cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 1,483 Documents
Kuat Lentur Balok Beton Bertulang Berdasarkan Umur dan Rasio Tulangan dengan Persentase Ground Granulated Blast Furnace Slag 20% dan Fly Ash 10% Rifqi Fakhrudin, Rifqi Fakhrudin; Ming Narto Wijaya; Lilya Susanti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2026): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan semen portland sebagai material utama beton menyumbang emisi CO2 global, sehingga memicu inovasi beton ramah lingkungan menggunakan limbah industri berupa Ground Granulated Blast Furnace Slag (GGBFS) dan fly ash. Penelitian ini dilakukan untuk mengisi kesenjangan ilmiah (research gap) pada penelitian sebelumnya dengan berfokus pada pengaruh pematangan umur beton serta variasi rasio tulangan terhadap kinerja kuat lentur balok beton bertulang demi mendukung implementasi teknologi beton hijau (green building) di Indonesia. Penelitian eksperimental laboratorium ini menguji balok beton bertulang berukuran 100 cm × 10 cm × 20 cm bersubstitusi GGBFS 20% dan fly ash 10%. Pengujian lentur menerapkan sistem two point loading pada posisi third point loading dengan variasi umur beton (28 dan 56 hari) serta rasio tulangan (A1 = 0,00872 dan A2 = 0,0130). Berdasarkan hasil penelitian, variasi umur beton antara 28 dan 56 hari tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kuat lentur balok beton bertulang bersubstitusi GGBFS 20% dan fly ash 10%. Sebaliknya, variasi rasio tulangan berpengaruh signifikan terhadap kuat lentur balok, dimana peningkatan rasio tulangan secara efektif mendongkrak kemampuan penampang dalam memikul beban dan tegangan. Spesimen dengan rasio tulangan lebih tinggi (A2) menghasilkan performa yang jauh lebih tinggi dibandingkan rasio tulangan rendah (A1).
Pengaruh Modifikasi Kekakuan Struktur terhadap Ketidakberaturan Torsi dan Kinerja Seismik Gedung X Berdasarkan Analisis Pushover Reshalinda Meylani Pane; Dr. Ir. Roland Martin Simatupang, ST., MT., M.Sc.; Dr. Ir. Bhondana Bayu Brahmana Kridaningrat, ST., MT.
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2026): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Distribusi kekakuan lateral yang tidak merata pada bangunan berdenah asimetris, termasuk akibat keberadaan dinding beton bertulang pada area tangga darurat dan lift sebagai bagian dari sistem proteksi kebakaran pasif, dapat menyebabkan eksentrisitas antara pusat massa dan pusat kekakuan sehingga memicu ketidakberaturan torsi dan menurunkan kinerja seismik struktur. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh modifikasi kekakuan melalui penambahan dinding geser dan pembesaran dimensi kolom terhadap ketidakberaturan torsi dan kinerja seismik Gedung X, yaitu gedung beton bertulang 9 lantai. Analisis dilakukan menggunakan ETABS v22 berdasarkan SNI 1726:2019, SNI 2847:2019, SNI 1727:2020, dan ATC-40 dengan membandingkan tiga model, yaitu model eksisting, model dengan dinding geser, dan model dengan pembesaran dimensi kolom. Evaluasi dilakukan menggunakan Response Spectrum Analysis untuk meninjau respons elastis dan analisis pushover untuk mengevaluasi perilaku inelastis struktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua metode modifikasi mampu memperbaiki distribusi kekakuan, mengurangi eksentrisitas, menghilangkan ketidakberaturan torsi, menurunkan simpangan antar lantai dan displacement, serta meningkatkan kapasitas gaya geser dasar. Seluruh model mencapai tingkat kinerja Immediate Occupancy (IO), namun penambahan dinding geser memberikan peningkatan kinerja seismik yang lebih efektif dibandingkan pembesaran dimensi kolom dengan mampu menghilangkan ketidakberaturan torsi, mereduksi simpangan antar lantai sebesar 66,724%, meningkatkan base shear sebesar 268,223%, serta mengurangi displacement atap sebesar 50,372%.   Kata kunci: ketidakberaturan torsi, kinerja seismik, dinding geser, pembesaran dimensi kolom, analisis pushover
Pengaruh Recycled Fine Aggregate (RFA) dan Substitusi Fly Ash terhadap Kuat Tekan dan Bioreseptivitas Mortar Bioreceptive Adinda Salsabila; Eva Arifi; Desy Setyowulan
