cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Pendidikan Bahasa Inggris
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 565 Documents
TEACHING WRITING BY COMBINING TRANSITION ACTION DETAIL (TAD) AND RAPID WRITING STRATEGIES AT JUNIOR HIGH SCHOOL Susilawati, Anita; Sani, M.M.Pd, Dra. Hj. Riny Dwitya
Pendidikan Bahasa Inggris Vol 1, No 1 (2014): Jurnal Wisuda Ke 48 Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahas Inggris
Publisher : Pendidikan Bahasa Inggris

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract            Penulisan makalah ini bertujuan untuk membantu mengatasi salah satu dari sekian banyak permasalahan yang ada dalam pengajaran menulis (writing) pada Sekolah Menengah Pertama (SMP). Selain itu,  makalah ini juga dimaksudkan sebagai masukan bagi guru-guru bahasa inggris, dalam melaksanakan pengajaran writing sehingga siswa tertarik dan termotivasi untuk belajar writing. Dalam makalah ini penulis membahas tentang bagaimana mengajar writing teks recount melalui kombinasi strategi TAD dan Rapid Writing. Dalam aplikasinya, guru harus fokus pada tiga kegiatan inti, yaitunya:  Planning, pada kegiatan ini siswa diberikan beberapa topik tentang teks recount, kemudian guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok, setelah itu guru menjelaskan strategi-strategi yang akan mereka pakai selama pelajaran berlangsung. Kemudian, Drafting, pada kegiatan ini anak disuruh menulis tentang pengalaman mereka yang paling menarik, mereka diberi waktu selama lima menit untuk menulis pengalaman mereka tanpa henti.Selanjutnya, Editing, pada kegiatan ini siswa disuruh untuk mendiskusikan hasil pekerjaan mereka dengan teman-teman satu kelompok mereka. Dan terakhir, Final Version, pada kegiatan terakir mereka melakukan revisi terhadap teks yang telah mereka buat tadi.            Dengan demikian, kombinasi strategi TAD dan Rapid Writing sangat membantu siswa sekolah menengah pertama dalam mempelajari dan memahaminya, serta membantu siswa dalam menulis sebuah teks recount. Dan strategi ini sangat membantu guru dalam mempelajari teks recount.
TEACHING READING NARRATIVE TEXT BY COMBINING PARTNER PREDICTION AND PAIRED SUMMARIZING STRATEGIES FOR VIII GRADE STUDENTS OF JUNIOR HIGH SCHOOL Rahman, Isndhi Wahid; Riza, Armilia
Pendidikan Bahasa Inggris Vol 1, No 1 (2014): Jurnal Wisuda Ke 48 Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahas Inggris
Publisher : Pendidikan Bahasa Inggris

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

      ABSTRAKMembaca adalah salah satu keterampilan dasar yang penting dalam Bahasa Inggris yang harus diajarkan oleh seorang guru kepada siswanya. Membaca merupakan proses untuk memahami isi dari sebuah teks. Maka dari itu penulisan makalah ini bertujuan untuk membantu guru dalam mengatasi salah satu permasalahan yang ada dalam pengajaran membaca (Reading) pada siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP). Selain itu makalah ini juga dimaksudkan untuk menjelaskan aplikasi strategi Partner Prediction dan Paired Summarizing dalam pemahaman sebuah teks narrative agar menjadi daya tarik tersendiri bagi siswa siswi dalam membaca teks Bahasa Inggris. Dalam makalah ini penulis membahas bagaimana mengajarkan Reading dengan menggabungkan dua strategi yaitu Partner Prediction dan Paired Summarizing. Dalam aplikasinya, guru menggunakan Partner Prediction adapun langkah-langkah strategi ini siswa dibagi atas tiga orang perkelompok dan salah satu siswa membaca bagian teks tertentu dan selanjutnya siswa lainya memprediksi kelanjutan dari teks yang akan terjadi selanjutnya didalam bagian teks tersebut. Kemudian strategi yang kedua yaitu Paired Summarizing, guru menyiapkan sebuah teks dengan membuat beberapa poin dari teks, kemudian siswa diminta untuk mendiskusikan informasi dalam teks secara berpasangan. Dengan diterapkan strategi ini, siswa dapat meningkatkan pemahaman mereka dalam membaca. Hal ini juga diharapkan untuk tercapainya tujuan pembelajaran membaca pada siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP).
TEACHING SPEAKING BY COMBINING TALKING STICK AND FOUR CORNERS STRATEGIES AT SENIOR HIGH SCHOOL Syafriyani, Dona Gusnida; ,S.S. M.Pd, Siska
Pendidikan Bahasa Inggris Vol 1, No 1 (2014): Jurnal Wisuda Ke 48 Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahas Inggris
Publisher : Pendidikan Bahasa Inggris

