cover
Contact Name
Dr. Yusuf Rahman, MA
Contact Email
yusuf.rahman@uinjkt.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
journal.quhas@uinjkt.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
JOURNAL OF QUR'AN AND HADITH STUDIES
  • journal-of-quran-and-hadith
  • Website
ISSN : 20893434     EISSN : 22527060     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Journal of Qur'an and Hadith Studies (ISSN 2089-3434; E-ISSN 2252-7060) is a journal published by Qur'an and Hadith Academic Society, in cooperation with Graduate School Syarif Hidayatullah State Islamic University of Jakarta. The journal is published twice annually (June and December) and consists of articles on Qur'anic studies, tafsir, hadith and their interpretations
Arjuna Subject : -
Articles 198 Documents
Urgensi Pendidikan Spiritual dalam Hadist (Kajian Hadist Tematik) Karumiadri, Muh.; Tangareng, Tasmin; Tasbih; Al Farabi, Fahmi Akhyar
JOURNAL OF QUR'AN AND HADITH STUDIES Vol. 14 No. 1 (2025)
Publisher : UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/quhas.v14i1.44462

Abstract

Di tengah derasnya arus globalisasi dan kemajuan teknologi, masyarakat modern menghadapi krisis moral yang semakin kompleks, seperti individualisme, materialisme, dan degradasi spiritual. Pendidikan spiritual Islam menjadi solusi untuk mengatasi tantangan ini melalui pengembangan hati dan karakter berbasis nilai-nilai Qur’ani dan hadis. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan untuk menganalisis peran pendidikan spiritual Islam dalam membentuk generasi berakhlak mulia dan tangguh menghadapi tekanan zaman modern. Dua hadis utama dianalisis: pertama, pentingnya memahami ilmu agama sebagai tanda kebaikan, dan kedua, menjaga hati sebagai pusat amal. Hadis-hadis ini relevan untuk menjawab masalah sosial masa kini, seperti meningkatnya tingkat stres, rendahnya empati, dan ketidakpedulian sosial. Penelitian ini menegaskan bahwa pendidikan spiritual dapat menjadi landasan pembentukan karakter, memberikan keseimbangan emosional, dan menciptakan masyarakat yang harmonis. Dengan mengintegrasikan ajaran agama dalam pendidikan modern, Indonesia dapat mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak yang mulia.
Scholars and Hadith Interpretation on the Phenomenon of Spirits in Indonesia Anggaraini, Yeni; Friyadi, Arif
JOURNAL OF QUR'AN AND HADITH STUDIES Vol. 14 No. 1 (2025)
Publisher : UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/quhas.v14i1.44514

Abstract

The phenomenon of spirits is often discussed in society, especially in Indonesia, which is rich in local culture and beliefs. As part of Islamic teachings, this phenomenon also receives attention from the perspective of hadith and the views of scholars. This paper aims to examine how the scholars' views and interpretations of the hadith related to the phenomena of wandering spirits, as well as its relevance to local beliefs. Using a qualitative approach, the article analyzes the views of scholars who refer to hadith texts both in support of and in response to skepticism about the existence of spirits that roam after death. It also explores the influence of local culture on the interpretation of these traditions and how Indonesian scholars harmonize Islamic teachings with the spiritual practices of the people. The results of the study show that although the traditions related to wandering spirits have a variety of interpretations, scholars tend to prioritize the principles of Islamic teachings that emphasize the importance of the afterlife and reject beliefs that are not based on sound Islamic law. The findings provide further insight into the relationship between religious teachings and local culture, as well as the contribution of ulema in safeguarding the faith of the people through proper understanding of the traditions.
Interpretasi Makna Kata Sulthan Dalam Q.S Ar-Rahman 33: Analisis Pendekatan Ma`na Cum Maghza Oleh Prof. Dr. Phill. Sahiron Syamsuddin, MA Astapala, Sultan Gholand
JOURNAL OF QUR'AN AND HADITH STUDIES Vol. 14 No. 1 (2025)
Publisher : UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/quhas.v14i1.44925

