cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
TARBIYA : Journal Education in Muslim Society
ISSN : 23561416     EISSN : 24429848     DOI : -
Core Subject : Education,
TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society is a peer-reviewed journal on education in the Muslim world. This journal is published by the Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatullah Jakarta, in partnership with HSPAI (Scholars of Islamic Education), an affiliate of ISPI( Association of Indonesian Scholars of Education). Editors welcome scholars, researchers and practitioners of education around the world to submit scholarly articles to be published through this journal. All articles will be reviewed by experts before accepted for publication. Each author is solely responsible for the content of published articles. P-ISSN: 2356-1416 E-ISSN: 2442-9848
Arjuna Subject : -
Articles 441 Documents
Transpersonal Values Unveiled: A Study On Self-Regulated Learning Model Munadi, Yudhi; Nata, Abuddin; Bahruddin, E.; Sa’diyah, Maemunah
TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 9 NO. 2 2022
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tjems.v9i2.32827

Abstract

AbstractReviving transpersonal values in higher education through lectures lacks a proven effective model. Current learning is predominantly expository, focused on cognitive knowledge mastery in classrooms, neglecting experiential exploration and the full potential of peer interaction and environmental resources. A culture of value-based learning has yet to be established. This  descriptive qualitative study aims to uncover transpersonal values within the Self-Regulated Learning (SRL) model applied to Media dan Teknologi Pembelajaran (MTP) courses. Data on transpersonal values are collected through interviews and open-ended questions, validated through member-checking using a Likert scale with 122 participants. The MLT's SRL model comprises six stages: task understanding, planning, preparation, exploration, assessment, and reflection. These stages reveal values such as intention, inclusivity, responsibility, spiritual intelligence, trustworthiness, patience, self-reflection, self-observation, and character refinement. Empowering individual autonomy, these steps guide actions towards acquiring information, expertise, self-improvement, and heightened spiritual awareness.                                                                      Abstrak                      Menghidupkan kembali nilai-nilai transpersonal di perguruan tinggi melalui perkuliahan belum memiliki model yang terbukti efektif. Pembelajaran saat ini cenderung bersifat ekspositoris, berfokus pada penguasaan pengetahuan kognitif di dalam ruang kelas, yang mengabaikan eksplorasi pengalaman dan potensi penuh interaksi dengan teman sebaya dan sumber daya lingkungan. Budaya pembelajaran berbasis nilai-nilai juga belum terbentuk dengan baik. Studi deskriptif kualitatif ini bertujuan untuk mengungkap nilai-nilai transpersonal dalam model Self-Regulated Learning (SRL) yang diterapkan pada mata kuliah Media dan Teknologi Pembelajaran (MTP). Data mengenai nilai-nilai transpersonal dikumpulkan melalui wawancara dan pertanyaan terbuka, kemudian divalidasi melalui member-checking menggunakan skala Likert dengan 122 partisipan. Model SRL MLT terdiri dari enam tahapan: pemahaman tugas, perencanaan, persiapan, eksplorasi, penilaian, dan refleksi. Tahapan-tahapan ini mengungkapkan nilai-nilai seperti nilai intensi, inklusif, tanggung jawab, cerdas spiritual, amanah, sabar, muhasabah, muraqabah, dan tahsinul akhlaq Dengan memberdayakan otonomi individu, langkah-langkah ini memandu tindakan menuju perolehan informasi, keahlian, peningkatan diri, dan kesadaran spiritual yang lebih tinggi.How to Cite : Munadi, Y., Nata, A., Bahruddin, E, Sa’diya, M. (2022). Transpersonal Values Unveiled: A Study On Self-Regulated Learning Model. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 9(2), 211-226. doi:10.15408/tjems.v9i2.32827.
Portrait of Adequacy of Teachers in DKI Jakarta Public Madrasah Fatra, Maifalinda; Sihombing, Adison Adrianus
TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 10 NO. 1 2023
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tjems.v10i1.32874

