cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
TARBIYA : Journal Education in Muslim Society
ISSN : 23561416     EISSN : 24429848     DOI : -
Core Subject : Education,
TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society is a peer-reviewed journal on education in the Muslim world. This journal is published by the Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatullah Jakarta, in partnership with HSPAI (Scholars of Islamic Education), an affiliate of ISPI( Association of Indonesian Scholars of Education). Editors welcome scholars, researchers and practitioners of education around the world to submit scholarly articles to be published through this journal. All articles will be reviewed by experts before accepted for publication. Each author is solely responsible for the content of published articles. P-ISSN: 2356-1416 E-ISSN: 2442-9848
Arjuna Subject : -
Articles 441 Documents
Innovative Teaching Strategies for Kurikulum Merdeka to Improve Education for Indonesian Migrant Children in Jeddah Syamsi, Atikah; Ramdaeni, Suci; Binasdevi, Misbah
TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 11 NO. 1 2024
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tjems.v11i1.37904

Abstract

AbstractThis study aims to examine the implementation of teacher training on learning innovations within the Kurikulum Merdeka to improve the quality of education for students, particularly Indonesian children living abroad. This community service employs the Asset-Based Community Development (ABCD) approach. The target participants are all 18 elementary school teachers at the Indonesian School in Jeddah. Data collection instruments included both qualitative and quantitative methods, utilizing questionnaires and interviews, before and after the implementation of activities. As a result of this service activity, the teachers at the Indonesian School in Jeddah successfully developed innovative learning media for the Kurikulum Merdeka using digital tools such as Canva and Assembler Edu. Furthermore, the use of digital technology-based learning media significantly motivated students and enhanced their learning experience.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan pelatihan guru tentang inovasi pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka untuk meningkatkan kualitas pendidikan bagi siswa, terutama anak-anak Indonesia yang tinggal di luar negeri. Layanan masyarakat ini menggunakan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD). Peserta yang menjadi target adalah semua 18 guru sekolah dasar di Sekolah Indonesia di Jeddah. Instrumen pengumpulan data mencakup metode kualitatif dan kuantitatif, dengan menggunakan kuesioner dan wawancara masing-masing, sebelum dan sesudah pelaksanaan kegiatan. Sebagai hasil dari kegiatan pelayanan ini, para guru di Sekolah Indonesia di Jeddah berhasil mengembangkan media pembelajaran inovatif untuk Kurikulum Merdeka menggunakan alat digital seperti Canva dan Assembler Edu. Selain itu, penggunaan media pembelajaran berbasis teknologi digital secara signifikan memotivasi siswa dan meningkatkan pengalaman belajar mereka.  How to Cite: Syamsi, A., Ramdaeni, S., & Binasdevi Misbah. (2024). Innovative Teaching Strategies for Kurikulum Merdeka to Improve Education for Indonesian Migrant Children in Jeddah. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 11(1), 37-46. doi:10.15408/tjems.v11i1.37904
Cultural Content Analysis of English Textbook “Bahasa Inggris 2” for Senior High School Grade XI Iranta Purba, Agnes Dwi; Azkiya, Siti Nurul; Qadri, Asri Nurul; An’asy, Zaharil
TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 10 NO. 2 2023
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tjems.v10i2.38221

