cover
Contact Name
Yuda Turana
Contact Email
damianus.jom@gmail.com
Phone
+628129163309
Journal Mail Official
damianusjmed@atmajaya.ac.id
Editorial Address
Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan - Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Gedung Lukas, L-401 Jl. Pluit Raya no. 2, Jakarta Utara 14440
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Damianus Journal of Medicine
ISSN : 20864256     EISSN : 26564971     DOI : https://doi.org/10.25170/djm.v
Core Subject : Health,
Damianus Journal of Medicine (DJM) merupakan jurnal ilmiah kedokteran yang memuat informasi di bidang kedokteran dan kesehatan terkini. DJM diterbitkan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya. Damianus Journal of Medicine terbit sejak tahun 2002 dan diterbitkan 2 kali per tahun, setiap bulan Mei dan November.
Articles 171 Documents
Prediksi Toksisitas In Silico Senyawa Bioaktif Daun Kemangi (Ocimum sanctum L.) Ester Wangsasaputra; Satria Prihandini; Chrismis Novalinda Ginting; Linda Chiuman
Bahasa Indonesia Vol 22 No 2 (2023): Damianus Journal of Medicine
Publisher : Atma Jaya Catholic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/djm.v22i2.4634

Abstract

Pendahuluan: Ocimum sanctum L. (daun kemangi) banyak ditemukan dan sering digunakan sebagai bahan makanan di Indonesia. Senyawa flavonoid merupakan kelompok senyawa kimia yang banyak terkandung dalam Ocimum sanctum L. Senyawa ini dikenal dengan aktivitas biologisnya yang beragam, antara lain antibakteri, antimikroba, antiinflamasi, antimalaria, dan antikanker. Pada penelitian ini, kami bertujuan untuk menyelidiki penyerapan, distribusi, metabolisme, ekskresi, dan toksisitas (the absorption, distribution, metabolism, excretion, and toxicity/ADMET) senyawa flavonoid dalam Ocimum sanctum L. Metode: Dalam mencapai tujuan penelitian, prediksi properti ADMET senyawa flavonoid pada Ocimum sanctum L. dilakukan menggunakan tiga web server yang terdiri dari SwissADME, pkCSM, dan ProTox-II. Parameter yang diamati dibagi menjadi parameter ADMET. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa senyawa flavonoid dalam Ocimum sanctum L. memiliki median lethal dose (LD50) yang berkisar antara 2000 mg/kg hingga 5600 mg/kg, dengan klasifikasi kelas toksisitas IV, V, dan VI. Selain itu, senyawa flavonoid ini menunjukkan imunotoksisitas, sitotoksisitas, dan dampak pada Mitochondrial Membrane Potential (MMP). Simpulan: Penelitian kami menunjukkan bahwa senyawa metabolik yang berasal dari Ocimum sanctum L. dianggap aman.
Masalah perilaku dan emosi tidak memengaruhi tingkat kehadiran dan prestasi akademik anak sekolah dasar Tanoto, Agnes Margareta; Hasan, Surilena; Gustiawan, Erfen
Bahasa Indonesia Vol 21 No 2 (2022): Damianus Journal of Medicine
Publisher : Atma Jaya Catholic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/djm.v21i2.1924

Abstract

Pendahuluan: Masalah perilaku dan emosi anak dapat memengaruhi aktivitas anak sehari-hari termasuk proses belajar dan menimbulkan masalah sekolah yang dapat berkontribusi terhadap rendahnya tingkat kehadiran di sekolah dan prestasi akademik. Metode: Penelitian ini adalah penelitian potong lintang pada 515 siswa SD di Kecamatan Penjaringan Jakarta Utara. Alat ukur yang digunakan adalah Strength and Difficulties Questionnaire (SDQ) yang langsung diisi oleh siswa, buku absensi siswa, dan nilai Ujian Tengah Semester yang merupakan data sekunder. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan bivariate (chi-square). Hasil: Terdapat 32% responden dengan masalah perilaku dan emosi, 2,9% dengan tingkat kehadiran yang rendah, dan 49,1% dengan prestasi akademik yang kurang. Terdapat 3,0% responden dengan masalah perilaku dan emosi yang memiliki tingkat kehadiran rendah. Sedangkan terdapat 52,1% responden dengan masalah perilaku dan emosi yang memiliki prestasi akademik yang kurang.  Analisis bivariat menunjukkan tidak ada hubungan bermakna antara masalah perilaku dan emosi terhadap tingkat kehadiran (p>0,05; 95% CI=0,316-2,799; OR=0,941) dan prestasi akademik (p>0,05; 95% CI=0,824-1,728; OR=1,193). Simpulan: Masalah perilaku dan emosi pada anak tidak menentukan tingkat kehadiran dan prestasi akademik anak SD.
Hubungan adiksi game online dengan keterampilan sosial pada siswa sekolah menengah pertama Natasha, Elizabeth; Prihadi, Johannes Cansius; Mahaputra, Mahaputra
Bahasa Indonesia Vol 21 No 2 (2022): Damianus Journal of Medicine
Publisher : Atma Jaya Catholic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/djm.v21i2.2128

