cover
Contact Name
Yuda Turana
Contact Email
damianus.jom@gmail.com
Phone
+628129163309
Journal Mail Official
damianusjmed@atmajaya.ac.id
Editorial Address
Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan - Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Gedung Lukas, L-401 Jl. Pluit Raya no. 2, Jakarta Utara 14440
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Damianus Journal of Medicine
ISSN : 20864256     EISSN : 26564971     DOI : https://doi.org/10.25170/djm.v
Core Subject : Health,
Damianus Journal of Medicine (DJM) merupakan jurnal ilmiah kedokteran yang memuat informasi di bidang kedokteran dan kesehatan terkini. DJM diterbitkan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya. Damianus Journal of Medicine terbit sejak tahun 2002 dan diterbitkan 2 kali per tahun, setiap bulan Mei dan November.
Articles 162 Documents
Hubungan Kualitas Tidur Dengan Kejadian Astenopia Pada Mahasiswa Preklinik Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Yunita, Renalta; Tanumihardja, Tommy Nugroho; Kuswidyati, Cisca
Bahasa Indonesia Vol 22 No 3 (2023): Damianus Journal of Medicine
Publisher : Atma Jaya Catholic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/djm.v22i3.4591

Abstract

  Pendahuluan: Astenopia atau yang dikenal dengan mata lelah merupakan kelelahan okular atau ketegangan yang terjadi pada mata akibat penggunaan otot mata secara berlebih. Banyak faktor yang dapat memengaruhi astenopia salah satunya adalah kualitas tidur. Jika seorang individu mengalami gangguan tidur, hal tersebut dapat mengakibatkan seseorang mudah lelah, salah satunya berefek pada mata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana hubungan kualitas tidur dengan kejadian astenopia pada mahasiswa preklinik Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian potong lintang dengan total 70 responden mahasiswa preklinik Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya dan dilakukan secara Stratified Random Sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui pengisian kuesioner Pittsburg Sleep Quality Index dan 17-item Asthenopia Survey Questionnaire. Analisis data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat. Hasil: Hasil uji statistik menunjukkan hubungan yang tidak bermakna antara kualitas tidur dengan astenopia dengan nilai p sebesar 0,076. Simpulan: Tidak terdapat hubungan kualitas tidur dengan kejadian astenopia pada mahasiswa preklinik Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya.
Gambaran penggunaan kondom pada remaja aktif seksual pra-nikah di Indonesia Tahun 2009: Analisis data sekunder Hartati, Hendri; Suswanti, Ika
Bahasa Indonesia Vol 23 No 1 (2024): Damianus Journal of Medicine
Publisher : Atma Jaya Catholic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/djm.v23i1.4723

Abstract

Pendahuluan: Peningkatan angka kejadian penyakit infeksi menular seksual salah satunya disebabkan oleh meningkatnya perilaku remaja yang aktif secara seksual. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran penggunaan kondom pada remaja aktif seksual di Indonesia tahun 2009. Metode: Penelitian menggunakan data sekunder dari survei kesehatan reproduksi remaja di sekolah  menengah atas di 4 provinsi di Indonesia yang dilakukan pada 2008-2009 oleh PPKUI atas dukungan Rutgers WPF Indonesia. Sebanyak 2315 siswa berpartisipasi dalam studi ini melalui pengisian angket (self administered questionaires). Hasil: Terkait perilaku seksual sebanyak 9% remaja laki-laki dan 3,7% remaja perempuan menyatakan pernah melakukan hubungan seksual, dengan usia pertama kali melakukan hubungan seksual adalah 14,9 tahun. Penelitian kami menunjukkan 1,9% responden menggunakan kondom saat pertama kali hubungan seksual. Sementara, terkait sikap remaja terkait penggunaan kondom, 60% remaja di antaranya setuju penggunaan kondom dapat mencegah penyakit infeksi menular seksual, 60% remaja juga menyatakan adanya intensi menggunakan kondom kembali saat melakukan hubungan seks berikutnya.  Simpulan: Hubungan seks pranikah di kalangan remaja sekolah ditemukan meningkat, namun hanya sepertiga yang menggunakan kondom. Potensi penggunaan kondom di kalangan remaja tercermin melalui sikap positif terhadap manfaat penggunaan kondom untuk mencegah infeksi menular seksual. Selain itu, lebih dari separuh remaja yang pernah menggunakan kondom mempunyai niat untuk menggunakan kondom pada hubungan seksual berikutnya.
Efektivitas Latihan Peregangan sebagai Penanganan Osteoartritis Lutut Marciano, Oktavianus; Sudiyono, Nelson
Bahasa Indonesia Vol 23 No 1 (2024): Damianus Journal of Medicine
Publisher : Atma Jaya Catholic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/djm.v23i1.4969