Abstract

AbstractThis study aims to analyze the availability of professional teachers in public madrasahs using a descriptive analysis survey method. Respondents were 1116 state madrasah teachers (MIN, MTsN, and MAN) in DKI Jakarta. Teacher profile data obtained from Simpatika. Teacher competency data was obtained through a questionnaire in the Google form in 2021. The results showed that there was a quite significant shortage of educators in MIN of Arabic 46%; Art 45%; and Sports 53%. The class teacher has an excess of 17%. For MTsN and MAN, there are significant deficiencies in the subjects of PKN, Indonesian, Cultural Arts, Sports, and Craft-Entrepreneurship. This study recommends that the Central Ministry of Religion recruit civil servant teachers in all subjects that experience shortages. This study has implications for the management of teacher governance in madrasas, it is necessary to pay attention to the adequacy of teachers for each eye. For the Ministry of Religion as a policy maker to pay serious attention to meeting the needs of teachers in every madrasah. For higher education institutions, it is necessary to open several departments which are currently quite limited in the availability of teachers such as teachers of arts, sports, and counseling guidance.AbstrakStudi ini bertujuan untuk menganalisis ketersediaan guru profesional di madrasah negeri dengan menggunakan metode survei teknik analisis deskriptif. Responden merupakan 1116 guru madrasah negeri (MIN, MTsN dan MAN) di DKI Jakarta. Data profil guru diperoleh dari Simpatika. Data kompetensi guru diperoleh melalui angket dalam google form tahun 2021. Hasil penelitian menunjukkan terdapat kekurangan tenaga pendidik yang cukup signifikan di MIN sebesar: Bahasa Arab 46%; Seni 45%; dan Olahraga 53% sedang untuk guru kelas mengalami kelebihan sebesar 17%. Untuk satuan pendidikan MTsN dan MAN terdapat kekurangan guru yang cukup signifikan pada mata pelajaran PKN, Bahasa Indonesia, Seni Budaya, Olahraga dan Prakarya-Kewirausahaan. Studi ini merekomendasikan agar Kementerian Agama Pusat melakukan penerimaan guru PNS pada semua mata pelajaran yang mengalami kekurangan. Studi ini berimplikasi terhadap manajemen tata kelola guru di madrasah perlu memperhatikan ketercukupan guru untuk setiap mata. Untuk kementrian agama sebagai pembuat kebijakan agar memberi perhatian serius terhadap pemenuhan kebutuhan guru disetiap madrasah.  Untuk lembaga pendidikan tinggi perlu membuka beberapa jurusan yang saat ini cukup terbatas ketersediaan guru seperti guru seni, olah raga dan bimbingan konseling.How to Cite: Fatra, M., Sihombing, A.A. (2023). Portrait of Adequacy of Teachers in DKI Jakarta Public Madrasah. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 10(1), 13-38. 
SWOT Analysis of Development Strategy Entering the Disruption Era maftuhah, maftuhah; Nurhasanah, Siti
TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 10 NO. 1 2023
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tjems.v10i1.33399

