cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 1,483 Documents
Daktilitas dan Pola Retak Balok Beton Bertulang Berdasarkan Umur dan Rasio Tulangan dengan Persentase Ground Granulated Blast Furnace Slag (GGBFS) 20% Nibros, Aqeel Muhammad; Lilya Susanti; Ming Narto Wijaya
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2026): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi umur beton dan rasio tulangan terhadap daktilitas serta pola retak balok beton bertulang dengan substitusi parsial semen menggunakan Ground Granulated Blast Furnace Slag (GGBFS) sebesar 20%. Pesatnya pembangunan infrastruktur mendorong peningkatan penggunaan semen yang berdampak pada bertambahnya emisi CO2, sehingga GGBFS dimanfaatkan sebagai alternatif substitusi yang lebih ramah lingkungan. Penelitian menggunakan benda uji balok beton bertulang berukuran 10 cm x 20 cm x 100 cm dengan faktor air semen (FAS) 0,35. Variabel penelitian meliputi variasi umur beton (28 hari dan 56 hari) serta rasio tulangan (0,00872 dan 0,0131), dengan total 8 balok bersubstitusi GGBFS dan 8 balok kontrol yang diuji menggunakan metode pembebanan statis dua titik terpusat (two-point loading test) hingga keruntuhan, dilengkapi analisis statistik Two-Way ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur beton berpengaruh terhadap nilai daktilitas balok beton bertulang, di mana bertambahnya umur beton meningkatkan kemampuan balok dalam mengalami deformasi sebelum keruntuhan (F = 9,038; Sig. = 0,040). Variasi rasio tulangan tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap daktilitas (Sig. = 0,081), namun berpengaruh signifikan terhadap jumlah visual akhir retakan (Sig. = 0,040) dan beban retak pertama/Pcr (Sig. = 0,007). Peningkatan rasio tulangan menghasilkan retakan yang lebih banyak, lebih rapat, dan lebih merata, serta meningkatkan kemampuan balok dalam menahan terbentuknya retak awal. Secara umum, seluruh benda uji menunjukkan pola kegagalan dominan berupa lentur-geser, dan penggunaan GGBFS 20% tidak mengubah moda keruntuhan utama tersebut.
Analisis Dampak Pemindahan Pusat Pemerintahan Kabupaten Mojokerto terhadap Kinerja Simpang dan Ruas Suryosadewo, Dynaldi Prio Suryosadewo; Hendi Bowoputro; Lasmini Ambarwati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2026): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemindahan pusat pemerintahan Kabupaten Mojokerto ke Kecamatan Mojosari sebagaimana direncanakan dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Mojokerto Tahun 2012–2032 diperkirakan akan meningkatkan bangkitan dan tarikan perjalanan yang berpotensi memengaruhi kinerja jaringan jalan di sekitar kawasan pemerintahan baru. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak pemindahan pusat pemerintahan terhadap kinerja simpang dan ruas jalan serta menyusun alternatif penanganan untuk meningkatkan kinerja lalu lintas. Objek penelitian meliputi satu simpang bersinyal, satu simpang tak bersinyal, dan satu ruas jalan. Analisis dilakukan berdasarkan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2023 dengan memodelkan pergerakan lalu lintas akibat pemindahan pusat pemerintahan melalui distribusi perjalanan Aparatur Sipil Negara (ASN) berdasarkan lokasi tempat tinggal serta bangkitan perjalanan yang mengacu pada Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 17 Tahun 2021. Evaluasi dilakukan pada kondisi eksisting, kondisi setelah pemindahan pusat pemerintahan, serta proyeksi jangka menengah dan jangka panjang menggunakan parameter derajat kejenuhan (Dj) dan tingkat pelayanan (Level of Service/LOS). Hasil analisis menunjukkan bahwa pada kondisi eksisting nilai Dj simpang bersinyal, simpang tak bersinyal, dan ruas jalan berturut-turut sebesar 0,98 (LOS E), 2,04 (LOS F), dan 0,85 (LOS D). Setelah pemindahan pusat pemerintahan, nilai Dj meningkat menjadi 1,79, 2,42, dan 0,93, kemudian bertambah menjadi 2,07, 2,88, dan 1,04 pada proyeksi jangka menengah serta mencapai 2,52, 3,42, dan 1,15 pada proyeksi jangka panjang, yang menunjukkan penurunan kinerja lalu lintas pada seluruh objek penelitian. Berdasarkan hasil tersebut, direkomendasikan perubahan pengaturan fase sinyal dari empat fase menjadi tiga fase disertai pembatasan pergerakan pada simpang bersinyal, perubahan tipe ruas menjadi 4/2-TT dengan lebar lajur 3 meter, serta pemasangan APILL, penyediaan lajur khusus selebar 3 meter pada pendekat utara, dan pelebaran pendekat barat sebesar 2 meter pada simpang tak bersinyal. Penerapan rekomendasi tersebut mampu meningkatkan kinerja lalu lintas dengan nilai Dj berkisar antara 0,82–0,84 (LOS D).
