cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ternak Tropika
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 25031007     EISSN : 25031007     DOI : -
Core Subject :
TERNAK TROPIKA, Journal of Tropical Animal Production (JTAP) provides for rapid publication of full-length papers, short communication and review articles describing of new finding or theory in Animal Production area. TERNAK TROPIKA has 1 volume with 2 issues per year. TERNAK TROPIKA is published by Department of Animal Priduction, Faculty of Animal Husbandry, Brawijaya University Indonesia in collaboration with Indonesian Society of Animal Science (ISPI
Arjuna Subject : -
Articles 305 Documents
Pendugaan Nilai Heritabilitas Bobot Lahir Dan Bobot Sapih Pada Babi Duroc Dan Yorkshire Yuli Arif Tribudi; Ahmad Tohardi
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 19, No 1 (2018): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (597.608 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2018.019.01.7

Abstract

The research was conducted  from May – September 2017 in PT Fajar Semesta Indah Singkawang. This study aims to estimate of genetic parameter on birth weight and weaning weight in Duroc and Yorkshire pig. The material used in this study were Duroc danYorkshire by the number of 286 and 2017 pig. Variables observed in this study were birth weight, weaning weight and mortality weaning. Data analysis of litter size heritability was estimated using paternal half sib method and heritability birth weight and weaning weight using nested design. The results showed the average birth weight  and  weaning weight in breed pig Duroc (1.22±0.22 kg and 6.52±0.98 kg) and Duroc pig (1.25±0.19 kg and 6.69±0.67 kg). Estimated heritability birth weight and weaning weight in breed pig Duroc (0.26±0.19 and 0.34±0.12) and Yorkshire (0.15±0.21 and 0.47±0.36). The heritability of birth and weaning weight were considered as high which means that the selection programme will be more effective and efficient in improving the genetic merits.
Tampilan Reproduksi Sapi Rambon Betina pada Paritas yang Berbeda Ika Fitri Puspitasari; Nurul Isnaini; Aulia Puspita Anugra Yekti; Trinil Susilawati
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 19, No 2 (2018): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.385 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2018.019.02.2

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tampilan reproduksi sapi Rambon betina pada paritas yang berbeda. Variabel dalam penelitian ini adalah nilai Service per Conception, Calving Interval, Conception Rate dan Days Open di Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi. Materi yang digunakan adalah 113 ekor sapi Rambon dipilih secara purposive sampling pada paritas yang berbeda. Data dianalisis dengan analisa deskriptif menggunakan nilai rataan dan standar deviasi pada nilai Service per conception, Calving Interval, Conception Rate, Days Open dan dilanjutkan menggunakan uji Kruskal Wallis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai Service per Conception pada paritas satu memiliki efisiensi terbaik sebesar 1,1±0,31 kali. Nilai Calving Interval pada paritas tiga memiliki efisiensi terbaik sebesar 374,4±29,02 hari. Nilai Days Open pada paritas tiga memiliki efisiensi terbaik sebesar 96,9±27,93 hari. Nilai Conception Rate pada paritas satu menunjukkan efisiensi terbaik yaitu sebesar 90%. Disimpulkan bahwa tampilan reproduksi sapi Rambon di Kecamatan Glagah Kabupaten Banyuwangi dalam kondisi optimal. 
Kualitas Semen Cair Sapi Peranakan Ongole Menggunakan Pengencer CEP-3 Kuning Telur pada Media Simpan yang Berbeda Risky Amalia Rosary; Kuswati Kuswati; Trinil Susilawati
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 19, No 2 (2018): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.882 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2018.019.02.3