Abstract

AbstractThis study aims to find the right strategy for Darus Sunnah Pesantren to face in the disruption era. The disruption era is an era where digitalization is the motor of change that occurs in the social, economic, and cultural sectors. The strategy generated the strengths and weaknesses of Darus Sunnah Pesantren, as well as looking at opportunities and challenges outside Pesantren. This research is a qualitative type of case study model where interviews, observations, and document review as data collection techniques. The results showed that Pesantren Darus Sunnah could utilize its human resources, the majority of whom were millennials and had a good education, to take advantage of digital media, both to raise donations and market their books and promote the institution. Furthermore, based on existing strengths and threats, pesantren can empower their human resources by utilizing their alumni who are many in the digital world. Meanwhile, based on the weaknesses and opportunities, Darus Sunnah can take advantage of online donations and outside assistance to develop digital facilities and infrastructure within the Institution. Meanwhile, based on existing weaknesses and threats, Darus Sunnah can hold digital literacy programs and other programs that counteract the disruption era's negative impacts on stakeholders of Darus Sunnah Pesantren. This competency is also an additional competency for students in the era of disruption.AbstrakPenelitian ini bertujuan menemukan strategi yang tepat bagi Pesantren Darus Sunnah menghadapi era disrupsi. Era disrupsi merupakan era dimana digitalisasi menjadi motor perubahan yang terjadi dalam sektor sosial, ekonomi dan budaya. Strategi dihasilkan melalui analisis SWOT dengan menilai kekuatan dan kelemahan Pesantren Darus Sunnah, serta mencermati peluang dan tantangan di luar Pesantren. Penelitian ini berjenis kualitatif model studi kasus dimana wawancara, observasi dan telaah dokumen sebagai teknik pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukan bahwa Pesantren Darus Sunnah dapat memanfaatkan sumber daya manusianya yang mayoritas dari kalangan milenial dan memiliki pendidikan baik untuk memanfaatkan media-media digital, baik untuk menggalang donasi, memasarkan karya tulis mereka dan mempromosikan Lembaga. Selanjutnya didasarkan pada kekuatan dan ancaman yang ada, pesantren dapat melakukan pemberdayaan sumber daya manusianya dengan memanfaatkan alumninya yang banyak berkecimpung di dunia digital. Sementara berdasarkan kelemahan dan peluang yang ada, Darus Sunnah dapat memanfaatkan donasi online dan bantuan-bantuan pihak luar untuk pengembangan sarana dan prasarana digital di dalam Lembaga. Sedangkan berdasarkan kelemahan dan ancaman yang ada, Darus sunnah bisa mengadakan program literasi digital dan program lain yang berfungsi menangkal dampak negatif dari era disrupsi bagi stakeholder Pesantren Darus Sunnah. Kompetensi ini sekaligus menjadi kompetensi tambahan bagi para santri di era disrupsi.How to Cite: Maftuhah.,  Nurhasanah, S. (2023). SWOT Analysis of Development Strategy Entering the Disruption Era. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 10(1), 13-38. doi:10.15408/tjems.v10i1. 33399.
Initiation and Formulation of Internationalization of Islamic Religious Higher Education Saepudin, Didin; Asmawi, Asmawi; Sujoko, Imam; Sapiudin, Sapiudin
TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 10 NO. 2 2023
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tjems.v10i2.34551

Abstract

AbstractGlobalisation trends and free trade have emerged as catalysts for the internationalisation of higher education institutions. The internationalisation of PTKI has primarily been spearheaded by State Islamic University (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta and UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, particularly within their Postgraduate Programs (PPs). However, the efficacy of these initiatives necessitates critical review and evaluation, hence the imperative for this research. This qualitative, multi-case study employs internationalisation as the unit of analysis, gathering data through documentary studies and in-depth interviews. Following verification, reduction, and categorisation, the data were analysed utilising discourse and thematic techniques. This study focuses on the Postgraduate Schools (SPs) of UIN Jakarta and UIN Yogyakarta. The findings reveal that indicators of internationalisation across various dimensions, including management, teaching and educational staff, students, research, collaboration, and international reputation, have been pursued by the SPs of UIN Jakarta. However, one notable absence is the provision of international study programs at both the master’s and doctoral levels, a feature already present within the PPs of UIN Yogyakarta.AbstrakTren globalisasi dan perdagangan bebas telah menjadi salah satu pendorong bagi internasionalisasi lembaga pendidikan tinggi. Internasionalisasi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) telah diinisiasi, dirancang, dan bahkan diimplementasikan oleh Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta dan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, khususnya Program Pascasarjana mereka. Namun, implementasinya perlu ditinjau kembali dan dievaluasi; oleh karena itu, ini adalah urgensi dari penyelenggaraan penelitian ini. Penelitian ini adalah studi kualitatif dan multi kasus di mana internasionalisasi digunakan sebagai unit analisis yang mengarah pada pengumpulan data melalui studi dokumen dan wawancara mendalam. Setelah verifikasi, reduksi, dan kategorisasi, data dianalisis menggunakan teknik diskursus dan tematik. Objek dalam penelitian ini adalah Program Studi (PSs) UIN Jakarta dan UIN Yogyakarta. Penelitian ini menunjukkan bahwa indikator internasionalisasi lembaga pendidikan tinggi dalam Manajemen, pengajaran dan staf pendidik, mahasiswa, penelitian, kerjasama, dan reputasi internasional telah dilakukan dan terus dikejar oleh Program Pascasarjana (SPs) UIN Jakarta. Satu indikator yang absen dari SPs UIN Jakarta adalah program studi internasional baik pada tingkat magister maupun doktoral. Sebagai gantinya, program studi internasional telah ada di PPs UIN Yogyakarta.How to Cite: Saepudin, D., Asmawi, Sujoko, I., & Sapiudin. (2023). Initiation and Formulation of Internationalization of Islamic Religious Higher Education. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 10(2), 192-206. doi:10.15408/tjems.v10i2.34551.
Ex-Terrorist Motivation in Reeducation Program: Case Study of Terrorism Convicts in Indonesia Nisa, Pia Khoirotun; Mustofa, Tutur Ahsanil; Albantani, Azkia Muharom; Syafri, Mohamad
TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 10 NO. 1 2023
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tjems.v10i1.35047