Perkiraan Debit Banjir Sungai Jeneberang akibat Perubahan Tutupan Lahan Menggunakan HSS Nakayasu, Der Weduwen, dan Pemodelan HEC-HMS (SCS Curve Number ) Adhe Arvina Sari; Agus Suharyanto; Alwafi Pujiraharjo
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2026): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daerah Aliran Sungai (DAS) Jeneberang merupakan daerah tangkapan air Bendungan Bili-Bili yang berperan penting dalam pengendalian banjir, irigasi, penyediaan baku air, dan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) di Sulawesi Selatan. Vegetasi di wilayah hulu terus menyusut akibat fungsinya menjadi semak dan organisasi sehingga berpotensi meningkatkan limpasan dan debit banjir. Namun kinerja metode estimasi debit banjir belum pernah dievaluasi secara komparatif pada DAS Jeneberang. HSS Nakayasu, Der Weduwen, dan HEC-HMS (SCS Curve Number) dikalibrasi terhadap 10 kejadian banjir historis, kemudian diterapkan pada tiga skenario tutupan lahan (2017, 2019, 2023) menggunakan data BBWS Pompengan Jeneberang. Kinerja masing-masing metode dievaluasi menggunakan Mean Absolute Percentage Error (MAPE) dan Normalized Root Mean Square Error (nRMSE), kemudian metode terbaik divalidasi menggunakan kejadian banjir bandang tanggal 22 Januari 2019. HSS Nakayasu dengan parameter alfa 3,0 ditetapkan sebagai metode paling akurat dengan nilai MAPE 19,529%, nRMSE 22,073%, dan Relative Error positif sebesar 34,75% pada validasi. Perubahan tutupan lahan periode 2017–2023 menghasilkan kenaikan debit banjir 1,14% pada kala ulang 10, 50, dan 100 tahun, dengan peningkatan debit kala ulang 100 tahun sebesar 22,872 m³/det, sehingga perubahan tutupan lahan perlu menjadi pertimbangan dalam evaluasi kapasitas inflow Bendungan Bili-Bili secara berkala. Kata kunci : DAS Jeneberang, Der Weduwen, HSS Nakayasu, Angka Kurva SCS, tutupan lahan
Pengaruh Penambahan Minyak Jelantah dan Solar sebagai Peremaja pada Reclaimed Asphalt Pavement (RAP) terhadap Karakteristik Marshall Sugiharto, Adhelia Andari Putri; Ramadhani, Rizka Nova; Hendi Bowoputro; Achmad Wicaksono
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2026): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan kebutuhan material baru di tengah keterbatasan sumber daya alam menjadi  salah satu alasan penggunaan dari Reclaimed Asphalt Pavement (RAP). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari RAP yang diberi peremaja berupa campuran minyak jelantah dan solar terhadap karakteristik marshall pada campuran hot mix. Variasi kadar RAP yang digunakan yaitu pada kadar RAP 40%, 50%, dan 60% dengan kadar peremaja tetap 3% terhadap berat RAP, sedangkan peremaja yang digunakan adalah minyak jelantah dan solar sebagai solvent dengan perbandingan 60:40, 70:30, 80:20, dan 90:10 dan kadar aspal optimum yang digunakan sebesar 5,5%. Pengujian dilakukan menggunakan metode marshall dengan tujuan untuk mengetahui nilai dari VIM, VMA, VFB, Stabilitas. flow, dan Marshall Quotient yang kemudian di analisis menggunakan metode grafik pita, grafik 3D, uji homogenitas, dan uji ANOVA dua arah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan RAP memberikan pengaruh yang signifikan pada parameter marshall. Namun, proporsi minyak jelantah yang lebih tinggi cenderung menghasilkan kinerja campuran yang lebih baik. Kombinasi terbaik berada pada kadar RAP 40% dengan peremaja minyak jelantah sebesar 70% dan solar sebesar 30%, dengan stabilitas rata-rata yaitu 809,91 kg dan MQ 309,23 kg/mm.