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Bahasa Inggris adalah salah satu mata pelajaran yang harus dipelajari di Indonesia sejak sekolah dasar sampai perguruan tinggi. Walaupun bahasa Inggris telah di pelajari bertahun – tahun, tapi para siswa masih memiliki kesulitan khususnya berbicara. Hal ini disebabkan karena para siswa kurang kosa kata dalam bahasa Inggris, kurang praktek dalam kelas, dan kurangnya percaya diri berbicara depan kelas. Oleh karena itu, makalah ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan yang ada dalam pengajaran berbicara pada sekolah menengah atas.  Dalam makalah ini penulis membahas bagaimana mengajarkan speaking dengan menggabungkan dua strategi yaitu Talking Stick strategy dan Four Corners strategy. Dalam penggabungan strategi tersebut dimana Four Corners Strategy bisa membentuk siswa terbagi dalam beberapa kelompok diskusi. Dan siswa ditempatkan pada empat sudut berdiskusi untuk memecahkan sebuah isu. Dimana dalam diskusi tersebut menggunakan Talking Stick Strategy agar setiap siswa bisa berbicara secara teratur dalam mengungkapkan idenya. Dan dengan penggabungan strategi tersebut, semua siswa akan terlibat aktif untuk berbicara di dalam diskusi kelas secara terarah dan lancar selama proses pembelajaran berlangsung. 
TEACHING SPEAKING BY COMBINING GIVE ONE GET ONE AND CLOCK PARTNER STRATEGIES AT JUNIOR HIGH SCHOOL Astuti, Sri; S.S, M.Pd, Siska,
Pendidikan Bahasa Inggris Vol 1, No 1 (2014): Jurnal Wisuda Ke 48 Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahas Inggris
Publisher : Pendidikan Bahasa Inggris

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 AbstrakBerbicara adalah suatu keahlian yang terpenting yang harus dikuasai dengan baik oleh semua siswa dalam belajar bahasa Inggris karena berbicara merupakan proses komunikasi untuk mengekspresikan ide, pendapat, dan perasaan kepada orang lain. Namun, pada kenyataannya banyak siswa terutama siswa sekolah menengah pertama tidak aktif menggunakan bahasa Inggris dalam proses belajar. Mereka tidak hanya pasif dalam berbicara bahasa Inggris dengan gurunya namun juga dengan temannya. Untuk dapat membuat siswa aktif berbicara bahasa Inggris dengan baik, guru harus bisa menggunakan strategi pembelajaran yang tepat dan menarik yang sesuai dengan pengetahuan siswa agar membuat siswa aktif menggunakan bahasa Inggris dalam proses belajar. Ada beberapa strategi yang digunakan dalam pengajaran bahasa Inggris khususnya dalam keahlian berbicara diantaranya strategi Give One Get One dan Clock Partner.Strategi Give One Get Oe adalah strategi yang bagus meningkatkan kemampuan siswa dalam mengembangkan pendapat karena pada strategi ini siswa tidak hanya memberikan pendapat tetapi juga menerima pendapat dari temannya. Dalam strategi ini siswa diminta bekerja bekerja berkelompok. Kemudian, Strategi Clock Partner adalah siswa bekerja mengumpulkan serta menyampaikan pendapat secara bergiliran dalam sebuah kelompok dengan susunan anggota seperti jam. Secara garis besar dapat disimpulkan bahwa dengan mengkombinasikan strategi-strategi ini dalam pengajaran bahasa Inggris dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam berbicara. Selain itu, dengan mengkombinasikan strategi-strategi ini mampu membuat siswa aktif berbicara secara perorangan ataupun berkelompok menyampaikan pendapat sesuai dengan pengetahuan mereka menggunakan Bahasa Inggris.
AN ANALYSIS OF STUDENTS’ SPEAKING PERFORMANCE IN CLASS PRESENTATION (A Study at the Third Year Students of English Department STKIP PGRI West Sumatra in 2011/ 2012 Academic Year) Melia, Gusti; , S.S, M.Pd, Yulmiati; Ikhsan, S.PdI, M.Pd., M. Khairi
Pendidikan Bahasa Inggris Vol 1, No 1 (2014): Jurnal Wisuda Ke 48 Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahas Inggris
Publisher : Pendidikan Bahasa Inggris

