cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Ketahanan Nasional
ISSN : 08539340     EISSN : 25279688     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 527 Documents
Relasi Kuasa Elit Lokal Dan Pemerintah Lokal Dalam Penangan Konflik Sosial Paska Pilkada Dalam Mendukung Ketahanan Sosial Lusi Andriyani; Ma'mun Murod; Endang Sulastri; Djoni Gunanto; Muhammad Sahrul; Devia Andiani
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 27, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.61155

Abstract

ABSTRACTThe purpose of this study is to examine the relation between the local elite power and the local government following the 2017 regional election of DKI Jakarta (Pilkada). The conflict phenomenon that occurs after the general election is an important issue to study. In line with Pilkada's high-intensity activities in many regions in Indonesia, a study of the power relationships between local elites and the local government is important in order to prevent social conflicts following elections. This research is qualitative research using interview data and secondary data from online media, journals, books and related materials to collect data. The technique of data analysis uses secondary data domain techniques. Results of this study stated that 4.3% of people whose friendship had been damaged by the presidential election in 2014 and 5.7% of their social relations affected the regional head elections in Jakarta in 2017. This will continue to increase if no precautionary measures exist other than handling post-election conflicts, which local political elites and local governments deliberately ignore. ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji relasi antara kuasa elit lokal dengna pemerintah lokal pasca pemilihan kepala daerah (pilkada) DKI Jakarta tahun 2017. Fenomena konflik yang terjadi setelah pelaksanaan pemilihan umum menjadi isu penting untuk dikaji. Seiring dengan kegiatan pilkada yang dilaksanakan di Indonesia di beberapa daerah dengan intensitas yang tinggi maka penting adanya kajian tentang relasi kuasa elit lokal dan pemerintah lokal dalam pencegahan konflik sosial pasca pemilihan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan teknik pengambilan data melalui data wawancara dan data sekunder yang berasal dari media online, jurnal, buku dan dokumen terkait. Adapun teknik analisis data menggunakan teknik domain data sekunder. Hasil penelitian ini menyebutkan bahwa terdapat 4,3 persen masyarakat yang hubungan pertemanannya rusak karena pemilihan presiden tahun 2014 dan sebesar 5,7 persen hubungan sosialnya terdampak akibat pemilihan kepala daerah Jakarta tahun 2017. Kondisi tersebut akan semakin meningkat apabila tidak ada tindakan pencegahan selain itu pola penanganan konflik paska pilkada dinilai kurang serius dan sengaja dibiarkan oleh elit politik lokal dan pemerintah lokal.  
Peran Guru Dalam Meningkatkan Karakter Disiplin Untuk Mewujudkan Ketahanan Pribadi Siswa Melalui Pembelajaran PPKn (Studi Kasus Di SMA 1 Wonreli Maluku Barat Daya) Joniel Hendrik Salouw; Suharno Suharno Suharno; Rostin Talapessy
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 26, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.61168

