cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JURNAL ILMU PERTANIAN
ISSN : 08521077     EISSN : 24427306     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Ilmu Pertanian "AGRIUM" adalah publikasi ilmiah yang diterbitkan dua kali dalam setahun untuk mengkomunikasikan hasil-hasil penelitian ataupun review yang dirancang sebagai sarana komunikasi untuk para ilmuwan/peneliti yang terkait dengan bidang pertanian.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 27, No 2 (2024)" : 10 Documents clear
Efektivitas Lama Pemberian Nutrisi terhadap Produktivitas Pakcoy (Brassica rapa L.) pada Media Tumbuh Organik Secara Hidroponik Sistem NFT (Nutrient Film Technique) Nazara, Ridho Victory; Telaumbanua, Putra Hidayat; Harefa, Kurnia Selekta Etika; Daeli, Dorthi Ester Junita; Sole, Robert Alberth
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 27, No 2 (2024)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v27i2.21551

Abstract

Salah satu tanaman yang memberikan semua nutrisi yang dibutuhkan tubuh adalah pakcoy. Selain padat nutrisi, pakcoy tinggi protein, serat, lemak nabati, karbohidrat, kalsium, magnesium, zat besi, natrium, serta vitamin A dan vitamin C. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh lama pemberian nutrisi dan beberapa media tumbuh organik terhadap pertumbuhan dan produksi pakcoy (Brassica rapa L.). Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Kaca di Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Nias berada di ketinggian ± 30 meter di atas permukaan laut. Penelitian ini dilakukan mulai Januari 2024 sampai Februari 2024. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terpisah (RPT) dengan lama pemberian nutrisi sebagai petak utama terdiri dari 3 taraf yaitu : A1 = 8 jam, A2 = 16 jam, A3 = 24 jam, dan media tumbuh organik sebagai anak petak terdiri dari 3 jenis yaitu : M1 = Arang Sekam, M2 = Cocopeat, M3 = Limbah Jamur Tiram. Penelitian menunjukkan bahwa perlakuan lama pemberian nutrisi dan penggunaan berbagai jenis media tumbuh organik tidak memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan tanaman pakcoy, termasuk panjang daun, jumlah daun, berat segar per sampel, berat segar per petak, berat akar per tanaman, dan berat akar per petak.
Analisis Biofertilizer dan Pengaruhnya terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit di Main Nursery pada Tanah Typic Dystrudepts Umbara, Budi; Barus, Wan Arfiani; Tarigan, Dafni Mawar; Perdana, Ibnu Rizki
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 27, No 2 (2024)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v27i2.21358

Abstract

Pupuk hayati atau Biofertilizer merupakan bahan yang mengandung mikroorganisme bermanfaat bagi tanah dan tanaman yang dapat membantu menyediakan hara bagi tanaman. Sulung Research Station merupakan unit bisnis di bawah PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk, cabang usaha dari Gup Citra Borneo Indah. Sulung Research Station (SRS) memulai produksi pupuk hayati generasi pertama (Gen-1) dimana bahan baku utamanya adalah abu boiler dan mengandung mikoriza. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk hayati yang diproduksi SRS terhadap pertumbuhan vegetatif kelapa sawit. Pupuk hayati SRS telah mengandung konsorsium mikoriza dan mikroba bermanfaat yaitu Trichoderma sp., Sacharomyces sp., Azotobacter sp. Rizobium sp., Pseudomonas sp., dan Bacillus sp. Penelitian ini menggunakan pendekatan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima taraf perlakuan dan empat kali pengulangan, termasuk satu kontrol sebagai pembanding, Biofertilizer SRS 25g/polybag, Biofertilizer SRS 50 g/polybag, Libero 25 g/polybag, Libero 50 g/polybag. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi pupuk hayati menunjukkan keragaan pertumbuhan bibit kelapa sawit yang lebih baik dibandingkan kontrol. Biofertilizer SRS dosis 50 g/polybag menunjukkan tinggi tanaman terbaik dibandingkan perlakuan lainnya. Kombinasi aplikasi pupuk anorganik dan pupuk organik hayati yang mengandung mikoriza dan mikroba bermanfaat merupakan alternatif upaya dalam peningkatan kesuburan tanah serta serapan hara pada tanaman kelapa sawit.
Efektivitas Supernatan Isolat Bakteri RNc19 dan RNc43 sebagai Antagonis terhadap Patogen Hawar Malai Padi Burkholderia glumae in Vitro Rumambi, Ellia Septiarahma; Rianto, Fadjar; Supriyanto, Supriyanto
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 27, No 2 (2024)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v27i2.16651

