cover
Contact Name
Anwar Efendi
Contact Email
anwar@uny.ac.id
Phone
+62274550843
Journal Mail Official
litera@uy.ac.id
Editorial Address
Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Yogyakarta Depok, Sleman, Yogyakarta Indonesia 55281 litera@uny.ac.id
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Litera
ISSN : 14122596     EISSN : 24608319     DOI : 10.21831
Core Subject : Education,
LITERA is a high quality open access peer reviewed research journal that is published by Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Yogyakarta. LITERA is providing a platform for the researchers, academicians, professionals, practitioners, and students to impart and share knowledge in the form of high quality empirical original research papers on linguistics, literature, and their teaching.
Articles 512 Documents
FEMINISME EKSISTENSIALIS DALAM NOVEL DRUPADI KARYA SENO GUMIRA AJIDARMA Munaris Munaris; Joko Setyo Nugroho
LITERA Vol 20, No 2: LITERA JULI 2021
Publisher : Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ltr.v20i2.41926

Abstract

Pembicaraan mengenai perempuan tidak terlepas dari isu kesetaraan gender atau emansipasi. Isu tentang emansipasi sendiri merupakan wujud dari penolakan kaum perempuan terhadap kesenjangan hak, kewajiban, dan perannya dalam kehidupan. Penyuaraan kesetaraan gender tersebut seringkali dilakukan melalui pemikiran yang terdokumentasi di sebuah karya tulis, salah satunya dalam bentuk karya sastra, yaitu novel. Berdasarkan pemaparan tersebut, maka dilakukan penelitian ini dengan tujuan mendeskripsikan bentuk-bentuk opresi terhadap perempuan dan perlawanan perempuan sebagai wujud eksistensinya dalam novel Drupadi karya Seno Gumira Ajidarma dari perspektif feminism eksistensialis Simone de Beaviour. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Sumber data pada penelitian ini adalah novel Drupadi karya Seno Gumira Ajidarma. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik dokumentasi. Data yang berupa kutipan-kutipan di dalam novel kemudian dikaji dengan teori feminisme-eksistensialis Simone de Beaviour. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam novel Drupadi karya Seno Gumira Ajidarma terdapat 10 data terkait bentuk-bentuk opresi terhadap perempuan yang terdiri atas: (1) pandangan perbedaan posisi perempuan dan laki-laki, (2) opresi terhadap perempuan dari segi pelayanan dalam perkawinan, dan (3) pelecahan seksual; serta 13 data terkait bentuk-bentuk perlawanan kaum perempuan sebagai wujud eksistensinya yang terdiri atas: (1) bekerja, (2) menjadi agen intelektual, dan (3) melakukan transformasi dalam masyarakat. Kata kunci: feminisme eksistensialis, opresi, eksistensi, perempuan, Drupadi EXISTENSIALIST FEMINISM IN SENO GUMIRA AJIDARMA’S DRUPADI NOVEL AbstractThe discussion about women cannot be separated from the issue of gender equality or emancipation.  The issue of emancipation itself is a manifestation of women's rejection of the gap in their rights, obligations and roles in life.  The voicing of gender equality is often carried out through thoughts that are documented in a written work, one of which is in the form of literary works, namely novels.  Based on this explanation, this research was conducted to describe the forms of oppression against women and women's resistance as a manifestation of their existence in the Drupadi novel by Seno Gumira Ajidarma from the perspective of Simone de Beaviour's existentialist feminism.  This study uses a qualitative approach with descriptive methods.  The data source in this study is the Drupadi novel by Seno Gumira Ajidarma.  Data collection in this study was carried out by using documentation techniques.  The data in the form of quotations in the novel were then studied with the feminism-existentialist theory of Simone de Beaviour.  The results of this study indicate that in the Drupadi novel by Seno Gumira Ajidarma, there are 10 data related to forms of oppression against women consisting of, (1) views of the different positions of women and men,  (2) oppression against women in terms of service in marriage;  and (3) sexual harassment;  as well as 13 data related to forms of women's resistance as a form of their existence consisting of, (1) work, (2) becoming an intellectual agent, and (3) transforming society. Keywords: eksistensialist feminism, oppression, existence, women, Drupadi
SEKSUALITAS PEREMPUAN DAN WACANA DOMINAN PATRIARKI DALAM BEAUTIFUL YOU KARYA CHUCK PALAHNIUK Putri Ayienda Dinanti; Joesana Tjahjani
LITERA Vol 20, No 2: LITERA JULI 2021
Publisher : Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ltr.v20i2.30707

