cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Analisis: Jurnal Studi Keislaman
ISSN : 20889046     EISSN : 25023969     DOI : -
Core Subject : Education,
ANALISIS: Jurnal Studi Keislaman adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh IAIN Raden Intan Lampung dengan nomor ISSN: 2088-9046. ANALISIS terbit 2 (dua) kali dalam setahun (Juli dan Desember), dengan mengangkat tema tertentu per nomornya sesuai dengan pembidangan studi Islam secara luas. Dalam hal ini, ANALISIS menekankan spesifikasi pada pemaparan Islam dan isu-isu kontemporer ditinjau dari berbagai aspek dan pendekatan studi Islam. Redaksi mengundang akademisi, pakar, dan peminat bidang kajian keislaman untuk berkonstribusi mengirimkan artikel ilmiah hasil penelitian, refleksi dan kajian serius, juga timbangan buku yang sesuai dengan tema tiap nomor, baik karya klasik maupun kontemporer.
Arjuna Subject : -
Articles 237 Documents
Pendidikan Jiwa Prespektif Ibn Qayyim Al Jauziyyah: Kritik Terhadap Pendidikan Jiwa di Barat Al Manaanu, Yusuf; Halim, Fauzul; Fadillah, Nirhamna Hanif; Jiatrahman, Farisma
Analisis: Jurnal Studi Keislaman Vol 21 No 1 (2021): Analisis : Jurnal Studi Keislaman
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ajsk.v21i1.8283

Abstract

Dalam peradaban Barat, jiwa tidak diakui keberadaannya sebagaimana akal. Berbeda halnya dalam pandangan Islam, menurut pandangan Ibn Qayyim manusia merupakan makhluk yang memiliki jasad dan ruh sekaligus dan hakikatnya manusia sebagai makhluk ruhani bukan diukur dari fisik dan fungsinya saja, melainkan lebih kepada jiwanya. Artikel ini akan membahas bagaimana pendidikan jiwa menurut Ibn Qayyim. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif konten analisis. Ibn Qayyim menyatakan pentingnya peran jiwa bagi kehidupan manusia, sebab jiwa merupakan inti dari manusia dalam menuju kesempurnaannya.  Menurut Ibn Qayyim kesejahteraan manusia hanya dimiliki bagi orang yang jiwanya terdidik, dalam arti terbebas dari hawa nafsu negatif dan kehinaannya. Di sini jiwa terlihat memiliki peranan penting dalam membentuk kualitas kehidupan seseorang. Jiwa manusia itu merupakan sesuatu yang tidak mati dan selalu sadar akan dirinya, jiwa pada hakikatnya sebagai subtansi yang berbeda dengan tubuh, jiwa terpisah secara esensial dengan tubuh. Jadi, jiwa bukanlah tubuh akan akan tetapi jiwa akan selalu terhubung dengan tubuh, jiwa tak selalu tergantung pada penampilan tubuh, sebab manusia bisa saja memiliki tubuh bersih namun berjiwa kotor.
Tradisi Ritual dalam Pernikahan Islam Jawa (Studi di Desa Kalidadi Lampung Tengah) Ruslan, Idrus; Kartika, Yuni; Fatonah, Fatonah; Huzaimah, Siti
Analisis: Jurnal Studi Keislaman Vol 21 No 1 (2021): Analisis : Jurnal Studi Keislaman
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ajsk.v21i1.8299