Abstract

Pendahuluan: Adiksi game online merupakan ketergantungan yang tak terkendali terhadap game online. Keterampilan sosial remaja dengan adiksi game online cenderung sulit untuk berkembang dan akan menyebabkan terhambatnya perkembangan sosial. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan adiksi game online dengan keterampilan sosial pada siswa SMP Tunas Bangsa Greenville. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian analitik potong lintang pada siswa SMP Tunas Bangsa Greenville. Responden mengisi kuesioner demografi, Indonesian Online Game Addiction Questionnaire, dan Matson Evaluation of Social Skills with Youngsters. Analisis data menggunakan uji kai kuadrat. Hasil: Terdapat 73 responden pada penelitian ini, terbanyak berusia 14 tahun, perempuan, dan SMP kelas III. Terdapat 82,2% responden dengan keterampilan sosial normal 60,3% responden dengan adiksi game online. Terdapat 56,2% responden dengan frekuensi bermain game online ≥4 hari/minggu, 65,8% responden bermain ≤4 jam/hari sekolah, 57,5% responden bermain ≤4 jam/hari libur, dan 27,4% responden bermain game online dengan jenis shooting game. Analisis kai kuadrat menunjukkan terdapat hubungan bermakna antara jenis kelamin (p=0,048), frekuensi bermain game online (p=0,011), durasi bermain game online pada hari libur (p=0,037), dan jenis game online (p=0,036) dengan adiksi game online. Simpulan: Tidak terdapat hubungan bermakna antara adiksi game online dengan keterampilan sosial pada siswa SMP Tunas Bangsa Greenville.
Hubungan Tingkat Aktivitas Fisik terhadap Tingkat Kecemasan Mahasiswa Fakultas Teknik selama Pandemi COVID-19 Irwan Sirande, Ludwieg Angelo; Irene, Irene; Mahaputra, Mahaputra; Suryani, Eva
Bahasa Indonesia Vol 23 No 1 (2024): Damianus Journal of Medicine
Publisher : Atma Jaya Catholic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/djm.v23i1.3074

Abstract

Pendahuluan: Aktivitas fisik diketahui sebagai salah satu metode untuk meningkatkan kesehatan mental. Namun, munculnya pandemi COVID-19 menyebabkan pengurangan frekuensi aktivitas fisik. Banyak literatur yang telah membahas mengenai hubungan aktivitas fisik terhadap gangguan cemas, namun penelitian tersebut belum pernah dilakukan pada mahasiswa fakultas teknik di Indonesia. Metode: Penelitian ini merupakan studi potong lintang dengan jumlah sampel 101 mahasiswa Fakultas Teknik Unika Atma Jaya angkatan 2018-2020. Alat ukur yang digunakan adalah International Physical Activity Questionnaire (IPAQ) long form Bahasa Indonesia dan kuesioner Generalized Anxiety Disorder 7-item (GAD- 7). Analisis data menggunakan uji Kruskall Wallis diikuti dengan uji analisis post-hoc Dunn-Bonferroni dan uji korelasi Spearman. Hasil: Sebanyak 46 mahasiswa (45,55%) mencapai tingkat aktivitas fisik sedang dan sebanyak 41 orang (40,59%) tidak mengalami gangguan cemas. Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat aktivitas fisik dan tingkat gangguan cemas (p=0,004). Ditemukan korelasi lemah negatif yang signifikan antara tingkat aktivitas fisik dan tingkat gangguan cemas (p=0,033; r=-0,213) Simpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat aktivitas fisik dan tingkat gangguan cemas pada mahasiswa Fakultas Teknik Unika Atma Jaya angkatan 2018-2020, dengan korelasi lemah negatif yang signifikan.
Hubungan Strategi Koping dengan Stres dan Kualitas Tidur pada Mahasiswa Kedokteran Tanamas, Patricia; Ayu, Astri Parawita; Ekowati, Ana Lucia; Suryani, Eva
Bahasa Indonesia Vol 22 No 3 (2023): Damianus Journal of Medicine
Publisher : Atma Jaya Catholic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/djm.v22i3.3099

