cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Analisis: Jurnal Studi Keislaman
ISSN : 20889046     EISSN : 25023969     DOI : -
Core Subject : Education,
ANALISIS: Jurnal Studi Keislaman adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh IAIN Raden Intan Lampung dengan nomor ISSN: 2088-9046. ANALISIS terbit 2 (dua) kali dalam setahun (Juli dan Desember), dengan mengangkat tema tertentu per nomornya sesuai dengan pembidangan studi Islam secara luas. Dalam hal ini, ANALISIS menekankan spesifikasi pada pemaparan Islam dan isu-isu kontemporer ditinjau dari berbagai aspek dan pendekatan studi Islam. Redaksi mengundang akademisi, pakar, dan peminat bidang kajian keislaman untuk berkonstribusi mengirimkan artikel ilmiah hasil penelitian, refleksi dan kajian serius, juga timbangan buku yang sesuai dengan tema tiap nomor, baik karya klasik maupun kontemporer.
Arjuna Subject : -
Articles 237 Documents
Terapi Psikoneurosis Perpsektif Ustman Najati Arroisi, Jarman; Zhoofiroh, Zalfaa' 'Afaaf
Analisis: Jurnal Studi Keislaman Vol 20 No 2 (2020): Analisis : Jurnal Studi Keislaman
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ajsk.v20i2.7293

Abstract

Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dewasa ini pada kenyataannya telah menimbulkan kegersangan jiwa, hal ini disebabkan karena sebagian besar kemajuan yang ada tidak diiringi dengan nilai-nilai religiusitas. Kegersangan jiwa menyebabkan manusia sangat rentan terhadap gangguan kejiwaan. Dalam tinjauan Psikologi satu diantara gangguan kejiwaan  yaitu neurosis, yang mana gangguan ini terjadi akibat pemakaian mekanisme pertahanan untuk melawan kecemasan, kegelisahan, ketakutan yang disebabkan oleh konflik bawah sadar. Menganalisis keadaan ini Muhammad Ustman Najati menghadirkan Al-Qur’an sebagai media terapi dalam rangka penyembuhan gangguan kejiwaan manusia di masa modern ini. Tujuan artikel ini adalah bagaimana peran agama terhadap  psikoneurosis perspektif Muhammad Ustman Najati. Penelitian ini tergolong dalam kajian kepustakaan (Library research), Kajian terhadap pemikirannya dilakukan dengan pendekatan kualitatif dan analisis data secara deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Al-Quran sangat berpengaruh dalam terapis guna mengubah pemikiran, kepribadian pasien dengan metode efektif yaitu pengulangan. Disamping itu secara konseptual al-Qur’an mampu menerapi jiwa manusia dengan mengamalkan ibadah ajaran agama Islam melalui ketakwaan, seperti bertobat, Sholat, Puasa, Zikir dan Membaca Al-Qur’an.
Alih Keberagamaan dalam Islam dengan Paradigma Ahkami, Falsafi dan Wijdani Adib, Hamdan
Analisis: Jurnal Studi Keislaman Vol 20 No 2 (2020): Analisis : Jurnal Studi Keislaman
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ajsk.v20i2.7294

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana paradigma yang dihasilkan oleh kegiatan intelektual muslim sebagai ciri alih keberagamaan umat Islam. Penelitian ini tergolong dalam studi kepustakaan (Library Research) teknik pengumpulan data dengan dokumentasi dan teknik analisis data menggunakan konten analisis. Hasil penelitian menunjukkan ada tiga paradigma yang digunakan oleh orang beriman yang digunakan sebagai dasar alih keberagamaan yaitu paradigma ahkami, falsafi dan wijdani. Paradigma ahkami memiliki objek kajian wahyu tuhan dan sampai kepada keputusan hukum yang sifatnya nomratif dari ajaran Islam, kajianya berupa tafsir, ta’wil, takhrijul hadits dan sampai pembentukan ahkamul khomsah dalam fiqih. Kemudian paradigma falsafi memiliki objek kajian tentang pemahaman manusia tentang Tuhan. Objek kajian ilmu adalah keberagamaan tentang aqidah. Cara berfikir yang digunakan yaitu cara berfikir filosofis sehingga kebenaran rasio dan akal adalah kebenaran bagi pemahamanya. Paradigma wijdani memiliki objek kajian pengalaman manusia berada didekat Tuhan. Lingkup kajianya terbatas hanya pada perilku tassawuf orang beriman.
Anarkisme Epistemologis Paul Karl Feyerabend dan Relevansinya dalam Membentuk Pandangan Moderasi Beragama Farhan, Ibnu
Analisis: Jurnal Studi Keislaman Vol 20 No 2 (2020): Analisis : Jurnal Studi Keislaman
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ajsk.v20i2.7605