Abstract

Patriarki adalah salah satu sistem sosial yang mengatur di beberapa negara. Imbas dari sistem patriarki, perempuan sering mengalami dominasi dan tekanan yang ditimbulkan oleh laki-laki. Hal tersebut dilakukan melalui penguasaan terhadap seksualitas perempuan. Mengacu pada latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan mengungkap hubungan seksualitas perempuan dengan wacana patriarki di dalam karya sastra, khususnya novel Beautiful You. Karya tersebut ditulis oleh Chuck Palahniuk di tahun 2014 dan termasuk ke dalam jajaran sastra kontemporer Amerika. Metode berlandaskan kualitatif dipilih ke dalam penelitian untuk mendapatkan gambaran analisis yang lebih rinci. Tulisan ini menggunakan pendekatan struktural dan kritik sastra feminis. Teori sekuen Schmitt dan Viala, serta bagan fungsional transformasi Greimas digunakan untuk membongkar struktur dan strategi naratif teks. Teori feminisme eksitensialis milik Beauvoir kemudian dipaparkan untuk menemukan ideologi dalam teks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: pertama, struktur teks dan strategi naratif memang mengindikasikan kehadiran dominasi laki-laki di sepanjang cerita. Kedua, laki-laki mendominasi melalui tubuh dan seksualitas perempuan. Ketiga, dominasi tersebut berhubungan erat dengan adopsi wacana patriarki yang kemudian menjadi ideologi dalam teks. Kata kunci: dominasi, kesusastraan, patriarki, perempuan, seksualitasWOMEN’S SEXUALITY AND DOMINANT DISCOURSE OF PATRIARCHY IN BEAUTIFUL YOU BY CHUCK PALAHNIUK AbstractPatriarchy is one of the social systems that governs in several countries. As a result of the patriarchal system, women often experience domination and pressure caused by men. This is done through domination of women's sexuality. Referring to this background, this study is aimed at revealing the relationship between women's sexuality and patriarchal discourses in literary works, especially in the novel Beautiful You. The work is written by Chuck Palahniuk in 2014 and belongs to the ranks of contemporary American literature. A qualitative based method is selected in the study to obtain a more detailed description of the analysis. The study uses a structural approach and feminist literary criticism. Schmitt and Viala's sequence theory, as well as Greimas’ transformation functional chart are used to unravel the text structure and narrative strategy. Beauvoir's theory on existentialist feminism is presented to find ideologies in the text. The results of the research show that: first, the structure of the text and the narrative strategy indeed indicate the presence of male dominance throughout the story. Second, men dominate through women's bodies and sexuality. Third, that dominance is closely related to the adoption of patriarchal discourses which later become an ideology in the text. Keywords: domination, literature, patriarchy, women, sexuality 
EVALUASI KUALITAS ARGUMEN PADA ARTIKEL JURNAL Zain Syaifudin Nakrowi; Yeti Mulyati
LITERA Vol 20, No 1: LITERA MARET 2021
Publisher : Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ltr.v20i1.34287

Abstract

Argumentasi sangat penting dalam artikel ilmiah. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mengungkap kualitas argumentasi dalam artikel ilmiah pada jurnal dengan scope pendidikan bahasa Indonesia. Kualitas jurnal akan dievaluasi berdasarkan perspektif Toulmin. Evaluasi dipaparkan dalam pembagian kualitas argumentasi, struktur varian yang tampak dalam paragraf argumentasi, dan peringkat kualitas argumentasi pada jurnal terindeks sinta 2 sampai 6. Untuk mengungkap kualitas argumen tersebut, peneliti menggunakan pendekatan mixed method. Hasil temuan dari penelitian ini, pertama: secara umum kualitas argumen dalam artikel yang berfokus pada pendidikan bahasa Indonesia masih rendah. Argumen secara dominan disajikan dengan struktur P-D. Kedua, terdapat empat varian struktur argumen yang ditemukan, yaitu: P-D, P-D-J, P-D-T, dan P-D-J-T. Ketiga, kualitas argumen berdasarkan nilai rerata konversi menunjukkan jurnal terakreditasi sinta 2 memiliki kualitas masuk pada klasifikasi sedang. Sementara artikel pada jurnal terakreditasi 3, 4, 5, 6 dan tidak terakreditasi memiliki kualitas argumen tergolong pada kategori rendah.Kata kunci: kualitas argumen, wacana, perspektif toulminEVALUATING THE QUALITY ARGUMENT IN JOURNAL ARTICLESAbstrakArguments are very important in scientific articles. This study aims to reveal the quality of arguments in scientific articles in journals with the scope of Indonesian language education. The quality of the journal will be evaluated based on the Toulmin’s perspective. Evaluation is described in the division of argumentation quality, variant structure that appears in the argumentation paragraphs, and argumentation quality ratings in indexed journals 2 to 6. To reveal the quality of the arguments, the researcher uses a mixed method approach. The findings of this study are as follows. First: in general, the quality of the arguments in articles that focus on Indonesian language education is still low. The argument is predominantly presented with a P-D structure. Second, there are four variants of the argument structure found, namely: P-D, P-D-J, P-D-T, and P-D-J-T. Third, the quality of the argument based on the average conversion value shows that the Sinta 2 accredited journals have medium classification. Meanwhile, articles in accredited journals 3, 4, 5, 6 and un-accredited have the quality of their arguments in the low category.Keywords: quality of arguments, discourse, Toulmin's perspective
DIFERENSIASI KONSEP PEREMPUAN TIGA ZAMAN: KAJIAN DEKONSTRUKSI JACQUES DERRIDA Muakibatul Hasanah; Robiatul Adawiyah
LITERA Vol 20, No 1: LITERA MARET 2021
Publisher : Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ltr.v20i1.39036