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengencer CEP-3 kuning telur terhadap kualitas semen cair sapi Peranakan Ongole (PO) pada media simpan yang berbeda. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Lapang Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya pada bulan Agustus sampai September 2017. Materi penelitian yang digunakan yaitu semen segar sapi Peranakan Ongole (PO) berumur 2 tahun ditampung menggunakan vagina buatan. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental laboratorium dengan 5 perlakuan yaitu P0 (media simpan refrigerator suhu 5 oC), P1 (media simpan termos kosong suhu 28 oC), P2 (media simpan termos berisi es batu suhu 0 oC), P3 (media simpan termos berisi air es suhu 9 oC), dan P4 (media simpan termos berisi air sumur suhu 25 oC) masing-masing perlakuan menggunakan 10 ulangan apabila terdapat perbedaan yang nyata dilanjutkan dengan uji Jarak Duncan. Hasil analisis ragam pada penyimpanan hingga jam ke-8 menunjukkan berbeda sangat nyata (P<0,01) terhadap motilitas dan viabilitas sedangkan pada rataan persentase abnormalitas tidak nyata. Total spermatozoa motil tertinggi yaitu P0, P2, P3, P1 dan P4 tetapi tidak dapat digunakan untuk IB. Berdasarkan penelitian tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa Penggunaan media simpan termos belum mampu mempertahankan motilitas spermatozoa sebaik media refrigerator lebih dari 2 jam, hal ini ditunjukkan oleh perlakuan 0 (P0) dengan hasil terbaik terhadap motilitas spermatozoa selama penyimpanan pada suhu 5 oC. kualitas semen cair yang terbaik pada media simpan termos adalah dengan menggunakan termos berisi es batu suhu 0 oC (P2) 33,00 ± 4,83%. Berdasarkan hasil penelitian disarankan dilakukan pengulangan penelitian menggunakan semen segar dengan motilitas > 70 % dikemas didalam dan tanpa straw.
Gambaran Umum Pengaruh Probiotik dan Prebiotik pada Kualitas Daging Ayam Zakaria Husein Abdurrahman; Yuli Yanti
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 19, No 2 (2018): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.662 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2018.019.02.4

Abstract

Pemanfaatan antibiotik sebagai pemacu pertumbuhan ayam mulai dilarang karena adanya pengaruh merugikan bagi kesehatan manusia. Alternatif lain selain menggunakan antibiotik adalah menggunakan probiotik dan prebiotik. Penelitian tentang probiotik dan prebiotik telah dilakukan dalam beberapa tahun terakhir pada ternak ayam. Penggunaan kombinasi probiotik dan prebiotik yang diberikan secara bersama dapat meningkatkan proses penyerapan nutrien pada usus ayam, sehingga berdampak pada peningkatan performans, dan pada akhirnya meningkatkan kualitas daging. Eksplorasi sumber probiotik dan prebiotik masih perlu dilakukan terutama kombinasi dan kondisi yang optimal berdasarkan berbagai faktor seperti jenis ayam, jenis probiotik, dan jenis prebiotik.
Effek Penggunaan Probiotik dan Tepung Kunyit (Curcuma domestica Val.) pada Pakan Terhadap Performa Broiler Mariani Jesika Widiawati; Muharlien Muharlien; Osfar Sjofjan
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 19, No 2 (2018): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (452.057 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2018.019.02.5

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui effek penggunaan probiotik  dan tepung kunyit ( Curcuma domestica Val.) pada pakan terhadap performa broiler. Materi menggunakan 100 ekor broiler strain Lohmann (unsex), Probiotik yang digunakan jenis Lactobacillus sp dengan konsentrasi 4,72 x 108 CFU/ml dalam bentuk tepung. Analisis data  menggunakan Anova dengan  Rancangan Acak Lengkap (RAL), jika hasil berbeda nyata (P<0,05) dilanjut dengan uji jarak berganda duncan (UJBD). Variabel yang diambil adalah konsumsi pakan, pertambahan bobot badan dan konversi pakan. Perlakuan  terdiri dari : P0 (pakan basal), P1 (pakan basal + 0,1%  tepung  kunyit),  P2 ( pakan basal + 0,1% probiotik),  P3 ( pakan basal + 0,05% tepung kunyit + 0,05% probiotik). Hasil penelitian menunjukan penggunaan probiotik dan tepung kunyit (Curcuma domestica Val.) pada pakan berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap konsumsi pakan, pertambahan bobot badan dan konversi pakan. Penggunaan campuran tepung kunyit 0,05 % dan probiotikk 0,05% dalam pakan.  Secara numerik menunjukan adanya kecenderung yang positif terhadap konsumi pakan, pertambahan bobot badan, dan konversi pakan. Kesimpulan: penggunaan probiotik 0,05 % dan tepung kunyit 0,05 % pada pakan cenderung meningkatkan performa produksi ayam pedaging.
Pengaruh Pemberian Ekstrak Sarang Semut (Myrmecodia sp.) Terhadap Fertilitas Telur Ayam Ertika Fitri Lisnanti; Amiril Mukmin; Nur Fitriyah
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 19, No 2 (2018): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (667.992 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2018.019.02.1

