cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 1,483 Documents
Pengaruh Variasi Persentase Abu Sekam Padi (Rice Husk Ash/RHA) dan Fly Ash sebagai Bahan Pengganti Semen terhadap Kuat Lentur Beton Sony Akbar Surya Syahputra; Dr. Eng. Ir. Desy Setyowulan, ST., MT., M.Sc., IPM., ASEAN Eng.; Dr. Eng. Devi Nuralinah, ST., MT.
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2026): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beton merupakan material utama dalam berbagai proyek konstruksi berskala besar, seperti gedung bertingkat tinggi, jalan tol, jembatan, dan struktur lainnya sehingga beton menjadi material konstruksi yang paling banyak digunakan. Peningkatan kebutuhan beton dapat memicu masalah lingkungan akibat dari emisi karbondioksida yang dihasilkan dalam proses pembakaran, sehingga diperlukan material alternatif seperti RHA dan fly ash untuk menggantikan sebagian semen. Penelitian ini bertujuan mengetahui variasi persentase optimum dari RHA dan fly ash terhadap kuat lentur beton pada umur 28 dan 56 hari. Variasi persentase RHA yang digunakan adalah 0%, 5%, 10%, dan 15% serta fly ash sebesar 0% dan 20% dengan faktor air semen (fas) sebesar 0,436. Setiap variasi pada balok beton yang diuji memiliki variasi masing masing dengan jumlah 3 buah balok. Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan, penggunaan RHA dan fly ash dapat meningkatkan kuat lentur beton terutama pada variasi R10F0 sebesar 3,51 MPa pada umur 28 hari dan meningkat menjadi 4,13 MPa pada umur 56 hari. Sementara itu, pada campuran yang menggunakan fly ash, variasi R0F20 memiliki kuat lentur paling tinggi yaitu sebesar 4,67 MPa pada umur 28 hari dan 5,08 MPa pada umur 56 hari. Peningkatan kuat lentur pada umur yang lebih panjang menunjukkan bahwa reaksi pozzolanik dari RHA dan fly ash masih berlangsung sehingga berkontribusi terhadap perkembangan kekuatan beton. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa RHA dan fly ash berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan pengganti sebagian semen dalam campuran beton. Variasi campuran yang memberikan hasil paling optimum pada penelitian ini adalah R10F0 untuk beton tanpa fly ash dan R0F20 untuk beton dengan penambahan fly ash sebesar 20%. Kata Kunci : fly ash, Kuat Lentur Beton, Rice Husk Ash (RHA)
Pengaruh Variasi Biochar sebagai Substitusi Semen terhadap Sifat Mekanis dan Biologis Bioreceptive Concrete Sabila Fitri Hijriya; Dr. Eng. Ir. Eva Arifi, ST., MT., IPM., ASEAN Eng.; Ir. Indra Waluyohadi, ST., MT., M.Sc., IPM.
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2026): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beton merupakan material utama dalam pembangunan infrastruktur, namun penggunaan semen menghasilkan emisi karbon yang tinggi. Salah satu inovasi untuk mendukung konstruksi berkelanjutan adalah bioreceptive concrete, yaitu beton yang mampu mendukung pertumbuhan lumut. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh biochar sebagai substitusi sebagian semen terhadap kuat tekan dan pertumbuhan lumut pada bioreceptive concrete. Pengujian dilakukan menggunakan benda uji silinder untuk kuat tekan pada umur 28, 56, dan 90 hari serta benda uji pelat untuk pengamatan lumut. Variasi biochar yang digunakan sebesar 2,5%; 5%; dan 7,5% dari berat semen. Pertumbuhan lumut dianalisis menggunakan ImageJ dan Dino-Lite, sedangkan alkalinitas beton diukur melalui pengujian pH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan biochar menurunkan kuat tekan beton pada kondisi tanpa lumut, sedangkan pada kondisi berlumut variasi biochar 2,5% meningkatkan kuat tekan sebesar 1,85%. Pengamatan Dino-Lite menunjukkan pertumbuhan lumut terbaik pada variasi biochar 5%, sementara nilai pH terendah mencapai 8 pada variasi biochar 7,5% umur 90 hari. Hasil tersebut menunjukkan bahwa biochar berpotensi meningkatkan sifat bioreseptif beton dengan tetap mempertahankan kinerja mekanis yang memadai.   Kata Kunci: biochar, bioreceptive concrete, kuat tekan beton, lumut  
Pengaruh Recycled Coarse Aggregate (RCA) terhadap Sifat Mekanis dan Biologis Bioreceptive Concrete dengan Variasi Fly Ash sebagai Substitusi Semen Rosa Choirun Nissa'; Dr. Eng. Ir. Eva Arifi, ST., MT., IPM., ASEAN Eng.; Dr. Eng. Devi Nuralinah, ST., MT.
