cover
Contact Name
Muchtaridi
Contact Email
ijpsteditor@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
ijpsteditor@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology
ISSN : 23561971     EISSN : 2406856X     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Sains dan Teknologi Farmasi Indonesia (IJPST) adalah publikasi ilmiah pada seluruh aspek Sains dan Teknologi Farmasi. Jurnal ini diterbitkan 3 kali setahun untuk menyediakan forum bagi apoteker, dan profesional kesehatan lainnya untuk berbagi praktik terbaik, meningkatkan jaringan kerja dan pendekatan yang lebih kolaboratif dalam Sains dan Teknologi Farmasi.
Arjuna Subject : -
Articles 494 Documents
The Development of Nanoparticle Formulation Fromhylocereus Polyrhizus (Hylocereuspolyrhizus) Skin Extract as a Moisturizer in Lip Balm Yulia Yesti; Mega Elfia; Budi Setiawan; Harni Sepriyani; Aulia Febriani
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Suppl. 5, No. 1 (2023)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijpst.v0i0.45975

Abstract

Kulit buah naga ( Hylocereus Polyrhizus ) merupakan limbah yang masih jarang dimanfaatkan dan sering di buang padahal banyak manfaat terkandung di kulit buah naga tersebut. Kulit buah naga memiliki kandungan antioksidan yaitu falvanoid, sebagai pelembab pada sediaan  lip balm.  Tujuan penelitian sebagai studi pengembangan formulasi sediaan nanopartikel . Lip balm mengandung zat pelembab bibir dan vitamin pada bibir oleh karena itu dibuat sediaan lip balm dalam bentuk nanopartikel bertujuan untuk pengembangan formulasi tersebut agar dapat diperoleh sediaan lip balm yang lebih optimal untuk kesehatan bibir Jenis penelitian ini eksperimantal, Penelitian ini ditujukan studi pengembangan formulasi sediaan Nanopartikel dari ekstrak kulit buah naga (hylocereus polyrhizus) sebagai Pelembab Pada Sediaan lip balm untuk mengetahui uji PSA, uji organoleptis, uji pH, uji homogenitas, uji titik lebur, uji iritasi dan uji kelembapan. Waktu Penelitian april sampai juni, penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Farmasi Universitas Ford De kock dan Laboratorium Universitas Andalas Padang. Analisis data yang digunakan dengan pengujian statiska menggunakan uji Wilcoxon. Pengujian terhadap nanopartikel ekstrak kulit buah naga  menggunakan PSA, Hasil penelitian diperoleh ukuran nanopartikel ekstrak kulit buah naga yaitu 30-98nm. Pengujian terhadap sediaan lip balm nanopartikel ekstrak kulit buah naga semua sediaan lip balm homogen, Memiliki ph 5, titik lebur 51°C, uji iritasi dilakukan selama tiga hari dengan mcenggunakan tikus sebagai sebagai hewan coba tidak ada terjadi iritasi pada tikus, dan uji kelembaban juga menggunakan tikus memberikan efek melembabkan setelah diolesi sedian lip balm dengan F0 tanpa ekstrak kulit buah naga diperoleh kelembaban dengan kadar air 32,73%, kadar minyak 27,63%. sediaan F1pakai ekstrak nanopartikel kulit buah naga diperoleh kelembaban dengan kadar air 43,96%, kadar minyak 26,1% sediaan lip balm. Nanopartikel Ekstrak kulit buah naga berpotensi sebagai pelembab pada pembuatan sediaan lip balm Disarankan kepada penelitian selanjutnya untuk mengganti pengikat pada pembuatan nanopartikel dengan maltodekstrin, agar didapatkan hasil dri spray dryer yang diinginkan. Perlu dilakukan penelitian sediaan lip balm nanopartikel ekstrak kulit buah naga dengan memvariasikan formulanya.
Analysis of Vitamin C and Antioxidant Activity of Capsicum frutescens L. and Capsicum annuum L. St Maryam; Rais Razak; Muzakkir Baits; Ainun Fadhilah Salim
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Suppl. 5, No. 1 (2023)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijpst.v0i0.46082