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2026): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingginya Construction and Demolition Waste (CDW) dan keterbatasan agregat alami mendorong pemanfaatan Recycled Fine Aggregate (RFA) sebagai agregat halus dalam mortar. Namun, porositas dan daya serap air RFA yang tinggi berpotensi menurunkan kinerja mekanik mortar, sehingga fly ash digunakan sebagai substitusi parsial semen untuk memperbaiki mikrostruktur. Kombinasi RFA dan fly ash juga berpotensi mendukung konsep bioreseptivitas, yaitu kemampuan material mendukung kolonisasi organisme hidup, dengan lumut (Bryophyta) sebagai organisme uji. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh RFA dan variasi persentase fly ash (0%, 10%, 20%, 30%) terhadap kuat tekan mortar serta terhadap tiga parameter bioreseptivitas, yaitu pH permukaan, water absorption, dan laju pertumbuhan lumut, pada umur 28, 56, dan 90 hari. Berdasarkan hasil pengujian, kuat tekan mortar menunjukkan pola fluktuatif bergantung pada setiap umur pengujian. Pada umur 28 hari, nilai kuat tekan mortar meningkat seiring bertambahnya kadar fly ash, terutama pada kadar 30%. Pada umur 56 hari, kuat tekan bersifat non-linear dengan nilai optimum pada kadar fly ash 10%. Pada umur 90 hari, kuat tekan menurun secara konsisten seiring bertambahnya kadar fly ash, dengan nilai tertinggi pada kadar fly ash 0%. Pada mortar dengan lumut, kadar fly ash 10% secara konsisten menghasilkan kuat tekan tertinggi pada umur 56 dan 90 hari. Nilai pH permukaan menurun dari kisaran 12-13 menjadi 9-10 akibat karbonasi dan reaksi pozzolan. Fly ash 10% menunjukkan water absorption tertinggi (7,23% dengan lumut), dinilai menguntungkan bagi retensi kelembapan biologis meskipun secara konvensional diasosiasikan dengan mutu mortar lebih rendah. Evaluasi pertumbuhan lumut dilakukan berdasarkan pengamatan visual, analisis luas penyebaran (ImageJ), serta pengamatan mikroskopis (Dino-Lite) pada umur 90 hari. Seluruh variasi mengalami degradasi jaringan lumut pada sekitar hari ke-35 dan tidak menunjukkan pemulihan hingga akhir pengamatan, sehingga kolonisasi aktif lumut belum dapat disimpulkan secara konklusif dalam periode 90 hari. Kata Kunci: Bioreseptivitas, Bioreceptive Mortar, Fly Ash, Kuat Tekan, Lumut, Recycled Fine Aggregate
Pengaruh Metode Surface Treatment terhadap Kuat Tekan dan Pertumbuhan Lumut Bioreceptive Mortar Herdiyansah, Didi Kurnia; Eva Arifi; Ananda Insan Firdausy
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2026): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meningkatnya urbanisasi global menyebabkan berkurangnya ruang terbuka hijau di kawasan perkotaan. Salah satu solusi yang dikembangkan adalah pemanfaatan fasad bangunan sebagai media pertumbuhan lumut melalui konsep bioreceptive mortar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh metode surface treatment terhadap kuat tekan dan pertumbuhan lumut pada bioreceptive mortar. Surface treatment dilakukan secara kimiawi menggunakan surface retarder dan asam klorida (HCl) 37% yang diaplikasikan pada umur mortar 14 hari. Pengujian kuat tekan dilakukan pada umur 28, 56, dan 90 hari menggunakan benda uji kubus 5 cm × 5 cm × 5 cm, sedangkan evaluasi pertumbuhan lumut dilakukan menggunakan benda uji panel 10 cm × 10 cm × 2 cm dengan parameter pengamatan visual, analisis luas penyebaran menggunakan ImageJ, dan pengamatan mikroskopis menggunakan Dino-Lite. Parameter pendukung meliputi kekasaran permukaan, pH permukaan, dan water absorption. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan asam klorida menghasilkan kuat tekan tertinggi pada seluruh umur pengujian hingga mencapai 43,20 MPa pada umur 90 hari, sedangkan surface retarder menghasilkan kuat tekan terendah pada umur awal, terjadi pola kenaikan hingga umur 90 hari. Mortar dengan lumut secara konsisten menunjukkan kuat tekan lebih tinggi dibandingkan tanpa lumut, akibat kontribusi tidak langsung lumut membantu proses curing dan penutupan pori mikro. Hal ini dikarenakan hingga umur 90 hari, pertumbuhan lumut secara makroskopis belum teridentifikasi, namun pengamatan Dino-Lite mengkonfirmasi adanya aktivitas biologis pada skala mikro berupa terbentuknya struktur rizoid pada permukaan, dengan indikasi terjelas pada variasi asam klorida (HCl). Kedua metode surface treatment terbukti meningkatkan kekasaran permukaan secara signifikan dan menurunkan pH, dengan asam klorida sebagai metode paling efektif. Keberadaan lumut  menurunkan nilai water absorption mortar pada seluruh variasi. Penelitian ini menyimpulkan periode pengamatan 90 hari belum cukup untuk mengidentifikasi pengaruh variasi surface treatment terhadap laju pertumbuhan lumut secara makroskopis, sehingga diperlukan periode pengamatan lebih panjang. Kata kunci: Bioreceptive mortar, kuat tekan, pertumbuhan lumut, surface treatment