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini merupakan penelitian kualitatif untuk menganalisa kinerja berbicara siswa dalam melakukan presentasi oleh mahasiswa tingkat tiga jurusan bahasa inggris STKIP PGRI Sumatera Barat. Untuk kerangka analisa, peneliti menggunakan pendekatan kualitatif untuk menjawab pertanyaan penelitian. Untuk mengumpulkan data, peneliti melakukan observasi di kelas. Data tersebut dianalisa dengan menggunakan teori yang terdapat pada penelitian ini. Data yang diperoleh dari kinerja berbicara siswa dikumpulkan, kemudian dikategorikan berdasarkan level dari kriteria kenerja berbicara. Level dan criteria tersebut dapat dilihat pada skor analitik kinerja berbicara (Council of Europe, 2001: 28-29). Hasil dari analisa ini menunjukkan bahwa kebanyakan dari mahasiswa menempati level A1 yaitu level yang paling terbawah pada kinerja berbicara mahasiswa. Pada kriteria Range, rata-rata mahasiswa menduduki level A1, pada kriteria Accuracy menduduki level A2, pada kriteria Fluency menduduki level B1, pada kriteria Interaction menempati level A1, dan pada kriteria Coherence para mahasiswa menduduki level A1.
TEACHING READING OF REPORT TEXT BY COMBINING SELF MONITORING APPROACH TO READING AND THINKING (SMART) AND SAY SOMETHING STRATEGIES FOR JUNIOR HIGH SCHOOL Malinda, Yelni; Elmiati, Elmiati
Pendidikan Bahasa Inggris Vol 1, No 1 (2014): Jurnal Wisuda Ke 48 Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahas Inggris
Publisher : Pendidikan Bahasa Inggris

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

                                                             ABSTRAK           Dalam makalah ini penulis membahas bagaimana mengajar reading melalui penggabungan strategi Self Monitoring Approach To Reading and Thinking (SMART) dan Say Something dalam report text. Dengan strategi ini mempermudah guru meningkatkan keinginan siswa dalam membaca dan mempermudah siswa dalam memahami isi bacaan khususnya dalam report teks. Strategi ini mempunyai langkah-langkah yang menarik dalam penerapannya. Dimulai dari siswa berpikir cerdas dalam menentukan ide pokok dengan membuat  kata-kata penting dari teks yang sudah dibacanya. Kemudian guru menyuruh siswa membuat arti kata berdasarkan pemahaman mereka sendiri. Setelah itu siswa diminta untuk bekerjasama dengan teman sebangkunya untuk membahas teks tersebut. Kemudian guru menyuruh siswa untuk mengatakan sessuatu dengan meliputi lima komponen yaitu: membuat prediksi, membuat pertanyaan, mengklarifikasi sesuatu, membuat komentar dan membuat hubungan dari teks yang dibacanya. Pada langkah akhir guru dan siswa mendiskusikan bersama tentang ide dan kesimpulan teks tersebut. Penulis mengharapkan agar penggabungan strategi-strategi ini bisa menjadi panduan bagi guru dalam mengajar membaca. Strategi ini menggunakan report text sebagai bahan bacaan untuk siswa. Jadi dengan menggabungkan dua strategi tersebut, siswa akan tertarik dalam belajar membaca dan cepat memahami inti dari teks yang mereka baca. 
TEACHING READING OF NARRATIVE TEXT BY COMBINING CONTEXTUAL REDEFINITION AND SOMEBODY WANTED BUT SO STRATEGIES FOR STUDENTS JUNIOR HIGH SCHOOL Trisnawati, Rice; S.Pd, Rika Afriyanti,
Pendidikan Bahasa Inggris Vol 1, No 1 (2014): Jurnal Wisuda Ke 48 Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahas Inggris
Publisher : Pendidikan Bahasa Inggris