Abstract

Vitamin C is a nutrient that the body needs in order to increase its metabolism. This helps the body to create collagen and also act as an antioxidant. This study aims to analyze of vitamin C and the antioxidant activity of Capsicum frutescens L. and Capsicum annuum L. (curly and large chili variety), obtained from the Pinrang Regency, South Sulawesi Province. The study was carried out experimentally using the UV-Vis spectrophotometry method. The measurement of vitamin C was carried out at a wavelength of 265.667 nm while for the antioxidant activity test the maximum wavelength of DPPH was 515.961 nm. Vitamin C levels obtained in Capsicum frutescens L. and Capsicum annuum L. (curly and large chili variety), were 0.926; 0.344 and 0.281 % w/w. For antioxidant activity, the results of Capsicum frutescens L. and Capsicum annuum L. (curly and large chili variety), were 2.202; 2,260; and 2.751 ppm while the comparator vitamin C was 12.360 ppm. These results indicate that Capsicum frutescens L. has higher levels of vitamin C than Capsicum annuum L. (curly and large chili variety), while for the antioxidant activity test, the IC50 value of Capsicum frutescens L. and Capsicum annuum L. (curly and large chili variety) had less antioxidant activity than a comparison vitamin C, which means that they have strong antioxidant activity.
Studi In Silico dan In Vitro Senyawa Aktif pada Rimpang Kunyit (Curcuma domestica) sebagai Antiinflamasi pada Cyclooxygenase-2 (COX-2) Devani Olivia Winardi; Syahla Afaaf Alliyah; Shafa Nurul Fadilah; Jessyca Sirait; Hafidh Beta Arif Putra; Nurhanifah Puspitadewi; Neli Neli; Muchtaridi Muchtaridi; Ade Zuhrotun
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Suppl. 5, No. 1 (2023)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijpst.v0i0.47171

Abstract

Dismenore merupakan kondisi nyeri yang umum pada wanita pada saat sedang menstruasi. Pengobatan untuk dismenore umumnya menggunakan obat berupa obat antiinflamasi non steroid (NSAID).  Efek antiinflamasi ini juga dapat diperoleh dari bahan alami, seperti rimpang kunyit. Rimpang kunyit mengandung senyawa kurkuminoid yang telah dikonfirmasi dari berbagai studi memiliki berbagai khasiat bagi tubuh, diantaranya adalah sebagai antivirus, antibakteri, antioksidan, antikarsinogenik, dan antiinflamasi. Penelitian ini dilakukan untuk menguji keefektifan dan potensi sifat antiinflamasi pada senyawa-senyawa yang terkandung dalam kunyit yang dilakukan berdasarkan studi in silico dan in vitro dengan prediksi sifat fisikokimia dan sifat farmakokinetik berdasarkan sifat Lipinski dan ADME-T, penambatan molekul, pemodelan farmakofor, dan pengujian toksisitas menggunakan metode BSLT. Hasil yang diperoleh adalah senyawa-senyawa uji memenuhi Lipinski rules of five, beberapa senyawa hasil uji bersifat mutagen dan karsinogen. Senyawa dengan potensi antiinflamasi tinggi adalah dihidrokurkumin. Dari hasil BSLT, ditemukan bahwa ekstrak infus kunyit memiliki sifat toksik.
ANTIOXIDANT ACTIVITY OF EXTRACT COMBINATION FROM Averrhoa bilimbi L. LEAVES AND STINGLESS BEE HONEY Bunga Putri Sari; Paula Mariana Kustiawan
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Suppl. 5, No. 1 (2023)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijpst.v0i0.45987

Abstract

Belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) leaves and stingless bee honey contains phenolic compounds that can act as antioxidants. This study aims to find out the antioxidant activity of extract combination from stingless bee honey (Trigona spp.) and Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L.) leaves. This research was used DPPH (2,2-diphenyl-1-picrilhidrazyl) method. Then measured by UV-VIS spectrophotometry. The results showed the greatest IC50 of extract combination from stingless bee honey and Averrhoa bilimbi L. leaves was 2:1  (90,36 ppm) and was classified as strong activity. This activity was influenced by the synergistic effect between the combination of secondary metabolites contained therein.
Quality of Pharmaceutical Services on Patient Loyalty of RSUD Soewandhie Surabaya Ira Purbosari; Intan Ayu Kusuma Pramushinta; Asri Wido Mukti; Dian Viciennsia Sigalingging
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Suppl. 5, No. 1 (2023)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijpst.v0i0.46083

Abstract

Quality of health services is an important thing. The level of perfection of a service to increase patient satisfaction. The quality of patient care is very influential on loyalty. The purpose of this study was to assess the quality of medical services at pharmaceutical facilities and patient retention at RSUD Dr. Mohamad Soewandhie and saw the relationship between the quality of health services and the loyalty of BPJS and non-BPJS patients. This research is a descriptive research with a survey method using a questionnaire to 150 respondents who meet the research inclusion criteria. The research instrument used was a closed questionnaire with a total of 19 questions. Furthermore, the data obtained were analyzed descriptively, and then the Chi-square test was carried out to determine the relationship between research variables. The results of this study are included in the good category for service quality, with the percentage of respondents who answered at 53.3% and loyalty at 65.3%. There is a significant relationship between the quality of pharmacy installation services and patient loyalty
Solvent Type Effect on Preparation of Ethyl Cellulose Microparticles Muhaimin, Muhaimin; Chaerunisaa, Anis Yohana
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Vol 10, No 3 (2023)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijpst.v10i3.38460