Abstract

Supernatan dari kultur cair isolat bakteri antagonis diperkirakan mengandung senyawa metabolit yang berfungsi sebagai antimikroba. Kemampuan sebagai antibakteri ditunjukkan oleh sel isolat RNc19 dan RNc43 terhadap Burkholderia glumae, patogen penyebab penyakit hawar malai bakteri pada tanaman padi. Penelitian bertujuan menguji kemampuan antibakteri dari supernatan yang dihasilkan isolat RNc19 dan RNc43 terhadap B. glumae. Isolat bakteri yang digunakan merupakan hasil isolasi rhizosfer Nepenthes clipeata dari Bukit Kelam, Sintang. Produksi supernatan kedua isolat antagonis melalui co-culture, menumbukan isolat antagonis yang ditambahkan dengan B. glumae pada hari ke 2 masa inkubasi. Pengujian sebagai antibakteri meliputi kemampuan daya hambat menggunakan metode difusi cakram agar, menentukan minimum inhibition concentration (MIC) dan minimum bactericidal concentration (MBC). Hasil pengujian menunjukkan supernatan co-culture RNc19 lebih efektif menghambat pertumbuhan bakteri B. glumae dengan daya hambat 77.46%, sedangkan supernatan co-culture RNc43 menunjukkan daya hambat sebesar 46.94%. Kedua supernatan memiliki nilai MIC sebesar 50% dan tidak punya kemampuan membunuh sel B. glumae Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi alternatif bahan yang dapat dimanfaatkan sebagai antimikroba patogen tanaman dan pengembangan produksi metabolit sekunder antimikroba.
Pengaruh Komposisi Media Tanam dan Konsentrasi Pupuk Organik Cair Kulit Pisang Kepok terhadap Pertumbuhan dan Hasil Daun Ketumbar (Coriandrum sativum L.) Widodo, Syamsu Rizal Murty; Sulistyono, Agus; Tarigan, Puji Lestari
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 27, No 2 (2024)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v27i2.21552

Abstract

Penggunaan pupuk kimia dalam budidaya ketumbar sering menimbulkan permasalahan lingkungan akibat residu kimia yang terakumulasi di tanah. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh komposisi media tanam dan konsentrasi pupuk organik cair dari kulit pisang kepok terhadap pertumbuhan dan hasil daun ketumbar. Penelitian dilaksanakan di greenhouse lahan hortikultura Kelompok Tani Bahari Karya, Surabaya, pada Juni hingga Juli 2024, menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor: komposisi media tanam dan konsentrasi pupuk organik. Komposisi media tanam terdiri dari empat variasi rasio tanah, sekam bakar padi, dan kotoran padat kambing: M1 (1:1:1), M2 (1:1:2), M3 (2:1:1), dan M4 (2:1:2). Faktor kedua adalah pupuk organik cair kulit pisang dengan empat perlakuan: P0 (kontrol 0,6 g NPK), P1 (10%), P2 (20%), dan P3 (30%). Data dianalisis dengan ANOVA dan uji HSD. Hasil menunjukkan kombinasi media tanam M3 (2:1:1) dan konsentrasi pupuk organik cair 20% (P2) memberikan pertumbuhan terbaik, termasuk tinggi tanaman, lebar tajuk, dan ukuran akar. Ini menunjukkan komposisi media tanam dan konsentrasi pupuk berpengaruh signifikan, dengan hasil optimal pada kombinasi komposisi media tanam 2:1:1 dan konsentrasi pupuk organik cair 20%.
Pengaruh Pupuk Organik Cair (POC) Cangkang Telur Ayam dan Ampas Kopi terhadap Pertumbuhan Pre-Nursery Jengkol (Archidendron pauciflorum) Jupiter, Jhon Pepri; Titisari, Prima Wahyu
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 27, No 2 (2024)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v27i2.15140