Abstract

Pendahuluan: Terapi latihan peregangan merupakan terapi utama dan mudah dilakukan untuk osteoartritis lutut, penyebab utama disabilitas dan nyeri di dunia. Saat ini, standar pemberian terapi dan efeknya pada osteoartritis lutut masih bervariasi. Tinjauan pustaka ini bertujuan merangkum efektivitas terapi latihan peregangan terhadap penanganan osteoartritis lutut. Metode: Artikel ini menggunakan tinjauan pustaka dari berbagai literatur artikel penelitian mengenai efektivitas latihan peregangan terhadap osteoartritis lutut. Hasil: Latihan peregangan dapat dilakukan sebagai latihan tunggal ataupun bersamaan dengan latihan lainnya. Latihan ini memberikan efek penurunan nyeri, peningkatan lingkup gerak sendi, dan penurunan disabilitas. Efek-efek tersebut dinilai dengan instrumen Visual Analog Scale (VAS), pemeriksaan lingkup gerak sendi dengan goniometer, Knee Injury and Osteoarthritis Outcome Score (KOOS), Western Ontario and McMaster University Osteoarthritis Index (WOMAC), dan Lequesne’s Index. Peregangan dapat dilakukan secara bervariasi dengan target otot utama adalah kuadrisep dan hamstring selama 15-30 detik, empat sampai sepuluh kali repetisi, dengan frekuensi setiap hari hingga tiga kali seminggu dalam bentuk teknik peregangan statis atau proprioceptive neuromuscular facilitation (PNF). Hasil yang signifikan sudah dapat terlihat dalam enam minggu hingga tiga bulan. Simpulan: Latihan peregangan menunjukkan efek yang baik dalam menurunkan nyeri, meningkatkan lingkup gerak sendi, menurunkan disabilitas, dan meningkatkan kualitas hidup, terutama latihan menggunakan metode peregangan PNF.
Hubungan Status Gizi dan Asupan Energi-Protein dengan Pertambahan Berat Badan Selama Hamil sebagai Risiko Maternal Kurniati, Ardesy Melizah; Partan, Radiyati Umi; Lestari, Peby Maulina; Liberty, Iche Andriyani
Bahasa Indonesia Vol 23 No 1 (2024): Damianus Journal of Medicine
Publisher : Atma Jaya Catholic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/djm.v23i1.5409

