cover
Contact Name
Sofyan Mahfudy
Contact Email
jurnaltransformasi@uinmataram.ac.id
Phone
+6281329446085
Journal Mail Official
jurnaltransformasi@uinmataram.ac.id
Editorial Address
LPPM, UIN Mataram, Jl. Pendidikan 35 Mataram 83125
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Transformasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
ISSN : 18583571     EISSN : 25809628     DOI : 10.20414/transformasi.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 21 No. 1 (2025): Transformasi Juni" : 7 Documents clear
Cultivating digital entrepreneurship skills through empowering senior high school teachers Susanto, Celine Margaretha; Anjani, Angelica Mutiara; Kartikasari, Cynthia Yohanna; Tanaya, Olivia
Transformasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 21 No. 1 (2025): Transformasi Juni
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/transformasi.v21i1.11496

Abstract

[Bahasa]: Indonesia menghadapi tantangan untuk keluar dari middle income trap, meskipun telah mencapai status negara berpendapatan menengah keatas. Salah satu langkah penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi adalah dengan meningkatkan jumlah wirausahawan melalui penguatan pendidikan kewirausahaan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan keterampilan kewirausahaan para guru SMK PK Surabaya melalui Workshop Pembentukan Mindset Kewirausahaan Digital. Metode Participatory Action Research (PAR) digunakan untuk melibatkan guru dalam diskusi dan pengembangan solusi melalui sesi enrichment dan kegiatan berbasis proyek. Program ini berfokus pada pengajaran konsep kewirausahaan digital dan implementasi Empathy Map, yang bertujuan untuk menumbuhkan kemampuan berpikir kritis dalam mengidentifikasi kebutuhan konsumen. Hasil pretest dan posttest menunjukkan peningkatan pemahaman kewirausahaan para guru SMK PK Surabaya, dengan output utama berupa Empathy Map dan inovasi metode pembelajaran kewirausahaan. Workshop ini berhasil mendorong pengembangan keterampilan kewirausahaan di SMK PK Surabaya, yang berpotensi mendukung peningkatan jumlah pengusaha muda dan mengakselerasi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Kata Kunci: middle income trap, kewirausahaan, pendidikan vokasi, mindset kewirausahaan, empathy map [English]: Indonesia faces the challenge of escaping the middle-income trap, despite having achieved the status of an upper-middle-income country. One important step in encouraging economic growth is to increase the number of entrepreneurs through strengthening entrepreneurship education. This community service activity aims to develop the entrepreneurial skills of SMK PK teachers in Surabaya through a Workshop on developing a Digital Entrepreneurship Mindset. The Participatory Action Research (PAR) method is utilized to engage teachers in discussions and solution development through enrichment sessions and project-based activities. This program is designed to teach the principles of digital entrepreneurship and how to apply the Empathy Map to develop critical thinking skills for identifying consumer needs. The results of the pretest and posttest show an improvement in the understanding of entrepreneurship among the teachers of SMK PK Surabaya, with the main outputs being an Empathy Map and innovative methods for teaching entrepreneurship. This workshop successfully encouraged the development of entrepreneurial skills at SMK PK Surabaya, which has the potential to support the increase in the number of young entrepreneurs and accelerate Indonesia's economic growth. Keywords: middle-income trap, entrepreneurship, vocational education, entrepreneurial mindset, empathy map
Developing social-emotional learning programs for elementary school teachers in Prabumulih city Suratmi; Maharani, Siti Dewi; Harini, Bunda; Budiansyah; Aswasulasikin; Susanto, Ilham Arya; Hikmah, Putri Durrotul; Yolanda, Prita Amelia
Transformasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 21 No. 1 (2025): Transformasi Juni
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/transformasi.v21i1.11750

