cover
Contact Name
Nego Linuhung
Contact Email
aksioma.ummetro@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
aksioma.ummetro@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota metro,
Lampung
INDONESIA
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika
ISSN : 20898703     EISSN : 24425419     DOI : -
Core Subject : Education,
AKSIOMA JOURNAL, e-ISSN: 2442-5419, p-ISSN: 2089-8703 is an information container has scientific articles in the form of research, the study of literature, ideas, application of the theory, the study of critical analysis, and Islāmic studies in the field of science Mathematics Education. AKSIOMA JOURNAL published two times a year, the period from January to June and July to December, published by the Scientific Publication Unit FKIP University of Muhammadiyah Metro.
Arjuna Subject : -
Articles 1,528 Documents
PERBEDAAN KEYAKINAN MAHASISWA DAN HUBUNGANNYA DENGAN PRAKTIK PEMBELAJARAN DITINJAU DARI ADVERSITY QUOTIENT Muhtarom Muhtarom
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.016 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v10i1.3477

Abstract

This research explained prospective teacher beliefs and the relationship between beliefs and practice of learning mathematics in the classroom in terms of differences in adversity quotient (AQ). Three prospective teacher who each had different AQ, namely climber, camper and quitter, were the subjects in this research. This subject has good communication skills, has passed microteaching and has no experience in teaching mathematics in schools. The research data were collected through interviews and classroom observation. Two interviews and learning observations for each research subject were carried out to obtain credible research data. Videos from interviews and video practice of learning mathematics in class were played repeatedly to increase the researcher's persistence in obtaining research data. The data that had been obtained were coded, reduced, triangulated, and analyzed to describe beliefs and implementations of beliefs in learning practices. The results showed that there were differences in beliefs between climber, camper and quitter students. The beliefs held by each student are actually applied in the practice of learning mathematics in the classroom. This shows that there is a high degree of consistency between beliefs and the practice of learning carried out.
ANALISIS KEBUTUHAN PENGEMBANGAN BAHAN AJAR ALJABAR LINEAR BAGI MAHASISWA PENDIDIKAN MATEMATIKA Ira Vahlia; Dwi Rahmawati; Mustika Mustika; Tina Yunarti; Nurhanurawati Nurhanurawati
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.306 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v10i2.3671

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bahan ajar aljabar linear yang perlu dikembangkan bagi mahasiswa pendidikan matematika. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa pendidikan matematika yang menempuh matakuliah aljabar linear tahun ajaran 2020/2019 di Universitas Muhammadiyah Metro. Sampel dalam penelitian ini diperoleh dengan teknik purposive sampling. Data penelitian dikumpulkan dengan teknik observasi, wawancara, dan lembar angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar pada perkuliahan aljabar linear masih menggunakan satu buah bahan ajar lama, mahasiswa membutuhkan bahan ajar yang mudah dipahami dan dapat digunakan secara mandiri, mahasiswa membutuhkan bahan ajar yang  menuntun mahasiswa menemukan pengetahuan melalui pertanyaan-pertanyaan maupun langkah-langkah, serta mahasiswa membutuhkan bahan ajar yang mendukung dalam pembelajaran daring. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa perlu dikembangkan bahan ajar Aljabar linear sesuai karakteristik mahasiswa dan perkembangan teknologi yang ada. Bahan ajar berupa e-modul berbasis Socrates merupakan salah satu alternatif bahan ajar aljabar linear yang diperlukan dalam memmfasititasi pembelajaran daring. Selain itu, dengan modul berbasis Socrates yang berisi pertanyaan yang dapat menuntun mahasiswa dalam menemukan pengetahuan secara mandiri.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PENEMUAN TERBIMBING TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS MAHASISWA Tahir Tahir; Prihadi Kurniawan
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 9, No 4 (2020)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.994 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v9i4.3003