Abstract

The purpose of this study was to investigate effect of solvent type on solidification rate of ethylcellulose (EC) microparticles and particle size/distribution of emulsion droplets/hard microparticlesduring the solvent evaporation process using focused beam reflectance measurement (FBRM). ECmicroparticles were prepared by an O/W-solvent evaporation method using various solvents, includingdichloromethane, dichloromethane:methanol (1:1), ethyl acetate, and chloroform. The particle size/distribution of emulsion droplets/hard microparticles was monitored by FBRM. The morphology ofEC microparticles was characterized by scanning electron microscopy (SEM). The transformation ofemulsion droplets into solid microparticles for all solvents occured within the first 10-60 min. Thesquare weighted mean chord length of EC microparticles which were prepared using chloroform wassmallest value, but the chord counts was no the highest. The chord length distribution (CLD) measuredby FBRM showed that microparticles with a larger diameter give a wider CLD and a lower peaknumber of particles. SEM data shows that the morphology of microparticles was influenced by type ofsolvent. FBRM can be used to monitor the development of microparticle CLDs online and detect thetransformation of emulsion droplets into solid microparticles during the solvent evaporation process.The microparticle CLD and transformation processes are influenced by the type of solvent.
Kadar Kafein dan Asam Klorogenat Biji Kopi Arabika Dekafeinasi Metode Rebusan Menggunakan KCKT Rubiyanti, Rani; Yulia, Nunung
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology 2024: Suppl. 6, No. 2 (Universitas Halu Uleo Conference)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijpst.v6i2.52638

Abstract

Asam klorogenat (CGA) merupakan senyawa yang terkandung pada biji kopi arabika yang memiliki efek farmakologi penting dalam tubuh. CGA efektif menghambat pertumbuhan semua bakteri patogen, memiliki aktivitas antioksidan dan anti-inflamasi yang kuat. Selain asam klorogenat, kopi mengandung senyawa kafein yang menjadi penanda pada biji kopi. Berdasarkan penelitian sebelumnya, konsumsi biji kopi arabika menimbulkan lesi pada lambung yang disebabkan oleh kandungan kafein. Lesi ini serupa dengan lesi yang ditimbulkan akibat konsumsi aspirin. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar kafein dan asam klorogenat pada kopi dekafeinasi dengan variasi suhu metode rebusan, yang dibandingkan dengan variasi waktu panggang pada kopi biasa. Sampel biji kopi arabika dari 3 metode pengeringan yang berbeda yaitu honey (A), natural (B) dan full wash (C)  dipanggang pada suhu 180°C selama 20 menit dan 50 menit. Sampel biji kopi arabika dari 3 metode pengeringan di dekafeinasi dengan cara diekstraksi menggunakan air panas selama 90 menit pada suhu (50°C dan 75°C) dan dipanggang selama 50 menit pada suhu 180°C. Kadar kafein dan CGA diukur menggunakan kinerja tinggi kromatografi cair (HPLC)-UvVis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan kafein terendah terdapat pada biji kopi arabika dekafeinasi (pengeringan natural) dengan suhu perebusan 50°C (2,06%). Kandungan CGA tertinggi terdapat pada biji kopi arabika dengan metode pengeringan full wash dengan waktu pemanggangan 50 menit (1,32%). Hasilnya menunjukkan korelasi negatif antara kadar kafein dan CGA dengan lama waktu pemanggangan pada kopi biasa. Sedangkan kadar kafein dan CGA menunjukkan korelasi positif pada berbagai variasi metode dekafeinasi.
In Vivo Study: Acute Toxicity and Hypnotic-Sedative Activity of the Ethyl Acetate Fraction of Polypodium feei Suwandi, Deden Winda; Mariyam, Imas Siti; Akbar, Muhammad; Auliasari, Nurul; Hamdani, Siva
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Vol 11, No 2 (2024)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijpst.v11i2.44066