Abstract

[Bahasa]: Pendidikan dasar di Indonesia cenderung memprioritaskan aspek akademik, sehingga pengembangan sosial emosional siswa masih kurang diperhatikan. Untuk mengatasi masalah ini, Program Pengabdian Kepada Masyarakat yang berjudul "Pelatihan Penyusunan Pembelajaran Sosial Emosional (PSE)" dilaksanakan oleh tim PGSD FKIP Universitas Sriwijaya bagi guru SD di Kota Prabumulih. Program ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru dalam menyusun pembelajaran berbasis sosial emosional yang berperan dalam kesejahteraan dan perkembangan siswa. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) melalui tiga pertemuan; pertemuan pertama dilakukan secara tatap muka, dan dua pertemuan berikutnya dilakukan secara daring. Setiap sesi melibatkan pemberian materi, diskusi, pembimbingan, serta presentasi modul ajar PSE yang disusun oleh peserta. Pengumpulan data dilakukan menggunakan pretest dan posttest untuk mengukur pemahaman peserta sebelum dan setelah pelatihan. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pada seluruh indikator pemahaman, menandakan efektivitas pelatihan dalam meningkatkan keterampilan guru dalam menerapkan PSE. Kesimpulannya, program ini berhasil membantu para guru mengintegrasikan pendekatan sosial emosional dalam pembelajaran, yang diharapkan dapat membawa dampak positif pada kualitas pendidikan di Kota Prabumulih. Rekomendasi dari program ini adalah perlunya pelatihan berkelanjutan dan pendampingan penerapan PSE di kelas untuk memastikan implementasi yang konsisten dan maksimal. Kata Kunci: pembelajaran sosial emosional, pengabdian kepada mayarakat, pelatihan guru [English]: Primary education in Indonesia has historically prioritized academic aspects, resulting in limited attention to students' social and emotional development. To address this issue, an initiative within the Community Service Program titled "Social Emotional Learning (SEL) in Training Program" was conducted by the PGSD FKIP team from Universitas Sriwijaya for elementary school teachers in Prabumulih City. This program aimed to enhance teachers' knowledge and skills in developing SEL-based teaching, which plays a significant role in students' well-being and growth. The program utilized a Participatory Action Research (PAR) approach through three sessions: a face-to-face first session followed by two online sessions. Each session included presentations, discussions, mentorship, and participants' presentations of SEL teaching modules they developed. Data collection was gathered using pretests and posttests to measure participants' understanding before and after the training. The results demonstrated improvement across all measured indicators, indicating the effectiveness of the training in enhancing teachers' skills in implementing SEL. This program successfully enabled teachers to integrate social-emotional strategies into their teaching practices, which is expected to positively impact educational quality in Prabumulih City. The program recommends ongoing training and support for SEL application to ensure consistency and optimal results. Keywords: social emotional learning, community service, teacher training
Digital-based learning material innovation workshop using GA-LARIS (Google Sites, Articulate Storyline, Augmented Reality, Physics Lab AR, Liveworksheet, and educational games) as a learning solution in era 4.0 Atmaja, Devi Yulianty Surya; Amelia, Riski; Harahap, Syafnah Aisyah Nauli; Ardiansyah, ⁠Abd Aziz; Kamilah, Dendy Siti; Budiman, Jovi Yuzzer; Valda, Vania; Sumiati; Illahi, Beta Kurnia; Andini, Firda Fikri; Nurfalah, Farika
Transformasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 21 No. 1 (2025): Transformasi Juni
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/transformasi.v21i1.12840