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2026): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri konstruksi global menghadapi tantangan besar dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan akibat tingginya konsumsi energi dan emisi karbon. Kondisi tersebut mendukung konsep suistainable construction melalui inovasi bioreceptive concrete dengan pemanfaatan Recycled Coarse Aggregate (RCA) dan fly ash sebagai substitusi semen yang mampu mendukung sifat mekanis dan biologis bioreceptive concrete. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan Recycled Coarse Aggregate (RCA) dengan variasi persentase fly ash sebagai substitusi semen terhadap kuat tekan pada umur 28, 56, dan 90 hari, serta pertumbuhan lumut pada bioreceptive concrete. Penelitian menggunakan variasi NCA, RCA, RCA-FA10, RCA-FA20, dan RCA-FA30. Benda uji yang digunakan berupa silinder beton berdiameter 100 mm dengan tinggi 200 mm untuk pengujian kuat tekan beton dan pelat beton dengan panjang 200 mm, lebar 200 mm, dan tebal 50 mm untuk pengujian pertumbuhan lumut. Variasi fly ash yang digunakan sebesar 10%, 20%, dan 30% dari total semen. Analisis luas area lumut menggunakan ImageJ dan analisis morfologi pertumbuhan lumut menggunakan Dino-Lite. Kata kunci: bioreceptive concrete, fly ash, kuat tekan beton, lumut, recycled coarse aggregate (RCA)
Pengaruh Variasi Fly Ash sebagai Substitusi Semen terhadap Sifat Mekanis dan Biologis Bioreceptive Concrete Nadia Salsabila Primadani; Dr. Eng. Ir. Eva Arifi, ST., MT., IPM., ASEAN Eng.; Dr. Eng. Devi Nuralinah, ST., MT.
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2026): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan semen sebagai material utama beton berkontribusi terhadap emisi karbon yang tinggi. Salah satu upaya untuk mengurangi penggunaan semen adalah dengan memanfaatkan fly ash sebagai substitusi sebagian semen sekaligus meningkatkan potensi bioreceptive concrete, yaitu beton yang mampu mendukung pertumbuhan organisme seperti lumut. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh variasi fly ash terhadap kuat tekan, pertumbuhan lumut, dan pH permukaan beton. Variasi fly ash yang digunakan adalah 0%, 10%, 20%, dan 30% dengan faktor air semen (FAS) 0,44. Pengujian kuat tekan dilakukan pada umur 28, 56, dan 90 hari, sedangkan pertumbuhan lumut diamati menggunakan ImageJ dan Dino-Lite. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan fly ash memengaruhi kuat tekan, pH, dan respons awal pertumbuhan lumut. Variasi NCA-FA20 memberikan peningkatan kuat tekan rata-rata tertinggi pada kondisi dengan lumut, sedangkan variasi NCA-FA30 menunjukkan pertumbuhan morfologi lumut yang lebih baik dibandingkan variasi lainnya. Selain itu, penggunaan fly ash menyebabkan penurunan pH permukaan beton sehingga lebih mendukung sifat bioreseptif. Dengan demikian, fly ash berpotensi digunakan sebagai material pendukung dalam pengembangan bioreceptive concrete yang lebih ramah lingkungan. Kata kunci: bioreceptive concrete, fly ash, kuat tekan, lumut, pH
Pengaruh Kombinasi Variasi Fly Ash dan Biochar sebagai Substitusi Semen terhadap Sifat Mekanis serta Biologis Bioreceptive Concrete Iza Afkarina Mutmainah; Dr. Eng. Ir. Eva Arifi, ST., MT., IPM., ASEAN Eng.; Dr. Ir. Retno Anggraini, ST., MT.