Abstract

Tulisan ini akan membahas pemikiran anarkisme epistemologis Paul Karl Feyerabend. Ia merupakan salah satu dari sekian banyak filosof kontemporer yang melancarkan kritik terhadap aliran positivisme yang begitu mendominasi cara berfikir orang modern. Tulisan ini akan berfokus pada anarkisme epistemologis Paul karl Feyerabend dan relevansinya dalam membentuk pandangan moderasi beragama pada masyarakat Indonesia. Penelitian ini adalah penelitian kepustaan dan menggunakan metode diskriptif analisis. Penelitian ini menunjukan hasil bahwa meskipun pemikiran Paul Karl Fayerabend mengenai anarkisme epistemologis yang pada awalnya hanya untuk mengkritisi cara berfikir positivisme, namun juga dapat bermanfaat dalam membentuk pandangan moderasi beragama. Salah satu yang paling menonjol adalah prinsip dari anarkisme epistemologis yaitu anything goes atau prinsip apa saja boleh, yang pada akhirnya akan melahirkan pluralitas metode dan pluralitas pengetahuan. Jika hal ini dikaitkan dengan kajian moderasi beragama, maka pandangan moderasi beragama tidak akan terwujud kecuali masing-masing umat beragama menyadari bahwa dalam memahami agama terdapat pluralitas metode yang pada akhirnya menghasilkan pluralitas tafsir agama.
Penggunaan Teknologi Reproduksi Bantu (Assistive Reproductive Technology) dan Implikasinya Terhadap Kesehatan Reproduksi dalam Pandangan Islam Huda, Moh.
Analisis: Jurnal Studi Keislaman Vol 21 No 1 (2021): Analisis : Jurnal Studi Keislaman
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ajsk.v21i1.7695

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk mengetahui dampak penggunaan teknologi reproduksi bantu pada kesehatan reproduksi dalam pandangan Islam. Hal ini didasarkan bahwa pada era kotemporer ini kemajuan bidang teknologi semakin cepat dan penggunaan teknologi menjadi sesuatu yang dibutuhkan. Sehingga dalam merespon fenomena tersebut perlu adanya sebuah pemahaman dan tinjauan dalam perspektif agama (Islam). Kajian ini merupakan kajian berbasis pustaka (library research) dengan pengumpulan data menggunakan teknik deskriptif dan analisis data menggunakan teknik analitis-kritis. Temuan dalam kajian ini menunjukkan bahwa penggunaan Teknologi Reproduksi Bantu (Assistive Reproductive Technology) ternyata membawa pada dampak positif dan negatif, sehingga dalam pandangan agama Islam memberikan rambu-rambu untuk mengambil pada situasi yang membawa kebaikan bagi pelakunya.
Covid-19 dan MUI Sumatera Barat: Resistensi masyarakat terhadap Ulama sebagai Pendidik Aprison, Wedra; Melani, Meylan
Analisis: Jurnal Studi Keislaman Vol 21 No 1 (2021): Analisis : Jurnal Studi Keislaman
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ajsk.v21i1.7710

