cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
PALASTREN
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 466 Documents
TINDAKAN KOMUNIKATIF DALAM MODEL PEMBERDAYAAN WANITA PADA SEKOLAH PEREMPUAN DESA, KOTA BATU, JAWA TIMUR Dhanny S. Sutopo
PALASTREN Jurnal Studi Gender Vol 9, No 1 (2016): PALASTREN
Publisher : STAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v9i1.1744

Abstract

Sekolah perempuan Batu adalah sekolah informal yang bergerak dalam bidang pemberdayaan perempuan. Tujuan dari berdirinya sekolah perempuan ini juga melegitimasi tujuan dari gerakan feminisme yang menghendaki laki-laki dan perempuan memiliki akses yang sama dalam kehidupan sosialnya, seperti dalam hal pekerjaan, pendapatan, dan juga kesejahteraan. Persamaan akses tersebut dapat secara perlahan diwujudkan dengan mengikuti sekolah perempuan Kota Batu. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana aplikasi tindakan komunikatif dalam pelaksanaan sekolah perempuan di Batu. Tindakan komunikatif ini mencakup proses partisipasi yang berkelajutan dari anggota komunitas, mengurangi narasi besar, aktif dalam melakukan diskusi dan dialog publik yang mengembangkan pengetahuan yang setara. Melalui penelitian kualitatif ditemukan bahwa tindakan komunikatif dalam pelaksanaan sekolah perempuan Batu menganut konsep parsitipatif dimana para peserta diperlakukan sebagai subyek sekaligus obyek dalam kegiatan ini. Spirit utama yang dibangun dalam sekolah perempuan ini antara lain: kesederhanaan, kemandirian, kejujuran, keadilan, kesetaraan, menolak kekerasan dan diskriminasi. Sekolah Perempuan Batu is an informal school for women which is conducted in order to fulfill the main purpose of their empowerment. This purpose also legitimize the goals of feminism movement that requires men and women equality to access social life in terms of jobs, income, and welfare. This paper aims to describe the application of communicative action in the implementation of Sekolah Perempuan Batu. This communicative action includes a process of sustained participation of community member, reducing the grand narrative, active discussions and public dialogue that develops the knowledge equivalent. Through qualitative research found that communicative action in the implementation of Sekolah Perempuan Batu embrace the concept of participatory where participants are treated as subject as well as object in this activity. The main spirit built in Sekolah Perempuan Batu are: simplicity, self-reliance, honesty, fairness, equality, rejection of violence and discrimination.
Developing the Islamic Reading Center Through Fostering the Village Youth Organization to Improve Children’s Literacy Irma Yuniar Wardhani; Nanang Nabhar Fakhri Auliya; Laily Fuadah
PALASTREN: Jurnal Studi Gender Vol 14, No 1 (2021): PALASTREN
Publisher : IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v14i1.6552

Abstract

The study of literacy always becomes the main issue in education, because this skill is a benchmark for the progress and development of a nation. Indonesia is a large country with a large area, however with its wide area it turns out to be an obstacle in terms of equalizing education in Indonesia. In fact, some rural villages have not had adequate access to education and it causes the paradigm about education among rural villages is less open.  Moreover, Indonesia is a country which majority of the population are Muslims, so the literacy skills improvement program which is being pursued should have an Islamic value. . Unfortunately, there have not been many reviews about increasing literacy skills based on Islamic education. Therefore, it needs an effort that can develop literacy skills for children especially for the nation's next generation. The fostering of villages youth organizations through the Islamic Reading Center (IRC) which aims to increase children's literacy is a literacy collaborative (LC) program starting from rural villages’ level, local government and central government which involves youth organization from the rural villages’ level, sub-district, regency, education and culture agency, social agency, regional and national libraries, and the directorate general of Islamic education of religious ministry of Republic of Indonesia. The Islamic reading center provides Islamic books and media that can be managed by the youth organizations in a rural village. So, through Islamic reading centers and literacy activities, it can increase literacy skills in rural villages which need more attention in education.
PERBANDINGAN PROKRASTINASI AKADEMIK MENURUT PILAHAN JENIS KELAMIN DI UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA Muhammad Johan Nasrul Huda
PALASTREN Jurnal Studi Gender Vol 8, No 2 (2015): PALASTREN
Publisher : STAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v8i2.973