Abstract

AbstractThis research aims to discover what and how culture is represented in the "Bahasa Inggris 2" textbook. A qualitative descriptive method was employed in this paper, focusing on documents as the primary data, in which nine chapters were analyzed utilizing a checklist of content analysis. The findings reveal three aspects of culture: cultural categories, elements, and senses. First, following the concept of Cortazzi & Jin (1999), three cultural categories, i.e., source culture, target culture, and international culture, were found in the textbook. Second, cultural elements based on Yuen (2011), i.e., products, persons, perspectives, and practices were observed. Finally, referring to Adaskou et al. (1990), the senses of culture included in the textbook were aesthetic, sociological, semantic, and pragmatic. Concerning the frequency of occurrence, the research results show that the cultural categories were mostly present through source culture (42.75%), whereas the cultural element was dominated by products (48.31%). Lastly, the sociological sense was found to occur the most (44.44%). These findings imply the need to have a balanced representation of the three mentioned cultural aspectAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menemukan apa dan bagaimana budaya direpresentasikan dalam buku ajar “Bahasa Inggris 2”. Metode deskriptif kualitatif digunakan dalam makalah ini, dengan fokus pada dokumen sebagai data primer, sembilan bab dianalisis menggunakan checklist analisis isi. Temuannya mengungkap tiga aspek yang merepresentasikan budaya, yakni kategori budaya, elemen, dan penalaran. Pertama, mengikuti konsep Cortazzi & Jin (1999), tiga kategori budaya, yaitu budaya sumber, budaya target, dam budaya internasional, ditemukan dalam buku ajar. Kedua, elemen budaya berdasarkan Yuen (2011), yaitu produk, orang, perspektif, dan praktik yang diamati. Terakhir, mengikuti Adaskou dkk. (1990), Penalaran budaya yang dimuat dalam buku ajar tersebut bersifat estetis, sosiologis, semantik, dan pragmatis. Dilihat dari frekuensi kemunculannya, hasil penelitian menunjukkan bahwa kategori budaya paling banyak hadir melalui budaya sumber (42,75%), sedangkan unsur budaya didominasi oleh produk (48,31%). Terakhir, penalaran sosiologis ditemukan paling banyak (44,44%). Temuan-temuan ini menyiratkan perlunya representasi yang seimbang dari tiga aspek: kategori budaya, elemen budaya, dan penalaran budaya.
Integration of the Pancasila Student Profile Strengthening Project with Design Thinking in the Merdeka Curriculum: Stimulating Students' Creative Thinking Skills Herianingtyas, Nur Luthfi Rizqa; Marini, Arita; Zakiah, Linda; Chen, Yinghuei
TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 10 NO. 2 2023
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tjems.v10i2.38392

Abstract

AbstractIn the context of the 21st-century society, creative thinking skills stand out as pivotal competencies. Nevertheless, many countries, Indonesia included, grapple with a crisis in nurturing these skills among students. This research addresses this challenge by integrating the Pancasila Student Profile Strengthening Project with Design Thinking (DT) methodologies. Fifty-four fifth-grade students from a Madrasah Ibtidaiyah in Pacitan, East Java, Indonesia, participated in this study, which employed a mixed-methods approach combining qualitative and quantitative techniques. Qualitative data were gathered through interviews and observations, while quantitative data were collected through tests assessing creative thinking skills, specifically Fluency, Flexibility, Originality, and Elaboration. Guided by the five stages of DT—Empathise, Define, Ideate, Prototype, and Test—the integration of P5 with DT facilitated the development of students' original ideas and the creation of problem-solving products tailored to meet community needs. The findings underscore the significant efficacy of this integrated approach in enhancing students' creative thinking skills, particularly evident in marked improvements in originality and elaboration. This study contributes valuable insights for elevating critical thinking abilities among elementary school and Madrasah Ibtidaiyah students through DT methodologies.AbstrakDalam konteks masyarakat abad ke-21, keterampilan berpikir kreatif menonjol sebagai kompetensi yang sangat penting. Namun, banyak negara, termasuk Indonesia, menghadapi krisis dalam mengembangkan keterampilan ini di kalangan siswa. Penelitian ini mengatasi tantangan tersebut dengan mengintegrasikan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dengan metodologi Design Thinking (DT). Penelitian ini melibatkan lima puluh empat siswa kelas lima dari Madrasah Ibtidaiyah di Pacitan, Jawa Timur, Indonesia, dengan menggunakan pendekatan campuran yang menggabungkan teknik kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif diperoleh melalui wawancara dan observasi, sedangkan data kuantitatif dikumpulkan melalui tes yang menilai keterampilan berpikir kreatif, khususnya Kelancaran, Fleksibilitas, Orisinalitas, dan Elaborasi. Dipandu oleh lima tahap DT—Empati, Definisi, Ideasi, Prototipe, dan Uji—integrasi P5 dengan DT memfasilitasi pengembangan ide orisinal siswa dan penciptaan produk pemecahan masalah yang disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Temuan ini menegaskan efektivitas signifikan dari pendekatan terintegrasi ini dalam meningkatkan keterampilan berpikir kreatif siswa, terutama terlihat dalam peningkatan yang signifikan dalam orisinalitas dan elaborasi. Studi ini memberikan wawasan berharga untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis di kalangan siswa sekolah dasar dan Madrasah Ibtidaiyah melalui metodologi DT.  
Unveiling Functions and Patterns of Intra-Sentential Code-Switching in the Video Podcast 'Culture Shock Kuliah di Inggris' on YouTube Channel Suwastini, Ni Komang Arie; Anggara, I Putu Dipa; Mahendrayana, Gede; Mahayanti, Ni Wayan Surya
TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 11 NO. 2 2024
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tjems.v11i2.39295