Abstract

[Bahasa]: Transformasi pendidikan di era 4.0, menuntut guru untuk mengintegrasikan teknologi digital secara efektif dalam proses pembelajaran. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru fisika di tingkat sekolah menengah atas melalui pengembangan media pembelajaran interaktif berbasis digital dengan menggunakan GA-LARIS (Google Sites, Articulate Storyline, Augmented Reality, Physics Lab AR, Liveworksheets dan Permainan Edukasi). Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk hybrid selama tiga hari yang diikuti oleh 51 orang guru fisika se-Kabupaten Bandung Barat, Cimahi, dan Kota Bandung. Kegiatan ini dirancang menggunakan metode Participatory Action Research (PAR), yang terdiri dari tahap identifikasi masalah, pengembangan kolaboratif, dan refleksi. Peserta dibagi menjadi sembilan kelompok yang masing-masing mengembangkan materi pembelajaran berbasis digital. Evaluasi produk menggunakan instrumen kuesioner skala Likert 5 poin yang mengukur aspek desain visual, interaktivitas, dan keselarasan dengan kompetensi fisika. Uji validitas menggunakan indeks V Aiken menunjukkan skor di atas 0,80, sementara uji reliabilitas menggunakan Alpha Cronbach menghasilkan nilai berkisar antara 0,80 hingga 0,97, yang dikategorikan Tinggi hingga Sangat Tinggi. Hasil ini menegaskan bahwa materi pembelajaran valid dan reliabel untuk digunakan dalam pembelajaran fisika SMA. Dalam hal kepraktisan, semua materi pembelajaran dinilai "Baik" hingga "Sangat Baik" (skor antara 80–90%). Sebagai tindak lanjut, kami merekomendasikan pelatihan yang fokus pada eksplorasi teknologi yang lebih maju, seperti Realitas Virtual (VR) dan Kecerdasan Buatan (AI), untuk mendukung pengembangan pembelajaran digital. Kata Kunci: kompetensi guru fisika, Google-Sites, Articulate-Storyline, Augmented-Reality, Physics-Lab-AR, LiveWorksheets [English]: The transformation of education during the 4.0 era requires teachers to integrate digital technology effectively into their teaching. This community service program aims to improve the competence of high school physics teachers through the development of interactive digital-based learning training media using the GA-LARIS (Google Sites, Articulate Storyline, Augmented Reality, Physics Lab AR, LiveWorksheets, and Educational Games). The program was implemented as a three-day hybrid workshop attended by 51 teachers from West Bandung Regency, Cimahi City, and Bandung City. The program was designed using the Participatory Action Research (PAR) method, consisting of problem identification, collaborative development, and reflection stages. Participants were divided into nine groups, each of which developed digital-based learning materials. A product evaluation used a 5-point Likert scale questionnaire instrument that measures aspects of visual design, interactivity, and alignment with physics competencies. Validity testing using Aiken’s V index showed scores above 0.80, while reliability testing using Cronbach’s Alpha yielded values ranging from 0.80 to 0.97, categorised as High to Very High. These results confirm that the learning materials are valid and reliable for use in high school physics instruction. In terms of practicality, all learning materials were rated as “Good” to “Very Good” (scores between 80% and 90%). We recommend follow-up training that focuses on the exploration of more advanced technologies, such as Virtual Reality (VR) and Artificial Intelligence (AI), to support digital learning development. Keywords: physics teacher’s competency, Google-Sites, Articulate-Storyline, Augmented-Reality, Physics-Lab-AR, LiveWorksheets
From training to practice: A community-based mentoring model for implementing Kurikulum Merdeka Gradini, Ega; Dhari, Putri Wulan
Transformasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 21 No. 1 (2025): Transformasi Juni
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/transformasi.v21i1.13153

