cover
Contact Name
Andi Octamaya Tenri Awaru
Contact Email
sosialisasi99@gmail.com
Phone
+6285343665103
Journal Mail Official
a.octamaya@unm.ac.id
Editorial Address
Sosiology Education Study Program, Faculty of Social Science, Universitas Negeri Makassar, Jalan AP Pettarani, Gunungsari Makassar, Indonesia, Telp/ Fax. (0411) 885105
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan
ISSN : 23560886     EISSN : 27223086     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Sosialisasi: jurnal hasil pemikiran, penelitian dan pengembangan keilmuan sosiologi pendidikan. Published by the peer review process and open access with p-ISSN: 2356-0886 and e-ISSN: 2722-3086. Jurnal Sosialisasi: jurnal hasil pemikiran, penelitian dan pengembangan keilmuan sosiologi pendidikan. Intended as a media of information and arena of philosophical, theoretical, methodological debates related to sociological issues and their teaching. Journal of Socialization: a journal of the results of thought, research and development in the science of educational sociology. invited scientists, activists and public officials to write issues related to sociology and teaching. Articles can be research or conceptual. Published by Sociology and Education study programs. published three times a year namely March, July and November.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Volume 13, Nomor 1 Maret 2026" : 10 Documents clear
Upaya Kelompok Peduli Buruh Migran Bangkala (KPBMB) Dalam Meretensi Masyarakat Pekerja Migran Indonesia (PMI), di Kelurahan Bangkala Kota Makassar Diva Yanti; Mario Mario; Ulfa Utami Mappe
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 13, Nomor 1 Maret 2026
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/sosialisasi.v1i1.77899

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Upaya KPBMB dalam meretensi masyarakat PMI di Kelurahan Bangkala Kota Makassar, 2) Faktor penghambat dari upaya yang dilakukan oleh KPBMB dalam upaya meretensi masyarakat PMI di Kelurahan Bangkala, Kota Makassar. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Untuk dapat mencapai tujuan penelitian, peneliti menggunakan teknik pengambilan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan menggunakan instrumen penelitian. Penelitian menggunakan triangulasi data sebagai proses pengecekan keabsahan data. Menggunakan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan sebagai teknis analisis data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : (1) Upaya Kelompok Peduli Buruh Migran Bangkala dalam Meretensi Masyarakat Pekerja Migran Indonesia yang ada di kelurahan Bangkala dilakukan dengan beberapa program pemberdayaan yaitu melalui edukasi dan sosialisasi, pelatihan keterampilan dan pengembangan kewirausahaan. Upaya yang dilakukan hanya berhasil di ikuti secara berkala oleh purna migran dan keluarganya, serta beberapa masyarakat di sekitar Bangkala. (2) Terdapat tantangan yang dihadapi dari upaya yang telah dilakukan yaitu, akses edukasi dan sosialisasi pada purna PMI maupun masyarakat umum hanya bisa didapatkan saat berada di Kelurahan Bangkala dan sosialisasi hanya diperuntukkan bagi masyarakat yang tergabung dalam KPBMB sehingga informasi tidak bisa menjangkau seluruh purna PMI yang ada di Kelurahan Bangkala; Pelatihan keterampilan belum optimal karena keterbatasan kuota peserta yang bisa mengikuti pelatihan; Pengembangan usaha belum optimal dilakukan karena keterbatasan alat dan modal; Kurangnya peran lembaga dalam bantuan administrasi buruh migran.
Stigma Masyarakat terhadap Keluarga Siswa yang Hamil di Luar Nikah di Desa Wasuponda Kabupaten Luwu Timur Hasniati Dewi; A. Octamaya Tenri Awaru
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 13, Nomor 1 Maret 2026
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/sosialisasi.v1i1.76147

