cover
Contact Name
Devita Gantina
Contact Email
devita@iptrisakti.ac.id
Phone
+6281282956406
Journal Mail Official
heny.ratnaningtyas@iptrisakti.ac.id
Editorial Address
Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Institut Pariwisata Trisakti Jl. IKPN Bintaro Tanah Kusir, Jakarta Selatan 12330 jpp@iptrisakti.ac.id
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Pemberdayaan Pariwisata
ISSN : -     EISSN : 2715923X     DOI : https://doi.org/10.30647/jpp.v8i1.2012
PP accomodating researchers, academicians, scholars and students to disseminate the conceptual thoughts or ideas that have been achieved in the area of community services. The community service activities include the implementation of research results, the application of appropriate technology, the dissemination of innovations, conceptual ideas, study and application of theory, and the development of community empowerment models. Focuses on the main problems in the development of the sciences of community services areas as follows: Tourism: Sustainable Tourism Development Community-based Tourism Nature-based Tourism Creative Tourism Social Media for Tourism Marketing Smart Tourism Gastronomy: Food Tourism Herbs, Spices, and Traditional Food Cultural Food Studies Food Product and Pastry Food Packaging and Product Development Branding and Marketing Education and Training Regulation and Policy Destination: Policy for Destination Planning Tour Industry Hospitality Destination Policy and Training
Articles 125 Documents
Pemberdayaan Masyarakat Kampung Tajur, Purwakarta dengan Pelatihan Bahasa Inggris Nurti Rahayu; Rina Suprina; Gratia Wirata Laksmi; Santi Maudiarti; Mochamad Achmadi
Jurnal Pemberdayaan Pariwisata Vol 6 No 2 (2024): Jurnal Pemberdayaan Pariwisata
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat IP Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30647/jpp.v6i2.1843

Abstract

Salah satu tantangan utama yang dihadapi oleh masyarakat di desa wisata adalah kurangnya kemampuan berbahasa Inggris. Kampung Tajur, Purwakarta memiliki daya tarik wisata yang luar biasa, sehingga bisa menarik wsatawan asing untuk berkunjung. Namun kemampuan bahasa Inggris masyarakat sangat terbatas. Hal ini menghambat komunikasi efektif dengan wisatawan internasional dan membatasi potensi pariwisata desa. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris di komunitas pariwisata Kampung Tajur, serta mendorong pemberdayaan masyarakat melalui partisipasi aktif dalam program pelatihan bahasa. Metode pelaksaan PKM dengan bermain peran (role-play). Dengan metode ini, peserta pelatihan bisa terlibat aktif untuk menggunakan fungsi bahasa yang biasa mereka lakukan untuk berkomunikasi dengan wisatawan asing, seperti menyapa, berkenalan, memperkenalkan orang lain, dan menawarkan bantuan. Hasil angket sebelum dan sesudah PKM menunjukkan adanya peningkatan kemampuan fungsi-fungsi bahasa tersebut. Masyarakat juga lebih percaya diri untuk berbicara dengan Bahasa Inggris. Untuk keberlanjutan desa wisata Kampung Tajur, PKM Bahasa Inggris dapat diadakan secara rutin dan menyeluruh, dan menyentuh semua lapisan masyarakat. Kata Kunci: pemberdayaan masyarakat, pelatihan bahasa Inggris, desa wisata, pariwisata perdesaan, Kampung Tajur, Purwakarta
Pendampingan Desa Cipasung Menuju Desa Wisata Arief Faizal Rachman; Rina Suprina
Jurnal Pemberdayaan Pariwisata Vol 1 No 1 (2019): Jurnal Pemberdayaan Pariwisata
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat IP Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30647/jpp.v1i1.1323

