cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 355 Documents
Evaluasi Kinerja Modifikasi Sequent Baffle Block pada Peredam Energi untuk Pengendalian Loncatan Tipe Kuat Berbasis Pemodelan CFD Betran Dima; Very Dermawan; Sumiadi
Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan Vol. 1 No. 1 (2026): Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan (JMTP)
Publisher : Departemen Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Energi kinetik dari pelimpah bendungan tinggi (Fr₁ > 9) dapat memicu loncatan hidrolik tipe kuat yang mengancam stabilitas struktur hilir. Penelitian ini mengevaluasi kinerja peredam energi USBR Tipe III terhadap usulan desain modifikasi sequent baffle block melalui uji model fisik berskala 1:100 dan simulasi numerik CFD berbasis Volume of Fluid (VOF). Pada kondisi debit ekstrem (21 l/dtk), kolam olak orisinal mengalami fenomena sweep-out yang mengakibatkan turunnya efisiensi peredaman menjadi 11%. Sebaliknya, penambahan sequent baffle block mampu meredam momentum aliran secara terdistribusi, menahan loncatan tetap di dalam kolam, dan mempertahankan efisiensi disipasi energi di angka 40%. Validasi komputasi numerik menunjukkan tingkat presisi yang cukup tinggi dengan Kesalahan Relatif (KR) di bawah 10%, yang secara efektif mengeliminasi bias pengukuran visual pada kondisi buih aerasi yang ada pada pengujian laboratorium.
Spatial Variation Modeling of Wave Propagation in a Semi-Enclosed Mangrove Coast: a Case Study of Clungup Mangrove Conservation (CMC) South Malang Laode Almay Fi Ahsany Taqwim; M Amar Sajali; Sebrian Mirdeklis Beselly
Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan Vol. 1 No. 1 (2026): Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan (JMTP)
Publisher : Departemen Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Clungup Mangrove Conservation (CMC) di Malang Selatan merupakan teluk semi-tertutup yang terpapar gelombang alun Samudra Hindia namun terlindungi terumbu karang. Penelitian ini bertujuan menganalisis hidrodinamika, memetakan propagasi gelombang, serta mengevaluasi konektivitas karang-lamun-mangrove dalam meredam energi gelombang guna menyediakan data kuantitatif bagi rehabilitasi mangrove. Metode simulasi numerik 2D terkopel berbasis flexible mesh divalidasi terhadap data lapangan dan diuji melalui lima skenario ekosistem. Hasil validasi menunjukkan keandalan tinggi (RMSE pasang surut = 0,0687 m, R2 = 0,9545; RMSE Hs= 0,0488 - 0,0543 m). Terumbu karang, padang lamun, dan hutan mangrove masing-masing mereduksi tinggi gelombang signifikan sebesar 41,6–57,5%, 15,0–20,5%, dan 40,0–70,9%, dengan reduksi fluks energi kumulatif mencapai 91,5% saat bekerja sinergis. Temuan ini menegaskan pentingnya strategi konservasi terpadu berbasis coral-seagrass-mangrove connectivity dibandingkan pendekatan ekosistem tunggal bagi pengelolaan kawasan pesisir.
Optimasi Waktu dan Biaya Konstruksi Spillway Bendungan Cibeet Menggunakan Integrasi BIM 4D dan CCPM Moh. Firman Septian Septian; Pitojo Tri Juwono; Evi Nur Cahya
Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan Vol. 1 No. 1 (2026): Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan (JMTP)
Publisher : Departemen Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proyek infrastruktur bendungan sering terkendala masalah keterlambatan akibat manajemen jadwal yang inefisien. Riset ini mengimplementasikan Building Information Modelling (BIM) dan metode Critical Chain Project Management (CCPM) guna mengoptimalkan durasi pengerjaan spillway Bendungan Cibeet. Data teknis diolah menggunakan perangkat lunak Revit untuk model 3D, serta Navisworks untuk simulasi 4D. Hasil analisis menunjukkan adanya perbedaan akurasi pada perhitungan Material Take Off (MTO) antara estimasi awal dengan BIM. Lebih lanjut, simulasi penjadwalan CCPM mampu mereduksi durasi proyek sebesar 22%, yakni dari 650 hari menjadi 507 hari. Optimalisasi ini turut memberikan imbas finansial yang positif dengan penghematan anggaran mencapai 0,56% atau Rp2.728.782.976,39. Terbukti bahwa kombinasi antara visualisasi BIM dan CCPM secara nyata meningkatkan kepastian eksekusi proyek.