Abstract

Perilaku yang melanggar nilai dan norma seringkali mendapat stigma negatif dari masyarakat, namun ternyata stigma negatif itu tidak hanya tertuju pada pelaku, tetapi juga pada keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Stigma masyarakat terhadap keluarga siswa yang hamil di luar nikah di Desa Wasuponda Kabupaten Luwu Timur dan 2) Dampak bagi keluarga siswa yang hamil di luar nikah di Desa Wasuponda Kabupate Luwu Timur. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Jumlah informan dalam penelitian ini sebanyak sepuluh orang yang terdiri dari tujuh dari masyarakat umum dan tiga dari keluarga siswa yang dipilih melalui purposive sampling dengan kriteria informan yaitu masyarakat yang bertetangga dengan keluarga siswa yang hamil di luar nikah dan berdomisili di Desa Wasuponda Kabupaten Luwu Timur. Data penelitian dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pemeriksaan keabsahan data dilakukan dengan member check analisis data yaitu kondensasi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Stigma masyarakat terhadap keluarga siswa yang hamil di luar nikah di Desa Wasuponda Kabupaten Luwu Timur yaitu: a) Stereotipe, b) Social relationship atau hubungan timbal balik, dan c) Tindak diskriminasi. 2) Dampak yang dirasakan keluarga siswa yang hamil di luar nikah di Desa Wasuponda Kabupaten Luwu Timur yakni a) dampak psikologis, seperti terpuruknya mental, rasa percaya diri, takut dan merasa malu, dan b) dampak sosial yakni kurangnya interaksi dengan masyarakat sekitar dan adanya sanksi sosial seperti dikucilkan serta dianggap remeh dalam lingkungan sekitar.
Efektivitas Penegakan Hukum di Tengah Perubahan Sosial: Analisis Sosiologi Hukum terhadap Mahasiswa Andi Samsul Alam; Sukri Badaruddin; Hudayah Sulaiman; Indriani Indriani; Muhammad Nur
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 13, Nomor 1 Maret 2026
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/sosialisasi.v1i1.83419

Abstract

Penelitian ini menyimpulkan bahwa dinamika perubahan sosial yang dipicu oleh perkembangan digitalisasi, globalisasi, dan meningkatnya keterbukaan informasi memberikan pengaruh yang signifikan terhadap cara mahasiswa memaknai efektivitas penegakan hukum. Mahasiswa Pendidikan Sosiologi Angkatan 2024 Universitas Negeri Makassar memandang bahwa efektivitas hukum tidak hanya ditentukan oleh keberadaan norma atau putusan pengadilan semata, tetapi juga oleh kualitas proses penegakan hukum yang mencakup transparansi, akuntabilitas, integritas aparat, serta konsistensi dalam penerapan aturan. Akses informasi yang semakin luas melalui media digital memungkinkan mahasiswa memperoleh berbagai referensi mengenai praktik penegakan hukum di tingkat nasional maupun internasional, sehingga membentuk perspektif yang lebih kritis, reflektif, dan komparatif dalam menilai kinerja institusi hukum. Kondisi tersebut mendorong munculnya kesadaran hukum yang lebih berkembang di kalangan generasi muda, di mana hukum tidak hanya dipahami sebagai seperangkat aturan normatif, tetapi juga sebagai mekanisme sosial yang harus mampu menghadirkan keadilan substantif bagi masyarakat. Meskipun mahasiswa menunjukkan sikap kritis terhadap berbagai persoalan dalam praktik penegakan hukum, mereka tetap memandang hukum sebagai institusi penting yang berfungsi menjaga ketertiban sosial, menyelesaikan konflik, serta menjamin keadilan dalam kehidupan masyarakat. Dengan demikian, efektivitas penegakan hukum dipahami sebagai hasil dari interaksi antara struktur hukum, kinerja aparat penegak hukum, serta budaya hukum masyarakat. Temuan ini menegaskan bahwa pendekatan sosiologi hukum menjadi kerangka analisis yang penting untuk memahami bagaimana hukum beroperasi dan beradaptasi dengan perubahan nilai, dinamika sosial, serta tuntutan masyarakat dalam konteks kehidupan sosial kontemporer.
Implementasi Kelompok Belajar Dalam Meningkatkan Pemahaman Budaya Di Museum Karaeng Pattingalloang Mauliyanda Sam Dg Ngai; Supriadi Torro
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 13, Nomor 1 Maret 2026
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/sosialisasi.v1i1.82571