Abstract

Novel sebagai representasi dari kehidupan nyata banyak mengangkat tema-tema yang selama ini berkembang di masyarakat. Salah satu tema yang menarik dan banyak diangkat adalah tema yang berhubungan dengan perempuan. Setiap penulis mempunyai cara tersendiri untuk membuat pembaca tetap tertarik dengan kisah yang disajikan. Hal itu dilakukan tidak hanya dengan penyajian jalan cerita yang berbeda, namun juga melakukan konstruksi yang berbeda-beda pada sosok perempuan sehingga setiap cerita menggambarkan citra perempuan yang berbeda pula. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perbedaan konsep perempuan dan memaparkan unsur aporia dalam novel Siti Nurbaya, Belenggu, dan Di Balik Kerling Saatirah. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan dekonstruksi. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Data penelitian berupa kutipan dialog, monolog, dan narasi yang sesuai dengan fokus serta tujuan penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan bentuk dekonstruksi konsep perempuan yang tergambar melalui penokohan Siti Nurbaya, Rohayah, dan Saatirah. Selain itu, melalui pembacaan dekonstruktif dapat ditemukan unsur aporia berupa paradoks, ironi, dan kontradiksi dalam ketiga novel tersebut.Kata Kunci: diferensiasi, perempuan, dekonstruksi, aporia,DIFFERENTIATION OF THREE-AGE WOMEN'S CONCEPTS: A STUDY OF THE DECONSTRUCTION OF JACQUES DERRIDAAbstractNovels as representations of real life carry many themes that have been developing in society. One of the interesting and widely discussed themes is related to women. Each writer has their own way of keeping readers interested in the story being presented. This is done not only by presenting a different storyline, but also by carrying out different constructions on the female figure so that each story depicts a different image of a woman. This study aims to identify differences in the concept of women and to explain the elements of aporia in the novels Siti Nurbaya, Belenggu, and Di Balik Kerling Saatirah. The study uses the deconstruction approach. This type of research is qualitative research. The research data are in the forms of dialogue quotations, monologues, and narratives that are in accordance with the focus and objectives of the study. Research results indicate that there are differences in the form of deconstruction of the concept of women as illustrated by the characterizations of Siti Nurbaya, Rohayah, and Saatirah. In addition, through deconstructive reading, elements of aporia can be found in the three novels in the forms of paradox, irony, and contradiction.Keywords: differentiation, women, deconstruction, aporia
AN ANALYSIS OF SLANG LANGUAGE USED IN THE TEENAGER INTERACTION Nuraeni, Frasasti Wahyu; Pahamzah, John
LITERA Vol 20, No 2: LITERA JULI 2021
Publisher : Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ltr.v20i2.37058