Abstract

Al-Qur'an dengan segala kata dan ayatnya selalu memunculkan makna ganda. Pendekatan yang digunakan adalah mufassir atau pembaca, menurut sudut pandang tersebut. Salah satu kata yang sering digunakan adalah "sulthan", karena memiliki berbagai makna yang dipengaruhi oleh sintaksis kalimat sebelum dan sesudahnya serta konteks yang bertentangan dengannya. Oleh karena itu, penelitian ini menyoroti kata sulthan dari ayat Q.S. Ar-Rahman (55): 33. Salah satu teori yang digunakan adalah teori ma'na cum maghza, yang dikembangkan oleh Sahiron Syamsuddin saat hermeneutika di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Dengan bantuan deskripsi-analisis dan sumber primer, kata sulthan diturunkan dari berbagai kit tafsir dan Al-Qur'an itu sendiri. Selanjutnya, sumber kedua terdiri dari berbagai jenis tulisan yang terkait dengan topik penelitian, seperti jurnal, buku, dan bahan lainnya. Sebagai hasil pertama dari penelitian ini, pernyataan ini dianggap sebagai pernyataan dasar tentang astronomi untuk menjelaskan jagat raya karena menjelaskan cara mengingat masa lalu. Selain itu, ayat 33 dari Surah Ar-Rahman menggambarkan kebaikan dan belas kasih Allah terhadap manusia dan jin. Ketiga, dalam Al-Qur'an, dalam Surah Ar-Rahman ayat 33, sebagai manifestasi keagungan Allah
Islamic Environmental Ethics and Waste-to-Energy Innovation: Insights from the Quran Derysmono, Derysmono; Al-Kahfi
JOURNAL OF QUR'AN AND HADITH STUDIES Vol. 14 No. 1 (2025)
Publisher : UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/quhas.v14i1.45155

Abstract

Angelika Neuwirth's intertextuality opens new insights into the Qur'an's relationship with the Environmental sustainability is a fundamental concern in modern society, and Islam provides ethical guidelines for responsible environmental stewardship. This study explores the principles of Islamic environmental ethics derived from the Quran and their relevance to waste-to-energy (WTE) innovation as a sustainable waste management strategy. The Quran emphasizes khalifah (stewardship), mizan (balance), and israf (avoidance of wastefulness) as key ethical foundations for environmental conservation. From an Islamic perspective, the transformation of waste into energy aligns with the maqasid shariah (higher objectives of Islamic law) by promoting environmental protection a nd public welfare. This research also examines existing WTE initiatives in Muslim-majority countries, highlighting challenges and opportunities in integrating Islamic values into technological advancements. The findings suggest that Islamic teachings can serve as a moral and spiritual foundation for promoting WTE solutions, encouraging policymakers, religious scholars, and communities to adopt environmentally responsible practices. This study contributes to the discourse on Islamic environmental ethics and provides policy recommendations for sustainable waste management in Muslim societies. 
Menelaah Pandangan Para Mufasir terkait Kisah Nabi Ibrahim dalam QS. Al-Baqarah ayat 260 dan Implikasinya bagi Pendidik serta Peserta Didik Nasrudin, Ega; Kosasih, Aceng; Abdussalam, Aam; Miftahul Haera; Muhammad Thoriq Alfaiza
JOURNAL OF QUR'AN AND HADITH STUDIES Vol. 14 No. 1 (2025)
Publisher : UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/quhas.v14i1.45385