Abstract

Jengkol merupakan tanaman tanaman semak berkayu yang dapat hidup di dataran tinggi maupun dataran rendah yang memiliki kandungan bermanfaat bagi kesehatan. Kebutuhan terhadap buah jengkol makin meningkat, namun belum banyak yang membudidyakan tanaman ini. Tanaman jengkol memiliki tinggi rata-rata 20 meter dengan buah yang berbentuk bulat dan berwarna coklat. Penggunaan pupuk organik cair (POC) dalam pertanian merupakan salah satu cara menuju pertanian berkelanjutan yang memiliki banyak manfaat bagi unsur hara tanah, pertumbuhan tanaman, dan ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui pengaruh interaksi dan pengaruh utama pemberian Pupuk Organik Cair (POC) cangkang telur dan ampas kopi terhadap pertumbuhan pre-nursery jengkol. Pelaksanaan penelitian dilaksanakan di lahan eksperimen Fakultas Pertanian Universitas Islam Riau, November 2021 hingga Februari 2022. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial yang terdiri dari dua faktor, yaitu konsentrasi POC kulit telur (C) dan dosis ampas kopi. Masing-masing perlakuan adalah sebagai berikut: dosis kopi:  0; 200; 400; 600 ml/l dan konsentrasi POC: 0; 32,5; 65; 97,5 g/polybag. Data dianalisis menggunakan analisis statistik, bila terdapat perbedaan dilanjutkan menggunakan uji BNJ 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Terdapat pengaruh yang nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, berat segar, berat kering per tanaman serta volume akar. Perlakuan konsentrasi POC cangkang telur 600 ml/l dan dosis ampas kopi 97,5 g/polybag menghasilkan pertumbuhan dan hasil tertinggi pada tanaman jengkol. Ampas kopi berpengaruh nyata terhadap seluruh parameter pengamatan dengan 97,5 g/polybag sebagai dosis yang paling efektif. Disimpulkan bahwa POC cangkang telur ayam dan ampas kopi dengan dosis 97,5 g/polybag dan 600 ml dapat digunakan untuk membantu proses pertumbuhan pada pre-nursery jengkol.
Pengujian Bahan Aktif Formula Biofertilizer Cair terhadap Pertumbuhan dan Produksi Bawang Wakegi (Allium × wakegi Araki) Asrul, Asrul; Rosmini, Rosmini; Jusriadi, Jusriadi; Husna, Husna; Fadail, Moh.; Trihesti, Trihesti
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 27, No 2 (2024)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v27i2.21272

Abstract

Keberadaan mikrobia bermanfaat yang rendah di daerah perakaran bawang wakegi dapat menyebabkan pertumbuhan tanaman mengalami hambatan karena tanah menjadi kurang subur.  Penambahan mikrobia indigenous diharapkan dapat meningkatkan populasi mikrobia di daerah  tersebut.  Penelitian ini dilakukan untuk menguji potensi bakteri indigenous Bacillus sp. DB12 dan Trichoderma sp dalam meningkatkan produksi dan hasil bawang wakegi, baik yang diaplikasikan secara tunggal maupun konsorsium dengan formula biofertilizer.  Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, UNTAD, menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan (faktor tunggal) bahan aktif formula biofertilizer berupa jenis mikrobia yang terdiri atas P1=kontrol (tanpa mikrobia), P2= Bacillus sp. DB12, P3= Trichoderma sp, dan  P4= konsorsium Bacillus sp. DB12 + Trichoderma sp.   Setiap perlakuan diulang sebanyak 10 kali sehingga secara keseluruhan terdapat 40 satuan percobaan.  Pengamatan dilakukan terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah umbi, berat ubi, dan diameter umbi.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi  biofertilizer berbahan aktif konsorsium Bacillus sp. DB12 dan Trichoderma sp (P4) merupakan perlakuan terbaik karena dapat meningkatkan tinggi tanaman (36,74 cm), jumlah daun (30,40 helai),  jumlah umbi per rumpun (8,05), berat umbi per rumpun (40,19 g), dan diameter umbi per rumpun (2,21 cm).
Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Cair Darah Sapi terhadap Hasil Tanaman Ubi Kayu Varietas Ketan Novianto, Esna Dilli; Oktasari, Wike; Syarifuddin, Syarifuddin; Siswanto, Usman; Anindyawati, Nurul
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 27, No 2 (2024)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v27i2.16816