Daktilitas dan Pola Retak Balok Beton Bertulang Berdasarkan Umur dan Rasio Tulangan dengan Persentase Ground Granulated Blast Furnace Slag 20% dan Fly Ash 10% I Made Ari Kesawa Wiguna; Lilya Susanti; Ming Narto Wijaya
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2026): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri konstruksi merupakan salah satu penyumbang emisi karbon terbesar akibat tingginya penggunaan semen portland dalam produksi beton. Salah satu upaya mengurangi dampak lingkungan tersebut adalah memanfaatkan material substitusi semen berupa Ground Granulated Blast Furnace Slag (GGBFS) dan Fly ash (FA). Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh variasi umur beton dan rasio tulangan terhadap daktilitas serta pola retak balok beton bertulang dengan substitusi semen menggunakan GGBFS 20% dan Fly ash 10%. Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan benda uji balok beton bertulang berukuran 100×10×20 cm dengan dua variasi umur beton (28 dan 56 hari) serta dua variasi rasio tulangan, yaitu A1 (0,00872) dan A2 (0,0131). Pengujian dilakukan dengan metode pembebanan lentur dua titik untuk memperoleh hubungan beban-lendutan, nilai daktilitas, beban retak pertama (Pcr), serta perkembangan pola retak hingga kondisi ultimit. Data dianalisis secara deskriptif dan statistik menggunakan metode Two-Way ANOVA dengan bantuan program IBM SPSS Statistics. Hasil penelitian menunjukkan umur beton memengaruhi daktilitas dan beban retak pertama, dengan balok umur 56 hari umumnya memiliki kemampuan menahan beban dan deformasi lebih besar dibandingkan umur 28 hari. Rasio tulangan juga memengaruhi perilaku balok, terutama terhadap nilai daktilitas, penyebaran retak, dan jumlah tahapan retakan. Pola retak pada seluruh benda uji didominasi retak lentur dan lentur-geser yang diawali dari daerah momen maksimum kemudian berkembang menuju daerah geser seiring peningkatan beban. Namun, hasil analisis statistik menunjukkan umur beton hanya berpengaruh signifikan terhadap beban retak pertama, sedangkan rasio tulangan berpengaruh signifikan terhadap daktilitas. Substitusi GGBFS 20% dan Fly ash 10% tetap menghasilkan perilaku daktilitas dan pola retak yang sebanding dengan balok kontrol, sehingga berpotensi digunakan sebagai alternatif material beton yang lebih ramah lingkungan. Kata kunci: daktilitas, pola retak, balok beton bertulang, GGBFS, fly ash.
Pengaruh Variasi Persentase Serbuk Kaca dan Fly Ash sebagai Bahan Pengganti Semen terhadap Kuat Tekan Beton dan Nilai Modulus Elastisitas Noufal, Alif; Desy Setyowulan; Eva Arifi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2026): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan pembangunan infrastruktur mendorong naiknya produksi semen Portland, yang menyumbang 7-8% emisi CO₂ global, sementara limbah kaca di TPA Supit Urang, Kabupaten Malang mencapai 178820 ton/tahun dengan pengelolaan yang masih rendah. Penelitian ini menganalisis pengaruh substitusi serbuk kaca 0%, 5%, 7,5%, 10% dari berat semen dan kombinasinya dengan fly ash 20% terhadap kuat tekan dan modulus elastisitas beton, menggunakan benda uji silinder 15×30 cm pada umur 28 dan 56 hari. Hasil menunjukkan penambahan serbuk kaca meningkatkan kuat tekan dan modulus elastisitas pada umur 28 hari, tetapi menurunkannya pada umur 56 hari. Pada variasi tunggal, hasil optimum dicapai beton kontrol (SK0FA0) di umur 56 hari (26,13 MPa untuk kuat tekan dan 11280,291 MPa untuk modulus elastisitas). Pada kombinasi dengan fly ash, kuat tekan optimum dicapai SK10FA20 (28,03 MPa) pada 56 hari, sedangkan modulus elastisitas optimum dicapai SK0FA20 sebesar 12247,208 MPa. Serbuk kaca dan fly ash berpotensi meningkatkan kualitas beton bila digunakan dalam proporsi tepat, menjadikannya alternatif material konstruksi ramah lingkungan yang menjanjikan, meski dosisnya perlu dikontrol agar mutu beton tetap terjaga. Kata Kunci: kuat tekan, serbuk kaca, fly ash
Pengaruh Waktu Curing terhadap Sifat Fisik dan Mekanis Campuran Geobead dan Fly Ash (30%) Berbasis Geopolimer Untuk Aplikasi Timbunan Jalan Mahendra, Ade; Zaika, Yulvi; Munawir, As'ad