Abstract

AbstractTerrorism is one of the extraordinary crimes, creating terror based on ideological differences and misinterpreting religious teaching. This research focuses on how the re-education program for terrorist convicts is carried out and what are the factors that influence a person to be involved in criminal acts of terrorism. The research uses qualitative methods within the exploratory, investigative approach. The participants of the research are 36 terrorism convicts who are still serving their sentences. The research found that the re-education program given to terrorism convicts centered on strengthening ideology related to strong religious values and nationalism spirit. The ideological aspect is the main point in the re-education program, this is because the ideological aspect is more permanent and effective. The terrorists were still dominated by males and members of JAD (Jamaah Anshorut Daulah). The background of the individuals is also varied, ranging from uneducated to bachelor or higher, unemployed to civil servants. The convicts who join a terrorist group have different reasons. However, several reasons generally stated by convicts involved in terrorist groups are a strong belief in a particular ideology or religion, hatred of certain groups or ideologies, and the urge to make radical changes in society. In addition, convicts may also be affected by factors such as poverty, injustice, and discrimination they experienced. The research also unveils that the convicts have regret for their previous acts. Therefore, the re-education program's main role is to ensure the convicts are part of society once again.AbstrakTerorisme adalah salah satu kejahatan luar biasa yang menciptakan ketakutan berdasarkan perbedaan ideologi dan penafsiran yang salah terhadap ajaran agama. Penelitian ini berfokus pada bagaimana program reedukasi terhadap terorisme dijalankan dan faktor-faktor apa saja yang memengaruhi seseorang untuk terlibat dalam tindakan kriminal terorisme. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan eksploratif dan investigatif. Peserta penelitian adalah 36 narapidana terorisme yang masih menjalani hukuman mereka. Penelitian menemukan bahwa program reedukasi yang diberikan kepada narapidana terorisme berpusat pada penguatan ideologi terkait nilai agama dan semangat berbangsa yang kuat. Aspek ideologis menjadi poin utama dalam program reedukasi, hal tersebut dikarenakan aspek ideologis lebih bersifat permanen dan efektif. Teroris masih didominasi oleh laki-laki dan anggota JAD (Jamaah Anshorut Daulah). Latar belakang individu-individu ini juga beragam, mulai dari yang tidak berpendidikan hingga sarjana atau lebih tinggi, dari pengangguran hingga pegawai negeri. Narapidana yang bergabung dengan kelompok teroris memiliki alasan yang berbeda. Namun, beberapa alasan yang umumnya dinyatakan oleh narapidana yang terlibat dalam kelompok teroris adalah keyakinan kuat pada ideologi atau agama tertentu, kebencian terhadap kelompok atau ideologi tertentu, dan dorongan untuk membuat perubahan radikal dalam masyarakat. Selain itu, narapidana juga dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti kemiskinan, ketidakadilan, dan diskriminasi yang mereka alami. Penelitian juga mengungkapkan bahwa para narapidana menyesal atas tindakan mereka sebelumnya. Oleh karena itu, program reedukasi menjalankan peran utamanya untuk memastikan para narapidana kembali menjadi bagian dari masyarakat.How to Cite: Nisa,P.K., Mustofa, T. A., Albantani, A.M., Syafri, M. (2023). Ex-Terrorist Motivation in Reeducation Program: Case Study of Terrorism Convicts in Indonesia. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 10(1), 69-86. doi:10.15408/tjems.v10i1.35047.
The Construction Learning Model of Islamic Education in Society 5.0 and Its Relevance at Islamic Boarding Schools on Java Island Afif, Nur; Aziz, Abd; Mubin, Fatkhul
TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 10 NO. 1 2023
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tjems.v10i1.35967