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana hasil penerapan model pembelajaran penemuan terbimbing terhadap peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi eksperiment dengan desain non equivalent control grup. Dari hasil analisis deskriptif diperoleh dari 22 subjek kelas kontrol, rata-rata peningkatan kemampuan pemecahan masalah 0,25 dengan nilai terendah -0,66 dan tertinggi 0,69 serta standar deviasi 0,31. Sedangkan dari 24 subjek pada kelas eksperimen, rata-rata peningkatan kemampuan pemecahan masalahnya 0,6 dengan peningkatan tertinggi 0,86 dan terendah 0,08 serta standar deviasi 0,24. Selanjutnya berdasarkan analisis inferensial yang dilakukan disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis antara mahasiswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran penemuan terbimbing dan mahasiswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran konvensional. Dengan demikian penerapan model pembelajaran penemuan terbimbing lebih baik digunakan untuk meningkatkan kemapuan pemecahan masalah matematis mahasiswa khususnya pada matakuliah statistik matematika I.This research aims to see the results of the application of the guided discovery learning model in increasing students' mathematical problem solving abilities. The research method used in this research is Quasi experiment with non equivalent control group design. The descriptive analysis of 22 control class subjects shows the average increase in problem solving ability was 0.25 with the lowest value of -0.66 and the highest was 0.69 and a standard deviation of 0.31. Meanwhile, of the 24 subjects in the experimental class, the average increase in problem solving ability was 0.6 with the highest increase of 0.86 and the lowest 0.08 and a standard deviation of 0.24. Furthermore, based on the inferential analysis conducted, it is concluded that there is a significant difference in the improvement of mathematical problem solving abilities between students who are taught using the guided discovery learning model and students who are taught using conventional learning models. Thus the application of the guided discovery learning model is better used to improve students' mathematical problem solving abilities, especially in the mathematics statistics I course.
ANALISIS KEMAMPUAN REPRESENTASI MATEMATIS MATERI PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL Rohana Rohana; Eka Fitri Puspa Sari; Siti Nurfeti
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (816.712 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v10i2.3365