Perencanaan Pondasi Tiang Bor untuk Mesin Gas Turbin pada PLTMG Tahuna Tobing, Hana Gia Jodis; Suwanto Marsudi; Evi Nur Cahya
Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan Vol. 1 No. 1 (2026): Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan (JMTP)
Publisher : Departemen Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kondisi geologis di area PLTMG Tahuna didominasi oleh lapisan tanah lempung lanau dan berpasir berplastisitas tinggi yang rawan mengalami pergerakan serta penurunan berlebih. Mempertimbangkan kondisi tersebut, dilakukan perencanaan pondasi tiang bor (bored pile) untuk mesin gas turbin. Perencanaan ini melibatkan analisis statis dan dinamis. Evaluasi kapasitas daya dukung dan penurunan tanah dihitung secara spesifik berdasarkan data N-SPT PLTMG Tahuna, yang kemudian dilengkapi dengan analisis RAB. Dari analisis yang dilakukan, didapatkan dimensi pondasi berupa pile cap 16 m x 5 m x 1,5 m, pedestal 15 m x 4 m x 0,5 m, dan 27 tiang bor D600 mm dengan panjang masing-masing 10 m. Nilai daya dukung serta penurunan tanah dinyatakan aman karena telah memenuhi faktor aman yang disyaratkan. Total kebutuhan biaya berdasarkan analisis RAB adalah sebesar Rp892.000.000,00.
Pemanfaatan Data Hujan Satelit GPM Sebagai Pendekatan Dalam Perkiraan Debit Sungai Menggunakan HEC-HMS di DAS Rejoso, Kabupaten Pasuruan Alamsyah, Ainun Rahimah; Harisuseno, Donny; Beselly, Sebrian Mirdeklis
Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan Vol. 1 No. 1 (2026): Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan (JMTP)
Publisher : Departemen Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterbatasan data curah hujan observasi dengan cakupan spasial dan temporal yang memadai menjadi tantangan dalam pemodelan hidrologi daerah aliran sungai (DAS). Data curah hujan satelit Global Precipitation Measurement (GPM) dapat menjadi alternatif, tetapi perlu dilakukan evaluasi dan koreksi sebelum digunakan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi akurasi data GPM terkoreksi Linear Scaling serta menguji penerapannya pada pemodelan debit menggunakan HEC-HMS di DAS Rejoso, Kabupaten Pasuruan. Penelitian menggunakan data curah hujan periode 2005–2024 dan debit AWLR Winongan Lor dengan indikator NSE, korelasi (r), RSR, dan PBIAS. Hasil menunjukkan koreksi Linear Scalingmeningkatkan kualitas data GPM dengan NSE 0,861, r 0,929, RSR 0,372, dan PBIAS 0,00%. Namun, penerapan data tersebut pada HEC-HMS belum memenuhi kriteria kinerja pemodelan debit, terutama periode validasi 2022–2024 dengan NSE -2,928 dan PBIAS -56,56%. Data GPM terkoreksi layak sebagai alternatif curah hujan, tetapi belum optimal untuk simulasi debit tanpa penyesuaian parameter model.