Abstract

Language variation, slang, is one of the recently language uses in mostly teenager interaction. They use this language variation in having various types and reasons. This paper is qualitative studies which aimed at finding and explore the types of slang language used and the reasons of using slang in teenager interaction. It was used as the method to describe a result of a process based on the category that had been determined. The data were collected from document analysis and close ended questionnaire which were analyzed by using interactive model of data analysis: data reduction, data display, and drawing conclusion / verification. The study found that the types of slang language used in teenager interaction showed various result in each types. The first highest result was acronym with the total 33 words or 37.93%. Then, the second was clipping with the total 25 words or 28.75%. Next, the third was fresh and creative with the total 16 words or 18.39%. After that, the fourth was compounding with the total eight words or 9.19%, and the lowest was imitative with the total five words or 5.74%. In line with the result of slang language used types, the result of teenagers’ reason in using slang on their interaction also showed impressive result. There were seven reasons of why the teenagers were using slang language in their interaction. The first highest result was the reason of to enrich the language by inventing new words with the total 15 frequencies or 17.85%. Then, the reason was to induce either friendliness with the total 14 frequencies or 16.70%. Next, the reason were to be different and for easing of social intercourse with the total 13 frequencies or 15.47%. The reasons of to be different and for easing of social intercourse had the same frequencies and percentage in this result. After that, the reason was to reduce seriousness of a conversation with the total 11 frequencies or 13.09%. Next, the reason was just for fun of the thing with the total 10 frequencies or 11.90%, and the last reason was for delights in virtuosity with the total eight frequencies or 9.52%. Keywords: communication, slang types, reason of using slang, and teenager.ANALISIS PENGGUNAAN BAHASA SLANG DALAM INTERAKSI REMAJAAbstrakVariasi bahasa, bahasa gaul, adalah salah satu bahasa yang baru-baru ini digunakan dalam sebagian besar interaksi remaja. Mereka menggunakan variasi bahasa ini karena memiliki berbagai jenis dan alasan. Penelitian ini merupakan penelitian dengan motode kualitatif yang bertujuan untuk menemukan dan mengeksplorasi jenis-jenis bahasa gaul yang digunakan dan alasan penggunaan bahasa gaul dalam interaksi remaja. Metode kualitatif digunakan sebagai metode untuk mendeskripsikan hasil dari suatu proses berdasarkan kategori yang telah ditentukan. Data diperoleh dari analisis dokumen dan angket tertutup yang dianalisis menggunakan analisis data model interaktif: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan / verifikasi. Hasil penelitian menemukan bahwa jenis-jenis bahasa gaul yang digunakan dalam interaksi remaja menunjukkan hasil yang beragam di setiap jenisnya. Hasil tertinggi pertama adalah akronim dengan jumlah 33 kata atau 37,93%. Kemudian yang kedua yaitu kliping dengan total 25 kata atau 28,75%. Berikutnya, yang ketiga yaitu kata baru dan kreatif dengan total 16 kata atau 18,39%. Setelah itu, kata majemuk dengan total delapan kata atau 9,19%, dan yang terendah yaitu kata peniruan dengan total lima kata atau 5,74%. Sejalan dengan hasil penggunaan jenis bahasa gaul, hasil alasan remaja dalam menggunakan bahasa gaul di interaksinya juga menunjukkan hasil yang mengesankan. Ada tujuh alasan mengapa para remaja tersebut menggunakan bahasa gaul dalam interaksi mereka. Alasan yang pertama adalah untuk memperkaya bahasa dengan menemukan kata-kata baru sebanyak 15 frekuensi atau 17,85%. Kemudian alasan yang kedua untuk menginduksi keramahan dengan total 14 frekuensi atau 16.70%. Selanjutnya, alasan yang ketiga agar berbeda dan untuk memudahkan pergaulan dengan total 13 frekuensi atau 15,47%. Sejalan dengan hasil penggunaan jenis bahasa gaul, hasil alasan remaja dalam menggunakan bahasa gaul di interaksinya juga menunjukkan hasil yang mengesankan. Alasan untuk menjadi berbeda dan untuk memudahkan pergaulan memiliki frekuensi dan persentase yang sama pada hasil ini. Setelah itu, alasan berikutnya untuk mengurangi keseriusan percakapan dengan total 11 frekuensi atau 13,09%. Selanjutnya, hanya untuk bersenang-senang dengan total 10 frekuensi atau 11,90%, dan yang terakhir adalah kesenangan dalam virtuositas dengan total delapan frekuensi atau 9,52%. Kata kunci: komunikasi, tipe-tipe bahasa gaul, alasan penggunaan bahasa gaul, dan remaja.
KEARIFAN LOKAL DALAM BAHASA-BAHASA ETNIS DI SULAWESI UTARA DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PENDIDIKAN KARAKTER BANGSA Hadirman, Hadirman; Ardianto, Ardianto
LITERA Vol 20, No 2: LITERA JULI 2021
Publisher : Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ltr.v20i2.36029