Abstract

Tanaman pakis tangkur (Polypodium feei., METT) merupakan tanaman yang dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai obat tradisional. Penelitian sebelumnya melaporkan bahwa fraksi etil asetat akar pakis tangkur memiliki aktivitas analgetik kuat pada dosis 200 mg/kgbb. Obat yang aktif sebagai analgetika kuat biasanya memiliki efek lain seperti efek menenangkan dan menimbulkan rasa kantuk. Pada pengujian toksisitas akut dilaporkan bahwa ekstrak akar pakis tangkur bersifat depresan dengan menurunkan aktivitas motorik dan jumlah jengukan hewan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dosis yang aman serta menentukan dosis efektif dari fraksi akar pakis tangkur sebagai hipnotik-sedatif pada hewan percobaan. Penelitian ini diawali dengan pengujian toksisitas akut dari fraksi etil asetat akar pakis tangkur melalui pengamatan perilaku hewan, penentuan bobot badan, indeks organ dan pengamatan makroskopik organ, serta penetuan nilai LD50. Sehingga diperoleh dosis yang aman untuk penggunaan pada hewan percobaan. Selanjutnya dilakukan pengujian aktivitas hipnotik sedatif berdasarkan parameter jumlah jatuh, onset dan durasi tidur hewan. Induksi tidur dilakukan dengan pemberian fenobarbital secara interaperitoneal. Hasil pengujian toksisitas akut fraksi etil asetat akar pakis tangkur dosis 300, 1.000, 2.000, dan 5.000 mg/kgbb bersifat depresan dengan menurunkan aktivitas motorik dan jumlah jengukan hewan, dosis tertinggi menimbulkan perlemakan pada organ hati. Penggunaan dosis yang lebih kecil dari 1.000 mg/kgbb relatif tidak menimbulkan penyimpangan/gangguan pada hewan percobaan. Pada pengujian aktivitas hipnotik-sedatif diperoleh dosis 100 mg/kgbb sebagai dosis efektif. Peningkatan dosis yaitu 50, 100, dam 200 mg/kgbb dapat meningkatkan aktivitas hipnotik-sedatif yang ditunjukkan oleh peningkatan jumlah jatuh pada alat rotaroad, penurunan onset tidur, serta peningkatan durasi tidur hewan yang berbeda bermakna apabila dibandingkan dengan kelompok kontrol (P<0,05). Berdasarkan pengujian tersebut penggunaan yang aman dalam sekali pemberian dari fraksi etil asetat akar pakis tangkur adalah maksimal 1.000 mg/kgbb. Fraksi etil asetat memiliki aktivitas hipnotik-sedatif dengan dosis efektif 100 mg/kgbb.
Formulasi Sediaan Obat Kumur Ekstrak Etanol Kulit Durian (Durio ziberthinus L.) Helmi, Atikah Qanitah
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology 2024: Suppl. 6, No. 1 (Special Issue for Mulawarman Pharmaceutical Conference)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijpst.v6i1.53214

Abstract

Obat kumur adalah larutan yang digunakan sebagai pembersih mulut, tenggorokan dan gigi untuk membasmi mikroorganisme penyebab bau mulut, dan menjaga kesehatan rongga mulut. Durian merupakan salah satu buah yang kulitnya belum banyak dimanfaatkan sehingga hanya menjadi limbah organik. Kulit durian memiliki senyawa flavonoid dan saponin yang berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk membuat sediaan obat kumur antibakteri dengan zat aktif ekstrak etanol kulit durian untuk menghambat pertumbuhan bakteri Streptococcus Mutans, Porphyromonas gingivalis, dan jamur Candida Albicans menggunakan metode sumuran. Obat kumur dibuat dalam tiga formula dengan variasi konsentrasi ekstrak etanol kulit durian yaitu F1 (5%), F2 (9%), dan F3 (13%). Hasil pengujian antimikroba menunjukkan bahwa sediaan obat kumur dengan konsentrasi ekstrak 9% mampu menghambat pertumbuhan bakteri Streptococcus Mutans dengan diameter zona hambat 7,56±0,524 mm, Porphyromonas gingivalis 7,47±0,041 mm, dan pada jamur Candida Albicans 17,60±0,914 mm serta memiliki karakteristik fisik jernih, beraroma khas kulit durian dan menthol, berwarna coklat, berbentuk cairan dengan rasa manis dan cukup pedas. Memiliki bobot jenis 1,0626±0,0010 g/mL, pH 5,99±0,021, dan viskositas 1,610±0,005 Pa.s.
Studi In Vitro dan In Vivo Sediaan Topikal Salep Ekstrak Jahe, Serai dan Cengkeh (Jasekeh) terhadap Penyembuhan Luka Diabetes Melitus Tipe II Nurwahita, Nurwahita; Masriadi, Masriadi; Mahmud, Nur U.; Amelia, Rizki
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Vol 11, No 1 (2024)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijpst.v11i1.47645

