cover
Contact Name
Zaffril Syam
Contact Email
zaffril.syam@uin-suska.ac.id
Phone
+6282385365000
Journal Mail Official
imam.hanafi@uin-suska.ac.id
Editorial Address
LPPM UIN SUSKA Riau Jl. H.R. Soebrantas KM. 15,5 Panam – Pekanbaru
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Toleransi: Media Ilmiah komunikasi Umat Beragama
ISSN : 20860315     EISSN : 24071595     DOI : https://doi.org/10.24014/trs.v12i2.13542
Core Subject : Religion,
Jurnal Toleransi mempublikasikan hasil-hasil penelitian, baik hasil kajian lapangan maupun kepustakaan. Fokus utama Jurnal Toleransi meliputi: Relasi antar dan intern umat beragama; Pluralisme; Multikulturalisme; Hubungan antar etnik.
Articles 210 Documents
SINERGI MASYARAKAT SIPIL DALAM MENGHADAPI PERGESERAN POLA GERAKAN TERORISME DI INDONESIA Khamdan, Muh
TOLERANSI: Media Ilmiah Komunikasi Umat Beragama Vol 16, No 1 (2024): Januari - Juni
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/trs.v16i1.29046

Abstract

This article describes changes in the movement patterns of terrorist networks and anticipatory strategies carried out by the government through the synergy of civil society coalitions. The first act of terrorism that occurred since the Bali Bombing I in 2002, has experienced a transformation of the target objects and objectives of the struggle movement. The first generation of terror targeted actions as revenge against the government and citizens of the United States and coalition countries. The shift in the terror movement occurred after the birth of the Terrorism Law which made security forces the target of terror because they tended to be repressive and paid little attention to human rights in taking action. This paper uses a qualitative method that explains data using content analysis methods. The primary sources for this article are documents relating to the shifting patterns of terrorist movements in Indonesia as well as the synergistic activities of civil society in handling terrorism in Indonesia. An ethic of care that prioritizes empathy is the key to civil society synergy in reducing the potential for the development of violent extremism.
SEJARAH PERADABAN ISLAM: Menguak Keberadaan Minoritas Muslim Jerman Sugandi, Rafid; Azizah, Faras Puji; Darmawan, Budi; Arvionita, Diah
TOLERANSI: Media Ilmiah Komunikasi Umat Beragama Vol 16, No 1 (2024): Januari - Juni
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/trs.v16i1.29754