Abstract

Penelitian bahasa-bahasa etnis di Sulawesi Utara kaitannya dengan kearifan lokal dan multikulturalisme penting dilakukan. Melalui penelitian akan terungkap nilai-nilai kearifan lokal yang berwawasan multikultural. Selain itu, penelitian ini memiliki implikasi pada pembentukan karakter bangsa ketahanan integrasi bangsa. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan nilai kearifan lokal khususnya yang berwawasan multikultural dalam bahasa-bahasa etnis (daerah) di Sulawesi Utara dan implikasinya terhadap pendidikan karakter bangsa. Metode pengumpulan atau penyediaan data dilakukan melalui studi pustaka, simak, dan catat khususnya terkait data lisan percakapan masyarakat lokal menggunakan bahasa etnis. Model analisis data yang digunakan adalah interaktif-dialektis. Melalui model ini, pengumpulan data dan analisis secara bersama-sama, berulang kali, sesuai kebutuhan. Hasil analisis menunjukkan bahwa bahasa-bahasa etnis di Sulawesi Utara mengandung nilai kearifan lokal, khususnya pemakaian bahasa etnis dalam konteks atau ranah budaya dan sosial kemasyarakatan. Nilai kearifan lokal yang terepresentasi  dalam bentuk leksikon dan ungkapan bahasa etnis antara lain bahasa Tonsea, Bantik, Tombulu, Mongondow, dan Sangihe-Talaud adalah bantu-membantu, musyawarah, moral dan etika, dan harga-menghargai. Temuan nilai kearifan lokal dalam bahasa-bahasa etnis tersebut dapat dijadikan bahan pendidikan karakter bangsa di sekolah maupun di perguruan tinggi. Kata kunci: nilai kearifan lokal, bahasa etnis, pendidikan karakter bangsa  LOCAL WISDOM IN ETNIC LANGUAGES IN NORTH SULAWESI AND IMPLICATION TO EDUCATION OF NATION CHARACTER AbstractResearch on ethnic languages in North Sulawesi in relation to local wisdom and multiculturalism is important. Through research, it will be revealed the values of local wisdom with a multicultural perspective. In addition, this research has implications for shaping the character of the nation for the resilience of national integration. This study aims to describe the value of local wisdom, especially those with a multicultural perspective in ethnic languages in North Sulawesi and its implications to education of national character. The method of collecting or providing data was carried out through literature study, listening, and taking notes, especially related oral data on local community convertions using ethnic languages. The data analysis model used was interactive-dialectical. Through this model, data collection and analysis are jointly, repeatedly, as needed. The results of the analysis show that the ethnic languages in North Sulawesi contain local wisdom value, especially the use of ethnic languages ini the cultural and social contexts or realms. The value of local wisdom are represented in the form lexicons and expressions of ethnic languages, including Tonsea, Bantik, Tombulu, Mangondow, and Sangihe-Talaud are helping, discussion, morals, and respect. The findings of the value of local wisdom in ethnic languages can bhe used as material for nationa character in schools and universities. Keywords: local wisdom, ethnic languages, education of nation character
NILAI FEMINISME PROFETIK DALAM NOVEL KOTA KAUM CADAR KARYA ZOE FERRARIS Herson Kadir; Fitri Yanuar Misilu
LITERA Vol 20, No 1: LITERA MARET 2021
Publisher : Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ltr.v20i1.33861

