cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Pendidikan Sekolah Dasar
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 90 Documents
Pelaksanaan Standar Nasional Pendidikan (PP No.19/2005) di Jawa Timur: Suatu Tantangan atau Peluang I Ketut Pegig Arthana,
Pendidikan Sekolah Dasar Vol 4, No 3 (2005)
Publisher : Pendidikan Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sangat sedikitnya  hasil pelatihan  guru yang dapat diterapkan di sekolah menyebabkan banyak orang menyangsikan  efektivitas  pelatihan guru tersebut.  Model A step-by step onsite teacher training  (SSOTT), dalam pembelajaran KTK, telah diujicobakan melalui eksperimentasi dalam rangka mengatasi kelemahan pelatihan selama ini. Pelatihan ini melibatkan 30 orang guru di kecamatan Gedangan, dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu dua kelompok kontrol dan satu kelompok eksperimen. Grup pertama disebut grup pertama pelatihan guru OPOTT, grup kedua disebut SSOTT, dan grup ketiga disebut NNT. Dari hasil penelitian ini dinyatakan bahwa dengan model SSOTT memiliki keunggulan kinerja guru  lebih baik, bila dibandingkan dengan kedua kelompok lainnya dalam kelompok kontrol. Dengan demikian penelitian ini menunjukkan  model SSOTT dapat diterapkan di SD dalam Pembelajaran KTK setidak-tidaknya di Kecamatan Gedangan, baik terhadap performa guru maupun hasil pembelajaran siswanya yang menunjukkan hasil signifikan
Penerapan Strategi Mapping Struktur Bacaan untuk meningkatkan Keterampilan Membaca Pemahaman bagi Siswa Kelas III Sekolah Dasar Sri Hariani,
Pendidikan Sekolah Dasar Vol 4, No 3 (2005)
Publisher : Pendidikan Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran membaca pemahaman di sekolah dasar tidak hanya sekadar diarahkan agar siswa mampu menjawab pertanyaan bacaan yang bersifat lateral, lebih dari itu membaca pemahaman diarahkan pada pemahaman yang inferensial. Namun pada kenyataannya di kelas III sekolah dasar, umumnya siswa masih merasa kesulitan dalam memahami bacaan terutama terkait dengan hal ide pokok dan penjelas, mencari hubungan antara ide pokok dan penjelas, mencari hubungan antaride dan menceritakan kembali isi bacaan dengan menggunakan kalimatnya sendiri. Kegagalan tersebut diduga salah satu penyebabnya adalah kekurangtepatan guru dalam memilih strategi. Salah satu strategi yang diduga dapat mengatasi kesulitan tersebut adalah strategi mapping struktur isi bacaan. Strategi mapping stuktur bacaan  merupakan strategi membaca yang dirancang untuk membantu siswa dalam menemukan  pola hubungan antaride dan membantu siswa menceritakan kembali isi bacaan dengan menggunakan kalimatnya sendiri secara runtut
Penerapan Pendekatan Multimodel dalam Pembelajaran untuk Meningkatkan Kualitas Belajar IPA Siswa SD Endah Purwani, ; Martini,
Pendidikan Sekolah Dasar Vol 4, No 3 (2005)
Publisher : Pendidikan Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu teori pembelajaran yang menekankan pada pemecahan masalah adalah teori belajar kognitif yang relevansinya dalam pembelajaran IPA dijabarkan melalui teori konstruktivis, di mana siswa secara aktif membangun pengetahuannya sendiri.  Salah satu strategi pengajaran yang berorientasi pada teori konstruktivis adalah pembelajaran dengan pendekatan multimodel, yang mengidentifikasi model pembelajaran sesuai dengan tujuan pembelajaran yang dicapai. Pendekatan multimodel yang digunakan dalam penelitian ini gabungan dua model pembelajaran yaitu model presentasi dan model pengajaran berdasarkan masalah (PBI). Melalui pembelajaran dengan pendekatan multimodel ini diperoleh peningkatan proporsi jawaban benar siswa pada tes hasil belajar sebagai berikut: THB Produk 0,45; THB Proses 0,71; dan THB Psikomotor 0,44. Rata-rata proporsi ketuntasan TPK untuk ketiga aspek tersebut juga sudah mencapai ketuntasan, yang ditunjukkan dengan proporsi sebesar 0,73 untuk produk, 0,84 untuk proses, dan 0,97 untuk psikomotor.
Uji Coba Teknik PQ4R untuk Meningkatkan Kemampuan Pemahaman, Analisis, dan Sintesis Siswa Kelas V Sekolah Dasar Rusijono,
Pendidikan Sekolah Dasar Vol 4, No 5 (2006)
Publisher : Pendidikan Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan membaca merupakan hal yang sangat penting untuk kemajuan suatu masyarakat. Kegemaran membaca merupakan tanda dari kegemaran belajar, masyarakat yang suka membaca adalah masyarakat yang suka belajar. Sekolah Dasar merupakan lembaga pendidikan jalur sekolah yang pertama bagi peserta didik untuk belajar membaca, menulis, dan berhitung secara intensif. Penelitian ini melakukan uji coba teknik PQ4R dalam upaya meningkatkan kemampuan pemahaman, analisis, dan sintesis siswa SD kelas tinggi. Desain uji coba yang digunakan adalah kelompok kontrol pre-test post-test. Adapun subjek penelitian ini adalah siswa kelas V Sekolah Dasar. Hasil uji coba menunjukkan bahwa kelas uji coba mempunyai kemampuan memahami, menganalisis, dan mensintesis suatu wacana yang lebih baik dibandingkan dengan kelas kontrol. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa teknik PQ4R ternyata dapat meningkatkan kemampuan pemahaman, analisis, dan sintesis siswa Sekolah Dasar kelas V.
