cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ternak Tropika
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 25031007     EISSN : 25031007     DOI : -
Core Subject :
TERNAK TROPIKA, Journal of Tropical Animal Production (JTAP) provides for rapid publication of full-length papers, short communication and review articles describing of new finding or theory in Animal Production area. TERNAK TROPIKA has 1 volume with 2 issues per year. TERNAK TROPIKA is published by Department of Animal Priduction, Faculty of Animal Husbandry, Brawijaya University Indonesia in collaboration with Indonesian Society of Animal Science (ISPI
Arjuna Subject : -
Articles 314 Documents
Pengaruh Pengukusan Terhadap Kandungan Nutrisi Biji Asam Jawa (Tamarindus indica L) Sebagai Bahan Pakan Unggas Fitri Wahyuni; Osfar Sjofjan
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 19, No 2 (2018): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (501.156 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2018.019.02.8

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pengukusan terhadap kandungan nutrisi biji tamarin sebagai bahan pakan unggas, serta mengetahui peningkatan nilai nutrisi dan penurunan antinutrisi biji tamarin karena perlakuan yang diberikan. (Tamarindus indica merupakan salah satu pemasok karbohidrat dan protein yang tinggi dari kelompok kacangkacangan hingga sangat potensial digunakan untuk pakan alternatif unggas, namun biji tamarin mengandung beberapa zat antinutrisi, salah satunya adalah tanin, Tanin dalam biji asam jawa dapat menimbulkan rasa sepat terhadap pakan yang mampu mengurangi palatabilitas ternak, tanin dapat dikurangi dengan proses pemanasan, salah satunya dengan metode pengukusan.) Analisa yang digunakan adalah analisa variansi (ANOVA) pada Rancangan Acak Lengkap (RAL). Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan mampu memberikan pengaruh yang sangat nyata (P<0,01) terhadap kandungan protein kasar, serat kasar, lemak kasar, kalsium, fosfor, gross energy, serta tanin dan densitas biji Tamarindus indica dimana perlakuan P1 dengan pengukusan selama 10 menit mengalami peningkatan protein kasar sebanyak 15,96±0,11%, serat kasar sebanyak 2,79±0,01%, sementara pada beberapa bahan pakan mengalami penurunan seperti pada lemak kasar sebanyak 4,27±0,03%, kalsium sebanyak 0,77±0,00%, posfor sebanyak 0,23±0,00%, serta gross energy sebanyak 3644,40±24,50Kkal/Kg, Pegukusan mampu menurunkan kadar tanin yang terkandung dalam biji asam jawa sebanyak 0,2663±0,00018%, dan pengukusan mampu memberikan pengaruh yang nyata terhadap nilai densitas biji asam jawa sebanyak 542,00±31,14Kg/m3. Hal ini membuktikan bahwa perlakuan p1 dengan perebusan biji asam jawa selama 10 menit adalah perlakuan terbaik yang dapat digunakan untuk meningkatkan kandungan nutrisi zat makanan dan mengurangi zat antinutrisi.
Kadar Hormon Kortisol dan Rasio Neutrofil/Limfosit (N/L) Satwa Lutung Jawa pada Saat di Kandang Perawatan dan Kandang Karantina di Hutan Coban Talun, Batu Nurina Titisari; Khairiza Asri; Ahmad Fauzi; Ida Masnur; Iwan Kurniawan
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 20, No 1 (2019): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2019.020.01.4

Abstract

Program rehabilitasi lutung Jawa di Javan Langur Center menggunakan tiga kandang adaptasi yaitu kandang perawatan, karantina dan sosialisasi. Lutung yang baru datang sering mengalami stress akibat perbedaan perlakuan selama dipelihara oleh masyarakat. Hal ini bisa menimbulkan tidak terbentuknya interaksi kawanan satwa pada saat pengelompokan sebelum dilepasliarkan. Perubahan tingkah laku satwa sifatnya individual sehingga terkadang tidak dapat menunjukkan kondisi stres. Untuk itu perlu dilakukan pengukuran tingkat stres yang lain seperti hormon kortisol dan rasio neutrophil per limfosit. Tujuannya adalah untuk mengetahui kesiapan satwa tersebut sebelum dimasukkan ke kandang sosialisasi. Hewan coba berasal dari hutan Coban Talun, Javan Langur Center (JLC), Batu yang sedang menjalani program rehabilitasi.  Sebanyak lima ekor lutung Jawa berumur 2 hingga 8 tahun, berjenis kelamin betina dan jantan diambil sampel serum dan darah. Pengujian kadar hormon kortisol dengan metode enzyme-linked immunosorbent assay (ELISA) dan uji diferensiasi leukosit.dilakukan untuk menghitung rasio neutrofil: limfosit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata kadar kortisol dan rasio N/L pada sampel lutung Jawa pada kandang karantina mengalami penurunan dibandingkan pada saat berada di kandang perawatan. Namun secara individual juga terdapat satwa yang mengalami peningkatan. Terdapatnya variasi tingkat stress pada lutung Jawa ini tergantung kepada kemampuan individu satwa dalam menganggapi cekaman.
Kualitas Spermatozoa Post Thawing Semen Beku Sperma Y Hasil Sexing Pada Sapi Limousin Ali Mahfud; Nurul Isnaini; Aulia Puspita Anugra Yekti; Kuswati Kuswati; Trinil Susilawati
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 20, No 1 (2019): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2019.020.01.1

