cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 146 Documents
HUBUNGAN KUAT ARUS LISTRIK DENGAN KEASAMAN BUAH JERUK DAN MANGGA Kholida, Hana; Pujayanto, Pujayanto
PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika Vol 6, No 1 (2015): SNFPF 2015 Prospek Pendidikan Sains 5 Tahun ke Depan
Publisher : Physics Education Department, Faculty of Teacher Training and Education, UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.907 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk (1) Mengetahui nilai pH pada buah jeruk dan mangga (2) Mengetahui kuat arus pada buah jeruk dan mangga dan (3) Mengetahui hubungan kuat arus listrik dengan keasaman buah jeruk dan mangga.Pada penelitian ini elektroda yang digunakan adalah tembaga (Cu) sebagai katoda dan seng (Zn) sebagai anoda. Bentuk elektroda adalah lempengan dengan ukuran 3 cm x 2,5 cm. Buah yang digunakan pada penelitian ini adalah buah jeruk nipis, jeruk pontianak, jeruk keprok, mangga arumanis, mangga sengir, dan mangga manalagi. Pengambilan data diambil dari larutan buah jeruk dan mangga masing-masing dengan volume 10 ml. Larutan jeruk dan mangga digunakan sebagai larutan elektrolit. Kemudian larutan tersebut diletakkan pada wadah yang telah disediakan, diukur keasaman buah dengan menggunakan pH meter. Dalam pengukuran kuat arus larutan elektrolit dihubungkan dengan ampermeter dengan elektroda Cu dan Zn sebagai penghubungnya.Hasil pembahasan pada makalah ini menunjukkan bahwa (1) Buah jeruk memiliki nilai pH yang lebih kecil dibandingkan buah mangga sedangkan nilai kuat arus buah jeruk lebih besar dibandingkan buah mangga (2) Secara berurutan larutan buah yang memiliki nilai rata-rata pH dari yang terkecil sampai yang tebesar adalah jeruk nipis (2,39 ; 1,22 mA), jeruk pontianak (2,65 ; 0,93 mA), jeruk keprok (3,43 ; 0,67 mA), mangga arumanis (4,36 ; 0,26 mA), mangga manalagi (4,40 ; 0,20 mA), dan mangga sengir (4,77 ; 0,04 mA) dan (3) Hubungan kuat arus listrik dengan keasaman buah jeruk dan mangga adalah berbanding terbalik, artinya semakin asam (semakin kecil nilai pH) maka kuat arus listrik larutan tersebut semakin besar dan sebaliknya semakin besar nilai pH maka semakin kecil nilai kuat arus listrik larutan tersebut.Kata kunci : kuat arus, pH, buah jeruk, buah mangga
PENGEMBANGAN MOBILE POCKET BOOK SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS ANDROID MENGGUNAKAN ADOBE FLASH PROFESSIONAL CS 5.5 PADA MATERI FLUIDA STATIK SMA KELAS X Umam, Anwarul; Surantoro, Surantoro; Masithoh, Dyah Fitriana
PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika Vol 6, No 4 (2015): SNFPF 2015 Prospek Pendidikan Sains 5 Tahun ke Depan
Publisher : Physics Education Department, Faculty of Teacher Training and Education, UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.888 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk : (1) Mengembangkan media pembelajaran yang berupa mobile pocket book berbasis Android dengan software Adobe Flash professional CS 5.5;(2) Menjelaskan karakteristik media pembelajaran yang berupa mobile pocket book berbasis Android yang dikembangkan dengan software Adobe Flash professional CS 5.5;Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan motode penelitian dan pengembangan dengan model prosedural yang dikembangkan oleh Borg dan Gall. Sumber data pada penelitian ini diperoleh dari ahli, reviewer, peer reviewer, dan siswa SMA dengan teknik pengambilan data angket, wawancara, dan dokumentasi. Instrument angket validasi materi, bahasa, media, reviewer, peer reviewer, dan motivasi belajar menggunakan ratting scale, dan angket validasi evaluasi dan uji coba produk menggunakan skala Guttman. Teknik analisis data kualitatif menggunakan model interaktif dari Miles dan Huberman dan tabulasi data kuantitatif mengacu pada