cover
Contact Name
Santosa Kusumah
Contact Email
santosa.kusumah@unpad.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
santosa.kusumah@unpad.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Dharmakarya : Jurnal Aplikasi Ipteks Untuk Masyarakat
ISSN : 23028955     EISSN : 26142392     DOI : -
Jurnal Dharmakarya terbit 4 (empat) kali dalam satu tahun (Maret, Juni, September dan Desember)
Arjuna Subject : -
Articles 798 Documents
PEMANFAATAN LIMBAH BUAH DAN SAYUR SEBAGAI ECOENZYME ALTERNATIF PESTISIDA SINTETIK DI DESA SUKAPURA, KECAMATAN KERTASARI, KABUPATEN BANDUNG Wawan Hermawan; Fajrin Suci Madyasti
Dharmakarya : Jurnal Aplikasi Ipteks Untuk Masyarakat Vol 12, No 1 (2023): Maret, 2023
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/dharmakarya.v11i2.36174

Abstract

Pestisida sintetik merupakan bahan pencemar lingkungan yang dapat menyebabkan resistensi hama dan dapat membahayakan kesehatan manusia. Salah satu alternatif yang dapat digunakan untuk menggantikan pestisida sintetik adalah dengan menggunakan biopestisida. Biopestisida dapat menjadi solusi akibat sifatnya yang mudah terdegradasi, tidak toksik, serta memiliki spektrum aktivitas yang lebih luas. Salah satu cara mendapatkan biopestisda ini adalah dengan membuat eco-enzyme. Dalam kegiatan pengabdian ini dilakukan sosialisai pemanfaatan eco-enzyme sebagai biopestisida pengganti pestisida sintetik. Kegiatan ini dilakukan pada petani di Desa Sukapura, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung melalui virtual zoom meeting. Kegiatan ini bertujuan untuk Memberikan pengenalan mengenai eco-enzyme sebagai salah satu alternatif pestisida sintetik dan mensosialisasikan langkah pembuatan dan pengaplikasian eco-enzyme terutama sebagai biopestisida. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat memberikan inspirasi bagi masyarakat untuk beralih menggunakan biopestisida mulai dari memanfaatkan limbah buah dan sayur yang ada menjadi eco-enzyme. Dua pertanyaan didapatkan setelah pemaparan materi dilakukan. Pertanyaan tersebut meliputi limbah buah dan sayur jenis apa yang cocok untuk digunakan sebagai eco-enzyme, serta apakah boleh untuk mencampurkan buah dan sayur dalam pembuatan eco-enzyme. Munculnya pertanyaan tersebut menunjukan bentuk ketertarikan partisipan untuk beralih menggunakan biopestisida melalui eco-enzyme. Kegiatan tersebut juga memberikan wawasan bagi petani untuk mulai mengolah sampah organik buah dan sayur yang ada untuk dimanfaatkan sebagai eco-enzyme.
PENYULUHAN BUDIDAYA PADI TERPADU DI DESA SLATENG, KECAMATAN LEDOKOMBO, KABUPATEN JEMBER Nurul Dwi Novikarumsari; Vega Kartika Sari; Basuki Basuki; Marga Mandala
Dharmakarya : Jurnal Aplikasi Ipteks Untuk Masyarakat Vol 12, No 1 (2023): Maret, 2023
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/dharmakarya.v12i1.40706

Abstract

Slateng merupakan salah satu desa di kecamatan ledokombo kabupaten jember dengan  permasalahan yang dihadapi petani setempat ialah produktivitas padi yang masih tergolong rendah, yaitu hanya <0,5 ton/ha. Permasalahan lain juga dihadapi oleh desa slateng yakni limbahdan belum mengupayakan budidaya pertanian terpadu. Kegiatan penyuluhan padi terpadu di desa slateng merupakan salah satu bagian dari kegiatan pengabdian desa yang dimulai bulan  juli 2021 sampai dengan desember 2021. Berdasarkan kegiatan pengabdian yang telah dilakukan yaitu penyuluhan terkait budidaya padi terpadu bahwa Mayoritas sararan sebanyak 43,7% menilai bahwa materi penyuluhan yang disampaikan oleh narasumber sangat sesuai. Penilaian sasaran juga menyatakan bahwa cara penyampaian materi mayoritas (53,33%) menilai sudah sesuai karena dilakukan diskusi yang melibatkan partisipasi masyarakat. Permasalahan sasaran  dan keberlanjutan program dinilai sudah sesusai (sebanyak 40%).
IMPLEMENTASI MESIN PEMISAH SEKALIGUS PEMISAH KULIT ARI KEDELAI DAN BILIK STERILISASI OZON PADA UKM TEMPE Djoko Suwito; Wahyu Dwi Kurniawan; NIken Purwidiani; Agung Prijo Budijono
Dharmakarya : Jurnal Aplikasi Ipteks Untuk Masyarakat Vol 12, No 1 (2023): Maret, 2023
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/dharmakarya.v12i1.31304