Abstract

ABSTRACTThe purpose of this study was to revealed the role of the teacher in improving the character of discipline in order to realized students' personal resilience through learning Pancasila and Citizenship Education at SMA 1 Wonreli. student personal resilience. This research was a case study with a qualitative approach. This research was conducted in SMA 1 Wonreli Maluku Barat Daya (MBD). Data collection techniques in this study used three methods, namely, observation, interviews, and documentation. The results of this study were 1) The role of teachers in enhancing the character of discipline to created student personal resilience was the right way to instilled character values in the younger generation in order to created a generation with character and integrity. 2) Teachers always emphasized students to be disciplined and had good personalities in facing challenges and obstacles that weakened personal resilience, arriving at school on time, not cheating, wearing uniforms according to prescribed rules, obeying in words and actions. 3) In improving the character of discipline to created student personal resilience or fostering student character was the main alternative in producing students who were in accordance with the values of Pancasila.ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk mengungkapkan peran guru dalam meningkatkan karakter disiplin demi untuk mewujudkan ketahanan pribadi siswa melalui pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan di SMA 1 Wonreli, Kendala apa saja yang di hadapi dalam menigkatkan karakter disiplin siswa, upaya yang digunakan dalam menigkatkan disiplin siswa untuk mewujudkn ketahanan pribadi siswa.Penelitian ini merupakan studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di sekolah SMA 1 Wonreli Maluku Barat Daya (MBD). Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini mengunakan tiga cara yaitu, observasi, wawancara, dan dokumentasi.Hasil dari penelitian ini adalah 1) Peran guru dalam meningkatkan karakter disiplin untuk mewujudkan ketahanan pribadi siswa merupakan cara yang tepat untuk menanamkan nilai-nilai karakter pada generasi muda demi untuk menciptakan generasi yang berkarakter dan berintegritas. 2) Guru selalu menekankan kepada siswa untuk berdisiplin dan berkepribadian baik dalam menghadapi tantangan dan hambatan yang melemahkan ketahanan pribadi, datang di sekolah tepat waktu., tidak mencontek, memakai seragam sesuai aturan yang ditentukan, taat dalam perkataan dan tindakan. 3) Dalam meningkatkan karakter disiplin untuk mewujudkan ketahanan pribadi siswa atau membina karakter siswa merupakan alternatif utama dalam menghasilkan peserta didik yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.
Strategi Komunikasi Dan Pemanfaatan Teknologi Informasi Dan Komunikasi Dalam Pengembangan Ketahanan Desa Wisata Pada Masa Pandemi Covid-19 Di Cirebon Subejo Subejo; Nurul Chamidah; Nirmalasari Nirmalasari; Suyoto Suyoto; Sunarru Samsi Hariadi; Muhamad Muhamad; Apredeah Monica Selvi; Dedi Muhammad Siddiq; Khaerudin Imawan; Isamayana Isamayana
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 27, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.61859

Abstract

The governance of tourism villages, synergy and coordination among tourism village stakeholders that are efficient and effective and strengthening the capacity and support capacity of stakeholders requires  a communication strategy for developing tourism villages that is right in line with advances in information technology which have great potency to facilitate various tourism village development activities. In addition, the latest global developments with the Covid-19 pandemic appear to have a significant impact on the development of tourist villages. The study was conducted in three tourist villages in Jamblang District, Cirebon Regency, which have initiated the tourism village since 2016. Several research techniques used were FGD, in-depth interviews and direct interviews with 95 respondents. The study is able to map stakeholders based on status (internal and external) and stakeholders based on the level of interest and contribution (primary, secondary and tertiary). The main relationships between stakeholders include: socialization, training, extension, reports, coordination, promotion and assistance. Formally, there is no communication strategy document available, but related parties have practiced communication according to their interests. New media and several applications or  platforms have begun to be used by the community in supporting the development of tourism villages. The development of tourist villages was significantly affected by the Covid-19 pandemic and the existing strategies are not yet adaptive enough to the problems that arise. Several prospective tourism village development strategies include improving infrastructure aspects, human resource capacity, diversifying tourist attractions and strengthening promotions.
Kapasitas Ketahanan Masyarakat Dalam Menghadapi Bencana Pandemi Covid-19 Di Wilayah Perkotaan (Studi Kasus: Kampung Krasak RT 16, RW 04, Kelurahan Kotabaru, Kecamatan Gondokusuman, Kota Yogyakarta) Ika Afianita Suherningtyas; Agus Joko Pitoyo; Afrinia Lisditya Permatasari; Erik Febiarta
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 27, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.62013