Abstract

AbstractThe research delves into code-switching among Indonesian speakers in the UK, covering the syntactic and functional reasons why they use code-switching in intra-sentential contexts by applying Poplack's theory in syntactic and Hoffmann's theory in functional. Data collection includes repeated video watching, taking notes, and categorising code-switching used in the video podcast. Those steps require repeated execution to ensure accurate and comprehensive data collection and analysis. After categorising and identifying patterns of code-switching, it is followed by interpreting the findings and making connections to Poplacks and Hoffmans’ theories which led to the conclusion-drawing. The analysis presents nine states of intra-sentential switching parts of speech and seven categories of code-switching functions. Of 134 instances of code-switching, 104 were intra-sentential, with ICs being the most common (32%). Speakers primarily used code-switching to discuss specific topics, accounting for 37.67% of all instances. The results indicate that speakers would rather negotiate higher units, such as clauses, because the language feature is part of their regular use of English in the UK. This study demonstrates how code-switching helps with communication and identity formation for bilingual speakers. In relevance for language education, code-switching, as a pedagogical tool, can enhance comprehension and participation in language education programs, particularly in more complexly multilingual classrooms. Future research should also examine code-switching in various cultural contexts and use interdisciplinary methodologies to fully fund this linguistic phenomenon. AbstrakPenelitian ini menyelidiki peralihan kode di antara penutur bahasa Indonesia di Inggris, yang mencakup alasan sintaksis dan fungsional mengapa mereka menggunakan peralihan kode dalam konteks intra-kalimat dengan menerapkan teori Poplack dalam sintaksis dan teori Hoffmann dalam fungsional. Pengumpulan data meliputi menonton video berulang kali, membuat catatan, dan mengkategorikan peralihan kode yang digunakan dalam podcast video. Langkah-langkah tersebut memerlukan pelaksanaan berulang untuk memastikan pengumpulan dan analisis data yang akurat dan komprehensif. Setelah mengkategorikan dan mengidentifikasi pola peralihan kode, analisis dilanjutkan dengan menafsirkan temuan dan menghubungkan dengan teori Poplack dan Hoffman yang mengarah pada penarikan kesimpulan. Analisis ini menyajikan sembilan keadaan bagian-bagian pidato peralihan intra-kalimat dan tujuh kategori fungsi peralihan kode. Dari 134 contoh alih kode, 104 di antaranya adalah intra-kalimat, dengan IC menjadi yang paling umum (32%). Penutur terutama menggunakan alih kode untuk membahas topik-topik tertentu, yang mencakup 37,67% dari semua contoh. Hasilnya menunjukkan bahwa penutur lebih suka menegosiasikan unit-unit yang lebih tinggi, seperti klausa, karena fitur bahasa adalah bagian dari penggunaan bahasa Inggris mereka secara teratur di Inggris. Studi ini menunjukkan bagaimana alih kode membantu komunikasi dan pembentukan identitas bagi penutur bilingual. Dalam relevansi untuk Pendidikan Bahasa, alih kode, sebagai alat pedagogis, dapat meningkatkan pemahaman dan partisipasi dalam program pendidikan bahasa, khususnya di kelas-kelas multibahasa yang lebih kompleks. Penelitian di masa mendatang juga harus memeriksa alih kode dalam berbagai konteks budaya dan menggunakan metodologi interdisipliner untuk sepenuhnya mendanai fenomena linguistik ini. How to Cite: Suwastini, N. K. A., Anggara, I. P. D., Mahendrayana, G., & Mahayanti, N. W. S. (2024). Unveiling Functions and Patterns of Intra-Sentential Code-Switching in the Video Podcast 'Culture Shock Kuliah di Inggris' on YouTube Channel. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 11(2), 135-158. doi:10.15408/tjems.v11i2.39295.
Development of Mathematics Learning Strategy Modules to Enhance Motivation and Higher-Order Thinking Skills for Students at UIN Syahada Padangsidimpuan Rangkuti, Ahmad Nizar
TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 11 NO. 1 2024
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tjems.v11i1.39358