Abstract

Perbedaan antara laki-laki dan perempuan yang digambarkan di dalam karya sastra selalu menimbulkan beragam peristiwa sosial, termasuk persoalan ketimpangan gender.Peran perempuan dianggap hanya cocok berada di ranah domestik.Namun, secara feminisme profetik peran tersebut tidak dipersoalkan, karena perempuan meskipun berperan di dalam rumah tangga tetap bermanfaat dan memiliki nilai kebaikan.Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan nilai feminsime profetik dalam novel Kota Kaum Cadar karya Zoe Ferraris.Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif.Pengumpulan data dilakukan dengan teknik pembacaan dan pencatatan.Data penelitian ini adalah nilai feminisme profetik dalam novel Kota Kaum Cadar karya Zoe Ferrraris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan dan laki-laki memiliki kesempatan yang sama dalam melakukan kebaikan baik di ranah domestik maupun publik. Di dalam novel Kota Kaum Cadar karya Zoe Ferraris peran perempuan diposisikan sejajar dengan laki-laki dalam konteks berbuat kebaikan guna memeroleh remunerasi pahala dari Tuhan.Secara feminisme profetik melalui deskripsi peran tokoh perempuan dalam novel ini ditemukan pula nilai-nilai berupa; nilai humanis(amar ma’ruf), nilai liberasi (nahi munkar), nilai transedensi(tu’mina billah). Ketiga nilai tersebut saling berkaitanerat dengan nilai-nilai kebaikandalam kehidupan keluarga dan masyarakat.Kata kunci: nilai, feminisme profetik, ketimpangan genderPROPHETIC FEMINISM VALUES IN THE NOVEL KOTA KAUM CADARBY JOE FERRARISAbstract.The differences between men and women always lead to social differences and status, including gender inequality. Women are still placed and considered inferior to men and tend to have a lower status. Based on prophetic feminism, the role of women as domestic servants is not a problem, because women still have values of benefits eventhough they just stay at home. The aim of this study is to describe prophetic feminism value in the novel Kota Kaum Cadar by Zoe Ferraris. The research was conducted by using a qualitative descriptive method and the data were collected through reading and documentation techniques. The primary data in this research was prophetic feminism value in Kota Kaum Cadar novel by Zoe Ferraris. The results of the study showed that men and women have the same opportunities in exposing positive activities in local or public areas in order to get God’s rewards. The other prophetic feminist values that were found through the description of women’s character in this novel are humanization values (amar ma’ruf), liberation value (nahi munkar) and transcendence value (tu’mina billah).Keywords: values, prophetic feminism, gender inequality
TRUMP VS JOKOWI: EXPLORING THE LEXICOGRAMMATICAL VARIATION OF HEAD OF STATES’ TWITTER COMMUNICATION Putu Nur Ayomi
LITERA Vol 20, No 1: LITERA MARET 2021
Publisher : Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ltr.v20i1.34554

Abstract

TRUMP VS JOKOWI: EXPLORING THE LEXICOGRAMMATICAL VARIATION OF HEAD OF STATES’ TWITTER COMMUNICATION Putu Nur AyomiUniversitas Mahasaraswati Denpasaremail: putu.nur.a@unmas.ac.id Abstract Unlike other social media such as Facebook or Instagram, which is usually used to connect people and maintain relationships, Twitter focuses on information sharing. This makes Twitter an ideal platform to discuss ideas and generate conversations around particular issues. This article explores and compares the lexicogrammatical choices made by President Donald Trump and Joko Widodo in a selection of their tweets. Guided by Systemic Functional Linguistics (SFL), this article explains the stylistic differences and their implications in the three metafunctions: ideational, interpersonal, and textual, including the language used for evaluation drawn from the Appraisal system network. The study reveals that Trump’s language is more spoken-like than that of Jokowi’s. Trump also employs various appraisal strategies to negatively evaluate his opponents and counter various adverse accusations addressed to him. Jokowi, on the other hand, uses more abstract written-like language and use more positive appraisal strategies mainly addressed to his government programs and plans amid the Covid-19 pandemic. The result of the study reveals that different individual lexicogrammatical choices can generate diverse representations and images.Keywords: lexicogrammar, metafunction, grammatical metaphor, appraisalTRUMP VS JOKOWI: MENDEDAH VARIASI LEKSIKOGRAMATIKAL KOMUNIKASI KEPALA NEGARA DI TWITTERAbstrak Berbeda dengan media sosial lain seperti Facebook atau Instagram yang biasanya digunakan untuk menghubungkan orang dan menjaga hubungan, Twitter berfokus pada berbagi informasi. Ini menjadikan Twitter platform yang ideal untuk mendiskusikan ide dan menghasilkan percakapan seputar masalah tertentu. Artikel ini membahas dan membandingkan pilihan leksikogramatikal dari Presiden Donald Trump dan Joko Widodo dalam kumpulan tweet mereka. Dengan panduan teori Linguistik Fungsional Sistemik, artikel ini menjelaskan perbedaan gaya bahasa kedua presiden dan implikasinya dalam ketiga metafungsi: Ideasional, Interpersonal, dan Tekstual, termasuk penggunaan bahasa sebagai sarana evaluasi yang diambil dari sistem Appraisal. Kajian ini mengungkapkan bahwa bahasa Trump lebih bercirikan bahasa lisan dibandingkan bahasa Jokowi. Trump juga menggunakan berbagai strategi Appraisal untuk mengevaluasi lawan politiknya secara negatif dan untuk melawan berbagai tuduhan negatif yang ditujukan kepadanya. Di sisi lain, Jokowi menggunakan bahasa yang lebih abstrak dan bercirikan bahasa tertulis serta menggunakan strategi Appraisal positif terutama yang ditujukan pada program dan rencana kerja pemerintahannya di tengah pandemi Covid-19. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pilihan leksikogramatikal individual yang berbeda dapat menghasilkan representasi dan citra yang beragam.Kata kunci: leksikogramatika, metafungsi, metafora gramatikal, appraisal
IDEOLOGICAL REPRESENTATION THROUGH NOUNS IN THE QUESTION OF RED AND ITS SELF-TRANSLATION AMBA Andy Bayu Nugroho; Myrna Laksman Huntley; Rahayu Surtiati Hidayat
LITERA Vol 20, No 2: LITERA JULI 2021
Publisher : Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ltr.v20i2.41601