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kategori kemampuan representasi matematis peserta didik. Metode yang digunakan yaitu metode analisis deskriptif. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas IX.2 SMP Negeri 16 Palembang Tahun Ajaran 2019/2020 sebanyak 30 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes, wawancara dan dokumentasi. Instrumen tes berupa 4 soal uraian materi sistem persamaan linear dua variabel. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada representasi visual memiliki persentase rata-rata sebesar 43,33 dengan sebagian besar peserta didik belum mampu menentukan titik potong dan menggambarkan titik potong pada koordinat kartesius. Indikator representasi ekpresi matematis sebesar 80,37 menunjukkan bahwa peserta didik mampu menyelesaikan permasalahan menggunakan representasi ekpresi matematis tetapi sebagian besar peserta didik keliru dalam menentukan solusi terakhir. Indikator representasi kata-kata atau teks tertulis sebesar 28,89 dengan sebagian besar peserta didik belum mampu menyatakan strategi penyelesaian menggunakan kata-kata atau teks tertulis. Secara keseluruhan didapat persentase rata-rata kemampuan representasi peserta didik sebesar 62,66 dengan kategori sedang.Kata kunci: Analisis deskriptif; kemampuan representasi matematis; sistem persamaan linear dua variabel. AbstractThe purpose of this study were to determine the category of mathematical representation ability of students. The method used is descriptive analysis method. The subjects of this study were 30 students of class IX.2 SMP Negeri 16 Palembang on 2019/2020 academic year. Data collection techniques used are tests, interviews and documentation. The test instrument consists of 4 questions about the material description of a two-variable linear equation system. The data analysis technique in this study used descriptive statistics. The results showed that the visual representation had an average percentage of 43.33 with most of the students not being able to determine the intersection point and describe the intersection point at the Cartesian coordinates. The mathematical expression representation indicator of 80.37 shows that students are able to solve problems using mathematical expression representations but most of the students are wrong in determining the final solution. The indicator for the representation of words or written text is 28.89 with most of the students not being able to state the settlement strategy using written words or text. Relativity, student’s representation ability was 62.66 in the moderate category.Keywords: Descriptive analysis; mathematical representation ability; two variable linear equation system. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kategori kemampuan representasi matematis peserta didik. Metode yang digunakan yaitu metode analisis deskriptif. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas IX.2 SMP Negeri 16 Palembang Tahun Ajaran 2019/2020 sebanyak 30 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes, wawancara dan dokumentasi. Instrumen tes berupa 4 soal uraian materi sistem persamaan linear dua variabel. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada representasi visual memiliki persentase rata-rata sebesar 43,33 dengan sebagian besar peserta didik belum mampu menentukan titik potong dan menggambarkan titik potong pada koordinat kartesius. Indikator representasi ekpresi matematis sebesar 80,37 menunjukkan bahwa peserta didik mampu menyelesaikan permasalahan menggunakan representasi ekpresi matematis tetapi sebagian besar peserta didik keliru dalam menentukan solusi terakhir. Indikator representasi kata-kata atau teks tertulis sebesar 28,89 dengan sebagian besar peserta didik belum mampu menyatakan strategi penyelesaian menggunakan kata-kata atau teks tertulis. Secara keseluruhan didapat persentase rata-rata kemampuan representasi peserta didik sebesar 62,66 dengan kategori sedang. Kata kunci:   Analisis deskriptif; kemampuan representasi matematis; sistem persamaan linear dua variabel. AbstractThe purpose of this study were to determine the category of mathematical representation ability of students. The method used is descriptive analysis method. The subjects of this study were 30 students of class IX.2 SMP Negeri 16 Palembang on 2019/2020 academic year. Data collection techniques used are tests, interviews and documentation. The test instrument consists of 4 questions about the material description of a two-variable linear equation system. The data analysis technique in this study used descriptive statistics. The results showed that the visual representation had an average percentage of 43.33 with most of the students not being able to determine the intersection point and describe the intersection point at the Cartesian coordinates. The mathematical expression representation indicator of 80.37 shows that students are able to solve problems using mathematical expression representations but most of the students are wrong in determining the final solution. The indicator for the representation of words or written text is 28.89 with most of the students not being able to state the settlement strategy using written words or text. Relativity, student’s representation ability was 62.66 in the moderate category. Keywords: Descriptive analysis; mathematical representation ability; two variable linear equation system.
PROFIL PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA DITINJAU DARI SELF EFFICACY Mida Nurani; Riyadi Riyadi; Sri Subanti
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.038 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v10i1.3388

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan pemahaman konsep matematika siswa SMA ditinjau dari self efficacy khususnya pada materi matriks. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dimana data utama pada penelitian ini adalah hasil tes pemahaman konsep matematika, angket self efficacy dan wawancara. Subjek penelitian yaitu siswa dengan self efficacy tinggi, sedang dan rendah yang kemudian diberi tes pemahaman konsep matematika. Penelitian dilakukan dengan wawancara terhadap hasil tes siswa dan melakukan triangulasi metode. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemahaman konsep matematika siswa dengan self efficacy tinggi sudah baik dengan menguasai indikator pemahaman konsep yaitu menyatakan ulang sebuah konsep, mengklasifikasi objek menurut sifat-sifat tertentu, menyajikan konsep dalam berbagai bentuk representasi matematis, menjelaskan keterkaitan antara konsep satu dengan konsep lainnya dan menerapkan konsep dalam pemecahan masalah. Sedangkan siswa dengan self efficacy sedang menguasai indikator menyatakan ulang sebuah konsep, mengklasifikasi objek menurut sifat-sifat tertentu dan menyajikan konsep dalam berbagai bentuk representasi matematis. Dan siswa dengan self efficacy rendah hanya menguasai indikator menyatakan ulang sebuah konsep.Kata kunci: Pemahaman konsep matematika; self efficacy. AbstractThe purpose of this study is to describe the understanding mathematics concepts of senior high school students' in term of self-efficacy, especially in matrix. This study is descriptive qualitative that the main data of this study are test, questionnaire, and interview. The research subjects is senior high school students’ with many categories such as high, medium, and low in self-efficacy. Then, the researcher give test about the understanding mathematics concepts. The researcher is doing interview and triangulation method to the students. The results of this study indicate that the students' understanding of mathematics concepts with high self-efficacy is good by mastering the conceptual understanding indicators, such as restating a concept, classifying the objects according to specific categories, presenting concepts in various forms of mathematics representation, explaining the relationship between one concept and another concept and applying some concepts in problem solving. Meanwhile, the students with medium self-efficacy are mastering indicators of restating a concept, classifying the objects according to specific categories and presenting concepts in various forms of mathematics representations, and the students with low self-efficacy are only mastering the indicator of restating a concept.Keywords: Self efficacy; understanding of mathematics concepts.
KEMAMPUAN PENALARAN ADAPTIF DALAM MENYELESAIKAN SOAL LOGIKA MATEMATIKA BERDASARKAN KREATIVITAS BELAJAR Rahman Haryadi; Dwi Oktaviana
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (614.555 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v10i2.3372