Abstract

Pendahuluan: Stres dan kualitas tidur yang buruk di kalangan mahasiswa kedokteran lebih tinggi dibandingkan dengan mahasiswa prodi lainnya. Hal ini perlu dikelola dengan strategi koping yang tepat. Penggunaan strategi koping yang tidak tepat akan berdampak negatif pada kesehatan baik secara fisik maupun mental dan prestasi akademik. Para mahasiswa, khususnya mahasiswa kedokteran, perlu mengetahui cara koping yang tepat untuk mengatasi stres sehingga dapat memiliki kualitas tidur yang lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui hubungan strategi koping dengan stres dan kualitas tidur pada mahasiswa FKIK UAJ angkatan 2018-2020. Metode: Studi potong-lintang dilakukan kepada 189 mahasiswa kedokteran FKIK UAJ angkatan 2018-2020 yang tidak memiliki gangguan tidur. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner Depression Anxiety Stress Scale (DASS-42), BRIEF COPE, dan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Analisis data dilakukan dengan uji korelasi Spearman dan regresi logistik. Hasil: Terdapat 22,2% mahasiswa kedokteran yang mengalami stres dan 43,9% mahasiswa kedokteran yang mengalami kualitas tidur yang buruk. Emotion-focused coping merupakan strategi koping yang sering digunakan oleh mahasiswa kedokteran di FKIK UAJ. Terdapat hubungan yang signifikan antara stres dengan kualitas tidur (r=0,48, p<0,001), stres dengan dysfunctional coping (r=0,44, p<0,001), dysfunctional coping dengan kualitas tidur (r=0,29, p<0,001). Melihat efek strategi koping dan stres terhadap kualitas tidur menggunakan regresi logistik dengan model signifikan secara statistik (x2(184)=38,59, p<0,001). Didapatkan hasil bahwa meningkatnya stres (OR=1,10, p<0,001) dan penggunaan dysfunctional coping (OR=1,12, p<0,05) dikaitkan dengan peningkatan kemungkinan kualitas tidur yang buruk. Simpulan: Tingkat keparahan stres memiliki hubungan dengan kualitas tidur. Stres dan dysfunctional coping menjadi prediktor untuk kualitas tidur yang buruk.
Pengaruh pendinginan dalam meringankan delayed onset muscle soreness (DOMS) Pranoto, Tasya Gitaputri; Tanjung, Julia Rahadian; Agung, Nawanto
Bahasa Indonesia Vol 21 No 2 (2022): Damianus Journal of Medicine
Publisher : Atma Jaya Catholic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/djm.v21i2.3176