Abstract

Kualitas spermatozoa pada semen beku sexing sangat penting dalam menunjang keberhasilan inseminasi buatan untuk mendapatkan pedat dengan jenis kelamin sesuai harapan. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas semen beku semen beku non sexing dan sexing secara makroskopis dan mikroskopis. Materi dalam penelitian menggunakan starw semen beku non sexing dan sexing dengan metode pemisahan Sentrifugasi Gradien Densitas Percoll (SGDP) sapi Limousin yang diproduksi oleh Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari, Malang. Metode penelitian ini menggunakan eksperimental dengan percobaan labolatorium (laboratory experiment). Variabel penelitian meliputi keadaan umum meliputi tahun produksi straw, secara makroskopis meliputi pH semen beku dan secara mikroskopis meliputi persentase motilitas, viabilitas, abnormalitas, konsentrasi dan total spermatozoa motil. Data yang diperoleh diolah Microsoft Excel dengan analisis Ragam Analysis of variance (Anova) single factor dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian yaitu semen beku non sexing dan sexing meliputi keadaan umum diproduksi tahun 2012 dan 2018, kualitas secara makroskopis memiliki nilai pH sebesar 6,67 dan 6,60 dan kualitas secara mikroskopis memiliki persentase motilitas sebesar 36,00 % dan 31,40 %, viabilitas sebesar 81,70 % dan 75,89 %, abnormalitas sebesar 6,93 % dan 6,78 %, konsentrasi spermatozoa sebesar 31,67 juta/ mini straw dan 12,125 juta/ mini straw dan total spermatozoa motil sebesar 11,39 juta/mini straw dan 5,10125 juta/mini straw. Kesimpulan penelitian bahwa Kualitas post thawing semen beku non sexing lebih tinggi daripada semen beku sexing menggunakan metode SGDP baik secara makroskopis maupun mikroskopis.
Profil Kualitas Susu di Peternakan Sapi Perah Rakyat Kota Batu dengan Pemberian Jenis Pakan yang Berbeda Asri Nurul Huda; Poespitasari Hazanah Ndaru; Aswah Ridhowi; Faizal Andri
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 20, No 2 (2019): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2019.020.02.8

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh kualitas pakan terhadap profil kualitas susu pada peternakan sapi perah rakyat di Kota Batu, Jawa Timur. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode observasi dan wawancara. Total responden berjumlah 40 orang peternak sapi perah dengan rata-rata kepemilikan sapi perah 5-6 ekor. Bahan pakan yang digunakan diantaranya adalah rumput gajah, konsentrat A (19,84% protein kasar), konsentrat B (14,45% protein kasar), susu skim, empog jagung, dan menir. Peternakan sapi perah rakyat dibagi menjadi 6 kelompok berdasarkan pakan yang digunakan yaitu Kelompok 1: rumput gajah + konsentrat A (60:40), Kelompok 2: rumput gajah + konsentrat B (60:40), Kelompok 3: rumput gajah + konsentrat A + susu skim (60:30:10), Kelompok 4 = rumput gajah + konsentrat B + susu skim (60:30:10), Kelompok 5: rumput gajah + konsentrat A + empog jagung (60:30:10), dan Kelompok 6: rumput gajah + konsentrat A+ menir (60:30:10). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi nutrien pada kelompok 1 cenderung lebih tinggi dibandingkan kelompok lainnya. Substitusi sebagian proporsi konsentrat dengan susu skim, empog jagung, dan menir secara umum cenderung menurunkan konsumsi nutrien. Evaluasi profil kualitas susu menunjukkan bahwa kelompok 1 menghasilkan susu segar dengan kadar lemak yang relatif lebih tinggi dibandingkan kelompok lainnya. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa profil kualitas susu pada peternakan sapi perah rakyat sangat bergantung pada kualitas pakan. Peternak sapi perah rakyat direkomendasikan untuk menggunakan pakan yang terdiri dari 60% rumput gajah + 40% konsentrat A agar memberikan hasil yang optimal terhadap konsumsi nutrien dan profil kualitas susu.
Pengaruh Penambahan Ekstrak Sarang Semut (Myrmecodia sp) Terhadap Bobot Akhir, Persentase Lemak Abdominal dan Hati Ayam Broiler Fase Finisher Ertika Fitri Lisnanti; Nizarul Qowim; Nur Fitriyah
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 20, No 2 (2019): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2019.020.02.3