Abstract

Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak sarang semut terhadap peningkatan fertilitas telur ayam. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap pola faktorial (RALF). Faktor I = level pemberian ekstrak umbi sarang semut yang terdiri dari 2 level yaitu L1(10 mg/kg BB) dan L2 (20 mg/kg BB), sedangkan Faktor II = durasi pemberian ekstrak umbi sarang semut yang terdiri dari 3 level yaitu D0 (0 hari/minggu), D3 (3 hari/minggu) dan D5 (5 hari/minggu). Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan analisa statistik diketahui terdapat interaksi yang  nyata (P<0,05) antara kombinasi perlakuan level pemberian  dan durasi pemberian ekstrak umbi sarang semut terhadap fertilitas telur ayam. Pemberian ekstrak sarang semut pada level 10 mg/kg BB dengan durasi pemberian selama 5 hari/minggu (LID5) secara sinifikan mampu meningkatkan fertilitas telur ayam (97,58%) jika dibandingkan dengan perlakuan yang lain (L2D3 = 94,38%; L2D5 = 94,32%; L1D3 = 93,28%; L2D0 = 92,90%; dan L1D0 = 2,84%). Kesimpulan yang dapat diambil ialah untuk dapat meningkatkan fertilitas telur ayam, level dan durasi pemberian ekstrak sarang semut harus tepat karena jika tidak, nilai peningkatannya tidak akan optimal, sekalipun dengan level dan durasi pemberian yang lebih tinggi.
Evaluasi Kecukupan Nutrisi Induk Sapi Potong di Desa Leran Wetan dan Leran Kulon, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban Asri Nurul Huda; Mashudi Mashudi; Kuswati Kuswati; Trinil Susilawati; Sri Wahjuningsih; Nurul Isnaini; Aulia Puspita A Yekti; Awang Tri Satria
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 19, No 2 (2018): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.55 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2018.019.02.6

Abstract

Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi kecukupan nilai nutrisi untuk induk sapi potong di Desa Leran Wetan dan Leran Kulon, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban. Data diambil dengan metode survei menggunakan kuisioner kepada 15 responden di masing-masing desa. Sampel pakan diambil di masing-masing peternak responden kemudian dianalisis proksimat dan dilanjutkan uji kecernaan BK dan BO secara in vitro di Laboratorium Nutrisi dan Makanan Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya.  Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif. Hasil survei menunjukkan bahwa rata-rata kepemilikan induk sapi potong di masing-masing desa antara 2-3 ekor, bobot badan 300-350 kg/ekor, dengan tujuan pemeliharaan untuk menghasilkan pedet. Jenis pakan yang sering diberikan bervariasi meliputi rumput gajah, rumput lapang, limbah pertanian seperti jerami padi dan jerami jagung serta dedak padi sebagai pakan tambahan. Konsumsi BK pakan di Desa Leran Wetan rata-rata adalah 5,853 ± 1,663 kg/ekor/hari dan di Desa Leran Kulon adalah 5,943 ± 1,325 kg/ekor/hari sedangkan kebutuhan berdasarkan bobot badannya adalah 7,4 – 8,3 kg/ekor/hari. Ransum dengan pakan basal limbah pertanian di Desa Leran Kulon memiliki KcBK sebesar 27,844 ± 0,679% sedangkan ransum dengan pakan basal rumput memiliki nilai KcBK lebih tinggi yaitu 44,919 ± 1,800%. Nilai KcBK Ransum berbasis jerami di Desa Leran Wetan adalah 27,918 ± 0,692% dan yang berbasis rumput adalah sebesar 44,434 ± 2,026%. Nilai KcBO di Desa Leran Kulon pada ransum berbasis jerami dan rumput berturut-turut adalah 30,234 ± 46,412% dan 46,412 ± 1,778% sedangkan di Desa Leran Wetan berturut-turut adalah 33,689 ± 1,081% dan 52,989 ± 3,139%. Berdasarkan hasil studi tersebut, dapat disimpulkan bahwa pakan yang dikonsumsi oleh ternak masih belum memenuhi kebutuhannya. Penggunaan limbah pertanian dapat menurunkan nilai kecernaan ransum maka sebaiknya diganti dengan hijauan seperti leguminosa dan rumput. Pakan dengan kualitas yang baik akan meningkatkan performa reproduksi induk sapi potong. 
Karakteristik Fenotip Kerbau Rawa (B. bubalis carabenesis) di Wilayah Sentra Pengembangan Kerbau Desa Guosobokerto Kecamatan Welahan Kabupaten Jepara Erlangga Arfiyan Nur; Hary Nugroho; Kuswati Kuswati
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 19, No 2 (2018): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (505.899 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2018.019.02.10