Abstract

Salah satu topik penelitian yang paling sering tentang prokrastinasi adalah prokrastinasi akademik. Prokrastinasi adalah perilaku sukarela untuk menunda tindakan, meskipun ia telah mampu memprediksi bahwa penundaan akan membuat hal-hal buruk. Artikel ini membahas perilaku siswa yang menunda sejumlah tugas akademik sampai di dekat batas waktu untuk pengajuan tugas, atau sampai mereka mendapatkan peringatan yang berhubungan dengan mereka dalam tindakan. Berdasarkan survei tahun 2010 pada mahasiswa Universitas Islam Negeri. ditemukan ada perbedaan persentase antara mahasiswa laki-laki dan perempuan dari kelas 2004/2005. Persentase prokrastinasi siswa laki-laki sebanyak 78,5% sedangkan siswa perempuan yang menunda studinya sebanyak 21,5%. Hal ini kemudian dapat disimpulkan bahwa untuk siswa kelas 2004/2005, siswa laki-laki sering menunda studi mereka dibandingkan dengan yang perempuan. fenomena di UIN Sunan Kalijaga adalah bukti prestasi siswa perempuan dalam pendidikan ditandai kemampuan siswa perempuan ‘untuk menyelesaikan studi lebih cepat dibandingkan laki-laki. One of the most frequent research topic of procrastination is academic procrastination. Procrastination is a voluntary behavior to delay an action, though she/he has been able to predict that the delay will make things Worse. This article examines the behavior of students who put off a number of academic duties until near the deadline for submission of assignments, or until they get a warning related to their in action. Based on the survey in 2010 at the State Islamic University student. it is found there is a difference in the percentage between male and female students of class 2004/2005. Percentage of male students of procrastination as much as 78.5% while the female students who put off her studies as much as 21.5%. It can then be concluded that for the students of class Z004/2005, male students often postpone their studies compared with the female ones. the phenomenon at UIN Sunan Kalijaga is evidence of the achievements of female students in education characterized female students’ ability to complete the study more quickly than male ones.
PERAN KLÈBUN BABINE’DALAM UPAYA PENCEGAHAN PERNIKAHAN USIA DINI DI DESA PONTEH KECAMATAN GALIS KABUPATEN PAMEKASAN Hoiril Sabariman
PALASTREN Jurnal Studi Gender Vol 12, No 2 (2019): PALASTREN
Publisher : STAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v12i2.6053

Abstract

Pencegahan kasus pernikahan usia dini di desa Ponteh berjalan optimal. Penelitian ini fokus pada peran Klèbun Babine’ (perempuan kepala desa)dalam pencegahan kasus pernikahan usia dini di desa Ponteh. Pendekatan studi kasus melalui pengamatan langsung dan wawancara mendalam digunakan untuk memahami fenomena tersebut.Dalam menjelaskan peran Klèbun Babine’ ada dua teori yang digunakan yaitu teori strukturalis dan teori interaksionis.Artikel ini menyimpulkan Klèbun Babine’ menjadi figur yang dapat dicontoh oleh remaja perempuan di desa. Cara kerja Klèbun Babine’ dalam mencegah kasus pernikahan usia dini, pertama tidak memberikan rekomendasi dari desa untuk anak di bawah umur. Kedua pendekatan secara multidimensional untuk penundaan pernikahan usia dini. Ketiga, melakukan penyadaran kepada masyarakat dengan memanfaatkan berbagai kegiatan desa.Keempat, sosialisasi tentang kesehatan reproduksi remaja secara terpadu.Kontribusi keilmuan artikel ini adalah, mengoptimalkan peran Klèbun Babine’ dalam pengentasan pernikahan dini di desa yang dipimpin perempuan.
POLIGAMI DALAM PERDEBATAN TEKS DAN KONTEKS : MELACAK JEJAK ARGUMENTASI POLIGAMI DALAM TEKS SUCI Imam Machaly
PALASTREN Jurnal Studi Gender Vol 8, No 1 (2015): PALASTREN
Publisher : STAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v8i1.933