Abstract

Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan ekstrak sarang sarang semut (Myrmecodia sp) terhadap bobot akhir, persentase lemak abdominal dan hati ayam broiler fase finisher. Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Islam Kadiri (UNISKA) dan Laboratorium Kimia Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Metode dalam penelitian ini adalah penelitian eksperimental.menggunakan  rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan masingmasing perlakuan terdiri dari 5 ulangan, dan setiap petak terdiri dari 4 ekor ayam, total keseluruhan bahan percobaan 80 ekor ayam. Data penelitian dianalisis secara statistik menggunakan analisa ragam dengan uji F. Hasil analisis statistik dari penambahan ekstrak sarang semut (Myrmecodia sp) dengan dosis 5 mg/kg bb, 10 mg/kg bb, dan 15 mg/kg bb tidak memberikan pengaruh yang nyata (P>0,05) terhadap bobot akhir, persentase lemak abdominal dan hati ayam broiler. Rataan bobot akhir berkisar antara 1495,95-1518,55 (g), dan berat lemak abdominal ayam broiler berkisar antara 12.51 – 14.99 gram atau 0.82% -1.00% dari berat badan. Sedangkan berat hati yang dihasilkan berkisar antara 38,15 – 38,90 gram atau 2,51 – 2,60 % dari berat badan, dan hasil ini menunjukkan bahwa bobot akhir,  persentase lemak abdominal dan hati ayam broiler masih taraf normal. Disarankan untuk dilakukan penelitian lebih lanjut dan lama penggunaan ekstrak sarang semut (Myrmecodia sp) pada perlakuan.
Perbandingan Kadar Kortisol dan Rasio N/L (Neutrofil/Limfosit) Antara Lutung Jawa Jantan dan Betina di Kandang Sosialisasi Nurina Titisari; Niko Anindia; Ahmad Fauzi; Ida Masnur; Iwan Kuniawan
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 20, No 1 (2019): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2019.020.01.5

Abstract

Status sosial lutung Jawa pada satu kelompok dapat menyebabkan peningkatan stress. Primata dominan cenderung menunjukkan tingkat stress yang lebih rendah dibandingkan primata subordinat. Di tempat penangkaran kejadian ini sering muncul pada lutung Jawa di kandang pengelompokan. Dalam penelitian ini kandang tersebut adalah kandang sosialisasi yang merupakan kandang terakhir sebelum dilepaskan ke alam. Kelompok primata tersebut harus terbebas dari penyakit dan memiliki tingkat stres yang rendah agar mampu bertahan hidup. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat tingkat stres sebagai salah satu indikator kesiapan pelepasan lutung jawa yang diukur berdasarkan kadar kortisol serum dan rasio Neutrofil per limfosit darah. Lutung Jawa yang digunakan berasal dari pusat rehabilitasi satwa yang terletak di kota Batu. Rentang umur satwa yang digunakan adalah 2-10 tahun dengan jenis kelamin jantan dan betina. Kadar kortisol diukur menggunakan metode ELISA indirect gelombang 450 nm dan kadar neutrofil per limfosit diukur menggunakan hematology analyzer. Data yang didapatkan dianalisa secara deskriptif. Hasil penelitian didapatkan kadar kortisol rata-rata pada lutung betina sebesar 118.01 ng/mL sedangkan pada lutung Jawa jantan sebesar 117.04 ng/mL.  Nilai rasio neutrofil per limfosit lutung jantan sebesar 5.43 dan betina sebesar 7.88. Kesimpulannya nilai kadar kortisol dan rasio neutrophil/limpfosit dikandang sosialisasi pada lutung jantan lebih rendah daripada lutung betina.
Produktivitas Induk Domba Ekor Tipis di Desa Sedan Kecamatan Sedan Kabupaten Rembang Muhammad Najmuddin; Mochammad Nasich
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 20, No 1 (2019): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2019.020.01.10