Analisa Laju Erosi dan Arahan Konservasi Lahan Menggunakan Model SWAT Pada Sub DAS Kali Konto Ariani, Intan Febri; Runi Asmaranto; Sebrian Mirdeklis Beselly Putra
Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan Vol. 1 No. 1 (2026): Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan (JMTP)
Publisher : Departemen Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sub DAS Kali Konto merupakan bagian dari DAS Brantas yang rawan erosi akibat topografi curam dan mengalami perubahan tata guna lahan, ditandai dengan banjir besar pada tahun 2021. Penelitian ini menganalisis laju erosi dan sedimentasi menggunakan model SWAT+ berbasis SIG, menghitung Indeks Bahaya Erosi (IBE), serta merumuskan arahan konservasi lahan dan rancangan anggaran biaya bangunan pengendali sedimen. Hasil simulasi menunjukkan rerata laju erosi di 2023 sebesar 167,37 ton per ha pertahun (11,95 mm/tahun), dengan 63% dari total luas DAS (24.277,36 ha) berkategori IBE sangat tinggi. Arahan konservasi yang diusulkan berupa kombinasi metode mekanis berupa tiga bangunan check dam pada titik strategis, dan metode non-struktural berupa reboisasi serta terasering pada subbasin lainnya. Total rancangan anggaran biaya pembangunan tiga check dam tersebut diperkirakan sebesar Rp13.946.780.000. Penelitian ini diharapkan menjadi acuan bagi pengelolaan DAS Kali Konto yang lebih berkelanjutan.
Perencanaan Struktur Bangunan Plengsengan Kapasitas 2.000 GRT di Dermaga LCM Pelabuhan Bulusan Banyuwangi Jawa Timur Wirayana, Adi Pradana; Suwanto Marsudi; Sebrian Mirdeklis Beselly Putra
Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan Vol. 1 No. 1 (2026): Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan (JMTP)
Publisher : Departemen Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelabuhan Bulusan di Banyuwangi, Jawa Timur, membutuhkan pengembangan dermaga LCM (Landing Craft Mechanized) untuk menampung kapal berkapasitas hingga 2.000 GRT guna mendukung distribusi barang dan penumpang antar Jawa dan Bali. Penelitian ini merencanakan struktur bangunan plengsengan sebagai penahan sekaligus tempat sandar kapal, meliputi analisis kondisi kolam pelabuhan eksisting, penentuan elevasi muka air laut rencana, desain struktur dan dimensi plengsengan, analisis pembebanan, desain pondasi tiang pancang, serta penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB). Hasil analisis menunjukkan elevasi muka air laut rencana sebesar +5,00 m dari MSL, dengan struktur plengsengan berdimensi 70 x 30 m menggunakan pondasi spun pile diameter 600 mm. Beban vertikal maksimum 84,19 ton masih jauh di bawah daya dukung izin 423,52 ton, sehingga pondasi dinyatakan stabil. Total RAB yang dibutuhkan untuk pembangunan plengsengan ini adalahRp3.950.000.000. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi acuan teknis dalam pengembanganDermaga LCM Pelabuhan Bulusan.
Pemetaan Spasial Hujan Rancangan Menggunakan Data SatelitGPM di Wilayah Administrasi Pasuruan Ana Nurkhalisha; Donny Harisuseno; Runi Asmaranto
Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan Vol. 1 No. 1 (2026): Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan (JMTP)
Publisher : Departemen Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wilayah administrasi Pasuruan memiliki topografi beragam sehingga distribusi hujan menunjukkan variasi spasial. Keterbatasan jumlah dan persebaran stasiun hujan menyebabkan representasi spasial hujan rancangan belum optimal. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja data curah hujan satelit Global Precipitation Measurement (GPM) terkalibrasi dan menentukan distribusi spasial hujan rancangan. Kalibrasi GPM dilakukan menggunakan metode Linear Scaling dan dievaluasi berdasarkan NSE, koefisien korelasi (r), dan RSR. Hujan rancangan dihitung menggunakan distribusi GEV maksimum untuk kala ulang 2, 5, 10, 25, 50, dan 100 tahun. Data GPM terkalibrasi menunjukkan kinerja baik dengan nilai NSE 0,85 dan 0,79, nilai r 0,88 dan 0,66, serta nilai RSR 0,39 dan 0,46. Curah hujan rancangan meningkat seiring bertambahnya kala ulang dengan kisaran 47,95–346,58 mm. Dengan demikian, kombinasi data observasi dan GPM mampu meningkatkan representasi spasial hujan rancangan untuk mendukung analisis hidrologi dalam perhitungan debit banjir rencana.