Abstract

Pendahuluan: Delayed Onset Muscle Soreness (DOMS) adalah nyeri yang dirasakan seseorang dalam waktu 24-72 jam setelah melakukan aktivitas olahraga. DOMS menimbulkan kekakuan, bengkak, penurunan kekuatan dan nyeri pada otot. Salah satu pemicu DOMS adalah olahraga eksentrik. Beberapa penelitian mengatakan bahwa pendinginan ikut berpengaruh dalam mengurangi terjadinya cedera otot sesudah berolahraga, tetapi banyak juga penelitian yang mengatakan bahwa pendinginan tidak berpengaruh dalam mengurangi risiko cedera otot setelah olahraga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah pendinginan meringankan nyeri yang timbul setelah berjalan jongkok pada mahasiswa perempuan angkatan 2012 Fakultas Kedokteran Unika Atma Jaya (FKUAJ). Metode: Penelitian ini bersifat intervensi, jumlah responden 69 orang dibagi dalam 23 orang kelompok kontrol, 23 orang kelompok perlakuan 1, dan 23 orang kelompok perlakuan 2. Setiap responden melakukan pemanasan selama 5 menit, jalan jongkok 8x18 langkah. Kelompok perlakuan 1 melakukan pendinginan selama 5 menit, kelompok perlakuan 2 selama 10 menit, sedangkan kelompok kontrol tidak melakukan pendinginan. Hasil: Uji Chi-Square menunjukkan perbedaan signifikan antara responden yang melakukan pendinginan dan tidak melakukan pendinginan (p<0,05). Simpulan: Pendinginan dapat meringankan gejala DOMS pada mahasiswi angkatan 2012 FKUAJ.
Hubungan derajat herniasi diskus intervertebralis dengan tipe perubahan endplate modic pada pasien yang menjalani MRI lumbosakral Tanady, Kevin Julius; Ilyas, Muhammad; Muis, Mirna; Zainuddin, Andi Alfian; Basri, Muhammad Iqbal; Baan, Junus
Bahasa Indonesia Vol 21 No 2 (2022): Damianus Journal of Medicine
Publisher : Atma Jaya Catholic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/djm.v21i2.3431

Abstract

Pendahuluan: Nyeri punggung bawah atau low back pain (LBP) adalah gangguan kesehatan yang sering dan memilki dampak sosial ekonomi yang berat. Kurang lebih 40% dari nyeri punggung bawah diakibatkan oleh herniasi diskus. Selain herniasi diskus, perubahan endplate tipe Modic juga telah diasosiasikan dengan kejadian nyeri punggung bawah. Meskipun memiliki insidensi yang relatif tinggi dan sering dihubungkan dengan LBP, hubungan antara perubahan endplate tipe Modic dengan penyebab lain LBP seperti herniasi diskus masih belum diketahui dengan jelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara derajat herniasi diskus dengan masing-masing tipe perubahan endplate Modic pada pasien yang menjalani pemeriksaan MRI lumbosakral. Metode: Penelitian ini dilakukan dengan desain observasi potong lintang menggunakan data sekunder pada 488 sampel. Derajat herniasi diskus intervertebrais dan tipe perubahan endplate Modic dinilai menggunakan pemeriksaan MRI lumbosakral. Hasil: Derajat herniasi diskus yang paling banyak ditemukan adalah protrusio sebanyak 199 sampel (40,8%) diikuti dengan bulging diskus sebanyak 154 sampel (31,6%). Tipe perubahan Modic yang paling banyak ditemukan pada level terjadinya herniasi diskus adalah perubahan Modic tipe II sebanyak 168 sampel (34,4%). Menggunakan analisa Chi-Square, didapatkan hubungan yang bermakna antara derajat herniasi diskus dengan tipe perubahan Modic dengan nilai p<0,001. Simpulan: Perubahan Modic tipe 1 lebih sering terjadi pada bulging diskus, sedangkan perubahan Modic tipe 2 dan 3 lebih banyak didapatkan pada derajat herniasi yang lebih berat seperti protrusio, ekstrusio dan sekuesterasi.
Pengaruh tingkat aktivitas fisik terhadap derajat dismenorea primer pada wanita usia dewasa muda Irawan, Robi; Santosa, Mariani; Liezandi, Edgina
Bahasa Indonesia Vol 21 No 2 (2022): Damianus Journal of Medicine
Publisher : Atma Jaya Catholic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/djm.v21i2.3461