Abstract

AbstractThe study aimed to determine the urgency of digitizing Islamic boarding school education in Society 5.0 and the effectiveness of the IT-based collaborative learning model on the creative thinking abilities of students in Islamic boarding schools on the island of Java. This mixed methods research method combines two previously existing forms of research, namely qualitative research and quantitative research. The population referred to in this research were all class X students in Islamic boarding schools on the island of Java, including Islamic boarding schools in Banten and Islamic boarding schools in East Java. The variables of this research are the IT-based collaborative learning model and creative thinking abilities. Based on the results of data analysis, it was concluded that 1) urgency digitizing Islamic boarding school education in Society 5.0 is one of the efforts that must be made for all Islamic boarding schools, especially Islamic boarding schools on the Island of Java; 2) Collaborative learning model was very effective for improving students' creative thinking abilities. All aspects of creative thinking can be developed through IT-based collaborative learning in facing Society 5.0 in Islamic boarding schools on the island of Java.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menentukan urgensi digitalisasi pendidikan pesantren di dalam Masyarakat 5.0 dan efektivitas model pembelajaran kolaboratif berbasis IT terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa di pesantren di pulau Jawa. Metode penelitian campuran ini menggabungkan dua bentuk penelitian yang sebelumnya ada, yaitu penelitian kualitatif dan penelitian kuantitatif. Populasi yang dimaksud dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas X di pesantren di pulau Jawa, termasuk pesantren di Banten dan pesantren di Jawa Timur. Variabel penelitian ini adalah model pembelajaran kolaboratif berbasis IT dan kemampuan berpikir kreatif. Berdasarkan hasil analisis data, disimpulkan bahwa 1) urgensi digitalisasi pendidikan pesantren di dalam Masyarakat 5.0 adalah salah satu upaya yang harus dilakukan untuk semua pesantren, khususnya pesantren di Pulau Jawa; 2) Model pembelajaran kolaboratif sangat efektif untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa. Semua aspek berpikir kreatif dapat dikembangkan melalui pembelajaran kolaboratif berbasis IT dalam menghadapi Masyarakat 5.0 di pesantren di pulau Jawa.How to Cite: Afif, N., Aziz, A., Mubin, F. (2023) The Construction Learning Model of Islamic Education in Society 5.0 and Its Relevance at  Islamic Boarding Schools on Java Island. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 10(1), 69-84. doi:10.15408/tjems.v10i1. 35967.
Synergisticity of Family, School, and Community Education In Strengthening Religious Moderation Daheri, Mirzon; Rohimin, Rohimin; Amin, Alfauzan; Iqbal, Moch; Warsah, Idi
TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 10 NO. 1 2023
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tjems.v10i1.36028