Pendekatan Ekohidrolik dalam Penilaian Kualitas Air dan Sedimen di Segmen Hilir dari Sub DAS Konto Hilir serta Pemodelan QUAL2Kw Hilwa Dul Abror; Very Dermawan; Linda Prasetyorini
Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan Vol. 1 No. 1 (2026): Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan (JMTP)
Publisher : Departemen Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kualitas air dan sedimen di segmen hilir Sub DAS Konto Hilir dinilai menggunakan pendekatan ekohidrolik, disertai pemodelan kualitas air melalui QUAL2Kw. Penilaian dilakukan pada enam titik sampling (TS 1–TS 6) menggunakan metode deskriptif kuantitatif, dengan kualitas air dinilai melalui Indeks Pencemaran (IP), kondisi biologis melalui Family Biotic Index (FBI), serta sedimen dianalisis berdasarkan parameter fisik dan kimia; sebaran spasialnya dipetakan menggunakan Inverse Distance Weighted (IDW). Hasil menunjukkan nilai IP tertinggi sebesar 7,58 pada TS 3 saat musim kemarau dan nilai FBI berkisar 6,26–7,27. Integrasi kualitas air, sedimen, hidrolika, vegetasi riparian, dan makrozoobentos mengidentifikasi TS 3 sebagai lokasi dengan tekanan lingkungan tertinggi. Pemodelan QUAL2Kw menunjukkan kesesuaian baik terhadap data observasi, dengan MAPE debit sebesar 11,35% (kemarau) dan 8,48% (hujan). Mitigasi direkomendasikan melalui Horizontal Subsurface Flow Constructed Wetland (HSSF-CW) di Desa Dungus dan Geosynthetic Wrapped Face Vegetation (GWFV) yang dikombinasikan dengan riparian vegetation zone di Desa Wangkalkepuh.
Pemanfaatan Data Hujan Satelit CHIRPS Sebagai MasukanDalam Perkiraan Debit Sungai Menggunakan HEC-HMS PadaSub-DAS Welang Hulu Kabupaten Pasuruan Aisyah Pratiwi; Donny Harisuseno; Sebrian Mirdeklis Beselly Putra
Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan Vol. 1 No. 1 (2026): Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan (JMTP)
Publisher : Departemen Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterbatasan jumlah dan sebaran stasiun hujan menjadi kendala dalam penyediaan data curah hujan untuk pemodelan hidrologi. Data satelit Climate Hazards Group InfraRed Precipitation with Station Data (CHIRPS) dapat dimanfaatkan sebagai alternatif, namun memerlukan koreksi bias sebelum digunakan sebagai masukan model. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja data CHIRPS, menerapkan metode koreksi bias Linear Scaling, serta mengkaji pemanfaatannya pada model HEC-HMS di Sub-DAS Welang Hulu, Kabupaten Pasuruan. Data penelitian meliputi curah hujan observasi tiga stasiun, data CHIRPS, dan debit observasi AWLR Purwodadi periode 2005–2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor koreksi harian lebih efektif dibandingkan faktor koreksi bulanan dengan nilai NSE 0,737, r 0,869, dan RSR 0,513. Kalibrasi HEC-HMS meningkatkan nilai NSE dari −0,37 menjadi 0,37. Setelah dilakukan analisis outlier menggunakan metode Interquartile Range (IQR), hasil evaluasi meningkat dengan NSE 0,50, r 0,730, RSR 0,70, PBIAS −0,74%, dan MKGE 0,721. Penerapan faktor koreksi harian dan metode IQR mampu meningkatkan representativitas evaluasi model HEC-HMS.