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2026): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beton merupakan material konstruksi yang banyak digunakan karena memiliki kuat tekan tinggi dan durabilitas yang baik. Namun, penggunaan semen sebagai bahan utama beton menghasilkan emisi karbon yang tinggi sehingga diperlukan material alternatif yang lebih ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh substitusi sebagian semen menggunakan fly ash dan biochar terhadap kuat tekan, pH, dan pertumbuhan lumut pada bioreceptive concrete. Variasi campuran yang digunakan terdiri atas fly ash sebesar 0%, 10%, dan 20% serta biochar sebesar 0%, 2,5%, 5%, dan 7,5%. Pengujian kuat tekan dan pH dilakukan pada umur 28, 56, dan 90 hari, sedangkan pertumbuhan lumut diamati selama 10 minggu menggunakan analisis ImageJ dan pengamatan morfologi dengan Dino-Lite. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan fly ash dan biochar memengaruhi kuat tekan, pH, dan pertumbuhan lumut pada bioreceptive concrete. Kuat tekan tertinggi diperoleh pada variasi fly ash 0% dan biochar 2,5%, sedangkan variasi fly ash 10%–biochar 2,5% dan fly ash 20%–biochar 0% menunjukkan peningkatan kuat tekan yang paling stabil pada berbagai umur pengujian. Nilai pH beton cenderung menurun seiring bertambahnya umur beton sehingga menciptakan kondisi yang lebih mendukung pertumbuhan lumut. Analisis ImageJ menunjukkan perubahan luas area lumut yang relatif kecil, sedangkan pengamatan Dino-Lite menunjukkan bahwa variasi fly ash 10% dan biochar 2,5% menghasilkan pertumbuhan lumut terbaik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan fly ash dan biochar berpotensi meningkatkan sifat bioreceptive concrete tanpa mengurangi kinerja mekanis beton secara signifikan. Kata kunci: bioreceptive concrete; biochar; fly ash; kuat tekan; lumut.
Pengaruh Variasi Persentase Fly Ash terhadap Kuat Tekan dan Pertumbuhan Lumut pada Mortar Bioreseptif Sitanggang, Daniel; Eva Arifi; Desy Setyowulan
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2026): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan kebutuhan material konstruksi berbasis semen mendorong eksplorasi bahan substitusi yang lebih berkelanjutan. Fly ash sebagai produk sampingan pembakaran batu bara berpotensi menggantikan sebagian semen Portland sekaligus memengaruhi karakteristik bioreseptif mortar. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh substitusi fly ash sebesar 0%, 10%, 20%, dan 30% terhadap kuat tekan dan sifat bioreseptif mortar. Pengujian kuat tekan dilakukan pada benda uji kubus 5 × 5 × 5 cm pada umur 28, 56, dan 90 hari, sedangkan evaluasi pertumbuhan lumut dilakukan pada panel 10 × 10 × 2 cm hingga umur 90 hari dengan parameter pH permukaan, water absorption, pengamatan makroskopis, luas penyebaran, dan pengamatan mikroskopis. Hasil penelitian menunjukkan substitusi fly ash memengaruhi perkembangan kuat tekan mortar secara berbeda tergantung umur pengujian. Pada umur 28 hari, kuat tekan tertinggi diperoleh pada fly ash 30% sebesar 24,72 MPa, namun pada umur 90 hari mortar fly ash 0% menghasilkan kuat tekan tertinggi sebesar 41,20 MPa, sementara fly ash 10%, 20%, dan 30% hanya mencapai 24,80 MPa, 28,40 MPa, dan 28,80 MPa. Substitusi fly ash hingga 30% belum mampu melampaui kuat tekan mortar fly ash 0% pada umur jangka panjang. Ditinjau dari sifat bioreseptif, peningkatan kadar fly ash mempercepat penurunan pH permukaan mortar, dengan fly ash 30% mencapai pH 10 paling cepat dibandingkan variasi lainnya. Nilai water absorption menurun seiring bertambahnya kadar fly ash, dengan nilai terendah pada fly ash 30% sebesar 3,60% tanpa lumut dan 3,50% dengan lumut. Pengamatan makroskopis belum menunjukkan perbedaan pertumbuhan lumut yang jelas, namun pengamatan mikroskopis Dino-Lite memperlihatkan struktur filamen dan titik pertumbuhan yang lebih berkembang pada fly ash 20% dan 30%. Substitusi fly ash pada kisaran 20–30% menunjukkan potensi lebih baik dalam meningkatkan sifat bioreseptif mortar meskipun belum mampu melampaui kuat tekan mortar fly ash 0% pada umur 90 hari. Kata kunci: Fly ash, kuat tekan, mortar bioreseptif, pertumbuhan lumut