kriteria penilaian Azwar.Mobile pocket book yang dihasilkan disimpan dalam file berektensi.apk yang dijalankan pada Smartphone Android. Media yang dihasilkanterdiri dari beberapa bagian yaitu: Halaman cover, halaman tutorial, halaman pustaka, halaman kreator dan halaman keluar. Halaman cover berisi judul dan tombol menuju halaman menu, sedangkan halaman menu berisi daftar sub materi Fluida Statis dan tombol menuju latihan soal dan evaluasi. Halaman tutorial berisi cara penggunaan pocket book. Halaman creator berisi identitas pembuat mobile pocket book. Halaman pustaka berisikan daftar pustaka yang digunakan untuk menyusun materi mobile pocket book. Halaman Keluar berisikan tombol pernyataan untuk keluar. Halaman materi berisikan materi Fluida Statis yang berjumlah 37 halaman yang sudah terdapat contoh soal beserta pembahasannya. Latihan Soal terdiri dari 15 soal pilihan ganda, Evaluasi terdiri dari 15 soal dan terdapat waktu pengerjaannya selama 30 menit. Berdasarkan hasil validasi dan uji coba lapangan, mobile pocket book Fisika pada materi Fluida Statik dapat disimpulkan bahwa : Media yang dibuat memenuhi kriteria sangat baik dari segi bahasa, media, materi serta evaluasi dan layak untuk digunakan oleh siswa SMA.Kata Kunci: media pembelajaran, buku saku Fisika, mobile pocket book
Penggunaan Alat Peraga Sederhana Berbasis Teknologi Daur Ulang untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Materi Vektor dalam Kelas Remedial SMKN 1 Wonoasri Tahun Pelajaran 2014/2015 Muzaky, Ahmad Furqon; Handhika, Jeffry
PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika Vol 6, No 3 (2015): SNFPF 2015 Prospek Pendidikan Sains 5 Tahun ke Depan
Publisher : Physics Education Department, Faculty of Teacher Training and Education, UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.305 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan pemahaman konsep fisika pada materi vektor dengan menggunakan Alat Peraga Sederhana Berbasis Teknologi Daur Ulang. Subyek dari penelitian ini adalah siswa kelas X MM 2 SMKN 1 Wonoasri dengan 16 siswa. Data diperoleh dengan metode tes. Hasil penelitian ini menunjukkan melalui pemanfaatan alat peraga dapat meningkatkan pemahaman konsep fisika siswa. Hal ini ditandai dengan meningkatnya hasil tes yang dilakukan pada siswa setelah penggunaan alat peraga. Berdasarkan hasil observasi hasil tes sebelum penggunaan alat peraga memiliki nilai rata-rata 19,06. Setelah penggunaan alat peraga diperoleh nilai rata-rata 92,31. Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa dengan Alat Peraga Sederhana Berbasis Teknologi Daur Ulang dapat meningkatkan pemahaman konsep fisika siswa pada materi vektor di SMKN 1 Wonoasri tahun pelajaran 2014/2015 dengan nilai gain rata-rata 0,91.Kata kunci : Alat Peraga, Daur Ulang, Pemahaman Konsep, Vektor
Upaya Meningkatkan Kemampuan Kognitif Tingkat Tinggi Pada Materi Suhu Dan Kalor Menggunakan Project Based Learning Di Kelas X MIA SMA Negeri 2 Surakarta Hikmaningsih, Dita Ajeng; Aminah, Nonoh Siti; Surantoro, Surantoro
PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika Vol 6, No 6 (2015): SNFPF 2015 Prospek Pendidikan Sains 5 Tahun ke Depan
Publisher : Physics Education Department, Faculty of Teacher Training and Education, UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.092 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bahwa penerapan model Project Based Learning padamateri Suhu dan Kalor dapat meningkatkan kemampuan kognitif tingkat tinggi Fisika siswa kelas X MIA 4SMA Negeri 2 Surakarta.tahun pelajaran 2014/2015. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas denganmodel Kurt Lewin yang dilaksanakan dalam dua siklus. Data yang diperoleh yaitu nilai kognitif Fisika siswayang diperoleh dari tes tertulis siswa. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian adalah statistikdeskriptif dan uji-t satu ekor. Penelitian penerapan model pembelajaran project based learning di kelas X MIA 4SMA N 2 Surakarta ini pada taraf signifikansi α = 5 % mendapatkan thitung = 12,62 > ttabel = 1,669 sehingga adapeningkatan kemampuan kognitif tingkat tinggi Fisika siswa. Sumbangan dari pembelajaran Siklus I terhadappeningkatan kemampuan kognitif tingkat tinggi Fisika siswa sebesar 0,033 dan sumbangan dari pembelajaranSiklus II terhadap peningkatan kemampuan kognitif tingkat tinggi siswa sebesar 0,966 dengan persamaan1 2ˆ Y=29,621+0,027 X +0,599 X . Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan, disimpulkan bahwa penerapanmodel Project Based Learning dapat meningkatkan kemampuan kognitif tingkat tinggi Fisika siswa pada materisuhu dan kalor kelas X MIA 4 SMA Negeri 2 Surakarta.Kata kunci : kognitif , project based learning,
Alat Peraga Pembelajaran Laju Hantaran Kalor Konduksi Rokhimi, Intan Nurul; Pujayanto, Pujayanto
PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika Vol 6, No 5 (2015): SNFPF 2015 Prospek Pendidikan Sains 5 Tahun ke Depan
Publisher : Physics Education Department, Faculty of Teacher Training and Education, UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (564.986 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara penggunaan alat peraga pembelajaran laju hantaran kalor konduksi. Prinsip kerja alat yang dibuat adalah laju hantaran kalor konduksi. Cara penggunaan alat ini dengan melakukan percobaan menggunakan plastisin sebagai indikator hantaran kalor konduksi yang diletakkan pada batang uji. Untuk mendapatkan konsep laju hantaran kalor dilakukan 4 percobaan yaitu hubungan laju hantaran kalor (H) dengan panjang hantaran (l), hubungan laju hantaran kalor (H) dengan luas penampang bahan (A), hubungan laju hantaran kalor (H) dengan perbedaan suhu (ΔT), Hubungan laju hantaran kalor (H) dengan jenis bahan. Dari konsep yang ditemukan dapat dilakukan percobaan untuk menghitung besar laju hantaran kalor. Hasil ujicoba alat didapatkan konsep bahwa laju hantaran kalor konduksi (H) sebanding dengan luas penampang bahan (A) dan perbedaan suhu (ΔT) serta berbanding terbalik dengan panjang hantaran (l). Laju hantaran kalor konduksi dipengaruhi oleh suatu tetapan yang disebut konduktivitas termal (k), sehingga H= (k A ΔT) / l.Kata Kunci : laju hantaran kalor, konduksi, alat pembelajaran fisika
REAL LIFE VIDEO EVALUATION DENGAN SISTEM E-LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITS MAHASISWA FISIKA Aristya, Pramudya Dwi; Sudarti, Sudarti
PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika Vol 6, No 2 (2015): SNFPF 2015 Prospek Pendidikan Sains 5 Tahun ke Depan
Publisher : Physics Education Department, Faculty of Teacher Training and Education, UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.653 KB)

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengembangkan media real life video evaluation dengan sistem e-learning untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis mahasiswa fisika. Penelitian merupakan pengembangan (Research and Development) dengan metode Analysis, Desaign, Development, Implimentation and evaluastion (ADDIE). Indikator keterampilan berpikir kritis mahasiswa mencakup interprestasi, analisis, evaluasi dan inferensi. Validasi ahli dilakukan dengan uji expert terkait dengan tampilan, konteks dan aspek media tersebut. Sedangkan implentasi diberikan kepada 45 mahasiswa pendidikan fisika FKIP universitas Jember yang memprogram mata kuliah Fisika Sekolah I. Instrumen yang digunakan adalah lembar dokumentasi, penilaian digital literasi, lembar validasi, lembar observasi, pre test dan post test. Hasil yang didapatkan adalah media yang dikembangkan dalam katagori baik sehingga cukup efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir krtitis mahasiswa fisika.Kata kunci : Real life video evaluation, E-learning, keterampilan berpikir kritis