Abstract

Pada proses pembuatan tempe terdapat beberapa hambatan yaitu pada proses pemecahan kedelai, proses pemisahan kulit ari kedelai dan sterilisasi peralatan proses produksi. Pada proses pemecahan kedelai masih dilakukan secara konvensional yaitu dengan menggunakan alat pemecah kedelai manual yang digerakan oleh tangan sehingga menyebabkan 10% kedelai belum pecah dan membutuhkan waktu yang relatif lama (1 jam). Proses selanjutnya yaitu proses pemisahan kulit ari kedelai dengan cara dicuci ke dalam tong sambil diaduk menggunakan tangan sehingga kulit arinya mengambang. Proses ini membutuhkan waktu relatif (2 jam) sehingga kurang efisien. Sedangkan pada proses sterilisasi peralatan masih dilakukan dengan cara disiram menggunakan air mengalir agar sisa-sisa kedelai akan terbawa air, hal ini tidak menjamin peralatan produksi telah steril dari ancaman bakteri/kuman. Solusi untuk menyelesaikan permasalahan mitra yaitu dengan menerapkan mesin pemecah sekaligus pemisah kulit ari kedelai dan bilik steriliasi ozon. Metode pelaksanaan kegiatan ini yaitu koordinasi tim, pembuatan gambar detail, melakukan manufaktur assembly dan uji fungsi, serah terima dan implementasi mesin, dan evaluasi. Hasil yang dicapai pada implementasi mesin dan blik sterilisasi memberikan manfaat bagi mitra diantaranya: (1) mempercepat proses pemecahan dan pemisahan kulit ari kedelai yang semula 3 jam menjadi 1 jam; (2) hasil proses pemecahan yang semula 10% kedelai belum pecah menjadi 3%; (3) karyawan tidak mudah lelah; 4) peralatan proses produksi lebih terjamin kebersihannya karena disterilkan secara berkala.
SOSIALISASI PERGURUAN TINGGI DIMASA PANDEMI COVID-19 KEPADA WARGA BELAJAR DI PKBM MARITIM Usep Saepul Mustakim
Dharmakarya : Jurnal Aplikasi Ipteks Untuk Masyarakat Vol 12, No 1 (2023): Maret, 2023
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/dharmakarya.v12i1.35204

Abstract

Pendidikan Non Formal menjadi sarana bagi masyarakat yang ingin melanjutkan pendidikan yang tidak diperoleh pada pendidikan formal. PKBM Maritim menjadi salah satu rujukan PNF program pendidikan kesetaraan yang terkareditasi Baik. Sosialisasi perguruan tinggi dimasa pandemi covid-19 kepada warga Belajar di PKBM Maritim pada Program Paket C dilakukan dengan tujuan agar warga belajarnya dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Adapun hasil sosialisasi perguruan tinggi diperoleh informasi sebanyak 53% dari 62 warga belajar ingin melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi dan sisanya sebanyak 47% dari 62 warga belajar tidak melanjutkan dengan pertimbangan sudah bekerja dan berkeluarga. Pelaksanaan sosialisasi sendiri dilakukan dengan bertahap dari pengenalan, kegiatan inti sosialisasi hingga evaluasi hasil sosialisasi.
PELATIHAN DAN SIMULASI TOEFL SEBAGAI UPAYA MENCAPAI NILAI YANG DITARGETKAN Hafida Ruminar; Dian Islami Prasetyaningrum; Rizkiana Maharddhika; Mushoffan Prasetianto
Dharmakarya : Jurnal Aplikasi Ipteks Untuk Masyarakat Vol 12, No 1 (2023): Maret, 2023
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/dharmakarya.v12i1.43061