Abstract

Wacana poligami dalam pemikiran Islam telah menjadikontroversi dan menarik dibahas. Setiap argumen mempunyai dasar yang sama dari teks Alquran yaitusurah An Nisa; 3 dan hadits nabi. Wacana poligami dapat dibagi dalam tiga pendapat. Pertama, poligami benarbenar diizinkan dalam hukum Islam, kedua, poligami diizinkan dalam kondisi dan konteks tertentu. Ketiga,Poligami benar-benar dilarang, karena prinsip perkawinan Islam adalah monogami. Dalam konteks Indonesia,poligami dapat dibagi ke empat pendapat. Pertama, opini bahwa poligami sebagai pesanan syariah, kedua, opin bahwa poligami secara substantif  bukan ajaran Islam,tapi Islam secara bertahap mengubah praktek poligami di era Jahiliyyah untuk monogami tersebut. Ketiga, opini bahwa poligami bukan hanya masalah agama, tetapi jugamasalah sosial-budaya, dan keempat, pendapat bahwa poligami dapat dipraktekkan untuk anak yatim dan janda dengan tujuan untuk melindungi mereka.kata kunci: Poligami, Keadilan Gender, Teks Suci.
Contextualization of Qiwamah Meaning: Reflection on Abdullah Saeed, Application and Consistency Mayadina Rohmi Musfiroh; Sahiron Syamsuddin
PALASTREN Jurnal Studi Gender Vol 13, No 2 (2020): PALASTREN
Publisher : STAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v13i2.7191

Abstract

Textual interpretation potentially emerges conflict because it denies the social cultural context in which Al-Qur’an is used a way of life in the present context. Especially if the verse interpreted textually is related to the division of roles and rights that must be fulfilled in a family relationship. This article aims to examine the principles of interpretation, application and consistency of Saeed’s contextual interpretation in the qiwamah verse. This research is a library research with a data collection model and is presented in an analytical descriptive. The results of this study found that: First, Saeed’s contribution in contextual interpretation was a theoretical-methodological contribution by establishing nine principles in treating texts. Secondly, Saeed has applied three hermeneutical stages in interpreting verses related to male and female relationship, but it is not entirely consistent with the contextual interpretation model he initiated, especially in the third (meaning for the first recipient) and the fourth (meaning for the present). He explores the opinions of pre-modern to modern scholars more to describe the shift in context and the possibility of radically changing interpretation but he tends not to convey his personal opinion regarding the meaning of qiwamah. 
KERENTANAN PEREMPUAN TERHADAP PENULARAN HIV & AIDS : STUDI PADA IBU RUMAH TANGGA PENGIDAP HIV/AIDS DI KABUPATEN PATI, JAWA TENGAH Adiningtyas Prima Yuliani
PALASTREN Jurnal Studi Gender Vol 6, No 1 (2013): PALASTREN
Publisher : STAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v6i1.983

