cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Pendidikan Sekolah Dasar
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 90 Documents
PENGGUNAAN LINGKUNGAN SEKITAR SEBAGAI SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA PADA SISWA SEKOLAH DASAR Fitria Hijriani,
Pendidikan Sekolah Dasar Vol 6, No 6 (2012)
Publisher : Pendidikan Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Bahasa Indonesia Kurangnya kreatifitas guru dalam penggunaan sumber belajar. Guru hanya menggunakan buku dan media gambar. Dari permasalahan tersebut dilakukan sebuah penelitian dengan menggunkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar. Tujuan yang dicapai dalam penelitian ini adalah mendeskripsikan  penggunaan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar, hasil belajar siswa dan kendala-kendala yang dihadapi pada pembelajaran dengan menggunakan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar untuk meningkatkan keterampilan berbicara. Rancangan penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah data berupa pelaksanaan pembelajaran, data hasil belajar siswa dan data catatan lapangan. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif analisis kuanlitatif untuk pelakasanaan pembelajaran dan hasil belajar, deskrptif analisis kuantitatif untuk pelakasanaan pembelajaran dan catatan lapangan.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran keterlaksanaan siklus I dan II memperoleh persentase 100% dan ketercapaian mengalami peningkatan sebesar pada pertemuan 1 siklus I memperoleh skor 2,46 menjadi 3,31 pada siklus II, sedangkan pada pertemuan II pada siklus I memperoleh skor 2,7 menjadi 3,6 pada siklus II. Hasil belajar siswa juga mengalami peningkatan sebesar 52,38 %, yaitu pada siklus I memperoleh persenatse sebesar 33,33 % dan pada siklus II memperoleh persentase 85,71%. Kendala-kendala yang dihadapi pada siklus I  setelah melakukan refleksi dan pada siklus II kendala-kendala tersebut dapat diatasi. Uraian di atas dapat disimpulkan bahwa penggunaan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar untuk meningkatkan keterampilan berbicara pada siswa kelas IV SDN Wringinrejo II Mojokerto dapat meningkatkan kualitas pada pelaksanaan pembelajaran dan hasil belajar siswa. Kata kunci : Lingkungan sekitar, sumber belajar, keterampilanberbicara.                                            Abstrak Bahasa Indonesia One skill must be have by students is conversational skill , the competence of students speaking is had since childhood, after the students entered to the school is more apparent competence through learning activities. Speaking competence is possessed by students since childhood, after students enter the learning. From the observation, it is found the factsin 4th grade SDN Wringinrejo II Mojokerto at Indonesian subject with material of describing the plan orally. From 18 students, who scored below the KKM are 10 students and 8 students are above the KKM. This is caused of the lack of teachers creativity in the use learning resources. Teachers only use the book and images media. From the problem, it is raised a study using the environment as a learning researce. Purpose that is achieved in this study is to describe the implementation of learning with the use of the environment as a learning resource, describe student learning outcomes and contraints faced in learning to use the environment as a learning resource to improve speaking skill. This design reseacr uses classroom action research (PTK). Collection technique is the implementation of learning student learning outhomes data and riel note data. Data analysis techniqui which is used descriptive quantitative analysis for the implementation of learning and learning outcomes. Descriptive quantitative analysis for the implementitation of learning and fiel note. The result showed that the quality of teaching has finishing of first cycle and second cycle get 100%, the skor  of first meeting at first cycle reaches 2,46 become 3,31 in the second cycle, and than the skor of second meeting at first cycle reaches 2,7 become 3,6 in the second cycle. Student learning outcomes also increased by 52,38%, which is in the first cycle to obtain the percentage of 33,33% and in the second cycle to obtain the percentage of 85,71%. Contrainnts faced in the first cycle aften some reflection and on the second cycle these contrainst can be overcome. From describtion above it can be concluded that the use of the environment as a learning resoursed to improve speaking skills at the 4th grade student.Can improve the quality of the implementation of learning and  student learning out comes.  Key words : The environment as a learning resource, speaking skills.