Abstract

TOEFL (Test of English Foreign Language) sering dijadikan salah satu prasyarat kelulusan akademik, pendaftaran beasiswa, melamar pekerjaan dan tujuan akademik atau non-akademik lainnya. Rata rata persyaratan minimal nilai TOEFL yang diminta minimal berkisar dari 450 – 550. Sayangnya masih banyak mahasiswa atau masyarakat umum yang kesulitan untuk mencapai persyaratan nilai minimal TOEFL. Oleh karena itu tim dosen Bahasa Inggris Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya berinisiatif untuk melakukan pengbdian masyarakat berupa pelatihan TOEFL. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk membantu mahasiswa Universitas Brawijaya atau masyarakat umum yang butuh untuk meningkatkan atau mencapai nilai TOEFL yang ditargetkan sebagai prasyarat akademik. Adapun bentuk pengabdian masyarakat yang dilakukan adalah pelatihan dan simulasi TOEFL Equivalent Test yang difokuskan pada penyampaian strategi untuk mengerjakan soal TOEFL serta tips dan trik untuk mencapai passing grade yang menjadi prasyarat. Kegiatan pengabdian ini akan diadakan secara daring melalui platform Zoom Meeting agar memudahkan peserta yang berada di luar Universitas Brawijaya atau kota Malang mengikuti pelatihan ini. Durasi pengabdian masyarakat ini kurang lebih tiga bulan, meliputi pembuatan draft materi pelatihan, pelatihan TOEFL secara intensif, dan simulasi TOEFL. Hasil dari pelatihan ini mendapatkan antusiasme luar biasa dari peserta yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Para peserta merasa terbantu dengan pemberian materi strategi TOEFL yang sekaligus dipraktekkan melalui simulasi TOEFL. Kedepannya pelatihan serupa akan diadakan lagi dengan materi yang lebih intensif.
PENYULUHAN KESEHATAN DAN PELATIHAN PEMBUATAN SISTEM TANAM ORGANIK BAHAN DASAR JAMU TRADISIONAL UNTUK MENINGKATKAN KESADARAN MENJAGA KESEHATAN DI MASA PANDEMI COVID 19 BAGI UMAT BUDDHA VIHARA WINDU PARAMITA KECAMATAN PARUNG PANJANG KABUPATEN BOGOR Parjono, Parjono; Aman, Anwar; Karbono, Kemanya; Jiwanda, Jatayu; Hartono, Saputro Edi; Damana, I Ketut; Rudy, Rudy
Dharmakarya Vol 12, No 2 (2023): Juni, 2023
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/dharmakarya.v12i2.38999