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 ABSTRAKRice Trisnawati (NIM:09040426), Pengajaran Reading melalui Strategi Contextual Redefinition dan Strategi Somebody Wanted But So untuk Siswa Sekolah Menengah Pertama. Makalah. Program Sarjana. STKIP PGRI Sumatera Barat. Padang, 2014.Dalam makalah ini mendiskusikan tentang pengajaran Reading untuk siswa kelas dua SMP dengan menggunakan strategy Contextual Redefinition dan strategy Somebody Wanted But So. Salah satu masalah yang sering dihadapi guru yaitu bagaimana menumbuhkan minat membaca siswa khususnya pada Narrative text.  Biasanya dalam membaca siswa sering menghadapi kendala seperti ; siswa malas membaca karena teksnya tidak menarik dan panjang, proses pembelajaran masih berpusat pada guru, kurang aktifnya siswa dalam mengikuti pelajaran, siswa tidak mau membuat ringkasan tentang text karena kurangnya vocabulary, dan kurangnya perhatian siswa terhadap pelajaran yang diberikan guru. Salah satu solusi yang sesuai digunakan untuk permasalahan tersebut yaitu dengan menggunakan gabungan strategy Contextual Redefinition dan strategy Somebody Wanted But So. Dalam penerapannya, guru menyuruh siswa memilih kata-kata yang belum diketahui maknanya dalam teks sebagai kata kunci, masing-masing kata diperkenalkan di papan tulis, masing-masing siswa disuruh untuk memprediksi arti/makna dari kata-kata tersebut dengan menggunakan kamus, siswa menentukan informasi dalam teks dan siswa membuat ringkasan. Melalui prosedur tersebut Narrative text akan semakin mudah bagi siswa dan dapat membuat mereka lebih tertarik atau termotivasi dalam proses pembelajaran. Maka dari itu, dengan adanya kombinasi strategy ini diharapkan guru dan siswa memiliki sebuah pegangan yang dapat membantu dalam kegiatan belajar-mengajar  Reading. Sehingga Reading  menjadi kegiatan yang menyenangkan.
TEACHING READING BY COMBINING HERRINGBONE TECHNIQUE AND BUZZ GROUP TECHNIQUE AT SENIOR HIGH SCHOOL Melisa. S, Silvia; Putra., Handry Perdana
Pendidikan Bahasa Inggris Vol 1, No 1 (2014): Jurnal Wisuda Ke 48 Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahas Inggris
Publisher : Pendidikan Bahasa Inggris

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKMembaca (reading) adalah keterampilan yang sangat penting bagi siswa dalam memahami makna bacaan dengan menemukan ide dan informasi penting yang terdapat dalam teks bacaan tersebut, khususnya dalam memahami teks yang menggunakan bahasa inggris. Makalah ini dimaksud kan sebagai masukan bagi guru-guru bahasa inggris dalam melaksanakan pelajaran reading sehingga siswa tertarik dan termotivasi untuk belajar membaca khususnya narrative text.Dalam makalah ini penulis membahas tentang pengajaran reading melalui penggabungan teknik herringbone dan teknik buzz group. Kedua teknik ini adalah teknik pembelajaran yang lebih mengedepankan kepada aktivitas siswa dalam bentuk kerja kelompok dalam mencari, mengidentifikasi dan melaporkan informasi dari teks yang dipelajari dengan menjawab beberapa pertanyaan dalam bentuk 5W+1H. Dengan diberikan teknik herringbone sebagai model pengajaran siswa tidak membutuhkan waktu yang lama untuk memahami serta menemukan ide dalam sebuah teks walaupun teks tersebut sangat panjang. Sedangkan dengan teknik buzz group sebagai model pembelajaran dalam membaca teks bahasa inggris dapat meningkatkan motivasi dan semangat siswa dalam menyampaikan ide atau pendapat. Tujuan dari penggabungan dua teknik ini agar siswa menjadi lebih aktif, efektif dan efisien dalam membaca. Penulis berharap makalah ini bisa menjadi panduan bagi guru dalam mengajar membaca. 
TEACHING WRITING BY COMBINING DICTOGLOSS AND LITERACY MEMOIRS STRATEGIES FOR SENIOR HIGH SCHOOL STUDENTS APRIANI, RAMA; Octavia, Shanty
Pendidikan Bahasa Inggris Vol 1, No 1 (2014): Jurnal Wisuda Ke 48 Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahas Inggris
Publisher : Pendidikan Bahasa Inggris