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kemampuan penalaran adaptif dalam menyelesaikan soal logika matematika berdasarkan kreativitas belajar mahasiswa. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan bentuk studi kasus. Subjek penelitian adalah mahasiswa kelas B semester I IKIP PGRI Pontianak dimana diambil dua mahasiswa untuk kreativitas belajar tinggi, kreativitas belajar sedang, dan kreativitas belajar rendah. Subjek dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes tertulis, teknik komunikasi tidak langsung, dan wawancara, sedangkan instrumen pada penelitian ini adalah soal tes penalaran adaptif, angket kreativitas belajar, dan pedoman wawancara. Untuk menguji keabsahan data digunakan triangulasi teknik. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian diperoleh bahwa mahasiswa dengan kreativitas belajar tinggi mememenuhi empat indikator yaitu menyusun dugaan, memeberikan alasan terhadap kebenaran suatu pernyataan, menarik kesimpulan dari suatu pernyataan, dan memeriksa kesahihan suatu argumen namun belum memenuhi indikator menemukan pola dari gejala matematis, mahasiswa dengan kreativitas belajar sedang hanya memenuhi dua indikator yaitu menyusun dugaan dan memeriksa kesahihan suatu argumen dan Mahasiswa dengan kreativitas belajar rendah hanya memenuhi satu indikator yaitu memberikan alasan atau bukti terhadap suatu pernyataan.
THE EFFECT OF SELF-REGULATED LEARNING ON STUDENTS’ PROBLEM-SOLVING ABILITIES Sri Rahayuningsih; Muhammad Hasbi; Mulyati Mulyati; Muhammad Nurhusain
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (633.087 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v10i2.3538

Abstract

Abstract The present study aimed to 1) investigate the effect of self-regulated learning on students’ mathematical problem-solving ability; 2) describe the cognitive processes carried out by students with low and high self-regulation and high problem-solving ability. This study employed an explanatory mixed-method design. Nineteen students at a private high school, in Makassar, Indonesia, were selected, in order to complete the questionnaire, mathematical problem-solving ability test. Of the 19 students, two were selected as research subjects representing problem-solving ability. The quantitative data were analyzed using descriptive statistics and inferential statistics, while the qualitative data analysis had to go through the following stages including, reduction, data display, and conclusion drawing. The results showed that 1) self-regulated learning had no effect on students’ mathematical ability; 2) the cognitive processes carried out by students with high self-regulation and high problem-solving ability included high literacy ability, high metacognitive awareness, being proactive yet inflexible; 3) the cognitive processes carried out by students with low self-regulation and high problem-solving ability included low literacy ability but showing more flexible attitudes. From this study, it can be concluded that problem-solving ability is not influenced by self-regulated learning, but by other factors such as the environment, cognitive ability and cognitive preparedness. Keywords: Problem-solving ability; self-regulated learning. Abstract Penelitian ini bertujuan untuk 1) menginvestigasi pengaruh self-regulated learning terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa; 2) mendeskripsikan proses kognitif yang dilakukan siswa dengan self-regulation rendah dan tinggi dan kemampuan pemecahan masalah tinggi. Penelitian ini menggunakan explanatory mixed-method design. Sembilan belas siswa sekolah menengah swasta, di Makassar, Indonesia, dipilih untuk mengisi angket tes kemampuan pemecahan masalah matematika. Dari 19 siswa tersebut, dipilih dua orang sebagai subjek penelitian yang mewakili kemampuan pemecahan masalah. Data kuantitatif dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial, sedangkan analisis data kualitatif melalui tahapan yaitu, reduksi data, menampilkan data, penarikan Kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) self-regulated learning tidak berpengaruh terhadap kemampuan matematika siswa; 2) proses kognitif yang dilakukan siswa dengan self-regulated learning tinggi dan kemampuan pemecahan masalah tinggi meliputi kemampuan literasi tinggi, kesadaran metakognitif tinggi, proaktif namun tidak fleksibel; 3) Proses kognitif yang dilakukan siswa dengan self-regulated learning rendah dan kemampuan pemecahan masalah tinggi meliputi kemampuan literasi rendah tetapi menunjukkan sikap lebih fleksibel. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kemampuan pemecahan masalah tidak dipengaruhi oleh self-regulated learning, melainkan oleh faktor lain seperti lingkungan, kemampuan kognitif, dan kesiapan kognitif. Keywords: Kemampuan pemecahan masalah, self-regulated learning. 
PENGARUH SELF EFFICACY DAN PRESTASI MICROTEACHING BERBANTU ZOOM MEETING TERHADAP KEMAMPUAN MENGAJAR MATEMATIKA An nur Ami Widodo; Anwar Ardani; Dedi Nur Aristiyo
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (545.602 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v10i2.3643