PENINGKATAN SIKAP PEKA TERHADAP LINGKUNGAN SEKITAR MELALUI PROJECT BASED LEARNING Aristiyaningsih, Lia; Budiharti, Rini
PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika Vol 6, No 4 (2015): SNFPF 2015 Prospek Pendidikan Sains 5 Tahun ke Depan
Publisher : Physics Education Department, Faculty of Teacher Training and Education, UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.666 KB)

Abstract

Artikel ini merupakan bagian dari hasil penelitian skripsi tentang “ Penerapan Project Based Learning Untuk Meningkatkan Sikap Ilmiah dan Kemampuan Kognitif Fisika Siswa Kelas XI MIA 5 SMA Negeri 3 Surakarta Pada Materi Pemanasan Global” Dalam hal ini akan dikaji lebih detail tentang penerapan project based learning khususnya dalam upaya meningkatkan sikap peka terhadap lingkungan sekitar siswa yang merupakan salah satu aspek dari sikap ilmiah. Berkaitan dengan isu maupun gejala di lingkungan kehidupan sekitar siswa, Materi Pemanasan Global merupakan salah materi pembelajaran Fisika yang cukup menarik untuk dikaji karena konsep-konsep yang terdeskripsi di dalamnya memiliki karakter yang sangat aplikatif dengan kondisi lingkungan sekitar saat ini. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) dengan model Kemmis dan Mc. Taggart, serta model kolaboratif. Model pembelajaran yang diterapkan dalam penelitian ini adalah project based learning yang merupakan salah satu model pembelajaran yang disarankan dalam pelaksanaan kurikulum tahun 2013 untuk diterapkan pada pembelajaran Fisika Sekolah Menengah Atas (SMA). Model pembelajaran ini bertujuan untuk mengembangkan keterampilan berpikir siswa melalui pemecahan masalah secara bersama (collaboration). Peranan guru lebih banyak menempatkan diri sebagai pembimbing atau pemimpin belajar dan fasilitator belajar. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus diawali dengan tahap persiapan dan dilanjutkan dengan tahap pelaksanaan siklus yang terdiri atas perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI MIA 5 SMA Negeri 3 Surakarta Tahun Ajaran 2014/2015 sebanyak 32 siswa. Data diperoleh melalui kajian dokumen, tes tertulis, observasi, kuesioner atau angket, dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data deskriptif kualitatif. Berdasarkan analisis data dan pembahasan dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penerapan model Project Based Learning dapat meningkatkan sikap peka terhadap lingkungan sekitar siswa kelas XI MIA 5 SMA Negeri 3 Surakarta pada materi Pemanasan Global, hal ini dilihat pada siklus I diperoleh 23 % siswa berkategori sangat baik, 77 % berkategori baik, dan 2 % cukup. Pada siklus II menjadi 69 % siswa berkategori sangat baik, dan 31 % berkategori baik. Dari hasil observasi yang dilakukan melalui kegiatan diskusi yang terjadi dalam pembelajaran maupun wawancara dengan sejumlah siswa menunjukkan bahwa aspek peka terhadap lingkungan sekitar tidak cukup dipahami secara teoritis oleh siswa. Dalam pola pikir siswa sudah tertanam suatu pola perilaku yang pada akhirnya dapat mengimplementasikannya dalam perilaku kehidupan sehari-hari yaitu suatu pola perilaku pilihan yang tidak memberikan kontribusi kepada semakin berkembangnya gejala pemanasan global di lingkungan sekitar kehidupan.Kata kunci: project based learning, sikap peka terhadap lingkungan sekitar, pemanasan global
Penggunaan Metode Difraksi Celah Tunggal pada Penentuan Koefisien Pemuaian Panjang Alumunium (Al) Wulandari, Puspita Septim; Radiyono, Yohanes
PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika Vol 6, No 1 (2015): SNFPF 2015 Prospek Pendidikan Sains 5 Tahun ke Depan