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik fenotip kerbau rawa (B. bubalis carabenesis). Penelitian ini dilaksanakan di Desa Guosobokerto Kecamatan Welahan Kabupaten Jepara. 211 kerbau lokal, terdiri dari 117 kerbau betina dan 91 kerbau jantan yang dikelompokkan berdasarkan jumlah pergantian gigi seri permanen yaitu PI0, P12, P14, P16dan P18. Data dianalisa dengan menggunakan annova way classification test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 3,79% bentuk tanduk melingkar kebawah yang tidak sesuai dengan SNI 7706.1.2011. Umur memberikan pengaruh yang sangat nyata (P<0.01) terhadap ukuran statistik vital kerbau rawa (lingkar dada, tinggi badan, tinggi pinggul, panjang badan dan berat badan). Pertumbuhan tertinggi berdasarkan ukuran tubuh kerbau rawa betina standar adalah ligkar dada P18 178,3 cm, tinggi badan P16 121,54 cm, tinggi pinggul P16 119,54 cm, panjang badan P18 129,39 cm dan berat badan P18 343,81 kg. Sedangkan pertumbuhan tertinggi berdasarkan pada tubuh kerbau rawa standar untuk jantan adalah pada lingkar dada  P14 194,38 cm, tinggi badan pada P16 123,8 cm, tinggi pinggul pada P16 122,8 cm, panjang badan pada P14 125,75 cm dan berat badan pada P14 410,88 kg. Terdapat 30,77% kerbau rawa betina dan 65,96% jantan yang tidak sesuai dengan SNI 7706.1.2011. Kerbau rawa di wilayah Desa Guosobokerto dapat dikatakan tidak memenuhi persyaratan. Oleh karena itu perlu dilakukan seleksi dan peningkatan kualitas genetik dengan mengawinkan calon kerbau rawa unggul untuk mempertahankan potensi karena Desa Guosobokerto merupakan asal daerah kerbau rawa. 
Pengaruh Penggunaan Pelet Daun Ubi Jalar Ungu (Ipomoea batatas var. Ayamurasaki) Terfermentasi Larutan Effective Microorganism 4 (EM-4) dalam Ransum Terhadap Performa Ayam Broiler Yori Raimona Menoh; N.G.A Mulyantini; Franky M.S Telupere
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 19, No 2 (2018): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (568.314 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2018.019.02.7

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan pelet daun ubi jalar ungu terfermentasi dalam ransum terhadap performa ayam broiler. Materi yang digunakan adalah 96 ekor anak ayam. Desain penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dilanjutkan uji Duncan untuk hasil yang berbeda nyata yang terdiri dari empat perlakuan enam ulangan dan tiap ulangan terdiri dari empat ekor. Perlakuan yang diuji yakni R0= ransum basal (Komersil BR2), R1= ransum komersil dengan pergantian 5% pelet daun ubi jalar ungu terfermentasi, R2= ransum komersil dengan pergantian 10% pelet daun ubi jalar ungu terfermentasi, R3= ransum komersil dengan pergantian 15% pelet daun ubi jalar ungu terfermentasi. Variabel yang diamati yakni konsumsi ransum, pertambahan bobot badan harian, nisbah konversi ransum, kecernaan protein dan energi, berat hidup, bobot karkas, bobot potongan primal karkas, bobot non karkas, panjang saluran pencernaan, persentase karkas, persentase non karkas, persentase potongan primal karkas, dan persentase lemak abdominal. Hasil analisis didapatkan bahwa penggunaan pelet daun ubi jalar ungu secara sangat nyata (P<0,01) meningkatkan konsumsi ransum, pertambahan bobot badan harian, kecernaan protein dan kecernaan energi, sementara konversi ransum, berat hidup, bobot karkas meningkat secara nyata (P<0,05). Sedangkan bobot potongan primal karkas, bobot non karkas, panjang saluran pencernaan, persentase karkas, persentase non karkas, persentase potongan primal karkas, dan persentase lemak abdominal tidak terjadi peningkatan (P>0,05). Disimpulkan bahwa penggunaan pelet daun ubi jalar ungu terfermentasi dalam ransum ayam broiler dapat meningkatkan konsumsi ransum, pertambahan bobot badan harian, nisbah konversi ransum, kecernaan protein dan kecernaan energi, tetapi tidak terjadi peningkatan untuk bobot potongan primal karkas, bobot non karkas, panjang saluran pencernaan, persentase karkas, persentase non karkas, persentase potongan primal karkas, dan persentase lemak abdominal. 
Pengaruh Pemberian Tempe Kedelai dan Polen dalam Bentuk Pasta Terhadap Pertumbuhan Anakan Lebah Pekerja Apis mellifera Rama Akbaruddin; Mochammad Junus; Nur Cholis
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 19, No 2 (2018): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.96 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2018.019.02.9