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Implementasi Kelompok Belajar dalam Meningkatkan Pemahaman Budaya Di Museum Karaeng Pattingalloang dan 2) Faktor pendorong dan penghambat Implementasi Kelompok Belajar dalam Meningkatkan Pemahaman Budaya Di Museum Karaeng Pattingalloang. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Jumlah informan dalam penelitian ini sebanyak 18 orang yang ditentukan dengan kriteria informan yaitu: 1) Siswa kelas XII UPT SMA Negeri 16 Makassar, 2) Siswa yang terlibat dalam Kelompok Belajar Di Museum Karaeng Pattingalloang, 3) Siswa yang aktif dalam proses belajar khususnya pembelajaran sejarah dan budaya, 4) Guru pendamping atau staff yang terlibat langsung dalam kegiatan pembelajaran di Museum Karaeng Pattingalloang. Teknik pengumpulan data yakni observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pemeriksaan keabsahan data dilakukan dengan Triangulasi sumber. Analisis data yaitu kondensasi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan dan verifikasi data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Implementasi kelompok belajar dalam kegiatan belajar bersama di Museum Karaeng Pattingalloang dapat dilihat melalui empat bentuk utama, yaitu; a) kolaborasi siswa, b) diskusi kelompok, c) berbagi temuan, dan d) refleksi hasil belajar 2) Faktor pendorong dan penghambat dalam pelaksanaan kelompok belajar di Museum Karaeng Pattingalloang dapat dilihat dari beberapa aspek, yaitu; a) sarana fisik dan koleksi museum yang relevan, b) dukungan institusional, c) fasilitas museum yang kurang mendukung pembelajaran, dan d) pemandu museum yang terbatas.
Peran Ganda Istri Dalam Keluarga Petani Di Desa Lunjen Kecamatan Buntu Batu Kabupaten Enrekang Azrizal Azrizal; Zainal Arifin
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 13, Nomor 1 Maret 2026
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/sosialisasi.v1i1.83420

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Bentuk-bentuk peran ganda perempuan dalam keluarga petani di Desa Lunjen, Kecamatan Buntu Batu, Kabupaten Enrekang, dan 2) Tantangan yang dihadapi perempuan dalam menjalankan peran gandanya di Desa Lunjen, Kecamatan Buntu Batu, Kabupaten Enrekang. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Jumlah informan dalam penelitian ini adalah 8 orang yang dipilih melalui purposive sampling dengan kriteria sebagai berikut: perempuan yang bekerja sebagai buruh tani. Teknik pengumpulan data adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Validitas data diperiksa melalui member checking. Analisis data meliputi kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Bentuk-bentuk peran ganda yang dimainkan oleh istri dalam keluarga petani di Desa Lunjen, Kecamatan Buntu Batu, Kabupaten Enrekang meliputi: a) Peran domestik, b) Peran ekonomi, dan c) Peran sosial. 2) Tantangab yang dihadapi perempuan dalam menjalankan peran ganda di Desa Lunjen, Kecamatan Buntu Batu Kecamatan Buntu Batu, Kabupaten Enrekang berupa beban kerja yang panjang dan berlapis, minimnya waktu istirahat, serta tuntutan sosial yang menempatkan perempuan sebagai sosok yang harus selalu kuat dan penuh pengorbanan.
Persepsi Masyarakat Terhadap Nilai-Nilai Sosial Budaya Tradisi Bulo Jappa Di Desa Jipang Kecamatan Bontonompo Selatan Kabupaten Gowa Indah Putri; Muhammad Syukur; Rahmi Juwita
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 13, Nomor 1 Maret 2026
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/sosialisasi.v1i1.76259