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL PADA MATA PELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM Lilik Nurdian,
Pendidikan Sekolah Dasar Vol 6, No 6 (2012)
Publisher : Pendidikan Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Bahasa Indonesia Upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia saat ini tidak henti-hentinya terus digelorakan oleh pakar pendidikan.Berdasarkan data hasil belajar yang diperoleh siswa kelas IV SDN Tandes Kidul Kota Surabaya melalui penerapan model pembelajaran kontekstual dalam pembelajaran IPA mengalami peningkatan. Ketuntasan belajar siswa secara klasikal mengalami peningkatan sebesar 23%. Selain itu perkembangan hasil belajar siswa pada aspek afektif dan kognitif juga mengalami peningkatan. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah tindakan kelas (Classroom Action Research). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan Kuantitatif dengan prosedur penelitian meliputi (1) perencanaan tindakan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) pengamatan dan evaluasi, (4) analisis dan refleksi. Aktivitas guru dan siswa selama penerapan model pembelajaran kontekstual dalam pembelajaran IPA mengalami penigkatan. Hal ini ditunjukkan dengan adanya peningkatan persentase aktivitas guru dan siswa pada siklus I dan siklus II. Aktivitas guru mengalami peningkatan sebesar 18,75% yaitu dari 76,25% pada siklus I menjadi 95% pada siklus II. Sedangkan aktivitas siswa mengalami peningkatan sebesar 28,20%, yaitu dari 63,75% pada siklus I menjadi 91,95% pada siklus II.   Kata kunci     : Model pembelajaran Kooperatif tipe STAD, IPA, Hasil belajar   Abstrak Bahasa Inggris Efforts to improve the quality of education in Indonesia is not kept constantly inflamed by education experts. Especially those that occur in educational institutions not only in government agencies, but also the community. Based on data obtained by studying the results of fourth grade students of SDN Tandes South Surabaya through the application of contextual learning models in learning science has increased. Completeness in the classical style of student learning has increased by 23%. This type of research is the study is a type of classroom action research (Classroom Action Research) by using descriptive method with qualitative and quantitative research procedures include (1) planning action, (2) implementation of the action, (3) observation and evaluation, (4) analysis and reflection. The analysis of data obtained from the initial observation, minimal completeness criteria (KKM) science subjects for the class IV SDN South Tandes I Surabaya in the first semester of the school year 2011-2012 is 70. Activities of teachers and students during the application of contextual learning models in science learning experience penigkatan. This is indicated by an increase in the percentage of the activity of teachers and students in cycle I and cycle II. Activities of teachers has increased by 18.75% from 76.25% in cycle I to 95% in cycle II. While the activities of students has increased by 28.20% from 63.75% to 91.95% cycle I to cycle II.   Key words: models of type STAD Cooperative learning, science, study results  
PEMANFAATAN MEDIA VIDEO PEMBELAJARAN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS PADA SISWA SEKOLAH DASAR Linaksita Anindyawati,
Pendidikan Sekolah Dasar Vol 6, No 6 (2012)
Publisher : Pendidikan Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Bahasa Indonesia Peneliti menemukan permasalahan yaitu guru hanya menyampaikan materi secara verbal, guru bisa di bilang tidak sering menggunakan media terutama media video pembelajaran sebagai perantara penyampaian materi kepada siswa. Hal ini berpengaruh pada hasil belajar siswa, ini terbukti bahwa 59,42% dari jumlah keseluruhan 28 siswa yaitu 18 siswa belum mencapai criteria ketuntasan minimum 7,0 yang di standartkan sekolah pada mata pelajaran IPS. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka diperlukan solusi untuk mengatasinya. Solusi yang sesuai dengan permasalahanya tersebut adalah dengan memanfaatakan media video pembelajaran sebagai media. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan aktivitas guru, mendeskripsikan aktivitas siswa, hasil belajar kognitif siswa, dan angket respon siswa terhadap pembelajaran IPS dengan memanfaatkan media video pembelajaran sebagai media. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas, yang terdiri dari 2 siklus yang setiap silus dilaksanakan melalui 4 tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi ada di setiap siklus. Sasaran penelitian ini adalah siswa kelas IV A di SDN Babatan 1 Surabaya. Pengumpulan data dalam penelitian ini diperoleh melalui observasi, tes, dan angket. Data observasi aktivitas guru, aktivitas siswa dianalisis dalam bentuk data kuantitatif. Data tes siswa dianalisis berdasarkan persentase ketuntasan belajar klasikal, data angket respon siswa dianalisis dalam bentuk data kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas guru dalam penelitian mengalami peningkatan sebesar 13,3% yaitu dari 72,76% pada siklus I menjadi 86,60% pada siklus II. Aktivitas siswa selama mengikuti pembelajaran mengalami peningkatan sebesar 9,38%, yaitu dari 71,59% pada siklus I menjadi 80,97% pada siklus II.Ketuntasan belajar siswa secara klasikal mengalami peningkatan sebesar 14%, yaitu dari 57,14% dengan rata – rata nilai 67,64 pada siklus I menjadi 96,42% dengan rata – rata nilai 81,64 pada siklus II. Angket respon siswa mengalami peningkatan sebanyak 20,7% yaitu dari 69% pada siklus  I menjadi 89,7%pada siklus II. Dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan media dalam proses belajar mengajar sangat berperan penting dalam meningkatkan hasil belajar kognitif siswa, hal ini dikarenakan media sebagai alat atau perantara guru untuk menyampaikan materi pembelajaran khususnya pada mata pelajaran IPS bagi siswa kelas IV SDN Babatan 1/456.   Kata kunci : IPS, media video pembelajaran, hasil belajar kognitif siswa   Abstrak Bahasa Inggris The researcher found problem, that is, teacher only delivered the material verbally, teacher might be termed to be infrequently used media primarily the instructional video media as the mediator of material delivery to students. This case was influential on students learning outcomes, it proven that 59.42% of the whole numbers of 28 students, namely, 18 students have not achieved the minimum completeness criteria of 7.0 standardized by the school on the Social Studies subject matter. Based on the problem, thus it is needed solution to overcome it. The solution appropriate to the problem was by utilizing the instructional video media as the media. The purpose of this research was to describe teacher activity, to describe student activity, student cognitive learning outcomes, and questionnaire of student responses to the Social Studies instruction by utilizing the instructional video media as the media. This research used the class action research, consisted of 2 cycles that each cycle was executed via 4 stages, namely, planning, implementation, observation, and reflection existed in each cycle. Targets of this research were the class IV A students in Babatan 1 State Elementary School of Surabaya. Data collection in this research was gained from observation, test and questionnaire. Observation data of teacher activity, student activity were analyzed in the quantitative data form.Student test data were analyzed based on the classical learning completeness percentage, student response questionnaire data in the quantitative data form.The research results indicated that teacher activity in the research experienced improvement of 13.3% namely from 72.76% in cycle I to 86.60% in cycle II. Student activity during attending the instruction experienced improvement of 9.38%, namely from 71.59% in cycle I to 80.97% in cycle II. Student learning completeness classically experienced improvement of 14%, namely from 57.14% with average value of 67.64 in cycle I to 96.42% with average value of 81.64% in cycle II. Student response questionnaire experienced improvement as much as 20.7% namely from 69% in cycle I to 89.7% in cycle II. It could be concluded that the utilization of media in the teaching and learning process has the very important role in improving the cognitive learning outcomes of student, this case due to the media as a tool or mediator for teacher to deliver the instructional material particularly in the Social Studies subject matter for the class IV students of Babatan 1/456 State Elementary School.   Key words: Social Studies, instructional video media, and student cognitive learning outcomes  