Abstract

MUI Sumatera Barat, diawal masa pandemi bulan Maret sampai pertengahan puasa ramadhan bulan Mei 2020 bersama pemerintah daerah membimbing masyarakat dalam menghadapi pandemi Covid-19. Di tengah masyarakat membutuhkan bimbingan keagamaan menghadapi pandemi,  MUI  Sumatera  Barat  justru  menyurati  gubernur,  bupati,  dan  walikota  agar membuka rumah ibadah untuk sholat Jumat dan kegiatan keagamaan seperti biasa, dengan argumen kenapa pasar dan Mall bebas dibuka. Penelitian ini menarik untuk dilakukan (kenapa), menakar peran pedagogik MUI dalam mengayomi masyarakat menghadapi Covid-19.  Artikel  ini  ingin  menjawab  pertanyaan  bagaimana  dampak  dan  respon  masyarakat terhadap kebijakan yang diambil oleh MUI?. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan mengandalkan sumber data media. Data yang ada menunjukkan bahwa telah terjadi resistensi   terhadap   peran   ulama  sebagai   pendidik   masyarakat   bahkan   pewaris   nabi. Masyarakat  melihat  inkonsistensi  sikap  majelis  ulama  dalam  menghadapi  Covid-19. Sehingga mereka harus menyatakan penolakan terhadap sikap ulama. Bahkan dalam menanggapi resistensi yang muncul, terkesan majelis ulama tidak bijak dan tidak mendidik, apalagi bila dikaitkan dengan peranya sebagai pewaris nabi.
Menuju Indonesia Berkemajuan dalam Studi Peradaban Islam Usman, Mukran H.; Aswar, Aswar; Iskandar, Azwar
Analisis: Jurnal Studi Keislaman Vol 21 No 1 (2021): Analisis : Jurnal Studi Keislaman
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ajsk.v21i1.7862

Abstract

Sejarah telah menjadi saksi akan agungnya bangunan peradaban Islam yang dirintis oleh Rasulullah saw., hingga kemudian berlanjut pada masa Khulafaurasyidin, Khilafah Bani Umayyah dan Bani Abbasiyyah. Untuk itu, penelitian ini bertujuan untuk melihat potret peradaban Islam dari  Rasulullah saw., hingga Bani Abbasiyyah, khususnya pada telaah warisan nilai dan konsep yang menandai keagungan peradaban tersebut dan peluang Indonesia sebagai kesatuan bangsa dan negara dalam mencontoh, mengikuti dan mengimplementasikan nilai dan konsep peradaban Islam guna membangun peradabannya di masa mendatang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe riset kepustakaan (library research) dan teknik analisis konten (content analysis). Selain itu, pendekatan historis diterapkan guna pendalaman kajian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa warisan peradaban Islam di masa Rasulullah saw., Khulafaurasyidin, Khilafah Bani Umayyah dan Bani Abbasiyyah yang membawa nilai dan konsep agama (tauhid), sosial-budaya, hukum, politik, dan ilmu pengetahuan berpeluang besar untuk membawa Indonesia menuju pada peradaban yang agung. Sejak dahulu, telah terjadi akulturasi budaya antara ajaran dan syariat Islam dengan kebudayaan bangsa Indonesia, tidak terkecuali pada aspek bahasa, adat, tradisi, dan sistem hukum (perundang-undangan) pada berbagai suku bangsa di Nusantara. Oleh karena itu, konstruksi masa depan Indonesia agar dapat menjadi bangsa unggul dan memiliki peradaban yang tinggi dalam memimpin dunia, baik dalam bidang agama, sosial, budaya, hukum, politik dan juga ilmu pengetahuan, patut mengambil pelajaran dari warisan peradaban Islam di masa Rasulullah saw., Khulafaurasyidin, Khilafah Bani Umayyah dan Bani Abbasiyyah.
Teori Dekonstruksi Hadis Josep Schacht dan Bantahan Musthafa Azami Saefollah, Ahmad; Maghfur, Adlan; Sumbulah, Umi
Analisis: Jurnal Studi Keislaman Vol 21 No 2 (2021): Analisis : Jurnal Studi Keislaman
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ajsk.v21i2.8003