Abstract

Diera modernisasi, budaya mengalami perkembangan baik dari segi intelektual, spiritual maupun estetis. Namun hal tersebut dapat mengikis nilai-nilai sosial dan warisan budaya masyarakat mulai memudar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui; 1) Persepsi masyarakat terhadap nilai-nilai sosial tradisi Bulo Jappa di Desa Jipang Kecamatan Bontonompo Selatan Kabupaten Gowa dan 2) Proses pelaksanaan tradisi Bulo Jappa di Desa Jipang Kecamatan Bontonompo Selatan Kabupaten Gowa. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriprif. Informan penelitian berjumlah 10 orang yang ditentukan melalui teknik purposive sampling dengan kriteria informan yaitu 1) Pemangku adat yang sering dimintai pendapat tentang proses pelaksaanaan tradisi Bulo Jappa, 2) Tokoh agama yang pernah terlibat dalam pelaksanaan tradisi, 3) Masyarakat umum yang meyaksikan tradisi 4) Orang yang bernazar, 5) Generasi muda. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Uji keabsahan data yaitu menggunakan triangulasi sumber. Untuk analisis data melalui kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian menunjukkan beberapa persepsi masyarakat Desa Jipang Kecamatan Bontonompo Selatan Kabupaten Gowa yaitu diantaranya a) Tokoh adat memaknai Bulo Jappa sebagai warisan leluhur dan simbol identitas budaya yang harus dilestarikan; b) Tokoh agama mengapresiasi nilai syukur dan kebersamaan, namun mengkritisi unsur mistik seperti sumur Bungung Barania bambu sakral dan fenomena kesurupan; c) Tokoh masyarakat dan pelaksana nazar memandang tradisi ini sebagai sarana gotong royong dan silaturahmi lintas generasi; d) Tokoh pendidikan serta generasi muda memandang tradisi ini sebagai sarana edukasi budaya yang memperkuat karakter dan identitas generasi.  Pelaksanaan tradisi terdiri dari dua tahap yaitu: a) Tahap pra pelaksanaan; b) Tahap pelaksanaan tradisi yang melibatkan berbagai rangkaian ritual tradisi seperti mengarak bambu, Angngaru, A’rate, dan Appalili (prosesi mengelilingi kampung)
Pola Perilaku Finansial Mahasiswa Rantau (Studi Pada Mahasiswa Politekik Perkapalan Negeri Surabaya) Gabriel Evanril Sitepu; Novia Anggraini; Arjunnaja Kunaifillah
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 13, Nomor 1 Maret 2026
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/sosialisasi.v1i1.82995

Abstract

Mahasiswa rantau dituntut untuk mengelola keuangan mereka secara mandiri guna memastikan kebutuhan sehari-hari terpenuhi selama studi. Transisi ke lingkungan baru seringkali menimbulkan tantangan finansial, terutama ketika mahasiswa harus menyesuaikan pengeluaran mereka dengan uang saku yang terbatas dan tuntutan gaya hidup yang berubah. Studi ini bertujuan untuk menganalisis pola perilaku keuangan mahasiswa internasional, dengan fokus pada prioritas keuangan, pengendalian konsumsi, dan manajemen pengeluaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi terdiri dari mahasiswa internasional di Surabaya, dengan 32 responden dari Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya yang dipilih melalui purposive sampling karena keterbatasan akses institusional. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert yang tervalidasi dan reliabel, dan dianalisis secara deskriptif menggunakan JASP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa internasional umumnya menunjukkan perilaku keuangan yang cukup baik (rata-rata keseluruhan = 3,193). Manajemen pengeluaran menunjukkan skor tertinggi (3,47), diikuti oleh prioritas keuangan (3,34), sedangkan pengendalian konsumsi relatif lebih lemah (2,77). Meskipun sebagian besar mahasiswa mampu membedakan antara kebutuhan dan keinginan dan cenderung membandingkan harga sebelum membeli, inkonsistensi tetap ada dalam kebiasaan menabung, pencatatan pengeluaran, dan stabilitas keuangan akhir bulan. Pengaruh sosial dari teman sebaya dan tekanan konsumtif juga berkontribusi pada pengeluaran tambahan, meskipun mahasiswa memiliki pengendalian diri yang relatif baik. Selain itu, minat terhadap pekerjaan paruh waktu masih rendah, sehingga menyebabkan ketergantungan berkelanjutan pada dukungan keluarga. Temuan ini menyoroti perlunya memperkuat literasi keuangan dan disiplin perilaku untuk mendukung kemandirian finansial yang berkelanjutan di kalangan mahasiswa rantau.
Konstruksi Sosial Praktik Budaya Candu oleh Perempuan Perokok di Coffee shop Anak Panah Surakarta Purbo Ratri; Theofilus Apolinaris Suryadinata
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 13, Nomor 1 Maret 2026
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/sosialisasi.v1i1.83014