Abstract

Literary translation are often faced with problems of equivalence, faithfulness, accuracy, and naturalness. This becomes more complex because the author can choose between many options. Therefore, the author’s choice of style has roles in representing his ideology. This study discusses literary translation by the author herself. This study aims at explaining whether the case of self-translation of the novel The Question of Red (TQOR) and Amba experienced distinction in the lexical category of style markers which led to a potential difference in the self-translator's ideology. A qualitative research method with Fairclough's critical discourse analysis approach was used to reveal the ideological representation. The data sources are an English novel, TQOR, and its Indonesian translation, Amba. The research data are nouns in source text and their translation which represent the self-translator’s ideology. The analysis followed Fairclough’s model of description, interpretation, and explanation. The results show that the ST has more nouns as the lexical style markers than the TT. In both texts, abstract nouns are used more frequently than concrete nouns which offers more affective involvement so that the readers of both texts can feel the experience of the characters rather than giving sensory perceptions to the readers. Keywords: ideological representation, style markers, nouns, self-translation AbstrakPenerjemahan karya sastra selalu dihadapkan pada permasalahan kesepadanan, kesetiaan, keakuratan, dan kealamiahan yang dapat menjadi lebih rumit karena pengarang dapat menggunakan gaya bahasa yang khusus. Penelitian ini membahas kasus penerjemahan karya sastra yang dilakukan oleh pengarangnya sendiri (swaterjemah). Penelitian ini bertujuan melihat apakah kasus swaterjemah novel The Question of Red (TQOR) dan Amba mengalami pergeseran gaya bahasa kategori leksikal yang mengarah pada potensi pergeseran ideologi pengarang-penerjemah. Metode penelitian kualitatif dengan analisis wacana kritis Fairclough digunakan untuk mengungkap ideologi pengarang-penerjemah. Sumber data berupa novel berbahasa Inggris, TQOR, dan terjemahan bahasa Indonesianya, Amba. Data penelitian adalah nomina di dalam TSu dan terjemahannya dalam TSa yang merepresentasikan persepsi ideologis pengarang-penerjemah. Analisis menggunakan model AWK Fairclough, yaitu deskripsi, interpretasi, dan eksplanasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TSu memiliki lebih banyak pemarkah gaya bahasa kategori leksikal nomina daripada TSa. Pada kedua teks, nomina abstrak lebih banyak digunakan daripada nomina konkret. Dengan demikian pengarang-penerjemah lebih menawarkan keterlibatan afektif agar pembaca turut merasakan pengalaman tokoh-tokohnya daripada memberikan persepsi indrawi. Kata Kunci: representasi ideologis, gaya bahasa, nomina, swaterjemah
"PRO-WHOM?": A CRITICAL DISCOURSE ANALYSIS OF PRESIDENT DONALD TRUMP'S IMMIGRATION POLICY SPEECHES Yolla Shinta Noer Aini; B.R. Suryo Baskoro; Aprillia Firmonasari
LITERA Vol 20, No 2: LITERA JULI 2021
Publisher : Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ltr.v20i2.34478