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2026): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ade Mahendra, Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya, Juni 2026, Pengaruh Waktu Curing terhadap Sifat Fisik dan Mekanis Campuran Geobead dan Fly Ash (30%) Berbasis Geopolimer untuk Aplikasi Timbunan Jalan, Dosen Pembimbing: Yulvi Zaika dan As'ad Munawir. Pembangunan jalan di atas tanah lunak menghadapi kendala daya dukung rendah dan potensi penurunan yang besar, sehingga material timbunan ringan menjadi solusi yang banyak dikembangkan. Di sisi lain, limbah Recycled Concrete Aggregate (RCA), fly ash, dan cangkang kelapa sawit yang diolah menjadi Geobead tersedia dalam jumlah besar di Indonesia namun pemanfaatannya masih rendah. Ketiganya berpotensi dikombinasikan menjadi komposit geopolimer ultra-ringan untuk timbunan jalan, namun pengaruh waktu curing terhadap perkembangan sifat fisik dan mekanis campuran RCA dengan fly ash (30%) dan Geobead (20% dan 30%) belum banyak dikaji, sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh variasi waktu curing (3, 7, dan 14 hari) terhadap sifat fisik dan mekanis campuran Geobead dan fly ash (30%) berbasis geopolimer, menentukan waktu curing optimum, serta mengevaluasi kelayakannya sebagai material lapis fondasi jalan. Penelitian menggunakan RCA sebagai agregat utama yang distabilisasi dengan fly ash kelas C (30%) sebagai prekursor dan aktivator NaOH-Na2SiO3, dengan substitusi Geobead 20% dan 30% dari volume cetakan. Pengujian laboratorium meliputi kuat tekan bebas (UCS), kuat tarik belah, kuat lentur, dan abrasi Los Angeles pada benda uji silinder dan balok, sedangkan kelayakan strukturalnya dianalisis menggunakan metode elemen hingga (FEM) melalui PLAXIS 2D mengacu pada MDP 2024. Hasil penelitian menunjukkan kuat tekan, kuat tarik belah, dan kuat lentur meningkat seiring bertambahnya waktu curing mengikuti tren regresi logaritmik (R² hingga 0,98), meski terjadi fluktuasi sementara pada hari ke-7 akibat fase transisi geopolimerisasi. Pada curing 14 hari, variasi GB20 mencapai kuat tekan 8,86 MPa dan kuat lentur 1,77 MPa, sedangkan variasi GB30 mencapai 5,13 MPa dan 1,11 MPa, keduanya memenuhi standar minimum Cement Treated Base (3,5–4,5 MPa) menurut Spesifikasi Umum Bina Marga dan MDP 2024. Analisis FEM pada tekanan roda 700 kPa menunjukkan deformasi vertikal RCA-FA30.GB20.D14 dan RCA-FA30.GB30.D14 sebesar 2,041 mm dan 2,279 mm, masing-masing 42,10% dan 35,35% lebih kecil dibandingkan material acuan MDP 2024, sehingga memungkinkan reduksi ketebalan lapis fondasi hingga 44,4 mm. Dengan demikian, campuran RCA-fly ash-Geobead berbasis geopolimer terbukti layak digunakan sebagai material timbunan/lapis fondasi jalan ramah lingkungan dengan waktu curing optimum 14 hari. Kata Kunci: geopolimer, Recycled Concrete Aggregate (RCA), fly ash, Geobead, waktu curing, lapis fondasi jalan
Kinerja Mekanis dan Fisik Campuran RCA Geobead–Fly Ash (40%) Berbasis Geopolimer terhadap Potensi Aplikasi pada Timbunan Jalan Ramah Lingkungan Nadhifah, Nisrina Muna; Zaika, Yulvi; Suryo, Eko Andi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2026): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan limbah konstruksi dan pembangunan jalan pada tanah lunak mendorong pengembangan material timbunan yang ringan dan berkelanjutan. Penelitian ini mengkaji pemanfaatan Recycled Concrete Aggregate (RCA) yang distabilisasi dengan geopolimer berbasis fly ash (FA) kelas C sebesar 40% dengan penambahan geobead. Penelitian bertujuan menganalisis pengaruh geobead terhadap sifat fisik dan mekanis campuran serta mengevaluasi deformasi timbunan menggunakan Finite Element Method (FEM). Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan variasi geobead 0%, 10%, 20%, 30%, dan 40%, Hasil menunjukkan bahwa penambahan geobead menurunkan berat isi campuran sehingga berpotensi mengurangi beban pada tanah dasar. Pada aspek mekanis, hanya variasi GB 0%, 10%, dan 20% yang memenuhi syarat kuat tekan Cement Treated Base (CTB). Analisis FEM menunjukkan variasi GB 0% dan GB 10% menghasilkan defleksi yang lebih rendah dibandingkan timbunan konvensional sehingga berpotensi diterapkan pada jalan arteri primer dan jalan tol, sedangkan variasi GB 20% terbatas digunakan pada jalan dengan kecepatan rencana di bawah 80 km/jam. Kata kunci: Recycled Concrete Aggregate (RCA), Geobead, Geopolimer, Timbunan Jalan, Metode Elemen Hingga.