Abstract

Penelitian ini bertujuan menggali pandangan mufasir dalam Q.S. Al-Baqarah ayat 260 dan implikasinya terhadap pendidik dan peserta didik. Pendidik dan Peserta didik merupakan komponen yang tidak dapat dipisahkan dalam proses pendidikan. Al-Quran sebagai pedoman hidup dalam hal ini telah mengisyaratkan adanya konsep pendidik dan peserta didik. Penelitian ini mengkaji Q.S. Al-Baqarah ayat 260 dari rujukan enam kitab tafsir sebagai referensi utama dan jurnal serta referensi lainnya sebagai referensi sekunder. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ayat tersebut mengindikasikan bahwasannya media pembelajaran harus dibuat dengan memperhatikan beberapa hal, yaitu: diawali dengan nama Allah, sebaiknya dilengkapi dengan identitas pemateri yang akan menyampaikan, adanya isi materi pelajaran yang mengajarkan kebaikan, menggunakan konten yang indah, tertata rapi, isinya singkat dan jelas, menggunakan bahasa yang lemah lembut, tidak diiringi cercaan atau cacian, menarik perhatian, dan tidak diiringi dengan muatan materi yang melukai orang yang melihatnya. siswa dalam proses pembelajaran perlu mengarahkan dirinya menuju Allah SWT, mengedepankan adab, dan mengeksplor rasa ingin tahu yang ada. Selain itu, ayat tersebut mengandung isyarat bagi guru dalam proses pendidikan hendaknya menumbuhkan rasa ingin tahu peserta didik, menumbuhkan suasana kelas yang nyaman untuk bertanya, menggunakan metode pembelajaran yang tepat, dan mengarahkan proses pembelajaran untuk mencapai Ridha Allah SWT.
Hadis New Media: Vis a Vis Abdul Somad dan Khalid Basalamah Tentang Isbāl Aziz, Ahmad Nazarudin Abdul; Wendry, Novizal; Fatia, Azhariah; Alhafizh, Rasyid
JOURNAL OF QUR'AN AND HADITH STUDIES Vol. 14 No. 1 (2025)
Publisher : UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/quhas.v14i1.45473

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi konteks, metode interpretasi dan pemahaman Khalid Basalamah dan Abdul Somad tentang hadis isbāl di YouTube. Hasilnya, pertama, perbedaan pemahaman keduanya dipengaruhi oleh latar belakang pendidikan, sosio-budaya, mazhab yang dianut. Basalamah, lulusan Universitas Islam Madinah dan bermazhab Hanbali, mengedepankan pemahaman literal terhadap teks-teks agama dan sangat menghormati sunnah Nabi SAW. Sebaliknya, Somad, yang belajar di Al-Azhar dengan mazhab al-Syāfi’ī, memiliki pendekatan lebih moderat dan inklusif, dipengaruhi oleh interaksinya dengan masyarakat pluralis di Mesir dan Maroko. Kedua, metode interpretasi mereka juga berbeda. Basalamah cenderung tekstualis, memahami hadis secara lafziyah tanpa mempertimbangkan konteks sosial. Sementara Somad menganalisis asbāb al-wurud untuk menerapkan pemahaman kontekstualis, yang mencakup pendapat ulama terdahulu sebagai pertimbangan. Ketiga, pemahaman tentang hadis isbāl. Basalamah melarang isbāl secara mutlak, baik yang didasari oleh rasa sombong (khuyalā’) maupun tidak. sedangkan Somad berpendapat bahwa, jika tidak ada niat sombong saat pakaian melewati mata kaki, maka itu hanya mubah.
Dampak Fanatisme Aliran Terhadap Pola Pemikiran Imam Al - Shawkani Dan Evolusi Studi Hadis Di Yaman Abad 19 Saputra, Muhammad Genta
JOURNAL OF QUR'AN AND HADITH STUDIES Vol. 14 No. 1 (2025)
Publisher : UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/quhas.v14i1.45692

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi pengaruh fanatisme aliran dan taklid buta terhadap perkembangan studi hadis di Yaman pada abad ke-19,dengan fokus pada pemikiran Imam al-Shawkani. Menggunakan metode kualitatif dan pendekatan analisis historis, penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana Imam al-Shawkani sebagai ulama saat itu merespons tantangan intelektual yang dihadapi oleh masyarakat Yaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fanatisme aliran dan taklid buta membatasi ruang bagi pembaruan ilmiah, namun Imam al-Shawkani berhasil mengatasi hambatan tersebut melalui pendekatan kritis terhadap hadis, dengan menekankan pentingnya analisis sanad dan matan. Karya-karyanya, seperti Nayl al-Awthar, memperkenalkan metodologi baru yang menghidupkan kembali studi hadis dan mempromosikan ijtihad sebagai cara untuk menghindari belenggu tradisi yang stagnan.
Pendampingan Pengajaran Metode Tajwid Maisura pada Peserta Didik Kelas IX MTs Al-Barkah Sukabumi Wijaya, Subur; Yusron Shidqi, Muhammad; Hamzah
JOURNAL OF QUR'AN AND HADITH STUDIES Vol. 14 No. 1 (2025)
Publisher : UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/quhas.v14i1.45757