Pengaruh Penambahan Limbah Kain Poliester terhadap Kinerja Marshall Campuran AC-WC Asbuton dengan Modifikasi Crumb Rubber dan Unsaturated Polyester Resin Senopati Wibisono Heru; Lalu Fitra Fajar Imani; Ludfi Djakfar; Rahayu Kusumaningrum
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2026): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan limbah kain poliester terhadap kinerja Marshall campuran Asphalt Concrete-Wearing Course (AC-WC) berbasis Asbuton yang dimodifikasi dengan Crumb Rubber (CR) dan Unsaturated Polyester Resin (UPR), serta menentukan kadar optimum limbah kain poliester pada masing-masing sistem modifikasi. Penelitian menerapkan metode pencampuran basah (wet process), dengan Asbuton B 50/30 sebesar 8% terhadap berat campuran, CR sebesar 10%, dan UPR sebesar 5%, sedangkan limbah kain poliester divariasikan pada kadar 1%, 3%, 5%, 7%, dan 9% terhadap Kadar Aspal Optimum (KAO). Seluruh pengujian mengacu pada Pedoman Spesifikasi Teknis Campuran Beraspal dengan Asbuton Tahun 2013 dan Spesifikasi Umum Bina Marga 2025, dilengkapi dengan analisis statistik One-Way ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KAO campuran AC-WC Asbuton diperoleh sebesar 6,5%. Pada campuran dengan CR, seluruh variasi kadar limbah kain poliester (1%-9%) memenuhi persyaratan Marshall, dengan performa terbaik pada kadar 9% (stabilitas 1946,413 kg; Marshall Quotient 676,064 kg/mm). Pada campuran dengan UPR, hanya kadar 3% dan 9% yang memenuhi seluruh parameter, dengan kadar optimum pada 3% (stabilitas 2281,175 kg; Marshall Quotient 712,755 kg/mm). Hasil ANOVA menunjukkan bahwa variasi kadar limbah kain poliester berpengaruh signifikan terhadap stabilitas dan Marshall Quotient pada kedua sistem modifikasi, serta berpengaruh signifikan terhadap VIM, VMA, dan VFB pada sistem UPR. Kombinasi limbah kain poliester dengan crumb rubber terbukti memberikan rentang kadar aplikasi yang lebih luas dan kinerja campuran yang lebih stabil dibandingkan dengan UPR, sehingga lebih direkomendasikan untuk pemanfaatan limbah tekstil dan ban bekas secara maksimal pada konstruksi perkerasan jalan.
PENGARUH VARIASI PERSENTASE ABU SEKAM PADI (RICE HUSK ASH / RHA) DAN FLY ASH SEBAGAI BAHAN PENGGANTI SEMEN TERHADAP KUAT TARIK BELAH BETON Apriliandini, Armetha Syifa Putri; Setyowulan, Desy; Arifi, Eva
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2026): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Globalisasi berdampak terhadap peningkatan daya saing internasional yang meleburkan batas antar negara hingga timbul lonjakan urbanisasi. Negara dituntut untuk memfasilitasi pembangunan infrastruktur ramah lingkungan, agar kebutuhan infrastruktur terpenuhi secara berkelanjutan tanpa mengkhawatirkan aspek lingkungan. Didapatkan solusi yang mengarah kepada pemanfaatan bahan SCMs berupa abu sekam padi dan fly ash untuk mengurangi ketergantungan pada produksi semen. Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi dua material pozzolan tersebut yang diperoleh dengan mudah dari limbah industri ataupun bahan alami, dengan perannya sebagai pengganti semen terhadap pengujian kuat tarik belah. Di rancang sejumlah delapan variasi dengan total 48 spesimen uji yang terdiri dari beton normal, penambahan 5%, 10%, 15% RHA, penambahan 20% FA, kombinasi penambahan 5%, 10%, 15% RHA dengan 20% FA untuk umur 28 hari dan 56 hari. Hasil penelitian mengindikasikan bahwasanya pemanfaatan secara mandiri RHA dan FA tanpa dikombinasikan mampu meningkatkan kekuatan tarik belah akhir beton sebesar 27,01% terhadap beton normal yang dicapai oleh variasi dengan penambahan 10% RHA. Sebaliknya kombinasi antar keduanya justru menunjukkan penggantian porsi semen yang terlalu tinggi sehingga risikonya berupa penurunan kekuatan tarik akhir.