Abstract

ABTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh antara self efficacy terhadap kemampuan mengajar matematika dalam PPL, pengaruh prestasi microteaching berbantu zoom meeting terhadap kemampuan mengajar matematika dalam PPL, dan pengaruh self efficacy dan prestasi microteaching berbantu zoom meeting terhadap kemampuan mengajar matematika dalam PPL. Penelitian ini termasuk penelitian Quasi eksperimen dengan tipe one group posttest only design. Subjek yang digunakan adalah mahasiswa semester IV jurusan pendidikan matematika di Universitas Peradaban. Teknik pengumpulan datanya adalah tes, angket, dan observasi. Analisis data dalam penelitian ini adalah uji regresi sederhana dan uji regresi ganda menggunakan aplikasi SPSS. Hasil penelitian ini adalah terdapat pengaruh positif antara self efficacy terhadap kemampuan mengajar matematika dalam PPL, terdapat pengaruh positif antara prestasi microteaching berbantu zoom meeting terhadap kemampuan mengajar matematika dalam PPL, dan terdapat pengaruh positif antara  self efficacy dan prestasi microteaching berbantu zoom meeting terhadap kemampuan mengajar matematika dalam PPL.ABSTRACTThis study aims to determine the effect of self-efficacy on the ability to teach mathematics in PPL, the effect of microteaching achievement assisted by zoom meetings on the ability to teach mathematics in PPL, and the effect of self-efficacy and achievement of microteaching assisted by zoom meetings on the ability to teach mathematics in PPL. This research is a quasi-experimental research with the type of one group posttest only design. The subjects used were fourth semester students majoring in mathematics education at the University of Civilization. Data collection techniques are tests, questionnaires, and observations. The data analysis in this study is a simple regression test and multiple regression test using the SPSS application. The results of this study are that there is a positive influence between self-efficacy on the ability to teach mathematics in PPL, there is a positive influence between the achievement of microteaching assisted by zoom meetings on the ability to teach mathematics in PPL, and there is a positive influence between self-efficacy and achievement of microteaching assisted by zoom meetings on the ability to teach mathematics. in PPL.
KEMAMPUAN METAKOGNITIF SISWA DALAM MENYELESAIKAN PERMASALAHAN PADA MATERI POLA BILANGAN DITINJAU DARI BRAIN DOMINANCE Restu Lusiana; Wasilatul Murtafiah; Firda Oktafian
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 9, No 4 (2020)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (613.535 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v9i4.3044