Abstract

Agama dan budaya merupakan dua entitas yang senantiasa eksis di dalam masyarakat, sebagaimana kondisi sosial yang tercermin di desa Kalirejo Lampung Tengah ini. Tradisi yang masih berlaku hingga saat ini merupakan warisan nenek moyang yang terus dipertahankan. Penelitian ini hendak membahas bagaimana tradisi ritual terkait dengan pelaksanaan pernikahan pada masyarakat adat Jawa yang beragama Islam di Desa Kalirejo Kabupaten Lampung Tengah. Penelitian ini tergolong dalam penelitian kualitatif dengan metode etnografi, menggunakan pendekatan sosiologis dan antropologis, sedangkan pengumpulan data menggunakan teknik snoowball sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pernikahan pada masyarakat muslim suku Jawa di Desa Kalirejo Kabupaten Lampung Tengah ini masih kental dengan tradisi ritual, seperti larangan neton, larangan menikah di bulan suro dan pantangan perkawinan adubatur. Meskipun masyarakatnya tidak memahami esensi dari ritual tersebut dan tidak menyakininya sebagai jaminan keberkahan dalam membangun rumah tangga, tetapi ritual tersebut tetap dilakukan sebagai bakti dan penghargaan terhadap orang tua, sehingga rumah tangga yang akan dibangun terlaksana atas restu dan arahan dari orang tua. 
Islamic Character Education in the Novel "Ayat-Ayat Cinta 2" by Habiburrahman El Shirazy Solikah, Fitriana Marfu'atu; Choiriyah, Siti
Analisis: Jurnal Studi Keislaman Vol 21 No 2 (2021): Analisis : Jurnal Studi Keislaman
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ajsk.v21i2.9182

Abstract

Novel sering kali dianggap hanya sebatas imajinasi yang tidak ada relevansi dan sumbangsihnya bagi kehidupan nyata. Anggapan tersebut ternyata tidak sepenuhnya bisa dibenarkan, contohnya novel yang ditulis oleh Habiburrahman El Shirazy dengan judul “Ayat-Ayat Cinta 2”ini. Tujuan Artikel ini yaitu untuk melihat  nilai pendidikan toleransi yang terkandung didalam novel “Ayat-Ayat Cinta 2” karya Habiburrahman El Shirazy. Penelitian ini merupakan penelitian pustaka, sebagai data primernya yakni novel “Ayat-Ayat Cinta 2” dan hasil wawancara kepada penulis novel, untuk menganalisa data peneliti menggunakan metode deskriptif dan analisis konten. Berdasarkan data dan analisis penulis, terdapat dua bentuk nilai toleransi yang terkandung didalam novel ini, yaitu toleransi intern umat beragama dan toleransi antar umat beragama. Toleransi intern umat beragama yang ada hanya toleransi dalam ibadah. Sedangkan toleransi antar umat beragama tercermin dalam beberapa contoh seperti ketika menghargai seorang nenek beragama Yahudi yang sedang berpuasa, menghadiri undangan, mengangkat karyawan dari non muslim, dan menghargai pendapat non muslim. Dengan demikian, novel bisa dijadikan alternatif dalam penanaman nilai toleransi dalam berinteraksi baik kepada sesama muslim maupun kepada nonmuslim.
Potensi Bawaan Manusia: Studi Komparatif Teori Tabularasa dan Konsep Fitrah Mudin, Moh. Isom; Ahmad, Ahmad; Rohman, Abdul
Analisis: Jurnal Studi Keislaman Vol 21 No 2 (2021): Analisis : Jurnal Studi Keislaman
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ajsk.v21i2.9359

Abstract

Tujuan artikel ini adalah untuk membandingkan teori tabularasa dan konsep fitrah. Artikel ini tergolong dalam  kajian pustaka, dengan menggunakan metode studi komparatif, yakni membandingkan antara teori tabularasa dengan konsep fitrah. Hasil penelitian menunjukkan, antara teori tabularasa dengan teori fitrah mempunyai kemiripan meskipun kedua teori ini berbeda. Perbedaan ini tidak terlepas dari paradigma yang mendasari kedua teori tersebut. Teori tabularasa adalah teori yang berkembang di Barat yang memandang bahwa manusia dilahirkan dalam keadaan yang kosong bagaikan kertas putih. teori ini menolak adanya ide bawaan pada bayi, dengan alasan karena tidak dapat dibuktikan secara inderawi. Sedangkan konsep fitrah memandang bahwa manusia dilahirkan memang dalam keadaan bersih dan suci, tetapi disertai dengan potensi yang melekat pada bayi,seperti potensi bertauhid sebagaimana yang dikabarkan dalam al-Qur’an. Sehingga dapat disimpulkan bahwa dalam konsep tabularasa hanya pengalaman inderawi yang diperoleh dari lingkungan yang akan mengisi dan menghiasi kertas kosong tersebut. Sementara dalam konsep fitrah, potensi yang ada pada bayi akan berkembang sesuai dengan lingkungan yang mempengaruhinya.
Konsep Kebahagiaan dalam buku Tasawuf Modern karya Hamka Ihsan, Nur Hadi; Alfiansyah, Iqbal Maulana
Analisis: Jurnal Studi Keislaman Vol 21 No 2 (2021): Analisis : Jurnal Studi Keislaman
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ajsk.v21i2.9636