Publisher : Physics Education Department, Faculty of Teacher Training and Education, UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (501.373 KB)

Abstract

Penulisan makalah Eksperimen Fisika II bertujuan untuk: (1) mengetahui pengaruh kenaikan suhu dengan lebar difraksi yang dihasilkan dalam menentukan koefisien pemuaian pada Alumunium dengan metode difraksi celah tunggal, (2) mengetahui nilai koefisien pemuaian logam Alumunium yang diperoleh dari metode difraksi celah tunggal dengan analisis regresi linear.Metode penelitian adalah metode eksperimen. Prinsip dasar kerja alat penentuan koefisien pemuaian panjang pada Alumunium dengan metode difraksi celah tunggal yaitu menembakkan cahaya laser melalui celah yang tipis hingga menimbulkan pola-pola difraksi yang berupa pola gelap dan pola terang yang ditangkap oleh layar. Setiap kenaikan suhu tertentu yang terbaca oleh termometer, logam Alumunium akan memuai. Pengukuran lebar difraksi dilakukan setiap kenaikan suhu tertentu dengan mengunakan milimeterblock sebagai layar. Kemudian menggunakan analisis regresi linier hubungan antar suhu (T) dengan seperlebar difraksi (1/Z). Koefisien pemuaian dihitung dari gradien garis hasil regresi T terhadap 1/Z.Berdasarkan hasil percobaan, semakin suhunya meningkat maka Alumunium akan memuai. Pemuaian ditandai dengan semakin lebarnya celah. Akibatnya ketika suhu semakin meningkat maka lebar celah pola difraksi yang dihasilkan akan semakin sempit. Sehingga dapat diartikan bahwa kenaikan suhu sebanding dengan seperlebar difraksi. Nilai koefisien pemuaian pada Alumunium dapat dihitung dengan dua cara yaitu dengan cara kuadrat terkecil dalam persamaan regresi linier dan dengan metode grafik. Persamaan untuk menghitung koefisien pemuaian panjang adalah, dengan perhitungan ralat yaitu. Berdasarkan teori, nialai koefisien pemuaian panjang Alumunium sebesar 24×10-6 (0C)-1. Berdasarkan eksperimen, perhitungan dengan cara kuadrat terkecil dalam persamaan regresi linier diperoleh nilai koefisien pemuaian panjang Alumunium sebesar(0C)-1. Sedangakan dengan perhitungan koefisien pemuaian panjang Alumunium dengan cara metode grafik diperoleh nilai sebesar 27,43×10-6 (0C)-1.Kata kunci : pemuaian, koefisien pemuaian Alumunium, difraksi celah tunggal
REMEDIASI PEMBELAJARAN FISIKA DENGAN MODEL SNOWBALL THROWING PADA MATERI FLUIDA DINAMIS KELAS XI DI SMA NEGERI 6 SURAKARTA Sabariasih, Dwi Putri; Jamzuri, Jamzuri; Rahmasari, Lita
PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika Vol 6, No 3 (2015): SNFPF 2015 Prospek Pendidikan Sains 5 Tahun ke Depan
Publisher : Physics Education Department, Faculty of Teacher Training and Education, UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.675 KB)

Abstract

remediasi pembelajaran dengan model snowball throwing. Penelitian ini merupakan PenelitianTindakan Kelas (Classroom Action Research) dengan model Kemmis dan Mc. Taggart serta model kolaboratif.Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, dimana setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaantindakan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI MIA 4 SMA Negeri 6 Surakarta yangberjumlah 34 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, kajian dokumen dan tes.Pengujian instrumen tes dilakukan di SMA Batik 2 Surakarta menggunakan perhitungan Ms. Excel. Analisisdata yang digunakan yaitu analisis kuantitatif dan analisis kualitatif. Berdasarkan analisis data dan pembahasandalam penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa ada peningkatan hasil belajar aspek kognitif siswasetelah mengikuti remediasi pembelajaran dengan model snowball throwing. Hal ini dapat dilihat daripeningkatan persentase siswa kelas XI MIA 4 yang mencapai KKM pada tes formatif pokok bahasan FluidaDinamis sebelum tindakan sebanyak 0%, kemudian