Abstract

Desa Cipasung yang terletak di Kuningan, Jawa Barat, saat ini sedang mempersiapkan diri untuk berkembang menjadi desa wisata. Oleh karena itu perlu dilakukan pendampingan terhadap desa tersebut. Program Pendampingan Desa Wisata diyakini dapat menjadi model untuk mencapai peningkatan kualitas produk dan pelayanan Desa Wisata Rintisan Cipasung sehingga dapat menambah pendapatan tambahan ekonomi, pelestarian lingkungan dan penghormatan terhadap sosial budaya masyarakat. Jenis pariwisata yang dapat memenuhi tiga kriteria di atas adalah bentuk desa wisata yang berbasiskan masyarakat. Sebagai hasil dari kegiatan pendampingan ini maka telah dilakukan beberapa kegiatan seperti penyuluhan dan pelatihan bidang hospitality dan pariwisata kepada anggota masyarakat Desa Cipasung sampai pada kegiatan fisik seperti pembuatan dan pemasangan petunjuk jalan menuju daya tarik wisata Desa Cipasung. Pendampingan implementasi hasil penyuluhan dan pelatihan perlu tetap dilakukan sampai masyarakat bisa mandiri.
Peningkatan Kapasitas Promosi Digital dan Layanan Wisatawan melalui Kegiatan Pengabdian Masyarakat di Desa Wisata Cibuntu, Kabupaten Kuningan Devita Gantina; Yulia Lintangkawuryan; Christin Setiawan; Abdul Mughni Baihaqi; Muhammad iqbal Hanafi
Jurnal Pemberdayaan Pariwisata Vol 7 No 1 (2025): Jurnal Pemberdayaan Pariwisata
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat IP Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30647/jpp.v7i1.1904

Abstract

This community empowerment program was implemented in Cibuntu Tourism Village, Kuningan, West Java, in response to the low utilization of digital technology in tourism promotion and service delivery. The main objective was to enhance the digital capacity of local tourism actors, including tourism awareness groups, tourism-based micro-enterprises, and village officials. A participatory approach was employed, involving practical training sessions, the development of digital promotion strategies based on local potential, and technical assistance. Data collection methods included interviews, focused group discussions, and field observations. The program’s effectiveness was assessed through pre- and post-tests to measure the participants’ improvement in digital competencies. The results showed a significant increase in digital engagement: active use of social media rose from 15% to 75%, digital content creation skills improved from 10% to 60%, and the use of online booking platforms increased from 5% to 40%. The activities proved effective in empowering the local community to use digital tools in promoting tourism and delivering services. Moreover, the program fostered community participation, a sense of ownership, and sustainability in digital tourism development. To maintain the program's impact, follow-up training and regular technical mentoring are recommended to support continuous improvement in digital capacity. Keywords: community empowerment, digital capacity, digital tourism; rural tourism, social media marketing
Pelatihan Hygiene dan Sanitasi di Desa Bungaraya – Siak - Riau Vienna Artina Sembiring
Jurnal Pemberdayaan Pariwisata Vol 1 No 1 (2019): Jurnal Pemberdayaan Pariwisata
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat IP Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30647/jpp.v1i1.1328

Abstract

Pelatihan dan penyuluhan Hygiene dan Sanitasi di desa Bungaraya kabupaten Siak adalah pengabdian masyarakat yang bertujuan agar masyarakat di desa Bunga Raya mengerti dan memahami tentang kebersihan diri, pemilihan bahan makanan yang baik, kebersihan dalam memproses atau mengolah makanan serta kebersihan dalam proses pengemasan makanan supaya makanan bisa awet/tidak basi dan terhindar dari bakteri dan kuman penyakit. Metode pelatihan yang digunakan adalah metode klasikal dengan pendekatan diskusi/tanya jawab dan praktik dengan maksud agar materi dapat diterima oleh peserta dengan baik. (1) Pengertian hygiene dan sanitasi diri, (2) hygiene dan sanitasi makanan, (3) hygiene dan sanitasi pengemasan makanan Hasil pelatihan menunjukan bahwa dengan adanya pelatihan ini para peserta mengerti dan memahami kebersihan diri, kebersihan peralatan dan tempat untuk mengolah makanan, pemilihan bahan makanan yang baik dan sehat untuk dimasak dan cara penyimpanan makanan yang baik dan benar.
Pengembangan Produk Kuliner Betawi Berbasis Digital Marketing di Kelurahan Parigi Baru – Tanggerang Selatan Devita Gantina; Mohammad Syaltut Abduh; Joko Haryono
Jurnal Pemberdayaan Pariwisata Vol 5 No 2 (2023): Jurnal Pemberdayaan Pariwisata
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat IP Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30647/jpp.v5i2.1775