Abstract

[Bahasa]:  Kurikulum Merdeka sangat penting karena mengedepankan otonomi guru dan pembelajaran yang berpusat pada siswa, namun kerangka kerjanya yang bersifat terbuka sering kali menimbulkan tantangan dalam penerapannya secara konsisten di tingkat sekolah. Untuk mengatasi masalah ini, inisiatif pengabdian masyarakat ini berupaya mengembangkan dan menilai model pendampingan berbasis masyarakat dengan menggunakan pendekatan Community-Based Participatory Research (CBPR). Tujuannya adalah untuk menciptakan kerangka kerja yang terukur yang secara efektif mendukung guru dan pemimpin sekolah saat mereka menerjemahkan prinsip-prinsip kurikulum ke dalam praktik di kelas. Proses ini melibatkan sesi pendampingan kolaboratif di mana para pemimpin sekolah dipandu dalam merancang Kurikulum Operasional Madrasah (KOM), sementara para guru menerima dukungan langsung dalam mengembangkan rencana pelajaran, membuat alat penilaian, dan melaksanakan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Rahmatan Lil Alamin (P5RA). Umpan balik yang berulang dan diskusi reflektif memastikan bahwa proses pendampingan bersifat adaptif terhadap kebutuhan peserta, menumbuhkan rasa kepemilikan dan mendorong praktik pedagogi yang berkelanjutan. Model ini menunjukkan keefektifannya di dua sekolah menengah pertama Islam, di mana Sekolah B secara konsisten mengungguli Sekolah A dalam hal perencanaan, pengajaran, dan penilaian. Selain itu, sesi refleksi kolaboratif secara khusus meningkatkan efikasi diri guru, dengan 92% peserta menyatakan peningkatan kepercayaan diri dalam kemampuan mereka untuk mengimplementasikan kurikulum. Pendekatan pendampingan ini juga menghasilkan peningkatan partisipasi aktif siswa sebesar 25%, yang mengindikasikan adanya peningkatan yang signifikan dalam keterlibatan siswa di kelas. Temuan ini menunjukkan bahwa pendampingan yang terstruktur dan berbasis masyarakat dapat menjembatani kesenjangan antara pelatihan teoritis dan penerapan praktis, menawarkan kepada para pemangku kepentingan pendidikan sebuah kerangka kerja yang kuat untuk mengubah kegiatan pelatihan yang terisolasi menjadi komunitas praktik yang berkelanjutan. Kata kunci: kurikulum merdeka, penelitian partisipatif berbasis masyarakat, otonomi guru, pembelajaran yang berpusat pada siswa, model pendampingan [English]: Kurikulum Merdeka is highly significant because it prioritizes teacher autonomy and student-centered learning, yet its open-ended framework often poses challenges for consistent implementation at the school level. To address these issues, this community service initiative sought to develop and assess a community-based mentoring model using a Community-Based Participatory Research (CBPR) approach. The goal was to create a scalable framework that effectively supports teachers and school leaders as they translate the curriculum's principles into actual classroom practices. The process involved collaborative mentoring sessions in which school leaders were guided in designing the Kurikulum Operasional Madrasah (KOM). At the same time, teachers received hands-on support in developing lesson plans, crafting assessment tools, and implementing Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Rahmatan Lil Alamin (P5RA) projects. Iterative feedback and reflective discussions ensured that the mentoring process was adaptive to participants' needs, cultivating a sense of ownership and fostering sustainable pedagogical practices. The model demonstrated its effectiveness across two Islamic junior high schools, where School B consistently outperformed School A in planning, instruction, and assessment. Moreover, collaborative reflection sessions notably enhanced teacher self-efficacy, with 92% of participants expressing increased confidence in their ability to implement the curriculum. This mentoring approach also resulted in a 25% rise in active student participation, indicating a significant boost in classroom engagement. The findings suggest that structured, community-driven mentoring can bridge the gap between theoretical training and practical application, offering educational stakeholders a robust framework for transforming isolated training events into enduring communities of practice. Keywords: kurikulum merdeka, community-based participatory research, teacher autonomy, student-centered learning, mentoring model
From literacy to investment: Empowering Muhammadiyah schools in Sukabumi Amal, Muhammad Khairul; Alhidayatullah; Aziz, Muh. Abdul
Transformasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 21 No. 1 (2025): Transformasi Juni
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/transformasi.v21i1.13225

Abstract

[Bahasa]: Rendahnya tingkat literasi finansial di Indonesia, khususnya di kalangan pelajar dan pendidik, menjadi tantangan serius dalam menciptakan masyarakat yang cerdas secara finansial. Berdasarkan survei OJK tahun 2022, indeks literasi keuangan nasional baru mencapai 49,68%, jauh di bawah target 75%. Guru sebagai agen pendidikan, serta siswa sebagai generasi penerus, perlu mendapatkan pemahaman yang kuat mengenai pengelolaan keuangan dan investasi sejak dini. Menjawab tantangan tersebut, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan literasi keuangan dan pemahaman strategi investasi bagi guru dan siswa SMA/SMK Muhammadiyah Sukabumi. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan bekal pengetahuan yang aplikatif dalam menghadapi tantangan ekonomi modern, termasuk risiko investasi ilegal, pinjaman online, dan judi online. Metode yang digunakan adalah service learning, dengan melibatkan dosen, mahasiswa, guru, dan siswa dalam dua sesi edukasi. Sesi pertama membahas literasi keuangan dasar, seperti pengelolaan pemasukan dan pengeluaran, perbedaan kebutuhan dan keinginan, tabungan, serta pengelolaan anggaran. Sesi kedua membahas strategi menentukan investasi, termasuk pemahaman jenis-jenis investasi, profil risiko, teknik memilih investasi, serta pentingnya legalitas dan diversifikasi. Hasil evaluasi yang diukur melalui pretest dan posttest menunjukkan peningkatan pemahaman yang signifikan. Rata-rata skor literasi keuangan meningkat dari 48,57% menjadi 81,29%, sedangkan pemahaman tentang strategi investasi meningkat dari 37,81% menjadi 80,31%. Hasil ini membuktikan efektivitas program dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran peserta terhadap pentingnya pengelolaan keuangan yang cerdas dan aman. Program ini direkomendasikan sebagai model edukasi berkelanjutan dalam meningkatkan indeks literasi keuangan nasional, khususnya di lingkungan pendidikan menengah. Kata Kunci: edukasi, literasi financial, service learning, strategi investasi, SMK/SMA Muhammadiyah Sukabumi [English]: The inadequate financial literacy in Indonesia, particularly among students and educators, poses a significant obstacle to the development of a financially astute society. According to the 2022 OJK poll, the national financial literacy score is at merely 49.68%, much below the aim of 75%. Educators and pupils, as the forthcoming generation, must acquire a robust comprehension of financial and investment management from an early age. In response to these problems, this community service initiative was conducted to enhance financial literacy and comprehension of investment techniques for the educators and students of Muhammadiyah Sukabumi High School/Vocational School. This activity aims to impart knowledge relevant to addressing contemporary economic difficulties, such as the risks associated with illicit investments, online loans, and internet gambling. The employed methodology is service learning, engaging lecturers, students, instructors, and pupils in two educational sessions. The initial session addressed fundamental financial literacy, including income and expenditure management, distinctions between needs and wants, saves, and budgetary oversight. The second session addressed ways for evaluating investments, encompassing the comprehension of investment categories, risk profiles, selection methodologies, and the significance of legality and diversification. The evaluation results, assessed by the pretest and posttest, indicated a substantial enhancement in comprehension. The mean financial literacy score rose from 48.57% to 81.29%, and comprehension of investment techniques improved from 37.81% to 80.31%. These results demonstrate the program's efficacy in enhancing participants' knowledge and awareness of the significance of prudent and secure financial management. This program is endorsed as a paradigm of ongoing instruction for enhancing the national financial literacy index, particularly within the secondary education context. Keywords: education, financial literacy, service learning, investment strategy, Muhammadiyah Sukabumi Vocational School/High School
Optimizing savings and loan management through digital financial software training Dewi, Ika Oktaviana; Wahyudi, Imam; Sustiyana; Garfansa, Marchel Putra; Hanafi
Transformasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 21 No. 1 (2025): Transformasi Juni
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/transformasi.v21i1.12828