Pengaruh Penambahan Graphene Oxide terhadap Kinerja Marshall Campuran Laston Lapis Antara (AC-BC) Daniswara, Gusti Nayottama; Manu, Rolldie; Ir. Hendi Bowoputro, ST., MT., IPU., ASEAN Eng.; Dr. Rahayu Kusumaningrum, ST., MT., M.Sc.
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2026): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kerusakan jalan di Indonesia masih menjadi permasalahan yang dipengaruhi oleh beban lalu lintas berlebih serta kondisi iklim tropis yang mempercepat terjadinya deformasi permanen (rutting). Salah satu upaya untuk meningkatkan kinerja campuran aspal adalah melalui penambahan graphene oxide (GO) sebagai bahan aditif berbasis nanoteknologi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan graphene oxide terhadap kinerja Marshall campuran Asphalt Concrete-Binder Course (AC-BC) serta menentukan kadar graphene oxide optimum dengan variasi kadar graphene oxide sebesar 0,01%; 0,02%; 0,03%; 0,04%; dan 0,05% pada kadar variasi aspal 5,4%; 5,9%; dan 6,4%. Prosedur pencampuran mengacu pada Spesifikasi Umum Bina Marga Tahun 2025. Penelitian diharapkan mampu menunjukkan pengaruh graphene oxide terhadap karakteristik Marshall serta menghasilkan kadar optimum yang dapat meningkatkan ketahanan campuran terhadap rutting dan memperbaiki performa perkerasan jalan. Hasil penelitian diharapkan menjadi alternatif pengembangan material perkerasan jalan yang lebih tahan lama serta menjadi referensi bagi penelitian selanjutnya.
Penggunaan Limbah Konstruksi Berbasis PVC (Polyvinyl Chloride) sebagai Modifikasi Aspal dan Limbah Limestone sebagai Substitusi Filler Raihan, Sayudha; Dr. Rahayu Kusumaningrum, ST., MT., M.Sc.; Ir. Hendi Bowoputro, ST., MT., IPU., ASEAN Eng.
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2026): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masifnya limbah konstruksi pipa PVC dan limestone memicu permasalahan lingkungan yang serius. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kelayakan modifikasi limbah PVC dan substitusi filler limestone pada campuran Asphalt Concrete-Wearing Course (AC-WC) untuk menentukan Kadar Aspal Optimum (KAO), karakteristik Marshall, dan efisiensi biaya. Pengujian mengacu pada Spesifikasi Umum Bina Marga 2025 Divisi 6 menggunakan metode pencampuran kering (dry process) pada suhu 160–180 °C dengan aspal penetrasi 60/70. Campuran memanfaatkan potongan limbah PVC (2 x 0,1 cm) dengan variasi 7,5%, 10%, dan 12,5% terhadap berat aspal, serta limbah limestone lolos Saringan No. 200 sebagai substitusi filler sebesar 50%. Hasil penelitian menunjukkan kinerja campuran optimal dicapai pada kombinasi 10% PVC dan 50% limestone, yang memenuhi spesifikasi teknis pada rentang kadar aspal 6,07% hingga 6,77% dengan nilai KAO efisien sebesar 6,4%. Analisis simulasi jalan (1 km x 7 m x 6 cm) membuktikan penerapan KAO 6,4% menelan biaya Rp833.989.327,64, menghasilkan penghematan anggaran sebesar 0,76% dibandingkan campuran konvensional (Rp840.424.608,81) tanpa mengurangi stabilitas dan keawetan struktur perkerasan.