Pengembangan Kemampuan Berpikir Kritis dan Kreatif dalam Pembelajaran di Sekolah Mustaji,
Pendidikan Sekolah Dasar Vol 5, No 5 (2009)
Publisher : Pendidikan Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan kemampuan berpikir kristis dan kreatif serta memecahkan masalah yang berkaitan dengan kehidupan siswa  adalah penting. Kesadaran ini perlu dijadikan pijakan dalam pengembangan kurikulum dengan mengedepankan pembelajaran konstekstual. Untuk itu para guru perlu berbuat, merancang secara serius pembelajaran yang didasarkan pada premis proses belajar. Kemampuan berpikir kristis dan kreatif dapat dikembangkan melalui kegiatan pembelajaran. Kemampuan itu mencakup beberapa hal, di antaranya,(1) membuat keputusan dan menyelesaikan masalah dengan bijak, (2) mengaplikasikan pengetahuan, pengalaman dan kemahiran berpikir secara lebih praktis baik di dalam atau di luar sekolah, (3) menghasilkan idea atau ciptaan yang kreatif dan inovatif, (4) mengatasi cara-cara berpikir yang terburu-buru, kabur dan sempit, (5) meningkatkan aspek kognitif dan afektif, dan (6) bersikap terbuka dalam menerima dan memberi pendapat, membuat pertimbangan berdasarkan alasan dan bukti, serta berani memberi pandangan dan kritik.
Proses Belajar dan Hasil Belajar Bahasa Indonesia melalui Pembelajaran Berbasis Konstruktivistik pada siswa di Sekolah Dasar Supriyono,
Pendidikan Sekolah Dasar Vol 5, No 5 (2009)
Publisher : Pendidikan Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses pembelajaran  bahasa Indonesia dewasa ini mulai dirasakan lebih variatif. Melalui pembelajaran kontekstual, pembelajaran bahasa memiliki kebermaknaan yang tinggi. Tentu saja semua itu harus disertai dengan penguasaan materi kebahasaan yang memadai. Pembelajaran tidak lagi berorientasi pada guru sebagai pusat sari segalanya. Paradigma siswa sebagai pusat aktivitas ternyata mampu membawa keberhasilan pembelajaran secara komprehensif. Verbalisme dalam pembelajaran tidak lagi sebagai suatu yang paling penting, karena berbuatlah yang diyakini mampu menghasilkan sesuatu lebih baik. Pembelajaran yang konstruktivistik mampu membangkitkan gairah yang luar biasa bagi siswa, dan pada gilirannya dapat mengoptimalkan kreasi siswa.
Peta Konsep untuk Pembelajaran Matematika Wiryanto,
Pendidikan Sekolah Dasar Vol 5, No 5 (2009)
Publisher : Pendidikan Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam kehidupan sehari-hari, manusia tidak dapat terlepas dari matematika, bahkan matematika mempunyai andil yang cukup besar dalam perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Obyek yang dipergunakan dalam matematika adalah sesuatu yang abstrak, sehingga dalam proses pemahamannya seringkali siswa mengalami kendala yang berkepanjangan. Seringkali siswa belum dapat memahami suatu materi diakibatkan ketidakpahamannya dalam materi penunjang sebelumnya, sehingga untuk mengatasi masalah tersebut diperlukan suatu penyusunan kurikulum yang memperhatikan peta konsep pelajaran. Tujuan dari peta konsep ini adalah agar para siswa dapat memperoleh ilmu matematika secara berjenjang mulai dari materi dasar hingga materi lanjutan.  Dalam penyusunan peta konsep ini diharapkan siswa mempunyai alur pikir yang benar dan sistimatis didalam menyelesaikan suatu soal matematika.  Peta konsep juga akan membuat suatu keterkaitan materi dapat tergambar dengan jelas dan bisa dipahami oleh para pendidik. Sehingga dalam pembuatan peta konsep diperlukan pemikiran yang mendalam tentang keterkaitan setiap bidang materi agar siswa bisa menerima dan memahaminya dengan mudah.