Abstract

Josep Schacht adalah seorang tokoh orientalis yang memiliki concern pada kajian hadis dan hukum Islam. Schacht memperkenalkan teori projecting back, common link dan argumentum e silentio. Ketiga teori tersebut bertujuan untuk menguji  autentisitas dan orisinalitas hadis, namun lebih condong melemahkannya secara paradigmatik. Tiga teori yang digagas Schacht tersebut mendapatkan respon pro dan kontra. Sebagian sarjana membantah keras teori Schacht yang mengatakan bahwa semua hadis tidak otentik berasal dari Nabi. Diantara bantahan tersbut datang dari seorang pakar hadis modern, Muhammad Musthafa Azami. Artikel ini  mendiskusikan ketiga teori yang digagas Schacht beserta bantahan Azami terhadapnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dan analisis konten. Hasil penelitian menunjukkan ketiga teori yang digagas oleh Josep Schacht tersebut terdapat sejumlah kecacatan hingga tidak ilmiah di mata Musthafa Azami dan melalui penelitian dengan pendekatan historis-filologis, Azami mampu membuktikan otentisitas hadis. Dengan demikian, meskipun pengkajian ilmiah kerap kali digaungkan sebagai aktifitas yang objektif, nyatannya sangat sulit ditemukan tanpa unsur keberpihakan dari seorang peneliti.
Peran Pondok Pesantren dalam Membentengi Faham Radikalisme Melalui Pendekatan Tasawuf (Studi Kasus Pondok Pesantren Al-Munawwirussholeh Bandar Lampung) Gani, A.; Zulaikhah, Siti
Analisis: Jurnal Studi Keislaman Vol 21 No 1 (2021): Analisis : Jurnal Studi Keislaman
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ajsk.v21i1.8020

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana peran pondok pesantren dan pendekatan tasawuf dalam membentengi dari faham radikalisme. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara dengan pengelola pondok pesantren para ustaz dan beberapa santri. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan reduksi data, penyajian data, verifikasi dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa peran pondok pesantren dalam membentengi dari faham radikalisme memiliki peran strategis. Karena elemen-elemen pondok pesantren seperti kiyai, santri, para ustaz, sarana prasarana, serta lingkungan bersinergi dalam menginternalisasikan nilai-nilai ajaran Islam. sehingga misi Islam sebagai agama yang rahmatan lil’alamin dapat teraktualisasikan. pendekatan tasawuf digunakan dalam membentengi faham radikalisme dengan cara mengisi dan mengasah ruh, hati dan akal dengan nilai-nilai ajaran Islam seperti bermujahadah, riyadhah dan penanaman nilai-nilai kebajikan lainnya. kemudian diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari dalam kegiatan ibadah, baik ibadah mahdoh maupun ibadah ghoiru mahdoh agar membentuk pribadi manusia berakhlak mulia baik itu dihadapan Allah maupun terhadap manusia.
Objektifitas Pemikiran Azami Tentang Sejarah Penulisan Hadis Mubin, Muh Fatkul; Husna, Jannatul; Nurkholis, Nurkholis
Analisis: Jurnal Studi Keislaman Vol 21 No 1 (2021): Analisis : Jurnal Studi Keislaman
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ajsk.v21i1.8152

Abstract

Perjalanan sejarah penulisan hadis masih menjadi perdebatan di kalangan orientalis (Barat) maupun sarjana muslim (Timur) tentang awal penulisannya. Mustafa Azami merupakan tokoh muslim ahli hadis yang meyakini bahwa penulisan hadis sudah dimulai sejak Rasulullah masih hidup. Penelitian kepustakaan dengan pendekatan kualitatif ini menggunakan data utama yang berasal dari karya Mustafa Azami berjudul “Studies in Early Hadith Literature” (Hadis Nabawi dan Sejarah Kodifikasinya) dan data pendukung dari artikel jurnal, buku, dan berita online yang berkaitan dengan tema artikel ini. Analisis konten dalam artikel ini dilakukan untuk menjelaskan bagaimana Mustafa Azami secara objektif menilai sejarah penulisan hadis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemikiran Mustafa Azami tentang sejarah penulisan hadis memiliki objektivitas yang tinggi. Mustafa Azami memaparkan fakta-fakta penulisan hadis yang dimulai sejak masa Rasulullah SAW dan berkelanjutan tanpa putus sampai akhir abad kedua dan dimulainya kodifikasi hadis. Kesimpulan Azami tersebut telah menggugurkan argumen bahwa hadis baru mulai ditulis pada pertengahan abad kedua sekaligus meruntuhkan tuduhan para orientalis bahwa hadis tidak autentik.
Perbedan Qudrati dan Persamaan Hak Gender dalam Prespektif Al-Quran (studi analisis tafsir al-mishbāh) masruroh, Luluk; Qohar, Abd.; Wakhid, Ali Abdul; Tanjung, Akbar
Analisis: Jurnal Studi Keislaman Vol 21 No 1 (2021): Analisis : Jurnal Studi Keislaman
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ajsk.v21i1.8234