Evaluasi Proses Pengambilan Keputusan Partisipatif dalam Organisasi Sekolah Dwi Iriyani,
Pendidikan Sekolah Dasar Vol 4, No 5 (2006)
Publisher : Pendidikan Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan: (1) mendeskripsikan dan mengevaluasi proses pengambilan keputusan partisipatif di sekolah dasar, (2) menentukan cara-cara memperbaiki kelemahan-kelemahan pengambilan keputusan, dan (3) mengetahui perbedaan pengambilan keputusan di dua sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif naturalistik dengan jenis penelitian evaluasi. Subjek penelitian terdiri atas penilik sekolah, kepala sekolah, guru,dan orang tua siswa yang diwakili pengurus komite sekolah. Data diperoleh melalui observasi partisipan, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Analisis data dimulai dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pengambilan keputusan partisipatif sudah dilakukan dengan benar, yaitu sebagian besar keputusan dihasilkan dengan melibatkan stakeholders melalui proses analisis
Uji Coba Teknik PQ4R untuk Meningkatkan Kemampuan Pemahaman, Analisis, dan Sintesis Siswa Kelas V Sekolah Dasar Rusijono,
Pendidikan Sekolah Dasar Vol 4, No 5 (2006)
Publisher : Pendidikan Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan membaca merupakan hal yang sangat penting untuk kemajuan suatu masyarakat. Kegemaran membaca merupakan tanda dari kegemaran belajar, masyarakat yang suka membaca adalah masyarakat yang suka belajar. Sekolah Dasar merupakan lembaga pendidikan jalur sekolah yang pertama bagi peserta didik untuk belajar membaca, menulis, dan berhitung secara intensif. Penelitian ini melakukan uji coba teknik PQ4R dalam upaya meningkatkan kemampuan pemahaman, analisis, dan sintesis siswa SD kelas tinggi. Desain uji coba yang digunakan adalah kelompok kontrol pre-test post-test. Adapun subjek penelitian ini adalah siswa kelas V Sekolah Dasar. Hasil uji coba menunjukkan bahwa kelas uji coba mempunyai kemampuan memahami, menganalisis, dan mensintesis suatu wacana yang lebih baik dibandingkan dengan kelas kontrol. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa teknik PQ4R ternyata dapat meningkatkan kemampuan pemahaman, analisis, dan sintesis siswa Sekolah Dasar kelas V.
Pembelajaran Bilangan Cacah dan Operasinya di Kelas Rendah Sekolah Dasar (Suatu tinjauan teoretis) Maharia Ola Oscar,
Pendidikan Sekolah Dasar Vol 4, No 5 (2006)
Publisher : Pendidikan Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Siswa sekolah dasar pada umumnya masih berada pada tahap berpikir konkret. Oleh karena itu dalam pembelajarannya perlu menggunakan alat peraga. Tahapan-tahapan pembelajaran pada siswa sekolah dasar melalui manipulasi benda konkret, semi konkret, semi abstrak, dan sampai pada tahapan berpiki abstrak. Pada kenyataannya, umumnya guru-guru enggan melaksanakan tahapan-tahapan ini, khususnya pembelajaran pengenalan bilangan cacah dan operasinya. Pembelajaran bilangan cacah dimulai dari pengenalan konsep bilangan, lambang bilangan, nilai tempat dan operasinya.