setelah tindakan menjadi 85,29%. Berdasarkan hasil ujihipotesis menggunakan uji t satu ekor diperoleh bahwa hitung tabel t  t(23,53 > 1,69236) dan berdasarkanhasil uji t satu ekor menggunakan SPSS 17 diperoleh hitung tabel t  t (23,495 > 1,69236). Perbedaan nilai thitungdisebabkan oleh pembulatan angka saat perhitungan, akan tetapi perbedaan nilai thitung tidak signifikan.Berdasarkan hasil uji t satu ekor dapat disimpulkan bahwa ada peningkatan hasil belajar aspek kognitif siswasebelum (X1) dan sesudah (X2) mengikuti remediasi pembelajaran menggunakan model snowball throwing.Kata kunci: remediasi pembelajaran Fisika, snowball throwing, hasil belajar, aspek kognitif, fluida dinamis
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TAI UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR DAN KEMAMPUAN KOGNITIF SISWA KELAS X MIA 7 DI SMA NEGERI 1 KARANGANYAR PADA MATERI POKOK FLUIDA STATIS Murti, Pratiwi Restu; Wiyono, Edy; Jamaluddin, Anif
PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika Vol 6, No 2 (2015): SNFPF 2015 Prospek Pendidikan Sains 5 Tahun ke Depan
Publisher : Physics Education Department, Faculty of Teacher Training and Education, UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.797 KB)

Abstract

Penelitian bertujuan untuk: (1) meningkatkan kemampuan kognitif Fisika siswa kelas X MIA 7 SMA Negeri 1 Karanganyar tahun pelajaran 2014/2015 pada materi pokok Fluida Statis dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Assisted Individualization (TAI); (2) meningkatkan aktivitas belajar siswa kelas X MIA 7 SMA Negeri 1 Karanganyar tahun pelajaran 2014/2015 pada materi pokok Fluida Statis dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Assisted Individualization (TAI).Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) menggunakan model Kolaboratif berdasarkan Kurt Lewin, yang dilaksanakan dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe TAI dalam dua siklus. Setiap siklus diawali tahap persiapan kemudian dilanjutkan tahap pelaksanaan siklus yang terdiri dari perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi dan evaluasi, serta refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas X MIA 7 SMA Negeri 1 Karanganyar Tahun Ajaran 2014/2015 sebanyak 32 siswa dengan penelitian dikhususkan  pada materi pokok Fluida Statis. Data diperoleh melalui pengamatan, wawancara dengan guru, ulangan harian, angket dan kajian dokumen.Penelitian ini menggunakan teknik validasi triangulasi yang berdasarkan Moleong (2007:330), triangulasi adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain di luar data untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data yang telah didapatkan. Analisis data dalam penelitian dilakukan dengan metode alir. Data-data dari hasil penelitian di lapangan diolah dan dianalisis secara deskriptif kualitatif. Teknik analisis deskriptif kualitaatif dilakukan dalam tiga komponen yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa: (1) penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TAI dapat meningkatkan kemampuan kognitif siswa kelas X MIA 7 dengan ketuntasan belajar siswa mencapai 81,25% dari KKM sebesar 75; (2) penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TAI dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa kelas X MIA 7. Lima indikator aktivitas belajar siswa yang menjadi fokus penelitian diperoleh hasil sebagai berikut: (1) antusiasme siswa dalam mengikuti kegiatan belajar mencapai 90,2%, (2) interaksi siswa dengan guru mencapai 64,775%, (3) interaksi siswa dengan siswa mencapai 80%, (4) kerjasama kelompok mencapai 78.485%, (5) partisipasi dalam menyimpulkan hasil pembahasan mencapai 57,41%. Kata kunci: aktivitas belajar, kemampuan kognitif, pembelajaran kooperatif, Teams Assisted Individualization (TAI)