalan diukur menggunakan tiga indikator kesalahan, yaitu MAD, MSE, dan MAPE. Hasil analisis menunjukkanabahwa pola permintaan melon premium di SukoatiaFarm bersifat trend naik dengan puncak permintaan terjadi pada bulan Mei dan Desember. Berdasarkan perbandingan nilai galat ketiga metode, exponential smoothing dengan α=0,5 terpilih sebagai metode terbaik dengan nilai MAD sebesar 175,595, MSE sebesar 42.823,27, dan MAPE sebesar 2,095%, yang tergolong dalam kategori akurasi sangat baik. Proyeksi permintaan melon premium untuk periode berikutnya berdasarkan metode terpilih adalah sebesar 8.697 Kg, yang selanjutnya direkomendasikan sebagai acuan dalam penyusunan rencana produksi Smart Screen House Sukoati Farm.
Green Marketing Mix as a Competitive Advantage Strategy in Improving the Marketing Performance of MSMEs in Indonesia Anastasia Bernadin Dwi Mardiatmi Mardiatmi; Maria Assumpta Wikantari; Jenji Gunaedi Argo; Nurendah Shinta Rachmawati
Sosio e-Kons Vol. 18 No. 2 (2026): Sosio e-Kons
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/sosioekons.v18i2.4357

Abstract

This research aims to investigate whether the green marketing mix (green product, price, place, and promotion) is associated with the competitive advantage and marketing success of micro, small, and medium-sized enterprises (MSMEs) in Indonesia. The methodology employed quantitative data collection from 100 MSMEs in the Jabodetabek region, using Structural Equation Modeling (SEM) in SmartPLS. The results showed that the green product (β=0.277, p=0.021) and the green price (β=0.481, p=0.004) positively influenced competitive advantage while the green place (β=0.173, p=0.338) and green promotion (β=0.238, p=0.054) did not. Regarding the impact of the green marketing mix on marketing success, the result showed that the green price had possitive effects (β=0.405, p=0.005). At the same time, there where no statistically significant positive effects from the green product (p=0.202), green place (p=0.728), and green promotion (p=0.061). The result also indicated that competitive advantage mediated the relationships between green price (VAF=57.3%) and green product (VAF=74.4%) and marketing performance. Still, it did not mediate the relationships between green place and green promotion and marketing performance. Still, it did not mediate the relationships between green place and green promotion and marketing performance.
Analisis SWOT, IFE, EFE, dan IE dalam Menentukan Strategi Digital Marketing SMK Yadika 5  Muhammad Irsyadul Anam; Liza Nora
Sosio e-Kons Vol. 18 No. 2 (2026): Sosio e-Kons
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/sosioekons.v18i2.4367

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi digital marketing perusahaan menggunakan pendekatan Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats (SWOT) yang didukung dengan analisis Internal Factor Analysis Summary (IFAS), External Factor Analysis Summary (EFAS), dan Matriks Internal-Eksternal (IE). Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan penyebaran kuesioner kepada responden yang memahami aktivitas digital marketing perusahaan. Selanjutnya, data dianalisis menggunakan matriks IFAS dan EFAS untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal, kemudian dipetakan ke dalam Matriks IE guna menentukan posisi strategi perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor IFAS sebesar 3,31, yang mengindikasikan bahwa perusahaan memiliki kondisi internal yang kuat dengan dominasi faktor kekuatan dibandingkan kelemahan. Sementara itu, skor EFAS sebesar 3,26 menunjukkan bahwa perusahaan mampu memanfaatkan peluang eksternal secara optimal serta mengantisipasi ancaman yang dihadapi. Berdasarkan hasil pemetaan Matriks IE, perusahaan berada pada Sel I (Grow and Build). Posisi tersebut menunjukkan bahwa strategi yang direkomendasikan adalah Strategi SO (Strengths–Opportunities) merupakan strategi yang memanfaatkan kekuatan internal untuk meraih peluang eksternal. Berdasarkan matriks SWOT, strategi ini meliputi optimalisasi konten edukatif dan kreatif di media sosial, partisipasi dalam kegiatan atau event pemerintah sebagai sarana promosi sekolah, memperkuat kerja sama dengan alumni dan influencer lokal, serta memanfaatkan media sosial secara optimal untuk memperluas jangkauan promosi. Strategi ini menjadi prioritas karena sekolah memiliki kekuatan yang mampu mendukung pemanfaatan peluang yang tersedia.
Penentu Pangsa Ekonomi Biru di Indonesia: Panel Analisis Data 34 Provinsi Tahun 2021–2024 Indah Susilowati; Jubakti Anggoro; Graciella Salianto; Nada Zaretta; Arifatus; Salsabilla; Yuanita; Ayu; Nabila; Syifa; Maia; Annafi; Trisya
Sosio e-Kons Vol. 18 No. 2 (2026): Sosio e-Kons
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/sosioekons.v18i2.4405