Abstract

ABSTRACTThis research was intended to determined community capacity and strategies to enhanced resilience amid the devastating Covid-19 pandemic in urban areas.Community capacity was measured using quantitative and qualitative assessment methods. The former included a questionnaire survey of every member of the Covid-19 task force at the neighborhood level (census), while the latter collected qualitative data through field surveys and in-depth interviews. Community capacity served as the dependent variable, and the independent variables were threefold: preparedness capacity, adaptive capacity, and mitigation capacity. The collected data were analyzed quantitatively through statistical calculations (validity, reliability, and linear regression tests), then the descriptive analysis of the qualitative data complemented the results. Both validity and reliability tests yielded r-count>r-table for each variable (reliability= 0.427>0.339), meaning that the data were valid and reliable. Further, the analysis produced three community capacity levels: 44% high, 29% medium, and 27% low. Based on the highest percentage, it could be inferred that the community had very good capacity, it was showed that recilience was quite high. The linear regression test revealed interdependent variables with Sig.<0.05, rejecting the null hypothesis (Ho). With a level of influence of 48%, mitigation capacity was found to had the most significant influence (R2) among the research variables. Practicing health protocols, increasing media for information dissemination, and strengthening the community’s socioeconomic state were among the recommended strategies to increased capacity. ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kapasitas masyarakat serta strategi peningkatan kapasitas ketahanan masyarakat dalam menghadapi bencana pandemi Covid-19 di wilayah perkotaan.Metode pendekatan untuk mengetahui kapasitas masyarakat dilakukan secara kuantitatif dan kualitatif. Pendekatan kuantitiatif dengan pendekatan kuesioner. Pengambilan data dilakukan secara sensus yaitu populasi anggota satgas Covid-19 tingkat RT, dengan teknik pengambilan data menggunakan kuesioner. Sedangkan data kualitatif diperoleh dengan survei lapangan dan wawancara mendalam. Variabel dependen berupa kapsitas masyarakat sedangkan variabel independen mencakup kapasitas kesiapan, kapasitas bertahan hidup (adaptasi) dan kapasitas mitigasi. Kemudian data dianalisis secara kuantitaitf melalui perhitungan statistik (uji validitas, uji reliabilitas, dan uji regresi linier) dan didukung secara kualitiatif melalui analisis deskriptif.Berdasarkan uji statistik variabel penelitian menunjukkan nilai r hitung pada setiap variabel pertanyaan kuesioner > r tabel sehingga data valid, sedangkan reliabilitas data menunjukkan r hitung > r tabel yaitu 0,427 > 0,339 sehingga data reliabel. Analisis kapasitas masyarakat menunjukkan 44% kelas tinggi, 29% kelas sedang, dan 27% kelas rendah, sehingga kapasitas masyarakat sudah sangat baik dengan ketahanan yang cukup tinggi. Berdasarkan hasil perhitungan dengan pendekatan linier, variabel saling berpengaruh dengan nilai Sig. < 0,05 (Ho ditolak), sedangkan R Square pengaruh paling besar adalah variabel mitigasi dengan tingkat pengaruh 48%.  Strategi peningkatan kapasitas ketahanan masyarakat dapat dilakukan dengan penerapan protokol kesehatan, peningkatan media informasi, dan penguatan sosial ekonomi masyarakat
Rekonstruksi Keamanan Maritim Indonesia Dalam Rangka Mewujudkan Ketahanan Wilayah (Studi Di Kabupaten Natuna Periode Tahun 2019-2020) Panji Suwarno; Siswo Hadi Sumantri; Fauzi Bahar
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 27, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.62028