Abstract

AbstractThis research aims to analyze how the synergy between family, school, and community education can strengthen the understanding and practice of religious moderation and the supporting factors, forms, and effects of this synergy. The research was conducted at Sindang Jati, Rejang Lebong, Bengkulu using qualitative methods and a phenomenological approach. The data collection technique used snowball sampling for interviews, accompanied by observation and documentation. The data were analyzed with a phenomenological model through epoch and ideation. The research results show that close collaboration between education received in the family, at school, and in society can significantly improve understanding and practice of religious moderation. These findings confirm that the synergy between these three components provides a large positive impact, in line with the social theory proposed by Parson and Brofenbrenner. Factors such as shared goals, effective communication (associative interaction), parental involvement, school commitment, and community trust and roles are essential in strengthening this synergy. In line with Murphy's law, the synergy of the three educational centers minimizes opportunities for immoderate attitudes and actions to grow.AbstrakTujuan penelitian ini untuk menganalisis bagaimana sinergisitas antara pendidikan keluarga, sekolah, dan masyarakat dapat menguatkan pemahaman dan praktik moderasi beragama, faktor-faktor pendukung, bentuk dan pengaruh sinergisitas tersebut. Penelitian dilakukan di Sindang Jati, Rejang Lebong, Bengkulu dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan fenomenologi. Teknik pengambilan data menggunakan snowball sampling untuk wawancara, disertai observasi dan dokumentasi. Data dianalisis dengan model fenomenologi melalui epoche dan ideation. Hasilnya menunjukkan sinergisitas antara pendidikan keluarga, sekolah, dan masyarakat dapat membantu meningkatkan pemahaman dan praktik moderasi beragama selaras dengan teori sosial Parson dan Brofenbrenner. Faktor-faktor seperti kesamaan tujuan, komunikasi yang efektif (interaksi asosiatif), keterlibatan orang tua, komitmen sekolah, dan kepercayaan serta peran masyarakat, merupakan hal yang penting dalam memperkuat sinergi ini. Selaras dengan hukum Murphy bahwa sinergisitas tiga pusat pendidikan meminimalisir peluang sikap dan tindakan yang tidak moderat untuk tumbuh. How to Cite: Daheri, M., Rohimin, Amin, A., Iqbal, M., Warsah, I. (2023). Synergisticity of Family, School, and Community Education In Strengthening Religious Moderation. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 10(1), 103-122. doi:10.15408/tjems.v10i1. 36028.
Model of Internalization Religious Character Values to Strengthen Moral Student Nursalim, Eko; Zurqoni, Zurqoni; Khojir, Khojir
TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 10 NO. 2 2023
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tjems.v10i2.37575

Abstract

AbstractThis study aimed to investigate the implementation of religious character values among students and to identify internalisation models that can enhance students’ morale. Employing qualitative methods, the study adopted a phenomenological approach to comprehensively understand the process of internalising religious character values in an educational setting. This study was conducted across two senior high schools and one vocational high school in East Kalimantan Province. Moreover, data were gathered through extensive interviews, observations, and documentation, then analysed through data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings revealed various efforts to instil students' religious character values, such as instilling theoretical knowledge about spiritual values, organising religious activities, fostering a religious culture in schools, integrating religious values in various disciplines, and maintaining continuous supervision. The model utilised for internalising religious character values was the structural-organic-reflective-integrative model. This model offers a comprehensive approach to enhancing students' moral development by embedding religious principles into every aspect of education. While this study has contributed to the discussion, some limitations and suggestions for future research were provided.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi implementasi nilai-nilai karakter religius di kalangan siswa dan mengidentifikasi model internalisasi yang dapat meningkatkan moral siswa. Dengan menggunakan metode kualitatif, studi ini mengadopsi pendekatan fenomenologis untuk memahami secara komprehensif proses internalisasi nilai-nilai karakter religius dalam konteks pendidikan. Penelitian ini dilakukan di dua sekolah menengah atas dan satu sekolah menengah kejuruan di Provinsi Kalimantan Timur. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, yang kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan penelitian ini menunjukkan berbagai upaya untuk menanamkan nilai-nilai karakter religius siswa, seperti memberikan pengetahuan teoritis tentang nilai-nilai spiritual, mengorganisir kegiatan keagamaan, membina budaya keagamaan di sekolah, mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan dalam berbagai disiplin, dan menjaga pengawasan yang berkelanjutan. Selanjutnya, model internalisasi nilai-nilai karakter religius yang diterapkan adalah model struktural-organik-reflektif-integratif. Model ini menawarkan pendekatan komprehensif untuk meningkatkan perkembangan moral siswa dengan menyelipkan prinsip-prinsip keagamaan ke dalam setiap aspek pendidikan. Meskipun studi ini telah memberikan kontribusi pada diskusi di topik terkait, beberapa keterbatasan dan saran untuk penelitian di masa mendatang telah disampaikan dalam artikel ini.How to Cite: Nursalim, E., Zurqoni, Khojir. (2023). Model of Internalization Religious Character Values to Strengthen Moral Student. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 10(2), 163-182. doi:10.15408/tjems.v10i2.37575. 
Empowering Religious Counselors as Agents of Religious Moderation in the Indonesian Ministry of Religious Affairs Kusumaningrum, Hesti; Rubiyanah, Rubiyanah; Fadhilla, Indah
TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 10 NO. 2 2023
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tjems.v10i2.37771