Abstract

Pendahuluan: Dismenorea primer merupakan masalah ginekologis yang paling umum pada wanita dan seringkali menyebabkan gangguan pada aktivitas sehari-hari. Prevalensi dismenorea primer di Indonesia mencapai 54,89% dan paling banyak ditemukan pada usia produktif. Dismenorea dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah aktivitas fisik. Secara global, 84% wanita dinyatakan kurang melakukan aktivitas fisik. Tingginya prevalensi dismenorea primer dan persentase wanita yang kurang melakukan aktivitas fisik merupakan dasar ketertarikan dilakukannya penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara intensitas aktivitas fisik dengan derajat keparahan dismenorea primer. Metode: Penelitian ini merupakan sebuah studi analitik potong lintang. Pengambilan data dilakukan pada bulan Agustus 2020 dengan total 107 responden yang memiliki usia berkisar antara 17 hingga 22 tahun. Pengambilan data penelitian menggunakan Kuesioner Baecke untuk menilai intensitas aktivitas fisik dan Verbal Multidimensional Scoring System dan Visual Analog Scale untuk menentukan derajat dismenorea primer. Analisis bivariat hubungan intensitas aktivitas fisik dengan derajat keparahan dismenorea primer menggunakan uji korelasi Kendall’s Tau.  Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami dismenorea primer derajat 1 (45,8%) dan memiliki tingkat intensitas aktivitas fisik sedang (58,9%). Analisis bivariat menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna antara intensitas aktivitas fisik dengan derajat keparahan dismenorea primer (p=0,290).                                                                             Simpulan: Tidak ada hubungan antara intensitas aktivitas fisik dengan derajat keparahan dismenorea primer.
Hipertensi dalam Kehamilan Iryaningrum, Maria Riastuti; Yuwono, Angelina; Cahyadi, Alius
Bahasa Indonesia Vol 22 No 3 (2023): Damianus Journal of Medicine
Publisher : Atma Jaya Catholic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/djm.v22i3.3468

Abstract

Pendahuluan: Hipertensi dalam kehamilan merupakan masalah kesehatan utama pada wanita hamil dan bayi. Insidensi hipertensi dalam kehamilan terus terjadi peningkatan meskipun telah meningkatnya kualitas perawatan prenatal. Akan tetapi, patofisiologi terjadinya hipertensi dalam kehamilan belum diketahui pasti dan merupakan penyakit yang multifaktorial. Sampai saat ini belum ada cara untuk mencegah hipertensi dalam kehamilan. Tujuan: Makalah ini bertujuan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi hipertensi dalam kehamilan, tata laksana, dan komplikasinya. Metode: Makalah ini disusun menggunakan metode tinjauan narasi sebagai bagian dari studi pustaka. Simpulan: Diagnosis dini dan tata laksana yang bijak merupakan kunci dalam menurunkan risiko komplikasi hipertensi baik pada ibu maupun bayi.
Hubungan Konsumsi Kafein Dengan Gangguan Tidur Pada Mahasiswa Preklinik FKIK UAJ Budiyanti, Ecie; Wijaya, Mayckel Joey
Bahasa Indonesia Vol 22 No 3 (2023): Damianus Journal of Medicine
Publisher : Atma Jaya Catholic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/djm.v22i3.3610

Abstract

Pendahuluan: Gangguan tidur adalah beberapa kondisi yang mengganggu pola tidur normal dan dapat terjadi pada semua orang termasuk mahasiswa Kedokteran. Gangguan tidur dapat menyebabkan penurunan fungsi kognitif, penurunan kemampuan bekerja dan penurunan performa akademik. Namun mahasiswa mengonsumsi kafein untuk meningkatkan performa dalam belajar maupun bekerja. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara konsumsi kafein dengan gangguan tidur pada mahasiswa preklinik Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya (FKIK UAJ). Metode: Penelitian deskriptif analitik dengan metode potong lintang terhadap 386 mahasiswa preklinik FKIK UAJ. Kriteria inklusi berupa mahasiswa preklinik yang masih aktif di FKIK UAJ, bersedia berpartisipasi dalam penelitian ini dan mengisi kuesioner dengan lengkap. Kriteria eksklusi berupa mahasiswa yang memiliki kondisi kesehatan fisik tertentu yang menyebabkan gangguan tidur, mahasiswa yang memiliki gangguan kecemasan yang mengganggu tidur, dan konsumsi kafein >400mg. Gangguan tidur diukur menggunakan kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) dan konsumsi kafein diukur menggunakan modified Caffeine Consumption Questionnaire (CCQ). Analisis data dilakukan dengan uji chi-square. Hasil: Berdasarkan 386 responden, terdapat 21,5% yang mengalami gangguan tidur dan 43,52% yang mengonsumsi kafein. Hasil analisis dengan uji chi-square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara konsumsi kafein dengan gangguan tidur (p<0,05). Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara konsumsi kafein dengan gangguan tidur pada mahasiswa preklinik FKIK UAJ.

Page 10 of 18 | Total Record : 171