Penerapan Strategi K-W-L dalam Pembelajaran Membaca Pemahaman Area Isi IPS pada Siswa Kelas V SDN Gading 6 Kecamatan Tambaksari Surabaya Masengut Sukidi,
Pendidikan Sekolah Dasar Vol 5, No 5 (2009)
Publisher : Pendidikan Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan meningkatkan pembelajaran membaca pemahaman area isi mata pelajaran IPS di kelas V SD terteliti dengan menggunakan strategi K-W-L yang mencakup (1) upaya persiapan mengajar, upaya implementasi pembelajaran, upaya evaluasi pembelajaran, dan (2) upaya mengatasi berbagai kendala yang muncul dalam pelaksanaan pembelajaran. Dari  pelaksanaan kegiatan sampai dengan tiga siklus pembelajaran, diperoleh hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, guru telah memiliki kemampuan menyusun persiapan mengajar membaca pemahaman yang menggunakan strategi K-W-L serta pengimlementasiannya dalam pembelajaran.  Kedua, siswa dapat melakukan kegiatan membaca pemahaman yang menerapkan strategi K-W-L. Ketiga, kendala utama yang terjadi antara lain (1) sebagian siswa masih kurang mampu membaca, (2) pada umumnya siswa kurang mampu menemukan pesan implisit dari teks, dan (3) siswa kurang mampu dalam menyusun rangkuman. Hasil penelitian menyimpulkan (1) persiapan mengajar berisi komponen utana (1) Tujuan Pembelajaran yang baeisi Tujuan Pembelajaran Umum (TPU) dan Tujuan Pembelajaran Khusus (TPK), (2) Proses Pembelajaran, dan (3) Evaluasi Pembelajaran. TPK mengacu pada tercapainya pemahaman literal, interpretive, dan Applied. Rancangan proses pembelajaran dibagi dalam tiga bagian, yaitu rancangan tahap K, rancangan tahap W, dan rancangan tahap L. Rancangan evaluasi ada dua macam, yakni evaluasi proses dan evaluasi hasil. Sesuai dengan persiapan mengajar yang telah disusun, implementasi pembelajaran dilakukan dalam tiga tahap, yaitu tahap K, tahap W, dan tahap L.
Pembelajaran Kontekstual untuk Mata Pelajaran IPS di Sekolah Dasar Suhanadji,
Pendidikan Sekolah Dasar Vol 5, No 5 (2009)
Publisher : Pendidikan Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran kontekstual di Indonesia dewasa ini semakin maju pesat seiring dengan semakin sadarnya pelaku pendidikan terhadap kualitas pengajaran. Pembelajaran kontekstual dilaksanakan scara menyeluruh dalam pembelajaran IPS di SD dengan maksud agar kualitas pengajaran dapat dirasakan secara optimal, di samping mengenalkan kepada anak didik tentang sesuatu lebih realistis, apalagi untuk mata pelajaran IPS yang dituntut mendekatkan diri pada wujud dan lingkungan seasli-aslinya. Pola pembelajaran IPS di SD yang unik karena melibatkan disiplin ilmu yang beragam menuntut guru kreatif dalam menyampaikan materi. Penguasaan yang tinggi terhadap materi pelajaran menjadi tuntutan bagi guru apabila menginginkan pembelajaran lebih segar dan anak didik mampu mencerna secara cepat dan tepat
Pemanfaatan Objek-Objek Konkret untuk Meningkatkan Keterampilan Menulis Puisi bagi Siswa Kelas V SD Negeri Kedurus 2 Surabaya Sri Hariani,
Pendidikan Sekolah Dasar Vol 5, No 5 (2009)