Abstract

This article aims to analyze the implementation of Maisura method teaching guidance for ninth-grade students at MTs Al-Barkah. The research method used is qualitative with a PAR (Participatory Action Research) approach. Data was obtained through interviews, documentation, and direct field research. This study found that ninth-grade students at MTs Al-Barkah experienced an improvement in the quality of their Quran reading after following the Maisura method teaching guidance. The Maisura method teaching by the Community Service Team (PkM) of STKQ Al-Hikam was conducted in a flexible and creative way, where the material was delivered in a relaxed and enjoyable manner to create a non-rigid learning atmosphere. The results of this study indicate that the Maisura method, which has been considered more suitable for advanced learners, can be used for beginners with some adjustments. The strategy implemented is simplifying the material and using creative analogies so that students can understand the concept of tajwid without feeling burdened by overly complex theory.
Menafsirkan Ulang Ayat Poligami dan Otoritas Perempuan (Analisis Tafsir Kontekstual Abdullah Saeed dan Ziauddin Sardar) Maharani Hidayah, Dewi; Saeful Anwar, Endang; Luthfi, Hikmatul
JOURNAL OF QUR'AN AND HADITH STUDIES Vol. 14 No. 1 (2025)
Publisher : UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/quhas.v14i1.45772

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menafsirkan ulang ayat poligami dalam Q.S. An-Nisa: 3 melalui pendekatan tafsir kontekstual perspektif Abdullah Saeed dan Ziauddin Sardar. Ayat poligami seringkali dipahami secara harfiah tanpa mempertimbangkan konteks historis dan sosial yang melatarbelakanginya, padahal ayat ini turun dalam konteks masyarakat Arab pra-Islam yang memiliki praktik poligami tanpa batas dan cenderung eksploitatif terhadap perempuan. Dalam konteks modern, pemahaman tentang poligami perlu ditinjau ulang agar relevan dengan prinsip keadilan, kesetaraan gender, dan hak asasi manusia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan analisis teks dan studi pustaka, berfokus pada karya-karya Abdullah Saeed dan Ziauddin Sardar serta literatur pendukung lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ayat poligami bukanlah anjuran mutlak, melainkan bentuk reformasi sosial yang membatasi praktik poligami dengan menekankan syarat keadilan. Pendekatan tafsir kontekstual menegaskan bahwa dalam konteks modern, monogami lebih sesuai dengan prinsip keadilan dan kesetaraan gender. Penelitian ini juga menekankan pentingnya melibatkan perspektif perempuan dalam penafsiran dan memberikan rekomendasi untuk penerapan poligami yang lebih adil dan manusiawi dalam masyarakat kontemporer.
Millennials, FOMO, and the Qur’an: A Spiritual Response to a Modern Anxiety Agustini; Sultan Gholand Astapala
JOURNAL OF QUR'AN AND HADITH STUDIES Vol. 14 No. 1 (2025)
Publisher : UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/quhas.v14i1.46561

Abstract

This study examines how the culture of Fear of Missing Out (FOMO) influences the tendency of millennials to become addicted to social media. As the number of internet users in Indonesia increases, especially among millennials, social media addiction has become a problem that negatively impacts the anxiety and mental health of this generation. The leading cause of growing anxiety and weakening self-confidence in social media addiction situations is FOMO, which is triggered by seeing other people's lives on social media. This article outlines at least four strategies for developing positive social media habits, including prioritizing yourself, avoiding excessive use, seeking genuine connections, and increasing self-esteem. It is hoped that these steps will help millennials overcome the negative impacts of social media addiction and FOMO, and create a positive social media culture based on the ideals of the Qur'an. This study tells us all about the importance of understanding the negative impacts of social media addiction, especially in the context of FOMO culture, and the need to change behavior to maintain mental health and balance in the lives of the younger generation.