Abstract

Indonesia memiliki sumber daya kelautan yang berlimpah dan berpotensi mendukung pengembangan ekonomi biru sebagai negara maritim. Namun, optimalisasi ekonomi biru masih terkendala oleh berbagai persoalan, seperti penangkapan ikan berlebihan, keterbatasan infrastruktur dan akses listrik, serta degradasi lingkungan laut. Penelitian ini mengkaji faktor-faktor yang memengaruhi pangsa ekonomi biru di 34 provinsi di Indonesia selama periode 2021 hingga 2024. Analisis dilakukan menggunakan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), serta Satu Data Perdagangan Kementerian Perdagangan Republik Indonesia. Analisis dilakukan secara kuantitatif dengan menggunakan model data panel melalui metode Panel Least Squares (PLS) dan pendekatan Fixed Effects Model (FEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa model memiliki kemampuan penjelasan yang sangat tinggi dengan nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,997. Secara parsial, variabel Electricity Consumption (EC) terbukti memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap pangsa ekonomi biru dengan koefisien sebesar -0,208869, sedangkan variabel Information and Communication Technology (ICT) memiliki pengaruh positif dan signifikan dengan koefisien sebesar 0,010090. Sementara itu, Trade Openness (TO), Gross Fixed Capital Formation (GFCF), dan Fisheries and Aquaculture production (FNA) tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap pangsa ekonomi biru. Temuan ini menunjukkan bahwa penguatan pemanfaatan teknologi digital serta pengelolaan energi yang lebih berkelanjutan merupakan faktor penting dalam mendorong pengembangan pangsa ekonomi biru di Indonesia. 
Ambiguitas Kausal Dan Dominasi Pionir Dalam Kegagalan Strategi Imitasi Melalui Tinjauan Bibliometrik Achmad Humam; Keni Kaniawati; Shanti Pramelia
Sosio e-Kons Vol. 18 No. 2 (2026): Sosio e-Kons
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/sosioekons.v18i2.4421

Abstract

Imitation strategies often fail against pioneer corporations due to the presence of asymmetric internal isolating mechanisms. This study aims to map document evolution, detect dominant conceptual cluster structures, and formulate a hybrid theoretical framework regarding causal ambiguity-based_imitation failure. The research methodology applies a systematic literature review design with a quantitative bibliometric approach based on the PRISMA protocol across 160 Scopus-indexed scientific articles during the 2016–2026 period. Data analysis was executed integratively using VOSviewer software and the R Biblioshiny package. The analytical results identify six primary thematic clusters that position causal ambiguity as a critical upstream shield determining replication failure by follower firms. Spatial synthesis confirms two conceptual propositions that causal ambiguity underlies imitation failure through knowledge isolation, while pioneer dominance accentuates this negative isolating effect. The research concludes that the protection of contemporary corporate core competencies has shifted from physical assets toward dynamic, tacit knowledge management. Future research implications recommend expanding global database integration and conducting field empirical quantitative testing using structural equation modeling.