Abstract

Pemupukan merupakan salah satu aktivitas penting dalam budidaya ubi kayu. Ironisnya aplikasi pupuk anorganik yang berlebihan ternyata berdampak negatif pada pertumbuhan tanaman. Pupuk Organik Cair (POC) dapat menjadi salah satu solusi untuk menggantikan pupuk anorganik. Namun, penggunaannya pada tanaman ubi kayu belum pernah dilaporkan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis dan interval waktu pemberian POC yang tepat untuk meningkatkan hasil tanaman ubi kayu varietas ketan (Manihot esculenta Crantz.). Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok lengkap dengan 2 faktor dan 3 ulangan sebagai blok. Faktor pertama adalah dosis POC darah sapi (0, 10, 20, dan 30 ml/tanaman), sedangkan faktor kedua adalah interval waktu pemberian POC darah sapi (3 minggu sekali, 6 minggu sekali, dan 9 minggu sekali). Data pengamatan diuji signifikansinya menggunakan analisis sidik ragam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua perlakuan tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap seluruh parameter pengamatan. Hal tersebut dikarenakan kandungan unsur hara POC darah sapi yang belum mencukupi kebutuhan tanaman, sifat POC yang mudah tercuci dan menguap, penyiraman yang tidak optimal, volume pengaplikasian yang terlalu sedikit, dan rentang waktu pemberian yang terlalu lama sehingga menyebabkan terganggunya perkembangan umbi. Dapat disimpulkan bahwa pemberian POC darah sapi pada penelitian ini belum mampu meningkatkan hasil tanaman ubi kayu.
Diferensiasi Pertumbuhan Vegetatif Dari Dua Varietas Bibit Tanaman Cabai (Capsicum annum L.) di Kabupaten Aceh Barat Weihan, Rayhan Amadius; maulidia, Vina; Sari, Putri Mustika; Jalil, Muhammad; Putra, Iwandikasyah
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 27, No 2 (2024)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v27i2.20933

Abstract

Cabai merah (Capsicum annum L.) merupakan jenis tanaman hortikultura yang termasuk famili Solanaceae. Cabai rawit dimanfaatkan untuk konsumsi pribadi sebagai bumbu masak atau bahan campuran pada berbagai industri makanan dan minuman, serta dalam produksi obat-obatan dan kosmetik. Selain itu, cabai juga mengandung nutrisi yang sangat penting bagi kesehatan, seperti karbohidrat, protein, kalori, kalsium, lemak, vitamin A, B1, dan vitamin C. Selain itu, cabai juga mengandung senyawa anti kanker lasparaginase dan capsaicin. Cabai memegang peranan penting dalam bidang perekonomian Indonesia. Berbagai macam usaha telah dilakukan agar mampu meningkatkan produktivitas cabai, salah satunya melalui pemilihan varietas yang memiliki potensi hasil tinggi, karena variasi genetik dapat mempengaruhi pertumbuhan cabai. Beberapa penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa varietas cabai tertentu, seperti Lado, Lede Uwe, dan Princes, memberikan hasil yang lebih baik dalam aspek pertumbuhan dan produksi. Berdasarkan hal ini, penting untuk memilih varietas yang tepat agar mendapatkan hasil optimal. Penelitian ini berfokus pada dua varietas cabai, CMK Tavi dan Tias Agro, untuk mengidentifikasi perbedaan performa dalam pertumbuhan vegetatif, seperti tinggi tanaman, jumlah daun, dan diameter batang. Tujuan dari penelitian ini adalah memberikan wawasan lebih mendalam mengenai karakteristik pertumbuhan varietas tersebut dan merekomendasikan varietas terbaik untuk meningkatkan hasil panen.. Penelitian ini dilakukan dalam bentuk rancangan acak kelompok (RAK) pola non faktorial, 5 ulangan dengan variabel pengamatan pertumbuhan vegetatif tanaman berupa tinggi tanaman, jumlah daun, dan diameter batang, pada 14, 24, dan 34 hari setelah tanam(HST). hasil penelitian menunjukkan bibit cabai, varietas CMK Tavi memberikan pertumbuhan vegetatif yang lebih unggul dibadingkan dengan varietas Tias Agro,pada semua parameter pengamatan. Sehingga varietas cabai CMK Tavi lebih unggul jika dibudidayakan di Kabupaten Aceh Barat.
Analisa dan Pemetaan Nilai C-Organik, Bahan Organik, dan Tekstur Tanah di Lahan Tumbuh Talas Beneng (Xanthosoma undipes) Berdasarkan Ketinggian Maulana, Hanif; Hermita, Nuniek; Fatmawaty, Andi Apriany; Firnia, Dewi
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 27, No 2 (2024)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v27i2.21261