Abstract

Pendahuluan: Pertambahan berat badan selama kehamilan yang ideal diharapkan dapat mendukung persalinan yang aman. Status gizi ibu prakehamilan menjadi acuan dalam menentukan pertambahan berat badan yang ideal di setiap trimester kehamilan. Asupan gizi yang adekuat, terutama asupan energi dan protein, diharapkan dapat memenuhi kebutuhan ini. Status gizi prakehamilan dan asupan gizi yang tidak mencukupi merupakan risiko maternal yang harus dipantau. Penelitian ini memiliki tujuan utama untuk menganalisis hubungan antara status gizi ibu prakehamilan dan asupan energi-protein dengan pertambahan berat badan pada ibu hamil di Kecamatan Gandus. Metode: Penelitian ini memiliki desain cross-sectional menggunakan data primer. Ibu hamil trimester 2 dan 3 dengan kehamilan janin tunggal yang menghadiri kegiatan skrining kesehatan di Balai Kecamatan Gandus Palembang, memiliki data berat badan sebelum hamil, dan bersedia berpatisipasi direkrut sebagai responden penelitian. Responden menjalani pengukuran antropometri dan wawancara asupan energi-protein 1 bulan terakhir menggunakan formulir SQ-FFQ. Data dianalisis menggunakan Chi-Square (alternatif Fisher/Kolmogorov-Smirnov). Hasil: Sebanyak enam puluh ibu hamil berpartisipasi, sebagian besar berada pada rentang usia reproduktif, masa kehamilan trimester 3, dan beraktivitas sebagai ibu rumah tangga. Status gizi sebelum hamil sebagain besar berada pada berat badan lebih/obes dan tidak ditemukan status gizi kurang. Pertambahan berat badan ibu sebagian besar tidak memenuhi rekomendasi, demikian pula dengan asupan energi-protein. Terdapat hubungan bermakna antara status gizi prakehamilan dan pertambahan berat badan selama hamil (p=0,014). Tidak terdapat hubungan antara asupan energi maupun protein dengan pertambahan berat badan selama hamil. Simpulan: Status gizi prakehamilan berhubungan dengan pertambahan berat badan selama hamil, sebaliknya asupan energi-protein tidak berhubungan.
KEPATUHAN BEROBAT PENDERITA TUBERKULOSIS PARU DI PUSKESMAS, KOTA JAYAPURA, PROVINSI PAPUA TAHUN 2010 Felicia Kurniawan; Nelly T. Widjaja; Gevanski H. Maturbongs; Steve F Karundeng; Fransiscus B. Rapa
Bahasa Indonesia Vol 10 No 2 (2011): Damianus Journal of Medicine
Publisher : Atma Jaya Catholic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: The prevalence of pulmonary tuberculosis in Indonesia wasranked at the third position, following China and India across the world. The prevalence at Jayapura, the capital city of Papua province was 1.1% above the national prevalence. However, the treatment evaluation carried out in Primary Health Care at Jayapura City in 2008 pointed out that only 58.9% patiens recovered, 25.9% dropped out, 9.8% moved out and 5.4% died. It represented that although Primary Health Care in Jayapura city have been applying Directly Observed Treatment Short-course (DOTS ) program, but still drop out patients remained high.Design: Cross sectional study which was conducted in July 13, 2010 until August 1, 2010.Methods: Seven from nine primary health care at Jayapura city with 104 respondents were involved in this study. Sample was carried out from patients who came to the primary health care on the day of treatment that have beencompromised by each of the institution. The data was analyzed using SPSS 15 and Chi-Square and Fisher exact test.Conclusions: There was a significant relation between home visit and the attitude of health workers which take care of the patients with DOTS program. The suggestion of this study is to maintain or improve home visit activities toincrease the compliance treatment in patients with tuberculosis in primary health care at Jayapura City.
Cavum septi pellucidi and cavum vergae cyst in man Sasmita, Poppy Kristina; Djuartina, Tena
Bahasa Indonesia Vol 10 No 2 (2011): Damianus Journal of Medicine
Publisher : Atma Jaya Catholic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Introduction: The cavum septi pellucidi (CSP) and cavum vergae (CV) are cystic anomalies of septum pellucidum. Case: A 30-year-old man, which revealed cavities at the anatomical location of the CSP and CV on brain magnetic resonance imaging (MRI) because of recurrent headache. Conclusions: The CSP and CV occur during the developmental process of the brain which regresses between the seventh month of intrauterine life and the second year of postnatal life. Persistence of these structures does not cause any symptoms, but sometimes related to malformations and psychiatric disturbances, mainly dependent on size. In this case, developmental disturbance is the underlying cause.
CAROTID ARTERY INTIMA-MEDIA THICKNESS IN HEALTHY YOUNG INDIVIDUALS Sasmita, Poppy Kristina; Uinarni, Herlina; Djuartina, Tena
Bahasa Indonesia Vol 12 No 1 (2013): Damianus Journal of Medicine