Abstract

ABSTRACT                  There were several things that were important points for Indonesia by paying attention to several things, firstly, Indonesia must be aware of the security situation in the North Natuna Sea, which was often disputed by several regional countries. Conflicts in regional areas would affect security because geographically, Indonesia was very close to this area and even directly in contact with the North Natuna Sea. The conflict would also have an impact on economic conditions, because the Natuna sea area was the crossing area of international ships that were going to industrial areas, including Indonesia. The purpose of this article was to analyzed the threats and reconstruct Indonesia's maritime security in the context of realizing national resilience. The case study of this research was on the Natuna sea conflict. This research used descriptive qualitative data analysis techniques. Based on the analysis, the threat analysis had been seen through response management against the form of violation in the Natuna sea area, by Bakamla RI, Lanal, Lantamal, and the Regional Government, also the Central Government through the Ministry of Foreign Affairs. This could be used as a form of development (reconstruction) for Indonesian Maritime Resilience in order to provided support for national resilience to strengthened national defense. ABSTRAK Terdapat beberapa hal yang menjadi poin penting bagi Indonesia dengan memperhatikan beberapa hal yaitu pertama, Indonesia harus mewaspadai situasi keamanan di Laut Natuna Utara yang sering terjadi sengketa oleh beberapa negara kawasan. Konflik di daerah kawasan akan mempengaruhi keamanan karena secara geografis wilayah Indonesia sangat berdekatan dengan wilayah tersebut dan bahkan bersinggungan langsung dengan wilayah Laut Natuna Utara. Konflik juga akan berimbas dengan kondisi ekonomi, dikarenakan wilayah laut Natuna merupakan perlintasan internasional kapal-kapal yang hendak berlayar menuju wilayah industrial termasuk Indonesia. Artikel ini bertujuan menganalisis ancaman dan rekontruksi kemanan maritim Indonesia dalam rangka mewujudkan ketahanan nasional.Studi kasus penelitian ini pada konflik perairan Natuna. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data kualitatif deskriptif.Berdasarkan analisis, analisis ancaman sudah terlihat melalui manajemen respon terhadap bentuk pelanggaran di wilayah periaran Natuna, oleh Bakamla RI, Lanal, Lantamal dan Pemerintah Daerah, serta Pemerintah Pusat Melalui Kementerian Luar Negeri. Hal inilah yang dapat dijadikan sebagai bentuk bangunan (rekonstruksi) terhadap Ketahanan Maritim Indonesia guna memberikan dukungan terhadap ketahanan nasional untuk memperkuat pertahanan negara.
Implementasi Kebijakan E-Voting Dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Di Kabupaten Boyolali Tahun 2019 Dan Implikasinya Terhadap Ketahanan Politik Wilayah Romadzon Syaiful Haq; Kaelan Kaelan; Armaidy Armawi
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 26, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.62262