Abstract

The aim of this activity is to develop Betawi culinary products in Perigi Baru Village, South Tangerang involving increasing digital marketing, income of local culinary entrepreneurs, empowering the local economy, creating positive branding. The method of this activity is by providing counseling and training. The PKM KKB Incentive Program at Karang Taruna, Perigi Baru Village, lasts for two months with a total of 25 participants, focusing on developing Betawi culinary MSMEs through digital marketing and packaging. This theme received a positive response, increasing enthusiasm and innovation among the members of Karang Taruna Perigi Baru. The active participation of the community, especially Karang Taruna members, reflects the high level of support for the PKM Incentive Program in the field of Betawi culinary development. Cross-sector collaboration, involving lecturers, MBKM students, resource persons, and the local community, including four students from the Applied Hotel and Tourism Study Program, provided a valuable contribution. They are not only additional human resources, but also gain valuable practical experience that can be applied. This collaboration encourages the development of more optimal processed products in Perigi Baru Village. Keywords: Betawi culinary, digital marketing
Kegiatan MBKM UNJ di Kampung Eduwisata Bhinneka: Kolaborasi Mahasiswa dan Komunitas dalam Pembuatan Media Promosi Wisata Khrisnamurti Khrisnamurti; Raja Sidabutar; Alfandi Wahyu Ramadhan; Agung Afriansyah
Jurnal Pemberdayaan Pariwisata Vol 7 No 1 (2025): Jurnal Pemberdayaan Pariwisata
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat IP Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30647/jpp.v7i1.1910

Abstract

The main goal is to support the local community, especially the tourism awareness group (Pokdarwis), in using digital media to strengthen the image and attractiveness of Kampung Eduwisata Bhinneka. The activity used a descriptive qualitative approach with participatory observation. Students were directly involved in every step of the process, including identifying promotional needs, planning content with local managers, conducting content creation training, and publishing content on social media platforms. The results of this program include various promotional media such as a profile video, tourism package video, Instagram feeds, an official website, and a pocket book as a short guide for visitors. The active participation of local residents in the student-led training significantly improved their understanding of how to use graphic design and video editing tools. Social media analytics showed increased engagement, and feedback from the Pokdarwis group confirmed improved confidence in managing their own promotions. In conclusion, this activity highlights the importance of collaboration between educational institutions and local communities in developing community-based tourism. The structured and participatory training helped improve the community’s digital literacy. The recommendation is to continue digital training, use more diverse promotional platforms, and create more innovative content so that Kampung Eduwisata Bhinneka can compete effectively in today’s digital tourism landscape. Keywords: promotional media, Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). community based tourism (CBT
Peningkatan Kapasitas Pelaku Usaha Homestay Desa Wisata di Kabupaten Biak Numfor, Provinsi Papua Rina Fitriana
Jurnal Pemberdayaan Pariwisata Vol 2 No 1 (2020): Jurnal Pemberdayaan Pariwisata
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat IP Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30647/jpp.v2i1.1368

Abstract

Biak Numfor was a success story in tourism during 90s by becoming one of transit areas for aircraft going to Los Angeles, USA. One of the evidences was the existence of the first 5 star hotels in Papua, namely Merauw Hotel, which was destroyed during 1998 riot. The main problems faced by the Government in this area are the conflict about indigenous land and the human resources problems in tourism, including the lack of knowledge and skills of business actors in tourist village. With the goal of increasing the capacity of homestay business owners in operating its business unit, the Ministry of Tourism that becomes a partner in this community service holds the homestay training for 70 homestay owners who come from several tourist villages. The training held for one day at Mapia Hotel, Biak Numfor District, Papua Province on October 16, 2019. The result of this community service is the increasing knowledge of the homestay owners on the basic knowledge of homestay operations as much as 60%. In addition, 100% of the participants stated such training as something very enlightening and increasing their understanding and expertise in homestay.
Pelatihan Tour Guiding di Desa Tebara, Sumba Barat Liliana Dewi; Gagih Pradini; Daffa Alsya Putra
Jurnal Pemberdayaan Pariwisata Vol 5 No 2 (2023): Jurnal Pemberdayaan Pariwisata
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat IP Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30647/jpp.v5i2.1766