Abstract

Setiap manusia pasti menginginkan ketentraman dan kebahagiaan, tetapi meskipun berbagai cara telah diusahakan kenyataannya tidak semua orang mampu mewujudkan keinginannya itu. Dalam tema kebahagiaan, disiplin ilmu tasawuf mempunyai definisi dan konsep, serta panduan kepada manusia agar dapat mencapai kebahagiaan. Salah satu ulama di Indonesia yang terkenal dalam bidang tasawuf adalah Hamka, ini dibuktikan dengan karyanya yang berjudul “Tasawuf Modern”. Dalam penelitian ini, penulis akan membahas konsep kebahagiaan perspektif Hamka dalam bukunya “Tasawuf  Modern”. Penelitian kepustakaan ini menggunakan metode deskriptif dan analisis konten. Dalam buku tasawuf modern karya Hamka memuat sebuah upaya untuk mengembalikan tasawuf kepada makna sejatinya yaitu penyucian jiwa, mengisinya dengan segala akhlak yang terpuji dan mengeluarkan segala akhlak yang tercela. Menurut Hamka, kebahagiaan sejati adalah ketika seseorang mengenal dan dekat dengan Tuhanya. Untuk mengenal Tuhannya, seseorang haruslah menapaki jalan spiritual dan rasional yang akan mengantarkanya pada kebahagiaan sejati di dunia dan di akhirat. Hamka juga menilai sesuatu secara proporsional, terutama pendapatnya bahwa kebahagiaan bisa di dapatkan pula di dunia, yang merupakan tanggapanya atas konsep para sufi yang mencela dan menganggap dunia sebagai petaka dan penghalang kebahagiaan.
Implikasi Prosedur Pencatatan Perkawinan pada Masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Perspektif Fiqih Nusantara Anshor, Ahmad Muhtadi
Analisis: Jurnal Studi Keislaman Vol 21 No 2 (2021): Analisis : Jurnal Studi Keislaman
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ajsk.v21i2.9726

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk menganalisa bagaimana implikasi prosedur pencatatan perkawinan pada masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) dalam perspektif fiqih Nusantara. Penelitian ini tergolong dalam penelitian studi pustaka dan menggunakan analisis konten, disamping itu juga peneliti melakukan penggalian data dengan observasi dan wawancara kepada pihak yang terkait secara langsung dengan tema penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implikasi prosedur pencatatan perkawinan  pada masa PPKM yakni adanya penundaan perkawinan dan perkawinan siri. tindakan ini jika ditinjau dalam perspektif fiqih Nusantara, berbeda dengan tindakan penundaan perkawinan, sebaliknya perkawinan siri tidak bisa dibenarkan. Karena secara esensi fiqih Nusantara mengimplementasikan maqashid syari’ah berupa pencegahan kemudharatan dan perwujudan kemaslahataan. Penundaan perkawinan dipandang sebagai bentuk penerapan maqashid syari’ah, sedangkan Perkawinan siri selain sebagai bentuk ketidakpatuhan kepada peraturan pemerintah, tindakan ini juga akan berpotensi menimbulkan masalah terkait pemenuhan hak dan kewajiban bagi rumah tangga dikemudian hari.
Sufistic Phsycoteraphy; Telaah Metode Psikoterapi Ibnu Qayyim al-Jauziyyah Arroisi, Jarman; Mukharom, Rohmah Akhirul; Amin, Maulida ‘Izzatul
Analisis: Jurnal Studi Keislaman Vol 21 No 2 (2021): Analisis : Jurnal Studi Keislaman
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ajsk.v21i2.9884