Abstract

ABSTRACT This research aimed to analyzed the implementation of e-voting policy in the Election of Village Heads (Pilkades) in Boyolali Regency in 2019 and examined the implications of using e-voting in the Pilkades on regional political resilience in Boyolali Regency in 2019. The implementation of e-voting policies was analyzed using a model of the policy implementation formulated by van Meter and van Horn (1974). Regional political resilience was analyzed using indicators that embody political resilience.The method used in this research was descriptive qualitative. In obtaining data, researchers used interview research tools with the research informant as the Office of Community Empowerment (Dispermasdes) of Boyolali Regency. The research also used secondary data derived from documents found in the Dispermasdes of Boyolali Regency and other sources such as books, journals, and the internet.The results of this research showed that the implementation of e-voting policy in the Pilkades in Boyolali Regency in 2019 had been implemented well. The implementation of e-voting also achieved its goal, which was to reduced the problems that occurred in the Pilkades, especially in the recapitulation of vote counting. Besides, resource support also had an important role in implementing a policy. The attitude of the policy implementers who support it was crucial to the implementation of the policy. Communication and coordination between the Regency Election Committee, the Village Election Committee, and the Technical Team which consistent and accurate it could minimize errors. Supporting social, economic, and political conditions also influenced the implementation of policies. The policy of using e-voting in the Pilkades in Boyolali Regency in 2019 was following the aspirations of the people, fulfilled the principles of LUBER JURDIL, and could support the rule of law but the use of e-voting did not necessarily increase the level of participation so that the use of e-voting in the Pilkades did not fully realize regional political resilience indicators. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi kebijakan e-voting dalam Pilkades di Kabupaten Boyolali tahun 2019 serta mengkaji implikasi penggunaan e-voting dalam Pilkades terhadap ketahanan politik wilayah di Kabupaten Boyolali tahun 2019. Implementasi kebijakan e-voting dianalisis menggunakan model implementasi kebijakan yang dirumuskan oleh van Meter dan van Horn (1974). Ketahanan politik wilayah dianalisis menggunakan indikator-indikator yang mewujudkan ketahanan politik.Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu deskriptif kualitatif. Dalam memperoleh data, peneliti menggunakan alat penelitian wawancara dengan informan penelitian Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dispermasdes) Kabupaten Boyolali. Penelitian juga menggunakan data sekunder yang berasal dari dokumen yang terdapat pada Dispermasdes Kabupaten Boyolali serta sumber-sumber lain seperti buku, jurnal dan internet.Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan e-voting dalam Pilkades di Kabupaten Boyolali tahun 2019 telah terlaksana dengan baik. Implementasi e-voting juga mencapai tujuan, yaitu mengurangi permasalahan yang terjadi dalam Pilkades, terutama dalam rekapitulasi penghitungan suara. Selain itu dukungan sumber daya juga mempunyai peran penting dalam pelaksanaan sebuah kebijakan. Sikap pelaksana kebijakan yang mendukung sangat menentukan terlaksananya kebijakan. Komunikasi dan koordinasi yang terjalin antara Panitia Pemilihan Kabupaten, Panitia Pemilihan Desa, dan Tim Teknis yang konsisten dan akurat dapat meminimalisasi kesalahan. Kondisi sosial, ekonomi, dan politik yang mendukung juga mempengaruhi terlaksananya kebijakan. Kebijakan penggunaan e-voting dalam Pilkades di Kabupaten Boyolali tahun 2019 sudah sesuai dengan aspirasi masyarakat, memenuhi asas LUBER JURDIL, dan dapat mendukung penegakan supremasi hukum akan tetapi penggunaan e-voting tidak serta-merta menaikkan tingkat partisipasi sehingga penggunaan e-voting dalam Pilkades tidak sepenuhnya mewujudkan indikator-indikator ketahanan politik wilayah. 
Penguatan Nilai-Nilai Ketahanan Nasional Di Sekolah Melalui Pendidikan Kewarganegaraan (Studi Di SMK Pusdikhubad Kota Cimahi, Jawa Barat) Lili Halimah; Anis Suryaningsih Suryaningsih; Yayuk Hidayah; Risti Aulia Ulfah
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 27, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.64022

Abstract

ABSTRACT             The idea of the strengthening of citizenship values came with implications on the perspective of realizing national resilience in the school. The purpose of this study was to analyzed the strengthening of citizenship values to realized national resilience in the School environment.                 This research used a qualitative approach with a case study design. Data collection used interview, observation and documentation techniques. Data analysis used interactive analysis consisting of data reduction, data presentation and data verification.                 The results showed that strengthening the values of citizenship to realized national resilience in the school environment was through three ways, namely: 1) learning innovative citizenship education, 2) internationalizing the values of national resilience in the school environment by habituation and 3) the existence of extracurricular activities which was a discussion forum for students to deepened the values of national resilience in the school environment. Citizenship values were important for students because they would form a person who had a national spirit, loves the motherland and had an identity as an Indonesian nation.         ABSTRAK Gagasan penguatan  nilai-nilai kewarganegaraan hadir dengan implikasi pada perspektif  mewujudkan ketahanan nasional pada lingkungan sekolah. Tujuan penelitian ini menganalisis penguatan nilai-nilai kewarganegaraan dalam mewujudkan ketahanan nasional pada lingkungan sekolah.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan disain studi kasus. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Analsisi data menggunakan analisis interaktif yang terdiri dari reduksi data, penyajian data dan verifikasi data.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan nilai-nilai kewarganegaraan untuk   mewujudkan ketahanan nasional pada lingkungan sekolah dilakukan melalui tiga cara, yaitu: 1) pembelajaran pendidikan kewarganegaraan yang inovatif, 2) internasliasi nilai-nilai ketahanan nasional pada lingkungan sekolah dengan pembiasaan dan 3) adanya aktivitas ekstra kurikuler yang menjadi forum diskusi bagi siswa dalam memperdalam nilai-nilai ketahanan nasional pada lingkungan sekolah. Nilai-nilai kewarganegaraan penting bagi siswa karena akan membentuk pribadi yang memiliki jiwa nasioalisme, cinta tanah air dan memiliki identitas sebagai bangsa Indonesia.    
Peran Spiritual Well-Being Untuk Menumbuhkembangkan Kesehatan Mental Demi Mewujudkan Ketahanan Sosial Pada Masyarakat Korban Konflik Sosial Di Aceh Singkil Raja Oloan Tumanggor; Agoes Dariyo
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 27, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.64606