Abstract

AbstractThis study aimed to develop a mathematics learning strategy module to enhance students' motivation and higher-order thinking skills using the ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation) framework within the Research and Development (R&D) paradigm. Conducted during the even semester of the 2022/2023 academic year, it involved fourth-semester students in the Mathematics Education Program at UIN Syahada Padangsidimpuan. Quantitative and qualitative data were collected through interviews, observations, questionnaires, tests, and expert validation. Instruments included a module validation sheet, a learning motivation questionnaire, and a higher-order thinking skills test. Data were analyzed using the Paired Samples Test. Results showed the module was well-implemented, with validation scores of 87.86% and 86.01%, categorized as "good." The module effectively improved students' motivation and higher-order thinking skills, with pretest and posttest scores of 52.38 and 79.19 (motivation) and 72.81 and 79.75 (higher-order thinking skills), both with significant improvements (sig. 0.000 < 0.05). This research recommends further implementation and development of the module using the ADDIE framework for enhancing mathematics learning strategies.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul strategi pembelajaran matematika guna meningkatkan motivasi dan keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa menggunakan kerangka ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation) dalam paradigma Penelitian dan Pengembangan (R&D). Penelitian dilakukan pada semester genap tahun akademik 2022/2023 dengan melibatkan mahasiswa semester empat Program Studi Pendidikan Matematika di UIN Syahada Padangsidimpuan. Data kuantitatif dan kualitatif dikumpulkan melalui wawancara, observasi, kuesioner, tes, dan validasi ahli. Instrumen yang digunakan termasuk lembar validasi modul, kuesioner motivasi belajar, dan tes keterampilan berpikir tingkat tinggi. Data dianalisis menggunakan Uji Sampel Berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul diimplementasikan dengan baik, dengan skor validasi 87,86% dan 86,01% dalam kategori "baik". Modul ini efektif meningkatkan motivasi dan keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa, dengan skor pretest dan posttest masing-masing 52,38 dan 79,19 (motivasi) serta 72,81 dan 79,75 (keterampilan berpikir tingkat tinggi), keduanya menunjukkan peningkatan signifikan (sig. 0.000 < 0.05). Penelitian ini merekomendasikan implementasi lebih lanjut dan pengembangan modul menggunakan kerangka ADDIE untuk meningkatkan strategi pembelajaran matematika.  How to Cite: Rangkuti, A.N. (2024). Development of Mathematics Learning Strategy Modules to Enhance Motivation and Higher-Order Thinking Skills for Students at UIN Syahada Padangsidimpuan. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 11(1), 13-26. doi:10.15408/tjems.v11i1.39358.
Readiness of Study Programs in Achieving Superior Accreditation Ratings: An Analysis Using the CIPPO Evaluation Model Asyari, Hasyim; Sukarti, Dewi; Ratnaningsih, Sita; Azizah, Nurul Rizqi
TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 10 NO. 2 2023
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tjems.v10i2.39885