Abstract

The target participants for the community service program are young men and women who are members of the Pokdarwis, MSME activists. The problem is a need for more understanding and the ability to guide tours, which is one of the supporting factors for tourists visiting. The approach to implementing the service program uses the Community-based participatory research (CBPR) method. The results obtained are that participants (1) gain knowledge and understanding of the tour guide profession; (2) participants can practice the simulation of being a tour guide by giving greetings, introducing themselves, and explaining tourist attractions in simple terms. Keywords: tour guiding, Tebara Village, West Sumba
Pemberdayaan Masyarakat Sekitar Destinasi Wisata Tapanuli Utara melalui Diseminasi Strategi Branding, Konten, dan Media Sosial Dimas Yudistira Nugraha; Novia Yuliarni
Jurnal Pemberdayaan Pariwisata Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Pemberdayaan Pariwisata
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat IP Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30647/jpp.v7i2.1967

Abstract

The dissemination activities on tourism marketing strategy and communication in North Tapanuli Regency were conduscted in three sessions, each focusing on strengthening branding, content, and social media.The main objective of these activities was to educate the capacity of local communities in promoting tourism destinations through effective communication approaches tailored to the characteristics of each business. The implementation method involved interactive seminars engaging stakeholders from community who live around tourism destination in North Tapanuli. The results of the activities indicated that participants gained a better understanding of branding concepts, content strategies, and the use of social media in tourism promotion. These findings suggest that a community-based educational approach can serve as an effective strategy for regional tourism development. The conclusion drawn from these activities is that strengthening the marketing communication capacity of local communities significantly contributes to improving the competitiveness of tourism destinations in North Tapanuli. Keywords: dissemination, social media, promotion
City Branding Belitung Timur Nani Kurniasari; Satya Candrasari
Jurnal Pemberdayaan Pariwisata Vol 2 No 2 (2020): Jurnal Pemberdayaan Pariwisata
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat IP Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30647/jpp.v2i2.1435

Abstract

Branding suatu wilayah sangat penting dirumuskan untuk dapat mengangkat karakteristik daerah tertentu di kancah nasional maupun internasional. Ketika suatu kota mempunyai ciri khas yang unik, maka akan dapat menarik minat wisatawan lokal maupun wisatawan asing untuk berkunjung ke kota tersebut. Dengan demikian sektor pariwisata kota itu dapat diandalkan untuk memberdayakan masyarakat sekitarnya dan meningkatkan pendapatan daerah mereka. Artikel ini merupakan hasil pelatihan dalam rangka Pengabdian Kepada Masyarakat yang dilakukan oleh Program Studi Ilmu Komunikasi Kalbis Institute. Pelatihan ini diberikan kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Belitung Timur dan beberapa pemangku kepentingan terkait lainnya. Tujuan pelatihan ini di antaranya adalah memberikan pemahaman mengenai branding kota dan pendampingan bagi peserta pelatihan dalam merumuskan branding Kabupaten Belitung Timur. Metode pelaksanaan pelatihan daring ini dimediasi oleh aplikasi Zoom dengan perangkat berupa laptop, komputer, maupun telepon pintar yang digunakan oleh pembicara dan para peserta. Pelatihan ini berhasil merumuskan peta wisata untuk beberapa desa di Kabupaten Belitung Timur beserta keunggulannya. Kata Kunci: Branding, Pariwisata, Kota, Belitung Timur

Page 6 of 13 | Total Record : 125