Abstract

ABSTRACT                    This study aimed to determined the role of spiritual well-being to developed mental health in order to realized social resilience  in the victims of social conflict in Aceh Singkil..                     Retrieving of data used questionnaires, namely spiritual well-being, resilience and mental health. In this study involved the number of subjects as many as 300 people who were victims of social conflict in Aceh Singkil. Data analysis using correlation and regression.                     It was found that there was a significant role for spiritual well-being towards the development of resilience, there was a role of spiritual well-being towards the development of mental health, and there was a role of resilience towards mental health in victims of social conflict. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran spiritual well-being untuk mengembangkan kesehatan mental demi mewujudkan ketahanan sosial pada masyarakat korban konflik sosial Aceh Singkil.Pengambilan data dengan menggunakan kuesioner yaitu spiritual well-being, resiliensi dan kesehatan mental. Penelitian ini melibatkan subjek sebanyak 300 orang yang menjadi korban konflik sosial di Aceh Singkil.  Analisis data dengan menggunakan korelasi dan regresi.Ditemukan bahwa ada peran signifikan spiritual well-being terhadap pengembangan resiliensi, ada peran spiritual well-being terhadap pengembangan kesehatan mental, dan ada peran resiliensi terhadap kesehatan mental pada korban konflik sosial.
Ketahanan Ideologi Pancasila Dalam Menghadapi Distrupsi Revolusi Industri 4.0 H.M Rifqinizamy Karsayuda; Rahmadi Indra Tektona
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 27, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.65002

Abstract

ABSTRACTThe  era of disruption that  occurred globally had affected all human life in various fields, both in the economic, social, cultural, political, educational and other fields. Disruption had a positive impact, but it would also have a negative impact if it was not treated wisely. Geostrategy could be used as an effort to maintained ideological resilience, which was one of the basic things needed in realizing national resilience.The research method used in this article was normative research; the research stage, literature study; and deductive analysis, the type of research approach used was the conceptual approach and the statutory approach. This study discussed Pancasila as the source of all sources of law as well as the ideology of Indonesia's geostrategic resilience in the face of an era of global disruption. The author also used the literature methodIn this era of global disruption, Pancasila as the basis of the state and the nation's outlook on life played an important role in being able to filtered new values, by applying Pancasila values in all aspects of national life so as to maintained national resilience while still paying attention to the existence of Indonesian geostrategy  which had Pancasila as an ideology of geostrategic resilience which was a reflection of the existing values and lives of the precepts contained in it.ABSTRAKDistrupsi industri 4.0 telah mempengaruhi seluruh kehidupan manusia di berbagai bidang, baik di bidang ekonomi, sosial, budaya, politik, pendidikan, dan bidang lainnya. Memberikan dampak positif dan negatif jika tidak disikapi dengan bijak. Geostrategi dapat dimanfaatkan sebagai upaya menjaga ketahanan ideologi yang merupakan salah satu hal dasar yang diperlukan dalam mewujudkan ketahanan nasional.Metode penelitian yang digunakan dalam artikel ini adalah penelitian normatif; tahap penelitian, studi kepustakaan; dan analisis deduktif, jenis pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan konseptual dan pendekatan perundang-undangan. Penelitian ini membahas mengenai Pancasila sebagai sumber segala sumber hukum yang juga sebagai ideologi ketahanan geostrategi Indonesia dalam menghadapi era  global. Peneliti juga menggunakan metode kepustakaan (library research).Dalam distrupsi industri 4.0, Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa memegang peranan penting untuk dapat menjadi filter nilai-nilai baru, dengan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam segala aspek kehidupan nasionalnya diharapkan mampu mempertahankan ketahanan nasional dengan tetap memperhatikan eksistensi geostrategi Indonesia.
Persepsi Siswa Sekolah Menengah Atas di Purwokerto terhadap Gelombang Budaya Korea (Korean Wave) dan Implikasinya bagi Ketahanan Budaya Daerah Tunjung Linggarwati; Arief Bakhtiar Darmawan; Renny Miryanti
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 27, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.63536