Abstract

AbstractThis study explores the readiness of study programs to meet the nine-criteria policy set by the National Accreditation Agency for Higher Education (NAAHE/BAN-PT) in Indonesia and identifies strategies for achieving superior accreditation ratings. Using a qualitative case study approach, the research involved document analysis, observations, and in-depth interviews with fifteen key stakeholders. Data were analyzed through the CIPPO evaluation model. The findings reveal that: 1) the task force team meticulously prepared for the accreditation process across all stages; 2) effective coordination exists between university leaders, faculties, and study program teams; 3) accreditation criteria are clearly outlined with relevant and valid data; 4) all CIPPO elements are fulfilled, although student research integration remains suboptimal; 5) achieving superior accreditation enhances the university’s image and motivates further development in higher education, especially globally. Since the implementation of the nine-criteria policy in 2019, only one study program within the Ministry of Religion's Islamic Religious Universities has achieved superior accreditation, highlighting the significant challenges faced. Continuous improvement of the tridharma of higher education and expand cooperation both nationally and internationally.AbstrakPenelitian ini menggali kesiapan program studi dalam memenuhi kebijakan sembilan kriteria yang ditetapkan oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) di Indonesia dan mengidentifikasi strategi untuk mencapai peringkat akreditasi unggul. Dengan pendekatan studi kasus kualitatif, penelitian ini melibatkan analisis dokumen, observasi, dan wawancara mendalam dengan lima belas pemangku kepentingan kunci. Data dianalisis menggunakan model evaluasi CIPPO. Temuan mengungkapkan bahwa: 1) tim task force mempersiapkan proses akreditasi dengan teliti di semua tahap; 2) terdapat koordinasi efektif antara pimpinan universitas, fakultas, dan tim program studi; 3) kriteria akreditasi dijelaskan dengan jelas dengan data yang relevan dan valid; 4) semua elemen CIPPO terpenuhi, meskipun integrasi penelitian mahasiswa masih kurang optimal; 5) pencapaian akreditasi unggul meningkatkan citra universitas dan memotivasi pengembangan pendidikan tinggi lebih lanjut, khususnya di tingkat global. Sejak implementasi kebijakan sembilan kriteria pada tahun 2019, hanya satu program studi di lingkungan Perguruan Tinggi Agama Islam Kementerian Agama yang meraih akreditasi unggul, menyoroti tantangan signifikan yang dihadapi. Peningkatan kualitas tridharma perguruan tinggi dan memperluas kerja sama baik nasional maupun internasional.  How to Cite: Asy'ari, H., Sukarti, D., Ratnaningsih, S., Azizah, N.R., (2023).Readiness of Study Programs in Achieving Superior Accreditation Ratings: An Analysis Using the CIPPO Evaluation Model. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 10(2), 237-250. doi:10.15408/tjems.v10i2.38392.
Improving Energy-Saving Competencies: Needs Analysis and Training Program Design for Islamic School Teachers Rohmatulloh, Rohmatulloh; Rohman, Asep; Rosenda, Diden; Nadia, Matsna Afwi
TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 11 NO. 1 2024
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tjems.v11i1.40160