Analisis Debit Banjir dengan Berbagai Metode Hidrograf Satuan Sintetik (HSS) di Daerah Aliran Sungai (DAS) wae Pesi Pulau Flores Batara Doa Megonondo; Agus Suharyanto; Yatnanta Padma Devia
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2026): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Manggarai di Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur, memiliki pola iklim dengan musim hujan yang singkat namun berintensitas tinggi serta musim kemarau yang panjang, sehingga kawasan di sekitar Sungai Wae Pesi rentan mengalami banjir. Penelitian ini bertujuan menganalisis debit banjir rancangan Daerah Aliran Sungai (DAS) Wae Pesi menggunakan tiga metode Hidrograf Satuan Sintetik (HSS), yaitu SCS-CN, Snyder, dan Nakayasu, serta membandingkan hasil ketiganya. Analisis diawali dengan menentukan batas DAS menggunakan ArcGIS, dilanjutkan dengan perhitungan curah hujan rata-rata wilayah metode Poligon Thiessen, uji konsistensi data menggunakan metode Rescaled Adjusted Partial Sums (RAPS), uji kesesuaian data menggunakan Smirnov-Kolmogrov serta analisis frekuensi curah hujan menggunakan distribusi Generalized Extreme Value (GEV) melalui perangkat lunak Hydrognomon 4.0. Debit banjir rancangan metode SCS-CN dan Snyder dihitung menggunakan perangkat lunak HEC-HMS, sedangkan metode Nakayasu dihitung secara analitis. Hasil penelitian menunjukkan nilai curah hujan rancangan untuk kala ulang 2, 5, 10, 25, 50, 100, dan 500 tahun berturut-turut sebesar 72,1 mm; 93,5 mm; 109,6 mm; 132,2 mm; 150,9 mm; 171,3 mm; dan 226,0 mm, dengan nilai Curve Number (CN) gabungan DAS Wae Pesi sebesar 75,96. Debit puncak pada kala ulang 10 tahun diperoleh sebesar 1.104,10 m3/det (SCS-CN), 1.103,70 m3/det (Snyder), dan 1.110,03 m3/det (Nakayasu). Berdasarkan analisis terhadap debit rata-rata gabungan, metode SCS-CN menunjukkan standar deviasi terkecil pada sebagian besar kala ulang. Namun, berdasarkan perbandingan dengan studi empiris terdahulu di wilayah Nusa Tenggara Timur, metode Nakayasu ditetapkan sebagai acuan utama karena dinilai paling representatif terhadap karakteristik fisik DAS Wae Pesi, sedangkan metode SCS-CN dan Snyder digunakan sebagai pembanding ilmiah. Penelitian selanjutnya disarankan menggunakan data debit observasi lapangan (Automatic Water Level Recorder/AWLR) untuk kalibrasi agar diperoleh hasil yang lebih akurat.
Studi Eksperimental Pengaruh Bakteri Sporosarcina Pasteurii terhadap Peningkatan Stabilitas Tanah Lanau Menggunakan Metode Microbially Induced Calcium Carbonate Precipitation (MICP) Yashinta, Farrah; As'ad Munawir; Eko Andi Suryo
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2026): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanah lanau memiliki karakteristik geoteknik yang kurang baik, seperti daya dukung rendah, kompresibilitas tinggi, dan stabilitas yang rendah sehingga memerlukan perbaikan sebelum dimanfaatkan sebagai tanah dasar konstruksi. Metode stabilisasi konvensional menggunakan semen atau kapur yang dinilai efektif masih berpotensi menimbulkan dampak lingkungan. Alternatif yang lebih ramah lingkungan salah satunya adalah metode Microbially Induced Calcite Precipitation (MICP) yang memanfaatkan bakteri Sporosarcina pasteurii untuk mengendapkan kalsium karbonat (CaCO₃) sebagai pengikat antarpartikel tanah. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pemanfaatan bakteri Sporosarcina pasteurii terhadap peningkatan kekuatan tanah lanau melalui perubahan nilai kohesi dan sudut geser dalam. Penelitian dilakukan menggunakan sampel tanah berbentuk silinder berdiameter 6 cm dan tinggi 2 cm. Kultur bakteri diperoleh dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) kemudian disubkultur di laboratorium. Variasi penelitian meliputi volume injeksi bakteri sebesar 2 ml, 4 ml, dan 6 ml dengan waktu pemeraman selama 3, 7, dan 14 hari. Pengujian dilakukan menggunakan uji direct shear untuk memperoleh nilai kohesi dan sudut geser dalam, serta analisis Scanning Electron Microscopy (SEM) dan X-Ray Diffraction (XRD) untuk mengidentifikasi pembentukan kristal kalsium karbonat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode MICP menggunakan bakteri Sporosarcina pasteurii mampu meningkatkan kualitas mekanis tanah lanau yang ditunjukkan oleh peningkatan nilai kohesi dan sudut geser dalam dibandingkan kondisi awal. Hasil SEM memperlihatkan struktur tanah yang lebih padat akibat terbentuknya kristal, sedangkan hasil XRD mengonfirmasi adanya endapan kalsium karbonat (CaCO₃) pada sampel yang telah diberi perlakuan. Dengan demikian, metode MICP menggunakan bakteri Sporosarcina pasteurii berpotensi menjadi alternatif stabilisasi tanah yang efektif dan lebih ramah lingkungan
Pengaruh Heat Treatment pada Penggunaan Geopolimer sebagai Coating Agregat Kasar Daur Ulang terhadap Kuat Tekan dan Cepat Rambat Gelombang Beton Samodra, Zahra; Eva Arifi; Siti Nurlina
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2026): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meningkatnya kebutuhan agregat alam akibat pesatnya pembangunan infrastruktur mendorong pemanfaatan agregat kasar daur ulang (recycled coarse aggregate/RCA) dari limbah bongkaran beton sebagai alternatif yang lebih ramah lingkungan. Namun, RCA memiliki pori yang lebih banyak akibat sisa mortar lama pada permukaannya sehingga daya serap airnya tinggi dan kekuatannya cenderung lebih rendah dibandingkan agregat alami (NCA). Penelitian ini mengkaji efektivitas pelapisan (coating) RCA menggunakan geopolimer berbahan dasar fly ash dengan variasi heat treatment (suhu ruang, 30°C, 60°C, dan 90°C) terhadap kuat tekan dan cepat rambat gelombang ultrasonik beton. Benda uji silinder dibuat menggunakan larutan NaOH 10 M dan rasio Na2SiO3:NaOH sebesar 2,5:1, dengan pengujian pada umur 28 hari melalui hammer test, ultrasonic pulse velocity (UPV), dan uji tekan destruktif. Hasil penelitian menunjukkan pelapisan geopolimer memperbaiki kualitas fisik RCA, ditandai oleh naiknya berat isi dan turunnya penyerapan air, dengan hasil paling optimal pada heat treatment 30°C. Perbaikan ini sejalan dengan meningkatnya kuat tekan beton RCA geopolimer dibandingkan RCA konvensional pada seluruh variasi. Meski demikian, kuat tekan beton RCA geopolimer masih di bawah capaian beton NCA, sementara nilai cepat rambat gelombangnya tidak menunjukkan perbedaan kualitas yang signifikan.
Pengaruh Penambahan Limbah Plastik Polypropylene (PP) dan Crumb Rubber terhadap Karakteristik Marshall Perkerasan AC-WC Asbuton Andrea, Joven; Clarisha Sandra Deviana Putri Syaifulloh; Prof. Ir. Ludfi Djakfar, MSCE., Ph.D., IPU., ASEAN Eng.; Dr. Rahayu Kusumaningrum, ST., MT., M.Sc.
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2026): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketergantungan pada aspal impor di Indonesia masih tinggi, sementara Aspal Buton (Asbuton) memiliki potensi sebagai pengikat perkerasan jalan. Namun, pemanfaatannya masih dibatasi oleh karakteristik Marshall dan potensi deformasi plastis. Studi ini meneliti modifikasi campuran AC-WC 8% dan 15% Asbuton menggunakan limbah plastik Polipropilena (PP) 1,5%, 3%, 4,5%, dan 6% serta karet remah 10% pada kadar aspal 6%, 7%, dan 8%. Studi ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh aditif terhadap karakteristik Marshall (VIM, VMA, VFB, stabilitas, aliran, dan MQ) dan menentukan kadar optimum. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa variasi kadar PP, kadar aspal, dan interaksi keduanya berpengaruh signifikan terhadap parameter VIM, VMA, VFB, stabilitas, dan Marshall Quotient (MQ).