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini berangkat dari kondisi global akan tingginya intensitas penyebaran budaya Korea yang mulai menggeser dominasi Westernisasi. Saat ini, Korean Wave atau Hallyu merupakan bentuk globalisasi budaya versi Asia yang sangat kuat penyebarannya di Indonesia. Penelitian ini hendak membahas mengenai persepsi siswa sekolah menengah atas (SMA) di Purwokerto menghadapi Korean Wave dan implikasinya bagi ketahanan budaya daerah.Metode penelitian yang digunakan dalam artikel ini adalah metode campuran (mix method), yaitu kuantitatif dan kualitatif, dengan menggunakan metode survei, wawancara dan focused group discussion (FGD). Penulis melakukan survei kepada para siswa dari satu SMA negeri dan dua SMA berbasis agama di Purwokerto dengan penyebaran kuesioner. Penulis juga melakukan wawancara dan FGD dengan para guru, Kabid Budaya Disporabudpar Kabupaten Banyumas, dan perwakilan Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Tengah Wilayah X.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketahanan budaya lokal diperlukan sebagai upaya penguatan karakter budaya bangsa menghadapi penyebaran budaya Hallyu yang masif. Bagi siswa SMA di Purwokerto, menjadi bagian dari masyarakat global tidak berarti harus kehilangan identitas budaya lokal. Para siswa SMA di Purwokerto masih memiliki ketahanan individu dalam unsur-unsur budaya lokal, seperti pengungkapan gaya bahasa dan asas-asas kekeluargaan dalam masyarakat. Selain itu, satu hal penting yang perlu ditingkatkan untuk memupuk ketahanan budaya daerah adalah unsur penghayatan terhadap kesenian lokal. ABSTRAK Penelitian ini berangkat dari kondisi global akan tingginya intensitas penyebaran budaya Korea yang mulai menggeser dominasi Westernisasi. Saat ini, Korean Wave atau Hallyu merupakan bentuk globalisasi budaya versi Asia yang sangat kuat penyebarannya di Indonesia. Penelitian ini hendak membahas mengenai persepsi siswa sekolah menengah atas (SMA) di Purwokerto menghadapi Korean Wave dan implikasinya bagi ketahanan budaya daerah.Metode penelitian yang digunakan dalam artikel ini adalah metode campuran (mix method), yaitu kuantitatif dan kualitatif, dengan menggunakan metode survei, wawancara dan focused group discussion (FGD). Penulis melakukan survei kepada para siswa dari satu SMA negeri dan dua SMA berbasis agama di Purwokerto dengan penyebaran kuesioner. Penulis juga melakukan wawancara dan FGD dengan para guru, Kabid Budaya Disporabudpar Kabupaten Banyumas, dan perwakilan Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Tengah Wilayah X.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketahanan budaya lokal diperlukan sebagai upaya penguatan karakter budaya bangsa menghadapi penyebaran budaya Hallyu yang masif. Bagi siswa SMA di Purwokerto, menjadi bagian dari masyarakat global tidak berarti harus kehilangan identitas budaya lokal. Para siswa SMA di Purwokerto masih memiliki ketahanan individu dalam unsur-unsur budaya lokal, seperti pengungkapan gaya bahasa dan asas-asas kekeluargaan dalam masyarakat. Selain itu, satu hal penting yang perlu ditingkatkan untuk memupuk ketahanan budaya daerah adalah unsur penghayatan terhadap kesenian lokal. 