Abstract

AbstrakMasuknya Islam ke Jerman mempunyai sejarah yang panjang, dimulai pada masa Daulah Abbasiyah (Khalifah Harun Al-Rasyid), yang menjalin hubungan dengan penguasa kaum Frank, Raja Charlemagne (Charles atau Charlemagne Agung), wilayah kekuasaan kaum Frank di Jerman. saat itu adalah Jerman dan sekitarnya. Islam mengikuti Perang Salib, kekuasaan Prusia, dan mencapai puncaknya setelah Perang Dunia Kedua. Kekalahan Jerman oleh Sekutu pada Perang Dunia II membuat Jerman harus membangun kembali negaranya dan membutuhkan banyak tenaga kerja. Oleh karena itu, Turki yang mempunyai hubungan baik dengan Jerman menyediakan tenaga kerja dari Turki. Imigran Turki datang ke Jerman dalam jumlah besar dan tinggal serta menetap di kawasan industri Jerman seperti Berlin, Munich, Frankfurt, Hessen, Hamburg dan lain-lain. Lambat laun, para imigran Turki ini akhirnya membentuk komunitas Muslim dan terus berkembang hingga saat ini dan terdapat sekitar 6 juta umat Islam di Jerman. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kepustakaan dan bersifat kualitatif-deskriptif dengan analisis isi. Pendekatan historis digunakan. Perkembangan komunitas muslim terjadi di beberapa bidang seperti bidang politik muslim yang bebas menggunakan hak pilihnya dalam pemilu, kebebasan berpendapat dan persamaan hak di mata hukum. Dalam bidang keagamaan, umat Islam diberikan dan dijamin kebebasan beragama dan beribadah. Di bidang ekonomi telah diberikan izin untuk menerapkan ekonomi Islam, seperti pembukaan bank syariah pertama kali di kota Frankfurt, Jerman. Di bidang pendidikan, diberikan izin untuk memasukkan pendidikan Islam di sekolah umum; sebelumnya pendidikan Islam hanya diberikan di masjid dan kelompok masyarakat. Kata Kunci: Islam; Muslim; kecil; Jerman; peradaban; AbstrakMasuknya Islam ke Jerman telah melewati waktu yang panjang, dimulai dari masa Daulah Abbasiyah (Khalifah Harun Al-Rasyid) yang menjalin hubungan dengan penguasa kaum Frank yaitu Raja Charlemagne (Charles atau Karolus Agung), wilayah kaum Frank saat ini adalah wilayah Jerman dan sekitarnya. Setelah itu, Islam pada masa perang salib, kerajaan Prusia dan puncaknya terjadi pada masa setelah perang dunia II. Kekalahan Jerman atas sekutunya dalam perang dunia II, membuat Jerman harus kembali membangun negaranya, Jerman membutuhkan banyak tenaga kerja. Oleh karena itu, Turki yang sudah berhubungan baik dengan Jerman menyediakan tenaga kerja dari Turki. Kedatangan imigran Turki ini ke Jerman dalam jumlah yang banyak, tinggal dan menetap di sekitar daerah industri di Jerman seperti Berlin, Munich, Frankfurt, Hessen, Hamburg dan lainnya. Lambat laun, akhirnya imigran Turki ini membentuk komunitas muslim dan terus berkembang sampai saat ini dan tercatat ada sekitar 6 juta muslim di Jerman. Metode penelitian yang digunakan adalah metode studi kepustakaan ( Library Reseacrh ) dan bersifat kualitatif-deskriptif dengan analisis isi ( Content Analysis ). Menggunakan pendekatan sejarah ( Historical Approach ). Perkembangan komunitas muslim terjadi dalam beberapa bidang seperti bidang politik muslim bebas menggunakan hak pilihnya dalam pemilu, bebas berpendapat dan kedudukan haknya sama rata di mata hukum. Bidang agama muslim diberikan dan dijamin kebebasan dalam beragama dan beribadah. Bidang ekonomi diberikan izin untuk menerapkan ekonomi Islam seperti dibukanya bank syariah untuk pertama kalinya di kota Frankfurt, Jerman. Bidang pendidikan diberikan izin untuk memasukkan pendidikan Islam ke sekolah-sekolah negeri, sebelumnya pendidikan Islam hanya diadakan di Masjid-masjid dan kelompok masyarakat. Kata Kunci: Islam; Muslim; kecil; Jerman; peradaban;
Toleransi dan Tenggang Rasa: Kajian Budaya Melayu Riau dalam Dinamika Multikulturalisme Yanti, Annisa Darma; Andriani, Tuti; Syafiuddin, Fauzan Azima
TOLERANSI: Media Ilmiah Komunikasi Umat Beragama Vol 16, No 1 (2024): Januari - Juni
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/trs.v16i1.29500

Abstract

Tolerance is an essential foundation in a culturally diverse society. Within the context of the Riau Malay community, the concept of tolerance holds deep and complex meanings. Tolerance must be accurately described, as practicing religious tolerance improperly can actually undermine the religion itself. Malays have various values of tolerance expressed through various vocabularies such as openness, diversity, empathy, mutual cooperation, and solidarity. This type of research is known as library research or more commonly referred to as a literature review. This research employs a qualitative approach to address the issues and research focus. The analytical technique used is Descriptive Analysis. In this process, the first step is data classification. Data analysis, also known as data processing and interpretation, is crucial. In social interaction, the Malay ethnicity poses no threat to followers of other religions. In the minds of Malay youths, there is no concept of intervening in other religions. Therefore, the entire Malay world is recognized as the Malay Land (Tanah Jawi) because the majority of its inhabitants are Muslims, use Malay as the widespread language of communication, and practice customs and cultures infused with Islam. Islam in the Malay realm signifies the profound image of the arrival of Islam, which deeply influences the conscience of the Malay people in the archipelago. This is crucial to consider as it also greatly influences the arts and culture of the archipelago.
WUJUD TOLERANSI BERAGAMA DUSUN KUTOREJO KECAMATAN TEGALDLIMO BANYUWANGI Tohari, Achmad
TOLERANSI: Media Ilmiah Komunikasi Umat Beragama Vol 16, No 1 (2024): Januari - Juni
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/trs.v16i1.28775