Publisher : Pendidikan Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menulis puisi merupakan salah satu materi pembelajaran bahasa Indonesia yang diajarkan di klas V SD. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan penulis, di klas V SDN Kedurus 2 Surabaya kemampuan menulis puisi di klas V kurang optimal. Oleh sebab itu, penulis bersama guru klas V SDN Kedurus 2  berkolaborasi berupaya mengatasi kesulitan tersebut dengan melakukan penelitian tindakan kelas. Masalah yang diangkat dalam penelitian ini, adalah bagaimanakah memanfaatkan objek-objek konkret  untuk meningkatkan kemampuan menulis puisi bagi siswa klas V SDN Kedurus 2 Surabaya. Adapun tujuan penelitian adalah mengetahui bagaimana meningkatkan keterampilan siswa dalam menulis puisi dengan memanfaatkan objek-objek konkret.Penelitian ini dilaksanakan dengan metode penelitian tindakan kelas. Prosedur pelaksanaannya, adalah proses siklus atau daur ulang yang dimulai dari perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa klas V SDN Kedurus 2 Surabaya. Data yang diteliti adalah data proses dan hasil pembelajaran menulis puisi. Data dianalisis dengan metode deskriptif kualitatif.  Berdasarkan hasil analisis data, hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran menulis puisi dengan memanfaatkan objek-objek konkret dapat meningkatkan keterampilan siswa dalam menulis puisi. Peningkatan tersebut tampak dari adanya peningkatan siklus I, ke siklus II. Pada siklus I  siswa yang mendapat nilai  pada kualifikasi sangat baik sejumlah 2 siswa, kualifikasi baik 11 siswa, cukup 14 siswa, dan kurang 4 siswa. Pada siklus II siswa yang mendapat nilai  pada kualifikasi sangat baik sejumlah 12 siswa, kualifikais baik 17 siswa, dan cukup 2 siswa. Pada siklus I diperoleh total nilai 102 atau sama dengan 65,80 %. Sedangkan pada siklus II perolehan total nilai 130 sama dengan 83, 87 %.  Dengan demikian ada peningkatan dari siklus I ke siklus II  sebesar 18,07 %. Sedangkan perolehan nilai  siswa dalam unjuk kerja siklus I sebesar 111 atau  71,61 %, dan  pada siklus II sebesar 128 atau 82,58%. Dengan demikian ada pemingkatan kemampuan siswa dalam pascamenulis atau kemampuan publikasi sebesar 11%. Bertolak dari hasil penelitian ini, maka disarankan kepada guru SD hendaknya melaksanakan pembelajaran menulis puisi dengan memanfaatkan objek-objek konkret sebagai sarana dengan memperhatikan tahapan-tahapan dalam proses menulis.
Pengembangan Anekamedia Pembelajaran Mata Kuliah Pendidikan Seni Tari dan Drama pada Jurusan PGSD FIP Universitas Negeri Surabaya Hendratno,
Pendidikan Sekolah Dasar Vol 5, No 5 (2009)
Publisher : Pendidikan Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyampaian materi dalam pembelajaran di perguruan tinggi memerlukan variasi yang menyenangkan apabila ingin menghasilkan sesuatu yang optimal. Variasi yang menyenangkan itu di antaranya adalah penggunaan media pembelajaran. Media pembelajaran yang baik diyakini akan dapat menambah gairah belajar mahasiswa yang pada gilirannya mampu meningkatkan pemahaman materi yang disajikan. Penelitian ini berusaha untuk memaksimalkan pembelajaran melalui penggunaan anekamedia pembelajaran untuk mata kuliah Pendidikan Seni Tari dan Drama pada mahasiswa PGSD FIP Universitas Negeri Surabaya. Media yang digunakan di antaranya adalah media visual, audio, dan audio visual. Media visual dibuat dalam bentuk grafis dan gambar kartun untuk media ekspresi. Sedangkan media audio dan audio visual dibuat dalam bentuk rekaman kaset tape recorder dan rekaman dalam format VCD berupa suara binatang, alam, mesin, dan peralatan lainnya. Hasil dari penelitian ini adalah adanya peningkatan minat dan disertai dengan peningkatan pemahaman terhadap materi yang disampaikan.