Pengaruh Variasi Persentase Abu Sekam Padi (Rice Husk Ash/RHA) dan Fly Ash sebagai Bahan Pengganti Semen terhadap Kuat Tekan dan Modulus Elastisitas Beton Jasmine Almirah Novia Ramadhani; Desy Setyowulan; Indra Waluyohadi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2026): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia sebagai negara dengan padat penduduk mengalami peningkatan pada kebutuhan dan permintaan infrastruktur. Beton menjadi material konstruksi yang sering digunakan dalam konstruksi, dengan komponen utama yaitu semen Portland. Meningkatnya produksi semen menyumbang 8% karbon di dunia setiap tahunnya. Salah satu solusinya yakni memanfaatkan material berbahan pozzolan yang ramah lingkungan, yaitu pemanfaatan abu sekam padi (Rice Husk Ash/RHA) dan fly ash sebagai bahan pengganti semen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi persentase RHA dan fly ash terhadap pengujian kuat tekan dan modulus elastisitas pada benda uji beton silinder 15x30 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan RHA sebagai pengganti semen memberikan pengaruh dengan hasil pengujian beton didapat performa paling optimum pada kadar RHA 5%, yakni sebesar 27,81 Mpa pada pengujian kuat tekan dan sebesar 13076 Mpa untuk pengujian modulus elastisitas. Kombinasi RHA dan fly ash paling optimum untuk pengujian kuat tekan didapat oleh kadar RHA 5% dan fly ash 20% yang menghasilkan kuat tekan sebesar 25,46 Mpa. Sedangkan kadar optimum untuk hasil pengujian modulus elastisitas terdapat pada kadar RHA 10% dan fly ash 20% yang menghasilkan nilai kekuan 13127 Mpa. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan RHA dan fly ash dengan porsi yang tepat mampu meningkatkan nilai pengujian beton sehingga dapat menjadi solusi untuk mendukung konstruksi ramah lingkungan dan berkelanjutan. Kata kunci: Abu Sekam Padi, Fly Ash, Kuat Tekan Beton, Modulus Elastisitas Beton
Pengaruh Variasi Persentase Serbuk Kaca dan Fly Ash sebagai Bahan Pengganti Semen terhadap Kuat Tarik Belah Beton Tandialla, Asma'ifah Gresinda; Dr. Eng. Ir. Desy Setyowulan, ST., MT., M.Sc., IPM., ASEAN Eng.; Dr. Eng. Devi Nuralinah, ST., MT.
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2026): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beton merupakan material konstruksi yang penggunaannya sangat tinggi, namun proses produksinya membutuhkan semen yang berdampak pada lingkungan. Limbah serbuk kaca dan fly ash memiliki potensi sebagai bahan substitusi parsial semen karena kandungan pozolannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh substitusi parsial semen menggunakan serbuk kaca (SK) dan fly ash (FA) terhadap sifat mekanik beton, khususnya kuat tarik belah. Variasi campuran menggunakan kombinasi substitusi SK dan FA dengan target mutu beton K-300. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan serbuk limbah kaca tanpa fly ash memicu tren penurunan kekuatan pada proporsi substitusi 7,5% dengan penurunan mencapai 15,23% pada umur 28 hari. Namun, kombinasi fly ash dan serbuk limbah kaca terbukti dapat meningkatkan kinerja mekanik beton pada umur 56 hari akibat adanya reaksi pozolanik lanjutan. Variasi campuran 10% serbuk kaca dan 20% fly ash merupakan kadar yang paling optimum, yang mengalami peningkatan kuat tarik belah sebesar 20,53% dari kuat tarik belah rencana. Penggunaan kombinasi kedua material limbah ini efektif meningkatkan kinerja beton dan mengurangi penggunaan semen konvensional.