Filter by Year

1996 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 31, No 3 (2025) Vol 31, No 2 (2025) Vol 31, No 1 (2025) Vol 30, No 3 (2024) Vol 30, No 2 (2024) Vol 30, No 1 (2024) Vol 29, No 3 (2023) Vol 29, No 2 (2023) Vol 29, No 1 (2023) Vol 28, No 3 (2022) Vol 28, No 2 (2022) Vol 28, No 1 (2022) Vol 27, No 3 (2021) Vol 27, No 2 (2021) Vol 27, No 1 (2021) Vol 26, No 3 (2020) Vol 26, No 2 (2020) Vol 26, No 1 (2020) Vol 25, No 3 (2019) Vol 25, No 2 (2019) Vol 25, No 1 (2019) Vol 24, No 3 (2018) Vol 24, No 2 (2018) Vol 24, No 1 (2018) Vol 23, No 3 (2017) Vol 23, No 2 (2017) Vol 23, No 1 (2017) Vol 22, No 3 (2016) Vol 22, No 2 (2016) Vol 22, No 1 (2016) Vol 21, No 3 (2015) Vol 21, No 3 (2015) Vol 21, No 2 (2015) Vol 21, No 2 (2015) Vol 21, No 1 (2015) Vol 21, No 1 (2015) VOL. XXI, NO. 1 APRIL 2015 Vol 20, No 3 (2014) Vol 20, No 2 (2014) Vol 20, No 1 (2014) Vol. XX, No. 3, Desember 2014 VOL. XX, NO. 2, AGUSTUS 2014 VOL. XX, NO. 1, APRIL 2014 Vol 19, No 3 (2013) Vol 19, No 2 (2013) Vol 19, No 1 (2013) VOL. XIX, NO. 3, DESEMBER 2013 VOL. XIX, NO. 2, AGUSTUS 2013 VOL. XIX, NO. 1, APRIL 2013 Vol 17, No 3 (2012) Vol 17, No 2 (2012) Vol 17, No 1 (2012) Vol 16, No 3 (2011) Vol 16, No 2 (2011) Vol 16, No 1 (2011) Vol 15, No 3 (2010) Vol 15, No 2 (2010) Vol 15, No 1 (2010) Vol 14, No 3 (2009) Vol 14, No 2 (2009) Vol 14, No 1 (2009) Vol 13, No 3 (2008) Vol 13, No 2 (2008) Vol 13, No 1 (2008) Vol 12, No 3 (2007) Vol 12, No 2 (2007) Vol 12, No 1 (2007) Vol 11, No 3 (2006) Vol 11, No 2 (2006) Vol 11, No 1 (2006) Vol 10, No 3 (2005) Vol 10, No 2 (2005) Vol 10, No 1 (2005) Vol 9, No 3 (2004) Vol 9, No 2 (2004) Vol 9, No 1 (2004) Vol 8, No 3 (2003) Vol 8, No 2 (2003) Vol 8, No 1 (2003) Vol 7, No 3 (2002) Vol 7, No 2 (2002) Vol 7, No 1 (2002) Vol 6, No 3 (2001) Vol 6, No 2 (2001) Vol 6, No 1 (2001) Vol 5, No 3 (2000) Vol 5, No 2 (2000) Vol 5, No 1 (2000) Vol 4, No 3 (1999) Vol 4, No 2 (1999) Vol 4, No 1 (1999) Vol 3, No 3 (1998) Vol 3, No 2 (1998) Vol 3, No 1 (1998) Vol 2, No 3 (1997) Vol 2, No 2 (1997) Vol 2, No 1 (1997) Vol 1, No 1 (1996) More Issue