Abstract

[Bahasa]: Pengelolaan simpan pinjam yang efisien dan transparan menjadi tantangan utama kelompok PKK, terutama yang masih menggunakan metode manual, menyebabkan kesalahan perhitungan, keterlambatan laporan, dan kurangnya kepercayaan anggota. Untuk mengatasi hal ini, dilakukan pelatihan software keuangan digital berbasis Android melalui pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA), melibatkan peserta dalam identifikasi masalah hingga evaluasi. Hasilnya, pelatihan meningkatkan pemahaman peserta sebesar 77%, dengan 88% mampu mengoperasikan software secara mandiri dan akurasi pencatatan mencapai 91%. Efektivitas software PKK Fintech terhadap kinerja laporan keuangan terbukti signifikan: (1) akurasi perhitungan meningkat 83% (kesalahan turun dari 30% menjadi 5%), (2) ketepatan waktu pelaporan naik 183% (dari 30% menjadi 85%), dan (3) kepercayaan anggota meningkat 38% (dari 65% menjadi 90%) dengan rata-rata efektivitas 101.3%. Tingkat kepuasan peserta mencapai 80%, menunjukkan penerimaan yang positif. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan efisiensi pengelolaan simpan pinjam tetapi juga memperkuat partisipasi komunitas. Kendala utama adalah keterbatasan akses teknologi dan waktu pendampingan. Untuk keberlanjutan, direkomendasikan pengembangan modul digital, pelatihan berkala, dan perluasan implementasi ke kelompok PKK lainnya. Software PKK Fintech telah terbukti sebagai solusi modern yang akuntabel dan berkelanjutan untuk transformasi digital keuangan kelompok PKK. Kata Kunci: simpan pinjam, PKK Fintech, pengelolaan PKK, pelatihan, literasi digital [English]: Efficient and transparent management of savings and loans is a significant challenge for PKK groups, especially those still using manual methods, leading to miscalculations, late reporting, and a lack of member trust. To address this, training was conducted on Android-based digital financial software through the Participatory Rural Appraisal (PRA) approach, involving participants in problem-solving and evaluation. As a result, the training increased participant understanding by 77%, with 88% being able to operate the software independently, and recording accuracy reaching 91%. The results demonstrated the significant effectiveness of the PKK Fintech software on financial reporting performance, as reflected in: (1) calculation accuracy increased by 83% (errors decreased from 30% to 5%), (2) reporting timeliness increased by 183% (from 30% to 85%), and (3) member trust increased by 38% (from 65% to 90%) with an average effectiveness of 101.3%. The participant satisfaction level reached 80%, indicating positive acceptance. This activity increased the efficiency of savings and loan management and strengthened community participation. The main obstacles were limited access to technology and time for mentoring. For this purpose, developing digital modules, conducting regular training, and expanding the implementation of other PKK groups is recommended. PKK Fintech software has proven to be a modern, accountable, and sustainable solution for PKK groups' digital financial transformation. Keywords: savings and loans, PKK Fintech, PKK management, training, digital literacy
Empowering places of worship through information technology Sirmayanti
Transformasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 21 No. 1 (2025): Transformasi Juni
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/transformasi.v21i1.13259