Abstract

AbstractThis study aims to analyze how a training model strengthens the competence of religious counselors in spreading the value of religious moderation. This research uses a qualitative approach of case study type by collecting data through in-depth interviews, observations, and literature studies. The research participants consisted of Religious Counselors working in various regions in Indonesia who participated in the education and training program for religious moderation activists conducted by the Indonesian Ministry of Religious Affairs training center. The results showed that Religious Counselors need to increase their understanding of the principles of religious moderation, practical communication skills, and conflict-handling strategies. In addition, the training model can strengthen the competencies of religious counselors in disseminating the value of religious moderation and conducting their duties as religious counselors. This training model uses an andragogy learning approach with group discussions, case studies, simulations, and team-based training methods. The training materials such as interfaith dialogue, the concept of religious moderation, religious diversity, religious tolerance, and conflict management can strengthen the understanding of Religious Counselors about pluralism and religious moderation, communication skills, and building interfaith cooperation. After attending this training, the counselors became more confident in carrying out their duties and more prepared to deal with religion-driven social conflicts in the community. Furthermore, they can develop digital media learning on religious moderation through social media.AbstrakMakalah ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana model pelatihan untuk memperkuat kompetensi Penyuluh Agama dalam menyebarkan nilai moderasi agama. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif tipe studi kasus dengan mengumpulkan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi literatur. Partisipan penelitian terdiri dari Penyuluh Agama yang bekerja di berbagai wilayah di Indonesia yang mengikuti program pendidikan dan pelatihan untuk aktivis moderasi agama yang diselenggarakan oleh pusat pelatihan Kementerian Agama Republik Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penyuluh Agama perlu meningkatkan pemahaman mereka tentang prinsip-prinsip moderasi agama, keterampilan komunikasi efektif, dan strategi penanganan konflik. Selain itu, model pelatihan dapat memperkuat kompetensi Penyuluh Agama dalam menyebarkan nilai moderasi agama dalam menjalankan tugas mereka sebagai Penyuluh Agama. Model pelatihan ini menggunakan pendekatan pembelajaran andragogi dengan metode diskusi kelompok, studi kasus, simulasi, dan pelatihan berbasis tim. Materi pelatihan seperti dialog lintas agama, konsep moderasi agama, keragaman agama, toleransi beragama, dan manajemen konflik mampu memperkuat pemahaman Penyuluh Agama tentang pluralisme dan moderasi agama, keterampilan komunikasi, dan membangun kerjasama lintas agama. Setelah mengikuti pelatihan ini, Penyuluh menjadi lebih percaya diri dalam menjalankan tugas mereka, lebih siap dalam menghadapi konflik sosial keagamaan di masyarakat. Selain itu, mereka dapat mengembangkan pembelajaran media digital dengan tema moderasi agama melalui media sosial.How to Cite: Kusumaningrum, H., Rubiyanah., Fadhilla, I. (2023). Empowering Religious Counselors as Agents of Religious Moderation in the Indonesian Ministry of Religious Affairs. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 10(2), 219-236. doi:10.15408/tjems.v10i2.37771. 
Self-Regulated Learning in Distance Education to Foster Twenty-First-Century Skills Mahayanti, Ni Wayan Surya; Suwastini, Ni Komang Arie; Dantes, Gede Rasben; Suryandani, Putu Dinia; Minxia, Zhu
TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 10 NO. 2 2023
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tjems.v10i2.37797