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui produktivitas induk domba ekor tipis di Desa Sedan Kecamatan Sedan Kabupaten Rembang. Penelitian ini menggunakan induk domba ekor tipis yang sudah pernah beranak poel 1 sampai poel 3 sebanyak 70 ekor dan anak domba sebanyak 131 ekor. Metode yang digunakan adalah metode survey. Sampel pengamatan ditentukan secara purposive sampling. Variabel yang digunakan adalah bobot sapih, litter size dan lambing interval. Data yang diperoleh berupa produktivitas induk disajikan dalam bentuk tabel dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa litter size (LS) induk domba ekor tipis PI1 yaitu 1,35 ± 0,49, PI2 sebesar 1,92 ± 0,25 dan PI3 yaitu 2,19 ± 0,25. Lambing interval pada PI1 adalah 0 karena baru pertama kali beranak. Pada PI2 memiliki nilai lambing interval sebesar 10,15 ± 1,24 dan pada PI3 sebesar 9,17 ± 0,88. Bobot sapih anak jantan sebesar 9,65 ± 0,58 dan pada anak betina adalah 7,42 ± 0,38. Produktivitas induk domba ekor tipis pada PI1 adalah 0, PI2 sebesar 19,32. dan PI3 adalah 24,3
Resistensi Cacing Nematoda Gastrointestinal Terhadap Golongan Macrocyclic Lactone pada Ternak Ruminansia Yanuartono Yanuartono; Soedarmanto Indarjulianto; Alfarisa Nururrozi; Slamet Raharjo; Hary Purnamaningsih
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 20, No 2 (2019): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2019.020.02.1

Abstract

Cacing nematoda gastrointestinal merupakan parasit yang memiliki peran penting pada ruminansia di negara tropis maupun subtropis. Nematoda tersebut memicu berbagai masalah kesehatan dan dapat mengakibatkan penurunan produksi karena menghambat pertumbuan, rendahnya kenaikan bobot badan, kematian pada hewan muda, biaya pengobatan tinggi dan kerugian ekonomi yang besar dalam usaha peternakan. Penggunaan golongan macrocyclic lactones yang memiliki spektrum luas telah digunakan dalam mengendalikan infeksi cacing nematoda gastrointestinal dalam industri peternakan selama empat dekade yang pada akhirnya menyebabkan resistensi antelmintik. Seiring berkembangnya resistensi terhadap anthelmintik membuat para ahli berusaha mencari metode standar untuk digunakan sebagai deteksi resistensi yang dapat diandalkan. Meskipun demikian, sebagian besar metode yang digunakan memiliki kekurangan seperti biaya tinggi, aplikasi dan interpretasi yang tidak mudah. Saat ini pedoman standar untuk deteksi resistensi anthelmintik telah dikeluarkan oleh World Association for Advancement of Veterinary Parasitology (WAAVP). resistensi antelmintik dapat diatasi atau ditunda dengan berbagai upaya seperti manajemen pencegahan dan pengobatan cacing pada ternak secara terpadu.
Kajian Residu Antibiotik pada Karkas Broiler dari Beberapa Kemitraan di Kabupaten Blitar Nuraini Nadzifah; Osfar Sjofjan; Irfan H Djunaidi
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 20, No 2 (2019): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2019.020.02.9

Abstract

Penelitian dilakukan untuk mengkaji kualitas pakan serta daging broiler bagian paha dari beberapa kemitraan broiler yang berbeda pabrik pakan terhadap residu antibiotik di Kabupaten Blitar. Metode yang digunakan adalah purposive sampling dengan total 12 farm yang terdiri dari 4 kemitraan broiler yang menggunakan pakan dari pabrik berbeda, masing- masing kemitraan diambil 3 farm sebagai sampelnya. Variabel yang diamati yaitu pakan (pre starter dan starter) serta daging broiler bagian paha pada umur 35 hari yang diuji kandungan residu antibiotik. Pengujian residu antibiotik golongan tetracyclin dilakukan secara screening (kualifikasi), sampel yang dinyatakan positif dilakukan pengujian secara kuantitatif HPLC untuk jenis residu antibiotik oksitetracyclin. Data yang didapat dianalisa secara deskriptif kuantitatif. Hasil pengujian pakan secara screening (kualifikasi) terdapat 2 kemitraan dengan kandungan antibiotik jenis tetracyclin yaitu kemitraan X dan Y, selanjutnya pengujian secara kuantitatif HPLC sampel dari kemitraan X dan Y dengan kode 220723(XPS), 220724 (YPS), 220717 (YS) mengandung antibiotik oksitetracyclin sebesar 0,52 mg/kg; 0,40 mg/kg; 0,45 mg/kg. Pengujian residu antibiotik golongan tetracyclin secara screening (kualifikasi) pada daging broiler bagian paha menunjukkan semua tidak terdeteksi. Penggunaan antibiotik pada pakan broiler sistim kemitraan masih ada di Kabupaten Blitar, beberapa produsen pakan belum bebas antibiotik golongan tetracyclin, sedangkan pengujian pada daging broiler bagian paha secara screening (kualifikasi) menunjukkan semua tidak terdeteksi.
Identifikasi Sifat-Sifat Produksi Persilangan Babi Duroc ean Yokshire Yuli Arif Tribudi; Andri Andri; Retno Budi Lestari
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 20, No 1 (2019): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2019.020.01.7