Pendidikan Investasi Pembangunan Ekonomi Budi Purwoko,
Pendidikan Sekolah Dasar Vol 4, No 5 (2006)
Publisher : Pendidikan Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Knowledge Society merupakan modal ekonomi masa depan setiap bangsa. Ilmu pengetahuan bukan hanya sejajar dengan tenaga kerja, kapital, dan tanah, akan tetapi merupakan soko guru utama pertumbuhan ekonomi. Peran ilmu pengetahuan dan penguasaan keterampilan memberikan sumbangan kompetitif dan komparatif dalam persaingan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi suatu bangsa sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusianya. Sumber daya manusia yang berkualitas merupakan modal penciptaan dan pemanfaatan teknologi-teknologi, yang memicu efisiensi dan efektivitas produksi. Perlu disusun grand design strategi pengembangan ekonomi dalam jangka pendek, menengah, dan jangka panjang. Selanjutnya berdasarkan grand design ekonomi bidang pendidikan mengembangkan manpower planning melalui pembelajaran
Teori Pembelajaran Konstruktivisme dalam Meningkatkan Pembelajaran Siswa (Suatu Tinjauan Teoretis) Ulhaq Zuhdi,
Pendidikan Sekolah Dasar Vol 4, No 5 (2006)
Publisher : Pendidikan Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu prinsip yang paling penting dari konsep pendidikan adalah pendidik tidak dapat hanya semata-mata memberikan pengetahuan kepada anak didik. Anak didik harus membangun pengetahuannya sendiri dalam benaknya. Pendidik dapat membantu proses ini, dengan cara-cara mengajar yang membuat informasi menjadi sangat bermakna dan sangat relevan bagi anak didik, dengan memberikan kesempatan kepada anak didik untuk menemukan atau menerapkan sendiri ide-ide, dan dengan mengajak anak didik agar dengan menyadari dan secara sadar menggunakan strategi-strategi mereka sendiri untuk belajar. Menurut Nur (1999), pendidik dapat memberi “tangga” yang dapat membantu anak didik mencapai tingkat pemahaman yang lebih tinggi, namun harus diupayakan agar anak didik sendiri yang memanjat tangga tersebut
STUDI KASUS PENDIDIKAN NILAI DI SEKOLAH DASAR Ina Nuryana,
Pendidikan Sekolah Dasar Vol 7, No 1 (2013)
Publisher : Pendidikan Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Bahasa Indonesia Pendidikan nilai merupakan suatu proses menanamkan nilai-nilai yang berlaku di masyarakat kepada peserta didik. Pendidikan  nilai bertujuan untuk mengarahkan dan membimbing peserta didik agar memahami, menyadari dan menginternalisasi nilai-nilai yang berlaku di masyarakat, sehingga bersikap dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan dan menggali: (1) nilai-nilai yang diajarkan oleh guru dalam melaksanakan pendidikan nilai di SD IT Al-Amanah, (2) pendekatan pendidikan nilai yang dilakukan guru, (3) budaya yang dikembangkan, (4) kendala-kendala yang dihadapi guru, (5) upaya-upaya yang dilakukan guru untuk mengatasi kendala-kendala, dan (6) hasil dari pendidikan nilai. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dalam bentuk eksploratif untuk menggali data secara luas dan mendalam. Sedangkan jenis penelitian adalah studi kasus dengan memfokuskan pada pendidikan nilai yang dilakukan guru SD IT Al-Amanah kepada para peserta didiknya. Adapun sumber data antara lain: kepala sekolah, guru, peserta didik, dan wali murid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) di SD IT Al-Amanah diajarkan nilai kerohanian, (2) pendekatan pendidikan nilai yang digunakanadalah keteladanan, dan pembiasaan  (3) budaya sekolah yang dikembangkan adalah budaya Islami dan budaya kolegial (demokratis), (4) kendala-kendala yang dihadapi oleh guru dalam melaksanakan pendidikan nilai antara lain: situasi lingkungan sekitar yang sangat berbeda dengan tujuan pendidikan Al-Amanah, keterbatasan ilmu para guru tentang penerapan nilai, kurang pengawasan dari wali murid, adanya pengaruh dari luar, serta perbedaan visi dan misi dengan wali murid, (5) upaya-upaya untuk menghadapi kendala-kendala dalam melaksanakan pendidikan nilai antara lain: membuat buku penghubung dan jadwal konsultasi antara guru/wali kelas dengan wali murid, menjalin komunikasi dan kerjasama yang baik dengan wali murid, serta melibatkan wali murid dalam segala kegiatan dan dalam mengambil keputusan, dan (6) adanya perubahan sikap dan perilaku peserta didik ke arah yang lebih positif setelah bersekolah di SD IT Al-Amanah dibandingkan dengan sebelumnya. Kata Kunci: Pendidikan Nilai   Abstrak Bahasa Inggris Value education is a process inculcate values to students going effect in society. Intention of value education is to instruct and guide students in order to comprehend, realizing and internalisazing the values in society, so that behave as according to the values. this research aim to explore: (1) values taught by teacher in executing value education in SD IT Al-Amanah, (2) approach of  value education, (3) developed school culture, (4) constraint faced by teacher in giving value education, (5) strive to overcome constraint, and (6) the result of value education. This research is use the naturalistic approach in the form of eksploratif to explore data widely and circumstantial. And the research type is case study with focussed to value education what done by teacher in SD IT Al-Amanah. The data source is: a headmaster, teachers, students, and students sponsor. The result of this research is: (1) in SD IT Al-Amanah is taught the spirituality values, (2) the approach of value education what used is gift follow the example of teachers, and inuring, (3) the school culture is Islamic and Collegial, (4) the constraint faced by teachers is: the different aims between environment and SD IT Al-Amanah, limitation of teachers science about applying values, less observation from student sponsor, influence existence from outside, and the different of vision and mission with student sponsor, (5) the efforts to face constraints in executing value education is making link book and concultation schedule between teacher and student sponsor, braiding communications and good cooperation with student sponsor, entangling student sponsor in all activity and in taking decision, and (6) behavioral change existence at more positif after go to schooling in SD IT Al-Amanah compared to previously. Keyword: Value Education.