Abstract

Kegiatan PkM ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kesadaran menjaga protokol kesehatan di masa pandemi covid-19 dan bagaimanakah meningkatkan kesadaran menjaga kesehatan di masa pandemi covid 19 bagi umat Buddha vihara Windu Paramita kecamatan Parung Panjang Kabupaten Bogor. Tujuan kegiatan PkM untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran menjaga kesehatan di masa pandemi covid-19 serta meningkatkan keterampilan bercocok tanam bahan dasar jamu tradisional secara organik. Kerangka pemecahan masalah dengan melakukan analisis situasi dan kebutuhan, sosialisasi kegiatan pelatihan, menetapkan jumlah peserta pelatihan, mengumpulkan peserta, dan memberikan materi penyuluhan dan pelatihan. Metode kegiatan tahap persiapan, yaitu melakukan analisis situasi, menetapkan dan melakukan komunikasi yang intensif dengan pengurus vihara, dan penyusunan materi. Tahap pelaksanaan PkM dilakukan selabanyak 4 kali pertemuan meliputi penjelasan teori, praktikum, dan FGD. Tahap monitoring pasca kegiatan adalah melalui WhatsApp Group berdasarkan dokumentasi kegiatan yang dikirimkan oleh peserta atau pengurus vihara. Metode pelatihan dengan ceramah, tanya jawab, pembelajaran kooperatif, simulasi, dan praktik. Khalayak dan sasaran kegiatan adalah umat Buddha di Vihara Windu Paramita dan sekitarnya. Hasil kegiatan ini adalah lebih dari 60% peserta mampu memahami dan menerapkan protokol kesehatan sebagai wujud kesadaran menjaga kesehatan diri masa pandemi covid-19 dan lebih dari 70% peserta mampu membuat sistem tanam organik dengan jenis tanaman obat keluarga sebagai bahan dasar pembuatan jamu tradisional. Hasil evaluasi pelaksanaan PkM dari aspek materi, penyelenggaraan, sarana prasarana, dan narasumber masuk dalam kategori puas dan sangat puas. Harapan peserta adalah dilaksanakan PkM secara berkelanjutan mengolah hasil bertanam  organik bahan dasar jamu tradisional. This PKM activity was motivated by the low awareness of maintaining health protocols during the COVID-19 pandemic and how to increase awareness of maintaining health during the COVID-19 pandemic for Buddhists at Wihara Windu Paramita, Parung Panjang District, Bogor Regency. . The purpose of this PkM activity is to increase understanding and awareness of maintaining health during the COVID-19 pandemic and to improve skills in growing traditional herbal ingredients organically. Problem solving framework by analyzing situations and needs, socializing training activities, determining the number of trainees, gathering participants, and providing counseling and training materials. The method of activity in the preparation stage is analyzing the situation, establishing and conducting intensive communication with the temple manager, and compiling materials. The PkM implementation phase was carried out for 4 meetings covering theory explanations, practicums, and FGDs. Post-activity monitoring stage through WhatsApp Groups based on activity documentation sent by participants or temple administrators. The training methods are lecture, question and answer, cooperative learning, simulation, and practice. The target audience and activities are Buddhists at Vihara Windu Paramita and its surroundings. As a result of this activity, more than 60% of participants were able to understand and apply health protocols as a form of awareness to maintain personal health during the COVID-19 pandemic and more than 70% of participants were able to do organic cultivation. system with family medicinal plants as the basic ingredients for making traditional herbal medicine. The results of the evaluation of the PkM implementation from the aspects of material, implementation, infrastructure, and resource persons are in the satisfied and very satisfied categories. Participants hope that PkM is carried out in a sustainable manner to process organic agricultural products with traditional herbal ingredients. 
PEMANFAATAN KULIT MANGGIS DALAM SEDIAAN SABUN CAIR ANTISEPTIK DI DESA CILIANG KECAMATAN PARIGI KABUPATEN PANGANDARAN Nasrul Wathoni; Tiana Milanda; Dolih Gozali; Dwi Indra Purnomo; Ine Suharyani
Dharmakarya : Jurnal Aplikasi Ipteks Untuk Masyarakat Vol 12, No 2 (2023): Juni, 2023
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/dharmakarya.v12i2.41709

Abstract

Program Pengabdian pada Masyarakat (PPM) merupakan salah satu tugas Tri Dharma yaitu suatu bentuk pengabdian dosen kepada masyarakat. PPM periode Juni 2022dilakukan secara terpadu antara kegiatan Riset dan Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) Dosen. Kegiatan riset yang dilakukan memberikan hasil berupa pemanfaatan limbah kulit buah manggis. Kulit buah manggis mengandung Xanthone, yang bermanfaat sebagai antiseptik, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai alternatif antiseptik yang dapat dibuat dengan mudah dan sederhana, salah satunya adalah bentuk sabun cair dengan zat aktif kulit manggis. Pada kegiatan PPM ini, pengetahuan masyarakat tentang cara pengolahankulit buah manggis dan pemanfaatannya dalam sabun cair antiseptik, diharapkan dapat bertambah.Setelah dilakukan penyuluhan tentang manfaatbuah manggis, kami mendapatkan hasil bahwa pengetahuan masyarakat tentang manggis dan pemanfaatannya dalam sabun antiseptik meningkat, pada pre-test dengan rata-rata jawaban benar sebanyak 78,41%, sementara pada post-test meningkat menjadi 84,72% %. Ketrampilan masyarakat untuk mengolah sabun cair antiseptik dari kulit manggis pun terlihat pada proses pembuatan dihasilkan sabun yang homogen, berbusa dan wangi.
PENGEMBANGAN STRATEGI DAN PROGRAM BISNIS UMKM BERBASIS DIGITAL DALAM MEMBUKA PELUANG PASAR: MOMENTUM PANDEMI COVID-19 Adhi Alfian
Dharmakarya : Jurnal Aplikasi Ipteks Untuk Masyarakat Vol 12, No 2 (2023): Juni, 2023
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/dharmakarya.v12i2.39959