Abstract

Penelitian dilakukan di peternakan babi PT Fajar Semesta Indah di Singkawang Kalimantan Barat. Penelitian bertujuan untuk mengetahui performans produksi pada babi Duroc, Yorkshire serta persilangannya. Materi yang digunakan dalam penelitian ini bangsa babi Yorkshire, Duroc, persilangan Yorkshire-Duroc serta persilangan Duroc- Yorkshire dengan jumlah masing-masing 197 ekor; 264 ekor; 168 ekor dan 275 ekor. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengamatan dan pengukuran langsung pada ternak babi dengan menggunakan data primer. Penentuan sample menggunakan purposive sampling. Variabel yang diamati adalah litter size, berat lahir, berat sapih dan mortalitas anak babi prasapih. Untuk mengetahui pengaruh bangsa terhadap sifat produksi digunakan analisis ragam Rancangan Acak Lengkap. Hasil penelitian menunjukkan rataan litter size, berat lahir dan berat sapih anak babi masing-masing pada bangsa babi Yorkshire (9,38±2,87 ekor; 1,24±0,25 kg dan 6,73±0,71 kg), Duroc  (8,41±3,26 ekor; 1,23±0,26 kg dan 6,54±1,07 kg); babi persilangan Yorkshire-Duroc (9,88±3,04 ekor; 1,26±0,36 kg dan 6,84±0,78 kg) serta persilangan Duroc-Yorkshire (9,48±2,63 ekor; 1,28±0,26 kg dan 6,91±0,86 kg). Laju kematian anak prasapih  secara berturut turut yaitu pada babi persilangan Yorkshire-Duroc sebesar 17,85 persen; Yorkshire sebesar 15,74 persen; Duroc 13,64  persen serta persilangan Duroc-Yorkshire sebesar 11,64 persen. Disimpulkan sistem perkawinan antar bangsa babi tidak berpengaruh terhadap litter size dan berat lahir tetapi berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap berat sapih anak babi. Disarankan untuk meningkatkan produktivitas babi di PT Fajar Indah Semesta sebaiknya melakukan perkawinan silang.

Filter by Year

2007 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 26 No. 2 (2025): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 26 No. 1 (2025): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 25 No. 2 (2024): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 25 No. 1 (2024): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 24 No. 2 (2023): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 24 No. 1 (2023): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 23 No. 2 (2022): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 23 No. 1 (2022): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 22, No 2 (2021): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 22, No 1 (2021): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 21, No 2 (2020): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 21, No 1 (2020): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 20, No 2 (2019): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 20, No 1 (2019): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 19, No 2 (2018): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 19, No 1 (2018): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 18, No 2 (2017): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 18, No 1 (2017): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production (JTAPRO) Vol 17, No 2 (2016): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production (JTAPRO) Vol 17, No 1 (2016): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production (JTAPRO) Vol 16, No 2 (2015): TERNAK TROPIKA Vol 16, No 1 (2015): TERNAK TROPIKA Vol 15, No 2 (2014): TERNAK TROPIKA Vol 15, No 1 (2014): TERNAK TROPIKA Vol 14, No 2 (2013): Ternak Tropika Vol 14, No 1 (2013): Ternak Tropika Vol 13, No 1 (2012): Ternak Tropika Vol 12, No 2 (2011): Ternak Tropika Vol 12, No 1 (2011): Ternak Tropika Vol 12, No 1 (2011): Ternak Tropika Vol 11, No 2 (2010): Ternak Tropika Vol 11, No 1 (2010): Ternak Tropika Vol 9, No 2 (2008): Ternak Tropika Vol 7, No 2 (2007): Ternak Tropika Vol 6, No 2 (2007): Ternak Tropika More Issue