Abstract

AbstractTeachers need to be more competent in understanding and implementing the value of energy-saving ethics, which affects the process of instilling its value in students. In fact, there are many subjects in Indonesia's national and religious education curriculum that contain the value of energy-saving ethics. The purpose of this research is to design a training and competency development program for Islamic school (madrasah) teachers integrated with the boarding school system (pesantren). The design stages included needs analysis, textbook analysis for Islamic Religious Education, Science, and Language in grades VII-IX, competency analysis, and curriculum and syllabus design. At each stage, we conducted interviews with Islamic Religious Education teachers, energy conservation instructor, curriculum development experts, and linguists. We also carry out benchmarking based on the curriculum and syllabus documents developed by training institutions. The research results led us to design a training program that emphasizes the ability to internalize religious ethical value messages related to energy-saving learning. The implementation uses a place-based education approach and a blended learning format that is highly flexible in terms of resource availability for teachers and schools. We discuss the implications of the research results, emphasize the use of local green energy issues and resources as learning resources, and establish partnerships with universities and human resource development institutions, as well as local teacher learning communities in the energy field.AbstrakGuru harus lebih kompeten dalam memahami dan menerapkan nilai etika hemat energi sehingga memberikan dampak pada proses penanaman nilai tersebut kepada peserta didik. Faktanya, banyak mata pelajaran dalam kurikulum pendidikan nasional dan agama di Indonesia yang mengandung nilai etika hemat energi. Tujuan penelitian ini adalah desain program pelatihan dan pengembangan kompetensi guru sekolah Islam atau madrasah yang terintegrasi dengan sistem pondok pesantren. Tahapan desain meliputi analisis kebutuhan, analisis buku teks pelajaran Pendidikan Agama Islam, sains, dan bahasa kelas VII-IX, analisis kompetensi, serta desain kurikulum dan silabus. Pada setiap tahap, wawancara dilakukan dengan guru sekolah, instruktur konservasi energi, ahli pengembangan kurikulum, dan ahli bahasa. Benchmarking dilakukan juga berdasarkan dokumen kurikulum dan silabus yang dikembangkan oleh lembaga pelatihan. Hasil penelitian mengarahkan kami untuk mendesain program pelatihan yang menekankan pada kemampuan internalisasi pesan nilai etika agama terkait pembelajaran hemat energi. Penerapannya menggunakan pendekatan place-based education dan format blended learning yang sangat fleksibel dalam hal ketersediaan sumber daya bagi guru dan sekolah. Kami membahas implikasi hasil penelitian, menekankan pada penggunaan isu dan sumber daya energi hijau lokal sebagai sumber belajar, dan menjalin kemitraan dengan perguruan tinggi dan lembaga pengembangan sumber daya manusia, serta komunitas belajar guru lokal di bidang energi.  How to Cite: Rohmatulloh, Rohman, A., Rosenda, D., & Nadia, M. A. (2024). Improving Energy-Saving Competencies: Needs Analysis and Training Program Design for Islamic School Teachers. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 11(1), 47-64. doi:10.15408/tjems.v11i1.40160.
Beating Barriers to Formative Assessment in a Testing-Oriented Nation Defianty, Maya; Wilson, Kate
TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 11 NO. 1 2024
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tjems.v11i1.40391