Abstract

Toleransi beragama tercemin dari interaksi yang dilakukan antar umat beragama dengan tetap menjalin hubungan yang baik agama lain tanpa harus  mengintervensi umat lain untuk melakukan peribadatan, kebebasan beragama menjadi bagian dari sebagian bentuk penanaman sikap toleransi, sebab didalam setiap agama memiliki konsep kebebasan beragama dengan bentuk menghargai, menghormati tanpa membeda bedakan agama. Penelitian ini menjelaskan mengenai bagaimana wujud toleransi yang ada di dusun Kutorejo, desa Kalipait, kec. Tegaldlimo banyuwangi yang didalam dusun terdapat beberapa agama yang saling berbaur dan bertahan hingga saat ini. penelitian ini dianalisis menggunakan konsep toleransi beragama dengan pendekatan kualitatif analitis yang kemudian dikumpulkan sesuai hasil pengamatan dengan menambahkan sumber rujukan berupa jurnal maupun data yang masih berkaitan dengan topik penelitian. Dalam penelitian ini akan membahas pengertian toleransi dan kebebasan beragama, wujud toleransi yang ditunjukkan masyarakat dusun Kutorejo demi berlangsungnya kerukunan antar umat beragama. Penelitian ini berimplikasi pada pemahaman mengenai toleransi, kebebasan beragama dan wujud toleransi yang ditunjukkan didalam suatu masyarakat multikultural dengan beberapa agama didalam suatu lingkungan. Hasil dari penelitian, menjelaskan bahwasanya aspek kesadaran dalam diri masyarakat dusun Kutorejo dalam hal kekeluargaan dan persaudaraan masih terjalin dengan baik, hal tersebut ketika ada suatu kegiatan tradisi keagamaan masyarakat dari beberapa agama tidak mempersoalkan dan lebih kepada saling membantu tanpa membedakan agama, toleransi beragama ini terwujud dalam aspek sosial yang mengedepankan rasa kebersamaan dan persaudaraan demi terciptanya harmonisasi beragama, dari wujud toleransi budaya juga memperlihatkan pentingnya saling menyapa meski orang yang berasal dari luar dusun tanpa membedakan agama. dari hasil terlihat bahwa meski berbeda agama namun masyarakat Kutorejo lebih mengedepankan aspek persaudaraan dalam keberagamaan demi berlangsungnya masyarakat yang harmonis.
The Influence of the Living Values Education (LVE) Approach on Increasing Religious Moderation of PAI (Islamic Education) Teachers in Pekanbaru Indonesia Rosidi, Imron; Soim, Muhammad; Arbi, Arbi; Kasmuri, Kasmuri
TOLERANSI: Media Ilmiah Komunikasi Umat Beragama Vol 16, No 1 (2024): Januari - Juni
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/trs.v16i1.29559

Abstract

Indonesian society has long been known to have an open and moderate religious character as the process of Islamization taking place in peaceful Indonesia. However, recently there has been a trend towards a "conservative turn", a hard, rigid and conservative religious attitude. This phenomenon has then targeted Islamic teachers. PAI teachers, as the "front guard" in the process of instilling Islamic knowledge and values, are very important figures in disseminating friendly, tolerant and open religious attitudes towards students. Through the Living Values Education (LVE) approach, teachers are given training on the values of religious moderation for PAI teachers at Pekanbaru City Public High Schools. This research uses a Participatory Action Research (PAR) approach. 20 PAI teachers were selected randomly, then they were given understanding through a living values education (LVE) approach. The results of this research show that there has been an increase in PAI teachers' understanding of moderate religion after being given living values education. These findings are useful for policy makers to apply this study model to spread religious moderation among Muslim communities.
PERAN MEDIA MASSA DALAM MEMPERKUAT PLURALISME KEAGAMAAN DI INDONESIA Aini, Alfina Nor; Miftah, Muhammad; Nur Awwaliyah, Alifatur Rizqi
TOLERANSI: Media Ilmiah Komunikasi Umat Beragama Vol 16, No 2 (2024): Juli - Desember
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/trs.v16i2.29923