Abstract

Epidemi HIV dan AIDS di Indonesia terus meningkat. Di Kabupaten Pati angka prevalensi kasus HIV & AIDS daritahun 1996 hingga bulan September 2014 sebanyak 642 kasus dan angka sebaran infeksi seksual menular yang ada di tiap kecamatan di Kabupaten Pati. Kerentanan perempuan terhadap penularan penyakit seperti HIV ini didasarkan pada beberapa faktor yang terjadi pada level yang berbeda yaitu dari level individu, rumah tangga dan masyarakat serta level makro yang sering membuat perempuan tidak menyadari bahaya HIV danAIDS. Gambaran perilaku berisiko yang menyebabkan kerentanan perempuan dalam hal ini Ibu Rumah Tangga karena perilaku beresiko dialami oleh pasangannya,pemaksaan secara seksual dan penggunaan kondom yang rendah karena ketidaktahuan dan perasaan tidak enak untuk meminta pasangannya menggunakan kondom. Stigmatisasi dan diskriminasi masih dialami oleh para ODHA perempuan dalam hal ini Ibu Rumah Tangga.Kata Kunci : Kerentanan Perempuan, Perilaku Berisiko,HIV & AIDS. HIV and AIDS epidemic in Indonesia continues toincrease. Pati Regency prevalence rate in HIV and AIDScases from 1996 to September 2014 as many as 642 casesand the number of sexually transmitted infections spreadin every district in Pati regency. Women’s vulnerabilityto transmission of diseases like HIV is based on several factors that occur at different levels, namely on the levelof individuals, households and communities as well as themacro level often make women aware of the dangers ofHIV and AIDS. Overview risky behavior that led to thevulnerability of women in this case Housewife becauserisky behaviors experienced by their partner, sexualcoercion and low condom use because of ignoranceand feel bad to ask their partners to use condoms.Stigmatisation and discrimination still experienced by HIV positive people are women in this case Housewife.Keywords: Women’s Vulnerability, Risk Behavior, HIV and AIDS
GENDER BIAS CONSTRUCTED IN FREUD’S CONCEPT ON HUMAN PSYCHO-SEXUAL DEVELOPMENT (An Analyctical Study based on Islamic Psychological Analysis) Septi Gumiandari; Ilman Nafi’a
PALASTREN Jurnal Studi Gender Vol 12, No 1 (2019): PALASTREN
Publisher : STAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v12i1.3315

Abstract

Ilmu pengetahuan adalah hasil konstruksi manusia yang sangat bergantung pada siapa yang menciptanya. Ia bukanlah tidak berjenis kelamin. Ia melayani dan menguatkan nilai-nilai sosial dan konsep-konsep yang dibuat oleh penciptanya sendiri. Ketika ia tergenggam erat di tangan laki-laki, maka bias dipastikan pengalaman perempuan tidak akan menjadi sumber pengetahuan. Perempuan hanya akan menjadi objek telaah penelitian, termasuk dalam konteks ini, ilmu Psikologi. Penelitian ini akan menelaah secara kritis konsep Penis Envy Sigmund Freud yang ditenggarai memiliki pola pandang yang miring dalam melihat keberadaan organ seksualitas perempuan, disamping menunjukan posisi perempuan sebagai the second sex (makhluk kedua) dalam pranata sosial masyarakat. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif dengan pendekatan literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada beberapa bias gender yang dibangun dalam konsep Freud tentang Perkembangan Psiko-Seksual manusia seperti (1) Anatomi adalah takdir; (2) Superego laki-laki berkembang lebih baik daripada perempuan; (3) Perempuan lebih mudah menjadi neurotik daripada laki-laki; (4) beberapa strereotip perempuan sebagai efek residu dari Kecemburuan pada Penis; dan (5) teori Oedipus dan Electra Complex. Penelitian ini penting untuk mengatasi mengatasi persoalan androsentrisme dan representasi perempuan dalam ilmu Psikologi, mengakui perbedaan cara berpikir dan berpengetahuan perempuan dan laki-laki, dan mempertimbangkan pengalaman hidup mereka melalui perspektif Psikologi Islam. 
WAJAH MASKULIN TAFSIR AL-QUR’AN : STUDI INTERTEKSTUALITAS AYAT-AYAT KESETARAAN GENDER Ahmad Atabik
PALASTREN Jurnal Studi Gender Vol 6, No 2 (2013): PALASTREN
Publisher : STAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v6i2.988