Abstract

AbstractIndonesia has a been a testing-oriented country since its inception. Yet, over the past decade, assessment policies in Indonesia have gradually strengthened their emphasis on formative assessment. In general, Indonesian teachers’ understanding of formative assessment is still relatively modest; in fact, some teachers still consider formative assessment to be challenging, if not impossible.  Nevertheless, others have embraced the concept and have managed to overcome the barriers of large classes, limited time, and the long-standing culture of high-stakes testing.  This article aims to provide examples of good practice in formative assessment in ELT.  We present the results of a multiple case study, involving eight ELT senior high school teachers representing various learning contexts in Indonesia. Drawing on data from interviews and classroom observations, the study revealed that these teachers recognized the barriers in implementing formative assessment deriving from limited time and large classes, yet they were able to overcome these barriers by using teaching modifications and technological tools as solutions to applying formative assessment. This study highlights the pivotal role of teachers’ assessment literacy to enhance and reap the benefits from formative assessment. AbstrakIndonesia telah menjadi negara yang berorientasi pada ujian sejak awal berdirinya. Tetapi, selama dekade terakhir, kebijakan penilaian di Indonesia secara bertahap semakin menekankan pada penilaian formatif. Secara umum, pemahaman guru-guru Indonesia tentang penilaian formatif masih relatif terbatas; faktanya, beberapa guru masih menganggap penilaian formatif sebagai hal yang menantang, bahkan tidak mungkin dilakukan. Meskipun demikian, beberapa guru telah menerima konsep ini dan berhasil mengatasi hambatan seperti kelas yang besar, waktu yang terbatas, dan budaya ujian berisiko tinggi yang telah berlangsung lama. Artikel ini bertujuan untuk memberikan contoh praktik baik dalam penilaian formatif dalam pengajaran Bahasa Inggris. Kami menyajikan hasil studi multi-kasus, yang melibatkan delapan guru Bahasa Inggris sekolah menengah atas yang mewakili berbagai konteks pembelajaran di Indonesia. Berdasarkan data dari wawancara dan observasi kelas, studi ini mengungkapkan bahwa para guru ini menyadari hambatan dalam menerapkan penilaian formatif yang berasal dari waktu yang terbatas dan kelas yang besar, namun mereka mampu mengatasi hambatan tersebut dengan menggunakan modifikasi pengajaran dan alat teknologi sebagai solusi untuk menerapkan penilaian formatif. Studi ini menyoroti peran penting literasi penilaian guru untuk meningkatkan dan memetik manfaat dari penilaian formatif. How to Cite: Defianty, D., Wilson, K. (2024). Beating Barriers to Formative Assessment in a Testing-Oriented Nation. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 11(1), 1-12. doi:10.15408/tjems.v11i1. 40391.
Integrating Islamic Values in Online Learning: A Comparative Study of Western and Islamic Education Philosophies Afif, Nur; Aziz, Abd; Mukhtarom, Asrori; Mubin, Fatkhul; Lubis, Muhammad Riyadi
TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 11 NO. 1 2024
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tjems.v11i1.40392

Abstract

AbstractThe aim of this research is to examine the application of Islamic values in online learning and compare the principles of online learning from the perspectives of Western Education Theory and Islamic Education Philosophy. This qualitative research employs a literature review methodology. The findings indicate that integrating Islamic values into online learning is essential without compromising these values. The research contrasts practical online learning principles as viewed by Western educational theories and classical Islamic scholarship. A significant difference identified is that Islamic education incorporates worship values, whereas Western educational philosophy focuses solely on the humanitarian process without the worship aspect.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan nilai-nilai Islam dalam pembelajaran daring dan membandingkan prinsip-prinsip pembelajaran daring dari perspektif Teori Pendidikan Barat dan Filosofi Pendidikan Islam. Penelitian kualitatif ini menggunakan metodologi tinjauan literatur. Temuan menunjukkan bahwa mengintegrasikan nilai-nilai Islam dalam pembelajaran daring adalah penting tanpa mengkompromikan nilai-nilai tersebut. Penelitian ini membandingkan prinsip-prinsip praktis pembelajaran daring menurut teori pendidikan Barat dan karya-karya cendekiawan Islam klasik. Perbedaan signifikan yang teridentifikasi adalah bahwa pendidikan Islam mengandung nilai ibadah, sedangkan filosofi pendidikan Barat hanya berfokus pada proses kemanusiaan tanpa aspek ibadah.  How to Cite: Afif, N., Aziz, A., Mukhtarom, A., Mubin, F., & Lubis, M.R. (2024). Integrating Islamic Values in Online Learning: A Comparative Study of Western and Islamic Education Philosophies. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 11(1), 27-36. doi:10.15408/tjems.v11i1.40392.
University Students' Awareness and Preparedness for Natural Disasters: A Study on Preventing Landslides, Earthquakes, and Volcanic Eruptions in Indonesia Yoshinori, Fujikawa; Tuswadi, Tuswadi; Takehiro, Hayashi; Tetsuo, Isozaki; Subekti, Niken
TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 11 NO. 1 2024
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tjems.v11i1.40444