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan metakognitif siswa SMP dalam menyelesaikan permasalahan pada materi pola bilangan ditinjau dari brain dominance. Penentuan subjek berdasarkan brain dominance siswa kelas VIIIC SMP Negeri 13 Madiun. Berdasarkan angket brain dominance yang dibagikan diperoleh 4 subjek yang terdiri dari 2 subjek left brain dominance dan 2 subjek right brain dominance. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini berdasarkan hasil angket, tes, dan wawancara. Teknik keabsahan data dilakukan dengan triangulasi teknik. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data serta penarikan kesimpulan. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah (1) subjek left brain dominance memenuhi tiga aspek memenuhi tiga aspek kemampuan metakognitif yaitu mengembangkan perencanaan, memonitor pelaksanaan dan mengevaluasi tindakan dan dari ketiga aspek yang termunculkan siswa dengan left brain dominance memiliki tingkat kemampuan metakognitif reflective use. (2) subjek rightt brain dominance memenuhi tiga aspek memenuhi tiga aspek kemampuan metakognitif yaitu mengembangkan perencanaan, memonitor pelaksanaan dan mengevaluasi tindakan dan dari ketiga aspek yang termunculkan siswa dengan right brain dominance memiliki tingkat kemampuan metakognitif aware use dan strategic use Abstract This study aims to analyze the metacognitive abilities of junior high school students in solving problems in the number pattern material in terms of brain dominance. In determining subjects based on brain dominance of VIIIC grade students of SMP Negeri 13 Madiun. Based on the brain dominance questionnaire distributed obtained 4 subjects consisting of 2 subjects left brain dominance and 2 subjects right brain dominance. The type of research used is qualitative research. Data collection techniques in this study are based on the results of questionnaires, tests, and interviews. The data validity technique is done by triangulation techniques. Data analysis was performed by data reduction, data presentation, and data verification and conclusion drawing. The conclusions from the results of this study are (1) the left brain dominance subject fulfills three aspects of fulfilling three aspects of metacognitive abilities namely developing planning, monitoring implementation and evaluating actions and of the three aspects that arise students with left brain dominance have a level of reflective use metacognitive ability. (2) the rightt brain dominance subject fulfills three aspects of meeting three aspects of metacognitive abilities, namely developing planning, monitoring implementation and evaluating actions and of the three aspects that arise students with right brain dominance have a level of metacognitive abilities aware of use and strategic use
EFEKTIVITAS VIDEO PEMBELAJARAN MATEMATIKA UNTUK MENDUKUNG KEMAMPUAN LITERASI NUMERASI DAN DIGITAL SISWA Sri Winarni; Ade Kumalasari; Marlina Marlina; Rohati Rohati
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.199 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v10i2.3345

Abstract

Penggunaan media pembelajaran di era digital sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, hal ini dikarenakan penggunaan media ini dapat menumbuhkan pembelajaran yang lebih efektif. Ada banyak pilihan media pembelajaran yang dapat digunakan, salah satunya adalah media berupa video pembelajaran. Selain dapat memudahkan siswa memahami konsep dari materi yang dipelajari, video pembelajaran  juga bisa mendukung kemampuan literasi numerasi dan digital siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuasi eksperimen. Penelitian dilakukan guna melihat efektivitas penggunaan video pembelajaran terhadap kemampuan literasi numerasi dan digital siswa. Desain eksperimen yang digunakan adalah post test only control group design dan teknik analisis data penelitian menggunakan uji manova. Adapun instrumen yang digunakan dalam penelitian yaitu lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran, lembar tes kemampuan literasi numerasi siswa, dan angket literasi digital siswa. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII di SMP Negeri 7 Muaro Jambi. Berdasarkan pengolahan data menggunakan uji multivariate diperoleh bahwa H0 ditolak. Berdasarkan uji lanjut menggunakan uji T2 Hotelling diperoleh bahwa H0 ditolak. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kemampuan literasi numerasi dan literasi digital siswa pada kelas eksperimen lebih baik dari pada kelas kontrol. Hal ini berarti penggunaan video pembelajaran pada pembelajaran di kelas efektif ditinjau dari kemampuan literasi numerasi dan kemampuan literasi digital siswa.

Page 44 of 153 | Total Record : 1528