Abstract

Penelitian ini berangkat dari fenomena nir-kebahagiaan, kegersangan hati, kehampaan, dan sakitnya jiwa manusia yang belum mampu disembuhkan oleh dunia medis maupun psikologi dengan aliran-aliran psikoterapinya. Kenyataan tersebut mendorong manusia untuk mencari solusi lain, salah satunya melalui jalan agama dengan bertasawuf. Pada kajian kualitatif ini, peneliti menggunakan metode diskriptif dan analisis konten. Penelitian ini akan mengkaji Pandangan Ibnu Qayyim al Jauziyah dalam mengurai dan memberikan solusi atas masalah kejiwaan. Ibnu Qayyim berpendapat, hendaknya manusia bertakhalli dengan mengosongkan diri terutama jiwanya dari penyakit hati, sifat dan perbuatan buruk. Lalu bertahalli dengan menghiasi dirinya melalui ibadah yang dituntun syari’at, juga bermujahadah melalui beberapa tingkatan maqamat. Hingga akhirnya manusia mencapai tajalliyat al nafs, dimana pada derajat tersebut manusia akan kembali pada kebeningan hati serta kebersihan jiwa yang menjadi manifestasi kesehatan jiwa yang dilahirkan oleh tasawuf. Penting untuk dicatat, bahwa gagasan Ibnu Qayyim bukanlah hasil tulisan intelektual semata, namun juga solusi yang telah diamalkan sendiri juga dirasakan berdampak positif oleh khalayak ramai. Besar harapan penulis, kajian ini dapat memberikan sumbangsih ilmiah dan mampu memberikan solusi terhadap masalah kejiwaan.
Pesantren dan Perubahan Sosial pada Era Digital Badi'ah, Siti; Salim, Luthfi; Syahputra, Muhammad Candra
Analisis: Jurnal Studi Keislaman Vol 21 No 2 (2021): Analisis : Jurnal Studi Keislaman
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ajsk.v21i2.10244

Abstract

Sistem pembelajaran pada pondok pesantren identik dengan metode klasik yang sederhana. Ciri khas metode pembelajaran yang diterapkan seperti metode sorogan, bandungan dan watonan. Seiring berjalannya waktu, kenyataan telah berubah, dimana hampir semua aktifitas sudah tersentuh oleh mesin. fenomena ini disebut dengan era digital. Pada era ini ditandai dengan masifnya penggunaan teknologi seperti komputer, smartphone dan internet. Artikel ini membahas bagaimana strategi kiyai muda dalam menjawab perubahan dalam pembelajaran dan aktivitas sosial di pesantren pada era digital. Penelitian kualitatif ini menggunakan metode pendekatan fenomenologi dan juga wawancara sebagai data pendukung. Hasil penelitian menunjukkan, Pesantren dalam menjawab perubahan zaman yaitu dengan menerapkan konsep literasi digital. Konsep literasi digital dimanfaatkan sebagai pendukung pembelajaran seperti untuk mengakses data, sebagai sumber informasi, dan sebagai media dalam menciptakan sumber daya manusia yang sadar media serta mampu menganalisis konten-konten yang positif. Dengan demikian, eksistensi pesantren pada era digital masih menjadi kontrol sosial dan mampu melahirkan santri-santri yang cerdas dan berkualitas.
Overview of the Philosophy of Science on the Nature of Interdisciplinary Islamic Studies Kaharudin, Rizal Gani; Rodiah, Ita; Razimi, Mohd Shahril Bin Ahmad; Mukri, Moh.
Analisis: Jurnal Studi Keislaman Vol 22 No 1 (2022): Analisis : Jurnal Studi Keislaman
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ajsk.v22i1.10290