Abstract

AbstractThis study seeks to understand the disaster-prevention consciousness focused on landslide, earthquake, and volcanic eruption among 22 students pursuing a major in Geography in the Social Science Faculty, Semarang State University (UNNES), Indonesia. It analyzed the students’ consciousness through short comments toward questions “What can we do?”, which focused on preventing, defending, reducing, and mitigating the impacts of the three kinds of natural disasters. The average number of the description was 5.7, and the median was 5. More than half of the students mentioned points related to “before disaster and usual life,” “after disaster and restoration,” “hardware/structural,” and “software/non-structural.” All the answers described ideas with reasons. But only four students described ideas based on educational viewpoints, indicating students’ lack of scientific viewpoints in elaborating their ideas about disaster prevention. This finding calls for improving students’ consciousness regarding disaster prevention through education.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk memahami kesadaran pencegahan bencana yang difokuskan pada tanah longsor, gempa bumi, dan letusan gunung berapi di antara 22 mahasiswa yang mengambil jurusan Geografi di Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang (UNNES), Indonesia. Kesadaran mahasiswa dianalisis melalui komentar singkat terhadap pertanyaan "Apa yang bisa kita lakukan?", yang difokuskan pada pencegahan, pertahanan, pengurangan, dan mitigasi dampak dari tiga jenis bencana alam tersebut. Rata-rata jumlah deskripsi adalah 5,7, dan median adalah 5. Lebih dari setengah mahasiswa menyebutkan poin-poin yang terkait dengan "sebelum bencana dan kehidupan biasa," "setelah bencana dan pemulihan," "perangkat keras/struktural," dan "perangkat lunak/non-struktural." Semua jawaban menggambarkan ide-ide dengan alasan yang mendasarinya. Namun, hanya empat mahasiswa yang menguraikan ide-ide berdasarkan sudut pandang pendidikan, yang menunjukkan kurangnya sudut pandang ilmiah dalam mengelaborasi ide-ide mereka tentang pencegahan bencana. Temuan ini menunjukkan perlunya peningkatan kesadaran mahasiswa mengenai pencegahan bencana melalui pendidikan.  How to Cite: Yoshinori, F, Tuswadi, Takehiro, H, Tetsuo, I., Subekti, N. (2024). "University Students' Awareness and Preparedness for Natural Disasters: A Study on Preventing Landslides, Earthquakes, and Volcanic Eruptions in Indonesia. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 11(1), 81-92. doi:10.15408/tjems.v11i1.40444.

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 12 NO. 1 2025 TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 12 NO. 1 2025 (In Progress Issue) TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 11 NO. 2 2024 TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 11 NO. 1 2024 TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 10 NO. 2 2023 TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 10 NO. 1 2023 TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 9 NO. 2 2022 TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 9 NO. 1 2022 TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 8 NO. 2 2021 TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 8 NO. 1 2021 TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 7 NO. 2 2020 TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 7 NO. 1 2020 TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 6 NO. 2 2019 TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 6 NO. 1 2019 TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 5 NO. 2 DECEMBER 2018 TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 5 NO. 1 JUNE 2018 TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 4 NO. 2 DECEMBER 2017 TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society | Vol. 4 No. 1 June 2017 TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society | Vol. 3 No. 2 December 2016 TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society | Vol. 3 No. 1 June 2016 TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society | Vol. 2 No. 2 December 2015 TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society | Vol. 2 No. 1 June 2015 TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society | Vol. 1 No. 2 December 2014 TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society | Vol. 1 No. 2 Desember 2014 TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society | Vol. 1 No. 1 Juni 2014 TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society | Vol. 1 No. 1 Juni 2014 More Issue