Abstract

Kombinasi Jahe, Serai dan cengkeh (JaSeKeh) yang mengandung  zat bioaktif seperti alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, phenolic acid, dan terpenoid  dan senyawa eugenol berefek dalam menurunkan kadar glukosa dalam darah. Kandungan fenol memiliki sifat antioksidan, antibakteri dan antinflamasi yang akan mengurangi radikal bebas dan proses inflamasi sehingga dapat menurunkan kadar gula darah pada pasien diabetes mellitus. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh sediaan topikal salep ekstrak JaSeKeh terhadap penyembuhan luka Diabetes Mellitus tipe II. Desain penelitian adalah eksperimen laboratorium dengan Pre-Posttest Group Design. Penelitian dilakukan 2 tahap:  In Vitro dan In Vivo. In Vitro dilakukan untuk mengukur daya hambat kelompok ekstrak dalam menghambat Staphylococcus Aureus pada 20 ekor tikus putih Rattus Norvegicus yang di bagi dalam 4 kelompok yang terdiri dari 5 ekor dalam masing-masing kelompok 50mg, 75mg, 1000mg dan metcovazin sebagai kelompok kontrol. Hasil Penelitian menunjukkan perbedaan signifikan zona daya hambat pertumbuhan bakteri menggunakan ekstrak JaSeKeh konsentrasi 50%, 75 %, 95% dan kontrol positif ciprofloklaxin 5% terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus Aureus. Terjadi peningkatan diameter zona daya hambat antibakteri seiring dengan bertambahnya ekstrak JaSeKeh. Pada uji In vivo terdapat perbedaan signifikan antara sediaan ekstrak JaSeKeh 750mg, 1000mg, dan kontrol positif metcovazin terhadap penyembuhan luka diabetes mellitus pada tikus putih rattus norvegicus.

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 12 (2025): Vol. 12 Suppl. 2 (2025) 2025: Vol. 12 Suppl. 1 (2025) Vol 12, No 3 (2025) Vol 12, No 2 (2025) Vol 12, No 1 (2025) 2024: Suppl. 6, no. 3 (The 3rd Mandala Waluya International Conference on Pharmaceutical Science and Vol 11, No 3 (2024) Vol 11, No 2 (2024) Vol 11, No 1 (2024) 2024: Suppl. 6, No. 2 (Universitas Halu Uleo Conference) 2024: Suppl. 6, No. 1 (Special Issue for Mulawarman Pharmaceutical Conference) Suppl. 5, No. 2 (2023) Special Issue for The 3rd Bandung International Teleconference on Pharmacy (B Vol 10, No 3 (2023) Vol 10, No 2 (2023) Vol 10, No 1 (2023) Suppl. 5, No. 1 (2023) Vol 9, No. 3, 2022 Vol 9, No. 2, 2022 Vol 9, No 1 (2022) Suppl. 4, No. 1 (2022) Vol 8, No 3 (2021) Vol 8, No 2 (2021) Vol 8, No 1 (2021) Suppl. 3, No. 1 (2021) Vol 7, No 3 (2020) Vol 7, No 2 (2020) Vol 7, No 1 (2020) Vol 6, No 3 (2019) Vol 6, No 2 (2019) Vol 6, No 1 (2019) Vol 6, No 1 (2019 In Press) Suppl. 2, No. 3 (2019) Suppl. 2, No. 2 (2019) Suppl. 2, No. 1 (2019) Vol 5, No 3 (2018) Vol 5, No 3 (2018) Vol 5, No 2 (2018) Vol 5, No 2 (2018) Vol 5, No 1 (2018) Vol 5, No 1 (2018) Suppl 1, No. 1 (2018) Suppl 1, No. 1 (2018) Vol 4, No 3 (2017) Vol 4, No 3 (2017) Vol 4, No 2 (2017) Vol 4, No 2 (2017) Vol 4, No 1 (2017) Vol 4, No 1 (2017) Supp 1, No 1 (2017) Supp 1, No 1 (2017) Vol 3, No 3 (2016) Vol 3, No 3 (2016) Vol 3, No 2 (2016) Vol 3, No 2 (2016) Vol 3, No 1 (2016) Vol 3, No 1 (2016) Vol 2, No 3 (2015) Vol 2, No 3 (2015) Vol 2, No 2 (2015) Vol 2, No 2 (2015) Vol 2, No 1 (2015) Vol 2, No 1 (2015) Vol 1, No 2 (2014) Vol 1, No 2 (2014) Vol 1, No 1 (2014) Vol 1, No 1 (2014) More Issue