Abstract

Budaya minum kopi dan merokok di coffee shop telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat urban dan membentuk praktik budaya candu yang mengalami dinamika baru melalui penerimaan perempuan perokok di Coffee Shop Anak Panah Surakarta, meskipun masih dilekatkan pada stigma negatif dalam konteks sosial yang lebih luas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk praktik budaya candu di Coffee Shop Anak Panah Surakarta serta memahami bagaimana praktik tersebut dimaknai oleh perempuan yang merokok. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi dan berlandaskan teori konstruksi sosial Peter L. Berger. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Informan dipilih menggunakan teknik purposive sampling, sedangkan validitas data dijaga melalui triangulasi sumber. Analisis data dilakukan dengan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik budaya candu terwujud dalam kebiasaan mengonsumsi kopi dan rokok secara berulang dalam aktivitas nongkrong, bekerja, dan bersosialisasi. Bagi perempuan perokok, praktik tersebut dimaknai sebagai bentuk kenyamanan, kebebasan berekspresi, sarana membangun relasi sosial, serta simbol gaya hidup modern. Temuan penelitian menunjukkan bahwa melalui proses eksternalisasi, objektifikasi, dan internalisasi, praktik perempuan yang merokok dikonstruksi sebagai realitas sosial yang dinormalisasi di lingkungan Coffee Shop Anak Panah Surakarta dan mencerminkan perubahan relasi gender di ruang public
Interaksi Sosial Pelaku Phubbing (Phone Snubbing) Pada Remaja Di Desa Salutambun Barat Anggun Renanci; M. Ridwan Said Ahmad
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 13, Nomor 1 Maret 2026
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/sosialisasi.v1i1.83607

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) Interaksi Pelaku Phubbing  (phone snubbing) pang Terjadi Pada Remaja di Desa Salutambun Barat, 2) Dampak Perilaku Phubbing (phone snubbing) Terhadap Kalangan Remaja di Desa Salutambun Barat. Jenis penelitian Kualitatif dengan pendekatan Deskriptif. Jumlah informan penelitian ini sebanyak 8 orang remaja Salutambun Barat yang ditentukan melalui teknik purposive sampling dengan kriteria informan yaitu remaja yang menggunakan smartphone dan melakukan phubbing. Teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik pengecekan keabsahan data menggunakan member check. Teknik analisis data terdiri dari redukdi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; 1) interaksi pelaku phubbing yang terjadi pada remaja di Desa Salutambun yaitu: Proses interaksi remaja pelaku phubbing  kurang lancar, hal ini disebabkan karena seorang remaja terlalu fokus ke smartphonenya sehingga mengabaikan orang yang di sekitarnya. Akibatnya interaksi tatap muka terhadap teman kurang lancar. Phubbing menurunkan kualitas dan keterampilan sosial individu karena menghambat keterlibatan penuh dalam interaksi yang penting untuk internalisasi nilai sosial dan pengambilan peran. Perilaku phubbing dapat mengganggu dinamika interaksi sosial, karena simbol-simbol yang digunakan tidak sejalan dengan makna yang diharapkan dalam konteks sosial. 2) dampak perilaku phubbing terhadap kalangan remaja di desa salutambun yaitu: a) dampak pada pelaku, yaitu: kecanduan smartphone, banyak pekerjaan yang tertunda, merusak hubungan atau relasi pertemanan maupun dalam keluarga,dan menurunnya interaksi langsung dan kualitas komuniksi; b) dampak pada teman sekitar yaitu: merasa kecewa dan merasa tidak dihargai atau dianggap tidak penting
Tinjauan Sosio Yuridis Pencegahan Dan Penanganan Kekerasan Seksual Pada Perguruan Tinggi Di Universitas Negeri Makassar Fauziah Anzariah Sumar; Heri Tahir; Andi Aco Agus
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 13, Nomor 1 Maret 2026
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/sosialisasi.v1i1.77409

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor penyebab terjadinya kekerasan seksual di Universitas Negeri Makassar, menelaah upaya pencegahan oleh Satgas PPKS, serta mengidentifikasi kendala implementasi kebijakan. Metode yang digunakan adalah pendekatan sosio-yuridis dengan menggabungkan analisis normatif peraturan perundang- undangan dan data empiris melalui observasi, wawancara, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekerasan seksual dipicu oleh budaya pergaulan permisif, tekanan sosial, dan relasi kuasa. Upaya pencegahan dilakukan Satgas PPKS melalui sosialisasi, saluran pelaporan, serta regulasi internal seperti Surat Edaran Rektor tentang pedoman etika pembimbingan akademik. Namun, implementasi masih terbatas, dominan pada pendekatan edukatif, dan menghadapi kendala berupa keterbatasan sumber daya, lemahnya mekanisme pemantauan, serta minimnya kolaborasi kelembagaan. Kondisi ini menegaskan adanya kesenjangan antara norma hukum dalam UU No. 12 Tahun 2022 dan Permendikbudristek No. 55 Tahun 2024 dengan praktik di lapangan.

Page 1 of 1 | Total Record : 10