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai gambaran tentang media masa dalam memperkuat pluralisme. Pluralisme merupakan suatu konsep yang bersumber melalui kata plural yang artinya lebih dari satu. Pada kaitan teks ini mengarah terhadap adanya berbagai doktrin atau gerakan spiritual. Secara etimologis, pluralisme mengacu pada kehadiran lebih dari satu substansi atau aspek, yang mencerminkan fakta dan realitas. Artikel ini memakai metode yang mengadopsi pendekatan pengkajian perpustakaan dan pengamatan, kemudian dianalisis sesuai teori. Teori dalam penelitian ini yaitu teori studi kasus dengan cara mengamati sebuah kejadian kontemporer atau kasus dengan mendalam serta pada kaitan dunia nyata, yang digunakan terutama ketika batasan antara fenomena dan konteks tidak terlihat secara jelas. Dari teori tersebut kemudian menganalisis bagaimana peran media massa dalam mendorong pemahaman pluralisme agama di Indonesia, kemudian tantangan yang dihadapi media dalam memperkuat pluralisme agama di Indonesia, serta kontribusi media massa dalam membangun dialog antaragama dan meningkatkan toleransi di tengah masyarakat Indonesia yang multikultural. Kolaborasi antar individu, kelompok, dan pemerintah memiliki peran penting dalam memperkuat toleransi melalui media massa.
STUDI KASUS KONTEN DAKWAH LOGIN EPISODE 30 TENTANG TOLERANSI DI BERBAGAI AGAMA (ANALISIS HERMENEUTIKA HANNAH ARENDT) Maulana, Wahyu
TOLERANSI: Media Ilmiah Komunikasi Umat Beragama Vol 16, No 2 (2024): Juli - Desember
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/trs.v16i2.32921

Abstract

Penelitian ini membahas tentang analisis teks konten video youtube deddy corbuzer yang berjudul login yang mana dalam video tersebut terdapat beberapa tokoh-tokoh agama yang membicarakan bagaimana toleransi dalam setiap agama. Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah bagimana konsep toleransi dalam setiap agama yang diwakilkan oleh setiap tokoh agama?. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan mengumpulkan transkip teks yang ada didalam video tersebut dengan menggunakan jenis penelitian kualitatif. Teori yang digunakan adalah hermeneutika hannah arendt tentang tindakan dan narasi didalam ruang publik.  Adapun hasil dari penelitian ini adalah Islam melandaskan toleransi pada Piagam Madinah dan perjanjian Nabi Muhammad yang menerapkan toleransi bahkan kepada musuh. Buddha menekankan penilaian atas kebenaran ajaran tanpa melihat otoritas. Hindu memandang semua makhluk lahir untuk saling bermanfaat tanpa pembedaan. Konghucu menjunjung tinggi rasa hormat antar sesama. Katolik mendasarkan toleransi pada martabat setiap manusia. Sedangkan Protestan memberikan kebebasan beragama berdasarkan kesadaran pribadi.
REPRESENTASI PLURALISME AGAMA MELALUI VISUALISASI BAHASA DI RUANG PUBLIK KAMPUNG TOLERANSI. KOTA BANDUNG Azwan, Azwan; Syihabuddin, Syihabuddin; Wirza, Yanty; Nur, Adam Muhammad
TOLERANSI: Media Ilmiah Komunikasi Umat Beragama Vol 16, No 2 (2024): Juli - Desember
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/trs.v16i2.35785

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengungkap fungsi tanda bahasa di ruang publik merepresentasi pluralisme agama melalui analisis lanskap linguistik (LL). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif dengan observasi langsung, wawancara, dan dokumentasi pada tiga Kampung Toleransi di Kota Bandung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bahasa dalam tanda-tanda publik, seperti papan informasi, spanduk, nama tempat ibadah, dan graffiti, mencerminkan keberagaman dan harmoni antarumat beragama. Penggunaan bahasa Indonesia tampil dominan di semua kategori tanda Bahasa. Fungsi informatif dan simbolik dari elemen linguistik ini menegaskan peran bahasa Indonesia sebagai medium inklusivitas, sementara transliterasi dan penggunaan bahasa multikultural mengindikasikan keterbukaan terhadap komunitas lokal dan internasional. Dengan mengintegrasikan elemen lokal, nasional, dan global, Kampung Toleransi menjadi model ruang publik yang mempromosikan dialog antaragama dan memperkuat stabilitas sosial. Studi ini memberikan kontribusi pada pengembangan kebijakan ruang publik yang lebih inklusif dalam masyarakat multikultural.
THE ROLE OF MOSQUE TAKMIR IN IMPROVING RELIGION AND MODERATION OF PUBLIC RELIGION: A CASE STUDY AT THE PAMEKASAN FISABILILLAH MOSQUE, MADURA Jailani, Mohammad
TOLERANSI: Media Ilmiah Komunikasi Umat Beragama Vol 16, No 2 (2024): Juli - Desember
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/trs.v16i2.30195