Abstract

Obtaining knowledge is the right of every human being to be able to bring a better and prosperous life. Humans as Muslims seek knowledge to be an important part and Islam also does not limit useful knowledge. To stay within the corridor of religiously useful knowledge such as Islamic Studies also requires a broad perspective through cross-study reviews. Construction of Islamic Studies can discuss many issues of life in terms of other scientific studies that support or can be referred to as Interdisciplinary Islamic Studies. This article is intended to find out the nature of Interdisciplinary Islamic Studies in terms of the philosophy of science. The study method used is through literature study, data collection based on literature such as books and journals. The results of the study reveal that Interdisciplinary Islamic Studies provides space for humans to overcome the complexities of existing human life problems, because these problems are not only solved based on one field of study. Interdisciplinary Islamic Studies builds a harmonious relationship between Islamic Studies and Science. The relationship between the two needs to be done to contribute to the good of both of them, so that this study can produce comprehensive and moral knowledge.
Reconstruction Of Civilized Meaning In Pancasila: Analysis Study Of Naquib Al-Attas Thought Sufratman, Sufratman; Lovat, Emeretus Terry; Awaludin, Asep
Analisis: Jurnal Studi Keislaman Vol 22 No 1 (2022): Analisis : Jurnal Studi Keislaman
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ajsk.v22i1.12193

Abstract

Indonesia has long made Pancasila an ideal as well as a way of life for the nation and state. But in fact, the phenomenon that has emerged among the community is actually the opposite, it can even be said it moves away from the spirit of Pancasila itself. This problem arises because of a mistake in understanding the concept of civilized, thus causing a loss of adab in the Indonesian people and nation. This research is a library research, using descriptive method. The results of the study found that the concept of adab Naqib al-Attas comes from the Islamic worldview, which means discipline of the spirit, mind, and soul. According to him, the three foundations of this civilized building must receive serious guidance through the ta'dib process. The goal is to produce attitudes and behaviours that reflect justice and wisdom, where someone is able to put things in their place. For this reason, the values of Pancasila, especially the civilized concept as ideals as well as a view of life for the nation and state, which conditions are Islamic values must be understood based on the Islamic worldview, in the context of realizing a just and civilized society.

Filter by Year

2011 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 25 No 2 (2025): Analisis : Jurnal Studi Keislaman Vol 25 No 1 (2025): Analisis : Jurnal Studi Keislaman Vol 24 No 2 (2024): Analisis : Jurnal Studi Keislaman Vol 24 No 1 (2024): Analisis : Jurnal Studi Keislaman Vol 23 No 2 (2023): Analisis : Jurnal Studi Keislaman Vol 23 No 1 (2023): Analisis : Jurnal Studi Keislaman Vol 22 No 2 (2022): Analisis : Jurnal Studi Keislaman Vol 22 No 1 (2022): Analisis : Jurnal Studi Keislaman Vol 21 No 2 (2021): Analisis : Jurnal Studi Keislaman Vol 21 No 1 (2021): Analisis : Jurnal Studi Keislaman Vol 20 No 2 (2020): Analisis : Jurnal Studi Keislaman Vol 20 No 1 (2020): Analisis : Jurnal Studi Keislaman Vol 19 No 2 (2019): Anaisis: Jurnal Studi Keislaman Vol 19 No 1 (2019): Analisis: Jurnal Studi Keislaman Vol 18 No 2 (2018): Analisis: Jurnal Studi Keislaman Vol 18 No 1 (2018): Analisis: Jurnal Studi Keislaman Vol 17 No 2 (2017): ANALISIS: JURNAL STUDI KEISLAMAN Vol 17 No 1 (2017): Analisis: Jurnal Studi Keislaman Vol 16 No 2 (2016): Analisis : Jurnal Studi Keislaman Vol 16 No 1 (2016): Analisis : Jurnal Studi Keislaman Vol 15 No 2 (2015): Analisis : Jurnal Studi Keislaman Vol 15 No 1 (2015): Analisis : Jurnal Studi Keislaman Vol 14 No 2 (2014): Analisis : Jurnal Studi Keislaman Vol 14 No 1 (2014): Analisis : Jurnal Studi Keislaman Vol 13 No 2 (2013): Analisis : Jurnal Studi Keislaman Vol 13 No 1 (2013): Analisis : Jurnal Studi Keislaman Vol 12 No 1 (2012): Analisis: Jurnal Studi Keislaman Vol 11 No 2 (2011): Analisis : Jurnal Studi Keislaman Vol 11 No 1 (2011): Analisis : Jurnal Studi Keislaman More Issue