Publisher : Atma Jaya Catholic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Ketebalan tunika intima-media (IMT) arteri karotis merupakan prediktor independen terhadap kejadian penyakit vaskular. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menilai IMT arteri karotis dewasa muda dengan menggunakan ultrasonografi. Metode: Pengukuran IMT arteri karotis dilakukan dengan ultrasonografi B-mode di proksimal arteri carotis komunis kedua sisi pada 136 dewasa muda. Dilakukan pemeriksaan tekanan darah, berat badan, indeks massa tubuh, profil lipid, dan kadar glukosa darah untuk menyingkirkan faktor risiko. Hasil: Total terdapat 74 orang, rerata berusia 18,11 tahun, dan tidak memiliki faktor risiko yang terkait dengan aterosklerosis. Nilai IMT arteri karotis lebih tinggi pada laki-laki dan berbeda antara sisi kiri dan kanan (0,659 vs 0,612 mm dan 0,675 mm vs 0,648 mm). Rerata IMT arteri karotis 0,646±0,14 mm. Kesimpulan: Pengukuran IMT karotis penting untuk memprediksi kejadian vaskular di masa depan. Kami berharap hasil ini dapat digunakan sebagai data dasar untuk penelitian selanjutnya dalam mendeteksi proses aterosklerosis yang asimtomatik.
APAKAH JENIS KELAMIN BERPENGARUH TERHADAP JENIS KECERDASAN GANDA? Susanto, Karim; Sasmita, Poppy Kristina; Desyi; Limantara, Alexius Leonard; Halim, Fitria
Bahasa Indonesia Vol 13 No 1 (2014): Damianus Journal of Medicine
Publisher : Atma Jaya Catholic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Gardner membagi menjadi 8 jenis kecerdasan yang dimiliki setiap orang, yaitu kecerdasan linguistik, logika-matematika, musikal, kinestetik, visual spasial, interpersonal, intrapersonal, dan natural. Setiap individu memiliki 8 jenis kecerdasan tersebut, namun tergantung jenis mana yang paling dominan. Tujuan: Mengetahui perbedaan jenis kecerdasan ganda berdasarkan jenis kelamin pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Unika Atma Jaya (FKUAJ) angkatan 2008. Metode: Penelitian bersifat deskriptif dan menggunakan desain potong lintang dengan jumlah subjek 174 orang. Kriteria inklusi: mahasiswa angkatan 2008 dan bersedia mengikuti penelitian. Masing-masing responden diminta untuk mengisi kuesioner mengenai kecerdasan ganda yang telah disediakan peneliti. Hasil: Sebagian besar responden berumur 21 tahun (77,0%), berjenis kelamin perempuan (60,9%), dan memiliki kecerdasan musikal (35,6%). Pada responden laki-laki memiliki kecerdasan kinestetik lebih dominan dibandingkan responden perempuan (29,4% vs 3,8%); sedangkan pada responden perempuan memiliki kecerdasan musikal lebih dominan dibandingkan responden laki-laki (39,6% vs 25,0%) (p < 0,0001). Kesimpulan: Terdapat perbedaan signifikan pada kecerdasan ganda yang dominan pada responden laki-laki dan perempuan.
MELATONIN SEBAGAI ANTIPENUAAN KULIT AKIBAT SINAR ULTRAVIOLET Putri, Marcelina Grace Tjondro; Wijaya, Lorettha; Sasmita, Poppy Kristina
Bahasa Indonesia Vol 14 No 1 (2015): Damianus Journal of Medicine
Publisher : Atma Jaya Catholic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penuaan kulit adalah perubahan struktur pada kulit yang merupakan konsekuensi dari bertambahnya usia. Paparan sinar ultraviolet (UV), yang dapat menginduksi pembentukan reactive oxygen species (ROS) dan reactive nitrogen species (RNS) sehingga merusak sel, dapat mempercepat timbulnya penuaan. Munculnya tanda-tanda penuaan kulit tersebut dapat mengganggu penampilan sehingga banyak orang mulai menggunakan produk perawatan kulit. Melatonin diperkirakan memiliki efek antipenuaan kulit, namun penggunaannya sebagai antipenuaan kulit akibat sinar UV belum banyak dipelajari. Sel kulit manusia diketahui dapat mensintesis serta memiliki beberapa jenis reseptor melatonin. Melatonin dan metabolitnya merupakan antioksidan poten yang dapat menekan formasi ROS dan RNS serta menurunkan respons inflamasi akibat sinar UV pada kulit. Pada beberapa penelitian, melatonin terbukti dapat menurunkan kerusakan dan jumlah sel yang mengalami apoptosis akibat paparan sinar UV. Disimpulkan bahwa melatonin dapat digunakan sebagai antipenuaan kulit akibat sinar UV, namun masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut mengenai bentuk sediaan, dosis, dan efek samping penggunaannya.
PENGARUH KURANGNYA JUMLAH JAM TIDUR TERHADAP PERUBAHAN KADAR GULA DARAH PADA MAHASISWA PREKLINIK FAKULTAS KEDOKTERAN UNIKA ATMA JAYA Arieselia, Zita; Tasia, Yenna; Sasmita, Poppy Kristina
Bahasa Indonesia Vol 13 No 2 (2014): Damianus Journal of Medicine
Publisher : Atma Jaya Catholic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Kurangnya jumlah jam tidur adalah suatu hal yang wajar bagi masyarakat zaman sekarang dikarenakan mereka ingin memaksimalkan waktu mereka untuk dapat melakukan semua aktivitasnya. Sementara itu tidur diperlukan untuk mengembalikan proses biokimia atau fisiologis yang menurun ke keadaan semula. Terdapat beberapa penelitian yang menunjukkan bahwa kekurangan tidur kronis dapat meningkatkan risiko obesitas, penyakit kardiovaskular, dan peningkatan kadar gula darah, yang dapat berlanjut menjadi diabetes mellitus tipe 2. Tujuan: Penelitian ini merupakan studi pendahuluan untuk mengetahui efek berkurangnya jam tidur terhadap perubahan kadar gula darah. Metode: Mengukur kadar gula darah puasa dan kadar gula darah 2 jam setelah oral glucose tolerance test (OGTT) pada 18 mahasiswa preklinik Fakultas Kedokteran Unika Atma Jaya dalam keadaan cukup tidur (7 jam atau lebih) dan kurang tidur (kurang dari 7 jam) selama 2 malam. Data dianalisis menggunakan uji T berpasangan untuk melihat apakah kekurangan tidur selama 2 malam menyebabkan perubahan pada kadar gula darah puasa dan kadar gula darah 2 jam setelah OGTT. Hasil: Kadar gula darah puasa dan kadar gula darah 2 jam setelah OGTT meningkat setelah kekurangan tidur (kurang dari 7 jam) selama 2 malam. Kesimpulan: Kekurangan tidur parsial selama 2 malam menyebabkan peningkatan kadar gula darah puasa dan kadar gula darah 2 jam setelah OGTT.