Abstract

The decline in the sense of respect and religious tolerance for the community in Pasean Village, Pamekasan Regency, is related to differences in understanding and differences in beliefs that have created a split in social solidarity in the Pasean area. This was driven by differences in understanding between NU and Muhammadiyah understandings. This study aims to analyze the community and the congregation of the Fisabilillah mosque with the nuances of the concept of moderation in religious moderation, as initiated by the Ministry of Religion led by the Minister of Religion, namely Yaqout Qomas as a bridge for harmonization and tolerance for peace and harmony in Pasean Pamekasan village. The circulating cases are in the Pasean location, Pamekasan, Madura, namely at the Fisabilillah mosque. The research subjects consisted of the local community, community leaders, mosque imams, Fisabilillah mosque congregation and the younger generation. The research method is case study based, meaning that this research is addressed to the public and the academic community. Data collection techniques were carried out by observation and direct interviews with informants and research subjects. Data analysis was performed by display, reduction and data verification. The research results obtained include; consists of specific and general mosque duties. The function of the mosque specifically is devoted to programs of religious moderation activities such as mosque congregations, the local community, and the younger generation are given insight into religious tolerance. Such as activities that lead to moderate activities, tawasuth, mutual respect in every difference, tawazun, the community is directed to help each other indiscriminately in each other. As for the general program of activities focused on mosque takmir for the younger generation, students and students in pasean, Pamekasan detailed researchers, among others: First, the progress and prospects for work programs for mosque youth activities have increased significantly as those accompanied by mosque takmir Second, takmir efforts the mosque involves RISMA (mosque youth) in every religious activity, involves teenagers in every Ramadan activity, Third, Activities that support mosque activities are inseparable from the role of the mosque in collaboration with the local community such as mutual cooperation, making study schedules, Friday sermons 'at and monthly recitations organized by the takmir of the mosque. Fourth, as an obstacle to mosque activities, there is a lack of awareness from parents regarding religious values and religious tolerance. What is really striking is the difference in understanding between NU and Muhammadiyah, which is why the younger generation, mosque youth, and mosque congregations sometimes follow it. Fifth, the alternative provided by the takmir of the mosque is providing training, spiritual studies that lead to religious moderation, anti-corruption training, and working with nearby campuses in Pamekasan, such as IAIN Madura, UNIRA (University of Madura), UIM ( Madura Islamic University), and STIT Al-Khairat Pamekasan). Each campus provides KKN or community service program activities which encourage takmir mosques and mosque youth to be aware of religion, worship, spirituality, and society related to religious moderation activities and tolerance for religious harmonization, especially in understanding similarities and differences in understanding. This mosque-based research has contributed to the harmonization of villages and villages in Pamekasan in the outcome of the religious moderation policy launched by the Ministry of Religion.
PANCASILA DAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Sinergi Nilai dalam Membangun Toleransi Syafi'ah, Syafi'ah; Said HM, Muh.
TOLERANSI: Media Ilmiah Komunikasi Umat Beragama Vol 16, No 2 (2024): Juli - Desember
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/trs.v16i2.32786

Abstract

Islam dan Pancasila seringkali diperdebatkan dan dibenturkan dan keduanya acapkali dianggap sebagai dua kutub ideologi yang saling berseberangan. Perlunya sebuah kesadaran akan pemaknaan hubungan antara Islam dan Pancasila. Proses dialogis antara Islam dan Pancasila merupakan sebuah perjalanan panjang sejarah Indonesia. Pancasila bukanlah Islam, tetapi Pancasila memperoleh ruh yang menghidupkannya melalui Islam. Melalui studi Pustaka dan analisis isi, tulisan ini menghasilkan kesimpulan bahwa Pancasila dan Pendidikan Islam memiliki visi yang sama dalam memberikan kesadaran akan nilai-nilai toleransi, keadilan, gotong royong, persatuan, dan lainnya, yang kesemuanya menggiring peserta didik pada kesadaran Bersama untuk membangun dan mempertahankan negara republic Indonesia.