Abstract

[Bahasa]: PNUP-Care merupakan gagasan program kepada masyarakat (PKM) yang diinisiasi melayani kebutuhan implementasi teknologi informasi (TI) bagi masyarakat pada era digitalasisi saat ini. GMA-community merupakan mitra PNUP-Care sebagai pilot-project pengembangan IT Rumah Ibadah pertama di wilayah kota Makassar. Rumah ibadah sebagai pusat ritual keagamaan, namun manakala dilengkapi sarana dan prasarana TI secara maksimal maka institusi ini akan menjadi lembaga referensi pendidikan karakter sekaligus pusat pengembangan kegiatan sosial kemasyarakatan baik pada aspek intelektual dan spiritual secara seimbang. Terdapat tiga aktivitas pilot-project PNUP-Care sebagai bagian dari permasalahan mitra yakni sarana dan prasarana, mutu pelayanan, dan sumber daya pengelola IT. Dengan metode observasi, teknologi transfer, penyuluhan/pelatihan, dan praktek/dem diperoleh hasil kegiatan diantranya (1) pengembangan website masjid berbasis mobile-web (2) instalasi GMA-Net berbasis fiber-optik, bebas akses dan unlimited bandwidth dan instalasi CCTV (TV monitor) multi-user yang dapat diakses oleh orangtua santri dan pengurus jamaah, (3) pelatihan berbasis learning-by-project dan coaching dengan pengenalan aplikasi web/mobile Pro dalam design grafis untuk membuat konten dakwah Islam yang menarik. Sistem digitalisasi rumah ibadah, khususnya masjid, dapat meningkatkan akses informasi global ke seluruh elemen jamaah (orangtua, remaja dan anak-anak) dalam menambah wawasan keislaman sekaligus media dakwah Islam di kekinian. Hal ini sekaligus juga sebagai langkah strategis dalam memakmurkan masjid, mendukung Gerakan Ayo Ke Masjid dan Masjid Ramah Anak (RMA). Kata Kunci: PNUP-Care, Teknologi Informasi, Masjid, Rumah Ibadah, Masjid Ramah Anak [English]: PNUP-Care is a community service initiative (PKM) designed to address the implementation needs of information technology (IT) for communities in today’s digital era. GMA-community serves as the partner for PNUP-Care and acts as the pilot project for the first IT-based House of Worship development in the city of Makassar. Houses of worship are traditionally centers for religious rituals; however, when equipped with optimal IT facilities and infrastructure, they can also serve as institutions for character education and as hubs for intellectual and spiritual community development. The PNUP-Care pilot project focuses on addressing three core issues faced by the partner institution: infrastructure, service quality, and IT management human resources. Using methods such as observation, technology transfer, counseling/training, and practical demonstrations, the project achieved several outcomes, including (1) the development of a mosque website based on mobile-web technology, (2) the installation of GMA-Net, a fiber-optic-based network providing free access and unlimited bandwidth, along with the installation of multi-user CCTV (TV monitors) accessible by both the parents of students and the mosque management, and (3) project-based learning and coaching sessions introducing professional-grade web/mobile design applications for creating engaging Islamic preaching content. The digitalization of houses of worship—particularly mosques—can significantly improve access to global information for all congregational segments (parents, youth, and children), enrich Islamic understanding, and provide a modern platform for Islamic outreach. This initiative also represents a strategic step in revitalizing mosque functions, supporting the "Let's Go to the Mosque" movement and promoting Child-Friendly Mosques (RMA). Keywords: PNUP-Care, Information Technology, Mosque, House of Worship, Child-Friendly Mosque

Page 1 of 1 | Total Record : 7