Abstract

al-Qur’an yang diwahyukan dalam bahasa Arab tidak dapat dilepaskan dari visi gender dalam bahasa Arab. Artikel ini membahas pada aspek-aspek isu-isu gender yang terkandung dalam ayat-ayat Al-Quran, yang memberikan bias gender,baik secara tekstual maupun kontekstual. Melalui metode kualitatif, penelitian ini menemukan bias gender bahasaArab dalam Al-Qur’an. Bias gender ini juga mempengaruhi penafsiran. Ini membutuhkan pemahaman yang mendalam dan sangat sistematis, dengan menggunakan metodologi penafsiran yang tepat sebagai penafsiran Al-Qur’ankata kunci: Maskulin, Kajian Gender, Tafsir Al-Qur’an. In this simple article, the researcher will be more orientedon those aspects of gender issues contained in the verses of the Koran, which provides gender bias, both in textual and contextual. Through qualitative method, thisresearch will find the gender bias in the Arabic languagein the Qur’an. It is because the Qur’an, religious texts(text) has chosen the Arabic language in which aspects of gender bias in the Arabic language (as language choice inthe Lord Mediation), also affect the interpretation. Thisrequires an understanding of a very systematic and indepth by using the proper interpretation methodology as the interpretation of the Qur’anKeywords: Masculine, Gender Studies, interpretation ofal-Qur’an.
Kontestasi Teodisi dan Aksi Antara Islam Moderat dan Radikal Dalam Bencana Palu dan Lombok Fathimatuz Zahra; M. Nasrul Hakim
PALASTREN Jurnal Studi Gender Vol 11, No 2 (2018): PALASTREN
Publisher : STAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v11i2.4056

Abstract

Bencana merupakan  keniscayaan dalam kehidupan manusia dan memunculkan berbagai respon bagi masyarakat sekitarnya. Bencana sering terjadi di Indonesia, pada tahun 2018 di antaranya adalah gempa bumi Lombok dan Palu.Objek kajian yang dipilih adalah menyangkut respon organisasi masyarakat berbasiskan Islam terhadap bencana Lombok dan Palu. Dalam penelitian ini lebih khusus lagi diambil dari pemahamahan teodisi dan aksi organisasi Islam moderat dan radikal. Organisasi keislaman  memproduksi teks berupa fatwa, surat keputusan, atau artikel-artikel yang disebarkan pada lingkup internal. Teks-teks tersebut sebagai data kontestasi teodisi dalam organisasi keislaman. Analisis terhadap interpretasi tersebut digunakan untuk melihat respon tindakan yang dilakukan organisasi keislaman sebagai pelaksanaan dari teks. Bencana Palu dan Lombok menunjukkan Islam moderat memahami teodisi dalam bencana sebagai kasih sayang Tuhan sehingga dalam tindakan pun menggunakan dalil-dalil yang fleksibel. Sedangkan Islam radikal memunculkan kontestasi teodisi bahwa bencana yang turun merupakan azab, sehingga mereka dalam tindakan pun menggunakan dalil-dalil yang keras.Kata Kunci : Kontestasi, teodisi,  islam moderat dan islam radikal, bencanaAbstract :                                                                                               Disaster is a necessity in human life and raises various responses for the surrounding community. Disasters often occur in Indonesia, so here a study of disasters is needed. The disasters that occurred in Indonesia this year included the Lombok and Palu earthquakes. The study subjects chosen were related to the response of Islamic-based community organizations to the disasters of Lombok and Palu. In this paper, it is more specifically taken from the understanding of theodicy and the actions of moderate and radical Islamic organizations.Every Islamic organization produces texts in the form of fatwas, decrees, or articles that are disseminated in the internal sphere. These texts will be the data of theodic contestation in Islamic organizations. Then, the analysis of the interpretation is used to see the response of actions taken by Islamic organizations as the implementation of the text that has been produced.Keywords: Contestation, theodicy, action, moderate Islam and radical Islam, disaster