Abstract

AbstractThis research aimed to fill the existing research gap by examining the relationship between SRL and the 21st Century skills in distance education, highlighting the significance of understanding how these competencies intersect to enhance remote learning outcomes. The research design of this study is a systematic literature review adopting George’s (2008) model. The data were collected through assigning codes, developing themes, comparing and conducting close scrutiny of the codes and themes using 48 articles as secondary data sources. After the data were collected, qualitative analysis was done. The findings of this article have mainly addressed the positive light of twenty-first-century learning. The 21st Century skills fall into three categories: learning, literacy, and life skills. Students’ SRL directly affects their self-efficacy towards distance learning, while other factors, such as readiness and motivation, are also very contributive. The component of self-regulation concerns students ' active learning and taking a reflective role in their cognition, behaviour, emotions, and motivation of academic functioning to fulfill the requirement of twenty-first-century skills. Distance education potentially provides an environment that helps students manage their way of thinking in a way aligned with the 21st Century's needs. Furthermore, within Islamic studies, this research contributes to an emerging discourse on how SRL strategies can be tailored to cultivate critical Islamic perspectives and knowledge acquisition in online educational settings.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengisi kesenjangan penelitian yang ada dengan menguji hubungan antara SRL dan keterampilan abad ke-21 dalam konteks pendidikan jarak jauh, menyoroti pentingnya memahami bagaimana kompetensi-kompetensi ini berpotongan untuk meningkatkan hasil pembelajaran jarak jauh. Desain penelitian ini adalah tinjauan literatur sistematis yang mengadopsi model George (2008) dan data dikumpulkan melalui pemberian kode, pengembangan tema, perbandingan, dan melakukan pemeriksaan teliti terhadap kode dan tema menggunakan 48 artikel sebagai sumber data sekunder. Setelah data terkumpul, analisis kualitatif dilakukan. Temuan artikel ini sebagian besar mengarah pada pandangan positif tentang pembelajaran abad ke-21. Keterampilan abad ke-21 terbagi menjadi tiga kategori yaitu keterampilan belajar, keterampilan literasi, dan keterampilan kehidupan. SRL mahasiswa secara langsung memengaruhi efikasi diri mereka terhadap pembelajaran jarak jauh, sementara faktor-faktor lain seperti kesiapan dan motivasi mahasiswa juga sangat berkontribusi. Komponen pengaturan diri yang berpusat pada mahasiswa untuk melakukan pembelajaran aktif dan mengambil peran reflektif dalam kognisi, perilaku, emosi, dan motivasi fungsional akademik untuk memenuhi persyaratan keterampilan abad ke-21. Pendidikan jarak jauh berpotensi memberikan lingkungan yang membantu mahasiswa untuk mengelola cara berpikir mereka sesuai dengan kebutuhan abad ke-21. Selain itu, dalam bidang studi Islam, penelitian ini berkontribusi pada wacana yang muncul tentang bagaimana strategi SRL dapat disesuaikan untuk membudayakan pandangan Islam kritis dan pemerolehan pengetahuan dalam pengaturan pendidikan online.How to Cite: Mahayanti, N.W. S., Suwastini, N.K.A., Dantes, G.R., Suryandani, P.D., & Minxia, Z. (2023). Self-Regulated Learning in Distance Education to Foster Twenty-First-Century Skills. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 10(2), 1-26. doi:10.15408/tjems.v10i2.37797.

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 12 NO. 1 2025 TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 12 NO. 1 2025 (In Progress Issue) TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 11 NO. 2 2024 TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 11 NO. 1 2024 TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 10 NO. 2 2023 TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 10 NO. 1 2023 TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 9 NO. 2 2022 TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 9 NO. 1 2022 TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 8 NO. 2 2021 TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 8 NO. 1 2021 TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 7 NO. 2 2020 TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 7 NO. 1 2020 TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 6 NO. 2 2019 TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 6 NO. 1 2019 TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 5 NO. 2 DECEMBER 2018 TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 5 NO. 1 JUNE 2018 TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 4 NO. 2 DECEMBER 2017 TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society | Vol. 4 No. 1 June 2017 TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society | Vol. 3 No. 2 December 2016 TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society | Vol. 3 No. 1 June 2016 TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society | Vol. 2 No. 2 December 2015 TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society | Vol. 2 No. 1 June 2015 TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society | Vol. 1 No. 2 December 2014 TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society | Vol. 1 No. 2 Desember 2014 TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society | Vol. 1 No. 1 Juni 2014 TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society | Vol. 1 No. 1 Juni 2014 More Issue