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tempe kedelai dan polen dalam bentuk pasta terhadap pertumbuhan anakan lebah pekerja meliputi pertambahan panjang larva, pertambahan panjang pupa dan pertambahan diameter abdomen pupa. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dipakai untuk mengetahui persentase tempe kedelai dan polen dalam bentuk pasta yang optimal terhadap pertumbuhan anakan lebah pekerja meliputi pertambahan panjang larva, pertambahan panjang pupa dan pertambahan diameter abdomen pupa. Materi penelitian adalah lebah madu apis mellifera dari peternakan di Desa Cendoro, Kecamatan Dawar Blandong, Kabupaten Mojokerto, sebanyak 96 anakan lebah pekerja yang berupa larva yang berumur 2 hari dan yang berumur 5 hari serta pupa yang berumur 4 hari dan 11 hari. Metode penelitian adalah eksperimen/percobaan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari enam perlakuan dan empat kelompok. Data dianalisis dengan analisis ragam dan dilanjutkan dengan Uji Jarak Berganda Duncan jika terdapat perbedaan. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengaruh masing-masing perlakuan terhadap pertambahan panjang larva maupun pupa sangat berbeda nyata (P<0,01), sedangkan variabel pertambahan diameter abdomen pupa tidak berbeda nyata (P>0,05). Hasil uji jarak Duncan untuk variabel pertambahan panjang larva ternyata pengaruh P0, P1, P2, P4 dan P5 tidak berbeda nyata, tetapi kelima perlakuan tersebut berbeda nyata dengan P3. Penulis menyarankan melakukan penelitian serupa namun menggunakan jenis kacang yang berbeda untuk mengetahui pengaruhnya terhadap anakan lebah pekerja. 

Filter by Year

2007 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 26 No. 1 (2025): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 25 No. 2 (2024): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 25 No. 1 (2024): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 24 No. 2 (2023): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 24 No. 1 (2023): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 23 No. 2 (2022): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 23 No. 1 (2022): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 22, No 2 (2021): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 22, No 1 (2021): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 21, No 2 (2020): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 21, No 1 (2020): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 20, No 2 (2019): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 20, No 1 (2019): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 19, No 2 (2018): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 19, No 1 (2018): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 18, No 2 (2017): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 18, No 1 (2017): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production (JTAPRO) Vol 17, No 2 (2016): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production (JTAPRO) Vol 17, No 1 (2016): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production (JTAPRO) Vol 16, No 2 (2015): TERNAK TROPIKA Vol 16, No 1 (2015): TERNAK TROPIKA Vol 15, No 2 (2014): TERNAK TROPIKA Vol 15, No 1 (2014): TERNAK TROPIKA Vol 14, No 2 (2013): Ternak Tropika Vol 14, No 1 (2013): Ternak Tropika Vol 13, No 1 (2012): Ternak Tropika Vol 12, No 2 (2011): Ternak Tropika Vol 12, No 1 (2011): Ternak Tropika Vol 12, No 1 (2011): Ternak Tropika Vol 11, No 2 (2010): Ternak Tropika Vol 11, No 1 (2010): Ternak Tropika Vol 9, No 2 (2008): Ternak Tropika Vol 7, No 2 (2007): Ternak Tropika Vol 6, No 2 (2007): Ternak Tropika More Issue