Abstract

Immigration has been an integral part of American history, drawing the attention of every one to the country's presidents, including the incumbent Donald J. Trump. President Trump is known to have been quite "frank" in conveying his views of immigrants and immigration, as well as his perspectives regarding their positive and negative aspects. This qualitative descriptive study aims to analyze the view about immigrants and immigration conveyed through President Trump's speeches on immigration policy. Using Fairclough's three-dimensional framework for its analysis, it finds that President Trump's ideology is reflected in several textual aspects of his speeches, including their transitivity, mood, modality, and thematic structure. These practices highlight the involvement of other actors in drafting these speeches, which offer a discourse on immigrants and immigration that marginalizes previous policies.Keywords: Critical Discourse Analysis, Immigrants Immigration, Ideology, Trump, Policy.  “PRO SIAPA?”: ANALISIS WACANA KRITIS PIDATO-PIDATO KEBIJAKAN IMIGRASI PRESIDEN TRUMPAbstrak            Imigrasi adalah isu yang sangat lekat sepanjang sejarah Amerika. Setiap presiden Amerika selalu memberikan perhatian khusus dalam isu ini, termasuk Presiden Trump. Presiden Trump dikenal sebagai presiden yang cenderung untuk berbicara cukup “frontal” dalam membahas topik atau mengemukakan pendapat terhadap imigrasi dan imigran. Pro dan kontra menjadi hal yang tak terhindarkan di masa kepemimpinannya. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini berupaya untuk mengungkap ideologi yang dianut oleh presiden Trump berkaitan dengan pandangannya terhadap imigrasi dan imigran dalam tiga pidato kebijakan imigrasi yang disampaikannya. Penelitian ini menggunakan kerangka analisis tiga dimensi dari Fairclough. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek tekstual berupa transitivitas, modus dan modalitas, serta pengembangan tematik mengindikasikan ideologi Trump terhadap imigrasi dan imigran. Melalui pembahasan praktik wacana, diketahui jika ada keterlibatan pihak lain dalam penyusunan pidato. Konsep-konsep ideologi yang ditemukan melalui analisis praktik sosial cenderung untuk memihak Amerika dan memarjinalisasi kebijakan imigrasi lama serta imigran. Kata kunci: Analisis Wacana Kritis, Imigran Imigrasi, Ideologi, Trump, Kebijakan.

Filter by Year

2003 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 24 No. 3: LITERA (NOVEMBER 2025) Vol. 24 No. 2: LITERA (JULY 2025) Vol. 24 No. 1: LITERA (MARCH 2025) Vol. 23 No. 3: LITERA (NOVEMBER 2024) Vol. 23 No. 2: LITERA (JULY 2024) Vol. 23 No. 1: LITERA (MARCH 2024) Vol. 22 No. 3: LITERA (NOVEMBER 2023) Vol. 22 No. 2: LITERA (JULY 2023) Vol 22, No 1: LITERA (MARCH 2023) -- IN PRESS Vol 22, No 1: LITERA (MARCH 2023) Vol 21, No 3: LITERA (NOVEMBER 2022) Vol 21, No 2: LITERA (JULY 2022) Vol 21, No 1: LITERA (MARCH 2022) Vol. 20 No. 3: LITERA NOVEMBER 2021 Vol 20, No 3: LITERA NOVEMBER 2021 Vol 20, No 2: LITERA JULI 2021 Vol 20, No 1: LITERA MARET 2021 Vol 19, No 3: LITERA NOVEMBER 2020 Vol 19, No 2: LITERA JULI 2020 Vol 19, No 1: LITERA MARET 2020 Vol 18, No 3: LITERA NOVEMBER 2019 Vol 18, No 2: LITERA JULI 2019 Vol 18, No 1: LITERA MARET 2019 Vol 17, No 3: LITERA NOVEMBER 2018 Vol 17, No 2: LITERA JULI 2018 Vol 17, No 1: LITERA MARET 2018 Vol 16, No 2: LITERA OKTOBER 2017 Vol 16, No 1: LITERA APRIL 2017 Vol 15, No 2: LITERA OKTOBER 2016 Vol 15, No 1: LITERA APRIL 2016 Vol 14, No 2: LITERA OKTOBER 2015 Vol 14, No 1: LITERA APRIL 2015 Vol 13, No 2: LITERA OKTOBER 2014 Vol 13, No 1: LITERA APRIL 2014 Vol 12, No 2: LITERA OKTOBER 2013 Vol 12, No 1: LITERA APRIL 2013 Vol 11, No 2: LITERA OKTOBER 2012 Vol 11, No 1: LITERA APRIL 2012 Vol 10, No 2: LITERA OKTOBER 2011 Vol 10, No 1: LITERA APRIL 2011 Vol 9, No 2: LITERA OKTOBER 2010 Vol 9, No 1: LITERA APRIL 2010 Vol 8, No 2: LITERA OKTOBER 2009 Vol 8, No 1: LITERA APRIL 2009 Vol 7, No 1: LITERA APRIL 2008 Vol 6, No 1: LITERA JANUARI 2007 Vol 5, No 1: LITERA JANUARI 2006 Vol 4, No 2: LITERA JULI 2005 Vol 4, No 1: LITERA JANUARI 2005 Vol 3, No 2: LITERA JULI 2004 Vol 3, No 1: LITERA JANUARI 2004 Vol 2, No 1: LITERA JANUARI 2003 More Issue