Abstract

Dirasah islamiyah khususnya dibidang keilmuan tafsir mengalami kemujuan dan berkembang seiring dengan pola kehidupan yang kian modern, salah satu topik yang menjadi perbincangan yaitu kesetaraan gender. Posisi perempuan yang selalu dikaitkan dengan lingkungan domestik semata, hal ini seolah menjadi kewajiban agama yang harus dilaksanakan sebagaimana wajibnya mengerjakan kewajiban yang dianggap berdosa jika ditinggalkan. Sementara posisi laki-laki sering dikaitkan dengan lingkungan publik yang bebas mengembangkan dan mengasah minat dan bakat untuk berkembang menjadi manusia yang lebih baik. Tujuan penelitian ini sesuai dengan kegelisahan para kaum wanita yang menawarkan model pembacaan baru terhadap pemikiran dalam memahami konsep feminisme yang digagas oleh M.Quraish Shihab dalam Tafsīr al-Mishbāh. yang memiliki pemahaman bagaimana merasionalkan tentang perbedaan Qudrati dan persamaam hak Gender,  serta memahami makna feminisme dan menganalisis secara epistemologi hermeneutis model pemikiran M.Quraish Shihab tentang Feminisme. Hasil penelitian ini memberi simpulan tenang adanya ruang kesejajaran antara laki laki dan perempuan dalam memperoleh hak dalam kehidupan, dari mulai hak pendidikan, politik, juga agama. perbedaan biologis bukan menjadi alasan untuk membedakan hak dan juga kewajiban,  perbedaan jenis kelamin antara laki-laki dan permpuan memang sudah menjadi kodrat yang termaktub dalam al-Quran namun Tidak menjadi perbedaan terhadap potensi yang diberikan Allah kepada manusia.

Filter by Year

2011 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 25 No 2 (2025): Analisis : Jurnal Studi Keislaman Vol 25 No 1 (2025): Analisis : Jurnal Studi Keislaman Vol 24 No 2 (2024): Analisis : Jurnal Studi Keislaman Vol 24 No 1 (2024): Analisis : Jurnal Studi Keislaman Vol 23 No 2 (2023): Analisis : Jurnal Studi Keislaman Vol 23 No 1 (2023): Analisis : Jurnal Studi Keislaman Vol 22 No 2 (2022): Analisis : Jurnal Studi Keislaman Vol 22 No 1 (2022): Analisis : Jurnal Studi Keislaman Vol 21 No 2 (2021): Analisis : Jurnal Studi Keislaman Vol 21 No 1 (2021): Analisis : Jurnal Studi Keislaman Vol 20 No 2 (2020): Analisis : Jurnal Studi Keislaman Vol 20 No 1 (2020): Analisis : Jurnal Studi Keislaman Vol 19 No 2 (2019): Anaisis: Jurnal Studi Keislaman Vol 19 No 1 (2019): Analisis: Jurnal Studi Keislaman Vol 18 No 2 (2018): Analisis: Jurnal Studi Keislaman Vol 18 No 1 (2018): Analisis: Jurnal Studi Keislaman Vol 17 No 2 (2017): ANALISIS: JURNAL STUDI KEISLAMAN Vol 17 No 1 (2017): Analisis: Jurnal Studi Keislaman Vol 16 No 2 (2016): Analisis : Jurnal Studi Keislaman Vol 16 No 1 (2016): Analisis : Jurnal Studi Keislaman Vol 15 No 2 (2015): Analisis : Jurnal Studi Keislaman Vol 15 No 1 (2015): Analisis : Jurnal Studi Keislaman Vol 14 No 2 (2014): Analisis : Jurnal Studi Keislaman Vol 14 No 1 (2014): Analisis : Jurnal Studi Keislaman Vol 13 No 2 (2013): Analisis : Jurnal Studi Keislaman Vol 13 No 1 (2013): Analisis : Jurnal Studi Keislaman Vol 12 No 1 (2012): Analisis: Jurnal Studi Keislaman Vol 11 No 2 (2011): Analisis : Jurnal Studi Keislaman Vol 11 No 1 (2011): Analisis : Jurnal Studi Keislaman More Issue