Abstract

Tidak hanya bisnis dengan skala besar, pelaku bisnis UMKM juga harus mulai memiliki strategi dan program memanfatkan platform digital dalam pelaksanaan bisnisnya. Bisnis berbasis digital dipercaya akan menjadi jalur bisnis utama dalam waktu yang tidak lama lagi, hal ini terlihat dari tren yang terjadi belakangan khususnya dalam satu tahun terakhir yang didorong pula oleh kondisi pandemi Covid-19. Berbagai platform yang disediakan pihak ketiga, diantaranya sudah dapat memfasilitasi proses pemasaran, pemesanan, pembayaran, penelusuran pengiriman barang, hingga komunikasi antara penjual dan pembeli. Namun masih terdapat beberapa kendala yang dihadapi oleh pelaku bisnis UMKM dalam memanfaatkan platform bisnis digital. Setidaknya terdapat 5 kendala yang berhasil diidentifikasi sebagai faktor kendala tersebut, dari yang bersifat dasar pengetahuan sampai kesiapan teknis pemanfaatan teknologi digital. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dalam rangka membantu pelaku UMKM dalam mengatasi kendala tersebut, dirangkai dengan konsep pendampingan yang diselenggarakan secara hybrid kombinasi dari pendekatan daring dan luring. Kegiatan pengabdian ini telah berhasil melaksanakan berbagai program kegiatan terkait dengan pemanfaatan media bisnis digital. Hasil dan dampak kegiatan juga sudah dapat dirasakan oleh para pelaku UMKM yang menjadi obyek pendampingan. Disamping itu telah disusun rencana tindak lanjut yang dapat dijalankan oleh pelaku UMKM setelah berakhirnya masa pengabdian ini.
SOSIALISASI CHSE (CLEANLINESS, HEALTH, SAFETY & ENVIRONMENTAL SUSTAINABILITY) DALAM TATA KELOLA HOMESTAY PADA MASA PANDEMI DI DESA WISATA ALAMENDAH, BANDUNG Tuti Karyani; Endah Djuwendah; Ery Supriyadi; O Hasbiansyah; Nurul Risti Mutiarasari
Dharmakarya : Jurnal Aplikasi Ipteks Untuk Masyarakat Vol 12, No 2 (2023): Juni, 2023
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/dharmakarya.v12i2.37893

Abstract

Masa pandemi covid-19 masih belum berakhir, walaupun sudah mulai terjadi penurunan. Kegiatan masyarakat sudah mulai menggeliat termasuk sektor parawisata, sehingga untuk mengantisipasinya  yaitu melalui penerapan CHSE (cleanliness, Health, Safety and Environmental Sustainability) yang diawali dengan adanya sosialisasi. Sosialisasi CHSE  diberikan ke pengelola/pemilik homestay dan stakeholder lain di desa wisata Alamendah. Homestay di desa wisata Alamendah ada 3 type yaitu homestay dengan halaman luas, homestay di pinggir jalan dan homestay di tengah perkampungan penduduk. Hasil pelatihan  menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan dan sikap pengelola/pemilik homestay mengenai CHSE namun dalam implementasinya pada ketiga type homestay masih belum sepenuhnya diterapkan dengan alasan karena wisatawan yang menginap belum banyak. Diharapkan penerapan CHSE ini menjadi kebiasaan baru dalam pengelolaan homestay sebagai salah satu daya tarik bagi wisatawan
PENINGKATAN KAPASITAS PETANI PENGELOLA AGROWISATA DALAM MENDUKUNG AGROWISATA BERKELANJUTAN Endah Djuwendah
Dharmakarya : Jurnal Aplikasi Ipteks Untuk Masyarakat Vol 12, No 2 (2023): Juni, 2023
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/dharmakarya.v12i2.39019