Abstract

Talas Beneng memiliki potensi besar dalam mendukung ketahanan pangan dan meningkatkan nilai ekonomi, khususnya di wilayah Banten. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik tanah yang mendukung optimalisasi produksi Talas Beneng di tiga desa: Desa Talaga Warna, Desa Juhut, dan Desa Kaduengang, sehingga dapat memberikan panduan berbasis ilmiah bagi petani dalam meningkatkan produktivitas. Metode yang digunakan adalah survei dengan pendekatan deskriptif kuantitatif, dimana sampel tanah dianalisis di laboratorium untuk mengetahui parameter tekstur, kadar C-organik, dan bahan organik tanah. Tekstur tanah dianalisis menggunakan metode pipet, kadar C-organik menggunakan metode Walkley and Black, dan bahan organik dihitung dengan mengalikan hasil C-organik dengan faktor konversi 1,724. Data hasil analisis kemudian dipetakan menggunakan software ArcGIS untuk menggambarkan distribusi karakteristik tanah di masing-masing desa. Perbedaan ketinggian di masing-masing wilayah mempunyai pengaruh dari nilai analisis yang didapat. Desa Talaga Warna yang memiliki ketinggian rendah mempunyai nilai C-organik paling rendah yakni 0,69% juga nilai bahan organik paling rendah yakni 1,19%, kemudian hasil analisis meningkat seiring dengan bertambahnya ketinggian tempat. Desa Talaga Warna dan Desa Juhut memiliki tekstur tanah lempung berpasir, sementara Desa Kaduengang memiliki tekstur tanah pasir berlempung. Penelitian ini menegaskan pentingnya analisis tanah disertai pemetaan di setiap wilayah untuk mengoptimalkan pengelolaan lahan dan produksi talas beneng, serta memberikan panduan bagi petani dalam upaya meningkatkan produktivitas berdasarkan kondisi tanah setempat.
Pengaruh Waktu Pemangkasan Pucuk dan Konsentrasi Hormon Giberelin (GA3) terhadap Pertumbuhan dan Produktivitas Mentimun (Cucumis sativus L.) Hidayatullah, Raihan; Munandar, Denna Eriani; Usmadi, Usmadi; Khozin, Mohammad Nur
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 27, No 2 (2024)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v27i2.20730

Abstract

Tanaman mentimun (Cucumis sativus L.) memiliki manfaat sebagai sumber buah yang dapat dikonsumsi segar dan mengandung nutrisi penting bagi tubuh. Namun, tantangan dalam budidaya mentimun adalah rendahnya persentase bunga betina yang berkembang menjadi buah sempurna. Salah satu upaya untuk meningkatkan jumlah bunga betina dan produktivitas adalah dengan pemangkasan tunas dan pemberian GA3. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh interaksi antara pemangkasan pucuk dan aplikasi GA3 terhadap pertumbuhan dan produktivitas mentimun. Rancangan acak kelompok (RAK) faktorial digunakan dengan dua faktor, yaitu waktu pemangkasan pucuk (tanpa pemangkasan, pemangkasan pada 21 HST, dan 28 HST) dan konsentrasi GA3 (0, 50, 100, dan 150 ppm), masing-masing diulang tiga kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi GA3 100 ppm berpengaruh signifikan terhadap waktu munculnya bunga, jumlah buah per tanaman, panjang dan diameter buah, serta fruitset. Selain itu, pemberian GA3 100 ppm juga meningkatkan luas daun dan bobot buah per tanaman. Hasil ini menunjukkan bahwa pemberian hormon giberelin pada konsentrasi tertentu dapat meningkatkan hasil produktivitas tanaman mentimun secara signifikan.

Page 1 of 1 | Total Record : 10