Analisis Kelaikan Fungsi Jalan Ikan Tombro Kota Malang Ridhwan, Hanif Nurfauzi; Achmad Wicaksono; Lasmini Ambarwati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2026): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Malang memiliki aktivitas masyarakat yang tinggi sehingga peningkatan jumlah kendaraan bermotor berdampak pada penurunan kinerja jaringan jalan, termasuk Jalan Ikan Tombro sebagai penghubung kawasan permukiman, pendidikan, dan perdagangan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kelaikan fungsi Jalan Ikan Tombro berdasarkan Pedoman Bidang Lingkungan dan Keselamatan Jalan Nomor 06/P/BM/2024 dengan metode Pemeringkatan Bintang (Star Rating) serta menyusun rekomendasi teknis untuk meningkatkan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pengguna jalan. Metode penelitian dilakukan melalui survei lapangan pada ruas Jalan Ikan Tombro sepanjang ±1.140 meter dengan pengumpulan data primer berupa observasi visual dan pengukuran kondisi fisik jalan, serta data sekunder yang diperoleh dari instansi terkait. Analisis dilakukan berdasarkan parameter Uji Laik Fungsi Jalan yang meliputi aspek geometri jalan, perkerasan, perlengkapan jalan, fasilitas pengguna jalan, serta manajemen dan keselamatan lalu lintas. Seluruh data dikodekan sesuai atribut penilaian, kemudian dihitung menggunakan metode Star Rating Score (SRS) untuk menentukan tingkat kelaikan fungsi jalan. Hasil analisis menunjukkan bahwa ruas Jalan Ikan Tombro Kota Malang sepanjang ±1.140 meter memperoleh nilai Star Rating Score (SRS) sebesar 2,79 sehingga termasuk dalam Pemeringkatan Bintang 4 dengan kategori aman dan telah memenuhi persyaratan laik fungsi jalan. Namun, masih diperlukan peningkatan beberapa fasilitas keselamatan jalan. Hasil penelitian ini dapat menjadi bahan pertimbangan bagi Pemerintah Kota Malang dalam meningkatkan kualitas infrastruktur jalan yang aman, nyaman, dan berkeselamatan   Kata kunci: uji laik fungsi jalan, kecelakaan lalu lintas, jalan ikan tombro, pemeringkatan bintang, rekomendasi teknis
Pengaruh Variasi Persentase Serbuk Kaca dan Fly Ash sebagai Bahan Pengganti Semen terhadap Kuat Lentur Beton Kusuma, Rafif Arya; Dr. Eng. Ir. Desy Setyowulan, ST., MT., M.Sc., IPM., ASEAN Eng.; Ir. Ananda Insan Firdausy, ST., MT., M.Sc., Ph.D., IPM.
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2026): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia mengalami peningkatan jumlah penduduk yang diikuti bertambahnya limbah dan kebutuhan semen akibat pembangunan infrastruktur. Penggunaan semen dalam jumlah besar berdampak terhadap lingkungan sehingga diperlukan material alternatif yang lebih berkelanjutan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah memanfaatkan serbuk kaca sebagai substitusi sebagian semen. Namun, serbuk kaca belum mampu menggantikan fungsi semen sepenuhnya sehingga digunakan fly ash sebagai bahan pozzolan untuk meningkatkan sifat mekanis beton. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penggunaan serbuk kaca dan fly ash sebagai substitusi sebagian semen terhadap kuat lentur beton umur 28 dan 56 hari. Penelitian menggunakan 48 benda uji balok berukuran 53×15×15 cm dengan delapan variasi campuran. Agregat dikondisikan dalam keadaan saturated surface dry (SSD), kemudian beton dirawat menggunakan karung goni basah selama 14 hari dan diuji pada umur 28 serta 56 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada umur 28 hari penggunaan serbuk kaca meningkatkan kuat lentur hingga 10,169% pada substitusi 10%, sedangkan penggunaan 20% fly ash meningkatkan kuat lentur sebesar 33,466%. Pada umur 56 hari, penggunaan serbuk kaca meningkatkan kuat lentur hingga 36,056%, sedangkan penggunaan 20% fly ash meningkatkan kuat lentur sebesar 51,093%. Peningkatan tersebut dipengaruhi oleh CaO yang mendukung hidrasi semen serta reaksi pozzolanik SiO₂ yang membentuk ikatan C-S-H. Namun, peningkatan kadar serbuk kaca yang lebih tinggi menyebabkan kuat lentur menurun akibat berkurangnya jumlah semen dalam campuran.Kata Kunci: fly ash, kuat lentur, serbuk kaca