Abstract

Agrowisata merupakan   sebuah bentuk kegiatan pariwisata yang memanfaatkan usaha pertanian (agribisnis) sebagai objek wisata dengan tujuan untuk memperluas pengetahuan, pengalaman, rekreasi, dan hubungan usaha dibidang pertanian. Desa Cibodas Kecamatan Lembang   merupakan  salah satu  sentra produksi pertanian dan destinasi wisata yang banyak diminati oleh para wisatawan  yang berada di Kabupaten Bandung Barat . Agrowisata  di desa  Cibodas  dikelola oleh kelompok tani dan kelompok wanita tani.dalam   skala usaha  relatif  kecil dan belum dikelola secara optimal. Oleh karena itu perlu adanya peningkatan kemampuan  pengelola  agrowisata    dalam memanfaatkan peluang dan  potensi agrowisata di desa Cibodas guna  tercapainya agrowisata berkelanjutan.  Kegiatan ini berbentuk action research dengan tujuan mengetahui  profil agrowisata  dan   meningkatkan kapasitas pengelola agrowisata  dalam mengemas  paket agrowisata  yang memperhatikan kaidah  konservasi lingkungan serta pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam promosi wisatanya. Hasil kegiatan PKM menunjukkan profil agrowisata  sebagian besar  usaha komunitas yang mengusahakan komoditas beragam dengan aktifitas eduwisata dan swafoto. Penyuluhan dalam bentuk webinar dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran  petani pengelola agrowisasta  untuk meningkatkan implementasi  sapta pesona wisata,  pengelolaan homestay, etika komunikasi lingkungan dalam mengemas dan mempronosikan agrowisata serta  ekonomi kreatif  sebagai faktor pendukung  pengembangan agrowisata  berkelanjutan.

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 14, No 1 (2025): Dharmakarya Maret 2025 Vol 13, No 4 (2024): Desember : 2024 Vol 13, No 3 (2024): September : 2024 Vol 13, No 2 (2024): Juni : 2024 Vol 13, No 1 (2024): Maret, 2024 Vol 12, No 4 (2023): Desember, 2023 Vol 12, No 3 (2023): September, 2023 Vol 12, No 2 (2023): Juni, 2023 Vol 12, No 1 (2023): Maret, 2023 Vol 11, No 4 (2022): Desember, 2022 Vol 11, No 3 (2022): September, 2022 Vol 11, No 2 (2022): Juni. 2022 Vol 11, No 1 (2022): Maret, 2022 Vol 10, No 4 (2021): Desember, 2021 Vol 10, No 3 (2021): September, 2021 Vol 10, No 2 (2021): Juni, 2021 Vol 10, No 1 (2021): Maret, 2021 Vol 9, No 4 (2020): Desember, 2020 Vol 9, No 3 (2020): September, 2020 Vol 9, No 2 (2020): Juni, 2020 Vol 9, No 1 (2020): Maret, 2020 Vol 8, No 4 (2019): Desember 2019 Vol 8, No 3 (2019): September 2019 Vol 8, No 2 (2019): Juni 2019 Vol 8, No 1 (2019): Maret 2019 Vol 7, No 4 (2018): Desember Vol 7, No 3 (2018): September Vol 7, No 2 (2018): Juni Vol 7, No 1 (2018): Maret Vol 7, No 1 (2018): Maret Vol 6, No 4 (2017): Desember Vol 6, No 4 (2017): Desember Vol 6, No 3 (2017): September Vol 6, No 3 (2017): September Vol 6, No 2 (2017): Juni Vol 6, No 2 (2017): Juni Vol 6, No 1 (2017): Maret Vol 6, No 1 (2017): Maret Vol 5, No 1 (2016): Dharmakarya Vol 5, No 1 (2016): Dharmakarya Vol 4, No 2 (2015): DHARMAKARYA Vol 4, No 2 (2015): Dharmakarya Vol 4, No 1 (2015): Dharmakarya Vol 4, No 1 (2015): DHARMAKARYA Vol 3, No 2 (2014): Dharmakarya Vol 3, No 2 (2014): Dharmakarya Vol 3, No 1 (2014): Dharmakarya Vol 3, No 1 (2014): Dharmakarya Vol 2, No 2 (2013): Dharmakarya Vol 2, No 2 (2013): Dharmakarya Vol 2, No 1 (2013): Dharmakarya Vol 2, No 1 (2013): Dharmakarya Vol 1, No 2 (2012): Dharmakarya Vol 1, No 2 (2012): Dharmakarya Vol 1, No 1 (2012): Dharmakarya Vol 1, No 1 (2012): Dharmakarya More Issue