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 ABSTRAK  Menulis (Writing) merupakan salah satu keterampilan yang penting dalam Bahasa Inggris yang harus diajarkan oleh seorang guru kepada siswa. Sejalan dengan pentingnya pengajaran writing maka seorang guru harus kreatif untuk membuat pembelajaran writing menjadi lebih menyenangkan. Salah satunya dengan menerapkan strategi yang menarik dan tepat dalam pembelajaran writing. Sehingga, siswa tertarik dan termotivasi untuk mempelajarinya. Dalam makalah ini, penulis membahas tentang bagaimana mengajarkan writing melalui gabungan dua strategi yaitu Dictogloss dan Literacy Memoirs. Dalam aplikasinya pertama guru menerapkan Dictoglos strategy. Strategy ini dimulai oleh guru dengan membrainstorming siswa dengan topic yang mengandung teks recount, setelah itu guru membacakan dengan nyaring teks tersebut sedangkan siswa menyimak dan menulis hal-hal yang penting secara garis besarnya. Kemudian guru menggunakan strategy yang kedua yaitu Literacy Memoirs strategy. Strategy ini mengajarkan siswa langkah- langkah untuk membuat sebuah teks recount yang benar. Strategy ini sangat efektif untuk siswa dalam meningkatkan kemampuan menulisnya. Selain itu siswa juga menjadi aktif dan berpartisipasi dalam diskusi. Hal ini juga diharapkan untuk tercapainya tujuan pembelajaran menulis pada siswa Sekolah Menengah Atas.
TEACHING SPEAKING NEWS ITEM TEXT BY USING JUDGE JURY STRATEGY AT THIRD GRADE STUDENTS OF SENIOR HIGH SCHOOL Fitri, Yuniza; Agusni, S. Pd, Agusni, S. Pd
Pendidikan Bahasa Inggris Vol 1, No 1 (2014): Jurnal Wisuda Ke 48 Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahas Inggris
Publisher : Pendidikan Bahasa Inggris

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Makalah ini mendiskusikan satu dari beberapa strategi dalam pengajaran bahasa Inggris yang dapat dipraktekan guru di dalam kelas. Strategi ini digunakan untuk mengajarkan berbicara (speaking) terutama kepada siswa Sekolah Menengah Atas (SMA). Judge Jury strategy merupakan strategi yang dirancang untuk membantu siswa menyampaikan pendapat dalam diskusi kelompok. Strategi ini memungkinkan siswa untuk menghasilkan berfikir kritis terhadap sebuah topik, dalam menyampaikan ide dan pendapat yang disertai alasan atas satu topik yang dibahas dalam pembelajaran speaking didalam kelas. Langkah-langkah pengajaran dengan menggunakan Judge Jury Strategy dimulai dengan membimbing siswa mengumpulkan informasi mengenai sebuah topik, dengan demikian diharapkan dapat membantu siswa berfikir tentang kejadian nyata yang terjadi dalam topik yang akan mereka diskusikan. Dengan demikian, siswa diharapkan dapat meningkatkan kemampuannya berbicara bahasa inggris (speaking English) dengan baik. Melalui Judge Jury Strategy diharapkan bisa membantu siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) dalam mengembangkan kemampuan berbicara (speaking) dalam bahasa Inggris.Â